Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN SKILL LAB SGD 3

CRS (CLINICAL REASONING SKILL)



Oleh :
1. Sekar Indah Muliani
2. Sitta Mulyana
3. Auliya Ismawati
4. Gilang Satria Wardhana
5. M. Yaqiudin Adit
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
2013


Penyakit Pulpa
1. Pulpitis Reversible
Definisi
kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang disebabkan
oleh rangsangan dari iritan, tetapi pulpa mampu kembali pada
keadaan tidak terinflamasi setelah rangsangan ditiadakan.
Etiologi
- Trauma : traumatic oklusi.
- Syok termal.
- penggunaan bur yang terlalu lama berkontak dengan gigi.
Panas berlebihan saat pemolesan.
- Dehidrasi kavitas dengan alcohol yang berlebihan.
- Stimuli ringan atau yang berjalan sebentar, misal karies awal,
erosi servikal atau atrisi oklusal, prosedur operatif, kuretase
periodontium yang dalam, fraktur dengan dentin terbuka.








Gejala klinis
- Gigi asimtomatik .
- Rangsangan thermal.
- Sakit tajam dan singkat.
- Sakit hilang bila rangsang hilang.
- Respon terhadap suhu dingin lebih cepat dari pada panas.
- Perkusi negatif .
- Gambaran radiografi normal.
- Terdapat kavitas pada mahkota cukup dalam.
- Restorasi baru (amalgam, komposit, mahkota) dalam beberapa
hari.
Histopatologi
Secara mikroskopis, telihat ada adanya dentin reparative, gangguan
lapisan odontoblas, pembesaran pembuluh darah, ekstravasasi
cairan edema, dan adanya sel inflamasi kronis yang secara
imunologis kompeten.
DD
Pulpitis akut dan kronis
Prognosis
Prognosis untuk pulpa adalah baik bla iritan di ambil cukup
dini.kalau tidak kondisinya dapat berkembang menjadi pulpitis
irreversible.

Perawatan
- Penyebab/iritan dihilangkan.
- Pemberian dressing sedatif + restorasi ulang.
- Penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan desensitasi.
1. Pulpitis Irreversible
Definisi
kondisi peradangan pulpa yang persisten, sehingga pulpa tidak
dapat kembali ke normal.
Gejala klinis
- Paroksisme (rasa sakit yang sangat), tajam, menusuk, spontan
dan terus-menerus.
- Sangat sensitif terhadap rangsang dingin, panas, manis, asam
dan tekanan makanan.
- Kongesti pembuluh darah (saat berbaring) .
Penegakan Diagnosa
Radiograf mungkin menunjukkan sedikit penebalan LPD, kadang-
kadang erosi lamina dura.





Histopatologi
Gangguan ini mempunyai tingkat inflamasi kronis dan akut dalam
pulpa. Bila karies tidak diambil, perubahan inflamasi di dalam
pulpa akan meningkat keparahannnya jika kerusakan mendekati
pulpa. Venula paska kapiler menjadi padat dan mempengaruhi
sirkulasi didalam pulpa, serta menyebaabkan perubahan patologi
seperti nekrosis.
Prognosis
Prognosis gigi adalah baik bila pulpa diambil dan pada gigi
dilakukan terapi endodontic dan restorasi yang tepat.
Perawatan
PSA : Pulpektomi
2. Nekrotik Pulpa
Definisi
Adanya kondisi dimana jaringan pulpa mati. Jaringan pulpa non
vital, bisa sebagian atau seluruhnya.
Etiologi
- Bakteri.
- Trauma.
- Iritasi kimiawi.


Penegakan Diagnosa
- Perkusi.
- Palpasi (-) dapat menjadi (+) jika ada inflamasi di jaringan
periodontal.
- Termal (-)
Histopatologi
Dalam kavitas pulpa terlihat adanya jaringan pulpa nekrotik, debris
seluler, dan mikroorganisme.jaringan peripikal menunjukkan
sedikit inflamsi yang dijumpai di ligament periodontal.
DD
Degeneralisasi pulpa.
Prognosis
Prognosis bagi gigi baik bila diadakan terapi endodontic yang
tepat.
Perawatan
PSA, Ekstraksi
Penyakit Periapeks Akut
1. Abses Alveolar Akut
Definisi
Merupakan inflamasi purulen akutdari jaringan periapikal, berasal
dari gigi non vital, terutama ketika mikroba keluar dari akar gigi
yang terinfeksi masuk ke jaringan periapikal.

