Anda di halaman 1dari 12

BRANJANGAN

MENU ARTIKEL BRANJANGAN


Umum
Habitat Burung Branjangan
Ciri burung Branjangan berdasar daerah asal
Ciri jantan dan betina burung Branjangan
Memilih bakalan burung Branjangan
Cara perawatan burung Branjangan
Penanganan burung Branjangan untuk lomba
Perawatan burung Branjangan selama masa mabung
Penangkaran burung Branjangan
Kendala Penangkaran burung Branjangan
PROBLEM UTAMA BRANJANGAN
BURUNG BRANJANGAN
Scientific classification
Kingdom:Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family Alaudidae
Genus: Mirafra
Species: M. javanica
Binomial name
Mirafra javanica
REFERENSI
omkicau.com
kicaumania.or.id
Majalah Kucica edisi Januari 2000
Suara Merdeka
wikipedia

Umum
Burung branjangan merupakan salah satu burung kicauan yang pandai menirukan
suara burung lain, meskipun sesungguhnya suara alasan (lagu aseli burung itu di
alam) hanya terdiri dari tiga potongan lagu utama, yakni tit cek atau cik dan tir.
Keistimewaan branjangan yang tidak dimiliki burung lain adalah kemampuannya
berkicau sembari hovering (terbang di tempat). Di alam bebas, burung ini suka
terbang secara memanjat (terus membumbung ke atas) sembari berkicau sampai
tidak terlihat, dan tiba-tiba sudah meluncur sampai di tanah.
+Habitat
Branjangan memiliki kerabat begitu banyak. Termasuk Alaudidae dengan 75 jenis
dalam kerabatnya. Burung ini termasuk burung tanah, yang dalam istilah asingnya
bushlark yang artinya burung semak kecil yang periang. Makanan utamanya biji-
bijian, padi, serangga, dan pucuk tanaman muda. Jika sudah musim berkembang
biak tiba, pada bulan Maret hingga September, dan masa puncak dari mulai Maret
sampai Agustus, branjangan cepat sekali melakukan perkawinan dan bertelur
hampir tiap bulan.
Di habitatnya branjangan menyukai tempat-tempat yang kering di kawasan tanah
gersang atau setengah kering, rumput, stepa, kawasan berbatu karang dan gunung
pasir. Biasanya di Jawa jika musim tebang tebu dan musim petik kedelai,
branjangan selalu muncul dan membuat sarang di tempat-tempat kering dan
bebatuan. Kicauannya yang nyaring dan kadang dengan gayanya yang ngelepr
menjadi hiburan tersendiri bagi petani tebu.
Burung branjangan menyukai tempat-tempat yang kering di kawasan tanah gersang
atau setengah kering, rumput, stepa, kawasan berbatu karang dan gunung pasir.
Burung petengger (passerin) di atas batu ini, berasal dari benua Asia dan Afrika. Di
Indonesia branjangan mudah berkembang di daerah Jawa, Irian Jaya, Kalimantan
Selatan, Nusa Tenggara dan Bali. Salah satu jenis branjangan yang biasa dikenal di
kalangan mania burung di Indonesia adalah Mirafra Javanica.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Ciri berdasar daerah asal
Saat ini Branjangan yang kita temui di pasaran sedikit sekali yang berasal dari tanah
Jawa, yang terkenal dengan burung branjangannya yang baik. Namun saat ini
branjangan yang ada di pasar banyak berasal dari daerah Nusa Tenggara maupun
Sumatra.
Di kalangan penghobi burung Indonesia, branjangan yang populer adalah yang
berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali
Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai
penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan
volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau
warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
Di Pulau Jawa, branjangan dibagi dalam beberapa daerah penyebaran, seperti Jawa
Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Untuk wilayah Jawa Barat maka yang menjadi maskot bagi penggila Branjangan
adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan
suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung
ini. (jambul patent).
Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya
seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah
Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari
daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna
hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan
Sumbawa.
Sementara itu branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik
tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih
menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu
yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah
lain, seukuran 10-12 cm.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Ciri jantan dan betina
Ciri-ciri jantan bisa dilihat dari warna tubuhnya coklat agak tajam dan bulunya tebal.
