Anda di halaman 1dari 5

Cerpen 1

Aku Akan Selalu Mencintaimu Ayah


Pagi itu aku meminta ayahku mengantarkanku ke sekolah. Saat itu, tepat di depan kami terjadi
sebuah kecelakaan. Kami pun segera turun dan membantu menolong wanita yang tertindih motor
akibat kecelakaan tadi. Untung saja dia tak kenapa-kenapa. Setelah memapahnya ke trotoar.
Ayahku pergi melanjutkan perjalanan mengantarkan ku ke sekolah.
Seperti biasa ayahku pulang sebelum maghrib untuk mandi dan kemudian pergi lagi. Saat aku
ingin meminjam HP-nya, dia datang dan merampasnya dariku. Kemudian pergi keluar dengan
izin ke kantor.
Di sekolah saat jam istirahat, tiba-tiba seorang temanku datang dan memberitahuku bahwa dia
melihat ayahku semalam di depan tempat bermain billyard dengan seorang wanita. Dia pikir itu
adalah mamaku. Ternyata bukan.
Mengingat cerita temanku, aku memutuskan untuk memeriksa SMS terakhir yang masuk dari HP
ayahku. Aku menemukan pesan dari sebuah nomor yang memanggil ayahku dengan sebutan
sayang. Saat itu aku terkejut dan tiba-tiba meneteskan air mata. Seakan-akan aku bisa
membayangkan kedepannya.
Dan saat ayahku pergi. Aku segera memberitahukannya pada ibuku. Aku pikir dia akan terkejut
ternyata tidak. Dia mengatakan bahwa dia sudah sering menemukan SMS seperti itu sejak
seminggu yang lalu.
Keesokannya, saat pulang sekolah aku singgah meminjam buku PR seorang temanku. Dan
betapa terkejutnya aku melihat ayahku memboncengi seorang wanita dengan mesranya di jalan.
Aku terkejut. Ayahku saja tidak pernah membonceng ibuku berdua. Tapi yang aku lihat bukan
hanya berdua saja. Tapi juga sambil bermesraan seperti anak muda yang sedang pacaran.
Aku sengaja untuk tidak tidur sambil menunggu ayahku pulang.
kenapa kamu belum tidur?
ayah kira karena apa?. karena perempuan murahan itu
apa maksudmu?
maksudku! tadi siang aku melihat ayah memboncengi perempuan. Siapa perempuan itu?
perempuan siapa?
jangan pura-pura bodoh. Ayah kira aku buta dan tidak melihat siapa yang tadi siang ayah
boncengi
Tiba-tiba saja ibuku datang dan menenangkan perkelahian kami. Aku tahu ibuku mendengar apa
yang baru saja aku katakan.
Aku segera pergi tidur dengan amarah yang masih memuncak tapi sebelum aku tidur aku
menyampaikan pesan untuk ayahku.
jangan coba macam-macam lagi. Jika sekali lagi ayah seperti itu maka aku tidak segan-segan
untuk membuat ayah menyesal punya anak sepertiku
2 hari sudah aku tidak berbicara dengan ayahku meskipun ia sudah coba membujukku. Tapi aku
tetap tidak ingin berbicara dengannya karena aku tahu dia belum berubah.
Saat sedang pergi jalan-jalan bersama teman. Aku melihat ayahku dengan gadis itu lagi. Dan
sekarang terlihat jelas wajahnya. Aku seperti pernah menemuinya tapi aku lupa dimana. Aku
mengikuti mereka berdua. Dan akhirnya aku tahu dimana wanita itu tinggal
Karena saat itu sudah sangat malam aku meminta izin ibuku untuk bermalam di rumah seorang
temanku yang tidak jauh dari rumah wanita itu. Saat tepat jam 11 malam keluarga temanku
belum ada yang tidur. Mereka semua masih asyik dengan sinetron yang sedang mereka tonton.
Aku meminta izin mereka untuk keluar sebentar untuk menemui ayahku di perempatan.
Bukan ke perempatan. Aku ke rumah wanita itu untuk bertamu. Dan setelah mengingat-ingat
wajahnya, ternyata dia adalah wanita yang ditolong ayahku saat kecelakaan lalu. Dia kaget
denganku tapi setelah aku mengingatkannya siapa aku. dia akhirnya mempersilahkan aku masuk.
Lama kami bercerita dan dari situ aku mengetahui kalau dia sendiri di rumah ini. Aku segera
menjalankan rencanaku.
Aku menumpahkan minyak di lantai rumahnya yang ku ambil dari rumah temanku sebelum
menemuinya. Minyak itu sengaja ku tumpahkan agar nantinya dia terjatuh. Dan tiba-tiba saja
terdengar bunyi dari dalam. Aku segera pergi melihatnya tetapi bukan untuk menolongnya.
