Anda di halaman 1dari 16

1

MAKALAH PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I


BORON





Oleh:
Kelompok VII
1. Pino Rinando
2. Parna Syahputra Sitanggang
3. Monica Chrisdayanti Tamba
4. Rosida Sitompul
5. Nurul Aini
6. Winry S. Marbun






JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014
2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Unsur golongan III A yaitu Boron, Aluminium, Galium, Indium dan
Talium. Yang mana unsur yang segolongan mempunyai sifat yaitu makin ke
bawah letak suatu unsur dalam sistem periodik maka, nomor atom dan jari-jari
atomnya makin besar sedangkan keelektronegatifan dan energi ionisasinya makin
kecil dan begitu pula sebaliknya. Dalam golongan ini, boron merupakan unsur
yang unik dan menarik yaitu satu-satunya non-logam dalam golongan III A pada
tabel periodik unsur dan menunjukkan kemiripan sifat dengan unsur-unsur
tetangga, carbon (C) dan silikon (Si). Kemiripan sifat ini adalah dalam hal
pembentukan senyawa kovalen dan senyawa rantai, namun berbeda dalam hal
pembentukan senyawa kekurangan electrn. Boron tidak pernah dijumpai sebagai
senyawa kationik karena tingginya entalpi ionisasi, tetapi membentuk senyawa
kovalen dengan pembentukan orbital hidrida sp2 untuk menghasilkan struktur
segitiga sama sisi. Boron merupakan salah satu unsur yang termasuk golongan
IIIA dengan nomor atom lima.(F.A Cotton dan W Geoffrey :1989)
Secara kimia boron berbeda dengan unsur- unsur satu golongannya. Boron
juga merupakan unsur metaloid dan banyak ditemukan dalam bijih borax. Ada
dua alotrop boron; boron amorfus adalah serbuk coklat, tetapi boron metalik
berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh) dan konduktor
yang buruk dalam suhu kamar. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam.
Ciri-ciri optik unsur ini termasuklah penghantaran cahaya inframerah.
Pada suhu piawai boron adalah pengalir elektrik yang kurang baik, tetapi
merupakan pengalir yang baik pada suhu yang tinggi. Boron merupakan unsur
yang kurang elektron dan mempunyai p-orbital yang kosong. Ia bersifat
elektrofilik. Sebagian boron sering berkelakuan seperti asam Lewis yaitu siap
untuk terikat dengan bahan kaya elektron untuk memenuhi kecenderungan boron
3

untukmendapatkanelektron.(Boron(http//www.education.jlab.org/itselemental/ele
005.html)).
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
Untuk lebih terarahnya sasaran sesuai dengan judul yang telah dikemukakan,
penulis memberikan batasan masalah atau identifikasi masalah agar tidak jauh
menyimpang dari apa yang menjadi pokok bahasan. Mengacu kepada latar
belakang yang diuraikan di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam makalah
ini dirumuskan sebagai berikut:
1) Bagaimana keberadaan boron di alam ?
2) Bagaimana pembuatan dari boron ?
3) Bagaimana sifat fisika dan sifat kimia dari boron?
4) Bagaimana kegunaan dari boron tersebut ?
5) Bagaimana senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron ?

1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas maka penulis
memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1) Mengetahui keberadaan boron di alam.
2) Mengetahui teknik ekstraksi atau pembuatan dari boron.
3) Mengetahui sifat fisika dan sifat kimia dari boron.
4) Mengetahui kegunaan dari boron.
5) engetahui senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron.





