Anda di halaman 1dari 9

Film My Name is Khan mengambil fokus utama sekitar diskriminasi dalam hal

kepercayaan. Film ini memang film lama, namun tragedi 11 September belum
tentu akan mudah terhapus dari benak masyarakat dunia. Oleh karena itu, pesan
dari film yang dibintangi Shah Rukh Khan ini amatlah penting untuk selalu
dipertimbangkan dalam memandang isu-isu internasional.


Sinopsis

Sinopsis cerita dari film My Name is Khan dapat dibagi menjadi 5 babak. Babak-
babak tersebut antara lain.
a. Eksposisi (Permulaan)
Babak ini banyak menceritakan tentang masa kecil Rizwan sebagai anak
yang berbeda dari anak lain. Berawal dari Rizwan Khan, seorang pemuda asal
Borivali, wilayah dari Mumbai, India yang mengadu nasib ke San Fransisco,
Amerika Serikat. Hal ini ia lakukan beberapa saat setelah ia kehilangan ibunya,
seseorang yang selalu mengajarkan kepada Rizwan kecil kalau semua orang
adalah sama, hanya perilakulah yang membedakannya. Walaupun pengidap
Asperger Syndrome, ia adalah orang dengan kemampuan memperbaiki berbagai
barang. Di Amerika Serikat, Rizwan bekerja di perusahaan adiknya, Zakir,
sebagai salesman kosmetik.
b. Pra Konflik
Pada babak ini, api-api konflik mulai terpercik, walaupun masih dalam
tingkat kecil. Dari pekerjaan sebagai salesman di perusahaan Zakir, Rizwan
bertemu dengan Mandira, penganut Hindu taat, dan putranya Sameer. Mandira,
seseorang janda, yang bekerja di sebuah salon, nampaknya tertarik dengan
keluguan Rizwan. Singkat cerita, karena cocok mereka lantas menikah dan
menjadi keluarga. Walaupun sebenarnya keputusan Rizwan untuk menikahi
Mandira tidak mendapat restu dari Zakir, karena perbedaan agama. Sebelumnya
bekerja di salah satu salon kecantikan, setelah menikah Mandira merintis salonnya
sendiri. Semuanya berjalan lancar hingga suatu peristiwa monumental merubah
segalanya. Sebuah pesawat yang konon diotaki Osama bin Ladden menerjang
Menara WTC pada 11 September 2001.
c. Konflik
Selain memakan korban manusia, peristiwa 11 September ini bagaikan
awan kelam bagi penduduk muslim di Amerika Serikat. Mereka dilecehkan
hingga dianiaya oleh penduduk berkulit putih, hanya karena peristiwa ini,
termasuk pula Rizwan dan Zakir. Salon Mandira yang pada awalnya ramai pun
menjadi sepi, hanya karena nama Mandira Khan.
Mahligai pernikahan Rizwan dan Mandira berada di ujung tanduk setelah
Mandira kehilangan putranya Sameer yang dianiaya segerombolan pemuda kulit
putih, dan konon hal ini terjadi karena nama Khan. Dianggap pembawa
bencana, Rizwan diusir dari rumah oleh Mandira, dan hanya bisa kembali setelah
ia bertemu presiden Amerika Serikat. Dari sinilah perjalanan Rizwan dimulai
untuk memperjuangkan keadilan. Sejak inilah Rizwan berkelana di Amerika
mencari cara untuk menemui presiden.
Perjalanannya terhenti di perkampungan kecil Georgia, ketika ia
bersahabat dengan Mama Jenny. Di sebuah gereja kampung kecil itu, diadakan
suatu upacara untuk mengingat korbn-korban Perang Iraq. Mama Jenny diketahui
menjanda karena ditinggal suaminya saat perang tersebut. Pada kesempatan itu,
Rizwan juga menceritakan mengenai kejadian yang menimpa Sameer.
d. Klimaks
Setelah gagal pada upaya sebelumnya, suatu ketika, Rizwan memiliki
kesempatan untuk mencegat pawai penyambutan Presiden. Di suatu kesempatan,
di antara kerumunan massa penyambutan presiden, Rizwan sampai berteriak
mengungkapkan kalau ia adalah Khan dan ia bukan teroris. Karena dikira teroris
dan dipertimbangkan dapat membahayakan presiden, Rizwan seketika ditangkap
untuk nantinya diinterogasi. Saat itu pula, ada seorang wartawan yang
mengetahuinya dan memberitakan kepada masyarakat luas.
Di penjara ia dianiaya, dan ditanyai hubungannya dengan Osama bin
Laden, padahal ia sama sekali tidak terlibat. Karena berita wartawan tadi, Rizwan
mulai mendapat dukungan dari berbagai pihak di Amerika. Pada akhirnya ia
