Anda di halaman 1dari 46

Modul 2 : Batuk

Kelompok 5
Tutor : dr. Risky Akaputra, Sp.P
Anggota :
1. Mohammad Reza Aulia (2013730069)
2. Ghani M. Sarjono (2013730042)
3. Idham Andayana (2013730047)
4. Jananda Musdhika P (2013730057)
5. Anggita Fauzia H (2013730009)
6. Larasati (2013730060)
7. Dita Tifaniadi (2013730029)
8. Novita Dewi (2013730078)
9. Dian Vitasari (2013730025)
10. Sheila Sarasanti (2013730099)
11. Shenaquita Ivandra (2013730100)

Skenario 2
Parto, laki-laki usia 49 tahun, pegawai negeri, datang
ke dokter dengan keluhan batuk berdahak sejak 2
minggu yang lalu. Batuk berdahak kental terkadang
berwarna kuning dan terdapat darah. Keluhan lain :
nafsu makan menurun, nyeri dada dan sesak napas.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara napas
tambahan ronkhi basah.
Kata Sulit

Ronkhi basah
Kata/Kalimat Kunci
1. Laki-laki usia 49 tahun.
2. Batuk berdahak dari 2 minggu yang lalu.
3. Dahak kental berwarna kuning dan terdapat
darah.
4. Nafsu makan menurun.
5. Nyeri dada dan sesak napas.
6. Pemeriksaan fisik didapatkan suara tambahan
ronki basah.

Mind Map
Batuk
definisi
epidemiologi
Anatomi
fisiologi &
Patomekanisme
etiologi
Gambaran klinis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Penunjang
preventif
diagnosis
DD
WD
penatalaksanaan
farmakologi
Non-farmakologi
Pertanyaan
1. Apa definisi dari batuk ?
2. Apa saja penyakit-penyakit yang menimbulkan gejala batuk ?
3. Apa saja bagian anatomi yang terlibat dalam gejala batuk ?
4. Jelaskan etiologi dari gejala batuk !
5. Apa yang dimaksud dengan refleks batuk ?
6. Bagaimana gambaran klinis dan pemeriksaan fisik serta pada
penyakit skenario tersebut ?
7. Apa dan jelaskan macam-macam pemeriksaan penunjang
yang dapat membantu mendiagnosa penyakit dengan
gejala batuk ?
8. Jelaskan epidemiologi penyakit respirasi dengan gejala batuk
?
9. Bagaimana patomekanisme dari penyakit pada skenario ?
10. Bagaimana penatalaksanaan dari kasus pada skenario
tersebut ?
11. Apa saja langkah pencegahan penyakit respirasi dengan
gejala batuk ?
12. Apa WD dan DD yang terkait dengan skenario 2 ?


1. Definisi batuk
2. Apa saja penyakit-penyakit yang
menimbulkan gejala batuk ?

Sumber : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
4. Penyakit Kardiovaskuler :
Edema paru
Infark paru
5. Iritan Lingkungan :
Gas
Debu
Perubahan temperatur
6. Benda asing :
Saluran napas
Membran timpani
7. Neoplasma :
Karsinoma paru
Metastasis tumor
8. Alergi :
Demam karena alergi jerami
Rinitis vasokomotor
Asma bronkial
3.Sebutkan anatomi dari organ
pernapasan dan yang terlibat dalam
batuk?
Sumber : Atlas Anatomi Sobotta
Saluran pernapasan
Trakea , bronkus dan
bronkiolus
Alveoli dan kapiler
Os. Costae
1. M. intercostalis externi
berfungsi untuk : inspirasi

2. M. Intercostalis interni
yg dibedakan pula ber dasarkan letaknya :

- antar tulang iga, fungsi : ekspirasi
- antar iga rawan, fungsi : inspirasi dengan menekan dan
menurunkan costae

3. M. Transversus Thoracis (m. ternocostalis )
paling dalam fungsi : ekspirasi

Otot terpenting pernapasan : M. Diafragmaticus

Otot bantu pernapasan :
M. Sternocleidomastoideus
M. Scaleni
M. Pectoralis Major
M. Pectoralis Minor.


Otot-Otot Pernapasan dan
Fungsinya
Otot-otot Pernapasan
Diagfragma
organ yang terlibat dalam batuk
4. Jelaskan etiologi dari gejala
batuk?
Harrison, volume 1, Isselbacher, dkk. 199
Etiologi Batuk
Stimulasi inflamasi Stimulasi mekanis Stimulasi Kimiawi
Inhalasi
partikel kecil
kompresi
saluran
napas
Ekstramural,
Mencakup
aneurisma aorta,
granuloma
neoplasma paru,
dan tumor
mediastinum
Intramural,
Mencakup
karsinoma
bronkogenik,
adenoma
bronkial, benda
asing
Inhalasi gas
yang iritatif
Obat
dengan efek
samping
yang
merugikan
sistem
pernafasan
5. Apa yang dimaksud dengan
refleks batuk ?
6. Bagaimana gejala-gejala klinis dan
pemeriksaan fisik pada kasus skenario
tersebut?