4

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Sejarah Penemuan Unsur Boron
Boron ditemukan oleh ahli kimia Prancis yaitu Joseph-Louis Gay-
Lussac dan Louis-Jaques Thnard, French chemists, dan seorang ahli kimia
inggris yaitu Sir Humphry Davy pada tahun 1808. Boron terisolasi dan
terdapat dalam asam borat (H
3
BO
3
). kata Boron berasal dari bahasa arab yaitu
Buraq dan bahasa Persia yaitu Burah dan akhirnya disebut dengan Borat.
Pada tahun 1909 William Weintraub mampu memproduksi boron dengan
kemurnian 99% dengan mereduksi boron halida dengan hidrogen. Pada tahun
2004 Jiuhua Chen dan Vladimir L. Solozhenko memproduksi bentuk baru
boron, tetapi tidak yakin dengan strukturnya. Tahun 2009, sebuah tim yang
dipimpin oleh Artem Oganov memperlihatkan bentuk baru boron yang terdiri
dari dua struktur, B12 icosohedra dan pasangan B2, disebut dengan gamma
boron, hampir sekeras intan dan lebih tahan panas daripada intan. (Ralph
Pettruci..H.1999).
2.2 Kelimpahan boron di alam
Boron banyak terdapat di batu burax. Ada dua alotrop boron, boron
amorfus adalah serbuk coklat, tetapi boron metalik berwarna hitam. Bentuk
metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh) Boron tidak hadir di alam dalam
bentuk elemen. Hal inditemukan digabungkan dalam boraks, asam borat,
kernite, ulexite, colemanite dan borates. Berapi kadang mata air mengandung
asam borat. Boron mempunyai dua isotop yang stabil yaitu B-11 (80,1%) dan
B-10 (19,9%). Boron adalah unsur golongan IIIA dengan nomor atom lima.
Warna dari unsur boron adalah hitam. Boron memiliki sifat diantara logam
dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih bersifat semikonduktor daripada
sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia boron berbeda dengan unsur-
5

unsur satu golongannya. Boron juga merupakan unsur metaloid dan banyak
ditemukan dalam bijih borax. Boron adalah unsur golongan IIIA dengan
nomor atom lima. Warna dari unsur boron adalah hitam. Boron memiliki sifat
diantara logam dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih bersifat
semikonduktor daripada sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia boron
berbeda dengan unsur- unsur satu golongannya. Boron juga merupakan unsur
metaloid dan banyak ditemukan dalam bijih borax.
Sumber-sumber penting boron adalahraso rite (kernite) dantincal (bijih
borax). Kedua bijih ini dapat ditemukan di gurun Mojave.T i ncal merupakan
sumber penting boron dari Mojave. Deposit borax yang banyak juga
ditemukan di Turkey Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop10B
sebanyak 19.78% dan isotop 11B 80.22%. Kristal boron murni dapat
dipersiapkan dengan cara reduksi fase uapboron triklorida atau tribomida
dengan hidrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron yang
tidak murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecoklatan dan dapat
dipersiapkan dengna cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk
magnesium.
Boron dengan kemurnian 99.9999% telah diproduksi dan tersedia
secara komersil. Boron bukan konduktor listrik yang bagus pada suhu
ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi. (F.A Cotton, dan W Geoffrey:
1989)









6

BAB III
PROSEDUR KERJA

4.1 Alat dan bahan

a. alat
Cawan porselin kecil
Pembakar bunsen
Batang pengaduk
Tabung reaksi

b. bahan
Boraks
Asam sulfat pekat
Etil alkohol
Padatan CaF
2

CoSO4.6H2O
3.2 Prosedur kerja
a. bagian 1
0,1 gram Na2B4O7.10H20
Tambah 1 mL H2SO4
Tambah 5 mL C2H5OH
Dipanaskan dengan bunsen dalam
lemari asam
Diamati warna nyala
Hasil ......
b. bagian 2
0,1 gram Na2B4O7.10H20
Tambah 1 g CaF2
Tambah beberapa tetes H2SO4 pekat


Hasil ......
Panaskan dengan api bunsen
Amati warna nyala
hasil
7

BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS
4.1 Identifikasi unsur Boron

