Anda di halaman 1dari 22

REFERAT PROSTHODONSIA

SELECTION AND ARRANGEMENT OF TEETH


FOR ESTHETIC COMPLETE DENTURE
PROSTHESIS - AN ART AND SCIENCE

DISUSUN OLEH:
ZAKA SHAHNAZ E R, SKG 2013-16-035

PEMBIMBING:
drg. ELIN

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2014

PENYELEKSIAN DAN PENYUSUNAN GIGI UNTUK ESTETIKA
PROTESA GIGI TIRUAN PENUH
Abstrak
Wajah adalah bagian yang paling terlihat dari tubuh, dan mulut merupakan
ciri khas yang paling menonjol. Gigi menjadi bagian yang paling sering untuk
diperhatikan. Senyum yang indah dan menyenangkan dapat meningkatkan
diterimanya individu di dalam masyarakat dengan membrtikan kesan pertama
yang baik dalam hubungan antar individu. Senyum yang terlihat buruk dan jelek
dinilai sebagai suatu kecacatan fisik. Senyum adalah salah satu ekspresi wajah
yang paling penting dan sangatlah penting dalam mengekspresikan keramahan,
kesepakatan dan apresiasi. Estetika telah semakin menjadi bagian yang penting
dalam praktek rehabilitasi prostetik modern dan identik dengan penampilan yang
alami dan harmonis. Artikel ini menyoroti pada berbagai macam faktor-faktor
dalam mempengaruhi pemilihan dan penyusunan gigi untuk prostesa gigi tiruan
penuh demi meningkatkan estetika.
Pengenalan
Bentuk estetika dari gigi tiruan merupakan sebuah hasil yang dihasilkan
oleh gigi tiruan yang mempengaruhi kecantikan dan daya tarik seseorang. Setiap
pasien yang tidak memiliki gigi pastinya tidak ingin berpenampilan jelek dan
buruk yang disebabkan karena hilangnya gigi dan juga "seperti memakai gigi
palsu" yang berhubungan dengan protesa yang kurang bagus saat dibuat. Untuk
menghindari keadaan seperti itu dalam prakteknya, dokter gigi perlu memiliki
pemahaman mengenai otot-otot wajah, tampilan wajah yang normal, dan batasan
fisiologis, atau parameter, dimana kompromi estetik dibuat saat keadaan pasien
tidak memiliki gigi. Para prosthodontists harus memiliki konsep visual terhadap
hubungan sebab dan akibat. Dimana pada saat ini pedoman yang berhubungan
dengan posisi gigi anterior mungkin dapat digunakan dan pedoman ini dianggap
terpusat pada fakta bahwa enam gigi anterior rahang atas harus: Secara tepat
mendukung bibir bagian atas, menempati daerah lengkung anterior rahang atas
yang berbatasan dengan sudut-sudut mulut, memungkinkan individualisasi seperti
rotasi, tumpang tindih atau spasi setiap kali diindikasikan.
Ada beberapa keterbatasan mekanis tertentu dalam penempatan gigi
anterior yang harus diperhitungkan. Menurut pernyataan Fish, "Di rahang atas
tidak ada pengecualian untuk aturan penggantian gigi asli dengan pengaturan
buatan yang sama persis memiliki hubungan yang sama pada badan maksila
kecuali penampilan pasien ini akan dimodifikasi dengan beberapa perubahan
sedikit" . Fish juga menyatakan, "Posisi yang benar pada gigi belum tentu benar
pada ridge, di dalam ridge, maupun di luar ridge, tapi pada sebuah titik di mana
terdapat keseimbangan antara lidah dan tekanan pipi". Proses pemilihan gigi dapat
dibagi menjadi empat tahap yang terpisah:
Pemilihan gigi anterior rahang atas
Pemilihan gigi anterior rahang bawah
Pemilihan jenis gigi posterior dan cetakan
Pemilihan warna gigi anterior dan posterior