Etiologi
Berasal dari infeksi periapikal akut yang seringkali merupakan
akibat dari pulpa non vital gigi sulung ataupun gigi permanen.
Gejala klinis
- Sakit seperti pada periodontitis apikalis akut: sakit spontan, dan
bila mengunyah.
- Gigi goyang.
- gusi sakit bila disentuh.
- terasa bengkak disertai demam.
Penegakan Diagnosa
- Palpasi: sensitif ( bukal ), pembengkakan/
- Perkusi: sensitif ringan sampai berat.
- Mobiliti: tidak ada sampai ringan.
- Termal: tak ada respon pada panas atau dingin.
DD
Peroidontitis apikalis akut
Perawatan
- Root canal treatment.
- Ekstraksi.



2. Periodontitis Apikal Akut
Definisi
Peradangan lokal yang terjadi pada ligamen periodontal di daerah
apikal merupakan penyebaran inflamasi dan jaringan periapeks.
Etiologi
- Iritan yang berdifusi dari nekrosis pulpa ke jaringan periapeks
seperti bakteri,toksin bakteri,obat desinfektan dan debris.
Gejala klinis
- Rasa sakit saat menggigit.
- Sensitif terhadap perkusi.
- Palpasi +/-.
- Tes vitalitas +/-.
Penegakan Diagnosa
- Gambaran radiograf : adanya penebalan ligamen periodontal.
Histopatologi
- Adanya sel sel inflamasi.
- Adanya jaringan nekrotik.
DD
- Abses alveolar akut.



Prognosis
- Baik, terjadi gejala periodontitis akut waktu waktu perawatan
endodontik sama sekali tigdak mempengaruhi hasil perawatan
akhir.
Perawatan
- Penentuan sebab dan meredakan gejalanya. Bila fase akut telah
reda gigi dirawat secara konservatif.
3. Eksaserbasi Akut Suatu Lesi Kronis
Definisi
Periodontitis apikalis kronis yang tiba tiba menjadi simtomatik.
Etiologi
- Daerah periradikuler mungkin bereaksi terhadap stimulus
noxius dari pulpa yang sakit.
Gejala klinis
- sama dengan abses periapikalis akut.
Penegakan Diagnosa
- Lesi radiografis : lesi periradikuler yang jelas.
Histopatologi
- Leukosit PMN .
- Adanya jaringan nekrotik.
- Mikroorganisme (bakteri anaerob obligat).


DD
- Abses alveolar akut.
Prognosis
- Bagi gigi adalah baik begitu gejalanya hilang.
Perawatan
- Drainase.
- Kontrol penyakit sistemik.
Penyakit Periapeks Kronis
1. Abses Alveolar Kronis
Definisi
Keadaan yang timbul akibat lesi berjalan lama yang menyebabkan
drainase kepermukaan
Etiologi
- Nekrosis pulpa yang meluas ke jaringan periapikal.
- Abses akut yang sebelumnya terjadi.
- Infeksi tulang alveolar periladikuler yang berjalan lama
bertingkat rendah.
Gejala klinis
- Tidak ada gejala subjektif.
- Adanya fistula.
Penegakan Diagnosa
Gambaran radiografi : putsnya lamina dura , kerusakan
periradikuler, dan interradikuler.
Histopatologi
- Adanya sel sel nekrotik.
- Adanya sel sel darah putih.
- Adanya prevotella baroniae.
- Streptococcus sp.
- Actinomyces sp.
DD
- Osteofibrosis Periapikal
Prognosis
Baik,tergantung pembersihan yang tepat,obturasi yang benar.
Perawatan
- Pengambilan infeksi pada saluran akar.
- Pulpektomi (perbaikan jaringan periradikuler terjadi).
2. Granuloma
Definisi
Periapikal granuloma merupakan lesi yang berbentuk bulat dengan
perkembangan yang lambat yang berada dekat dengan apex dari
akar gigi, biasanya merupakan komplikasi dari pulpitis. Terdiri dari
massa jaringan inflamasi kronik yang berprolifersi diantara kapsul
fibrous yang merupakan ekstensi dari ligamen periodontal.