Keluhan yang dirasaka pasien pada tuberkulosis dapat
bermacam-macam atau malah bayak pasien ditemukan TB paru tanpa
keluhan sama sekali .keluhan yang terbayak seperti:
Gejala-gejala klinis
Demam
biasanya subfebril menyerupai demam influenza
Kadang-kadang panas dapat mencapai 41-40 C
Serang demam pertama dapat sembuh sebentar,tetapi dapat timbul kembali


Batuk /Batuk Darah
Gejala ini paling bayak ditemukan.Batuk terjadi karena adanya iritasi pada
bronkus.Batuk ini
Diperlukan untuk membuang produk-produk radang keluar ,sifat batuk
dimulai dari batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi
produktif (menghasilkan sputum)keadaan yang lanjutnya adalah berupa
batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah .
Referensi:ilmu penyakit dalam Interna Publishing halaman 2234

Sesak napas
Pada penyakit ringan (baru tumbuh )belum dirasakan sesak
napas .sesak napas akan
Ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut ,yang infiltrasi
sudah meliputi setengah paru.

Nyeri dada
Gejala ini jarang ditemukan .Nyeri dada timbul bila infiltrat
radang sudah sampai ke
Pleura sehingga menimbulkan pleuritis .Terjadinya gesekan
kedua pleura sewaktu pasien
Menarik /melepaskan napasnya.
Malaise
Gejala malaise sering ditemukan berupa anoreksia tidak ada
nafsu makan,badan makin kurus
Sakit kepala,meriang,nyeri otot,keringat malam
Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksan pertama terhadap keadaan umum pasien
ditemukan konjungtiva
Mata atau kulit yang pucat karena anemia,suhu badan
(subfebris),badan kurus dan berat
Badan menurun.
Tempat kelainan lesi TB paru yang paling dicurigai adalah
bagian apeks(puncak)paru
Bila dicurigai adanya infiltrat yang agak luas maka didapatkan
perkusi yang redup dan auskultasi sura napas bronkial,akan
didapatkan juga suara napas tambahan berupa ronki basah,kasar,dan
nyaring .tetapi bila infiltrat ini diliputi oleh penebalan pleura ,suara
napas menjadi vesikuler melemah.bila terjadi kavitas yang cukup
besar ,perkusi memberikan suara hipersonor atau timpani dan
auskultasi memberi suara amforik
Bila tuberkulosis mengenai pleura,sering terbentuk efusi
pleura.Paru yang sakit terlihat agak tertinggal dalam
pernapasan,perkusi memberi suara pekak.Auskultasi memberikan
suara napas yang lemah sampai tidak terdengar lagi.

Referensi:ilmu penyakit dalam Interna Publishing halaman 2234

7. Apa dan jelaskan macam-macam
pemeriksaan penunjang yang dapat
membantu mendiagnosa penyakit dengan
gejala batuk?
8. Jelaskan epidemiologi
penyakit respirasi pada
skenario diatas!
Walaupun pengobatan TB yang efektif sudah tersedia
tapi sampai saat ini TB masih tetap menjadi problem
kesehatan dunia yang utama. Pada bulan Maret 1993
WHO mendeklarasikan TB sebagai global health
emergency. TB dianggap sebagai masalah penting
karena lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi
oleh mikobakterium TB. Pada tahun 1998 ada
3.617.047 kasus TB yang tercatat diseluruh dunia.

Sebagian besar dari kasus TB ini (95 %) dan
kematiannya (98 %) terjadi dinegara-negara yang
sedang berkembang. Di antara mereka 75 % berada
pada usia produktif yaitu 20-49 tahun. Karena
penduduk yang padat dan tingginya prevalensi
maka lebih dari 65 % dari kasus-kasus TB yang baru
dan kematian yang muncul di Asia.
Alasan utama yang muncul atau meningkatnya
penyakit TB global ini disebabkan :
a. Kemiskinan pada berbagai penduduk
b. Meningkatnya penduduk dunia
c. Perlindungan kesehatan yang tidak mencukupi
d. Tidak memadainya pendidikan mengenai
penyakit TB
e. Terlantar dan kurangnya biaya pendidikan

Distribusi geografis TBC mencakup seluruh dunia dengan
variasi kejadian yang besar dan prevalensi menurut
tingkat perkembangannya. Penularannya pun berpola
sekuler tanpa dipengaruhi musim dan letak geografis

