Anda di halaman 1dari 6

Defnisi

1. KAD adalah keadaan yan g ditandai dengan asidosis met abolik akibat
pembentukan keton yang berlebihan, sedangk an SHH ditandai dengan
hiperos molalitas berat dengan kadar glukosa serum yang biasanya lebih
tinggi dari KAD murni (American Diabetes Association, 2!"
2. Ketoasidosis diabetikum adalah merupakan trias dari hiperglikemia, asidosis,
dan ketosis yang terlihat terutama pada pasien dengan diabetes tipe#1.
(Sami$ean %ordmark, 2&"
'. Salah satu kendala dalam laporan mengenai insidensi, epide miologi dan
angka kematian KAD adalah belum ditemukannya kesepakatan tentang
defnisi KAD. Sindroma ini mengandung triad yang terdiri dari
hiperglikemia, ketosis dan asi demia. Konsensus diantara para ahli
dibidang i ni mengenai kriteria diagnost ik untuk KAD adalah pH arterial
( ),', kadar bikarbonat ( 1* m+,-., d an kadar glucosa darah / 2*
m g-d. disertai ketonemia dan ketonuria moderate (Kitabchi dkk, 100!"
!. Diabetic Keto Acidosis (DKA" adalah komplikasi akut yang mengancam $i1a
seorang penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Kondisi kehilangan
urin, air, kalium, amonium, dan natrium menyebabkan hipo2olemia,
ketidakseimbangan elektrolit, kadar glukosa darah sangat tinggi, dan
pemecahan asam lemak bebas menyebabkan asidosis dan sering disertai
koma. (http3--medical#dictionary.the4reedictionary.com"
Da4tar pustaka3
Sami$ean %ordmark. 5ritical 5are %ursing Handbook. http3--books.google.co.id.
Diakses pada tanggal 11 September 21!
Kitabchi A+, 6isher 7%, 8urphy 89 , :umbak 87 3 Diabetic ketoacidosis and
the hyperglycemic hyperosmolar nonketoti c state. ;n 7oslin<s Diabetes 8ellitus .
1'th ed. Kahn 5:, =eir >5, +ds. ?hiladelphia, .ea @ 6ebiger, 100!, p.)'&A))
Hyperglycemic crises in patien ts 1ith diabetes mellitus. American Diabetes
Association. Diabetes 5are2ol2) supplement1 2!, S0!#S12.
?+8+:;KSAA% ?+%B%7A%> K+CDAS;DDS;S D;A9+C;KB8 (KAD"
a. ?emeriksaan .aboratorium
1. >lukosa.
Kadar glukosa dapat ber2ariasi dari ' hingga & mg-dl. Sebagian pasien
mungkin memperlihatkan kadar gula darah yang lebih rendah dan sebagian lainnya
mungkin memiliki kadar sampai setinggi 1 mg-dl atau lebih yang biasanya
bergantung pada dera$at dehidrasi. Harus disadari bah1a ketoasidosis diabetik
tidak selalu berhubungan dengan kadar glukosa darah. Sebagian pasien dapat
mengalami asidosis berat disertai kadar glukosa yang berkisar dari 1 A 2 mg-dl,
sementara sebagian lainnya mungkin tidak memperlihatkan ketoasidosis
diabetikum sekalipun kadar glukosa darahnya mencapai !#* mg-dl.
2. %atrium.
+4ek hiperglikemia ekstra2askuler bergerak air ke ruang intra2askuler. Bntuk setiap
1 mg - d. glukosa lebih dari 1 mg - d., tingkat natrium serum diturunkan oleh
sekitar 1,E m+, - .. 9ila kadar glukosa turun, tingkat natrium serum meningkat
dengan $umlah yang sesuai.
'. Kalium.
;ni perlu diperiksa sering, sebagai nilai#nilai drop sangat cepat dengan pera1atan.
+K> dapat digunakan untuk menilai e4ek $antung ekstrem di tingkat potasium.
!. 9ikarbonat.