Boron yang memiliki simbol B adalah unsur kimia yang berasal dari kata
bahasa Arab Buraq yang berarti putih. Boron didefinisikan sebagai, Sebuah
unsur non-logam kristalin atau amorf berwarna coklat dan lunak, diekstraksi
terutama dari kernite dan boraks dan digunakan dalam kembang api, campuran
propelan, elemen kendali reaktor nuklir, dan paduan logam keras . Boron juga
merupakan nutrisi penting bagi tanaman. Elemen ini tidak tersedia dalam keadaan
bebas di alam. Boron ditemukan dalam bentuk asam orthoboric di perairan semi
vulkanik. Boron sebagai elemen diidentifikasi pada tahun 1824 oleh ahli kimia
Swedia bernama Jons Jacob Berzelius.
4.2 Sifat unsur boron
Boron merupakan unsur yang kurang elektron, dan mempunyai p-orbital
yang kosong. Ia bersifat electrofilik. Sebatian boron sering berkelakuan seperti
asid Lewis, iaitu sedia untuk terikat dengan bahan kaya elektron untuk memenuhi
kecenderungan boron untuk mendapatkan elektron. Ciri-ciri optik unsur ini
termasuklah penghantaran cahaya inframerah. Pada suhu piawai boron adalah
8

pengalir elektrik yang tidak baik tetapi merupakan pengaliryang baik pada suhu
yang tinggi.
4.3 Karakteristik unsur boron secara umum
Secara umum sifat-sifat boron yaitu :
Boron termasuk unsure semi logam
Tidak terdapat dalam keadaan bebas dialam
Bisa membentuk ikatan kovalen
Sifat fisika
Symbol boron : B
Phasa : padat
Berat jenis : 2,34g/cm3
Volume atom : 4,6cm3/mol
Titik leleh : 2349K
Titik didih : 4200K
Kalor lebur : 50,2 kj/mol
Kalor uap : 480 kj/mol
Struktur Kristal : rombohedral
Sifat kimia
Radius kovalen : 82 pm
Elektronegativitas : 2,04
Afinitas electron : 26,7 kl mol-1

4.4 Pembuatan / sintesis dari boron dan reaksinya

1. Reduksi B
2
O
3
dengan magnesium
2. Mereaksikan antara boron trihalida dengan Zn (~900 C) atau hydrogen.
Asam boraks (H
3
BO
3
) dapat dibuat dengan merekasikan boraks dengan asam-
asam kuat. Cara lain adalah dengan hidrolisis halide boraks. Asam boraks yang
diperoleh berbentuj kristal-jarum putih. Satuan antara satu molekul lainnya terkait
9

secara bersama-sama oleh adanya ikatan hydrogen yang membentuk lapisan-
lapisan tak terhingga sehingga kristalnya sangat rapuh dan mudah pecah. Asam
boraks cukup larut dalam air dan merupakan asam lemah dalam artikonsep asam
basa Lewis.Pada dasarnya ada dua proses untuk memproduksi asam borat secara
industri, yaitu :
Proses Asidifikasi
Pada proses ini asam borat dibuat dengan cara mereaksikan granular borak
dengan larutan H2SO4 di dalam reaktor, dengan ketentuan 3 bagian granular
borak (Na2B4O7 .10 H2O), 1 bagian asam sulfat (H2SO4) dan 12 bagian air
(H2O). Untuk lebih jelasnya, proses pembuatannya akan diuraikan di bawah ini.
Pertama-tama memasukkan semua bahan yang diperlukan ke dalam reactor dan
ditambahkan 1 bagian asam sulfat (H2SO4).dengan perbandingan 3 bagian
granular borak (Na2B4O7 .10 H2O) dan 12 bagian air (H2O). Temperatur yang
digunakan adalah 800C dengan tekanan 1 atm dan berlangsung selama 1 jam.
Kemudian larutan yang keluar dari reaktor dimasukkan ke dalam
evaporator untuk mengurangikandungan air, sehingga didapatkan sebuah larutan
jenuh. Setelah itu dimasukkan ke dalam kristaliser untuk didinginkan. Kristal
asam borat kemudian disaring untuk memisahkan kristal asam borat dengan
larutan sodium sulfat di dalam centrifuge. Kristal Asam Borat diumpankan ke
dalam rotary dryer untuk mengalami proses pengeringan sehingga didapatkan
kristal asam borat. Adapun reaksi yang terjadi didalam reaktor adalah sebagai
berikut: :
Na2B4O7 .10 H2O + H2SO4 4 H3BO3 + Na2SO4 + 5H2O
Proses Ekstraksi Liquid-liquid
Pada proses ini digunakan bahan baku berupa brine yang mengandung sodium
dan potassium borak. Untuk mendapatkan asam borat digunakan proses ekstraksi
liquid-liquid dengan menggunakan pelarut kerosene yang merupakan ekstraktant
organic pada ekstraksi fase ringan yang kaya akan garam-garam alkali dari
komplek anionic diol borak. Sedangkan fase berat banyak mengandung sludge
yang merupakan limbah. Kemudian fase ringan tersebut dimasukkan ke dalam
10