Begitu pula warna paruhnya hitam mengkilat. Jika bertemu burung sejenis muncul
jambul dikepalanya agak panjang dan lebih gagah.
Branjangan betina warna bulunya agak kusam. Betina juga memiliki jambul,
sehingga jangan terkecoh. Bedanya, jambul betina lebih pendek. Volume suaranya
sama-sama keras, namun suara betina terputus-putus dan kurang variasinya.
Untuk membedakan jenis kelamin branjangan, bisa juga dilihat dari paruhnya. Pada
branjangan jantan, paruh bagian bawah terlihat putih atau terang sementara yang
betina terlihat gelap atau hitam atau kecoklatan.
.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Memilih branjangan
Tidak ada patokan khusus dalam memilih branjangan. Namun seorang penghobi
dan juga pedagang burung, Mulyanto di Pasar Ngasem Yogyakarta, mengatakan
ciri-ciri branjangan yang baik antara lain bentuk fisiknya atletis, ekor dan badan
panjang, mata tajam (menunjukkan petarung), bulu lembut seperti sutra sedangkan
paruhnya bagai burung gelatik tapi agak bengkok sedikit ke bawah.
Kembali ke MENU ARTIKEL
+Cara perawatan
-Tempat: Branjangan bisa dipelihara dengan sangkar bulat diamter 25-30 cm
dengan panjang atau tinggi antara 60 cm sampai 100 cm. Sementara tenggeran
atau pangkringan bisa dibuat dari batu apung dan bagian dasar sangkar diberi
bubukan batu bata atau tanah kering yang diayak.
Usahakan pembuatan bubukan dari batu bata yang lunak. Hancurkan, kemudian
disaring. Kalau tidak disaring apalagi batu batanya keras, bisa merusak bulu/tubuh
burung. Bisa jugta menggunakan debu (tanah yang bersih yang dikeringkan dan
dihancurkan halus/disaring).
- Pakan: Sama dengan burung lain pada umumnya, branjangan memerlukan menu
pakan yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang
bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap
vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl,
Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam
pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang
sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral
berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti
memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diperlukan burung branjangan adalah Calcium,
Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin
dan Kalium.
REFERENSI TENTANG PERAWATAN BURUNG SECARA UMUM BISA DILIHAT
DI SINI
- Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung
branjangan:
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan
dengan cara disemprot dengan sprayer asal terlihat basah. Sebelum
disempot, bersihkan kotoran yang tercampur dengan bubukan batu bata.
Kemudian ganti atau tambahkan pakan branjangan berupa biji-bijian seperti
milet, canary seed, jewawut, dan gabah.
Bersihkan wadah air minum dan berikan air matang yang sudah dingin
sebagai air minum.
Berikan jangkrik kecil sebanyak 2-3 ekor pada cepuk EF. Setiap tiga hari
sekali, bisa ditambahkan kroto sebanyak satu sendok teh sebagai EF.
Penjemuran dapat dilakukan selama 2-3 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00.
Selama penjemuran.
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut selama 10 menit,
lalu gantang di tempat teduh atau di dalam rumah.
Siang hari sampai sore (jam 12.00-15.00) burung dapat dimaster dengan
suara master atau burung-burung master.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras.
Berikan jangkrik kecil 2 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung dimasukkan ke rumah. Burung tidak perlu dikerodong jika
Anda ingin mendengarkan suaranya karena burung branjangan juga suka
berkicau di malam hari.
PENTING:
Bubukan batu bata diganti minimal sepekan sekali. Meski tidak perlu dikerodong
setiap malam, branjangan tetap perlu dilatih kerodong agar tidak kelabakan ketika
suatu saat kita perlu mengerodongnya, misalnya ketika akan dibawa ke luar rumah
atau ke arena lomba.
Referensi vitamin dan mineral lengkap untuk burung, silakan di lihat di artikel ini.
Penanganan branjangan kondisi drop
Tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore.
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung branjangan
lain
Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari
Berikan vitamin tambahan
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+PENANGANAN BRANJANGAN UNTUK LOMBA
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan
perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat
birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan
perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini pola perawatan dan stelan lomba untuk burung branjangan:
H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa dinaikkan menjadi 4 ekor pagi dan 2 ekor
sore.
