Anda di halaman 1dari 22

I.

DATA UMUM KELUARGA


1. Nama kepala keluarga ( KK ) : Bp. A
2. Umur : 84 tahun
3. Alamat dan Telepon : -
4. Agama : Islam
5. Suku/ bangsa : Jawa/ Indonesia
6. Pekerjaan kepala keluarga : Buruh
7. Pendidikan kepala keluarga : SD tidak lulus
8. Komposisi kepala keluarga dan genogram :

No Nama L/P Umur
Hub
dengan
KK
Pekerjaan Pendidikan Keterangan
1


2


3



4


5
Tn. A


Ny. S


Tn. S



Ny. N


An. S
L


P


L



P


L
84
tahun

65
tahun

32
tahun


26
tahun

5
tahun
KK


Istri


Anak
(KK
sendiri)


Menantu


Cucu
Buruh


Wiraswasta


Wiraswasta



Ibu Rumah
Tangga

Pelajar
SD


Tidak
sekolah

SMA



SMA


TK
TD : 120/
80 mmHg

TD : 170/
100 mmHg

TD : 120/
90 mmHg


TD : 130/
100 mmHg

-



9. Tipe keluarga : Keluarga inti yang terdiri dari Tn. A sebagai KK, Ny. S sebagai istri,
Tn. S sebagai anak, Ny. N sebagai menantu, dan An. S sebagai cucu

10. Genogram :















Keterangan :
: laki-laki

: perempuan

: laki-laki meninggal

: perempuan meninggal

: klien perempuan

: tinggal dalam 1 rumah

X
X
X X
X
X
X
II. SIFAT KELUARGA
1. Pengambilan keputusan :
Klien mengatakan jika terjadi masalah maka keluarga melakukan musyawarah untuk
mencapai kesepakatan bersama. Musyawarah dipimpin oleh KK dimana anggota
keluarga yang lain berperan untuk menyampaikan pendapat, sehingga dalam
pengambilan keputusan juga dilakukan bersama-sama.
2. Kebiasaan hidup sehari hari
a. Kebiasaan tidur / istirahat :
Klien mengatakan biasanya tidur pukul 22.00 WIB dan bangun pukul 04.00 WIB.
Tidak ada gangguan dalam istirahat ataupun pola tidur, hanya kadang menonton
TV (acara yang disukai)sampai larut malam. Klien juga mengatakan tidak terbiasa
untuk tidur siang.
b. Aktifitas rekreasi keluarga :
Klien mengatakan bahwa klien dan keluarga jarang melakukan rekreasi, namun
jika terdapat waktu luang ada aktivitas yang biasa dilakukan bersama keluarga
yaitu menonton TV.
c. Kebiasaan makan keluarga :
Klien mengatakan bahwa kebiasaan makan dengan frekuensi 3 kali sehari,
biasanya menggunakan nasi dengan sayuran dan lauk pauk yang bervariasi tanpa
ada masalah nafsu makan. Klien juga mengatakan jarang mengkonsumsi susu.
3. Status sosial ekonomi keluarga :
klien mengatakan status ekonomi dalam keluarga lebih dari cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari, bisa dikatakan masuk dalam kategori keluarga sejahtera tahap
III plus dimana keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat
dasar, sosial psikologis maupun yang bersifat pengembangan serta telah dapat pula
memberikan sumbangan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, dan aktif
menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan. Sumber penghasilan klien berasal dari
usaha berdagang yang dilakukan di rumah.
4. Suku ( kebiasaan kesehatan terkait suku bangsa) :
Klien datang ke dokter atau RS jika sedang mengalami masalah kesehatan. Klien juga
mengatakan tidak mengkonsumsi daging kambing dan kopi karena menurut
kepercayaan suku jawa dapat meningkatkan tekanan darah.
5. Agama ( kebiasaan kesehatan terkait agama ) :
klien hanya berdoa kepada Allah SWT jika sedang bermasalah dengan kesehatan
supaya diberikan kesembuhan dan tidak ada larangan untuk mengkonsumsi makanan
yang terkait penyakitnya kecuali yang diharamkan dalam agama Islam.

III. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini : keluarga usia lanjut
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Klien mengatakan dalam tahap perkembangan keluarganya saat ini, tugas yang belum
terpenuhi adalah belum dapat menyesuaikan diri dengan adanya penyakit kronik yang
menyerang pada usia lanjut
3. Riwayat keluarga inti :
Klien mengatakan riwayat penyakit yang pernah diderita keluarganya adalah kanker
payudara dimana penyakit tersebut menyerang klien sendiri sehingga harus dilakukan
mastektomi/ pengangkatan payudara sebelah kanan 3 tahun yang lalu.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya ( adanya penyakit keturunan ) : klien
mengatakan ada saudara yang juga menderita hipertensi, klien juga mengatakan
riwayat kanker payudara bagian kanan dan sudah diangkat 3 tahun yang lalu


IV. LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah:
Tipe rumah : permanen
Ukuran luas : 144 m
2
Jumlah ruangan : 10

























2. Ventilasi dan penerangan :
Keadaan ventilasi yaitu cukup memadai karena setiap ruangan terdapat ventilasi dan
keadaan penerangan cukup baik karena terdapat jendela dan genting kaca untuk
penerangan tanpa menyalakan lampu pada siang hari
3. Persediaan air bersih :
Klien mengatakan bahwa sumber penyediaan air bersih berupa sumur
RUANG TAMU RUANG
TAMBAHAN
KAMAR
TIDUR
KAMAR
TIDUR

KAMAR
TIDUR

RUANG
KELUARGA
WC
KAMAR
MANDI
DAPUR
4. Pembuangan sampah :
Klien mengatakan mengelola sampah dengan cara dibakar
5. Pembuangan air limbah :
Klien mengatakan mengelola air limbah dengan cara membuat bak penampungan di
belakang rumah dengan kondisi terbuka sehingga air limbah tersebut mengering
dengan sendirinya
6. Jamban / WC :
Klien mengatakan menggunakan WC dengan septitank untuk BAB dan jarak
septitank dengan sumber air < 10 m, kondisi jamban bersih
7. Lingkungan sekitar rumah :
Klien memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman sayur dan buah
8. Sarana komunikasi dan transportasi
Sarana komunikasi yang sering digunakan klien yaitu komunikasi langsung dan
kadang menggunakan telepon milik anaknya untuk berkomunikasi jarak jauh, dan
untuk transportasi klien mengatakan sering diantar anaknya dengan menggunakan
motor
9. Fasilitas hiburan :
Klien mengatakan fasilitas hiburan yang ada di rumah yaitu TV dan radio
10. Fasilitas pelayanan kesehatan :
Klien mengatakan jarak rumah dengan puskesmas kurang lebih 1,5 km dimana klien
dan keluarga kadang memanfaatkan fasilitas pelayanan tersebut jika terjadi masalah
kesehatan karena lebih sering pergi ke dokter atau RS.

V. SOSIAL
1. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :
Klien mengatakan karakteristik tetangga di sekitar rumah maupun komunitas RW
yaitu baik dan rukun, tidak pernah terjadi konflik
2. Mobilitas dan geografis keluarga :
Klien mengatakan bahwa dirinya adalah warga asli dan tidak pernah melakukan
perpindahan tempat tinggal
3. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Klien mengatakan interaksi dengan keluarga dan masyarakat baik dan tidak ada
masalah. Klien juga mengatakan bahwa dirinya dan keluarga selalu mengikuti
kegiatan kemasyarakatan seperti arisan, perkumpulan maupun organisasi
kemasyarakatan lainnya
4. Sistem pendukung keluarga :
Klien mengatakan selalu membina hubungan baik dengan keluarga maupun
masyarakat supaya tercipta kehidupan yang rukun dan harmonis. Hal tersebut terjadi
karena seluruh anggota keluarga saling memotivasi untuk selalu mempertahankan
kerukunan dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat

VI. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola komunikasi keluarga :
Klien mengatakan keluarganya harmonis karena selalu menjaga komunikasi dengan
baik. Komunikasi yang biasa dilakukan yaitu komunikasi 2 arah dimana komunikator
saling memberikan timbal balik dalam penyampaian pesan. Klien juga mengatakan
menggunakan tipe komunikasi verbal dan non verbal di dalam keluarga karena lebih
sering bertemu langsung sehingga maksud dan tujuannya lebih jelas. Dalam
melakukan komunikasi klien dan keluarga kadang mengalami masalah yang
disebabkan karena penyampaian pesan yang kurang jelas sehingga menimbulkan
kesalahpahaman
2. Struktur kekuatan keluarga :
Jika terdapat konflik di dalam keluarga selalu dibicarakan dan dipecahkan bersama
yang dipimpin oleh kepala keluarga, dimana anggota keluarga yang lain berperan
untuk memberikan pendapat untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut
3. Struktur peran :
Tn. A berperan sebagai KK dengan anggota Ny. S sebagai istri. Ny. S/ klien berperan
sebagai ibu rumah tangga, selain itu juga berperan sebagai motivator dalam
keluarganya. Di dalam keluarga klien jarang terjadi konflik, karena seluruh anggota
keluarga saling menjaga komunikasi yang baik untuk mempertahankan kerukunan
4. Nilai dan norma keluarga :
Klien mengatakan tidak ada peraturan atau norma-norma khusus di dalam keluarga,
namun selalu menjaga perilaku yang baik dengan sesama dan menjalankan ibadah
sesuai keyakinan agamanya untuk selalu diberikan kesehatan

VII. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif :
Ny. S mengatakan setiap anggota keluarga saling memotivasi dan berkomunikasi
dengan baik sehingga jarang terjadi konflik di dalam keluarg.
Di bawah ini adalah bagan fungsi afektif anggota keluarga klien yang tinggal
serumah.















Keterangan:
Tn. A
Tn. S
An. S
Ny.
S
Ny.
N
: pertalian sangat kuat

2. Fungsi sosialisasi :
Ny. S mengatakan dalam bersosialisasi selalu membina hubungan baik dengan orang
lain sehingga jarang bahkan tidak pernah terjadi konflik
3. Fungsi reproduksi :
Perencanaan jumlah anak : 2
Akseptor: Tidak, karena pada saat itu belum banyak program KB dan klien hanya
menggunakan cara alami. Saat ini klien berusia 65 tahun dan sudah menopause.
Klien juga mengatakan selama dirinya belum menopause, masalah sistem reproduksi
yang terjadi yaitu tidak rutinnya siklus menstruasi
4. Fungsi ekonomi :
Ny. S mengatakan bahwa penghasilan di dalam keluarga bisa dikatakan lebih dari
cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
5. Fungsi perawatan kesehatan
Penapisan masalah berdasarkan 5 tugas perawatan kesehatan
a. Mengenal masalah kesehatan :
Klien mengatakan bahwa hipertensi adalah hanyalah penyakit darah tinggi biasa,
jika sedang kambuh gejalanya sakit kepala dan tidak mengetahui kenapa obat
harus diminum rutin setiap hari.
b. Memutuskan untuk merawat :
Klien mengatakan hanya minum obat hanya waktu kambuh yaitu saat kepala
terasa pusing
c. Mampu merawat :
Klien mengatakan jarang melakukan perawatan untuk penyakitnya, hanya minum
obat saat terasa pusing
d. Modifikasi lingkungan :
Klien mengatakan menghindari minum kopi dan makan daging yang dapat
meningkatkan tekanan darah sesuai yang dikatakan dokter
e. Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada:
Klien hanya memanfaatkan pelayanan kesehatan saat sedang sakit saja, kadang
meminta bantuan tetangga (perawat) untuk mengukur tekanan darah dan membeli
obat di apotik

