Anda di halaman 1dari 64

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Jumlah tenaga kerja di seluruh penjuru dunia meningkat secara
global. Menurut Organisasi Perburuhan Dunia / International Labour
Organisation (ILO) saat ini terdapat sekitar !" mil#ar angkatan kerja (ILO!
$$% dalam &enn# ($''). Peningkatan jumlah tenaga kerja terjadi
sebagai akibat meningkatn#a jumlah penduduk di dunia dan kebutuhan
pekerjaan #ang la#ak bagi mas#arakat. Indonesia sebagai salah satu
negara #ang sedang berkembang juga mengalami peningkatan jumlah
tenaga kerja #ang signi(ikan. )erdasarkan data dari )iro Pusat *tatistik
()P*) pada tahun $$% dalam &enn# ($'')! terdapat '$'!% juta pekerja!
dengan jumlah perusahaan atau institusi kerja berjumlah '$.$$$.
Pekerja merupakan salah satu kelompok dalam mas#arakat #ang
berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. +erdapat lebih dari
juta kasus kematian tiap tahunn#a karena kecelakaan dan pen#akit akibat
kerja (P,-) #ang (atal (ILO! $$% dalam &enn# ($''). Di Indonesia!
angka kesakitan pekerja pada tahun $$% adalah ../01. ,ngka
kecelakaan pekerja pada tahun #ang sama adalah 0.$2. *edangkan
angka kematian pekerja adalah '"... 3pa#a untuk meningkatkan derajat
kesehatan dan keselamatan! pekerja mendapatkan perhatian dari seluruh
dunia dengan diprioritaskann#a occupational health / kesehatan kerja
dalam kebijakan Healthy People $$$ (Jamsostek! $$%).
Pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia dilakukan dalam
rangka pembangunan mas#arakat Indonesia seluruhn#a untuk
me4ujudkan mas#arakat sejahtera! adil! makmur! dan merata baik materiil
maupu spiritual. Dimana upa#a pembangunan ketenagakerjaan ini
merupakan sebagian dari integral dari Pancasila dan 33D '.2%.
Pembangunan ketenagakerjaan ini perlu diatur sedemikian rupa sehingga
terpenuhin#a hak5hak dan perlindungan #ang mendasar bagi tenaga kerja/
buruh termasuk dalam hal kesehatan kerja dari tenaga kerja/ buruh.
2
Dengan demikian! untuk mengatur hak5hak dan perlindungan mendasar
bagi tenaga kerja dan pekerja/ buruh! pemerintah pun mengeluarkan
3ndang5undang 6omor '1 +ahun $$1 tentang -etenagakerjaan.
Populasi pekerja adalah salah satu kelompok dalam mas#arakat
#ang sangat rentan mengalami penurunan derajat kesehatan akibat sakit
atau mengalami kecelakaan kerja. +empat kerja memiliki (aktor heatlth
hazards #ang berdampak terhadap tinggin#a angka kesakitan dan
kematian bagi pekerja. 3pa#a meningkatkan derajat kesehatan dan
perlindungan terhadap pekerja dilakukan oleh pera4at kesehatan kerja
melalui upa#a pencegahan primer! sekunder dan tersier #ang dilakukan
dengan menggunakan strategi inter7ensi kepera4atan komunitas dengan
berbagai pendekatan.
-eselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan
upa#a untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun
rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak
diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan n#aman.
Pekerjaan dikatakan aman jika apapun #ang dilakukan oleh pekerja
tersebut! resiko #ang mungkin muncul dapat dihindari. Pekerjaan
dikatakan n#aman jika para pekerja #ang bersangkutan dapat melakukan
pekerjaan dengan merasa n#aman dan betah! sehingga tidak mudah
capek.
Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan
kesehatan kerja! diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan (isik!
da#a kerja! dan tingkat kesehatan #ang tinggi. Disamping itu keselamatan
dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk menciptakan ken#amanan
kerja dan keselamatan kerja #ang tinggi. Jadi! unsur #ang ada dalam
kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpaku pada (aktor (isik! tetapi
juga mental! emosional dan psikologi.
Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
telah diatur sedemikian rupa! tetapi dalam praktikn#a tidak seperti #ang
diharapkan. )egitu ban#ak (aktor di lapangan #ang mempengaruhi
kesehatan dan keselamatan kerja seperti (aktor manusia! lingkungan dan
3
psikologis. Masih ban#ak perusahaan #ang tidak memenuhi standar
keselamatan dan kesehatan kerja. )egitu ban#ak berita kecelakaan kerja
#ang dapat kita saksikan. Makalah ini bertujuan memberikan pemahaman
terhadap konsep kepera4atan komunitas pada kesehatan kerja! meliputi
antara lain8 pengertian! sejarah! bahan baha#a di tempat kerja! praktik
pera4atan kesehatan kerja! dan isu praktik pera4atan kesehatan kerja.
1.2 Rumusan Masalah
9)agaimana kepera4atan kesehatan kerja dalam lingkup komunitas:
9
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui kepera4atan kesehatan kerja dalam lingkup
komunitas
1.3.2 Tujuan Khusus
'. Mengidenti(ikasi de(inisi pera4atan kesehatan kerja
. Mengidenti(ikasi sejarah pera4atan kesehatan kerja
1. Mengidenti(ikasi bahan baha#a di tempat kerja
2. Mengidenti(ikasi praktik pera4atan kesehatan kerja
%. Mengidenti(ikasi isu praktik pera4atan kesehatan kerja
4
BAB II
TERI DAN KN!EP
2.1 K"nse# Pe$a%atan Kesehatan Ke$ja
2.1.1 De&inisi Pe$a%atan Kesehatan Ke$ja
'. Menurut *uma;mur ('.0')! keselamatan kerja adalah rangkaian usaha
untuk menciptakan suasana kerja #ang aman dan tentram bagi para
kar#a4an #ang bekerja di perusahaan. -apasitas! beban! dan
lingkungan kerja merupakan tiga komponen utama dalam kesehatan
kerja! dimana hubungan interakti( < serasi antara ketiga komponen
tersebut akan menghasilkan kesehatan kerja #ang baik<optimal.
. Ditinjau dari sudut keilmuan! kesehatan dan keselamatan kerja adalah
ilmu pengetahuan dan penerapann#a dalam usaha mencegah
kemungkinan terjadin#a kecelakaan!kerusakan! dan pen#akit akibat
kerja di tempat kerja mencakup tentang kondisi bangunan! kondisi
mesin! peralatan keselamatan! dan kondisi pekerja. (Lalu &usni! $$1).
1. Menurut Mangkunegara ($$!p.'"1)! -esehatan dan keselamatan kerja
adalah suatu pemikiran upa#a untuk menjamin keutuhan dan maupun
kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususn#a!
dan manusia pada umumn#a! hasil kar#a dan buda#a untuk menuju
mas#arakat adil dan makmur. -esehatan kerja meliputi berbagai upa#a
pen#erasian antara pekerja dan pekerjaan dan lingkungan kerjan#a
baik (isik maupun psikis dalam hal cara atau metode! proses! dan
kondisi pekerjaan.
2. Menurut Mathis dan Jackson ($$!p.2%)! -eselamaran adalah merujuk
pada perlindungan terhadap kesejahteraan (isik seseorang terhadap cedera
#ang terkait dengan pekerjaan. -esehatan adalah merujuk pada kondisi
umum (isik! mental dan stabilitas emosi secara umum.
%. Menurut =idle#!John ('.01) #ang dikutip oleh )ob# *hiantosia ($$$!p.")!
Mengartikan kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu kondisi dalam
pekerjaan #ang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaann#a! perusahaan
maupun bagi mas#arakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerhja
tersebut
5
Pada intin#a dapat ditarik kesimpulan bah4a kesehatan dan
keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upa#a untuk menciptakan
perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan baha#a baik (isik!
mental maupun emosional terhadap pekerja! perusahaan! mas#arakat dan
lingkungan. Jadi! pera4atan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip5
prinsip kepera4atan dalam memelihara kelestarian kesehatan tenaga
kerja dalam segala bidang pekerjaan. Pera4at kesehatan kerja
mengaplikasikan praktik kepera4atan dalam upa#a memenuhi kebutuhan
unik indi7idu! kelompok dan mas#arakat ditatanan industri! pabrik! tempat
kerja! tempat konstruksi! uni7ersitas!dll.
3pa#a kesehatan kerja adalah upa#a pen#erasian antara kapasitas!
beban! dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara
sehat tanpa membaha#akan dirin#a sendiri maupun mas#arakat di
sekelilingn#a! agar diperoleh produkti7itas kerja #ang optimal. Pera4at
kesehatan kerja harus bersikap proakti(<lu4es untuk bersikap membina
kesehatan pekerja dan mereka berada dalam lingkup hidup #ang lebih
luas! #aitu mas#arakat sekitar perusahaan. -onsep kepera4atan
kesehatan kerja meliputi lingkungan umum! ekologi! (aktor sosial
ekonomi<politik #ang mungkin mempengaruhi praktik kesehatan
kerja<harus sesuai dengan kebutuhan kepega4aian perusahaan dalam
rangka meningkatkan kesehatan pekerja. )eberapa perusahaan besar
memberikan pela#anan kesehatan bagi pekerjan#a #ang berlokasi di
gedung perusahaan tersebut. ,suhan kepera4atan di tempat ini meliputi
lima bidang. Pera4at menjalankan program #ang bertujuan untuk>
(Mubarak! $$")
5 Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja dengan mengurangi
jumlah kejadian kecelakaan kerja
5 Menurunkan resiko pen#akit akibat kerja
5 Mengurangi transmisi pen#akit menular anatar pekerja
5 Memberikan program peningkatan kesehatan! pencegahan pen#akit!
dan pendidikan kesehatan
5 Menginter7ensi kasus5kasus lanjutan non kedaruratan dan
memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
2.1.2 U$'ensi Kesehatan (an Keselamatan Ke$ja
6
-esehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian #ang sangat
penting dalam ketenagakerjaan. Oleh karena itu! dibuatlah berbagai
ketentuan #ang mengatur tentang kesehatan dan keselamatan kerja.
)era4al dari adan#a 3ndang53ndang 6omor '2 +ahun '.". tentang
Pokok5Pokok -etenagakerjaan #ang din#atakan dalam Pasal . bah4a
9setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan!
kesehatan dan pemeliharaan moril kerja serta perlakuan #ang sesuai
dengan harkat! martabat! manusia! moral dan agama?. 3ndang53ndang
tersebut kemudian diperbaharui dengan 3ndang53ndang 6omor ' +ahun
'./$ tentang -eselamatan -erja. Dalam 3ndang53ndang 6omor ' +ahun
'./$ ini ada beberapa hal #ang diatur antara lain>
a. =uang lingkup keselamatan kerja! adalah segala tempat kerja! baik di
darat! di dalam tanah! di permukaan air! di dalam air! maupun di udara
#ang berada dalam 4ila#ah hukum kekuasaan =I. (Pasal ).
b. *#arat5s#arat keselamatan kerja adalah untuk>
5 Mencegah dan mengurangi kecelakaan
5 Mencegah! mengurangi dan memadamkan kebakaran
5 Mencegah dan mengurangi peledakan
5 Memberi pertolongan pada kecelakaan
5 Memberi alat5alat perlindungan diri pada pekerja
5 Memperoleh penerangan #ang cukup dan sesuai
5 Memelihara kesehatan dan ketertiban! dll (Pasal 1 dan 2).
c. Penga4asan 3ndang53ndang -eselamatan -erja! 9direktur
melakukan pelaksanaan umum terhadap undang5undang ini!
sedangkan para pega4ai penga4as dan ahli keselamatan kerja
ditugaskan menjalankan penga4asan langsung terhadap ditaatin#a
undang5undang ini dan membantu pelaksanaann#a. (Pasal %).
d. Menteri +enaga -erja ber4enang membentuk Panitia Pembinaan
-esehatan dan -eselamatan -erja untuk mengembangkan kerja
sama! saling pengertian< partisipasi #ang e(ekti( dari pengusaha atau
pengurus tenaga kerja untuk melaksanakan tugas bersama dalam
7
rangka keselamatan<kesehatan kerja untuk melancarkan produksi.
(Pasal '$).
e. *etiap kecelakan kerja juga harus dilaporkan pada pejabat #ang
ditunjuk oleh Menteri +enaga -erja di dinas #ang terkait. (Pasal ''
a#at '). (*uma;mur. '.0'> .512).
Dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 0" a#at ' 33 6omor '1 +ahun
$$1 diatur pula bah4a setiap pekerja/buruh mempun#ai hak untuk
memperoleh perlindungan atas>
a. -eselamatan kerja
b. Moral dan kesusilaan
c. Perlakuan #ang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta
nilai5nilai agama.
*elain di4ujudkan dalam bentuk 33! kesehatan dan keselamatan
kerja juga diatur dalam berbagai Peraturan Menteri. Diantaran#a
Peraturan Menteri +enaga -erja 6omor Per5$'/M@6/'./. tentang
Pela#anan -esehatan -erja. +ujuan pela#anan kesehatan kerja adalah>
a. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam pen#esuaian diri
dengan pekerjaan#a.
b. Melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan #ang
timbul dari pekerjaan atau lingkungan kerja.
c. Meningkatkan kesehatan badan! kondisi mental! dan kemapuan (isik
tenaga kerja.
d. Memberikan pengobatan dan pera4atan serta rehabilitasi bagi tenaga
kerja #ang menderita sakit.
*elanjutn#a Peraturan Menteri +enaga -erja 6omor Per5
$/M@6/'./. tentang Pemeriksaan -esehatan +enaga -erja.
Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja meliputi> pemeriksaan kesehatan
sebelum kerja! pemeriksaan kesehatan berkala! pemeriksaan kesehatan
khusus. ,turan #ang lain diantaran#a 3ndang53ndang 6omor / +ahun
'.0' tentang Aajib Lapor -etenagaan dan Peraturan Menteri +enaga
8
-erja 6omor $1/M@6/'.02 tentang Mekanisme Penga4asan
-etenagakerjaan.
,rti penting dari kesehatan dan keselamatan kerja bagi perusahaan
adalah tujuan dan e(isiensi perusahaan sendiri juga akan tercapai apabila
semua pihak melakukan pekerjaann#a masing5masing dengan tenang dan
tentram! tidak kha4atir akan ancaman #ang mungkin menimpa mereka.
*elain itu akan dapat meningkatkan produksi dan produkti7itas nasional.
*etiap kecelakaan kerja #ang terjadi nantin#a juga akan memba4a
kerugian bagi semua pihak. -erugian tersebut diantaran#a menurut
*lamet *aksono ('.00> '$) adalah hilangn#a jam kerja selama terjadi
kecelakaan! pengeluaran bia#a perbaikan atau penggantian mesin dan
alat kerja serta pengeluaran bia#a pengobatan bagi korban kecelakaan
kerja.
Menurut Mangkunegara tujuan dari keselamatan dan kesehatan
kerja adalah sebagai berikut>
a. ,gar setiap pega4ai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan
kerja baik secara (isik! sosial! dan psikologis.
b. ,gar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik5
baikn#a dan see(ekti( mungkin.
c. ,gar semua hasil produksi dipelihara keamanann#a.
d. ,gar adan#a jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
giBi pega4ai.
e. ,gar meningkatkan kegairahan! keserasian kerja! dan partisipasi kerja.