Justru aku pergi mencari bantal di kamarnya, Aku bekap dia dengan bantal sehingga tidak bisa
bernafas. Dia tidak bisa bangun untuk melawanku karena sudah lemah setelah terjatuh. Tidak
lama kemudian Wanita itu tak bergerak. Aku memeriksa denyut nadi dan jantungnya. Sudah
tidak berdetak lagi. Aku kemudian pulang ke rumah temanku. Tapi sebelum pulang, aku
membakar semua bukti-bukti yang dapat diketahui polisi.
Keesokan harinya, aku pulang ke rumah. Aku tidak melihat ayahku berada di rumah. Aku tahu
dia ke rumah wanita murahan itu. Tapi aku nampak senang karena aku sudah berhasil
melenyapkannya.
Sorenya ayah pulang. Dia nampak lusuh. Tapi aku tidak peduli. Aku tahu dia curiga padaku. Dan
secara terang-terangan aku memberitahunya.
aku yang membunuh wanita itu. Apa ayah akan memasukan ku ke penjara?
apa?. Kamu yang membunuhnya?
iya. Sekarang masukkan saja aku ke penjara atau bunuh aku juga
aku akan membunuhmu. Anak durhaka
Ibu datang melindungiku.
jika kamu ingin membunuhnya maka bunuh aku dulu, karena dia adalah anakku
baiklah aku akan membunuh kalian berdua
Adikku datang membawa pemukul. Dan memukulkannya dengan keras ke kepala ayahku.
Ayahku terjatuh tapi dia masih sadarkan diri.
ayah fikir siapa perempuan itu?. Dia tidak sayang dengan ayah. Dia hanya menginginkan uang
dari ayah. Ayah buta?. Di depan ayah ada seorang wanita yang mencintai ayah apa adanya dan
aku tahu sekarang dia tidak secantik wanita itu. Tapi dia begini karena dia sayang dengan kita
semua. Dia cinta dan tidak ingin kehilangan kita semua hanya karena memperhatikan
kecantiakan dan bentuk tubuh. Dan jika memang ayah ingin memenjarakanku. Aku siap. karena
aku tahu aku adalah anak durhaka yang telah menewaskan seorang wanita yang ayah sayangi.
Tapi, aku ingin tanya. Apa ayah akan melakukan hal demikian jika ibu yang pergi?
sudah lah nak, lebih baik kita pergi menyembunyikanmu dari polisi
aku akan menjaga mereka semua tanpa bantuan dari ayah. Aku akan buktikan aku bukan
seorang banci dan pengecut seperti ayah kata adikku.
aku minta izin mu untuk cerai. Aku mungkin akan menikah lagi dengan lelaki yang sudah lama
menungguku. Dan kamu tidak perlu mencari kami, karena aku jamin mereka akan bahagia
tanpamu
Aku melihat jelas saat itu ayahku berusaha untuk bangun mengejar kami. Tapi dia tidak mampu
menahan sakitnya pukulan tadi. Dan itu merupakan saat terakhir aku melihat ayahku. Sejujurnya
aku sangat menyayangimu ayah. Aku seperti itu karena aku tidak ingin kehilangan ayah tetapi
takdir berkata lain. Kita semua harus terpisah. Aku selalu, selalu, selalu menyayangimu ayah
hingga apa pun akan aku lakukan untuk kebahagiaan kita semua. Walaupun dengan cara yang
salah.
I WILL ALWAYS LOVE YOU DADDY
Cerpen Karangan: Cahya Amalia Safitri








Cerpen 2
SENYUMAN MAMAKU
Aku masih termenung mempertanyakan takdir hidup ku, Tuhan, mengapa aku begini bukankah
aku masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah keluargaku, usia ku baru 9 tahun dan belum
siap untuk melihat ibuku menangis melihat ayahku dibawa paksa ke kantor polisi, kenapa harus
aku yang melihat kejadian ini, kenapa bukan kakak ku yang 4 tahun lebih tua dariku yang
menyaksikannya
Aku mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di keluargaku, dan aku mengetahui ternyata
ayahku ditipu rekan kerjanya, apa yang harus aku lakukan ya ALLAH, tak sampai hati ku
melihat mama dan adik ku menangis,
Ketukan pintu memecahkan renungan ku, aku membuka pintu dan ternyata, betapa bahagianya
aku, ayahku pulang, dengan bersemangat aku panggil mamaku, mamaaaaa, ayah pulang ma
mulai dari situ aku mulai melihat mamaku tersenyum kembali.
Cobaan terus datang menyentuh keluargaku dan saat itu lagi, dan lagi aku melihat mama
menangis, yaa di usiaku yang ke 15 tahun, dimana saat keluargaku benar-benar jatuh, usaha
ayahku bangkrut, hutang dimana-mana, dan saat itu aku baru saja lulus smp. Hidup memang
harus berjuang, hingga takdir memutuskan aku dan keluarga ku pindah keluar pulau.