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 60 menit saja.
Perawatan dan setelan burung branjangan pasca lomba
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan
mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini pola perawatan dan stelan pasca lomba untuk burung branjangan:
Porsi EF dikembalikan ke stelan harian.
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah lomba.
Sampai H+3 setelah lomba, penjemuran maksimal 60 menit saja.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+Perawatan dan setelan branjangan mabung
Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian
penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau
meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung.
Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar
seperempat total protein dalam tubuh burung.
Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein
yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur
serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun
sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan
asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin)
khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung
dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk
membentuk bulu secara sempurna.
Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk
memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak
makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru.
Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar
dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur
(lihat misalnya penjelasan pada Moulting in Bird di situs vetafarm.com yang
menjadi referensi utama untuk tulisan mengenai masalah mabung ini).
Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya
dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca
harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu
bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda
harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa
mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.
Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda
harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan
sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat
diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus
pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral
yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino
untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.
Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering
mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata
atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).
Penggangu tersebut antara lain:
* Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease)
dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung
kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri
pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.
* Gizi buruk Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk
berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan
karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak
berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
* Kimiawi penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak
sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi
cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan
menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.
* Stres Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan
manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang
sempurna dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik
mungkin?
Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit
lainnya.
Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit
penyakit, misalnya Polyoma.
Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan
yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan
yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat
misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat
gemuk.
Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah
dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.
Cara Smart menggunakan BirdVit
Dalam kaitan dengan persoalan mabung inilah disarankan kepada penghobi burung
untuk memberikan burung asupan tambahan, misalnya BirdMolting atau juga
BirdVit untuk burung yang sedang mabung. Cara ini lebih smart sebab BirdVit
adalah multivitamin dan multimineral yang sangat diperlukan burung selama masa
mabung.
BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang diperlukan burung,
seperti:
Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3.
Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya
adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate.
Mineral utama seperti potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate,
mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.
Dengan demikian, selama kita menggunakan BirdVit untuk menangani burung
mabung, maka kita cukup memberikan porsi pakan seperti sediakala tanpa khawatir
burung kekurangan energi masa mabung. Sebab, memang benar energi yang
diperlukan burung ketika mabung bukanlah energi yang hanya akan mengumpul
menjadi lemak tetapi energi untuk pertumbuhan bulu seperti asam amino yang
mengandung sulfur seperti metionin dan sistin.
Branjangan bermasalah
Untuk burung-burung yang sangat bermasalah misalnya bulu mudah patah atau
burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya dikarenakan asupan
mineralnya yang kurang. Selain digunakan BirdVit, Anda bisa menyertakan pula
BirdMineral.
Apa beda BirdMineral dan BirdVit?
Untuk diketahui, ada mineral dan vitamin tertentu yang tidak efektif jika digunakan
bersamaan. Akan saling melemahkan. Karena keduanya sama-sama dibutuhkan
burung dalam jumlah yang proporsional, maka mineral dan vitamin tertentu hanya
bisa dicampur dengan komposisi dan volume tertentu.
Seperti diketahui di dalam BirdVit ada sejumlah mineral yang sangat diperlukan
burung. Namun kandungan mineral di dalam BirdVit tidak sebesar di dalam
BirdMineral karena selain sebagai penjaga vitalitas burung, BirdMineral juga
bersifat mengcover atau mengobati.
Pola Perawatan masa mabung:
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia.
Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Tidak perlu dimandikan.
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk
pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru.
Berikan BirdVit yang diberikan tiap hari atau mencampurkan BirdMineral ke
dalam bubukan bata di dalam sangkar branjangan.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi
diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai
dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter
dan tipe suara burung dengan suara burung master.
Perawatan branjangan macet bunyi
Jika branjangan mengalami macet bunyi pasca mabung Anda bisa melakukan
treatment sebagai berikut
Beri pakan undur-undur. Caranya, cari binatang kecil (rata-rata seukuran 1-4
pentol korek api) yang suka berumah di tanah berdebu itu. Ambil 10-15 ekor.
