P. 1
Soal SPMB Fisika & Trik penyelesaiannya

Soal SPMB Fisika & Trik penyelesaiannya

4.33

|Views: 5,211|Likes:
Dipublikasikan oleh Iwan Husdiantama
Jika ingin memiliki naskah ini, silahkan kirim ongkos kirim (sesuai biaya TIKI, lihat di : http://www.jne.co.id/ dan dan biaya penggantian CD (Rp 10.000,00)

Kirim ke Rek BCA a/n Indah Ria B No. Rek 016-1617-163

atau

Rek Bank Mandiri a/n Iwan Husdiantama No. Rek 127-000-576743-7.

Konfirmasi tranfer via SMS ke 0812-813-782-51
Jika ingin memiliki naskah ini, silahkan kirim ongkos kirim (sesuai biaya TIKI, lihat di : http://www.jne.co.id/ dan dan biaya penggantian CD (Rp 10.000,00)

Kirim ke Rek BCA a/n Indah Ria B No. Rek 016-1617-163

atau

Rek Bank Mandiri a/n Iwan Husdiantama No. Rek 127-000-576743-7.

Konfirmasi tranfer via SMS ke 0812-813-782-51

More info:

Published by: Iwan Husdiantama on Dec 12, 2009
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN

BIMBEL FISIKA SMA


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika SMA
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit/ episode
Jumlah Episode : 10










DAFTAR ISI GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


EPISODE JUDUL / TOPIK
1 MEKANIKA KLASIK SISTEM PARTIKEL




























GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : X/
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit
Episode : 1



NO

STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI
DASAR
TOPIK / JUDUL INDIKATOR MATERI POKOK

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1

Mendeskripsikan gejala alam
dalam cakupan mekanika klasik
sistem diskret (partikel)

1. Menjelaskan Hukum
Newton sebagai konsep
dasar dinamika, dan
mengaplikasikannya
dalam persoalan-
persoalan dinamika
sederhana.

2. Menemukan hubungan
antara konsep impuls
dan momentum,
berdasarkan pada
hukum Newton tentang
gerak dan hukum
kekekalan momentum



Mekanika klasik sistem
partikel (Aplikasi hukum
Newton pada sistem partikel
pada kehidupan sehari-hari)




Setelah menyaksikan
program ini pemirsa
diharapkan dapat :
1. Memformulasikan
Hukum Newton sebagai
konsep dasar
dinamika.

2. Menjelaskan konsep
gaya sentripetal pada
gerak melingkar
beraturan.

3. Menerapkan prinsip
hukum kekekalan
momentum untuk
menghitung kecepatan
benda yang
berinteraksi.





1. Hukum Newton




2. Gerak melingkar
beraturan



3. Hukum kekekalan
momentum






URAIAN MATERI


PUSTAKA KETERANGAN

(7)

(8) (9)

a. Hukum Newton

• Pengertian singkat dan rumus tentang hukum Newton

Gaya : sesuatu yang dapat mengubah bentuk, kecepatan, ukuran, dan
arah gerak suatu benda.

Gaya normal: gaya kontak yang bekerja dengan arah tegak lurus
bidang sentuh jika dua benda bersentuhan.

Gaya gesekan: gaya yang timbul bila dua benda bersentuhan dan ada
upaya menggerakkan benda yang satu terhadap yang lain dan
pemahaman bahwa gaya yang timbul itu selalu menentang upaya
tersebut.


Hukum Newton:

• Hk. Newton I : 0 =

F
• Hk. Newton II : a m F .. =


• Hk. Newton III : Gaya aksi = Gaya reaksi (tetapi arahnya
berlawanan.








- Teori dan Soal-soal Fisika, Seri
Buku Schaum, Frederick J
Bueche, Ph. D, Penerbit Erlangga,
1999

- Buku Fisika SMA, Marthen
Kanginan, Penerbit Erlangga

• Soal dan penyelesaian tentang Hukum Newton

a. Sebuah balok yang massanya 1 kg ditarik dengan gaya mendatar 12 N.
Setelah beberapa detik kemudian ternyata jarak yang ditempuh
benda 30 m. Hitung kecepatan akhir balok! ( µk =0,6 dan g=10
m/det
2
).











A. 3 6 N
B. 5 6 N
C. 6 6 N
D. 10 6 N
E. 3 12 N

Jawab: D














F
12 N
µk=0,6
fg
CARA PENYELESAIAN:

Untuk menyelesaikan soal ini, lihat diagram bebas balok di bawah ini:














Dari diagram bebas terlihat gaya-gaya yang bekerja pada balok yaitu
gaya tarik (F), gaya gesek (fg), gaya normal lantai pada balok (N) dan
gaya berat balok (Wb).

F=12 N

fg=µk.N dimana N=Wb=mb.g=1.(10)=10 N.

Sehingga

fg=0,6.(10)=6 N.