Keadaan sosial-ekonomi merupakan hal penting pada
kasus TBC. Pembelajaran sosiobiologis menyebutkan
adanya korelasi positif antara TBC dengan kelas sosial
yang mencakup pendapatan, perumahan, pelayanan
kesehatan, lapangan pekerjaan dan tekanan ekonomi.
Terdapat pula aspek dinamis berupa kemajuan
industrialisasi dan urbanisasi komunitas perdesaan. Selain
itu, gaji rendah, eksploitasi tenaga fisik, pengangguran
dan tidak adanya pengalaman sebelumnya tentang
TBC dapat juga menjadi pertimbangan pencetus
peningkatan epidemi penyakit ini
9. Bagaimana mekanisme
batuk ?
batuk dapat dicetuskan secara volunter atau
refleksif.
Batuk mempunyai saraf aferen dan eferen
Saraf aferen termasuk reseptor di dalam serabut
sensorik saraf trigeminus, glosofaringeus, laringeus
superius dan vagus.
Saraf eferen termasuk saraf laringeus rekuren (yang
menyebabkan penutupan glotis) dan saraf spinalis
yang menyebabkan kontraksi otot-otot abdominal
toraks)
Urutan batuk :
Memulai inspirasi dalam epiglotis tertutup
relaksasi diafragma kontraksi otot melawan glotis
yang tertutup tekanan dalam jalan napas
intratoraks positif maksimal penyempitan trakea
begitu glotis terbuka kombinasi perbedaan
tekanan yang besar antara jalan napas dan atmosfer
laju aliran menuju trakea mendekati kecepatan suara
tekanan pembersih yang timbul membantu
eliminasi mukus dan benda asing sirkuit pendek
trakeostomi dan tuba endrotrakeal mencegah
penutupan epiglotis.
10. Tatalaksana pada WD
beserta DD.
Buku IPD harrison
Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Dalam, Lawrence M, Tierney, Jr,
MD et all, 2002.
1. TB
Penatalaksanaan
Istirahat
Menghindar
i rokok
Medikamento
sa
Diet Operasi
Pemilihan antibiotika:
-Berdasarkan pemeriksaan bakteri dan
sputum
-Sementara menunggu hasil pemeriksaan
sputum diberikan juga antibiotika
spectrum luas (doksisiklin)
-Antibiotika dihentikan bila sputum
kurang atau tidak purulent lagi
Bronkodilator

Operasi dilakukan bila :
-Pengobatan selama 2 tahun
kurang menunjukan
perbaikan
-Timbul hemoptisis yang
massif
BRONKIEKTASIS
3. Bronkitis akut
Antitusif (penekan batuk): DMP (dekstromethorfan) 15 mg,
diminum 2-3 kali sehari. Codein 10 mg, diminum 3 kali sehari.
Doveri 100 mg, diminum 3 kali sehari. Obat-obat ini bekerja
dengan menekan batuk pada pusat batuk di otak.
Ekspektorant: adalah obat batuk pengencer dahak agar
dahak mudah dikeluarkan sehingga napas menjadi lega.
Ekspektorant yang lazim digunakan diantaranya: GG (glyceryl
guaiacolate), bromhexine, ambroxol
Antipiretik (pereda panas): parasetamol (asetaminofen), dan
sejenisnya., digunakan jika penderita demam.
Bronkodilator (melongarkan napas), diantaranya: salbutamol,
terbutalin sulfat, teofilin, aminofilin, dan lain-lain. Obat-obat ini
digunakan pada penderita yang disertai sesak napas atau
rasa berat bernapas. Penderita hendaknya memahami
bahwa bronkodilator tidak hanya untuk obat asma, tapi
dapat juga digunakan untuk melonggarkan napas pada
bronkitis.
Antibiotik
4. Bronkitis kronik
Edukasi, yakni memberikan pemahaman kepada penderita
untuk mengenali gejala dan faktor-faktor pencetus
kekambuhan Bronkitis kronis.
Sedapat mungkin menghindari paparan faktor-faktor
pencetus.
Rehabilitasi medik untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan
dan mencegah kekambuhan, diantaranya dengan olah raga
sesyuai usia dan kemampuan, istirahat dalam jumlah yang
cukup, makan makanan bergizi.
Oksigenasi (terapi oksigen)
Obat-obat bronkodilator dan mukolitik agar dahak mudah
dikeluarkan.
Antibiotika. Digunakan manakala penderita Bronkitis kronis
mengalami eksaserbasi oleh infeksi kuman ( H. influenzae, S.
pneumoniae, M. catarrhalis). Pemilihan jenis antibiotika
(pilihan pertama, kedua dan seterusnya) dilakukan oleh
dokter berdasarkan hasil pemeriksaan.


11. Apa saja langkah pencegahan
penyakit respirasi pada skenario
tersebut ?
12. Apa WD dan DD yang terkait
pada skenario?