Kriteria Pemilihan Untuk Gigi Anterior
Setiap pasien yang berbeda juga memerlukan bentuk, ukuran dan warna
gigi tiruan yang berbeda. Oleh karena itu kita harus memiliki pengetahuan tentang
berbagai kriteria dalam memilih cetakan yang tepat untuk pasien berdasarkan
diagram cetakan yang tersedia. Kriteria pemilihan meliputi: pemilihan bentuk
gigi, pemilihan ukuran gigi, pemilihan warna gigi dan pemilihan material protesa.
Catatan sebelum pencabutan gigi dan pasca pencabutan gigi merupakan pedoman
yang sangat penting untuk pemilihan bentuk gigi anterior dalam meningkatkan
estetika.
Konsep dentogen dan dinestetika diusulkan oleh Frush dan Fisher (1955-
1959) yang menulis berbagai macam artikel yang menyajikan konsep estetika
berdasarkan jenis kelamin, kepribadian dan usia. Menurut mereka, untuk
mencapai tampilan protesa yang lebih natural, ada tiga hal yang diperlukan: gigi
yang tepat, gigi ditempatkan pada posisi yang tepat, dan harus ditempatkan pada
tampilan basis protesa yang natural.
Jenis Kelamin: Laki-laki: Gigi yang dipilih kuat, besar dan persegi;
Perempuan: Gigi yang dipilih yang halus, bulat, kecil.
Kepribadian: Spektrum tipe kepribadian mulai dari kuat ke sedang ke
lembut.
Kuat: Laki-laki menggambarkan kekasaran, halus menggambarkan
kelembutan perempuan yang berada ditengah di antara keduanya.
Umur: Gambaran dari usia harus tergambarkan dalam gigi tiruan dari segi
translucency, warna dan pemakaian.
Pemilihan Ukuran Gigi
Ukuran memiliki tiga dimensi: tinggi occlusogingiva, lebar mesiodistal,
ketebalan faciolingual. Catatan sebelum Pencabutan gigi dan pasca pencabutan
gigi merupakan pedoman yang sangat penting dalam pemilihan ukuran gigi
anterior. Metode berikut dapat digunakan untuk memilih ukuran gigi:
1) Catatan Sebelum Pencabutan gigi
Adalah aplikasi yang sangat penting dalam pemilihan gigi untuk gigi
tiruan estetika. Catatan seperti cetakan diagnostik, foto sebelum pencabutan gigi,
radiografi sebelum pencabutan gigi, dan gigi dari anggota keluarga dekat atau gigi
yang dicabut dapat disimpan dan dapat diambil sebagai tambahan untuk catatan
ini. Foto-foto harus realistik dan menunjukkan wajah pasien pada saat tersenyum.
Tampilan tersebut harus memungkinkan dokter gigi untuk melihat dan mengukur
dengan hati-hati perbandingan horisontal jarak intercanine pasien dan
berhubungan dengan jarak interpupillary di dalam foto. Di tempat praktek, dokter
gigi dengan mungkin mengukur jarak interpupillary pasien dan seharusnya
mungkin untuk menetapkan lebar horizontal dari bagian atas enam gigi anterior
seperti yang diberikan oleh rumus di bawah ini.
Jika foto tidak tersedia dalam pengukuran antropometri kemudian dapat
digunakan untuk mengukur lebar gigi yang akan dipilih untuk gigi tiruan.
Lebar gigi insisivus sentralis bagian atas = lingkar kepala / 13
(atau) Lebar gigi insisivus sentralis rahang atas = lebar Bizygomatic / 16
(atau) Lebar gigi insisivus sentralis rahang atas = Panjang wajah / 20
Jumlah lebar anterior maksila = lebar Bizygomatic / 3.36
Jumlah lebar rahang bawah anterior = 4/5 dari anterior rahang atas.
Pedoman Untuk Pemilihan Dan Posisi Gigi Anterior Rahang Atas
Menurut konsep dentogen, pemulihan struktur gigi yang hilang harus
dilakukan berdasarkan jenis kelamin, kepribadian dan usia pasien. Pada umumnya
bentuk tubuh perempuan bulat, halus dan lembut. Akan tetapi bisa mempunyai
tipe kuat dan kokoh juga. Secara umum bentuk fisik laki-laki cuboidal, keras,
berotot dan kuat tetapi hanya sedikit yang mempunyai tipe halus dan lembut juga.
Kita harus tetap mempunyai gagasan dalam berpikir untuk melakukan
pemilihan cetakan gigi yang benar. Kita harus mendapatkan gambaran anatomi
dari seorang individu atau dapat dibentuk untuk tipe lembut dengan melakukan
prosedur menggerinda.