Kadar bikarbonat serum adalah rendah, yaitu # 1* m+,-. dan pH yang rendah (E,&#
),'". Cingkat p5D2 yang rendah ( 1# ' mmHg" mencerminkan kompensasi
respiratorik (pernapasan kussmaul" terhadap asidosisi metabolik. Akumulasi badan
keton (yang mencetuskan asidosis" dicerminkan oleh hasil pengukuran keton dalam
darah dan urin. >unakan tingkat ini dalam hubungannya dengan kesen$angan anion
untuk menilai dera$at asidosis.
*. Sel darah lengkap (595".
Cinggi sel darah putih (=95" menghitung (/ 1* F 10 - ." atau ditandai pergeseran
kiri mungkin menyarankan mendasari in4eksi.
E. >as darah arteri (A9>".
pH sering ().'. Gena pH dapat digunakan untuk mengulang pH measurements.
9randenburg dan Dire menemukan bah1a pH pada tingkat gas darah 2ena pada
pasien dengan KAD adalah lebih rendah dari pH ,' pada A9>. Karena perbedaan
ini relati4 dapat diandalkan dan bukan dari signifkansi klinis, hampir tidak ada
alasan untuk melakukan lebih menyakitkan A9>. Akhir 5D2 pasang surut telah
dilaporkan sebagai cara untuk menilai asidosis $uga.
). Keton.
Diagnosis memadai ketonuria memerlukan 4ungsi gin$al. Selain itu, ketonuria dapat
berlangsung lebih lama dari asidosis $aringan yang mendasarinya.
&. H#hidroksibutirat.
Serum atau hidroksibutirat H kapiler dapat digunakan untuk mengikuti respons
terhadap pengobatan. Cingkat yang lebih besar dari ,* mmol - . dianggap normal,
dan tingkat dari ' mmol - . berkorelasi dengan kebutuhan untuk ketoasidosis
diabetik (KAD".
0. Brinalisis (BA"
5ari glikosuria dan urin ketosis. Hal ini digunakan untuk mendeteksi in4eksi saluran
kencing yang mendasari.
1. Dsmolalitas
Diukur sebagai 2 (%a I" (m+, - ." I glukosa (mg - d." - 1& I 9B% (mg - d." - 2.&.
?asien dengan diabetes ketoasidosis yang berada dalam keadaan koma biasanya
memiliki osmolalitis / '' mDsm - kg H2D. 7ika osmolalitas kurang dari / ''
mDsm - kg H2D ini, maka pasien $atuh pada kondisi koma.
11. 6os4or
7ika pasien berisiko hipo4os4atemia (misalnya, status giJi buruk, alkoholisme kronis",
maka tingkat 4os4or serum harus ditentukan.
12. Cingkat 9B% meningkat.
Anion gap yang lebih tinggi dari biasanya.
1'. Kadar kreatinin
Kenaikan kadar kreatinin, urea nitrogen darah (9B%" dan Hb $uga dapat ter$adi pada
dehirasi. Setelah terapi rehidrasi dilakukan, kenaikan kadar kreatinin dan 9B%
serum yang terus berlan$ut akan di$umpai pada pasien yang mengalami insufsiensi
renal.
Cabel Si4at#si4at penting dari tiga bentuk dekompensasi (peruraian"
metabolik pada diabetes.
Si4at#si4at
Diabetic
ketoacidosis
(KAD"
Hyperosmolar
non ketoticcoma
(HD%K"
Asidosis laktat
>lukosa plasma
Cinggi
Sangat tinggi
9er2ariasi
Ketone
Ada
Cidak ada
9er2ariasi
Asidosis
Sedang-hebat
Cidak ada
Hebat
Dehidrasi
Dominan
Dominan
9er2ariasi
Hiper2entilasi
Ada
Cidak ada
Ada
b. ?emeriksaan Diagnostik
?emeriksaan diagnostik untuk ketoasidosis diabetik dapat dilakukan dengan cara3
1. Ces toleransi >lukosa (CC>" meman$ang (lebih besar dari 2mg-dl". 9iasanya
tes ini dian$urkan untuk pasien yang menun$ukkan kadar glukosa meningkat
diba1ah kondisi stress.
2. >ula darah puasa normal atau diatas normal.
'. +ssei hemoglobin glikolisat diatas rentang normal.
!. Brinalisis positi4 terhadap glukosa dan keton.