Ganti bubukan bata/tanah di sangkar branjangan Anda dan ganti dengan
debu tempat asal undur-undur berada; atau ganti dengan bubukan bata yang
baru. Sebab saja undur-undur hidup di sana, nanti dia akan bersarang di
bubukan bata/debu itu. Branjangan akan mengejar sendiri undur-undur.
Selain disebari undur-undur, jangan lupa sebari kroto, sehari sekitar 1 sendok
teh.
Poin nomer 1 bisa dibarengi (tidak mutlak) dengan mempertemukan
branjangan macet dengan branjangan yang sedang gacor, agar mudah
terpancing dan kembali gacor.
Untuk bubukan bata, jangan lupa agar burung tercukupi mineralnya, gunakan
bubukan bata yang dicampur dengan mineral burung.
.
+PENANGKARAN BRANJANGAN:
Branjangan memiliki populasi yang mudah sekali berkembang di habitatnya. tetapi
untuk menangkarnya gampang-gampang sulit. Sebab, seperti ditulis dalam Majalah
Kucica Edisi Januari 2000, branjangan gampang stress dan tidak mau berkembang
biak jika kandanganya atau tempat sarangnya dijamah manusia. Apalagi jika saat
mengerami telur, jangan sekali-kali orang asing memasuki kandangnya, bisa-bisa
induk branjangan memecahkan telurnya.
Tidak seperti burung kicauan lainnya, burung berwarna coklat kekuning-kuningan ini
dalam proses penjodohannya tidak harus terlebih dahulu lewat pengenalan dari
pejantan dan betina. Branjangan yang sudah dewasa atau berumur minimal
setahun, sudah bisa langsung dipertemukan jika sama-sama birahi.
Tidak ada perbedaan ciri-ciri birahinya. Jantan dan betina sama-sama ngleper jika
sedang birahi. Dan jika telah sama-sama birahi, jika dilepas di kandang, si jantan
dan betina tidak akan berkelahi. Setelah dilepas dalam satu kandang, si jantan akan
bereaksi terlebih dahulu dengan menunjukan kegagahannya yang ditandai sayap
ngleper dan dikepalanya muncul jambul.
Branjangan betina di kepalanya juga terdapat jambul, namun sedikit. Tetapi volume
suaranya sama-sama keras. Hanya saja, suara betina agak terputus-putus dan
variasinya kurang. Kebiasaannya yang sering ngleper ketika birahi lebih sering lagi.
Sedangkan betina jika belum muncul sifat-sifat birahinya sedikit ketakutan. Jika
sudah demikian, jantannya makin birahi dan mengejar betina.Terkadang saat betina
terbang naik turun selalu dilkuti sang jantan.
Penjodohan
Proses perjodohan branjangan biasanya terjadi siang hari. Branjangan jantan suka
sekali ngleper di atas batu, sedang betina di bawahnya. Tanda-tanda penjodohan
yang paling nampak adalah ketika branjangan jantan sering membawa alang-alang
kering untuk membuat sarang. Keistimewaan branjangan ketika membuat sarang
tidak selalu memilih tempat yang disediakan oleh perawatnya. Masa penjodohan
hingga bertelur tidak pasti.
Waktu yang diperlukan dari masa penjodohan hingga bertelur bervariasi dari 3 15
hari, bergantung pada situasi lingkungan di sekitar penangkaran dan asupan gizi
pakan.
Kandang penangkaran
Menangkar branjangan tidak dibutuhkan perlengkapan dan sarana yang njelimet.
Hanya saja lokasi yang sunyi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
pengembangbiakan buatan manusia. Kandang untuk tempat penangkaran,
sebagaimana lazimnya untuk dinding terbuat adri jeruji kawat yang agak rapat
(kecil). Ini agar hewan-hewan pengganggu seperti cecak dan tikus tidak leluasa
masuk. Sedangkan untuk atapnya bisa juga jeruji kawat atau dari seng. Karena
branjangan tahan terhadap suhu udara panas, sebaiknya atapnya setengah terbuka
sehingga sinar matahari bisa menembus ke dalam kandang.