Gigi Insisivus Sentralis Gigi Insisivus Lateral Kaninus
Penyusunan gigi
konvensional: disusun
secara simetris dengan
mengambil midline
sebagai acuan.
Karakteristik: untuk
wanita; membuat servikal
lebih keluar tapi
meninggilkan incisal
edge di bagian dalam
secara bersamaan akan
memberikan kesan
lembut, alami dan hidup.
Untuk laki-laki;
membawa satu gigi
insisif sentral secara
Umumnya lebih sempit
dan lebih pendek dari
gigi insisivus sentralis.
Karakterisasi: Untuk
wanita Putar gigi
insisivus lateral secara
distolabial untuk
menunjukkan
permukaan mesial yang
sedikit tumpang tindih
pada gigi insisivus
sentral yang
memberikan
kelembutan. Untuk
laki-laki Rotasi gigi
insisivus lateral secara
Harus disusun lurus dan
ujung servikal harus
terlihat untuk memiliki
keunggulan servikal jika
dilihat dari samping. Harus
diputar untuk menunjukkan
bidang mesial dari depan.
Keunggulan yang
menonjol dari kaninus
adalah untuk laki-laki dan
kaninus tidak terlalu cocok
untuk perempuan.
Pertimbangannya terletak
pada posisi gigi insisivus
sentralis
1) jaringan lunak. Midline
bodily ke yang lain atau
merotasi kedua insisif
sentral dengan bagian
distal lebih ke depan,
dengan satu gigi insisivus
tertekan pada akhir
servikal dan insisal lain
juga tertekan.

mesial memberikan
tampilan yang keras
kepada pasien. Hindari
kesimetrisan posisi gigi
pada kedua sisi mulut.
sesuai dengan midline
2) Labioversion Baik
vertikal maupun dengan
kecenderungan labial
sedikit untuk dukungan
bibir yang memadai.

Ditempatkan secara
vertikal dengan sedikit
kemiringan mesial.

Ditempatkan secara
vertikal dengan
keunggulan servikal.

3) garis Berbicara adalah
panjang insisal atau
komponen vertikal dari
gigi anterior.

Garis bicara harus 1-2
mm dari permukaan
insisal dari gigi
insisivus sentralis.

Garis bicara harus pada
tingkat gigi insisivus
sentralis.
4) diastema untuk
menandai, embrasure
yang dikendalikan oleh
titik kontak antara dua
gigi harus
diperhitungkan. Titik
kontak terletak di
pertemuan antara insisal
dan sepertiga tengah.

Titik kontak terletak di
tengah-tengah sepertiga
yang merupakan
servikal ke titik kontak
dari dua gigi insisivus
sentral.

Titik kontak terletak di
persimpangan tengah
sepertiga dan insisal
sepertiga.

5) garis gusi harus
dibentuk sedikit di bawah
garis bibir tinggi pada
gigi insisivus sentralis.

garis gusi sedikit lebih
rendah dari garis gusi
gigi insisivus sentralis
pada gigi insisivus
nanti.

garis gusi lebih tinggi dari
garis gusi gigi insisivus
sentralis atau lateral.

6) interdental papila
dibentuk untuk titik
kontak gigi dan sehingga
bervariasi sesuai dengan
titik kontak antara gigi
yang berbeda. Konveks
di segala penjuru. Yang
dibentuk sesuai dengan
usia sehingga simulasi
Papila interdental
konveks ke segala arah
dan dibentuk untuk titik
kontak gigi dan
dibentuk sesuai dengan
usia.

Papila interdental terbentuk
sampai titik kontak antara
dua gigi yang berdekatan.
jumlah resesi ditemukan
interdental pada
kelompok usia yang
berbeda.