Etiologi
Granuloma periapikal dapat disebabkan oleh berbagai iritan pada
pulpa yang berlanjut hingga ke jaringan sekitar apeks maupun yang
mengenai jaringan periapikal. Iritan dapat disebabkan oleh
organisme seperti: bakteri dan virus; dan non-organisme seperti:
iritan mekanis, thermal, dan kimia.
Gejala klinis
Pasien dengan granuloma periapikal umumnya tidak bergejala,
namun jika terdapat eksaserbasi akut maka akan menunjukkan
gejala seperti abses periapikal.
Penegakan Diagnosa
Kebanyakan dari periapikal granuloma ditemukan secara tidak
sengaja selama pemeriksaan rutin. Karena granuloma periapikal
merupakan kelanjutan dari nekrosis pulpa maka pada pemeriksaan
fisik akan didapatkan tes thermal yang negatif dan tes EPT yang
negatif. Pada gambaran radiografi lesi yang berukuran kecil tidak
dapat dipisahkan secara klinis dan radiografi. Periapikal granuloma
terlihat sebagai gambaran radiolusen yang menempel pada apex
dari akar gigi. Sebuah gambaran radiolusensi berbatas jelas atau
difus dengan berbagai ukuran yang dapat diamati dengan hilangnya
lamina dura, dengan atau tanpa keterlibatan kondensasi tulang.


Histopatologi
Secara histologi, granuloma periapikal didominasi oleh jaringan
granulasi inflamasi dengan banyak kapiler, fibroblast, jaringan
serat penunjang, infiltrat inflamasi, dan biasanya dengan sebuah
kapsul. Jaringan ini menggantikan kedudukan dari ligamen
periodontal, tulang apikal dan kadangkala dentin dan sementum
akar gigi, yang diinfiltrasi oleh sel plasma, limfosit, mononuklear
fagosit, dan neutrofil.
DD
Diferensial diagnosis termasuk kista periapikal dan abses
periapikal.
Prognosis
Prognosis granuloma adalah ad bonam (baik).
Perawatan
Karena sulitnya diagnosis secara radiografi dan granuloma
periapikal mempunyai respon yang baik terhadap penanganan
endodontik non pembedahan
11
,

maka pilihan pertama terapi adalah
penanganan endodontik konvensional, namun juga dapat diikuti
dengan tindakan apicoectomy.
4
Apabila lesi menetap setelah
beberapa periode lebih dari dua tahun, direkomendasikan
penanganan secara pembedahan.
9
The American Association of Endodontists mendefinisikan
bahwa apicectomy merupakan eksisi bagian apikal dari akar gigi
dan melekatkan jaringan lunak selama pembedahan
periradikular.
10
Indikasi untuk apicectomy adalah :
10
-
Ketidakmampuan untuk melakukan penanganan endodontik
konvensional karena defek anatomis, patologis dan iatrogenik dari
saluran akar.
- Hambatan saluran akar karena metamorfosis kalsifikasi atau
restorasi radikular.
- Alasan medis dan waktu.
- Infeksi persisten setelah penanganan endodontik konvensional.
- Memerlukan biopsi.
- Memerlukan evaluasi dari reseksi saluran akar untuk saluran
tambahan atau fraktur.