Di dalam kandang dibuatkan kolam berdiameter sekitar 1 meter. Untuk
memudahkan pengisian air, diperlukan selang yang terhubung dengan mesin pompa
air. Sediakan pula rumput serta pepohonan (tidak perlu terlalu rindang) agar tercipta
suasana seperti di alam aslinya.
Bahan-bahan untuk sarang paling baik adalah alang-alang kering atau jerami.
Biarkan jerami bertebaran di tanah, karena jika sudah berjodoh, proses pembuatan
sarang akan diatur sendiri oleh branjangan tersebut.
Branjangan tergolong burung yang suka bertengger di batu. Karena itu perlu
disiapkan batu atau tatanan yang bahannya dari semen. Kebiasaan lainnya,
branjangan suka sekali bermain dengan debu atau pasir, sehingga perlu ditebar
debu atau tanah atau pasir di sekitar kolam.
Selain itu untuk tempat bersarang sediakan kotak dari tanah, yang tingginya sekitar
setengah meter. Tetapi terkadang branjangan tidak suka membuat sarang di kotak
buatan, burung ini lebih suka membuat sarang di sembarang tempat asalkan
terlindung dari gangguan hewan atau manusia. Misalnya, di pojok bawah, di dekat
batu, dan lain-lain.
Pemberian pakan
Untuk tempat pemberian makanan, sebaiknya dekat batu-batuan atau mudah
dijangkau oleh perawatnya jika akan memberi makanan. Tujuannya agar branjangan
yang sedang dalam masa penjodohan atau saat mengerami telur tidak panik.
Meskipun branjangan bisa dijinakkan, tetapi kalau perawatnya terlalu kasar atau
kurang hati-hati saat memasuki kandang, bisa saja branjangan tersebut mengalami
stress.
Makanan yang disiapkan adalah tanaman padi, biji-bijian milet, walang atau jangkrik
dan kroto. Padi sebaiknya ditebar begitu saja sehingga branjangan bisa ngasin.
Jika semua sarana itu tersedia, pasangan branjangan yang sudah birahi siap dilepas
di kandang buatan berukuran sekitar 3 x 3 meter dengan tinggi 2,25 meter.
Pengontrolan
Menangkar branjangan harus selalu dikontrol dan dibutuhkan ketelatenan
perawatnya. Karena jika ada hewan pengganggu yang masuk, misalnya cecak,
tikus, semut, atau ular; akibatnya bisa berbahaya.
Jika branjangan sedang mengerami telur, perawat harus sudah memperkirakan
kapan kemungkinan akan menetas. Biasanya telur yang dierami menetas antara 10-
11 hari. Pada saat menetas, harus cepat-cepat diamankan dari gangguan hewan
lain. Yakni selalu dikontrol dan kandang dibersihkan dari hewan-hewan kecil. Sebab
jika tidak cepat, akan didahului dan dimakan semut.
Branjangan bertelur antara 3 hingga 4 butir. Tetapi terkadang ada yang tidak jadi
atau pecah. Saat menetas atau ketika indukannya meloloh piyik, porsi makanan
harus diperbanyak. Karena piyikan butuh energi yang banyak agar dapat bertahan
hidup. Jika piyik sudah berumur beberapa hari, perawat bisa lebih sering keluar
masuk kandang untuk mengontrol perkembangan piyik. Selama proses tersebut,
branjangan jantan terlihat lebih aktif mencari makanan, sedangkan betina lebih
banyak menunggu di sarang.
.
+KENDALA UTAMA PENANGKARAN
Penjodohan
Dalam penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama adalah
menyamakan masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa
birahinya, maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memberikan
asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun
betina.
Dalam kaitan ini, disarankan Anda menggunakan multivitamin dan multi mineral
yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang
bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan. Anda bisa
misalnya menggunakan BirdMature.
Fungsi utama BirdMature/BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan
fungsi reproduksi burung. BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para
penangkar sehingga mencapai produksi burung yang optimal.
Macet produksi
Banyak sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina
terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melakukan perkawinan. Atau
kalau melakukan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak ada pembuahan
adalah telur yang kosong sampai masa pengeraman berakhir.