Tabel 1. Pedoman Untuk Pemilihan Dan Posisi Gigi Anterior Rahang Atas
Pemilihan Bentuk Gigi
2) Catatan Pasca Pencabutan gigi (Anatomi Landmark)
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada foto-foto yang memadai atau catatan
sebelum pencabutan gigi lainnya yang tersedia dan dokter harus memutuskan
bagaimana cara terbaik untuk memilih gigi yang memuaskan menurut parameter
estetika dan fungsional. Pada saat ini adanya pedoman yang berhubungan dengan
posisi gigi anterior mungkin dapat digunakan dan pedoman ini dianggap terpusat
pada fakta bahwa enam gigi anterior atas harus: tepat mendukung bibir bagian
atas, mengisi daerah itu dari lengkung anterior bagian atas yang berbatasan
dengan sudut-sudut mulut, memungkinkan individualisasi tempat yang ditentukan
seperti rotasi, tumpang tindih atau spasi.
Untuk mencapai hal ini, dokter harus memilih gigi berdasarkan
pengukuran dan keputusan yang dibuat dengan melihat pinggiran oklusal rahang
atas dan parameter fungsional dan estetika harus dinilai. Dengan melihat tepi
rahang dan bibir yang tepat dan didukung pada titik insisal ditentukan, pasien
harus diminta untuk tersenyum. Dengan menandai garis senyum tertinggi di tepi
rahang, dokter harus mengambil keputusan tentang pemilihan cetakan gigi. Titik
kritis lainnya adalah untuk menentukan posisi gigi kaninus. Referensi
Sebelumnya telah dilakukan untuk penggunaan catatan sebelum pencabutan gigi.
Dimana tidak adanya, posisi sudut mulut, dan saat istirahat harus digunakan.
Metode lainnya adalah meminta pasien untuk tersenyum dan
memperpanjang garis dari kantus (hubungan anatara kelopak mata atas dan
kelopak mata bawah) mata melalui perbatasan lateral tulang rawan alar dan
memperluas ke tepi rahang atas. Hal ini dapat dilakukan dengan benang. Hal ini
terkait dalam proporsi yang tinggi dari kasus, dengan posisi ujung gigi taring atas.
Jika penggaris fleksibel diletakkan dari satu titik ke kaninus lain pada tepi atas,
panjang gigi anterior dapat dibaca dan membaca ini merupakan dimensi penting
kedua yang diperlukan untuk menentukan cetakan gigi.
Sebelum mengevaluasi cetakan, bagaimanapun juga ini menjadi sangat
penting bahwa dokter akan menentukan bagaimana pasien menginginkan susunan
gigi yang terlihat. Jika pasien ingin agak sedikit diastem, maka itu akan
membutuhkan gigi dengan lebar yang lebih kecil dari yang biasa digunakan. Hal
sebaliknya berlaku baik di mana tumpang tindih atau crowding yang diinginkan.
Pentingnya kedua pengukuran tampak jelas saat kita memeriksa sebagian diagram
cetakan gigi.
Ada tiga nilai yang dialokasikan per cetakan:
1) lebar gabungan dari semua enam gigi anterior, yaitu dari distal dari
kaninus ke distal kaninus kontralateral (dalam mm). Ini adalah sekitar
lingkar tepi atas dari satu titik kaninus yang lain.
2) Ketinggian gigi insisivus sentralis dari tepi insisal ke titik tertinggi di
muka labial gigi yang sesuai dengan titik tertinggi dari mahkota (dalam
mm).
3) Lebar gigi insisivus sentralis.
Mengambil tiga pengukuran menjadi pertimbangan, yang dapat dibandingkan
dengan catatan tepi rahang, kita harus bisa memilih dari cetakan yang terletak
dalam jarak intercanine yang dipilih. Demikian juga, kesadaran perubahan umur
gigi diperlukan bila ketinggian gigi insisivus sentralis sedang dipertimbangkan.
Jarak diukur ujung insisal ke garis senyum tinggi.
Untuk menyesuaikan gigi anterior yang mencerminkan usia pasien, dokter
harus memilih gigi insisivus sentral yang panjang dari yang diharapkan, untuk
memungkinkan insisal grinding untuk mensimulasikan gesekan. Di sisi lain,
beberapa pasien tidak akan menampilkan sebagian besar gigi mereka ketika
mereka tersenyum. Ini mungkin merupakan kebiasaan yang dilakukan mereka,
karena alasan sosial psikologis, konsekuensi dari pemakaian gigi tiruan dan bibir
atas yang panjang. mungkin ini yang terlihat jelas dari foto pasien yang bagus di
mana ia tersenyum. Hal ini juga dapat dilihat pada saat penyusunan pinggiran
rahang atas.
Kita harus berkonsultasi dengan pasien mengenai keinginan pasien dan
ekspektasi pada pemilihan gigi untuk menghindari atau meminimalkan masalah
mengenai komplain protesa di kemudian hari.
Faktor lain juga bisa dipertimbangkan untuk menyelesaikan pilihan gigi
anterior. Menurut Williams (1907), ia mengemukakan bahwa penampilan frontalis
dari wajah dari garis rambut normal sampai dagu dapat digunakan sebagai
pedoman untuk memilih bentuk gigi insisivus sentralis (wajah bentuk persegi,
lonjong dan ovoid gigi anterior yang sama juga dikelompokkan). Bentuk
proksimal gigi lurus atau cembung yang diikuti profil samping dari pasien.
Bentuk insisal bisa cembung atau flat.
Pemilihan Gigi Anterior Bawah
Sebagaimana telah dibahas bahwa catatan sebelum pencabutan gigi
mungkin digunakan untuk memastikan pilihan yang tepat untuk bentuk gigi
anterior dari gigi palsu percobaan. Ketika hal ini tidak tersedia, diagram cetakan
dapat digunakan untuk menyamakan gigi anterior bawah dengan gigi anterior
bagian atas yang dipilih.
Mengidentifikasi posisi kaninus yang lebih rendah memakai sudut mulut
sebagai landmark dan kemudian mengukur jarak antara kaninus-kaninus. Sebagai
cetakan gigi pada gigi anterior bawah setara dengan tiga pengukuran untuk gigi
anterior atas, kita seharusnya memilih cetakan yang tepat untuk setiap pasien,
memperhitungkan usia, bentuk wajah dan persepsi pasien.
Pemilihan Jenis Gigi Posterior Dan Cetakan
Bagian ini yang paling dipertimbangkan oleh dokter gigi umum. Pilihan
gigi posterior sering dibuat oleh para tekniker yang tidak pernah melihat pasien.
GTP yang seharusnya fungsi utamanya untuk mengembalikan fungsi dan secara
sekunder untuk mengembalikan tampilan wajah. Sebagai prosthodontist yang
sangat penting untuk mendiskusikan secara singkat, jenis oklusi dalam pembuatan
gigi tiruan penuh bahwa harus diperhitungkan untuk situasi klinis yang berbeda
dan jenis yang relevan dari gigi posterior pilihan.