(. ,gar terhindar dari gangguan kesehatan #ang disebabkan oleh
lingkungan atau kondisi kerja.
g. ,gar setiap pega4ai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja
Melihat urgensi mengenai pentingn#a kesehatan dan keselamatan
kerja! maka di setiap tempat kerja perlu adan#a pihak5pihak #ang
melakukan kesehatan dan keselamatan kerja. Pelaksanan#a dapat terdiri
atas pimpinan atau pengurus perusahaan secara bersama5sama dengan
seluruh tenaga kerja serta petugas kesehatan dan keselamatan kerja di
tempat kerja #ang bersangkutan. Petugas tersebut adalah kar#a4an #ang
9
memang mempun#ai keahlian di bidang keselamatan dan kesehatan
kerja! dan ditunjuk oleh pimpinan atau pengurus tempat kerja/perusahaan
Pengusaha sendiri juga memiliki ke4ajiban dalam melaksanakan
kesehatan dan keselamatan kerja. Misaln#a terhadap tenaga kerja #ang
baru! ia berke4ajiban menjelaskan tentang kondisi dan baha#a #ang
dapat timbul di tempat kerja! semua alat pengaman diri #ang harus dipakai
saat bekerja! dan cara melakukan pekerjaann#a. *edangkan untuk
pekerja #ang telah dipekerjakan! pengusaha 4ajib memeriksa kesehatan
(isik dan mental secara berkala! men#ediakan secara cuma5cuma alat
pelindung diri! memasang gambar5gambar tanda baha#a di tempat kerja
dan melaporkan setiap kecelakaan kerja #ang terjadi kepada Depnaker
setempat.
Para pekerja sendiri berhak meminta kepada pimpinan perusahaan
untuk dilaksanakan semua s#arat keselamatan dan kesehatan kerja!
men#atakan keberatan bila melakukan pekerjaan #ang alat pelindung
keselamatan dan kesehatan kerjan#a tidak la#ak. +etapi pekerja juga
memiliki ke4ajiban untuk memakai alat perlindungan diri #ang di4ajibkan
dan menaati pers#aratan keselamatan dan kesehatan kerja #ang berlaku.
*etelah mengetahui urgensi mengenai kesehatan dan keselamatan kerja!
koordinasi dari pihak5pihak #ang ada di tempat kerja guna me4ujudkan
keadaan #ang aman saat bekerja akan lebih mudah ter4ujud
2.2 !eja$ah Pe$a%atan Kesehatan Ke$ja
2.2.1 !eja$ah Keselamatan (an Kesehatan Ke$ja )K3* Di In("nesia
Dengan memperhatikan keadaan hukum kerja di Baman
prakemerdekaan! tentun#a dapat diperkirakan bagaimana ri4a#at
kesehatan kerja ini. Perbudakan! perhambaan! rodi! dan poenale sanksi
#ang me4arnai hubungan kerja di Baman itu menunjukkan pula kurangn#a
perhatian pemerintah &india )elanda akan kesehatan kerja. &al #ang
dicari pada saat itu adalah pengeksplotasian tenaga kerja secara penuh
demi kepentingan pihak penjajah! sedangkan kepentingan tenaga kerja
tidak diperhatikan sama sekali.
10
a. Zaman Perbudakan
Caman perbudakan ini secara legistis #aitu menurut peraturan
perundangan din#atakan berakhir pada tanggal 1' Desember '.'. Jika
dibandingkan dengan 6egara lain! berkat aturan adat #ang diji4ai oleh
kepribadian bangsa! #aitu kemanusiaan #ang adil dan beradab para
budak agak luma#an kedudukann#a.
Regerings Reglement (==) tahun '0'0 (semacam 3ndang5undang
Dasar &india )elanda) pada pasal ''% memerintahkan supa#a diadakan
peraturan5perturan mengenai perlakuan terhadap keluarga budak.
Peraturan pelaksanan#a dimuat dalam *taatsblad '0% 6o.22 ditetapkan
bah4a>
'. &arus dijaga agar anggota5anggota keluarga budak bertempat tinggal
bersama5sama! maksudn#a seorang budak #ang telah berkeluarga
tidak boleh dipisahkan dari istri dan anakn#a.
. Para pemilik di4ajibkan bertindak baik terhadap para budak mereka.
1. Pengania#aan seorang budak diancam dengan pidana berupa denda
antara =p.'$!$$ dan =p.%$$!$$ dan pidana lain #ang dijatuhkan oleh
pengadilan untuk pengania#aan biasa.
3saha dari pihak tidak resmi seperti dari 9Javaans Menschlievend
Genootschaap? #aitu nama baru bagi 9Java Benevolent Institution? dari
Baman pemerintahan +homas *tam(ord =a((les antara tahun '0'0 dan
'02 mencoba untuk menghapuskan perbudakan tetapi tidak memba4a
hasil. +erjadi pertentangan pendapat #ang men#atakan bah4a
penghapusan budak merupakan pelanggaran besar terhadap hak para
pemilik budak dan disisi lain berpendapat bah4a keBaliman lebih besar
apabila merendahkan manusia menjadi barang milik.
)aru pada tahun '0%2 dalam Regeringsreglement '0%2 pasal ''%
sampai ''/ kemudian menjadi pasal5pasal '". sampai '/' Indische
taatsregeling '."! dengan tegas ditetapkan penghapusan perbudakan.
Pasal ''% menetapkan paling lambat ' Januari '0"$ perbudakan di
seluruh Indonesia dihapuskan dan selnjutn#a memerintahkan supa#a
11
diadakan peraturan5peraturan persiapan dan pelaksanaan tentang
penghapusan dan ganti rugi sebagai akibat penghapusan.
b. Zaman Rodi
Caman rodi atau kerja paksa ini berlaku bersamaan dengan Baman
perbudakan dan berakhir resmin#a di Ja4a dan Madura pada tanggal '
Debruari '.10! kecuali di tanah partikelir #ang baru dihapuskan pada
tahun '.2" oleh Eoamacab (!ommando O""icer #llied Military
#dministration$ !ivil #""airs Branch) dalam %oodverordening Particuliere
Landri&en '.2" Java en Madura'
-esehatan kerja bagi pekerja rodi lebih diperuntukkan pada
kekha4atiran kehabisan jumlah pekerja paksa! bukan karena
prikemanusiaan. -esehatan kerja pada bidang rodi ini lebih terletak pada
pembatasan jam kerja. Misaln#a han#a boleh sehari seminggu dan paling
ban#ak % hari dalam setahun dan seharin#a tidak boleh lebih dari ' jam
kerja rodi. Jarak antara rumah dan tempat kerja juga diperhatikan. +etapi
hal ini pun dilanggar oleh pihak #ang berkepentingan karena kurangn#a
penga4asan. Penghapusan rodi dilakukan dengan memba#ar uang
pembebasan atau tebusan kepada Pemerintah dan bersamaan dengan itu
gaji pega4ai dinaikkan dengan uang pembebasan itu.
c. Poenale Sanksi
Caman poenale sanksi meliputi antara tahun '0/ dan '0/. serta
antara masa '00$ dan '.2'! berakhir pada tanggal ' Januari '.2.
-edudukan buruh/pekerja dalam hubungann#a dengan majikan ditetapkan
sebagai berikut >
'. buruh tidak boleh meninggalkan perusahaan! tanpa iBin tertulis dari
pengusaha! administrasi atau pega4ai #ang diberi 4e4enang untuk
itu. ,pabila hal itu tetap dilakukan maka buruh dikenai tindak pidana
#ang disebut melarikan diri. &ukuman untuk itu adalah denda atau
kerja dengan makan tanpa upah! biasan#a disebut 9krakal? selama5
laman#a ' bulan.
. buruh 4ajib secara teratur melakukan pekerjaann#a.
12
1. jika buruh meninggalkan perusahaan! ia 4ajib selalu memb4a dan
atas permintaan #ang ber4ajib memperhatikan kartu keterangan #ang
memuat identitas buruh dan laman#a hubungan kerja.
2. jika buruh dalam masa hubungan kerja diadili atau menjalani pidana!
maka sesudahn#a atas bia#a perusahaan ia dapat di ba4a kembali ke
perusahaan. Demikian pula jika buruh setelah menjalani istirahat! sakit
dan sebagain#a jika tidak kembali lagi ke perusahaan maka dapat
dipanggil kembali.
%. dilarang memberi pemondokan kepada seorang buruh #ang tidak
dapat membuktikan kebebasann#a dari ke4ajiban bekerja.
". dalam keadaan bagaimanapun! buruh tidak dapat memutuskan
hubungan kerjan#a secara sepihak.
Dalam lembaga poenale sanksi #ang men#erahkan pribadi buruh
sepenuhn#a kepada 4e4enang perusahaan / majikan tidak dapat
diharapkan adan#a perlindungan buruh. *atu5satun#a jalan untuk
memberikan perlindungan bagi buruh itu pda kedudukan manusia social
adalah penghapusan poenale sanksi #ang terjadi pada tangga ' Januari
'.2.
d. Zaman Modern
-esehatan kerja di Indonesia dimulai pada dasa4arsa ketiga abad
FF. -esehatan kerja pertama kali diatur dalam >
'. Maatregelen ter Beper(ing van de )indearrbied en de %achtarbeid
van de *roe+en$ #ang biasan#a disingkat Maatregelen! #aitu
peraturan tentang pembatsan pekerjaan anak dan 4anita pada
malam hari! #ang dikeluarkan dengan Ordonantie 6o. "2/ +ahun
'.%! mulai berlaku tanggal ' Maret '.".
. Bepalingen Betre""ende de #rbeit van )inderen en Jeugdige
Persoonen ann Boord van cepen$ biasan#a disingkat G)epalingen
)etre((ende;! #aitu peraturan tentang pekerjaan anak dan orang
muda di kapal! #ang diberlakukan dengan Ordonantie 6o. 0/ tahun
'."! mulai berlaku ' Mei '.".
13
*elain Maatregelen dan )epalingen )etre((ende! peraturan lain #ang
dik4ali(ikasi sebagai peraturan kesehatan kerja! #ang dikeluarkan oleh
pemerintah &india )elanda adalah >
'. Mi&n Politie Reglement! *tb 6o. 12' tahun '.1' (peraturan tentang
penga4asan di tambang).
. *oorschri"ten omtrent de dienst en rushti&den van bestuur der an
motorri&tuigen (tentang 4aktu kerja dan 4aktu mengaso bagi
pengemudi kendaraan bermotor).
1. Riau+ Panglongregeling (tentang panglong di =iau)
2. Panglong(eur oematra Oost(ust (tentang panglong di *umatera
+imur).
%. #anvullende Plantersregeling (peraturan perburuhan di perusahaan
perkebunan).
". #rbeidsregeling ni&verheidsberi&vn (peraturan perburuhan di
perusahaan perindustrian).
Di Indonesia secara historis peraturan keselamatan dan kesehatan
kerja telah ada sejak pemerintahan &india )elanda. *etelah kemerdekaan
dan diberlakukann#a 3ndang5undang Dasar '.2%! maka beberapa
peraturan termasuk peraturan keselamatan kerja #ang pada saat itu
berlaku #aitu *eiligheids Reglement telah dicabut dan diganti dengan
3ndag5undang -eselamatan -erja 6o.' +ahun './$.
*etelah kemerdekaan pula #ang pertama5tama menjadi perhatian
pemerintah adalah masalah kesehatan kerja. *e4aktu Imdonesia masih
berbentuk serikat beribukota di Hog#akarta pada tannga $ ,pril '.20
mengundangkan 3ndang5undang 6o.' +ahun '.20 tentang kerja.
*etelah Indonesia berbentuk 6egara kesatuan 33 6o.' tahun '.20 ini di
berlakukan ke seluruh 4ila#ah Indonesia dengan 33 6o. +ahun '.%'.
3ndang5undang pokok kerja ini mamuat aturan dasar mengenai >
'. Pekerjaan anak
. Pekerjaan orang muda
1. Pekerjaan 4anita
2. Aaktu kerja! istirahat! dan mengaso
14
%. +empat kerja dan perumahan buruh! untuk semua pekerjaan tidak
membeda5bedakan tempatn#a! misaln#a di bengkel! di pabrik! di
rumah sakit! di perusahaan pertanian! perhubungan! pertambangan!
dll.
3ndang5undang 6o.' +ahun '.20 merupakan undang5undang
pokok sehingga memerlukan peraturan pelaksana #ang lebih rinci.
Mengingat keadaaan Indonesia #ang masih di a4al kemerdekaan! maka
peraturan pelaksana dibuat secara bertahap. Peraturan pelaksana #ang
sempat dikeluarkan pada masa itu adalah >
'. Peraturan pemerintah 6o.1 +ahun '.%$ #ang memberlakukan aturan
4aktu kerja! istirahat! dan mengaso serta mengatur tata cara
pengusaha untuk dapat mengadakan pen#impangan dari 4aktu
kerja.
. Peraturan Pemerintah 6o.' +ahun '.%2 #ang mengatur tentang
berlakun#a ketentuan cuti tahunan bagi pekerja/buruh.
)erbeda dengan undang5undang pokok lainn#a! undang5undang
kerja mempun#ai ketentuan bah4a semua ketentuan #ang ada han#a
akan berlaku jika ada peraturan pelaksanan#a. *ampai saat undang5
undang kerja dicabut dan digantikan dengan 3ndng5undang 6o.'1 +ahun
$$1! peraturan pelaksana #ang baru keluar han#a kedua peraturan
tersebut. Maka han#a kedua aturan undang5undang kerja itu #ang sempat
berlaku.
2.2.2 !eja$ah Pe$a%at Kesehatan Ke$ja
-emungkinan serti(ikasi pera4at kesehatan kerja telah diselidiki
selama beberapa tahun. Pada tahun '.".! ,merican ,ssociation o(
Pera4at Industri membentuk komite #ang disebut -omite Organisasi Inter
untuk *erti(ikasi Pera4at -esehatan -erja untuk men#elidiki dan
merekomendasikan tindakan tentang serti(ikasi. *etelah mendengar
rekomendasi -omite Organisasi Inter! ,merican )oard untuk Pera4at
-esehatan -erja (,)O&6) didirikan pada tanggal ' Mei './'. -omite
gabungan terdiri dari per4akilan dari ,merican ,ssociation o( Pera4at
15
Industri (aain)! ,merican ,cadem# o( Occupational Medicine ( ,,OM)!
,sosiasi Industri Medis (IM,)! ,merika Industrial &#giene ,ssociation!
(,I&,) dan De4an Penasehat ,sosiasi ,merika Pera4at Industri.
Dana a4al untuk organisasi ini diterima dari ,merican ,ssociation
o( Pera4at Industri. Jumlah #ang diberikan organisasi ,)O&6 adalah I
..$$$. Dana tersebut telah dilunasi pada tahun5tahun berikut untuk aain.
)an#ak organisasi lainn#a memberikan kontribusi terhadap pembentukan
,)O&6. Perusahaan5perusahaan berikut men#ediakan dana bagi
organisasi #ang baru didirikan>
,merican Ean Eompan# ,llis Ehalmers Eorporation
)ausch < Lomb )urlington Industries
Eampbell *oup @JJon Eorporation
Dord Motor Eompan# Keneral @lectric Eorporation
&ercules International I)M
International +elephone < +elegraph Metropolitan Li(e
Mobil Oil P(iBer! Incorporated
Olin Eorporation =e#nolds Metal
*cott Paper Eompan# *hell Oil
*tandard Oil 3pjohn Eompan#
3 * *teel
-omite bersama #ang dipilih dua belas pera4at kesehatan kerja
untuk tempat pengorganisasian. Panitia dibentuk berdasarkan pilihan
mereka pada pendidikan! pengalaman kerja dan bukti dari kerja pera4at
kesehatan! kontribusi kepera4atan kesehatan kerja. In(ormasi berikut
berisi sejarah kronologis ,)O&6! meringkas highlights pembangunan dan
prestasi organisasi.
1+,1
' pera4at kesehatan kerja dipilih untuk menjadi anggota untuk
menjadi Pera4at -esehatan -erja ,merican )oard
Pertemuan pertama berlangsung pada tanggal ' Mei './'.
Marguerite ,hern Kra(( terpilih sebagai -etua pertama.
16
1+,2
,)O&6 tergabung di 6egara )agian 6e4 Hork sebagai liga bisnis
tidak5untuk5pro(it.
Pertemuan pertama dari korporasi #ang diselenggarakan pada
tanggal " Mei './.
,plikasi diterima untuk Dounders *tatus (diserti(ikasi oleh porto(olio
bukan pemeriksaan).
