Anda di halaman 1dari 6

Nama : Yara Regina

NPM : 270110130064
Kelas : FTG D
Mata Kuliah : Teknologi Manajemen Kewirausahaan

I. PENGERTIAN EKSPLORASI
Eksplorasi adalah suatu kegiatan lanjutan dari prospeksi yang meliputi pekerjaan-
pekerjaan untuk mengetahui ukuran,bentuk, posisi, kadar rata-rata dan esarnya cadangan
serta studi kalayakan dari endapan bahan galian atau mineral berharga yang telah
diketemukan.
Eksplorasi merupakan kegiatan penting dalam industri migas. Eksplorasi jangan
hanya diartikan sebagai usaha penemuan atau penambahan lapangan baru atau perluasan
daerah produksi, tetapi lebih merupakan peningkatan cadangan minyak bumi. Disiplin ilmu
yang dibutuhkan dalam eksplorasi antara lain Manager, Geologist, Petrophysic, Geophysict,
PE/RE, Drilling, Support (IT, Logistic, Facility).
Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan galian
dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan
sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi
sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya diperlukan penyelidikan
yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko
kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan.

II. TUJUAN EKSPLORASI
Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya cebakan
mineral secara rinci, yaitu unutk mengetahui,menemukan, mengidentifikasi dan menentukan
gambaran geologi dam pemineralaran berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitaas dan
kualitas suatu endapan mineral unruk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara
ekonomis.

III. TAHAPAN EKSPLORASI MINERAL/BAHAN TAMBANG

1. Tahapan Rancangan Eksplorasi (Exploration Design Stage)

Rancangan eksplorasi ini antara lain menyangkut tentang review literatur ,
geologi regional, citra landsat, interpretasi foto udara. Selain itu juga mencakup
tentang model eksplorasi sebagai hipotesa kerja penentuan strategi dan pemilihan
metoda eksplorasi.

2. Tahapan Eksplorasi Tinjau Tingkat Strategis (Reconnaissance Exploration
Stage Strategic Phase)
Pada tahap ini dibagi menjadi 3 tahajp antara lain

Penilaian Regional (Regional Apprasisal)
Penilaian regional ini berdasarkan data dan studi pustaka yang ada. Dalam
tahap ini, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan
peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-
laporan temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi
ditentukan langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi
metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah
eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung
pada proses-proses geologi yang pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di
lapangan.
Peninjauan Daerah (Area Reconnaissance)
Peninjauan daerah ini dilakukan dengan melakukan survei daerah. Survei ini
dapat menggunakan survei udara seperti surveidan analisa foto udara, survei dan
analisa aeromagnetic. Sedangkan survei darat berupa lintasan lintasan dengan
metoda geologi atau non geologi, pengambilan batuan perconto di sungai (stream
sampling), dan sebagainya. Tahapan ini menghasilkan daerah daerah prospek
dengan peta skala 1 : 100.000 200.000. Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah
eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala
geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000).
Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau
di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena
survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari
(singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan
yang penting.

Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara
(sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan,
orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-
tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan
alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami
seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta
geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan).
Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan
dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi). Dengan model
geologi hepatitik tersebut kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak,
pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan
dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di
peta (dengan bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dll.). Dari kegiatan ini akan dihasilkan
model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi,
kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan
memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai
prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.

Pemilihan Sasaran (Target Selection)
Tahap ini merupakan akhir dari semua tahapan eksplorasi tinjau tingkat
strategis. Tahap ini menindaklanjuti tahap peninjauan daerah dengan sitem metoda
geologi berupa : prospeksi batuan di sungai seperti float mapping and sampling,
stream sediment sampling, dan rock sampling. Kadangkala bersamaan dengan
pembuatan paritan, pemboran dangkal dan metoda geofisika seperti survei magnetic,
gravitasi, seismik dan reflaksi seseuai dengan petunjuk geologi.