Menurut Lang cetakan gigi posterior memiliki empat jenis:
1) Anatomi
2) Non-anatomi
3) Nol derajat gigi
4) Tanpa cusp gigi.
Menurut Daftar Istilah prostodontik, definisi berikut berlaku untuk setiap jenis:
1) Anatomi: gigi yang memiliki inklinasi cuspal lebih besar dari 0 dan
cenderung meniru oklusal anatomi. Gigi tersebut dapat memiliki cuspal
sudut diatur untuk 20 , 30 , 33 atau 45 .
2) Non-anatomi: gigi yang dirancang sedemikian rupa permukaan oklusal
bukan salinan bentuk gigi asli melainkan diberi bentuk yang dapat
memenuhi persyaratan pengunyahan.
3) Nol derajat gigi: gigi posterior yang memiliki 0 sudut cuspal.
4) Cuspless gigi: gigi dirancang tanpa menonjolnya cuspal pada permukaan
oklusal yang cusp gigi yang inverted.
Tiga faktor yang harus dipertimbangkan untuk menyelesaikan pembuatan
prothesa gigi tiruan, yaitu faktor oklusal, faktor stabilitas dan faktor estetika
seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah:
Jenis Gigi Faktor Oklusal Faktor Stabilitas Faktor Estetika
Gigi dengan cusp
.

Oklusi mungkin
seimbang, tetapi
mungkin
memerlukan
Jika tidak ada
kehadiran slide,
stabilitas mungkin
bisa menjadi
Cenderung terlihat
lebih baik seperti
yang terlihat
natural, selama
grinding untuk
mencegah slide
dari RCP ke ICP.

masalah dengan
ridges lebih
rendah datar dan
pada implan
dibebankan kasus.
gigi panjangnya
yang sesuai
dipilihnya
Gigi tanpa cusp

Oklusi mungkin
seimbang dan gigi
ini umumnya
mengambil waktu
lebih sedikit di
laboratorium untuk
membuatnya.
Tidak adanya cusp
pada gigi posterior
bagian atas artinya
artikulasi
seimbang tidaklah
mungkin.

Memiliki yang
dikenakan
(attrited)
penampilan

Hibrid gigi
.

Oklusi mungkin
seimbang.
Beberapa grinding
mungkin
diperlukan.
Artikulasi
seimbang mungkin
jika konsep-konsep
seperti oklusi
lingualis yang
digunakan, yaitu
Kehadiran cusp,
cusp bahkan
dimodifikasi,
dapat
memfasilitasi
artikulasi
seimbang dengan
mengurangi
kemungkinan
penguncian cuspal

Dapat terlihat
natural
cusp palatal rahang
atas dimaksudkan
untuk
mempertahankan
kontak dengan
antagonisnya
Tabel 2. Daftar faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan bentuk gigi
posterior


Bagan di bawah ini menunjukkan situasi klinis yang berbeda dari alveolar
ridge residual dan jenis oklusi untuk menjadi bahan pertimbangan.
Konsep
Neutrocentric
Konsep
Lingualis

Konsep
Monoplane
Konsep Linear

Kasus ridge
resorbsi, kontrol
neuromuskular
yang buruk.