1+,3
Dra(t ujian serti(ikasi pertama kali dikembangkan.
.01 pera4at kesehatan kerja berserti(ikat sebagai Pendiri ,)O&6.
Marjorie D. *chmidt (mantan anggota De4an) dipekerjakan
sebagai *ekretaris @ksekuti( #ang pertama.
1+,-
3jian serti(ikasi pertama diberikan pada tanggal . ,pril './2! di
)al &arbour! Dlorida.
. calon duduk untuk pemeriksaan pertama8 0 berhasil.
1+,. / 1+,,
,)O&6! ,merican 6urses ,ssociation dan ,merican ,ssociation o(
Industrial nurses (sekarang ,,O&6) mengadakan pertemuan
puncak dan mengeluarkan pern#ataan bersama.
*etelah pengunduran diri Marjorie *chmidt! Ma#rose *n#der
diangkat menjadi *ekretaris @ksekuti( ,)O&6 #ang kedua.
1+,0 / 1+,+
Prosedur serti(ikasi ulang pertama kali dikembangkan.
Direktori Pertama ,)O&6 tentang Pera4at )erserti(ikat -esehatan
-erja diterbitkan.
1+01 / 1+02
Ma#rose *n#der menjadi Direktur @ksekuti( pertama untuk ,)O&6.
buletin pertama ,)O&6 diterbitkan pada bulan Maret '.0'.
Mar# Louise )ro4n didedikasikan bukun#a! Pera4atan -esehatan
-erja> Prinsip dan Praktek untuk ,)O&6.
1+03 / 1+0-
17
Logo ,)O&6 asli hak cipta.
*tudi peran penuh delineasi pertama dilakukan.
1+0. / 1+02
+imbal balik didirikan dengan -anada untuk pengakuan serti(ikasi.
+erbentukn#a catatan ,)O&6 #ang terkomputerisasi untuk
pertama kalin#a.
1+0, / 1+0+
Ma#rose *n#der mengumumkan rencana untuk pensiun8 Eharlene
Ossler terpilih sebagai Direktur @ksekuti( ,)O&6 baru! menjabat
pada tahun '.0..
Hang pertama Ma#rose *n#der -eunggulan dalam penghargaan
Pera4atan -esehatan -erja #ang diberikan kepada Keorgia -nuth
pada tahun '.0. ,O&E di )oston.
1++1 / 1++1
-omitmen untuk gelar sarjana muda tahun '..% dibuat8 sarjana
muda dalam kepera4atan pada tahun $$$.
,)O&6 mengadopsi de(inisi ,,O&6 tentang kepera4atan
kesehatan kerja dan standar praktek.
1++2 / 1++3
*erti(ikasi ,)O&6 disetujui oleh ,merican )oard o( *pesialisasi
-epera4atan (,)6*).
,)O&6 =esearch ,4ard didirikan.
Pers#aratan kela#akan untuk pengalaman kerja berubah dari lima
tahun menjadi %.$$$ jam.
1++-
Ohna De4an didirikan untuk melihat menciptakan mandat untuk
O&6s tanpa gelar.
*ebuah pern#ataan posisi dikeluarkan pada kuali(ikasi manajemen
kasus Eohn.
,nn M. Lachat dipekerjakan sebagai Direktur Dukungan La#anan
dan kantor ,)O&6 dipindahkan ke daerah Ehicago.
18
1++.
Didirikan program dua5credential dirancang untuk memenuhi
kebutuhan penduduk non5degreed. Eohn dan Eohn5*pecialist
(Eohn5*) kredensial didirikan.
Jumlah rekor breaking ('."$) mengambil '...% pemeriksaan.
*haron -emerer dipekerjakan sebagai Direktur @ksekuti(.
1++2
+he ,merican De4an *pesialisasi -epera4atan (,)6*)
terakreditasi pemeriksaan Eohn5*.
,)O&6 adalah hak istime4a untuk berpartisipasi dalam -ongres
Internasional -esehatan -erja (IEO&) #ang diselenggarakan di
*tockholm! *4edia.
1++,
,)O&6 mera#akan ulang tahun perak n#a. +ema untuk ulang
tahun adalah % +ahun credentialing @Jcellence.
+he Eohn papan mengembangkan Marguerite ,hern Kra((
-eunggulan dalam penghargaan Pera4atan -esehatan -erja.
Penghargaan ini dikembangkan untuk menghormati dedikasi dan
tak kenal lelah upa#a oleh Marguerite ,hern Kra(( untuk mendirikan
program serti(ikasi.
1++0
,)O&6 memasuki era in(ormasi pada bulan Januari! ketika sebuah
situs 4eb dikembangkan dan didirikan di 444.abohn.org .
Direksi memutuskan untuk mendirikan sebuah manajemen kasus
khusus credential.
1+++ / 2111
Pertemuan pertama Panel Manajemen -asus ,hli bertemu.
*ebuah serti(ikat dan ,)O&6 baru pin dikembangkan untuk
pemegang credential manajemen kasus.
Direksi memutuskan untuk mempertahankan pers#aratan gelar
untuk ujian Eohn5* pada tingkat #ang sekarang. +ingkat )*6 tidak
19
akan diminta setelah tahun $$$. Pemeriksaan garis direkonstruksi
sesuai dengan hasil penelitian dari studi peran delineasi.
2111
+he ,merican )oard (or *pesialisasi -epera4atan (,)6*)
memperbaharui akreditasi Eohn5* dan terakreditasi pemeriksaan
Eohn.
Mar# ,nn *alaBar dan Lachat di4akili ,)O&6 di =o#al Eollege o(
6ursing kon(erensi -esehatan -erja di 6ottingham! Inggris. Mereka
mempresentasikan &asil 6ational Job ,nal#sis / Peran Delineasi
*tud#.
Mar# E. ,mann diangkat sebagai Direktur @ksekuti(.
2112
,)O&6 mera#akan ulang tahun ke 1$ di -on(erensi -esehatan
-erja ,merika.
Pera4at Eanadian ,ssociation (E6,) dan ,)O&6 sepakat bah4a
perjanjian timbal5balik adalah saling menguntungkan dan bah4a itu
harus tetap di tempat dasarn#a tidak berubah.
2113
Pemeriksaan EO&6 diberikan di Puerto =ico sebagai studi
percontohan untuk O&6s berkualitas.
+es *el(5,ssessment *erti(ikasi (E*,+s) untuk ujian kedua Eohn
dan Eohn5* dikembangkan.
6OE, mengakui akreditasi Eohn! Eohn5* dan Manajemen -asus
pemeriksaan oleh -omisi 6asional untuk Lembaga *erti(ikasi
(6EE,).
211-
6askah pertama ditulis oleh peneliti Jepang! menggambarkan studi
peran delineasi dilakukan di Jepang dengan menggunakan ,)O&6
$$$ sur7ei ,nalisis Praktek diterbitkan.
Manajemen -eselamatan credential *M baru didirikan untuk
berserti(ikat pera4at kesehatan kerja dalam hubungann#a dengan
)E*P.
20
Keorgia M. -nuth! =6! M*6! EO&65*/EM terpilih sebagai Direktur
@ksekuti( baru De4an ,merika untuk Pera4at -esehatan -erja
pada bulan Desember.
211.
3jian Manajemen -eselamatan pertama diberikan pada bulan Juni.
+erapan Pro(esional Pengukuran (,MP) diberitahu bah4a itu
adalah penjual pengujian #ang dipilih untuk pemeriksaan ,)O&6.
,)O&6 pemeriksaan di musim semi dan musim gugur $$" akan
diberikan dengan kertas dan pensil.
2112
*etelah memberikan lebih dari sepuluh ('$) tahun la#anan ulama
ditujukan! @sther Eusack enggan pensiun pada bulan Debruari.
Diadakan ,)O&6 kertas dan pensil pemeriksaan terakhir pada
bulan Oktober $$".
,--.
Pada tanggal ' Maret! Eomputer )ased +esting (E)+) untuk Eohn!
Eohn5* dan EM ujian dimulai.
,nn M. Lachat! =6! )*6! Eohn (E)! EO&65*/EM terpilih sebagai
Direktur @ksekuti( baru ,)O&6 pada rapat Direksi.
2110
Hang pertama -asus Manajemen E*,+ 4a.s dikembangkan.
,nn M. Lachat bernama Dello4 oleh ,merican ,ssociation o(
Pera4at -esehatan -erja.
Pera4at ,merika credentialing Pusat Program *tatus Magnet
mengakui pera4at kesehatan kerja.
211+
*ebuah pameran baru disajikan pada *imposium dan Pameran
,,O&6.
,nn Lachat menghadiri -on(erensi -esehatan -erja (ederal.
)ergabung dengan ,dministrasi Leteran dan Departemen
Pertahanan program MMari kita Dapatkan -ampan#e Eerti(ied.M
2111
21
Direksi dimulai bekerja pada ,nalisis Praktek baru.
,sse (,merican *ociet# o( *a(et# @ngineers) mengakui credentail
Eohn5* sebagai kuali(ikasi untuk *tatus ,nggota Pro(esional.
2111
Diadakan kampan#e untuk mendapatkan serti(ikat di Puerto =ico.
,sse (,merican *ociet# o( *a(et# @ngineers) mengakui credential
Eohn sebagai kuali(ikasi untuk *tatus ,nggota Pro(esional.
Pekerjaan berlanjut pada ,nalisis Praktek 5 tingkat pengembalian
melampaui harapan dengan tingkat tanggapan 2'N.
2112
,)O&6 mera#akan adalah 2$ tahun pada kon(erensi ,,O&6 di
6ash7ille! +6.
3jian! cetak biru dan buku pegangan dire7isi berdasarkan hasil dari
,nalisis Praktek $''.
,nn Lachat dan Pamela &art memberikan hasil ,nalisis Praktek
pada kon(erensi DO&6@3 di +arragona! *pan#ol #ang
diselenggarakan Pada tahun $''
2113
,)O&6 berubah menjadi sistem =ene4al +ahunan pada bulan
Januari $'1.
,)O&6 pensiun Manajemen -eselamatan (*M) )ukti.
,)O&6 bekerja dengan Mar# Partridge Dampak Eonsulting untuk
memperbarui rencana strategis.
2.3 Bahan Baha3a (i Tem#at Ke$ja
=isiko #ang ditimbulkan dapat berupa berbagai konsekuensi dan dapat
dibagi menjadi empat kategori besar>
22
+abel ,> Potensi baha#a keselamatan dan kesehatan kerja didasarkan
pada dampak korban
Kate'"$i A4 P"tensi 5aha3a 3an' men'a6i5at6an (am#a6 $isi6"
jan'6a #anjan' #a(a 6esehatan .
*uatu baha#a kesehatan akan muncul bila seseorang kontak
dengan sesuatu #ang dapat men#ebabkan gangguan/kerusakan bagi
tubuh ketika terjadi pajanan (/e0posure12 #ang berlebihan. )aha#a
kesehatan dapat men#ebabkan pen#akit #ang disebabkan oleh pajanan
suatu sumber baha#a di tempat kerja. Potensi baha#a kesehatan #ang
biasa di tempat kerja berasal dari lingkungan kerja antara lain (aktor kimia!
(aktor (isik! (aktor biologi! (aktor ergonomis dan (aktor psikologi. )aha#a
(aktor5(aktor tersebut akan dibahas secara rinci lebih lanjut di ba4ah ini
antara lain kimia! (isik! biologi dan ergonomis. *edangkan (aktor psikologi
dibahas dalam kategori D.
2.3.1 Baha3a 7a6t"$ Kimia
=isiko kesehatan timbul dari pajanan berbagai bahan kimia. )an#ak
bahan kimia #ang memiliki si(at beracun dapat memasuki aliran darah dan
men#ebabkan kerusakan pada sistem tubuh dan organ lainn#a. )ahan
23
kimia berbaha#a dapat berbentuk padat! cairan! uap! gas! debu! asap atau
kabut dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara utama antara
lain>
5 Inhalasi (menghirup)> Dengan bernapas melalui mulut atau hidung! Bat
beracun dapat masuk ke dalam paru5paru. *eorang de4asa saat
istirahat menghirup sekitar lima liter udara per menit #ang mengandung
debu! asap! gas atau uap. )eberapa Bat! seperti (iber/serat! dapat
langsung melukai paruparu. Lainn#a diserap ke dalam aliran darah dan
mengalir ke bagian lain dari tubuh.
5 Pencernaan (menelan)> )ahan kimia dapat memasuki tubuh jika makan
makanan #ang terkontaminasi! makan dengan tangan #ang
terkontaminasi atau makan di lingkungan #ang terkontaminasi. Cat di
udara juga dapat tertelan saat dihirup! karena bercampur dengan lendir
dari mulut! hidung atau tenggorokan. Cat beracun mengikuti rute #ang
sama sebagai makanan bergerak melalui usus menuju perut.
5 Pen#erapan ke dalam kulit atau kontak in7asi(> )eberapa di antaran#a
adalah Bat mele4ati kulit dan masuk ke pembuluh darah! biasan#a
melalui tangan dan 4ajah. -adang5kadang! Bat5Bat juga masuk melalui
luka dan lecet atau suntikan (misaln#a kecelakaan medis). Kuna
mengantisipasi dampak negati( #ang mungkin terjadi di lingkungan
kerja akibat baha#a (aktor kimia maka perlu dilakukan pengendalian
lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan5bahan kimia di
udara lingkungan kerja tidak melampaui nilai ambang batas (6,)).
)ahan5bahan kimia digunakan untuk berbagai keperluan di tempat
kerja. )ahan5bahan kimia tersebut dapat berupa suatu produk akhir atau
bagian bentuk bahan baku #ang digunakan untuk membuat suatu produk.
Juga dapat digunakan sebagai pelumas! untuk pembersih! bahan bakar
untuk energi proses atau produk samping. )an#ak bahan kimia #ang
digunakan di tempat kerja mempengaruhi kesehatan kita dengan cara5
cara #ang tidak diketahui. Dampak kesehatan dari beberapa bahan kimia
bisa secara perlahan atau mungkin membutuhkan 4aktu bertahuntahun
24
untuk berkembang. ,pa #ang perlu diketahui untuk mencegah atau
mengurangi baha#a:
- kemampuan bahan kimia untuk menghasilkan dampak kesehatan
negati( (si(at beracun). *emua bahan kimia harus dianggap sebagai
sumber potensi baha#a sampai dampak bahan kimia tersebut
sepenuhn#a diketahui8
- 4ujud bahan kimia selama proses kerja. &al ini dapat membantu untuk
menentukan bagaimana mereka bisa kontak atau masuk ke dalam
tubuh dan bagaimana paparan dapat dikendalikan8
- bagaimana mengenali! menilai dan mengendalikan risiko kimia
misaln#a dengan memasang peralatan pembuangan (e0haust) pada
sumber polutan! menggunakan rotasi pekerjaan untuk mempersingkat
pajanan pekerja terhadap baha#a8
- jenis alat pelindung diri (,PD) #ang diperlukan untuk melindungi
pekerja! seperti respirator dan sarung tangan 8
- bagaimana mengikuti sistem komunikasi baha#a bahan kimia #ang
sesuai melalui lembar data keselamatan (LD-) dan label dan
bagaimana menginterpretasikan LD- dan label tersebut.
Lembar Data -eselamatan dan Pelabelan )ahan -imia
Pelabelan merupakan pemberian tanda berupa gambar/simbol!
huru(/tulisan! kombinasi keduan#a atau bentuk pern#ataan lain #ang
disertakan pada bahan berbaha#a! dimasukkan ke dalam! ditempelkan!
atau merupakan bagian kemasan bahan berbaha#a! sebagai keterangan
atau penjelasan #ang berisi nama sediaan atau nama dagang! nama
bahan akti(! isi/berat netto! kalimat peringatan dan tanda atau simbol
baha#a! petunjuk pertolongan pertama pada kecelakaan. Pelabelan bahan
kimia merupakan salah satu cara penting untuk mencegah
pen#alahgunaan atau penanganan #ang dapat men#ebabkan cedera atau
sakit.