striper dan dikontakkan dengan steam untuk merecovery,6 pelarut, dalam striper
juga ditambahkan larutan asam sulfat.
Hasil atas pada striper adalah pelarut kerosene sedangkan pada bagian
bawah adalah asam borat yang masih mengandung sodium dan potassium sulfat.
Sodium dan potassium sulfat yang masih terlarut dihilangkan dari larutan dengan
cara melewatkan kedalam kolom karbon aktif untuk mendapatkan larutan asam
borat, setelah itu larutan asam borat dimasukkan ke dalam evaporator dan
dilanjutkan kristaliser untuk mendapatkan kristal asam borat.

4.5 Kereaktifan dengan unsur lain
Kemampuan boron bereaksi dengan udara bergantung pada kekristalan sampel
tersebut, suhu, ukuran partikel, dan kemurniannya. Boron tidak bereaksi dengan
udara pada suhu kamar. Pada temperatur tinggi, boron terbakar membentuk boron
(III) Oksida, BO.
4B + 3O (g) 2 BO
Boron tidak bereaksi dengan air pada kondisi normal.
Boron bereaksi dengan hebat pada unsur unsur halogen seperti flourin
(F), klorin (Cl), bromine (Br), membentuk trihalida menjadi boron (III)
flourida, boron (III) bromida, boron (III) klorida. Kristal boron tidak bereaksi
dengan pemanasan asam hidroklorida (HCl) atau pemanasan asam hidroflourida
(HF). Boron dalam bentuk serbuk mengoksidasi dengan lambat ketika
ditambahkan dengan asam nitrat.
Reaksi boron dengan udara Kemampuan boron bereaksi dengan udara
bergantung pada kekristalan sampel tersebut, suhu, ukuran partikel, dan
kemurniannya. Boron tidak bereaksi dengan udara pada suhu kamar. Pada
temperatur tinggi, boron terbakar membentuk boron (III) Oksida, B2O3.
4B + 3O2 (g) 2 B2O3
11

Reaksi boron dengan air Boron tidak bereaksi dengan air pada kondisi normal.
Reaksi boron dengan halogen Boron bereaksi dengan hebat pada unsur
unsur halogen seperti flourin (F2), klorin (Cl2), bromine (Br2), membentuk
trihalida menjadi boron (III) flourida, boron (III) bromida, boron (III) klorida.
2B (s) + 3F2 (g) 2 BF3
2B (s) + 3Cl2 (g) 2 BCl3
2B (s) + 3Br2 (g) 2 BBr3
Reaksi boron dengan asam Kristal boron tidak bereaksi dengan pemanasan
asam hidroklorida (HCl) atau pemanasan asam hidroflourida (HF). Boron dalam
bentuk serbuk mengoksidasi dengan lambat ketika ditambahkan dengan asam
nitrat.