Kelas I, kelas II,
kelas III, cross
bite, dll

Bentuk ridge yang
buruk, kontrol
neuromuskular
yang buruk

Dimana stabilitas
basis gigi tiruan
adalah
pertimbangan
utama





Faktor Oklusal
Jika pasien hanya melakukan gerakan rahang bawah vertikal maka ada
kemungkinan bahwa tidak adanya cusp gigi yang dapat diterima. Jika pasien
melakukan gerakan rahang bawah excursive lateral, maka gigi dengan cusp akan
diperlukan untuk artikulasi seimbang dan gigi palsu sehingga stabil. Pemeriksaan
gigi palsu dapat membantu dalam diagnosis. Misalnya, jika gigi palsu memiliki
permukaan oklusal yang merata dari yang dikenakan, biasanya ini memberi kesan
gerakan rahang bawah mencacah secara vertikal, sedangkan pemakaian yang jauh
lebih besar terutama pada cusp bukal rahang atas, dapat menandakan dari gerakan
rahang bawah excursive lateral.
Faktor Stabilitas
Selain stabilitas yang terkait dengan keseimbangan otot dan keseimbangan
oklusal di seluruh posisi tepi, cusp yang cenderung mengunci atau menyebabkan
tripping dapat memperburuk stabilitas gigi palsu. Hal ini terutama menonjol di
permukaan yang datar, ridges rahang bawah yang atrofi. Hal ini wajib untuk
menentukan gigi tanpa cusp dalam kasus tersebut. Faktor lain untuk
dipertimbangkan adalah lebar gigi posterior. Jika gigi posterior terlalu lebar,
keberadaannya yang dapat menyebabkan penyebab utama ketidakstabilan. ini juga
harus diperhatikan terhadap jumlah gigi posterior. Ada beberapa situasi klinis di
mana ada panjang mesiodistal yang memadai untuk menggabungkan dua molar
dan dua premolar tanpa mengorbankan stabilitas. Dalam beberapa situasi klinis
seperti mempersempit lengkung gigi yang dianjurkan untuk menurunkan satu
molar.
Faktor Estetika
Faktor-faktor ini adalah faktor yang hanya bisa ditetapkan oleh pasien.
Pasien harus diinformasikan mengenai pilihan dan diizinkan untuk menentukan
penampilan gigi anterior serta gigi mereka dalam zona estetika.
Pemilihan warna dan bayangan dari gigi: Perawatan yang baik harus
diambil oleh prosthodontist atas pemilihan gigi warna dan bayangan yang tepat.
Kita harus mempertimbangkan empat sifat dalam memilih gigi protesa.
1) Hue: Ini merupakan warna yang lebih spesifik yang dihasilkan dari
panjang gelombang cahaya khususnya yang mengenai retina. Hue adalah
indikasi warna yang lebih spesifik, misalnya biru, hijau, kuning
kemerahan. Beberapa otoritas menyatakan bahwa warna gigi harus
menyelaraskan dengan warna wajah / rambut alami pasien.
2) Saturasi (chroma): Ini merupakan jumlah warna per satuan luas, misalnya
gigi mungkin tampak lebih kelabu daripada gigi lain. Warna kedua gigi
bisa setara atau satu gigi bisa mengandung saturasi yang lebih tinggi
daripada yang lainnya.
3) Kecemerlangan (value): Hal ini setara dengan terang atau gelapnya dari
gigi. Variasi kecemerlangan dipengaruhi oleh dilusi warna (yaitu hue)
warna hitam atau putih. Ini adalah rasio putih atau hitam pada gigi ke
warna gigi asli yang menentukan terang atau gelapnya gigi.
4) Translucency: Sifat ini mempermudah cahaya untuk melewati tubuh tanpa
memberikan citra beda.
Seleksi warna dan bayangan gigi yang seksama adalah suatu seni yang
akan mempercantik tampilan sebuah protesa estetika. Bayangan gigi pada setiap
