Anda di halaman 1dari 2

Dampak lingkungan akibat penambangan CBM (Gas metan batubara)

Setiap kegiatan pemanfaatan bumi, bahkan hanya untuk rumah tinggal selalu memiliki dampak. Untuk
memanfaatkan CBMpun juga tidak lepas dari dampak itu. Yang paling sering menjadi tantangan pemeliharaan
lingkungan antara lain banyaknya air yg terproduksi, serta bagaimana dengan metana ini.
Batubara terbentuk didaerah rawa yang berupa air tawar. Demikian juga air yang terperangkap ini juga berupa air
tawar yang tentusaja akan bercampur dengan garam-garaman. Dengan demikian diperkirakan air yang terproduksi
berupa air yang memiliki salinitas rendah dibanding air laut.
Beberapa metode digunakan untuk membuang air sumur; yang paling umum adalah untuk mengembalikan dengan
menginjeksikan air ke dalam formasi batuan bawah permukaan. Pendekatan lain adalah untuk membangun kolam
penampungan, atau infiltrasi, kolam. Di daerah dingin, air ini tentusaja akan beku di musim dingin dan garam akan
dipisahkan, sehingga air kemudian dapat dibuang. Sebagian besar air tawar diekstrak dapat digunakan untuk irigasi
tanaman atau lahan pertanian. Para ilmuwan terus melakukan penelitian pada metode yang ramah lingkungan baik
untuk membuang atau menggunakan kembali air diekstraksi.
Dampak Positif.
Sumur CBM juga dapat memberi kontribusi positip dengan mengurangi proses alamiah yang dikenal
sebagai migrasi metana, yang terjadi saat kebocoran metana ke daerah penduduk dan mencemari sumber air.
Meskipun migrasi metana dapat terjadi secara alami atau dapat berasal dari operasi pertambangan batubara,
beberapa ahli percaya bahwa ekstraksi metana dari lapisan batubara bersama dengan sumur pengembangan
tambahan justru menguatkan proses migrasi.
Meskipun ada potensi dampak lingkungan yang negatif yang berkaitan dengan CBM, ekstraksi dan pemanfaatan
tidak menyebabkan gas metan yang akan secara alamiah terbebaskan selama pertambangan batu bara ke atmosfer.
Sebagai gas rumah kaca, metana diyakini yang paling kuat dari semua agen pemanasan.Dengan memanfaatkan
dalam proses pembakaran (combustible engine) sehingga gas ini menjadi CO2 dan H20 dinilai lebih ramah
ketimbang melepas gas metan di atmosfer. Membatasi jumlah metana yang keluar sebagai gas metana tidak hanya
bermanfaat bagi lingkungan, namun juga meningkatkan aspek keselamatan penambangan.
Untuk apa saja CBM ini ?
Saat ini gas-gas CBM masih diperlakukan seperti gas konvensional dalam pemanfaatannya. Bahkan bentuk kontrak
pengusahaan CBM ini masih meniru dan mengacu pada kontrak gas konvensional (sistem bagihasil PSC) dengan
sedikit modifikasi.

Pengusahaan CBM saat ini.
Tentusaja gas ini dapat dipakai untuk kebutuhan gas pada umumnya. Bahkan dapat juga dipakai sebagai feedgas
(gas masukan bahan dasar) pada pembuatan LNG, juga dapat dipipakan untuk konsumsi rumahtangga setelah
diproses, juga dapat dipakai sebagai penggerak dan bahan bakar generator listrik
:( Looh Pakde, berarti bisa dong untuk meningkatkan produksi listrik di Indonesia ?
:D Ya tentusaja Thole. Justru ini yang akan diusulkan C4e
:( Apa itu C4e Pakdhe ?
:D CBM for electric, CBM untuk memenuhi kebutuhan listrik
Dongeng sampai disini dulu. Selanjutnya nanti akan di dongengkan bagaimana proses C4e ini . pssst C4e ini
merupakan pengembangan filosofi Gas as energy not just a commodity !