Dalam transportasi! bila kemungkinan terjadi kecelakaan! maka
sangat penting dalam keadaan darurat untuk mengetahui risiko dari Bat5
25
Bat tersebut. *ebagian besar negara memiliki sistem pelabelan untuk
mengin(ormasikan isi #ang ada di dalam 4adah/kontainer dan untuk
memperingatkan baha#a. 3ntuk memastikan bah4a peringatan dimengerti
oleh lintas batas dan termasuk bahasan#a! P)) telah mengembangkan
*istem &armonisasi Klobal (Globally Harmonized ystem 3 GH) tentang
klasi(ikasi dan pelabelan baha#a bahan kimia. Iden#a adalah bah4a
setiap negara akan mengadopsi rambu #ang sama! meskipun hal ini tidak
4ajib. Ini telah diadopsi di "/ negara sejauh ini! termasuk negara negara
3ni @ropa! Eina! ,merika *erikat! -anada! 3rugua#! Paragua#! Lietnam!
*ingapura! 6igeria! Khana! Dederasi =usia dan ban#ak lainn#a. )eberapa
contoh label GH untuk +ransportasi diantaran#a >
*edangkan lembar data keselamatan bahan adalah lembar
petunjuk #ang berisi in(ormasi tentang si(at (isika! kimia dari bahan
berbaha#a! jenis baha#a #ang dapat ditimbulkan! cara penanganan dan
tindakan khusus #ang berhubungan dengan keadaan darurat dalam
penanganan bahan berbaha#a.
Di Indonesia! selain lembar data keselamatan! pen#ediaan pelabelan
bahan kimia merupakan salah satu ke4ajiban pengusaha/pengurus dalam
mengendalikan bahan kimia di tempat kerja. ,dapun lembar data
keselamatan bahan dan pelabelan beserta klasi(ikasi baha#a bahan kimia
#ang berdasarkan sistim global harmonisasi telah juga diadopsi oleh
Pemerintah Indonesia. Di pabrik ,nda! atau ketika pengangkutan bahan
kimia! maka perlu diikuti pedoman nasional tentang pelabelan. Jika tidak
ada! label GH men#ediakan cara #ang jelas dan berguna dalam
memberikan peringatan dan in(ormasi untuk semua pihak.
26
2.3.2 Baha3a 7a6t"$ 7isi6
Daktor (isik adalah (aktor di dalam tempat kerja #ang bersi(at (isika antara
lain kebisingan! penerangan! getaran! iklim kerja! gelombang mikro dan
sinar ultra ungu. Daktor5(aktor ini mungkin bagian tertentu #ang dihasilkan
dari proses produksi atau produk samping #ang tidak diinginkan.
a. Ke5isin'an adalah semua suara #ang tidak dikehendaki #ang
bersumber dari alatalat proses produksi dan atau alat5alat kerja #ang
pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran.
*uara keras! berlebihan atau berkepanjangan dapat merusak jaringan
sara( sensiti( di telinga! men#ebabkan kehilangan pendengaran
sementara atau permanen. &al ini sering diabaikan sebagai masalah
kesehatan! tapi itu adalah salah satu baha#a (isik utama. )atasan
pajanan terhadap kebisingan ditetapkan nilai ambang batas sebesar 0%
d) selama 0 jam sehari. ,pa #ang dapat dilakukan untuk mencegah
atau mengurangi baha#a dari kebisingan:
- Identi(ikasi sumber umum pen#ebab kebisingan! seperti mesin!
s#stem 7entilasi! dan alat5alat listrik. +an#akan kepada pekerja
apakah mereka memiliki masalah #ang terkait dengan kebisingan.
- Melakukan inspeksi tempat kerja untuk pajanan kebisingan.
Inspeksi mungkin harus dilakukan pada 4aktu #ang berbeda untuk
memastikan bah4a semua sumbersumber kebisingan
teridenti(ikasi.
- +erapkan 4rule o" thumb4 sederhana jika sulit untuk melakukan
percakapan! tingkat kebisingan mungkin melebih batas aman.
- +entukan sumber kebisingan berdasarkan tata letak dan identi(ikasi
para pekerja #ang mungkin terekspos kebisingan
- Identi(ikasi kontrol kebisingan #ang ada dan e7aluasi e(ekti7itas
pengendaliann#a
- *etelah tingkat kebisingan ditentukan! alat pelindung diri seperti
penutup telinga 5earplug dan earmu""2 harus disediakan dan dipakai
27
oleh pekerja di lokasi #ang mempun#ai tingkat kebisingan tidak
dapat dikurangi.
- Dalam keban#akan kasus! merotasi pekerjaan juga dapat
membantu mengurangi tingkat paparan kebisingan.
5. Pene$an'an di setiap tempat kerja harus memenuhi s#arat untuk
melakukan pekerjaan. Penerangan #ang sesuai sangat penting untuk
peningkatan kualitas dan produkti7itas. *ebagai contoh! pekerjaan
perakitan benda kecil membutuhkan tingkat penerangan lebih tinggi!
misaln#a mengemas kotak. *tudi menunjukkan bah4a perbaikan
penerangan! hasiln#a terlihat langsung dalam peningkatan
produkti7itas dan pengurangan kesalahan. )ila penerangan kurang
sesuai! para pekerja terpaksa membungkuk dan mencoba untuk
mem(okuskan penglihatan mereka! sehingga tidak n#aman dan dapat
men#ebabkan masalah pada punggung dan mata pada jangka
panjang dan dapat memperlambat pekerjaan mereka. ,pa #ang dapat
dilakukan untuk mencegah atau mengurangi potensial kerugian dari
penerangan #ang buruk:
- pastikan setiap pekerja mendapatkan tingkat penerangan #ang
sesuai pada pekerjaann#a sehingga mereka tidak bekerja dengan
posisi membungkuk atau memicingkan mata8
- untuk meningkatkan 7isibilitas! mungkin perlu untuk mengubah
posisi dan arah lampu.
8. Geta$an adalah gerakan bolak5balik cepat (reciprocating)! memantul
ke atas dan ke ba4ah atau ke belakang dan ke depan. Kerakan
tersebut terjadi secara teratur dari benda atau media dengan arah
bolak balik dari kedudukann#a. &al tersebut dapat berpengaruh
negati( terhadap semua atau sebagian dari tubuh. Misaln#a!
memegang peralatan #ang bergetar sering mempengaruhi tangan dan
lengan pengguna! men#ebabkan kerusakan pada pembuluh darah
dan sirkulasi di tangan. *ebalikn#a! mengemudi traktor di jalan
bergelombang dengan kursi #ang dirancang kurang sesuai sehingga
menimbulkan getaran ke seluruh tubuh! dapat mengakibatkan n#eri
28
punggung bagian ba4ah. Ketaran dapat dirasakan melalui lantai dan
dinding oleh orang5orang disekitarn#a. Misaln#a! mesin besar di
tempat kerja dapat menimbulkan getaran #ang mempengaruhi pekerja
#ang tidak memiliki kontak langsung dengan mesin tersebut dan
men#ebabkan n#eri dan kram otot. )atasan getaran alat kerja #ang
kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan
tenaga kerja ditetapkan sebesar 2 m/detik. ,pa #ang dapat dilakukan
untuk mencegah atau mengurangi risiko dari getaran:
- Mengendalikan getaran pada sumbern#a dengan mendesain ulang
peralatan untuk memasang pen#erap getaran atau peredam kejut.
- )ila getaran disebabkan oleh mesin besar! pasang penutup lantai
#ang bersi(at men#erap getaran di 4orkstation dan gunakan alas
kaki dan sarung tangan #ang men#erap kejutan ! meskipun itu
kurang e(ekti( dibanding di atas.
- Kanti peralatan #ang lebih tua dengan model bebas getaran baru.
- )atasi tingkat getaran #ang dirasakan oleh pengguna dengan
memasang peredam getaran pada pegangan dan kursi kendaraan
atau sistem remote control.
- Men#ediakan alat pelindung diri #ang sesuai pada pekerja #ang
mengoperasikan mesin bergetar! misaln#a sarung tangan #ang
bersi(at men#erap getaran (dan pelindung telinga untuk kebisingan
#ang men#ertain#a.)
(. I6lim 6e$ja. -etika suhu berada di atas atau di ba4ah batas normal!
keadaan ini memperlambat pekerjaan. Ini adalah respon alami dan
(isiologis dan merupakan salah satu alasan mengapa sangat penting
untuk mempertahankan tingkat ken#amanan suhu dan kelembaban
ditempat kerja. Daktor5(aktor ini secara signi(ikan dapat berpengaruh
pada e(isiensi dan produkti7itas indi7idu pada pekerja. *irkulasi udara
bersih di ruangan tempat kerja membantu untuk memastikan
lingkungan kerja #ang sehat dan mengurangi pajanan bahan kimia.
*ebalikn#a! 7entilasi #ang kurang sesuai dapat>
29
- mengakibatkan pekerja kekeringan atau kelembaban #ang
berlebihan8
- menciptakan ketidakn#amanan bagi para pekerja8
- mengurangi konsentrasi pekerja! akurasi dan perhatian mereka
untuk praktek kerja #ang aman.
,gar tubuh manusia ber(ungsi secara e(isien! perlu untuk tetap
berada dalam kisaran suhu normal. 3ntuk itu diperlukan iklim kerja
#ang sesuai bagi tenaga kerja saat melakukan pekerjaan. Iklim kerja
merupakan hasil perpaduan antara suhu! kelembaban! kecepatan
gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat panas dari tubuh
tenaga kerja sebagai akibat dari pekerjaann#a. Iklim kerja
berdasarkan suhu dan kelembaban ditetapkan dalam -epmenaker 6o
%' tahun '... diatur dengan memperhatikan perbandingan 4aktu
kerja dan 4aktu istirahat setiap hari dan berdasarkan beban kerja
#ang dimiliki tenaga kerja saat bekerja (ringan! sedang dan berat).
,pa #ang dapat dilakukan untuk mencegah atau memperbaiki kontrol
iklim kerja:
- Pastikan bah4a posisi dinding dan pembagi ruangan tidak
membatasi aliran udara8
- *ediakan 7entilasi #ang mengalirkan udara di tempat kerja! tanpa
meniup langsungpada mereka #ang bekerja dekat itu8
- Mengurangi beban kerja (isik mereka #ang bekerja dalam kondisi
panas dan memastikan mereka memiliki air dan istirahat #ang
cukup.
e. Ra(iasi Ti(a6 Men'i"n. =adiasi gelombang elektromagnetik #ang
berasal dari radiasi tidak mengion antara lain gelombang mikro dan
sinar ultra ungu (ultra 7iolet). Kelombang mikro digunakan antara lain
untuk gelombang radio! tele7isi! radar dan telepon. Kelombang mikro
mempun#ai (rekuensi 1$ kilo hertB O 1$$ giga hertB dan panjang
gelombang ' mm O 1$$ cm. =adiasi gelombang mikro #ang pendek P '
cm #ang diserap oleh permukaan kulit dapat men#ebabkan kulit seperti
30
terbakar. *edangkan gelombang mikro #ang lebih panjang (Q ' cm)
dapat menembus jaringan #ang lebih dalam. =adiasi sinar ultra ungu
berasal dari sinar matahari! las listrik! laboratorium #ang menggunakan
lampu penghasil sinar ultra 7iolet. Panjang (elombang sinar ultra 7iolet
berkisar ' O 2$ nm. =adiasi ini dapat berdampak pada kulit dan mata.
Pengendalian dan pencegahan e(ek daripada radiasi sinar tidak
mengion adalah >
- *umber radiasi tertutup8
- )erupa#a menghindari atau berada pada jarak #ang sejauh
mungkin dari sumbersumber radiasi tersebut8
- )erupa#a agar tidak terus menerus kontak dengan benda #ang
dapat menghasilkan radiasi sinar tersebut8
- Memakai alat pelindung diri8
- *ecara rutin dilakukan pemantauan
2.3.3 Baha3a 7a6t"$ Bi"l"'i
Daktor biologi pen#akit akibat kerja sangat beragam jenisn#a.
*eperti pekerja di pertanian! perkebunan dan kehutanan termasuk di
dalam perkantoran #aitu indoor air Rualit#! ban#ak menghadapi berbagai
pen#akit #ang disebabkan 7irus! bakteri atau hasil dari pertanian! misaln#a
tabakosis pada pekerja #ang mengerjakan tembakau! bagasosis pada
pekerja 5 pekerja #ang menghirup debu5debu organic misaln#a pada
pekerja gandum (aspergillus) dan di pabrik gula!. Pen#akit paru oleh jamur
sering terjadi pada pekerja #ang menghirup debu organik! misaln#a
pernah dilaporkan dalam kepustakaan tentang aspergilus paru pada
pekerja gandum. Demikian juga 9grain asma? sporotrichosis adalah salah
satu contoh pen#akit akibat kerja #ang disebabkan oleh jamur. Pen#akit
jamur kuku sering diderita para pekerja #ang tempat kerjan#a lembab dan
basah atau bila mereka terlalu ban#ak merendam tangan atau kaki di air
seperti pencuci.
,gak berbeda dari (aktor5(aktor pen#ebab pen#akit akibat kerja
lainn#a! (aktor biologis dapat menular dari seorang pekerja ke pekerja
31
lainn#a. 3saha #ang lain harus pula ditempuh cara pencegahan pen#akit
menular! antara lain imunisasi dengan pemberian 7aksinasi atau suntikan!
mutlak dilakukan untuk pekerja5pekerja di Indonesia sebagai usaha
kesehatan biasa. Imunisasi tersebut berupa imunisasi dengan 7aksin
cacar terhadap 7ariola! dan dengan suntikan terhadap kolera! tipus dan
para tipus perut. )ila memungkinkan diadakan pula imunisasi terhadap
+)E dengan )EK #ang diberikan kepada pekerja5pekerja dan
keluargan#a #ang reaksin#a terhadap uji MantaouJ negati(! imunisasi
terhadap di(teri! tetanus! batuk rejan dari keluarga5keluarga pekerja sesuai
dengan usaha kesehatan anak5anak dan keluargan#a! sedangkan di
6egara #ang maju diberikan pula imunisasi dengan 7irus in(luenBa.
2.3.- Baha3a 7a6t"$ E$'"n"mi (an Pen'atu$an Ke$ja
Industri barang dan jasa telah mengembangkan kualitas dan
produkti7itas. =estrukturisasi proses produksi barang dan jasa terbukti
meningkatkan produkti7itas dan kualitas produk secara langsung
berhubungan dgn disain kondisi kerja Pengaturan cara kerja dapat
memiliki dampak besar pada seberapa baik pekerjaan dilakukan dan
kesehatan mereka #ang melakukann#a. *emuan#a dari posisi mesin
pengolahan sampai pen#impanan alat5alat dapat menciptakan hambatan
dan risiko. Pen#usunan tempat kerja dan tempat duduk #ang sesuai harus
diatur sedemikian sehingga tidak ada pengaruh #ang berbaha#a bagi
kesehatan. +empat O tempat duduk #ang cukup dan sesuai harus
disediakan untuk pekerja5pekerja dan pekerjapekerja harus diberi
kesempatan #ang cukup untuk menggunakann#a.
Prinsip ergonomi adalah mencoco(an pe(er&aan untu( pe(er&a. Ini
berarti mengatur pekerjaan dan area kerja untuk disesuaikan dengan
kebutuhan pekerja! bukan mengharapkan pekerja untuk men#esuaikan
diri. Desain ergonomis #ang e(ekti( men#ediakan 4orkstation! peralatan
dan perlengkapan #ang n#aman dan e(isien bagi pekerja untuk digunakan.
&al ini juga menciptakan lingkungan kerja #ang sehat! karena mengatur
proses kerja untuk mengendalikan atau menghilangkan potensi baha#a.