VIII. STRES DAN KOPING KELUARGA
1. Stresor jangka pendek :
Klien mengatakan jarang terjadi masalah di dalam keluarga, mungkin masalah yang
terjadi karena kesalahpahaman dalam berkomunikasi
2. Stresor jangka panjang :
Klien mengatakan tidak pernah terjadi masalah yang berlarut-larut, karena jika
terjadi masalah klien dan keluarga dengan cepat menyelesaikannya
3. Respon keluarga terhadap stresor :
Klien mengatakan jarang sekali terjadi masalah/ stressor dalam keluarga, tetapi jika
terdapat masalah maka klien dan keluarga saling berkomunikasi untuk memecahkan
masalah sehingga keputusan diambil secara bersama-sama
4. Strategi koping yang digunakan :
Klien dan keluarga menggunakan cara musyawarah untuk mencari jalan keluar dari
masalah yang terjadi dan segera mengambil keputusan yang tepat, sehingga melalui
cara tersebut klien dan keluarga dapat mengatasi masalahnya
PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum
Nama : Tn. A
TD: 120/ 80 mmHG RR: 18 x/menit N: 80 x/menit T: 36
0
C
Nyeri : tidak ada
Status gizi : BB saat ini: 48 kg TB: 155 cm BMI : 19,96
Gizi kurang
Gizi cukup
Gizi lebih
Personal hygine :
klien dapat melakukan perawatan diri dengan mandiri dan tanpa bantuan orang lain
2. Sistem persepsi sensori
Pendengaran :
klien mengatakan masih mampu mendengarkan dengan baik (belum mengalami
penurunan pendengaran)
Penglihatan :
klien mengatakan masih mampu melihat dengan baik dan belum mengalami
penurunan penglihatan
Pengecap /penghidung :
klien mengatakan masih mampu mengecap atau membau dengan baik dan tidak ada
masalah
Peraba :
klien mengatakan indra peraba tidak terdapat gangguan atau masalah

3. Sistem pernapasan
Inspeksi :
RR = 18 x/ menit, kondisi thorax bersih, tidak terdapat lesi, gerakan pernapasan
mengembang dan mengempis
Perkusi :
suara sonor
Palpasi :
gerakan dada bagian kanan dan kiri seimbang dan tidak ada ketinggalan gerak saat
bernapas
Auskultasi :
suara napas vesikuler


4. Sistem kardiovaskuler
Inspeksi :
Capilary refil < 2 detik
Perkusi :
suara redup pada jantung
Palpasi :
tidak ada
Auskultasi :
tidak suara tambahan S3 dan S4

5. Sistem saraf pusat
Kesadaran : compos mentis
Orientasi realita : normal (tidak ada disorientasi waktu, tempat dan orang)

6. Sistem gastrointestinal
Inspeksi :
kondisi bersih, tidak ada lesi; keadaan umbilicus cekung, posisi simetris dan bersih
Auskultasi :
bising usus 18 x/ menit
Perkusi :
timpani untuk bagian lambung dan vesika urinaria, redup di pankreas dan hati
Palpasi :
tidak ada pembesaran hati dan limpa

7. Sistem muskolokeletal
Rentang gerak : rentang gerak normal dan tidak ada kelemahan sistem anggota gerak
Kekuatan otot
Lengan kanan : 5 lengan kiri: 5
Kaki kanan : 5 Kaki kanan : 5
Kemampuan ADL : mandiri

8. Sistem integument
Turgor kulit : baik dan elastis
Pressure ulcer : tidak ada lesi/ dekubitus

9. Sistem reproduksi
Keluhan sistem reproduksi : klien mengatakan tidak ada
Kegiatan seksual teratur : tidak dikaji

10. Sistem eliminasi
Karakter feses : lunak
Konstipasi : klien mengatakan tidak ada Diare: tidak ada
Inkontinensia : tidak ada
Frekuensi BAK : 4-5 kali sehari Karakter urine : kuning jernih
Nyeri/ kesulitan/ terbakar/ kesulitan BAK : tidak ada
Riwayat penyakit ginjal/ kandung kemih: tidak ada
Data penunjang laboratorium : tidak ada
Terapi yang di berikan : tidak ada