gigi palsu seringkali menjadi pilihan bagi pasien. Pemilihan warna gigi dapat
didasarkan pada warna kulit wajah. Yang paling mencolok warna seringkali
merupakan menjadi pilihan terbaik. Jika semua tersedia kita harus membuat
catatan sebelum pencabutan gigi untuk pemilihan warna. Yang lebih baik adalah
untuk berkonsultasi dan berhati-hati dengan pasien yang menginginkan ada
kaitannya dengan warna gigi, dengan mempertimbangkan usia karena gigi
cenderung menjadi lebih gelap dengan bertambahnya usia, keinginan pasien dan
warna kulit. Apabila seluruh rincian tersebut telah tercatat pada kartu resep dokter
laboratorium, model rahang dapat dikirim ke laboratorium untuk gigi palsu akhir
yang akan dibuat.
Penyusunan Gigi Anterior Rahang Atas
Ketika menyusun gigi anterior rahang atas, posisi gigi insisivus sentralis
yang sangat penting. Karena mereka adalah aktor yang mendominasi di atas
panggung ekspresi, senyum dan juga menetapkan bidang oklusi untuk fungsinya.
Dukungan bibir yang diinginkan dan posisi telah diverifikasi seperti yang
ditetapkan pada saat penyesuaian pinggiran oklusal selama rahang berhubungan.
Incisal edge harus berada lurus dan permukaan labial sedikit proclined seperti
yang didapat pada gigi asli. Menggunakan pinggiran oklusal sebagai panduan di
mana garis senyum bibir ditarik, gigi diatur sedemikian sehingga servikal terletak
di garis bibir yang tinggi untuk meminimalkan menunjukkan bahan dasar ketika
bibir dinaikkan ke tingkat maksimum. Kedua gigi insisivus sentral disusun secara
simetris sesuai dengan usia pasien dan jenis kelamin. Pria paruh baya dan
perempuan akan memiliki ukuran 1 mm dari gigi yang terlihat di bawah garis
bibir pada saat istirahat (individu yang lebih muda akan memiliki ukuran 2-3 mm
jarak pandang pada saat istirahat). Setelah wax telah didinginkan, gigi disusun dan
dicobakan pada mulut pasien untuk melihat dukungan bibir, jarak pandang gigi,
pertengahan garis dan jarak pandang gigi maksimum pada ketinggian bibir
maksimum (tersenyum) diverifikasi. Dalam sindrom hyperfunction anterior, di
mana anterior ridge teresorpsi luas, gigi anterior disusun di anterior ridge untuk
menghasilkan lebih banyak dukungan bibir. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengkomunikasikan dengan para tekniker atau operator harus mengatur dua gigi
insisivus sentral, dan mengirimkannya ke laboratorium untuk gigi lain pengaturan
untuk menetapkan bidang horizontal oklusi setelah pemasangan gips pada
artikulator tersebut. Lateral harus diatur memiliki insisal sekitar 1 sampai 2 mm
dari midline dan cenderung sedikit lebih banyak labial dibandingkan dengan
midline. Panjang sumbu harus miring secara mesial, ini membuat sebagian
servikal tampak mengalami depresi. kaninus rahang atas ditempatkan secara
vertikal atau sedikit miring secara mesial. Bagian servikal dibuat lebih menonjol.
kaninus ini terletak pada titik transisi dari lengkungan dan karena itu diputar
untuk mengikuti lengkungan ini. kaninus ini berkontak dengan bidang oklusal.
Bila dilihat dari depan, permukaan mesial kaninus yang lebih terlihat dari
permukaan distal.
Gambar 1. Penyusunan dentogen gigi perempuan dan keselarasan antara
gigi rahang atas menyusul lengkungan bibir bawah.