32
+enaga kerja akan memperoleh keserasian antara tenaga kerja!
lingkungan! cara dan proses kerjan#a. Eara bekerja harus diatur
sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan ketegangan otot! kelelahan
#ang berlebihan atau gangguan kesehatan #ang lain. =isiko potensi
baha#a ergonomi akan meningkat>
- dengan tugas monoton! berulang atau kecepatan tinggi8
- dengan postur tidak netral atau canggung8
- bila terdapat pendukung #ang kurang sesuai8
- bila kurang istirahat #ang cukup.
,pa #ang dapat dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan baha#a
organisasi kerja dan ergonomis:
- Men#ediakan posisi kerja atau duduk #ang sesuai! meliputi
sandaran! kursi / bangku dan / atau tikar bantalan untuk berdiri.
- Desain 4orkstation sehingga alat5alat mudah dijangkau dan bahu
pada posisi netral! rileks dan lengan lurus ke depan ketika bekerja.
- Jika memungkinkan! pertimbangkan rotasi pekerjaan dan
memberikan istirahat #ang teratur dari pekerjaan intensi(. &al ini
dapat mengurangi risiko kram berulang dan tingkat kecelakaan dan
kesalahan.
Kate'"$i 94 Risi6" te$ha(a# 6esejahte$aan atau 6en3amanan
Dasilitas #ang berhubungan dengan kesehatan kerja sering
diabaikan karena tidak dipandang memiliki dampak langsung pada
produkti7itas. 6amun! untuk tetap sehat! pekerja membutuhkan (asilitas di
tempat kerja #ang memadai seperti air minum #ang bersih! toilet! sabun
dan air untuk mencuci dan tempat untuk makan dan istirahat. Jika mereka
tidak memiliki ini! produkti7itas dapat memburuk. )egitu pula semangat
dan ken#amanan pekerja. Dengan men#ediakan (asilitas #ang
berhubungan dengan kesehatan! perusahaan mendapatkan man(aat #ang
n#ata untuk perusahaan sehingga memiliki dampak langsung pada
produkti7itas. Ini juga merupakan cara sederhana bagi manajemen untuk
menunjukkan bah4a (asilitas #ang disediakan itu berman(aat untuk
33
kesehatan pekerja! khususn#a ketika pekerja diberi kesempatan untuk
mendapatkan (asilitas #ang penting bagi mereka. Pekerja umumn#a
mampu memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri! sehingga semua
inisiati( kesehatan akan lebih berhasil jika pihak manajemen mereka
memakai ide5ide dari pekerja. Dasilitas apa #ang paling mempengaruhi
kesejahteraan para pekerja: Ja4abann#a ber7ariasi sesuai dengan
pekerja #ang terlibat dan keadaan di mana mereka bekerja. 6amun!
berikut ini selalu penting>
- ,kses untuk air minum! toilet dan tempat cuci8
- =uang kantin atau tempat makan #ang bersih dan terlindungi dari
cuaca8
- P1- di +empat -erja8
- =uang di mana ibu bisa men#usui dan anak5anak bisa menunggu
orangtuan#a men#elesaikan pekerjaan.
a. Ai$ minum
,ir minum sangat dibutuhkan bagi pekerja untuk mengganti cairan #ang
keluar dari tubuh. -emudahan untuk mendapatkan air minum penting
untuk semua jenis tempat kerja. Jika terjadi dehidrasi (kekurangan
cairan) pada pekerja! sebagai akibatn#a dapat men#ebabkan gangguan
kesehatan seperti kram! lelah! pingsan dan mengalami kecelakaan.
Mereka juga dapat menderita masalah kesehatan dalam jangka
panjang. -etika para pekerja bekerja pada suhu tinggi! mereka bisa
kehilangan beberapa liter air per shi(t. Ibu hamil harus minum air lebih
ban#ak. Dalam kedua kasus ini! akses terhadap air menjadi suatu
kepentingan ekstra. ,ir #g digunakan utk makan dan minum harus
memenuhi s#arat5s#arat sbb >
- ,ir tidak boleh berbau < harus segar
- ,ir tidak boleh ber4arna < berasa
- ,ir tidak boleh mengandung binatang atau bakteri #g berbaha#a
,ir minum harus bersih dan disimpan dan terhindar dari kontaminasi.
Jika tidak ada keran! container tertutup dapat digunakan! tetapi ini harus
diberi label #ang Sair minumS dalam bahasa dimengerti oleh pekerja. Dan
34
#ang paling penting bah4a air harus ditempatkan pada tempat #ang
mudah terjangkau dan tata letak kerja memudahkan bagi pekerja menuju
lokasi tersebut.
5. T"ilet (an &asilitas men8u8i
+oilet dan (asilitas mencuci sangat penting disediakan di tempat kerja.
,kses ke toilet adalah kebutuhan dasar. Dalam sebuah tempat kerja
dengan jumlah sta( #ang besar! perlu memiliki beberapa toilet dan urinal!
(asilitas terpisah bagi pekerja 4anita dan laki5laki. Dasilitas ini harus
ditempatkan untuk menghindari berjalan jauh menuju tempat tersebut dan
tidak menunggu lama serta tidak boleh terhubung langsung dengan
tempat kerja dan letakn#a harus din#atakan dengan jelas. ,dapun jumlah
toilet adalah sebagai berikut>
- 3ntuk ' O '% orang buruh T ' kakus
- 3ntuk '" O 1$ orang buruh T kakus
- 3ntuk 1' O 2% orang buruh T 1 kakus
- 3ntuk 2" O "$ orang buruh T 2 kakus
- 3ntuk "' O 0$ orang buruh T % kakus
- 3ntuk 0' O '$$ orang buruh T % kakus
- Dan selanjutn#a untuk tiap '$$ orang T " kakus
+oilet dapat menjadi tempat beresiko pen#akit menular dan! di
beberapa negara! pen#akit dari n#amuk seperti Malaria. 3ntuk
mengurangi risiko ini! toilet perlu cukup terang dan ber7entilasi! harus
ditempatkan jauh dari makanan dan area kerja dan dibersihkan secara
teratur. *abun harus disediakan untuk mencuci tangan (dengan
pemberitahuan pengingat) dan perusahaan harus proakti( dalam
mendorong kebersihan dasar.
+oilet #ang bersih harus #g memenuhi s#arat sbb>
- +idak berbau < ada kotoran #g terlhat
- +idak ada lalat! n#amuk atau serangga #g lain
- &rs selalu tersedia air bersih #g cukup
35
- &rs dapat dibersihkan dengan mudah dan paling sedikit O 1J
sehari
8. Ruan' ma6an atau 6antin
Pen#ediaan ruang makan dan atau kantin akan menunjang giBi kerja.
KiBi kerja akan menunjang kapasitas kerja. =uang makan harus terletak
jauh dari ruang kerja untuk menghindari kontak dengan kotoran! debu
atau Bat berbaha#a #ang ada selama proses kerja. Lokasi #ang
disediakan harus sen#aman mungkin! untuk memungkinkan pekerja
bersantai selama istirahat guna makan. Jika la#anan kantin disediakan!
maka (asilitas mencuci #ang sesuai dan kebersihan untuk makanan
pekerja harus menjadi prioritas (jika tidak! maka seluruh tenaga kerja
berisiko terhadap pen#akit #ang berhubungan dengan makanan).
Pen#iapan dan pen#impanan makanan juga harus aman dan higienis.
(. Pe$t"l"n'an Pe$tama Pa(a Ke8ela6aan )P3K* (i Tem#at Ke$ja (an
Pela3anan Kesehatan Ke$ja
*umber baha#a di tempat berisiko terhadap terjadin#a kasus
kecelakaan dan pen#akit akibat kerja. -ecelakaan kerja adalah suatu hal
#angbtidak diinginkan oleh semua pihak. *ering tenaga kerja mengetahui
sumber baha#a tetapi tidak mengerti bagaimana upa#a pencegahann#a
sehingga men#ebabkan kecelakaan atau sakit. 3ntuk itu maka perlu
adan#a pelaksanaan P1- di tempat kerja! guna menangani kecelakaan
kerja #ang terjadi di lingkungan perusahaan. Pertolongan pertama dengan
sedikit tindakan dengan peralatan sederhana akan ban#ak man(aatn#a
dalam mencegah keparahan! mengurangi penderitaan dan bahkan
men#elamatkan n#a4a korban. )eberapa kecelakaan #ang terjadi seperti>
- luka dan perdarahan8
- patah tulang8
- luka bakar8
- Pajanan bahan kimia8
- Kangguan perna(asan! peredaran darah dan kesadaran8
36
- *engatan listrik8
- -ekurangan oksigen8
- Pajanan suhu ekstrim8
- ,dan#a gas beracun8 dan lain5lain
Pen#ediaan (asilitas P1- di tempat kerja #ang didukung petugas #ang
mempun#ai pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang P1- di tempat
kerja akan dapat menekan atau mengurangi konsekuensi #ang
ditimbulkan. Petugas P1- di tempat kerja dengan rasio sebagai berikut>
Dasilitas P1- di +empat -erja meliputi > =uang P1-! -otak P1- dan
isi! ,lat e7akuasi dan alat transportasi! dan (asilitas tambahan berupa alat
pelindung diri dan/atau peralatan khusus di tempat kerja #ang memiliki
potensi baha#a #ang bersi(at khusus. ,lat pelindung diri khusus
disesuaikan dengan potensi baha#a #ang ada di tempat kerja #ang
digunakan dalam keadaan darurat! misaln#a alat untuk pembasahan
tubuh cepat (sho4er) dan pembilasan/pencucian mata. -otak P1- harus
terbuat dari bahan #ang kuat dan mudah dipindah/diangkat dari tempatn#a
jika ada kecelakaan dan diberi label. -otak P1- ditempatkan pada tempat
#ang mudah dilihat dan dijangkau! diberi tanda arah #ang jelas serta
cukup caha#a. Penempatan dan jumlah minimum kotak P1- disesuaikan
dengan jenis tempat kerja dan jumlah pekerja/buruh.
37
Pelaksanaan P1- di tempat kerja harus menjamin sistem
penanganan kecelakaan di tempat kerja sampai mendapatkan rujukan ke
(asilitas pela#anan kesehatan dengan pen#ediaan (asilitas P1- #ang
sesuai dengan si(at pekerjaan. Dasilitas pela#anan #ang menjadi rujukan
38
P1- dapat diberikan pada klinik perusahaan atau kerjasama dengan
klinik/rumah sakit di luar perusahaan. 3ntuk menjaga atau
mempertahankan kondisi kesehatan pekerja perlu dilakukan pemeriksaan
kesehatan secara berkala bagi pekerja.
e. 7asilitas tam5ahan untu6 6esehatan tena'a 6e$ja
+ergantung pada ukuran! bentuk dan si(at tenaga kerja! ,nda mungkin
perlu men#ediakan (asilitas kesejahteraan dan perlindungan tambahan
berikut diba4ah ini.
Pakaian kerja > Pakaian #ang sesuai dapat memberikan perlindungan
bagi pekerja! seperti penambang dan mereka #ang bekerja di suhu
ekstrim. Pekerja memiliki hak untuk mendapatkan in(ormasi tentang
hal5hal #ang merupakan praktek terbaik. *etiap pers#aratan dalam
kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja untuk mengenakan
pakaian khusus harus memenuhi standar nasional dan internasional.
,pabila pekerja di4ajibkan untuk mengenakan pakaian atau seragam
tertentu (seperti untuk pela#an)! mereka harus berkonsultasi untuk
memastikan bah4a mereka mendapat pakaian #ang cocok dan
n#aman. )entuk pakaian harus sesuai dengan pekerjaan dan sopan. Ini
berarti bah4a tidak melanggar norma5norma buda#a / agama! gender
atau pre(erensi lainn#a dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan
para pen#andang cacat. *emua pakaian #ang dikenakan sebagai
bagian dari ke4ajiban pekerjaan umum harus disediakan oleh
perusahaan.
Dasilitas rekreasi dan ruang istirahat. 3ntuk menjadi produkti(
dibutuhkan pikiran #ang jernih dan pikiran #ang ter(okus maka
diperlukan istirahat dan rekreasi. -amar atau ruang istirahat harus
dibuat didalam atau didekat gedung dengan akses #ang mudah bagi
para pekerja. Jika mungkin! (asilitas harus mencakup ruang untuk
latihan atau olahraga ringan! seperti tenis meja atau basket. Istirahat
dan pemulihan sangat penting untuk>
- Pekerja pada pekerjaan #ang membutuhkan konsentrasi tinggi8
39
- Pekerja shi(t! #ang mungkin perlu untuk berbaring dan beristirahat8
- Aanita (atau pria) #ang kadang5kadang perlu ruang spesi(ik #ang
bersih dan aman misaln#a ruang tertentu untuk men#usui atau
mendiskusikan isu5isu gender5spesi(ik dan sensiti(! seperti
pelecehan seksual. -omite /representati( kesehatan dan
keselamatan perusahaan harus mengadakan konsultasi terpisah
dengan pekerja perempuan tentang hal ini8
- Pekerja pen#andang cacat #ang mungkin memiliki kebutuhan
tertentu /khusus dan orang5orang membutuhkan berolahraga
(perokok dapat dianjurkan untuk mengambil Mtime5outM dalam ruang
daripada keluar untuk merokok).
Dengan men#ediakan (asilitas ini dan 4aktu kar#a4an atau tenaga
kerja untuk menggunakann#a maka dapat membantu pekerja dan manajer
untuk tetap sehat dan n#aman sehingga mereka dapat produkti( untk
bekerja secara maksimal. =asa memiliki dan semangat tim! #ang
merupakan hal penting untuk kerjasama di tempat kerja! juga dapat
didorong dengan membentuk tim olahraga atau klub sosial pekerja
(mungkin dengan bantuan dana). Oleh karena itu bia#a penunjang
kegiatan tersebut dapat dilihat sebagai in7estasi untuk kebugaran (isik dan
psikologis produkti7itas tenaga kerja.
+ransportasi ke dan dari tempat kerja > Pekerja perempuan! dan juga laki5
laki (terutama pada shi(t malam)! beresiko jika mereka harus menunggu
lama untuk transportasi di tempat umum #ang tidak aman atau pada
4aktu #ang tidak aman. Manajemen harus 4aspada terhadap kesulitan
#ang dialami oleh pekerja dalam perjalanan menuju dan dari tempat kerja.
Jika ada kekurangan pada transportasi publik! tidak dapat diandalkan dan
tidak aman maka perusahaan dapat mempertimbangkan men#ediakan
la#anan transportasi. Ini dapat dinegosiasikan berkenaan dengan
pemba#aran.
Pengasuhan ,nak> -etika menilai isu kesejahteraan! kebutuhan pekerja
dengan tanggungan anak atau kerabat tua/sakit harus diberikan perhatian.
&al ini terutama penting di negaranegara di mana adan#a pen#akit
40
(khususn#a &IL ,ID*) atau kon(lik meningkatkan jumlah orang tua
tunggal. *ebuah diskusi #ang sensiti( dengan orang tua/4ali tentang
masalah ini (mungkin dalam satu kelompok jenis kelamin) menjadi bagian
penting untuk memahami masalah #ang mereka hadapi. Mengatasi
masalah ini akan membantu para pekerja untuk mencapai (okus bekerja
maksimal. Memberikan pengasuhan anak di tempat kerja bisa
dipertimbangkan! tetapi adaptasi kecil juga dapat membuat perbedaan
besar. Ini mungkin termasuk>
- membuat pen#esuaian kecil dalam jam kerja atau pengaturan cuti untuk
tanggung ja4ab keluarga dan pekerjaan harus seimbang8
- memungkinkan pekerja untuk mengambil satu jam keluar dari
pekerjaan untuk bertemu dokter8
- membiarkan pekerja menggunakan telepon untuk menghubungi
kerabat #ang sakit8
- men#ediakan in(ormasi tentang (asilitas penitipan anak.
Kate'"$i D4 $isi6" #$i5a(i (an #si6"l"'is
Jika suatu perusahaan ingin memaksimalkan produkti7itas! perlu
menciptakan tempat kerja di mana pekerja merasa aman dan dihormati.