1. Keadaan umum
Nama : Ny. S
TD: 170/ 100 mmHG RR: 24 x/menit N: 88 x/menit T: 36,2
0
C
Nyeri : tidak ada
Status gizi : BB saat ini: 51 kg TB: 152 cm BMI : 22
Gizi kurang
Gizi cukup
Gizi lebih
Personal hygine :
klien dapat melakukan perawatan diri dengan mandiri dan tanpa bantuan orang lain
2. Sistem persepsi sensori
Pendengaran :
klien mengatakan masih mampu mendengarkan dengan baik (belum mengalami
penurunan pendengaran)
Penglihatan :
klien mengatakan masih mampu melihat dengan baik dan belum mengalami
penurunan penglihatan
Pengecap /penghidung :
klien mengatakan masih mampu mengecap atau membau dengan baik dan tidak ada
masalah
Peraba :
klien mengatakan indra peraba tidak terdapat gangguan atau masalah

3. Sistem pernapasan
Inspeksi :
RR= 24 x/ menit, kondisi bersih, tidak terdapat lesi, gerakan pernapasan
mengembang dan mengempis, payudara sebelah kanan diangkat karena riwayat
kanker payudara
Perkusi :
suara sonor
Palpasi :
gerakan dada bagian kanan dan kiri seimbang dan tidak ada ketinggalan gerak saat
bernapas
Auskultasi :
suara napas vesikuler

4. Sistem kardiovaskuler
Inspeksi :
Capilary refil : < 2 detik
Perkusi :
suara redup pada jantung
Palpasi :
tidak ada pembesaran
Auskultasi :
terdengar bunyi lup dub, tidak suara tambahan S3 dan S4

5. Sistem saraf pusat
Kesadaran : compos mentis
Orientasi realita : orientasi baik (tidak ada disorientasi waktu, tempat dan orang)

6. Sistem gastrointestinal
Inspeksi :
kondisi bersih, tidak ada lesi; keadaan umbilicus cekung, posisi simetris dan bersih
Auskultasi :
bising usus 15 x/ menit
Perkusi :
timpani untuk bagian lambung dan vesika urinaria, redup di pankreas dan hati
Palpasi :
tidak ada pembesaran hati dan limpa

7. Sistem muskolokeletal
Rentang gerak : rentang gerak normal dan tidak ada kelemahan sistem anggota gerak
Kekuatan otot
Lengan kanan : 5 lengan kiri: 5
Kaki kanan : 5 Kaki kanan : 5
Kemampuan ADL : mandiri

8. Sistem integument
Turgor kulit : baik dan elastis
Pressure ulcer : tidak ada lesi/ dekubitus

9. Sistem reproduksi
Keluhan sistem reproduksi : klien mengatakan tidak ada
Akseptor KB : tidak, kerena pada waktu itu belum banyak program KB sehingga
hanya menggunakan penghitungan sendiri
Kegiatan seksual teratur : menopause


10. Sistem eliminasi
Karakter feses : lunak
Konstipasi : klien mengatakan tidak ada Diare: tidak ada
Inkontinensia : tidak ada
Frekuensi BAK : 5-7 kali sehari Karakter urine : kuning jernih
Nyeri/ kesulitan/ terbakar/ kesulitan BAK : tidak ada
Riwayat penyakit ginjal/ kandung kemih: tidak ada
Data penunjang laboratorium : tidak ada
Terapi yang di berikan : amlodipine 5 mg

1. Keadaan umum
Nama : Tn. S
TD: 120/ 80 mmHG RR: 18 x/menit N: 80 x/menit T: 36
0
C
Nyeri : tidak ada
Status gizi : BB saat ini: 52 kg TB: 167 cm BMI : 18,6
Gizi kurang
Gizi cukup
Gizi lebih
Personal hygine :
klien dapat melakukan perawatan diri dengan mandiri dan tanpa bantuan orang lain
2. Sistem persepsi sensori
Pendengaran :
klien mengatakan mampu mendengarkan dengan baik (belum mengalami penurunan
pendengaran)
Penglihatan :
klien mengatakan mampu melihat dengan baik dan belum mengalami penurunan
penglihatan
Pengecap /penghidung :
klien mengatakan mampu mengecap atau membau dengan baik dan tidak ada masalah
Peraba :
klien mengatakan indra peraba tidak terdapat gangguan atau masalah