dibebaskan dan ternyata Mandira telah mengetahui peristiwa ini dan menyesali
perbuatannya.
Setelah itu, Rizwan mendengar berita badai di Georgia, lokasi Mama
Jenny tinggal, seketika ia menuju ke sana. Ia melawan bahaya dan berusaha
menolong orang-orang yang terjebak dalam banjir. Orang-orang itu
menyelamatkan diri di sebuah gereja yang sebelumnya digunakan untuk upacara.
Suatu kejadian yang mengharukan ketika inisiatif Rizwan mengilhami kelompok
relawan yang datang di belakangnya untuk membantu.
e. Anti Klimaks
Semuanya tertolong dan orang-orang bersyukur, namun terjadi suatu
kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Rizwan. Seseorang yang diduga
pendukung seorang tokoh Islam fanatik yang pernah terlibat debat dengan
Rizwan, menusuknya dengan pisau. Rizwan dilarikan ke rumah sakit dan Mandira
datang untuk menjenguknya. Akhirnya semua pemikiran Rizwan diketahui
Mandira setelah Mandira membaca buku catatan Rizwan. Mandira menjadi sangat
merasa bersalah setelah mengusirnya.
Cerita ditutup ketika Rizwan sembuh dan Amerika Serikat mendapatkan
presiden barunya, Barrack Obama, seorang presiden yang notabene berkulit
hitam. Rizwan dianggap sebagai pahlawan ketika ia berhasil menemui presiden
Obama untuk mengutarakan tujuannya, bahwa Islam tidak dapat disamakan
dengan teroris.
1.
Pesan yang Ingin Disampaikan
Film ini sarat akan pesan yang ingin disampaikan sutradara Karan Johar.
Beberapa pesan tersebut antara lain:
a. Semua manusia adalah sama, perilakulah yang membedakannya.
Setiap manusia terlahir dengan karakteristik dan keunikan masing-masing. Ras,
agama, kepercayaan, dan budaya sering menjadi isu yang dapat menimbulkan
konflik. Namun, sebenarnya setiap manusia di dunia adalah sama, sedangkan
faktor yang membedakannya sebenarnya adalah perilaku, baik maupun buruk.
Seperti yang diajarkan tokoh ibu dari Rizwan Khan kepada putranya tersebut
dengan latar bentrok kaum Islam dan Hindu di India. Setiap manusia memiliki
hak asasi yang sama, minimal hak untuk hidup tenang. Suatu hal yang aneh ketika
suatu negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia seperti Amerika Serikat
malah melacurkannya dengan dalih suatu peristiwa.
b. Seseorang tidak dapat dipersepsikan hanya dari nama atau agama orang tersebut,
bahkan diberikan stereotip buruk.
Nama Khan yang berbau Islami seakan selalu dijadikan alat bagi warga
Amerika Serikat untuk menyamakan Rizwan Khan sebagai teroris. Bukan hanya
Rizwan, namun umat-umat Islam lain juga diperlakukan serupa. Bahkan, inilah
penyebab Rizwan ingin menemui Presiden Amerika, George W. Bush. Rizwan
mati-matian memperjuangkan keadilan, bahkan hingga masuk penjara. Untungnya
seorang wartawan menyelamatkan Rizwan dengan beritanya. Hingga akhirnya
Rizwan bertemu dengan Obama. Dengan menonton film ini, audiens dunia seperti
diingatkan akan ketidakadilan diskriminasi ini. Teroris bukan disebabkan oleh
agama, namun oleh suatu kepentingan kelompok tertentu.
c. Setiap manusia sudah sepantasnya saling tolong menolong tanpa memandang
perbedaan.
Di film tersebut Rizwan pernah ditolong oleh sepasang muslim dengan
memberinya makanan. Itu masih pertolongan sesama Muslim, namun sikap saling
tolong menolong tanpa memandang perbedaan yang paling jelas terlihat ketika
Rizwan Khan melakukan aksi kemanusiaan bencana di Georgia. Rizwan Khan
sebelumnya bersahabat dengan Mama Jenny, seorang janda perang beragama
Nasrani, yang sempat diajak bertukar kisah tentang kehilangan seseorang yang
tercinta. Setelah mengetahui adanya badai di Georgia, Rizwan berinisiatif turun ke
lapangan membantu perkampungan tersebut. Suatu pemandangan yang
mengharukan ketika di belakang Rizwan ternyata berdatangan pula orang-orang
lain yang juga ingin membantu.
Simbol-Simbol yang Digunakan untuk
Menyampaikan Pesan