Isu ini melampaui keselamatan (isik dan termasuk melindungi
kesejahteraan diri! martabat dan mental pekerja. Intimidasi atau
pelecehan sering mengancam rasa kesejahteraan dan keamanan pekerja
di tempat kerja.
a. Pele8ehan (an #en'ania3aan
Pelecehan mengacu pada berbagai perilaku #ang tidak diinginkan dan
dianggap sebagai gangguan termasuk mengania#a! memaksa!
mengganggu! mengintimidasi dan menghina orang lain karena ras! usia!
kecacatan! atau jenis kelamin. Dalam segala bentuk! umumn#a pelecehan
terjadi karena perbedaan dalam kekuatan misaln#a seseorang (atau
sekelompok orang) dengan kekuasaan atau 4e4enangn#a melecehkan
seseorang #ang mempun#ai posisi kurang kuat. *ering pelaku pelecehan
melakukan tindak pelecehan dengan caran#a dan tidak peduli terhadap
41
dampak #ang terjadi pada korban. Mereka perca#a bah4a korban dalam
posisi #ang lemah! harus siap dengan perilaku ini. Dalam kasus lain
pelaku pelecehan sepenuhn#a men#adari dampak buruk tingkah lakun#a
dan ini dapat menjadi bagian dari pen#ebab korban keluar dari
pekerjaann#a. Dalam kedua kasus! korban pelecehan sering merasa tak
berda#a! dipermalukan!
terisolasi dan direndahkan. Pelecehan biasan#a serangkaian insiden!
bukan satu peristi4a dan mungkin mencakup>
- memukul atau mendorong8
- berteriak! mengejek atau mengolok5olok orang8
- mengancam untuk memberikan penilaian kinerja #ang buruk8
- menolak makan dengan seseorang8
- kritik oleh seorang manajer secara publik 8
- memindahkan pekerja karena memiliki &IL8
- pelecehan seksual (lihat sub bab berikutn#a.)
*iapa saja bisa diganggu! tetapi lebih mungkin terjadi jika orang tersebut>
- berbeda (dalam kepribadian! penampilan (isik! 4arna kulit! dll)8
- terisolasi8
- berada di ba4ah penga4asan pelaku pelecehan8
- tidak memiliki cara #ang jelas untuk mengeluh.
5. Pele8ehan se6sual
Pelecehan seksual adalah perlakuan #ang tidak diinginkan #ang
bersi(at seksual! atau berdasarkan jenis kelamin! mempengaruhi martabat
perempuan dan laki5laki di tempat kerja. Pelecehan seksual bisa
melibatkan segala sesuatu #ang bersi(at gender dan tindakan seksual
#ang tidak diinginkan. Da(tar berikut memuat beberapa dari bentuk.
- Pen#erangan dan pemerkosaan seksual di tempat kerja5merupakan
pelecehan seksual dalam bentuk #ang paling menonjol8
- Pelecehan (isik! termasuk mencium! menepuk! men#entuh! atau
mencubit dengan cara seksual8
42
- Pelecehan 7erbal ! termasuk komentar #ang tidak diinginkan tentang!
kehidupan penampilan pribadi atau badan seseorang ! penghinaan
dan merendahkan didasarkan pada jenis kelamin seseorang dan
lelucon dicerita5kan dalam cara #ang o(ensi(8
- *ebuah permintaan untuk melakukan hubungan seks dengan imbalan
man(aat pekerjaan (kenaikan upah! promosi atau kesempatan
pelatihan! dll) atau han#a untuk menjaga pekerjaan korban. )entuk
pelecehan seksual juga merupakan pen#alahgunaan 4e4enang oleh
majikan (atau agen majikan) dan kadang5kadang digambarkan
sebagai pemeras seksual8
- Pelecehan gestural! #ang melibatkan gerakan bernada seksual seperti
kedip5an! mengangguk! gerakan dengan tangan! kaki atau jari!
menjilati bibir8
- Pelecehan tertulis atau gra(ik! termasuk menampilkan materi
pornogra(i dan pelecehan melalui surat! email dan bentuk komunikasi
lainn#a8
- Pelecehan emosional! melibatkan perilaku #ang isolat! adalah
diskriminati( terhadap! atau mengecualikan seseorang atas dasarn#a
atau seksn#a.
-orban pelecehan seksual
)aik pria maupun 4anita! tanpa memandang usia! status perka4inan!
penampilan (isik! latar belakang! atau status pro(esional dapat menjadi
korban pelecehan seksual. 6amun! perempuan cenderung lebih rentan
daripada pria. &al ini karena mereka sering memiliki posisi lemah dalam
mas#arakat! da#a ta4ar rendah di pasar tenaga kerja dan kekuatan (isik
#ang kurang/ tinggi untuk menahan kekerasan (isik. *ur7ei menunjukkan
bah4a setidakn#a 2$ persen dari semua perempuan #ang bekerja dan
seban#ak '% persen pria #ang bekerja telah mengalami beberapa bentuk
pelecehan seksual. -hususn#a kelompok rentan lainn#a termasuk>
- Pekerja muda 8
- Lajang! pisah! janda atau pekerja bercerai 8
43
- Pekerja di pekerjaan non5tradisional8
- Pekerja perempuan di lingkungan ma#oritas laki5laki8
- )uruh kasual atau migran.
*eperti pelecehan lainn#a! pelecehan seksual memalukan dan
merendahkan. 6amun! di samping itu! pengalaman pelecehan seksual
sangat pribadi! emosional #ang men#akitkan dan sulit untuk dibicarakan.
-etika korban dia4asi/dikelola oleh peleceh! mereka sering takut
pembalasan di tempat kerja jika mereka melaporkan apa #ang telah
terjadi> penolakan untuk promosi! diberi tugas terburuk memalukan atau
kehilangan pekerjaan mereka sepenuhn#a. ,kibatn#a! pelecehan seksual
sering kali tidak dilaporkan.
Pentingn#a pencegahan pelecehan seksual
*ebagaimana disebutkan di atas! pelecehan seksual sering kali tidak
dilaporkan! namun ini tidak berarti bah4a konsekuensi #ang sepele.
Mereka dapat meliputi>
- pen#akit (isik atau pen#akit! seperti sakit kepala! gangguan kulit
dan masalah pencernaan8
- ketegangan! kecemasan! depresi dan insomnia8
- kepuasan kerja berkurang! moti7asi kerja8
- hilangn#a keperca#aan dan kinerja kerja (Penelitian menunjukkan
bah4a insiden pelecehan seksual dapat men#ebabkan penurunan
tajam dalam produkti7itas oleh korban)8
- pekerja dilecehkan sering akan meninggalkan pekerjaan daripada
melaporkan insiden.
Pelaku pelecehan cenderung untuk mengulangi perilaku #ang sama!
sangat mungkin bah4a pekerja baru akan menjadi korban perilaku #ang
sama dan pelecehan akan terjadi lagi. )ia#a hukum dapat menjadi bia#a
lain! dalam hal korban pelecehan seksual mengejar tindakan hukum atas
kerusakan! upah hilang atau pemulihan.
Pencegahan dari pelecehan diantaran#a >
- Aaspada dan sadar > Pelecehan bisa terjadi dimana saja dan kapan
saja. *emua orang di tempat kerja perlu men#adari risiko dan tanda5
44
tanda! dan siap untuk melaporkann#a. Pelecehan seksual adalah
salah satu bentuk #ang paling umum dari pelecehan tetapi paling
sedikit dilaporkan.
- Mengambil tindakan untuk mengurangi risiko pelecehan. Pelecehan
biasan#a! meskipun tidak selalu! berlangsung secara rahasia.
+indakan mengurangi isolasi dapat membantu! seperti meningkatkan
pencaha#aan di daerah #ang temaram dan tidak memposisikan
kemungkinan korban pelecehan (seksual) di daerah terpencil di
perusahaan. 6amun! #ang paling e(ekti(! tindakan perlu berdampak
pada peleceh potensial! #ang berarti meningkatkan kesadaran dan
menunjukkan toleransi nol.
- Men#ediakan konseling dan dukungan. -onseling #ang tepat dapat
membantu para korban! sehingga perusahaan dapat membantu
pekerja dengan memberikan rincian kontak dari organisasiorganisasi
#ang men#ediakan konseling. Mengembangkan kebijakan
menggabungkan aturan kerja dan keluhan #ang transparan dan
prosedur in7estigasi #ang>
a. Mende(inisikan pelecehan dengan jelas! termasuk pelecehan
seksual! dan membuat jelas bah4a pelecehan tidak akan
ditoleransi8
b. Menetapkan bah4a setiap pekerja berhak untuk diperlakukan
dengan hormat di tempat kerja8
c. Men#ediakan bagi indi7idu untuk mengambil peran S(ocal
pointSuntuk kasus5kasus pelecehan seksual! untuk memastikan
bah4a para korban mendengarkan dengan sensiti7itas8
d. Jadilah sub#ek konsultasi dengan pekerja dan manajer dan
berbagi dengan semua sta( dan semua rekrutan baru8
e. memberi perhatian manajer dan super7isor dan membuat jelas
mereka memiliki tugas untuk melaksanakan kebijakan dan akan
diajarkan bagaimana.
(. +entukan prosedur #ang harus diikuti jika insiden terjadi atau
diduga. Ini harus mencakup>
45
- *ebuah proses langkah5demi5langkah untuk penanganan
dan men#elidiki keluhan dengan batas 4aktu pada setiap
langkah8
- Prosedur banding! pihak sehingga tidak puas (korban atau
terdak4a) dapat mengajukan banding hasil in7estigasi
kepada otoritas #ang lebih tinggi8
- &apus aturan disiplin #ang men#atakan hukuman #ang akan
dikenakan jika keluhan ditemukan dibenarkan.
8. HI:;AID! Di Tem#at Ke$ja
-asus &IL/,ID* terdapat kecenderungan jumlahn#a meningkat
dari 4aktu ke 4aktu. Jumlah kasus &IL/,ID* sebagian besar terdapat
pada kelompok usia kerja produkti( #ang akan berdampak negati(
terhadap produkti7itas perusahaan. Maka untuk mengantisipasi dampak
negati( dari kasus &IL/,ID* di tempat kerja diperlukan upa#a pencegahan
dan penanggulangan #ang optimal. 3ntuk melaksanakan upa#a
pencegahan dan penangglangan &IL/,ID* di tempat kerja! pengusaha
4ajib>
- Mengembangkan kebijakan tentang upa#a pencegahan dan
penanggulangan &IL/,ID*8
- Mengkomunikasikan kebijakan dengan cara men#ebarluaskan
in(ormasi dan men#elenggarakan pendidikan dan pelatihan
- Memberikan perlindungan kepada Pekerja/)uruh dengan &IL/,ID*
dari tindak dan perlakuan diskriminasi
- Menerapkan prosedur -1 khusus untuk pencegahan dan
penanggulangan&IL/,ID* sesuai denganperaturan perundang5
undangan dan standar #ang berlaku.
3ntuk petugas P1- di tempat kerja dalam memberikan pertolongan
pertama harus memperhatikan 3ni7ersal Precaution! dimana bertujuan
untuk mengurangi risiko in(eksi terutama #ang ditularkan melalui darah
dan cairan tubuh tanpa membedakan status in(eksi #ang dapat dicapai
dengan>
46
- &indari kontak langsung dengan darah/cairan tubuh korban dengan
menggunakan ,PD secara memadai8
- Euci tangan sebelum dan segera sesudah melakukan tindakan
dengan air mengalir dan sabun atau anti septik lainn#a8
- )ersihkan segera ceceran darah/cairan tubuh korban secepat
mungkin dengan disiram antiseptik! dan buang ke tempat
pembuangan khusus dan dianggap sebagai limbah berbaha#a karena
bersi(at in(eksius8
- Pakaian dan peralatan #ang kontak dengan darah/cairan tubuh korban
segera direbus/direndam air panas minimal 0$ E.
)ah4a status &IL seseorang pekerja tidak boleh men#ebabkan ia
mengalami diskriminasi di tempat kerja. ,palagi menjadi alasan untuk
diberhentikan dari pekerjaann#a. -arena &IL/,ID* tidak akan menular
kepada pekerja lain dalam hubungan sosial sehari5hari dalam lingkungan
kerja. 3pa#a5upa#a pencegahan &IL dan ,ID* di tempat kerja akan dapat
mencegah penularan &IL terhadap para pekerja dan melakukan upa#a5
upa#a pendidikan kesehatan pada semua pekerja sehingga tetap
produkti(.
(. Na$6"5a Di Tem#at Ke$ja
3ntuk mencegah dan menanggulangi pengaruh buruk terhadap
kesehatan! ketertiban! keamanan dan produkti7itas kerja akibat
pen#alahgunaan dan peredaran gelap narkotika! psikotropika dan Bat
adikti( lainn#a di tempat kerja diperlukan upa#a pencegahan dan
penangggulangan #ang optimal! serta peran akti( pihak pengusaha dan
pekerja. 3pa#a akti( dari pihak pengusaha dalam pencegahan dan
penanggulangan pen#alahgunaan dan peredaran gelap narkotika!
psikotropika dan Bat adikti( lainn#a di tempat kerja adalah dengan
penetapan kebijakan serta pen#usunan dan
pelaksanaan program. 6arkoba dapat mempengaruhi kondisi kesehatan
dan mengakibatkan kecelakaan serta penurunan produkti7itas. Dengan
upa#a pencegahan dan penanggulangan pen#alahgunaan 6arkoba di
47
tempat kerja maka pekerja dapat terhindar dari baha#a naarkoba
sehingga selalu sehat dan tetap produkti(.
2.- P$a6ti6 Pe$a%atan Kesehatan Ke$ja
2.-.1 Pe$s3a$atan Pe$a%at Kesehatan Ke$ja
Menurut ,merican ,ssociation o( Occupational &ealth
6urses! pera4at hiperkes (h#giene perusahaan < kesehatan kerja)
#aitu 9orang #ang memberikan pela#anan kepera4atan medis
kepada tenaga kerja?. ,dapun pers#aratan pera4at hiperkes
adalah >
'. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dan teknik
pera4atan dalam hal pertolongan pertama pada kecelakaan
ringan keadaan darurat
2. Melengkapi diri degan pengetahuan<keterampilan khusus
kesehatan kerja
Pengetahuan dan keterampilan #ang harus dimiliki pera4at
&iperkes >
a. pengetahuan tentang undang5undang kesehatan
b. *anitasi
c. Pen#akit akibat kerja
d. Pendidikan kesehatan kepada tenaga kerja
e. )aha#a pemaparan dari proses industri
(. Pencatatan dan pelaporan
g. ,suransi kesehatan
2.-.2 7un'si #e$a%at
Dungsi pera4at dalam keselamatan dan kesehatan kerja (-1) di industr#
adalah sebagai berikut (6asrul @((end#! '..0).
Promotor! -onselor! dan *uper7isi -esehatan
Mengkaji Masalah -esehatan Pekerja
Mengumpulkan data para pekerja! mencakup biodata! ri4a#at
pen#akit #ang lalu! masalah kesehatan pekerja saat ini.
Menganalisa masalah kesehatan pekerja.
Menentukan kesehatan pekerja.
Men#usun prioritas masalah.