3. Tahapan Eksplorasi Rinci Tingkat Taktis (Detail Exploration Stage Tactical
Phase)
Tahapan ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu :

Penyelidikan Permukaan Rinci (Detail Surface Investigation)
Tahap ini berupa penciutan daerah prospek dengan peta skala 1:5000 1:1000.
Kegiatan pada tahap ini antara lain berupa pemetaan geologi rinci , surve geokimia
rinci, pembuatan paritan dan sumur uji dan survei geofisika rinci dan pengambilan
beberapa contoh batuan hasil pemboran.
Penyelidikan Bawah permukaan Rinci (Detail Subsurface Investigation)
Pada tahap ini berupa pembuatan terowongan eksplorasi, pengeboran core
logging yang lebih rapat, pengukuran geophysical logging, penentuan cadangan
pendahuluan dan pengambilan contoh secara sistimatis

Penemuan / Bukan Penemuan (Discovery / Nondiscovery)
Pada tahap ini faktor faktor teknik penambangan, teknik ekstraksi
metalurgi, kebutuhan energi dalam penambangan serta penilaian ekonomis (feasibility
studies) dilakukan agar dapat diketahui suatu prospek dapat ditambang atau tidak.

Eksplorasi Tingkat 3 (mine planning)

Penetapan pada eksplorasi tiingkat ini adalah untuk mendapatkan informasi
ekstra mengenai data geologi yang diperlukan untuk penggambaran secara detil
rencana penambangan prepasasi desain tambang dan spesifikasi kualitas pasar.
Metode tahap eksplorasi ini adalah:
- Pemboran denga jarak lebih detail menelusuri arah perlapisan batubara dengan pola
grid pemboran tertentu disesuaikan dengan kondisi dari hasil eksplorasi tahap
sebelumnya
- Sifat fisik batuan penutup (OB) seperti rippability, mechanical strength, friability,
blasting characteristics, cutting haracteristic dan karakteristik kesatabilan lereng.
- Kondisi air permukaan dan bawah permukaan (surface & groumd water) misalnya
breakdown in water, permeability, water inflow dll
- Penetapan lokasi areal tambang (detail desin tambang) denga spesifikasi kualitas
batubara aterteentu
- Perhitungan ongkos penambangan secar detail

Eksplorasi Tingkat 4 (bulk sampling/or trial mining)
Tahap eksplorasi tingkat 4 adalah tahap untuk lebih meyakinkan dalam operasi
penmabangan khususnya sebagai penambangan percobaan (trial minig) dimana
sejumlah batubara digunakan untuk tes pembakaran atau tes kelayakan kualitas dalam
pemakaian baik untuk power station atau untuk pabrik semen. Tambang percobaan
ditetatkan pada areal tertentu yang akan memberikan indikasi kualitas baubara yang
dapat mewakili blok-blok areal yang akan ditambang pada konsesi tersebut.
Kegiatan pada tahapan ini :
- Pemboran antara (infill drilling)
- Penambangan skala kecil
- Melakuakn tes pembakaran
- Detil rencana penambangan
- Analisa ongkos produksi dan estimasi harga jual batubara
Itu tadi merupakan tahapan eksplorasi dalam penambangan batubara, semoga
dapat membantu.
4. Tahapan Evaluasi dan Pra Produksi ( Evaluation and Preproduction Stage)
Tahap ini merupakan tahap akhir sebelum dilakukan penambangan suatu
daerah. Tahap ini berupa evaluasi keseluruhan dari kegiatan produksi. Selain itu tahap
ini juga merancang kegiatan penunjang selama pertambangan seperti pembuatan jala,
pembuatan kantor dan mess pekerja, pembuatan pelabuhan dan pabrik metalurgi.





DAFTAR PUSTAKA

Koesoemadinata,R.P. 2000.Geologi Eksplorasi. Bandung : ITB
http://dpduniapertambangan.blogspot.com/2013/01/tahapan-kegiatan-eksplorasi-teknik.html
http://himatto.wordpress.com/2011/05/14/tahapan-dalam-eksplorasi-penambangan/
http://kyubhil.blogspot.com/2013/09/tahapan-eksplorasi-penambangan.html
http://apriwibowosas.blogspot.com/2013/01/tahapan-eksplorasi-tambang.html

Diakses pada Minggu, 14/09/14 pukul 23.00