4.6 Senyawa- senyawa popular yang berikatan dengan boron
Senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron yaitu:
1. Asam Borat H3BO3 Asam orto-borat atau sering diringkas
sebagai asam borat dapat diperoleh menurut persamaan reaksi :
BX3 (s) + 3 H2O (l) H3BO3 (s) + 3 HX (aq)
Asam borat merupakan padatan putih yang sebagian larut dalam
air.
2. Asam tetrafluoroborat, HBF4 Larutan asam tetrafluoroborat
diperoleh dengan melarutkan asam borat ke dalam larutan asam
hidrofluorida menurut persamaan reaksi :
H3BO3 (aq) + 4 HF (aq) H3O+ (aq) + BF4- (aq) + 2 H2O (l)
Asam tetrafluorobarat merupakan asam kuat dan oleh karenanya
tidak dapat diperoleh sebagai HBF4. Dalam perdagangan biasanya
dijumpai sebagai larutan asam tetrafluoroborat dengan kadar
sekitar 40%.
12

4.7 Pemamfaatan boron
Sebagian boron yang paling penting dari segi ekonomi adalah:
Natrium tetraborat pentahidrat (Na2B4O7 5H2O), yang digunakan
dengan banyaknya dalam menghasilkan kaca gentian penebat dan peluntur
natrium perborat .
Asid ortoborik (H3BO3) atau asid borik, digunakan dalam penghasilan
tekstil kaca gentian dan paparan panel rata atau cecair mata, antara lain-
lain kegunaan, dan
Natrium tetraborat dekahidrat (Na2B4O7 10H2O) atau boraks,
digunakan dalam penghasilan pelekat, dalam sistem antikakisan dan lain-
lain kegunaan.
Di bawah merupakan sebagian daripada beratus-ratus kegunaan sebatian boron:
Oleh kerana ciri istimewa nyalaan hijaunya, boron amorfus digunakan
dalam kilauan piroteknik.
Asid borik adalah merupakan sebatian penting dalam produk tekstil
Asid borik sebelum ini digunakan sebagai racun serangga, terutamanya
menentang semut atau lipas.
Sebatian boron digunakan secara meluas dalam sintesis organik dan
pembuatan kaca borosilikat dan kaca borofosfosilikat.
Lain-lain sebatiannya digunakan sebagai pengawet kayu, dan selalunya
adalah agak menarik dalam segi ini kerana ia mempunyai ketoksikan yang
rendah.
Boron-10 juga digunakan untuk membantu dalam pengawalan reaktor
nuklear, sejenis pelindung daripada sinaran dan dalam pengesanan
neutron.
Boron-11 yang ditulenkan (Boron susut) digunakan dalam pembuatan kaca
borosilikat dalam bidang elektronik pengerasan sinaran.
Kajian sedang dilakukan dalam memperolehi kuasa lakuran melalui
tindakbalas antara hidrogen dan boron. Kebaikan yang mungkin boleh
13

didapati termasuklah reaktor yang secara relatifnya lebih kecil dan tidak
rumit dan memungkinkan keselamatan lebih terjamin.
Filamen boron adalah bahan berkekuatan tinggi dan ringan, yang biasanya
digunakan dalam struktur aeroangkasa maju sebagai komponen bahan
komposit.
Natrium borohidrida (NaBH4) ialah agen penurun kimia yang popular,
digunakan (contohnya) untuk menurunkan aldehid dan keton menjadi
alkohol.
Boron pada kandungan surih digunakan sebagai pendopan untuk
semikonduktor jenis P.

4.8 Efek biologis dari Boron
Bahaya dari senyawa yang mengandung unsur boron yaitu:
Boron dengan konsentrasi tinggi dalam air sangat berbahaya
bagi komunitas ikan.
Dosis mematikan asam borat bagi manusia 640 mg/kg berat
badan melalui oral, 8600 mg/kg berat badan melalui dermal,
29 mg/kg berat badan melalui injeksi.