Men#usun rencana askep pekerja! meliputi >
48
O Merumuskan tujuan
O Men#usun rencana tindakan
O Men#usun kriteria keberhasilan
Melaksanakan Pela#anan -esehatan < pera4atan terhadap
pekerja
O Memberikan askep di klinik sesuai dg perencanaan
O -olaborasi dengan dokter dalam melakukan tindakan medik
O Melakukan P1-
O Melakukan rujukan
Melakukan penilaian
O Menilai hasil askep berpedoman pada tujuan dan criteria
hasisl
O Membandingkan hasil dengan tujuan dan criteria hasil #ang
telah dirumuskan
2.-.3 Tu'as #e$a%at
+ugas pera4at dalam keselamatan dan kesehatan kerja (-1) di
industr# adalah sebagai berikut (6asrul @((end#! '..0).
a. Penga4asan terhadap lingkungan pekerja (*uper7isi)
b. Memelihara (asilitas kesehatan perusahaan
c. Membantu pekerja dalam pemeriksaan dokter
d. Membantu dalam penilaian kesehatan pekerja
e. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja
(. Pemeriksaan lanjutan setelah sakit atau cedera
g. Pemeriksaan bagi mereka #ang mengidap pen#akit #ang susah
dikenal dan mereka #ang bekerja dalam lingkungan berbaha#a
h. Mengembangkan dan melaksanakan program imunisasi dan
7aksinasi
i. Memberikan pelatihan kepada petugas pertolongan pertama.
j. Pera4at kesehatan kerja sebagai penasehat bagi
manajemen dan pekerja! maka dari itu seharusn#a nasihat #ang
diberikann#a benar! diberikan menurut tata cara #ang baik dan
bukan diba4ah tekanan.
k. Merencanakan < melaksanakan kunjungan < pera4atan di
rumah pada pekerja dan keluargan#a #g mempun#ai masalah
49
l. )erpartisipasi dalam pendidikan &#perkes terhadap pekerja
m. +urut ambil bagian dalam usaha keselamatan kerja
n. pendidikan mengenai -) terhadap pekerja/ keluargan#a
o. Membantu usaha pen#elidikan kesehatan kerja
p. Mengkoordinasi dan menga4asi pelaksanaan hiperkes.
2.-.- Ma8am Peme$i6saan Kesehatan menu$ut Pe$atu$an Mente$i
Tena'a Ke$ja < T$ansmi'$asi N".PER.12;MEN;1+01
'. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja
a. pre placement health eJamination
b. pre emplo#ment helath eJamination
. Pemeriksaan kesehatan berkala
a. periodik health eJamination
b. annual helath eJamination
1. Pemeriksan kesehatan khusus
a. special health eJamination
1. Peme$i6saan 6esehatan se5elum 6e$ja
3ntuk mendapatkan tenaga kerja #ang diterima dalam kondisi
kesehatan #ang setinggi5tinggin#a
+idak mempun#ai pen#akit menular
Pen#esuaian dengan jenis pekerjaan #ang dilakukan
2. Peme$i6saan 6esehatan 5e$6ala
3ntuk menilai e(ekti(itas usaha pencegahan #ang telah dilakukan
oleh perusahaan
3ntuk mengidenti(ikasi sedini mungkin tenaga5tenaga kerja #ang
menunjukkan gangguan kesehatan oleh karena pekerjaan/
lingkungan kerja
3. Peme$i6saan 6esehatan 6husus
3ntuk menilai adan#a pengaruh5pengaruh dari pekerjaan tertentu
terhadap tenaga kerja atau golongan5golongan tenaga kerja
tertentu
Pemeriksaan ini dilakukan terhadap >
'. +- #ang telah mengalami kecelakaan/ P,-! sehingga memerlukan
pera4atan Q minggu
50
. +- berusia U2$ tahun/ +- 4anita/ +- cacat/ +- muda #ang melakukan
pekerjaan tertentu
1. +- #ang mendapat dugaan5dugaan tertentu mengenai masalah
kesehatan
2. +- #ang akan pension (ada/ tidak adan#a gangguan kesehatan akibat
kerja)
Hasil #eme$i6saan 6esehatan 5e$6ala (an 6husus
*ehat
Perlu tindak lanjut adan#a kelainan medis #ang ditemukan
Perlu tindak lanjut dari segi pekerjaan masih memungkinkan atau
tidak
Klasi&i6asi hasil #eme$i6saan &isi6
)aik sekali (tidak ada cacat) #aitu dapat bekerja apapun! misaln#a >
seleksi +6I
)aik (ada cacat kecil dapat dikoreksi) #aitu dapat bekerja! misaln#a >
caries! koreksi mata! re(lek patella menurun
)aik han#a untuk pekerjaan tertentu #aitu mempun#ai kekurangan /
kecacatan #ang bisa mempengaruhi da#a kerja! misaln#a cacat #ang
sulit diperbaiki > hernia! sakit jantung! diabetes! +)E #g sudah tenang
+idak baik (pun#a pen#akit #ang membaha#akan) #aitu termasuk tidak
dapat dipekerjakan! misaln#a > pen#akit rohani / ji4a! epilepsi! +)E
akti(
Kesim#ulan Hasil Peme$i6saan 7isi6
a. Dit (or all dut# > dapat melakukan segala macam pekerjaan dan tidak
ada kelainan (isik atau cacat
b. Dit (or dut# 4ith minor correctable de(ect > dapat melakukan tugas /
pekerjaan dengan kelainan ringan #ang dapat dikoreksi! misaln#a
gangguan ketajaman penglihatan! gigi berlubang
c. Dit (or selected/ limited dut# > dapat melakukan pekerjaan atau tugas
tertentu #ang terbatas karena adan#a de(ek/ pen#ekit #ang menetap.
+enaga kerja ini dpt melakukan pekerjaan #ang khusus dan
ditempatkan pada tempat #ang sesuai sekitarn#a. Eontohn#a
51
seseorang #ang buta 4arna mash dapat ditempatkan pada unit kerja
#ang tidak memerlukan persepsi 4arna
d. 3n5(it (or all dut# > tidak dapat dipekerjakan pada saat ini. Misaln#a
sedang menderita pen#akit menular akut! gangguan ji4a! dsb.
2.-.. Tin'6at Pen8e'ahan Gan''uan Kesehatan<Ke8ela6aan A6i5at Ke$ja
Penerapan konsep lima tingkatan pencegahan pen#akit ("ive level
o" prevention disease) pada pen#akit akibat kerja diantaran#a adalah
health promotion$ spesi"ic protection$ early diagnosis and prompt
treatmenr$ rehabilitation$ dan disability limitation.
A. Peningkatan Kesehatan (Health Promotion)
Pendidikan kesehatan pada pekerja
Peningkatan dan perbaikan giBi pekerja
Perkembangan keji4aan pekerja #ang sehat
Pen#ediaan perumahan pekerja #angg sehat
=ekreasi bagi pekerja
Pen#ediaan tempat < lingkungan kerja #ang sehat
Pemeriksaan sebelum bekerja
Perhatian terhadap (aktor keturunan
B. Perlindungan Khusus (Speciik Protection)
Pemberian imunisasi
&#giene kerja #ang baik
*anitasi lingkungan kerja #ang sehat
Perlindungan diri terhadap baha#a pekerjaan
Pengendalian baha#a akibat kerja
Perlindungan terhadap (actor karsinogen
Menghindari sebab alergi
Perserasian manusia (pekerja) dengan mesin
!. "iagnosa "ini dan Pengobatan #ang $epat (%arl# "iagnosis and
Promtreatment)
Pen#aringan dan identi(ikasi tenaga kerja (perorangan/ kelompok)
#ang rentan terhadap gangguan pen#akit
Keneral ceck up secara teratur terhadap pekerja dengan tujuan >
mengobati < mencegah proses pen#akit
mencegah penularan pen#akit
mencegah komplikasi
". Pencegahan Kecacatan (disabilit# &imitation)
52
Pengobatan #ang adekuat untuk mencegah < menghentikan
proses pen#akit
Pera4atan #ang baik
Pen#ediaan (asilitas untuk membatasi kecacatan dan mencegah
kematian seperti (asilitas untuk pemeriksaan (isik dan penunjang
%. Pemulihan (Rehabilitation)
@7aluasi tingkat kecacatan pekerja
Merekomendasikan penempatan kembali tenaga kerja #ang cacat
dan sesudah pera4atan #ang lama secara selekti( sesuai dengan
kemampuann#a
2.. Isu P$a6ti6 Pe$a%atan Kesehatan Ke$ja
Di Indonesia! praktek -esehatan -erja mulai berjalan secara lebih
terarah pada beberapa perusahaan besar sejak 33 6o.' tahun './$
tentang -eselamatan -erja diberlakukan. *ebagian besar pekerja
3M-M di sektor (ormal atau in(ormal tidak terakses kesehatan kerja.
Pelaksanaan di perusahaan (ormal sangat ber7ariasi mencakup (')
sangat sederhana berupa P1- untuk menangani pekerja #ang
mengalami kecelakaan kerja atau pen#akit akut. Dengan demikian!
han#a melaksanakan upa#a kurati( dan rehabilita(! terutama di
perusahaan besar8 ) upa#a komperhensi( mencakup promoti(!
pre7enti(! kurati( dan rehabilitati( sesuai dengan #ang dipers#aratkan
oleh Peraturan Menteri +enaga -erja dan +ransmigrasi =.I. 6o.
Per.$1/Men/'.0! pasal dan diusulkan oleh IEO& tahun $$%8 (1)
sebagian kecil mulai mengoutsource upa#a kurati( dan rehabilitati( dan
(okus menjalankan (ungsi promosi dan pre7ensi sesuai #ang
dirumuskan oleh -omisi Kabungan ILO dan A&O tahun '..%.
Pada praktik di lapangan! pengandil (sta(eholders) kesehatan
kerja meliputi pekerja dan 4akiln#a (serikat pekerja)! manajemen atau
pemilik usaha! dan pemerintah. -omponen pemerintah meliputi
Depertemen -esehatan! Depertemen +enaga -erja dan +ransmigrasi!
Departemen @nergi dan *umber Da#a Mineral serta instansi teknis
terkait lainn#a! akademisi dan asosiasi pro(esi.
53
Isu terkini dalam praktik kesehatan kerja di Indonesia antara lain
meliputi perkembangan ') kebutuhan peningkatan koordinasi dan
sinergi antar pengandil ) kebutuhan pada harmonisasi peraturan
perundang5undangan dan sistem in(ormasi/ pelaporan kepada instansi
terkait #ang lebih terarah dan tidak tumpang tindih. 1) kebutuhan
dukungan pemerintah dalam penegakkan ke4ajiban dan penegakkan
hukum (la+ en"orcement)! serta dukungan sumber da#a manusia dan
(asilitas (capacity building) dalam pelaksanaan kesehatan kerja di dunia
usaha dan dunia kerja. 2) kebutuhan standar kompetensi pro(esi
-esehatan -erja untuk menjamin mutu pela#anan. %) konsep dosis
pajanan. Praktisi membutuhkan nilai ambang batas pajanan toksikan
atau substansi lainn#a #ang berada di lingkungan kerja! agar pekerja
tidak terkena dampak kesehatan. ") rekognisi hubungan antara tugas
atau pekerjaan tertentu dengan status kesehatan atau pen#akit.
Misaln#a pengemudi taksi dengan pen#akit n#eri punggung ba4ah (lo+
bac( pain). /) studi epidemiologi #ang menentukan hubungan antara
pen#akit dan (aktor risiko.
2...1 Eti6a Kesehatan Ke$ja
Pelaksanaan upa#a kesehatan kerja dengan subjek manusia
tersebut memerlukan etika! karena ada unsur &,M #ang harus
dihormati dan dijaga. @tika kesehatan kerja tidak persis sama dengan
etika kedokteran! karena> (') tanggung ja4ab pro(esi kesehatan kerja
#ang kompleks terhadap pekerja! pemberi kerja! lembaga terkait
kesehatan mas#arakat! kesejahteraan sosial dan hukum8 () pro(esi
kesehatan kerja terdiri dari ban#ak indi7idu #ang berasal dari berbagai
disiplin ilmu8 dan (1) pendekatan multidisiplin dengan latar belakang
#ang ber7ariasi.
Di Indonesia! kode etik #ang terkait dengan kesehatan kerja telah
disusun oleh beberapa organisasi pro(esi! antara lain> ') -ode @tik
Dokter -esehatan -erja disusun ID-I ('...). ) -ode @tik *pesialis
-edokteran Okupasi disusun P@=DO-I ($$2). 1) Di tingkat
internasional! kode etik pertama pro(esi kesehatan kerja dipublikasi
54
oleh IEO& pada tahun '.. dan dire7isi pada tahun $$. -ode etik ini
rele7an bagi pro(esional #ang bertugas di perusahaan! sektor s4asta/
umum! berkaitan dengan -1! h#giene dan lingkungan kerja. -ode etik
tersebut juga berlaku bagi indi7idu/ organisasi pela#anan -1 terhadap
pelanggan dan dalam pela#anan kesehatan mas#arakat atau
komersial.
Prinsip etika dan nilai dalam kode etik IEO& tersebut mencakup>
') -esehatan kerja bertujuan memberikan pela#anan kesehatan dan
kesejahteraan sosial bagi pekerja! indi7idu atau kelompok. Praktik
kesehatan kerja harus berdasarkan standar tertinggi pro(esi dan prinsip
etika. ) -ebijakan dan program kesehatan kerja melindungi kehidupan
< kesehatan pekerja! menjunjung &,M dan etika )erintegritas! tidak
apriori! menjaga kerahasiaan data dan privacy pekerja. 1) )ebas
berkar#a sebagai ahli dalam menjalankan (ungsi kesehatan kerja.
Mendapatkan dan menjaga kompetensi serta kondisi #ang diperlukan
dalam menjalankan tugas sesuai praktik #ang baik dan etika pro(esi.
2...2 Dimensi Kesehatan (an Keselamatan Ke$ja
Di Indonesia! minimn#a perhatian terhadap kesehatan dan
keselamatan kerja kemungkinan besar disebabkan oleh ruang lingkup
masalah tersebut #ang amat luas! bersi(at lintas sektor dan
men#angkut berbagai aspek. Oleh karenan#a pengelolaann#a pun
tentu bersi(at lintas sektor dan membutuhkan koordinasi #ang intens
antar semua pihak terkait.
*ementara #ang juga menjadi salah satu kelemahan serius di
Indonesia adalah rendahn#a kemampuan berkoordinasi! baik dalam
perencanaan program maupun dalam pelaksanaan suatu kebijakan.
Dalam soal kesehatan dan keselamatan kerja! misaln#a! #ang
dibutuhkan minimal koordinasi #ang intens antara pihak #ang terlibat
dalam dunia kesehatan dan dunia ketenaga5kerjaan! baik pada
lingkup operasional! penentu kebijakan! maupun dengan elemen #ang
terlibat dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
55
Dengan kata lain! kesehatan dan keselamatan kerja dapat dilihat
dari berbagai sisi! antara lain>
Dari ruang lingkupn#a -51 dapat diartikan sebagai suatu masalah
#ang berkaitan dengan Dunia -esehatan dan Dunia -erja #ang
serius saat ini dan menarik perhatian mas#arakat internasional.
*ebagai disiplin ilmu merupakan ilmu kesehatan #ang
memberikan perhatian besar terhadap hubungan timbal balik
antara aspek kesehatan dan aspek kerja.
*ementara dari aspek politik dan kebijakan publik dapat
dicerminkan dengan berbagai peraturan dan kebijakan Obaik global
maupun nasionalO #ang bertujuan melindungi pekerja dan (aktor
#ang dapat mengancam kesehatan dan keselamatann#a dalam
pekerjaan.
2...3 An8aman (an Gan''uan
)erdasarkan pengamatan! gangguan dan ancaman terhadap
kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia disebabkan oleh
berbagai (aktor #ang dalam keseharian sering luput dari
perhatian. )erbagai (aktor pen#ebab tersebut dapat dibagi atas tiga
kelompok! #akni>
1. Daktor Manusia! sebagai pen#ebab dominan (sekitar 0$N)
terganggun#a kesehatan dan keselamatan kerja. Ini disebabkan
manajemen sumber da#a manusia diban#ak perusahaan #ang
tidak cermat memperhatikan kondisi spesi(ik indi7idual #ang
berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja! seperti>
a) 3sia= misaln#a menempatkan pekerja #ang terlalu tua atau
terlalu muda sehingga tidak sesuai dengan bidang kerja #ang
ditangani.
b) Pengalaman! pendidikan! ketrampilan= misaln#a menempatkan
pekerja #ang kurang terlatih untuk jenis pekerjaan tertentu! atau
kompetensi tidak sesuai dengan bidang pekerjaan.
c) -epribadian! #akni berkaitan dengan tingkat ketelitian!
keseriusan atau perilaku ceroboh dari pekerja.
