Anda di halaman 1dari 3

The Regulation Of Financial Accounting

Penetapan standar akuntansi merupakan proses yang sangat politis, oleh karena itu
harus dilakukan pengujian terhadap standar akuntansi yang ada, agar tidak ada standar yang
menguntungkan pihak-pihak tertentu. Ketika membahas mengenai regulasi akuntansi, maka
tentu ada pihal yang pro dan kontra. Terdapat dua perspektif, yaitu perspektif pasar bebas dan
perspektif pro terhadap regulasi.
Free Market Perspective
Berdasarkan sudut pandang pasar bebas, informasi akuntansi harus dianggap seperti
barang dan jasa lainnya. Dengan kekuatan permintaan dan penawaran, maka akan
menghasilkan penawaran atas informasi akuntansi yang optimal. Beberapa argument yang
mendukung teori Free Market adalah:
Private economic-based incentives
Dengan mengasumsikan bahwa manajer menjalankan demi kepentingan mereka
sendiri. Tapi kepentingan manajemen untuk melakukan kontrak dengan
pemegang saham dan debitur, menyebabkan manajer membatasi tindakannya
terssebut. Kontrak dapat berjalan karena adanya informasi akuntansi yang
tersedia. Organisasi yang tidak menyediakan informasi akuntansi akan menerima
denda yang lebih besar. Informasi yang disediakan oleh perusahaan bergantung
pada pihak yang terlibat dan aset apa yang diikutsertakan. Selain itu, dengan
adanya regulasi akuntansi, justru akan membatasi penggunaan metode akuntansi
dan menyebabkan kontrak tidak efisien.
Market for managers
Dengan tidak adanya regulasi mengasumsikan bahwa manajer dapat terdorong
untuk memilih strategi yang digunakan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Termasuk di dalamnya memberikan informasi akuntansi yang optimal.
Market for corporate takeovers
Asumsi ini menganggap bahwa organisasi yang berkinerja buruk akan diambil
alih oleh entitas lain, dan tim manajemen yang sudah ada akan diganti. Oleh
karena itu, manajer berusaha untuk memaksimalkan nilai perusahaan degan
berkinerja dengan baik. Dan informasi yang dihasilkan untuk meminimalkan
biaya modal akan meningkatkan nilai perusahaan (dengan asumsi bahwa manejer
mengetahui niaya marginal dan keuntungan marjinal dari informasi tersebut).
Market for lemons
Tidak menampilkan informasi dianggap sama dengan informasi buruk. Disini
pasar menganggap bahwa perusahaan yang tidak mengungkapkan informasi,
mempunyai informasi jelek untuk diungkapkan. Oleh karena itu, manajer
termotivasi untuk mengungkapkan informasi, baik itu informasi bagus aaupun
jelek.
Dengan 4 asumsi di atas, maka hal ini dianggap cukup untuk membatasi adanya
regulasi akuntansi.
Pro-regulation Perspective
Asumsi ini mengatakan bahwa informasi akuntansi merupakan barang publik ataupun
barang yang gratis. Sehigga informasi tidak bisa dianggap sebagai barang seperti yang
disebutkan dalam free market perspective. Disini regulasi akuntansi diperlukan untuk
menghindari terjadinya kegagalan pasar.
Masyarakat, sebagai pengguna informasi, yang menganggap informasi sebagai barang
gratis, akan melebih-lebihkan kebutuhan mereka akan informasi tersebut. Hal ini akan
menyebabkan informasi yang diungkapkan terlalu banyak. Hal ini akan menyebabkan terlalu
banyaknya standar akuntansi.
Terdapat 3 teori yang menjelaskan mengenai regulasi:
1. Public interest theory
2. Capture theory
3. Economic interest group theory (private interest theory)
Public Interest Theory
Teori ini menganggap bahwa peraturan ada untuk kepentingan masyarakat, bukan
untuk kepentingan pribadi. Adanya badan pengawas, dianggap bisa mewakili kepentingan
masyarakat dimana dia beroperasi, bukan kepentingan regulator. Teori ini juga
mengasumsikan bahwa pemerintah adalah pihak yang netral.
Kritik-kritik terhadap public interest theory:
Mempertanyakan apakah pasar akan beroperasi secara tidak efisien jika tidak
diatur.
Mempertanyakan apakah regulasi benar benar bisa tanpa biaya
Mempertanyakan mengenai kenetralan pemerintah.
Capture Theory
Teori ini menganggap bahwa pihak yang diatur akan mengambil alih peranan
regulator, yang mana nantinya aturan akan menguntungkan pihak-pihak tersebut. Walaupun
pada awalnya regulator bertindak demi kepentingan umum, tapi akan sulit bagi mereka untuk
tetap independen. Kritik untuk teori ini adalah:
Tidak ada alasan bahwa pihak yang diatur merupakan satu-satunya pihak yang dapat
mempengaruhi regulator.
Tidak ada alasan bahwa pihak yang diatur hanya mampu mengambil alih lembaga
yang sudah ada, mereka bisa saja menciptakan lembaga baru.
Tidak ada alasan mengapa pihak yang diatur tidak bisa mencegah pembentukan badan
pengawas baru.
Economic Interest Group Theory
Teori ini menganggap bahwa grup akan terbentuk untuk melindungi kepentingan
ekonomi tertentu. Grup yang sering bertentangan satu sama lain akan mencoba
mempengaruhi pemerintah untuk membuat peraturan yang menguntungkan mereka dan
merugikan yang lainnya. Disini, regulator tidak dianggap sebagai pihak yang netral, tapi
dianggap sebagai kelompok kepentingan tersendiri. Selain itu, pihak-pihak yang tidak
memiliki kekuatan yang cukup tidak akan bisa mempengaruhi pemerintah demi kepentingan
mereka sendiri.
Regulasi Akuntansi Sebagai Output Dari Proses Politik
Jika kita menerima pandangan bahwa penetapan standar akuntansi merupakan proses
politik, maka anggapan bahwa akuntansi keuangan harus obyektif dan netral patut
dipertanyakan. Karena akuntansi keuangan mempengaruhi distribusi kekayaan dalam
masyarakat. Oleh karena itu, segala konsekuensi ekonomi yang mungkin muncul akibat
adanya standar akuntansi harus benar-benar dipertimbangkan.