Dengan memanfaatkan warisan yang kakek berikan kepada ayah, kami sekeluarga memulai
hidup baru
Saat itu pukul 8 malam, saat kami makan malam, ayah membuka percakapan, dan percakapan itu
membuat aku muak, mereka menyuruhku untuk menangguhkan pelajaran 1 tahun, tanpa kawalan
air mataku jatuh, dan spontan saja aku luapkan apa yang ingin aku katakan, ma, aku ingin lanjut
sekolah, cukup kalian daftarkan aku ke sekolaah yang paling murah pun aku mau, aku janji
nggak akan nyusahin kalian, plis cukup kalian daftarkan aku aku lihat mamaku menangis
setelah mendengarkan kata-kataku, aku merasa berdosa, maafkan aku ma, aku sedikitpun tak ada
niat untuk menambah beban fikiranmu.
Dan akhirnya orangtuaku menyekolahkanku di smk dekat tempat tinggal ku, betapa
bersyukurnya aku, terimakasih ya ALLAH.
Entah dari mana orangtua ku dapat uang lebih untuk membiayakan sekolah aku dan adikku,
dengan ego ku aku tak ingin tau masalah itu, biarkan saja orangtua ku yang mengurusnya, yang
terpenting sekarang adalah belajar.
Aku kira masalah beban keluargaku telah hilang, dan seperti apa yang orang katakan, bumi itu
berputar dan takkan mungkin orang akan selalu dibawah. Tetapi ini bukan waktunya untuk
keluarga ku naik, baru naik 1 tangga tapi ada batu besar menimpa keluarga kami dan kami pun
jatuh kembali.
Sepulang sekolah, aku merasa heran, kenapa tiada 1 orang pun di rumah, aku mecari di semua
sudut rumah, tapi tak ku temukan siapapun, aku pun keluar dan bertanya ke tetanggaku, mereka
bilang, indah, kakakmu mengalami kecelakaan, ia jatuh ke jurang saat perjalanan ke tempat
kerjanya, dan sekarang dia sedang di rumah sakit
Aku terkulai lemas dan tak berdaya, yang kufikirkan hanya mama ku, bukan kakakku, pasti
mamaku menangis lagi, pasti orangtua ku bingung mencari dana rumah sakit. Aku tak tau apa
yang harus aku lakukan, aku merasa aku ini tidak bisa berbuat apapun untuk membantu
keluargaku, jangankan membantu mencari dana, untuk menghapus air mata ibuku pun aku tak
sanggup. mama, aku berjanji, suatu saat nanti aku akan kembalikan senyum mu yang indah
dulu.
Dan waktu pun berlalu, akhirnya aku lulus dari smk, seperti kebanyakan anak yang lainnya, pasti
ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi lain halnya dengan ku, yang aku inginkan hanya
ingin cepat cepat membuat mamaku tersenyum iklas untuk kami, tanpa ada beban yang
mengganjal senyum indahnya. Aku beniat untuk bekerja ke luar negeri, agar cepat melunasi
hutang-hutang bank yang muncul saat kakakku kecelakaan dulu. Berat hati ini meninggalkan
mama dan yang lainnya, tapi aku yakin bahwa saat aku pulang nanti akan ku lihat senyum
terindah dari mamaku.
Bekerja di luar negara tidak mudah, aku harus berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan
hidupku sekarang, mulai dari bahasa, gaya berbicara, berpakain dan banyak lagi, ini semua aku
lakukan untuk mama. Dan Alhamdulillah ALLAH SWT memudahkan ku untuk mencari rezki di
sini. Bekerja sebagai operator produksi di perusahaan yang cukup tenar di dunia. sedikit demi
sedikit hutang ayah ku mulai berkurang, kehidupan keluarga ku pun membaik, alhamdulillah
uang yang aku berikan keluargaku, cukup untuk menutupi kebutuhan keluargaku. Dan ini
waktunya keluarga ku bangkit dari keterpurukan, bukan mungkin lagi, tapi harusss bangkit, aku
ingat janji Allah, siapa yang berusaha pasti ia akan berhasil.
Waktu terus berlalu, dan kontrak kerja ku pun habis, tanpa terasa sudah masanya untuk aku
pulang ke negaraku, tanah air ku. Dengan langkah yang penuh semangat saat pesawat telah
mendarat aku cepat-cepat keluar dari pesawat menuju ruang tunggu, Betapa bahagiaku ya
ALLAH, semua keluarga kecilku menjemput ku, dan tak ketinggalan Mama ku dan senyum
indahnya yang telah lama aku rindukan. Terimakasih YA ALLAH.
Cerpen Karangan: Indah Lestari