56
d) -esehatan (isik < psikis! antara lain karena kelelahan dan
sebagain#a.
e) Jam kerja #ang tidak teratur dan berlebihan.
. Daktor peralatan dan bahan baku! #ang tidak memenuhi standar
kesehatan dan keselamatan! seperti>
a) Peralatan tidak teruji dan atau berkualitas rendah.
b) Peralatan tidak egronomik.
c) ,dan#a kandungan racun! kuman dan radiasi pada bahan baku!
alat dan hasil produksi.
1. Daktor lingkungan #ang tidak kondusi( bagi keselamatan dan
kesehatan kerja seperti>
a) -ualitas pencaha#aan! suhu dan kebisingan.
b) Kelombang elektromagnetik! micro4a7e! radiasi! dan
sebagain#a.
c) -ontaminasi biologi (7irus! kuman! jamur! bakteri! dan
sebagain#a).
d) Pengolahan limbah tidak baik.
2...- Im#lementasi (an Ken(ala K/3
*ebagai upa#a perlindungan pekerja! masalah 9-esehatan dan
-eselamatan -erja (-51)? kini menjadi persoalan global! dan setiap
negara tentu harus men#ikapin#a dengan langkah konkrit dan
terencana. Pada lingkup internasional! misaln#a! P)) melalui ILO
(International Labour Organisation) telah menetapkan ketentuan
tentang>A88u#ati"nal !a&et3 an( Health? #ang patut dilaksanakan
oleh semua negara anggota.
Dokus dari ketentuan tersebut adalah pencegahan e(ek samping
dari penggunaan teknologi dalam industri Odari paling sederhana
hingga tercanggihO #ang mengganggu tata kehidupan dan lingkungan.
*ebagai anggota P)) dan ILO! Indonesia tampak berusaha
memenuhi ketentuan tersebut. &al ini setidakn#a tercermin pada
serangkaian kebijakan #ang ditempuh pemerintah baik men#angkut
institusionalisasi! legislasi maupun operasional.
57
Dalam aspek institusional! misaln#a! pada tahun '.%/ peme5
rintah membentuk Lembaga -esehatan )uruh #ang kemudian diu5bah
menjadi Lembaga -esehatan dan -eselamatan )uruh ditahun '."%.
3ntuk lebih menge(ekti(kan (ungsi kesehatan dan kesela5matan kerja!
organisasi Departemen -esehatan kemudian dilengkapi dengan Dinas
&igiene Perusahaan/*anitasi 3mum dan Dinas -esehatan +enaga
-erja Departemen -esehatan. *ementara De5partemen +enaga -erja
membentuk Lembaga &igiene Perusahaan dan -esehatan -erja
(&iperkes).
3ntuk lebih mengintensi(kan (ungsin#a! kedua institusi
tersebut kemudian dikembangkan menjadi *ub Direktorat -esehat5an
-erja Departemen -esehatan (kemudian menjadi )adan Pusat
-esehatan -erja) dan Pusat &iperkes Departemen +enaga -erja <
+ransmigrasi. *edang dalam aspek legislasi! perhatian terhadap
kesehatan dan keselamatan kerja di4ujudkan dengan terbitn#a
sejumlah undang5undang dan peraturan! antara lain>
a. 3ndang5undang -erja dan 3ndang5undang -esehatan -erja th
'.%/.
b. 3ndang5undang 6o. ' tahun './$ tentang -eselamatan -erja.
c. 3ndang5undang 6o. 1 tahun '.. tentang -esehatan.
d. 3ndang5undang 6o. tahun '..1 tentang Pen#akit #ang timbul
karena hubungan kerja.
e. Peraturan Menteri +enaga -erja dan +ransmigrasi 6o.Per
$/Men/'.0$ Pemeriksaan -esehatan +enaga -erja dalam
Men#elenggarakan -eselamatan -erja.
Implikasi dari ketentuan perundang5undangan tersebut! maka
aspek kesehatan dan keselamatan kerja kini ikut dijadikan bahan
pertimbangan (ormal dalam pemberian usaha! sementara sejumlah
perusahaan berskala besar secara khusus telah membentuk unit
kerja tersendiri untuk menangani masalah -51! baik dengan bentuk
departemen! Di7isi atau )agian sesuai dengan tingkat resiko #ang
dihadapi dalam pekerjaan.
58
2.... Masalah Keselamatan Dan Kesehatan Ke$ja
-inerja (per(ormen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan
merupakan resultante dari tiga komponen kesehatan kerja #aitu kapasitas
kerja! beban kerja dan lingkungan kerja #ang dapat merupakan beban
tambahan pada pekerja. )ila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa
dicapai suatu derajat kesehatan kerja #ang optimal dan peningkatan
produkti7itas. *ebalikn#a bila terdapat ketidak serasian dapat
menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa pen#akit ataupun
kecelakaan akibat kerja #ang pada akhirn#a akan menurunkan
produkti7itas kerja.
1. Ka#asitas Ke$ja
*tatus kesehatan mas#arakat pekerja di Indonesia pada umumn#a
belum memuaskan. Dari beberapa hasil penelitian didapat gambaran
bah4a 1$O 2$N mas#arakat pekerja kurang kalori protein! 1$N
menderita anemia giBi dan 1%N kekurangan Bat besi tanpa anemia.
-ondisi kesehatan seperti ini tidak memungkinkan bagi para pekerja
untuk bekerja dengan produkti7itas #ang optimal. &al ini diperberat
lagi dengan ken#ataan bah4a angkatan kerja #ang ada sebagian
besar masih di isi oleh petugas kesehatan dan non kesehatan #ang
mempun#ai ban#ak keterbatasan! sehingga untuk dalam melakukan
tugasn#a mungkin sering mendapat kendala terutama men#angkut
masalah P,&- dan kecelakaan kerja.
2. Be5an Ke$ja
*ebagai pemberi jasa pela#anan kesehatan maupun #ang bersi(at
teknis beroperasi 0 5 2 jam sehari! dengan demikian kegiatan
pela#anan kesehatan pada laboratorium menuntut adan#a pola kerja
bergilirdan tugas/jaga malam. Pola kerja #ang berubah5ubah dapat
men#ebabkan kelelahan #ang meningkat! akibat terjadin#a perubahan
pada bioritmik (irama tubuh). Daktor lain #ang turut memperberat
beban kerja antara lain tingkat gaji dan jaminan sosial bagi pekerja
#ang masih relati( rendah! #ang berdampak pekerja terpaksa
59
melakukan kerja tambahan secara berlebihan. )eban psikis ini dalam
jangka 4aktu lama dapat menimbulkan stress.
3. Lin'6un'an Ke$ja
Lingkungan kerja bila tidak memenuhi pers#aratan dapat
mempengaruhi kesehatan kerja dapat menimbulkan -ecelakaan -erja
(Occupational ,ccident)! Pen#akit ,kibat -erja dan Pen#akit ,kibat
&ubungan -erja (Occupational Disease < Aork =elated Diseases).
-. Ke8ela6aan 6e$ja
adalah kejadian #ang tidak terduga dan tidak diharapkan. )iasan#a
kecelakaan men#ebabkan! kerugian material dan penderitaan dari
#ang paling ringan sampai kepada #ang paling berat. -ecelakaan di
laboratorium dapat berbentuk jenis #aitu >
a. -ecelakaan medis! jika #ang menjadi korban pasien
b. -ecelakaan kerja! jika #ang menjadi korban petugas laboratorium
itu sendiri. Pen#ebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam kelompok >
') -ondisi berbaha#a (unsa(e condition)! #aitu #ang tidak aman
dari>
a) Peralatan / Media @lektronik! )ahan dan lain5lain
b) Lingkungan kerja
c) Proses kerja
d) *i(at pekerjaan
() Eara kerja
) Perbuatan berbaha#a (unsa(e act)! #aitu perbuatan berbaha#a
dari manusia! #ang dapat terjadi antara lain karena>
a) -urangn#a pengetahuan dan keterampilan pelaksana
b) Eacat tubuh #ang tidak kentara (bodil# de(ect)
c) -eletihanan dan kelemahan da#a tahan tubuh.
d) *ikap dan perilaku kerja #ang tidak baik
)eberapa contoh kecelakaan #ang ban#ak terjadi di +empat -erja
-esehatan>
60
+erpeleset ! biasan#a karena lantai licin. +erpeleset dan terjatuh adalah
bentuk kecelakaan kerja #ang dapat terjadi di +empat -erja -esehatan.
,kibatn#a bisa memar ringan ! (raktur berat! dislokasi! memar otak! dll.
,dapun pencegahann#a diantaran#a >
Pakai sepatu anti slip
Jangan pakai sepatu dengan hak tinggi! tali sepatu longgar
&ati5hati bila berjalan pada lantai #ang sedang dipel (basah dan
licin) atau tidak rata konstruksin#a.
Pemeliharaan lantai dan tangga
Mengangkat beban
Mengangkat beban merupakan pekerjaan #ang cukup berat! terutama
bila mengabaikan kaidah ergonomi. ,kibatn#a bisa menderita cedera
pada punggung. ,dapun pencegahann#a diantaran#a >
)eban jangan terlalu berat. Jangan berdiri terlalu jauh dari beban.
Jangan mengangkat beban dengan posisi membungkuk tapi
pergunakanlah tungkai ba4ah sambil berjongkok
Pakaian penggotong jangan terlalu ketat sehingga pergerakan
terhambat.
Lambann#a penerapan ketentuan kesehatan dan keselamatan
kerja di Indonesia tampak selain disebabkan oleh rendahn#a kesadaran
para pelaku usaha akan hal ini! juga oleh beragam (aktor lain! dan
karena itu perlu selusi #ang bersi(at men#eluruh. &asil satu sur7ai
men#ebutkan bah4a hampir 1/! % perusahaan #ang terdapat di
Indonesia tidak men#ediakan bia#a kesehatan dalam rencana
pembia#aan perusahaan meski hampir %/N pihak manajemen
perusahaan menengah mengaku paham akan pentingn#a kesehatan dan
keselamatan kerja. *edang sebagian besar perusahaan skala kecil
umumn#a tidak menerapkan Obahkan tidak mengenalO prinsip
kesehatan dan keselamatan kerja. Lebih men#edihkan lagi pada sektor
in(ormal hingga saat ini belum ada upa#a pemantauan terhadap
implementasi -51 dalam kegiatan usahan#a.
61
-ondisi #ang men#edihkan diatas memang menjadi kenis5ca#aan
dari sistem hubungan kerja #ang berlaku selama ini #ang tak
memungkinkan penerapan ketentuan -51 secara intens. *istem
hubungan -erja borongan! -erja kontrak sementara! -erja &arian Lepas
dan sejenisn#a memang tidak mendukung terlaksanan#a -51.
*esungguhn#a semua itu terjadi karena dukungan politik dari
pemerintah dalam perlindungan pekerja jauh dari memadai. Dalam
berbagai kebijakan mengenai ketenaga5kerjaan dan dunia usaha!
misaln#a! terlihat dengan jelas belum semua aspek prinsipil
kesehatan dan keselamatan kerja terakomodir secara maksimal.
Demikian pula ketentuan audit kesehatan dan keselamatan kerja sering
han#a bersi(at (ormalitas belaka.
6amun diluar sebab5sebab diatas! tersendatn#a penerapan -51 di
Indonesia juga disebabkan oleh belum berkembangn#a disiplin ilmu
kedokteran okupasi sehinga jumlah dokter okupasi di Indonesia masih
sangat minim begitu pula klinik medik okupasi masih sangat terbatas.
62
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesim#ulan
Dari pemaparan makalah di atas! maka dapat diambil kesimpulan
bah4a kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upa#a
untuk menciptakan perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan
dan baha#a baik (isik! mental maupun emosional terhadap pekerja!
perusahaan! mas#arakat dan lingkungan. Jadi kesehatan dan
keselamatan kerja tidak melulu berkaitan dengan masalah (isik pekerja!
tetapi juga mental! psikologis dan emosional.
-esehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu unsur #ang
penting dalam ketenagakerjaan. Oleh karena itulah sangat ban#ak
berbagai peraturan perundang5undangan #ang dibuat untuk mengatur
nmasalah kesehatan dan keselamatan kerja. Meskipun ban#ak ketentuan
#ang mengatur mengenai kesehatan dan keselamatan kerja! tetapi masih
ban#ak (aktor di lapangan #ang mempengaruhi kesehatan dan
keselamatan kerja #ang disebut sebagai baha#a kerja dan baha#a n#ata.
Masih ban#ak pula perusahaan #ang tidak memenuhi standar
keselamatan dan kesehatan kerja sehingga ban#ak terjadi kecelakaan
kerja.
Oleh karena itu! perlu ditingkatkan sistem manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja #ang dalam hal ini tentu melibatkan peran bagi semua
pihak. +idak han#a bagi para pekerja! tetapi juga pengusaha itu sendiri!
mas#arakat dan lingkungan sehingga dapat tercapai peningkatan mutu
kehidupan dan produkti7itas nasional.
63
DA7TAR PU!TAKA
Dari#o!,. $$2. )onsep 6asar )epera+atan )omunitas. Jakarta>Khalia
Indonesia
KuBe! ).! =icheimer! *.! dan *iegel! D.J. ('..$). +he &andbook o(
Ps#chiatr#.Eali(ornia> Hear )ook Medical Publishers.
&usni! Lalu. $$1. Hu(um )etenaga(er&aan Indonesia. Jakarta> P+ =aja
Kra(indo Persada.
International Labour OrganiBation (ILO). $'1. )eselamatan dan
)esehatan )er&a'Jakarta > International Labour O((ice.
-aplan! &.I.! *adock! ).J.! dan Krebb! J.,. ('.."). *#nopsis o( Ps#chiatr#.
6e4 Hork> Ailliams and Ailkins
-urnia4idjaja LM. $$/. Modul kuliah -esehatan -erja. Depok>
Departemen -eselamatan dan -esehatan -erja D-M53I.
Markkanen! Pia -. $$2. )esehatan dan )eselamatan )er&a di Indonesia.
Jakarta > Internasional Labour Organisation *ub =egional *outh5
@ast ,sia and +he Paci(ic Manila Philippines
Martomul#ono *. $$". )ahan kuliah Dasar5Dasar -eselamatan dan
-esehatan -erja. Depok> Departemen -eselamatan dan -esehatan
-erja D-M53I.
Mubarak. $$". Pengelolaan Pelayanan )epera+atan. *kripsi. +idak
Diterbitkan. Dakultas Ilmu -epera4atan 3ni7ersitas Indonesia >
Jakarta
Permatasari!&enn#. $''. 7in&auan 7eori )epera+atan )esehatan )er&a.
+idak Diterbitkan. Dakultas Ilmu -epera4atan 3ni7ersitas Indonesia
> Jakarta
Pro(. Iman *upomo!*&. $$1. Pengantar Hu(um Perburuhan 5edisi
revisi2$ Jakarta > Djambatan. hlm '"5'/
64
*aksono! *lamet. '..0. #dministrasi )epega+aian' Hog#akarta> -anisius.
*tuart! K.A. dan Laraia! M.+. ($$'). Principles and Practice o( Ps#chiatric
6ursing. (@d ke5/). *t. Louis> Mosb#! Inc.
*uma;mur. '.0'. )eselamatan )er&a dan Pencegahan )ecela(aan'
Jakarta> Kunung ,gung.
*utrisno dan -usma4an =us4andi. $$/. Prosedur )eamanan$
)eselamatan$ 8 )esehatan )er&a' *ukabumi> Hudhistira
A! Pungk#. $$2. Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja. Jakarta>
Depnakertrans.
Caeni ,s#hadie! $$/. Hu(um )er&a Hu(um )etenaga(er&aan Bidang
Hubungan )er&a' Jakarta > =aja Kra(indo
.