3. Sistem pernapasan
Inspeksi :
RR = 22 x/ menit, kondisi thorax bersih, tidak terdapat lesi, gerakan pernapasan
mengembang dan mengempis
Perkusi :
suara sonor
Palpasi :
gerakan dada bagian kanan dan kiri seimbang dan tidak ada ketinggalan gerak saat
bernapas
Auskultasi :
suara napas vesikuler


4. Sistem kardiovaskuler
Inspeksi :
Capilery refil < 2 detik
Perkusi :
suara redup pada jantung
Palpasi :
tidak ada
Auskultasi :
tidak suara tambahan S3 dan S4

5. Sistem saraf pusat
Kesadaran : compos mentis
Orientasi realita : normal (tidak ada disorientasi waktu, tempat dan orang)

6. Sistem gastrointestinal
Inspeksi :
kondisi bersih, tidak ada lesi; keadaan umbilicus cekung, posisi simetris dan bersih
Auskultasi :
bising usus 20 x/ menit
Perkusi :
timpani untuk bagian lambung dan vesika urinaria, redup di pankreas dan hati
Palpasi :
tidak ada pembesaran hati dan limpa

7. Sistem muskolokeletal
Rentang gerak : rentang gerak normal dan tidak ada kelemahan sistem anggota gerak
Kekuatan otot
Lengan kanan : 5 lengan kiri: 5
Kaki kanan : 5 Kaki kanan : 5
Kemampuan ADL : mandiri

8. Sistem integument
Turgor kulit : baik dan elastis
Pressure ulcer : tidak ada lesi/ dekubitus

9. Sistem reproduksi
Keluhan sistem reproduksi : klien mengatakan tidak ada
Kegiatan seksual teratur : ya

10. Sistem eliminasi
Karakter feses : lunak
Konstipasi : klien mengatakan tidak ada Diare: tidak ada
Inkontinensia : tidak ada
Frekuensi BAK : 4-5 kali sehari Karakter urine : kuning jernih
Nyeri/ kesulitan/ terbakar/ kesulitan BAK : tidak ada
Riwayat penyakit ginjal/ kandung kemih: tidak ada
Data penunjang laboratorium : tidak ada
Terapi yang di berikan : tidak ada

1. Keadaan umum
Nama : Ny. N
TD: 130/ 100 mmHG RR: 16 x/menit N: 82 x/menit T: 36,3
0
C
Nyeri : tidak ada
Status gizi : BB saat ini: 56 kg TB: 157 cm BMI : 22
Gizi kurang
Gizi cukup
Gizi lebih
Personal hygine :
klien dapat melakukan perawatan diri dengan mandiri dan tanpa bantuan orang lain
2. Sistem persepsi sensori
Pendengaran :
klien mengatakan mampu mendengarkan dengan baik (belum mengalami penurunan
pendengaran)
Penglihatan :
klien mengatakan mampu melihat dengan baik dan belum mengalami penurunan
penglihatan
Pengecap /penghidung :
klien mengatakan mampu mengecap atau membau dengan baik dan tidak ada masalah
Peraba :
klien mengatakan indra peraba tidak terdapat gangguan atau masalah

3. Sistem pernapasan
Inspeksi :
RR = 16 x/ menit, kondisi thorax bersih, tidak terdapat lesi, gerakan pernapasan
mengembang dan mengempis
Perkusi :
suara sonor
Palpasi :
gerakan dada bagian kanan dan kiri seimbang dan tidak ada ketinggalan gerak saat
bernapas
Auskultasi :
suara napas vesikuler


4. Sistem kardiovaskuler
Inspeksi :
Capilery refil < 2 detik
Perkusi :
suara redup pada jantung
Palpasi :
tidak ada
Auskultasi :
tidak suara tambahan S3 dan S4

5. Sistem saraf pusat
Kesadaran : compos mentis
Orientasi realita : normal (tidak ada disorientasi waktu, tempat dan orang)

6. Sistem gastrointestinal
Inspeksi :
kondisi bersih, tidak ada lesi; keadaan umbilicus cekung, posisi simetris dan bersih
Auskultasi :
bising usus 18 x/ menit
Perkusi :
timpani untuk bagian lambung dan vesika urinaria, redup di pankreas dan hati
Palpasi :
tidak ada pembesaran hati dan limpa