*. Kolesterol dan kadar trigliserida serum dapat meningkat menandakan
ketidakadekuatan kontrol glikemik dan peningkatan propensitas pada ter$adinya
aterosklerosis.
E. Aseton plasma3 ?ositi4 secara mencolok
). As. .emak bebas3 kadar lipid dan kolesterol meninggkat
&. +lektrolit3 %a normal-menurunK K normal-meningkat semuK 6 turun
0. Hemoglobin glikosilat3 8eningkat 2#! kali normal
1. >as Darah Arteri3 pH rendah, penurunan H5D' (asidosismetabolik" dengan
kompensasi alkalosis respiratorik
11. Crombosit darah3 Ht mungkin meningkat, leukositosis, hemokonsentrasi
12. Breum-creatinin3 meningkat-normal
1'. Amilase darah3 meningkat mengindikasikan pancreatitis akut
>. D;A>%DS;S K+CDAS;DDS;S D;A9+C;KB8 (KAD"
Didasarkan atas adanya Ltrias biokimiaL yakni 3 hiperglikemia, ketonemia, dan
asidosis. Kriteria diagnosisnya adalah sebagai berikut 3
M Hiperglikemia, bila kadar glukosa darah / 11 mmol-. (/ 2 mg-d.".
M Asidosis, bila pH darah ( ),'.
M kadar bikarbonat ( 1* mmol-.".
Dera$at berat#ringannya asidosis diklasifkasikan sebagai berikut 3
M :ingan3 bila pH darah ),2*#),', bikarbonat 1#1* mmol-..
M Sedang3 bila pH darah ),1#),2!, bikarbonat *#1 mmol-..
M 9erat3 bila pH darah ( ),1, bikarbonat ( * mmol-..
KOMPLIKASI KETOASIDOSIS DIABETIKUM (KAD)
Komplikasi dari ketoasidoisis diabetikum dapat berupa3
1. >in$al diabetik ( %e4ropati Diabetik "
%e4ropati diabetik atau gin$al diabetik dapat dideteksi cukup dini. 9ila penderita
mencapai stadium ne4ropati diabetik, didalam air kencingnya terdapat protein.
Dengan menurunnya 4ungsi gin$al akan disertai naiknya tekanan darah. ?ada kurun
1aktu yang lama penderita ne4ropati diabetik akan berakhir dengan gagal gin$al
dan harus melakukan cuci darah. Selain itu ne4ropati diabetik bisa menimbulkan
gagal $antung kongesi4.
2. Kebutaan ( :etinopati Diabetik "
Kadar glukosa darah yang tinggi bisa menyebabkan sembab pada lensa mata.
?englihatan men$adi kabur dan dapat berakhir dengan kebutaan.
'. Syara4 ( %europati Diabetik "
%europati diabetik adalah akibat kerusakan pada sara4. ?enderita bisa stres,
perasaan berkurang sehingga apa yang dipegang tidak dapat dirasakan (mati rasa".
!. Kelainan 7antung.
Cerganggunya kadar lemak darah adalah satu 4aktor timbulnya aterosklerosis pada
pembuluh darah $antung. 9ila diabetesi mempunyai komplikasi $antung koroner dan
mendapat serangan kematian otot $antung akut, maka serangan tersebut tidak
disertai rasa nyeri. ;ni merupakan penyebab kematian mendadak.
*. Hipoglikemia.
Hipoglikemia ter$adi bila kadar gula darah sangat rendah. 9ila penurunan kadar
glukosa darah ter$adi sangat cepat, harus diatasi dengan segera. Keterlambatan
dapat menyebabkan kematian. >e$ala yang timbul mulai dari rasa gelisah sampai
berupa koma dan ke$ang#ke$ang.
E. Hipertensi.
Karena harus membuang kelebihan glokosa darah melalui air seni, gin$al penderita
diabetes harus beker$a ekstra berat. Selain itu tingkat kekentalan darah pada
diabetisi $uga lebih tinggi. Ditambah dengan kerusakan#kerusakan pembuluh kapiler
serta penyempitan yang ter$adi, secara otomatis syara4 akan mengirimkan signal ke
otak untuk menambah takanan darah.