3. Kista Radikular
Definisi
Radicular (periapikal) kista merupakan suatu rongga pathologis yang
dilapisioleh ephitelium dan mengandung cairan atau semi-cairan. Kista tersebut
merupakankista yang paling umum ditemukan pada rahang dan merupakan
pangkal dari sisa-sisa ephitel Malassez yang timbul setelah peradangan pada
apeks gigi nonvital.
Etiologi
- Karena sisa sisa epitel ligamen Periodontium sebagai akibat
dari radang yang kronis.
- Adanya gigi non vital kemudian terjadi inflamasi.
- Diakibatkan gigi yg terjadi infeksi berkembang menjadi
granuloma yg berisikan sel epitel mallasez.
Gejala klinis
- Kebanyakan pada penyakit kista radikuler tersebut tidak terdapat gejala-
gejalayang signifikan (asimptomatik), terutama pada kista yang berukuran
kecil. Hal inibaru akan terlihat setelah dilakukannya pemeriksaan rontgen
foto pada pasien, kecuali jika kista tersebut bernanah, di mana rasa
sakit terjadi seperti pada gejala yang biasaditunjukkan. Kista yang
besar akan menghasilkan pembengkakan pada bagian bukaldan meluas
hingga bagian lingual atau palatal. Pembengkakan ini terjadi sebagaibentuk
perluasan pada dasar kortikal bukal, yang menyebabkannya menjadi tipis
dan dapat menimbulkan bunyi cracking (crepitus). Jika tulang
sudah benar.
- benarhancur maka kista tersebut akan terhubung dengan periosteum dan
mukosa padadaerah tersebut akan terlihat berwarna merah kebiru-biruan.
Penegakan Diagnosa
Pulpa gigi dengan kista radikular tidak bereaksi terhadap stimuli
listrik atau termal, dan hasil tes klinis lainnya adalah negatif,
kecuali radiografik. Pasien mungkin melaporkan suatu riwayat
sakit sebelumnya. Biasanya pada pemeriksaan radiograf, terlihat
tidak adanya kontinuitas lamina dura, dengan suatu daerah
rerefaksi. Daerah radiolusen biasanya bulat dalam garis bentuknya,
kecuali bila mendekati gigi sebelahnya, yang dalam kasus ini dapat
mendatar atau mempunyai bentuk oval. Daerah radiolusen lebih
besar dari pada suatu granuloma dan dapat meliputi lebih dari satu
gigi, baik ukuran maupun bentuk daerah rerefaksi bukan indikasi
definitif suatu kista.
Histopatologi
Kista ditandai dg adanya suatu rongga yg berlapiskan epitel, tdk
mengalami keratinisasi squamosa dan memiliki ketebalan yg
berfariasi. Secara khas nya dpt dilihat adany proses radang dengan
ditemukannya dengan bnyk nya sel neutrofil pada dinding kista.
DD
Abses periapikal : kalau abses isinya pus, sama sama ditandai
dengan gigi non vital.
Perawatan
- Rontgen untuk melihat seberapa besar kista nya
- Di aspirasi disedot jaringan nya sedikit, ditemukan cairan
kuning kecoklatan yang mengandung kristal kolestrin. Untuk
mengetahui sel sel tersebut merupakan sel sel kanker atau
tidak.
- Perawatan kista radikuler dengan cara enukleasi (mengeluarkan
seluruh batas sel dan semua isinya, dari jar ikat sampai ke
jar.fibrous dan jaringan yang sehat) melalui alveolus pada saat
ekstraksi jika ukurannya bertambah besar
- Dengan perawatan endodontic, menggunakan alat ditusuk kedlm
dinding kista untuk mengeluarkan cairan (drainase)
- Dilakukan tindakan control infeksi, marsupialisasi (metode
pembedahan untuk membuka rongga kista untuk mengubah
rongga tertutup menjadi kantung terbuka dengan menggunakan
insisi setelah itu dijahit) dengan biopsy, dan penyembuhannya
lama.
- Dilakukan apabila jaringan nya tdk dpt diangkat secara utuh,
dengan cara pemberian anastesi local, di insisi (diberikan kasa,
dan setiap minggu diganti kasanya hingga beberapa minggu),
kalau ukuran sudah mengecil baru boleh diambil (enukleasi),
setelah itu dijahit.










PETA KONSEP
Penyakit Pulpa

Pulpitis Reversible Pulpitis Irreversible Nekrosis Pulpa



osteomyelitis
Abses periapikal
akut
Kista
Granuloma
Eksaserbasi
akut
Periodontitis
apikalis kronis
Imun naik
jejas naik
Periodontitis
apikalis akut
Imun turun
jejas naik
Abses alveolar
akut