7. Sistem muskolokeletal
Rentang gerak : rentang gerak normal dan tidak ada kelemahan sistem anggota gerak
Kekuatan otot
Lengan kanan : 5 lengan kiri: 5
Kaki kanan : 5 Kaki kanan : 5
Kemampuan ADL : mandiri

8. Sistem integument
Turgor kulit : baik dan elastis
Pressure ulcer : tidak ada lesi/ dekubitus

9. Sistem reproduksi
Keluhan sistem reproduksi : klien mengatakan tidak ada, siklus menstrusi rutin setiap
bulannya
Kegiatan seksual teratur : ya

10. Sistem eliminasi
Karakter feses : lunak
Konstipasi : klien mengatakan tidak ada Diare: tidak ada
Inkontinensia : tidak ada
Frekuensi BAK : 4-5 kali sehari Karakter urine : kuning jernih
Nyeri/ kesulitan/ terbakar/ kesulitan BAK : tidak ada
Riwayat penyakit ginjal/ kandung kemih: tidak ada
Data penunjang laboratorium : tidak ada
Terapi yang di berikan : tidak ada
ANALISA DATA

No. Data Problem Etiologi
1.


















2.
DS :
1. Klien mengatakan hipertensi
hanyalah sebatas penyakit
tekanan darah tinggi
2. Klien mengatakan belum
mengetahui perawatan
terhadap penyakit hipertensi
dan pantangan makanannya
3. Klien mengatakan jarang
minum obat untuk hipertensi

DO :
Klien terlihat bingung saat ditanya
mengenai penyakit hipertensi
(pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, komplikasi, penanganan
medis dan terapi)


DS :
1. Klien mengatakan jarang
pergi ke pelayanan kesehatan
untuk kontrol penyakitnya
2. Klien hanya melakukan
pengukuran tensi di tempat
tetangganya tanpa melakukan
terapi medis sesuai yang
dianjurkan dokter
DO :
Klien tampak bingung ketika
ditanya alasan mengapa tidak
menggunakan fasilitas pelayanan
kesehatan untuk kontrol tanpa
timbul kekambuhan/ TD
meningkat kembali

Resiko peningkatan
keparahan penyakit

















Kurang
pengetahuan
terhadap
penggunaan
fasililitas
pelayanan
kesehatan

Kurang
pengetahuan klien
terhadap penyakit
hipertensi, cara
perawatan dan pola
diet yang dilakukan













Kurangnya minat
klien untuk
menggunakan
fasilitas pelayanan
kesehatan terkait
penyakitnya
SKALA PRIORITAS MASALAH
Masalah 1: Resiko peningkatan keparahan penyakit b/d Kurang pengetahuan klien terhadap
penyakit hipertensi, cara perawatan dan pola diet yang dilakukan.
Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah :
Aktual : 3
Resiko : 2
Potensial : 1

2. Kemungkinan masalah
dapat diubah :
Mudah : 3
Sebagian : 2
Tidak dapat : 1






3. Kemungkinan masalah
dapat dicegah :
Tinggi : 3
Cukup : 2
Rendah : 1



4. Menonjolnya masalah :
Segera : 2
Tidak segera : 1
Tidak dirasakan : 0



3





2









1







1

Aktual
3/ 3 x 1 = 2/ 3




Sebagian
2/ 3 x 2 = 4/ 3









Cukup
2/ 3 x 1 = 2/ 3





Tidak segera
1/ 3 x 1 = 1/ 3
Masalah yang
dihadapi klien
sifatnya adalah
aktual.