14

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Boron yang memiliki simbol B adalah unsur kimia yang berasal dari kata
bahasa Arab Buraq yang berarti putih. Boron didefinisikan sebagai,
Sebuah unsur non-logam kristalin atau amorf berwarna coklat dan lunak,
diekstraksi terutama dari kernite dan boraks dan digunakan dalam
kembang api, campuran propelan, elemen kendali reaktor nuklir, dan
paduan logam keras.
2. Boron merupakan unsur yang kurang elektron, dan mempunyai p-orbital
yang kosong. Ia bersifat electrofilik.
3. Boron adalah pengalir elektrik yang tidak baik tetapi merupakan
pengaliryang baik pada suhu yang tinggi.
4. Secara umum sifat-sifat boron yaitu :
Boron termasuk unsure semi logam
Tidak terdapat dalam keadaan bebas dialam
Bisa membentuk ikatan kovalen
5. Boron tidak bereaksi dengan udara pada suhu kamar. Pada temperatur
tinggi, boron terbakar membentuk boron (III) Oksida, BO.
6. Boron bereaksi dengan hebat pada unsur unsur halogen seperti flourin
(F), klorin (Cl), bromine (Br), membentuk trihalida menjadi boron (III)
flourida, boron (III) bromida, boron (III) klorida.
7. Kristal boron tidak bereaksi dengan pemanasan asam hidroklorida (HCl)
atau pemanasan asam hidroflourida (HF).
8. Senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron yaitu:
Asam Borat H3BO3 Asam orto-borat atau sering diringkas sebagai
asam borat.
15

Asam tetrafluoroborat, HBF4 Larutan asam tetrafluoroborat
diperoleh dengan melarutkan asam borat ke dalam larutan asam
hidrofluorida.
9. Pemamfaatan boron yaitu:
Natrium tetraborat pentahidrat (Na2B4O7 5H2O), yang
digunakan dalam menghasilkan kaca gentian penebat dan peluntur
natrium perborat.
Asid ortoborik (H3BO3) atau asid borik, digunakan dalam
penghasilan tekstil kaca gentian dan paparan panel rata atau cecair
mata, antara lain-lain kegunaan, dan
Natrium tetraborat dekahidrat (Na2B4O7 10H2O) atau boraks,
digunakan dalam penghasilan pelekat, dalam sistem antikakisan
dan lain-lain kegunaan.
10. Bahaya dari senyawa yang mengandung unsur boron yaitu:
Boron dengan konsentrasi tinggi dalam air sangat
berbahaya bagi komunitas ikan.
Dosis mematikan asam borat bagi manusia 640 mg/kg
berat badan melalui oral, 8600 mg/kg berat badan melalui
dermal, 29 mg/kg berat badan melalui injeksi.

5.2 Saran
Saran penulis kepada pembaca tetap terus berderu ditengah kerumunan
untuk memperebutkan ilmu yang tidak mungkin kering, serta alirkanlah syukur
disetiap derain kekecewaan dan goresan kebahagian, jangan pernah bermimpi
terang diantara cahaya, tapi jadilah berkilau diantara kerikil kehidupan. (saran dan
pesan ini ditulis oleh : pino rinando)


16

DAFTAR PUSTAKA
Cotton, F.A danGeoffrey.W.penerjemahSahati,S. 1989.Kimia AnorganikDasar.
Jakarta : UI Press
Pettruci. Ralph.H.1999. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern.Edisi ke
4,Jilid III. Erlangga. Jakarta.
Boron(http//www.education.jlab.org/itselemental/ele005.html)(Browser pada
tanggal 10 oktober 2014)
http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/gugusan-boron-membentuk
sistem- cincin-yang-unik/(Browser pada tanggal 8september 2014)
http://www.chemicool.com/elements/boron.html (Browser pada tanggal 8
september2014)