Sutradara menggunakan simbol tertentu untuk menunjukkan kepada audiens
pesan-pesan dari film tersebut. Simbol-simbol tersebut antara lain:
a. Semua manusia adalah sama, perilakulah yang membedakannya.
Kata tersebut seperti yang dikatakan oleh ibu dari Rizwan. Latar belakang
dari kondisi Mumbai sewaktu Rizwan kecil adalah konflik antara kaum Islam dan
Hindu. Ketika itu Rizwan diganggu seseorang Hindu dan ibunya tidak
mempermasalahkan agama dari pengganggu tersebut, namun perilaku orang
bersangkutan.


b. Seseorang tidak dapat dipersepsikan hanya dari nama atau agama orang tersebut,
bahkan diberikan stereotip buruk.
Gambar pertama menceritakan tentang reaksi mengernyitkan dahi peserta
doa bersama untuk korban 11 September ketika melihat Rizwan memakai pakaian
layaknya Muslim. Bahkan, setelah itu ada salah seorang peserta yang sampai
meninggalkan lokasi. Gambar kedua menceritakan tentang penganiayaan terhadap
Sameer yang diduga karena nama Khan. Gambar selanjutnya adalah seorang
Muslim berjenggot yang berkeinginan menghilangkan jambangnya untuk
menutupi identitas Islamnya. Terlihat luka lebam di pipinya, mungkin disebabkan
oleh penganiayaan.
Gambar keempat adalah ketika Presiden Bush menemui massa, saat
ini dimanfaatkan Rizwan untuk menemuinya. Gambar kelima, ketika Rizwan
berteriak mengatakan kalau Rizwan Khan bukan teroris. Gambar selanjutnya
menunjukkan ketika wartawan yang merekam kejadian itu mengamati
rekamannya.
Gambar ketujuh menunjukkan ketika usaha Rizwan diberitakan media
massa, melalui saudaranya Zakir dan istrinya. Sedangkan gambar selanjutnya
menunjukkan bagian dari masyarakat, diwakili seorang pemilik penginapan, yang
sebelumnya membenci Islam, mulai menghargai Islam. Gambar terakhir ketika
Rizwan dan Mandira bertemu Presiden Obama

c. Setiap manusia sudah sepantasnya saling tolong menolong tanpa memandang
perbedaan.