Sebenarnya, macet produksi dalam kasus di atas adalah karena datangnya masa
birahi burung pasca telur menetas tidak berbarengan. Dengan demikian, dalam
kasus ini juga disarankan menggunakan BirdMature / BMR sehingga muncul birahi
jantan dan betina pada saat yang bersamaan.
Fungsi utama BirdMature/ BMR memang meningkatkan fertilitas dan menormalkan
fungsi reproduksi burung. Namun dia memiliki fungsi lain, yakni meningkatkan daya
tahan tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh
piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.
Banyak burung piyikan mati disebabkan dia kekurangan asupan yang seharusnya
tersimpan secara normal ketika dia masih dalam bentuk telur. Dengan pemberian
BirdMature, risiko kematian anakan piyikan burung bisa ditekan.
PEMISAHAN PIYIK
Pemisahan bisa dilakukan jika piyik sudah berusia antara 8-15 hari. Namun apabila
kondisinya masih perlu diloloh induknya, sebaiknya jangan dulu dipisah. Terlalu
cepat memisahkan piyik dari induknya ada segi positif dan negatifnya. Namun
sebenarnya tidak terlalu masalah jika perawat selalu memperhatikan perkembangan
piyik. Sisi positifnya piyik lebih mudah dikontrol perawatnya khususnya dari
gangguan hewan lain atau bahkan induknya sendiri. Selain itu, jika dipisahkan lebih
dini piyik akan jinak pada perawatnya.
Dampak negatifnya jika terlambat memisahkan, piyik sulit dijinakkan dan bersifat liar
karena sudah dewasa ketika berada di kandang. Selain itu resiko gangguan
binatang lain lebih besar. Tetapi seandainya diloloh sendiri, apabila si perawat terlalu
kasar atau tidak memahami keinginan piyik, bisa berakibat kematian.
Untuk meloloh piyik makanan harus dilembutkan terlebih dahulu. Begitu pula
pemberian jangkrik atau walang dipilih yang masih clondo dan harus dipotong-
potong. Piyek yang sudah berumur di atas 20 hari, resiko kematiannya sangat kecil
asalkan tidak terlambat memberi makanan. Jika belum tumbuh bulu sayap, saat tidur
harus diberi alas kain untuk penghangat.
Kembali ke MENU ARTIKEL
.
+PROBLEM UTAMA BRANJANGAN
1. Mabung tidak segera tuntas
2. Sehabis mabung tidak segera bunyi
3. Bulu mudah rontok
1. Mabung tidak segera tuntas: Branjangan yang proses mabungnya terlalu lama
disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan bulu baru.
Berbeda dengan kenari misalnya, branjangan tidak suka ngemil. Artinya, proses
mabung menjadi lamban karena tidak cukup energi untuk mendorong pertumbuhan
bulu secara cepat. Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein,
khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada
tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam
amino (pembangun sel atau blok protein).
Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini
kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan
pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus
bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara
sempurna.
Untuk menyediakan jenis protein yang diperlukan branjangan, bisa kita sediakan
BirdVit dan/atau BirdMolt. Kedua multivitamin ini tidak hanya membuat burung fit,
tetapi juga mendapatkan asam amino yang cukup untuk pertumbuhan bulu.
2. Sehabis manbung tidak cepat bunyi disebabkan masa rekondisi burung terlalu
lama. Untuk mempercepat rekondisi ini pula bisa diberikan BirdVit untuk rawatan
harian selama dan sehabis mabung.
Alternatif lain, Anda bisa menyediakan undur-undur sebagai extrta fooding (EF)
branjangan. Cari saja binatang kecil itu (rata-rata seukuran 1-4 pentol korek api)
sebanyak 10-15 ekor. Tebar ke ke dalam bubukan bata dan akan menjadi santapan
branjangan. Langkah ini bisa dibarengi dengan mempertemukan branjangan macet
dengan branjangan yang gacor, agar mudah terpancing dan kembali bunyi.
3. Bulu mudah rontok terutama disebabkan oleh serangan parasit (kutu dan
cacing) dan kekurangan mineral.
Pastikan kita menyemprot burung sebulan sekali dengan FreshAves.
Untuk mencegah kekurangan mineral, jangan lupa selalu gunakan bubukan bata
yang dicampur BirdMineral sebagai dasar sangkar.