Gambar 2. Semua incisal edge diatur lurus bahkan memberikan ilusi 'gigi
yang salah' dan dengan demikian gigi tiruan terlihat pada pasien.

Penyusunan Gigi Anterior Rahang Bawah
Sentral dan lateral mandibula disusun secara berdampingan sehingga
memiliki bidang oklusal yang sama, sejajar dengan sumbu panjang alveolar ridge
yang tersisa dan tegak lurus terhadap bidang horizontal. Kaninus akan miring
secara mesial, hubungan antara kaninus dengan kaninus yang kemiringan
mesioincisal dari kaninus rahang atas harus dalam garis yang sama dengan insisal
kemiringan distal kaninus rahang bawah. Setelah anterior disusun dan diverifikasi
pada pasien mulut, berikut susunan gigi posterior.
Susunan Gigi Posterior
Gigi posterior harus diatur dalam zona netral di mana kekuatan antara
lidah dan pipi atau bibir adalah sama. Jika ditempatkan di luar zona ini, baik bukal
atau lingual dapat menyebabkan pipi atau lidah dapat membuat tidak stabil gigi
tiruan. Itu disusun menurut jenis dan konsep oklusi menjadi pertimbangan.
Basis Gigi Tiruan
Salah satu aspek yang paling penting dari pembuatan protesa yang
umumnya kita cenderung lupa merupakan basis gigi tiruan itu sendiri ke dimana
semua gigi tiruan tersebut tertanam. Untuk memberikan tampilan alami dari basis
gigi tiruan resin akrilik harus dilakukan sedikit cembung atau cekung bukan hanya
meratakannya. Kita harus menurunkan menurunkan papila dan stippling harus
dilakukan pada permukaan bukal dan labial dari basis protesa.
Pembahasan
Wajah adalah bagian yang paling ekspresif dari tubuh manusia karena
menentukan penerimaan individu di masyarakat. Hilangnya gigi yang
mempengaruhi tampilan wajah, menyebabkan trauma psikologis. Oleh karena itu
penting bahwa gigi tiruan estetis dapat menjadi menyenangkan dan fungsional
yang diberikan kenyamanan. Pemilihan dan penyusunan gigi anterior untuk
pasien tak bergigi harus dalam bentuk alami dan estetis dapat menjadi
menyenangkan ini tetap menjadi pengalaman yang menantang. Catatan sebelum
pencabutan gigi adalah panduan yang dapat diandalkan untuk pemilihan gigi.
lengkung rahang, bentuk wajah dan lebar hidung menjadi panduan berguna. Hal
ini didasarkan pada dasar pemikiran bahwa ukuran dan susunan gigi anterior
menyelaraskan dengan landmark anatomi. Penentuan lebar gigi anterior rahang
atas untuk pasien tak bergigi menjadi sulit karena tidak adanya catatan sebelum
pencabutan gigi. Berbagai teknik telah digunakan untuk pemilihan gigi anterior.
Metode ini mengungkapkan ketergantungan terhadap karakteristik fisik dari
bentuk dentofacial. Landmark wajah seperti lebar bizygomatic, lingkar kepala,
tinggi dan lebar wajah interalar telah dipertimbangkan saat sampai pada dimensi
mesiodistal gigi anterior atas.
Jika pedoman yang tepat ini tidak diikuti untuk pembuatan gigi tiruan
penuh, akan menghasilkan 'gigi tiruan yang salah' yang demikian akan
menghasilkan 'Gigi tiruan yang terlihat' bagi pasien. Beberapa pasien berpikir
bahwa ini merupakan tampilan protesa gigi yang salah adalah konsekuensi yang
tidak dapat dihindari setelah mereka kehilangan gigi. Hal ini dapat dihindari jika
konsep 'Dentogenics' diterapkan untuk pembuatan protesa. Dentogenics adalah
seni, praktek, dan teknik menciptakan ilusi seperti gigi asli pada protesa buatan
dan didasarkan pada faktor-faktor dasar yang disarankan oleh jenis kelamin,
kepribadian, dan usia pasien.
Setiap pasien tidak mampu membayar biaya rekonstruksi implan gigi satu
mulut penuh sehingga untuk menghindari implant gigi satu mulut penuh.
menggunakan konsep dentogen untuk pembuatan protesa lengkap, ada
kemungkinan untuk mengembalikan martabat dan individualitas dan dengan
demikian mengembangkan kepercayaan diri pada pasien.
Kesimpulan
Kedokteran gigi estetik telah menjadi bagian penting dari praktek dokter
gigi restorative. Penampakan gigi sangat penting untuk pasien dari segala usia dan
sering dikaitkan dengan persepsi kesehatan dan kebugaran. Perubahan di bidang
kedokteran gigi dari dokter gigi berdasarkan kebutuhan kedokteran gigi elektif
untuk estetik yang telah membuat dampak yang signifikan. Jadi dengan
pemahaman yang menyeluruh tentang prinsip-prinsip estetik kami dapat
memberikan senyum yang menyenangkan kepada pasien sehingga meningkatkan
kepercayaan diri dalam diri mereka dan kepercayaan pada kami. Estetika yang
sangat baik dapat dicapai dengan mengikuti panduan sederhana seperti
menggunakan cetakan gigi khusus berukir dan dipersiapkan untuk pria dan wanita
secara terpisah, dan ini juga menyusun gigi menurut jenis kelamin, kepribadian
dan usia. Perawatan harus diambil untuk pembuatan basis protesa terlihat simulasi
kontur yang lebih natural.
Rangsangan visual ditransmisikan dari mata ke otak. Pernyataan bahwa
"kecantikan ada di mata yang melihatnya" adalah kompleks yang menantang
untuk kita untuk selesaikan. Sementara tidak ada jalan pintas untuk berhasil,
penerapan praktis dari prinsip-prinsip di atas dapat mencapai hasil prostodontik
yang berhasil, memuaskan pasien dan profesional dalam hal estetika serta fungsi
dengan kombinasi seni dan ilmu.