Pada gambar pertama terlihat ketika Rizwan bertemu dengan seorang
Muslim yang membagikan makanannya. Sebuah perilaku tolong menolong,
namun masih dalam kesamaan a
Pada gambar kedua terlihat ketika Rizwan bersahabat dengan Mama
Jenny. Walaupun beragama Kristen, namun hal itu tidak menjadi halangan.
Pada gambar ketiga terlihat ketika banjir, Rizwan mengilhami orang-orang
untuk menjadi relawan bencana tersebut. Pihak-pihak yang terlibat sama sekali
tidak memandang berbagai perbedaan.



Analisis Kultural Komunikasi Antar Budaya
a. Etnosentrisme
Wujud etnosentrisme kebanyakan berupa dipandangnya seseorang melalui
background budaya yang dimiliki orang yang memandang. Selain orang-orang
Amerika yang berkeyakinan sepihak bahwa orang Islam adalah teroris, masih ada
contoh lain. Pada perjalanannya, ketika di masjid, Rizwan bertemu dengan
sekumpulan Muslim fanatik. Kelompok tersebut balik membenci pemerintah
Amerika.
b. Stereotip
Pada film ini, proses
stereotip disebabkan oleh kepercayaan. Jadi, kurang lebih stereotip ini hampir
mirip dengan kepercayaan bab selanjutnya.
Stereotip adalah penggeneralisasian orang-orang berdasarkan sedikit
informasi dan membentuk asumsi bahwa semua orang pada satu kelompok adalah
sama. Prasangka, bahkan lebih buruk lagi, karena cenderung tidak adil dan
sebagian besar bersifat negatif.
Pertama kali berada di bandara, Rizwan langsung mendapat pemeriksaan
istimewa dari petugas bandara. Rizwan diperiksa layaknya seorang imigran
gelap atau teroris. Hal ini menunjukka kalau orang asing sering diberlakukan
secara sinis dan kasar. Bukan hanya berhenti di situ, terutama setelah Peristiwa 11
September, orang-orang non Muslim lebih sering mengasumsikan buruk terhadap
umat Islam. Islam dianggap sebagai sumber teroris.
Pada gambar kedua terlihat ketika Rizwan bersahabat dengan Mama
Jenny. Walaupun beragama Kristen, namun hal itu tidak menjadi halangan.
Pada gambar ketiga terlihat ketika banjir, Rizwan mengilhami orang-orang
untuk menjadi relawan bencana tersebut. Pihak-pihak yang terlibat sama sekali
tidak memandang berbagai perbedaan.



Analisis Kultural Komunikasi Antar Budaya
a. Etnosentrisme
Wujud etnosentrisme kebanyakan berupa dipandangnya seseorang melalui
background budaya yang dimiliki orang yang memandang. Selain orang-orang
Amerika yang berkeyakinan sepihak bahwa orang Islam adalah teroris, masih ada
contoh lain. Pada perjalanannya, ketika di masjid, Rizwan bertemu dengan
sekumpulan Muslim fanatik. Kelompok tersebut balik membenci pemerintah
Amerika.
b. Stereotip
Pada film ini, proses
stereotip disebabkan oleh kepercayaan. Jadi, kurang lebih stereotip ini hampir
mirip dengan kepercayaan bab selanjutnya.
Stereotip adalah penggeneralisasian orang-orang berdasarkan sedikit
informasi dan membentuk asumsi bahwa semua orang pada satu kelompok adalah
sama. Prasangka, bahkan lebih buruk lagi, karena cenderung tidak adil dan
sebagian besar bersifat negatif.
Pertama kali berada di bandara, Rizwan langsung mendapat pemeriksaan
istimewa dari petugas bandara. Rizwan diperiksa layaknya seorang imigran
gelap atau teroris. Hal ini menunjukka kalau orang asing sering diberlakukan
secara sinis dan kasar. Bukan hanya berhenti di situ, terutama setelah Peristiwa 11
September, orang-orang non Muslim lebih sering mengasumsikan buruk terhadap
umat Islam. Islam dianggap sebagai sumber teroris.