Kemungkinan
masalah dapat
diubah yaitu
sebagian karena
klien adalah
seorang lansia
yang
kemungkinan
terjadi perubahan
proses pikir

Kemungkinan
masalah untuk
dicegah yaitu
cukup karena
riwayat HT sudah
berapa tahun yang
lalu


Menonjolnya
masalah tidak
segera karena
klien kurang
minat untuk selalu
kontrol penyakit





Masalah 2: Kurang pengetahuan terhadap penggunaan fasililitas pelayanan kesehatan
Kurangnya minat klien untuk menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan terkait kontrol
penyakitnya
Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah :
Aktual : 3
Resiko : 2
Potensial : 1



2. Kemungkinan masalah
dapat diubah :
Mudah : 3
Sebagian : 2
Tidak dapat : 1



3. Kemungkinan masalah
dapat dicegah :
Tinggi : 3
Cukup : 2
Rendah : 1





4. Menonjolnya masalah :
Segera : 2
Tidak segera : 1
Tidak dirasakan : 0



1






2







1










1

potensial
1/ 3 x 1 = 1/ 3





sebagian
2/ 3 x 2 = 4/ 3







cukup
2/ 3 x 1 = 2/ 3








Tidak segera
1/ 3 x 1 = 1/ 3
Masalah yang
dihadapi klien
sifatnya adalah
potensial

Kemungkinan
masalah dapat
diubah yaitu
sebagian karena
klien adalah
seorang lansia
yang
kemungkinan
terjadi perubahan
proses pikir

Kemungkinan
masalah untuk
dicegah yaitu
cukup karena
riwayat HT sudah
berapa tahun yang
lalu


Menonjolnya
masalah tidak
segera karena
klien kurang
minat untuk selalu
kontrol penyakit



DIAGNOSA KEPERAWATAN :
1. Resiko peningkatan keparahan penyakit b/d kurang pengetahuan klien terhadap
penyakit hipertensi, cara perawatan dan pola diet yang dilakukan.
2. Kurang pengetahuan terhadap penggunaan fasililitas pelayanan kesehatan b/d
kurangnya minat klien untuk menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan terkait
penyakitnya


PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA
No. Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi
Intervensi

Umum Khusus Kriteria Standard
1.

























Resiko peningkatan
keparahan penyakit
b/d kurang
pengetahuan klien
terhadap penyakit
hipertensi, cara
perawatan dan pola
diet yang dilakukan.









Tidak terjadi
peningkatan
keparahan
penyakit













1. Resiko menurun
terhadap
peningkatan
keparahan
penyakit
2. Peningkatan
pengetahuan
klien terhadap
penyakit
hipertensi
3. Peningkatan
pengetahuan
klien mengenai
cara perawatan
dan pola diet
yang harus
dilakukan
1. Tidak ada
peningkatan
keparahan
penyakit
2. Peningkatan
pengetahuan
klien tentang
penyakit
hipertensi, cara
perawatan dan
pola diet yang
harus dilakukan





1. Klien
mengetahui
tentang
pengertian,
penyebab,
tanda dan
gejala,
komplikasi,
penanganan
medis dan
terapi
2. Klien
mengetahui
tentang cara
perawatan dan
pola diet bagi
penderita
1. Lakukan penyuluhan
tentang pengertian,
penyebab, tanda dan gejala,
komplikasi, penanganan
medis dan terapi
2. Lakukan pendidikan
kesehatan tentang cara
perawatan dan pola diet
bagi penderita hipertensi











2.


Kurang pengetahuan
terhadap penggunaan
fasililitas pelayanan
kesehatan b/d
kurangnya minat
klien untuk
menggunakan
fasilitas pelayanan
kesehatan terkait
penyakitnya


Minat klien
meningkat
untuk
menggunakan
fasilitas
pelayanan
kesehatan


Peningkatan
minat klien
untuk
mengunjungi
fasilitas
pelayanan
kesehatan untuk
kontrol penyakit
yang diderita


1. Peningkatan
pengetahuan
klien tentang
pentingnya
penggunaan
pelayanan
kesehatan.
2. Peningkatan
status kesehatan
klien setelah
dilakukan
pengecekan
kesehatan setiap
periode tertentu
hipertensi

1. Klien mampu
mengetahui
pentingnya
penggunaan
fasilitas
pelayanan
kesehatan
untuk kontrol
penyakit atau
saat status
kesehatan
menurun.


1. Lakukan pendidikan
kesehatan tentang
pentingnya penggunanan
fasilitas pelayanan
kesehatan terkait kontrol
penyakit yang diderita.