Anda di halaman 1dari 2

1.

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR


53 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM
DAERAH

Pasal 92

(1) Penulisan produk hukum daerah diketik dengan menggunakan jenis
huruf Bookman Old Style dengan huruf 12.
(2) Produk Hukum Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicetak
dalam kertas yang bertanda khusus.
(3) Kertas bertanda khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. menggunakan nomor seri dan/atau huruf, yang diletakan pada
halaman belakang samping kiri bagian bawah; dan
b. menggunakan ukuran F4 berwarna putih.
(4) Nomor seri dan/atau huruf sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
ditetapkan oleh biro hukum provinsi atau bagian hukum
kabupaten/kota.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 94
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, maka:
a. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 169 Tahun 2004 tentang
Pedoman Penyusunan Program Legislasi Daerah;
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis
dan Bentuk Produk Hukum Daerah;
c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang
Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah; dan
d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang
Lembaran Daerah dan Berita Daerah; dan
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2007 tentang
Pengawasan Peraturan Daerah dan Kepala Daerah,dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.

2. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2009
TENTANG TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH
DAERAH

BAB VII
KOP NASKAH DINAS
Bagian Kesatu
Jenis
Pasal 61

Jenis kop naskah dinas di lingkungan pemerintah daerah terdiri atas:
a. kop naskah dinas jabatan; dan
b. kop naskah dinas perangkat daerah.




Bagian Kedua
Bentuk dan Isi
Pasal 62

(1) Kop naskah dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf a,
untuk gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil
walikota menggunakan:
a. lambang negara berwarna kuning emas dan ditempatkan dibagian
tengah atas untuk naskah dinas dalam bentuk dan susunan produk
hukum;
b. lambang negara berwarna kuning emas dan ditempatkan dibagian
tengah atas serta alamat nomor telepon, nomor faksimile, web site, e-
mail dan kode pos ditempatkan dibagian tengah bawah untuk naskah
dinas dalam bentuk dan susunan surat.

Yang harus dikoordinasikan dengan biro Hukum Kemendagri :

1. Tentang Penyusunan Produk hukum terutama Peraturan Daerah Tentang
Penggunaan Lambang kami masih menggunakan Lambang Daerah apa
sudah harus berpedoman pada Permendagri 54 tahun 2009 yang
menggunakan lambang garuda apa filosofi dari penggunaan lambang
garuda pada peraturan daerah tersebut.

2. Dalam Permendagri Nomor 53 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Produk
Hukum Daerah.
Pasal 92

(1) Penulisan produk hukum daerah diketik dengan menggunakan
jenis huruf Bookman Old Style dengan huruf 12.
(2) Produk Hukum Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dicetak dalam kertas yang bertanda khusus.
(3) Kertas bertanda khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. menggunakan nomor seri dan/atau huruf, yang diletakan
pada halaman belakang samping kiri bagian bawah; dan
b. menggunakan ukuran F4 berwarna putih.
(4) Nomor seri dan/atau huruf sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
ditetapkan oleh biro hukum provinsi atau bagian hukum
kabupaten/kota.

3. Apa maksud kertas bertanda khusus serta contoh nomor seri.

4. Tentang Keputusan Bupati penomoran apakah harus dikeluarkan dari
bagian hukum menginggat dari badan kepegawaian daeran mengeluarkan
keputusan bupati dan penomoran tanpa melewati bagian hukum.
Bagaimana mengenai hal tersebut diatas?
5. Kordinasi ke BPHN di tentang Penyusunan Dokumentasi Hukum dan
Pemberian informasi Situs Daerah yang memuat produk hukum daerah
Kabupaten Mukomuko.

Badan Pembinaan Hukum Nasional
Jl.Mayjen Soetoyo no.10 Cililitan Jakarta Timur
Telpon 021 8091908