CARA KONVESIONAL:

Kita cari dulu percepatan sistem benda (a):

Σ F = m.a
⇔ F – fg = m.a
⇔ 12 – 6 = 1.a
⇔ a = 6 m/det
2

Kecepatan akhir kita cari dengan rumus di pelajaran kinematika
F
N
fg
Wb
gerak lurus:

s a v v
t
. . 2
2 2
+ =
o
dimana: vo=0
s=30 m
a=6 m/det
2


⇔ 360 ) 30 ).( 6 .( 2 0
2 2
= + =
t
v

⇔ 10 6 360 = =
t
v m/det.



TRIK:

Kita gunakan hukum kekekalan energi mekanik yaitu:

Usaha yang dilakukan oleh gaya untuk menggerakkan balok sejauh
s, sama dengan selisih energi kinetik akhir dan awal.

k
E W ∆ =

⇔ ( ) ( )
2 2
.
2
1
.
o t b
v v m s F − = Σ dimana : vo = 0.

⇔ ( ) ( )
2
.
2
1
.
t b g
v m s f F = −

⇔ ( ) ( )
2
. 1 .
2
1
30 . 6 12
t
v = −

⇔ ( ) 30 ). 6 (
2
1
2
=
t
v

⇔ 360
2
=
t
v

⇔ 10 6 360 = =
t
v m/det.

Ternyata hasilnya sama dengan hasil cara konvensional dan lebih
singkat karena hanya menggunakan satu persamaan dan tidak
perlu repot-repot mencari harga percepatan sistem, a!




b. Dua buah balok dengan berat 15 N dan 10 N ditumpuk di atas meja
licin horizontal seperti gambar di bawah ini:














Jika g= 10 m/s2 dan gaya gesek statik maksimum antar kedua
permukaan balok tersebut adalah 4 N, maka agar kedua balok
tersebut tetap bergerak bersama-sama, besar gaya F yang dikenakan
pada balok 10 N tidak boleh melebihi…N.

A.
3
10
N
B.
3
20
N
C. 25 N
D.
3
25
N
E. -5 N
F
15 N
10 N
fg
B
A

Jawab: B


CARA PENYELESAIAN:

Diagram bebas balok A dan B:













Agar balok B tidak slip atau masih bergerak bersama-sama dengan
balok A, maka aA = aB = amax.

Tinjau balok B:


B B
a m F . = Σ


Dimana: ( ) 4 =
maksimum s
f N

Dan
g
W
m
B
B
=


Sehingga persamaan di atas menjadi:


A B F
fs(max)
-fs(max)
aA aB
( )
B
B
s
a
g
W
f .
max 







= ………………………………………………..Persamaan (i)

3
8
15
10
. 4 .
(max)
= = =
B
s B
W
g
f a m/det
2

Sekarang, untuk mencari gaya F maksimum agar benda B tidak slip,
tinjau benda A:


A A
a m F . = Σ
dimana:
( )
g
W
m
A
A
=



A
A
s
a
g
W
f F .
(max)
= − ………………………..………………..Persamaan (ii)


3
12 8
4
3
8
.
10
10
.
(max)
+
= + 











= +








=
s B
A
f a
g
W
F N


Jadi gaya maksimum yang boleh dikenakan pada balok A agar balok
B tidak slip adalah sebesar
3
20
N.


TRIK:

Agar tidak susah-susah menghitung percepatan sistem (a), maka bagi
persamaan (ii) dengan persamaan (i), sehingga didapat persamaan:


B
A
s
s
W
W
f
f F
=

(max)
(max)
……………………………………………..Persamaan (iii)



Jika harga dari gaya gesek statik maksimum, harga berat balok A dan
B, serta harga percepatan gravitasi kita masukkan ke persamaan
tiga, maka didapat:








Atau:

Tinjau sistem keseluruhan, sehingga didapat persamaan:








Masukkan harga WA, WB, g dan a, sehingga didapat:


( )
N F
3
20
3
8
.
10
25
3
8
.
10
15 10
= =
+
=








15
10
4
4
=
− F
N F
3
20
4
3
8
4 4 .
3
2
= + = + =

= a m F
Total
.
( )
a
g
W W
F
B A
.
+
=
A
B
T1
T2 µk = 0,2

fg



c.














Berapa tegangan tali? Jika diketahui mA = 25 kg dan mB = 15 kg serta
g = 10 m/s
2

A. 100 N
B. 100,5 N
C. 112,5 N
D. 122,5 N
E. 115 N

Jawab: C.



CARA PENYELESAIAN:

Dari data soal hitung besar gaya WB, NA, dan fg.
150 ) 10 .( 15 . = = = g m W
B B
N

g m W N
A A A
. = =
250 ) 10 .( 25 = = N


A k k g
N f f . µ = =
50 ) 250 .( 2 , 0 = = N

Kemudian kita gambarkan dulu diagram bebas sistem seperti gambar
di bawah ini:

















Tinjau balok A terlebih dahulu.

Menurut hukum Newton II:


= a m F
A x
.

Gaya yang searah dengan percepatan sistem, diberi tanda plus dan
sebaliknya diberi tanda minus.

a m f T
A g
. = − ⇔

a T . 25 50 = − ⇔ …………………………….Persamaan (i).


Kemudian tinjau balok B:

T
fg,A
T
WB WA
NA
Balok A Balok B

= a m F
B y
.

a m T W
B B
. = − ⇔

a T . 15 150 = − ⇔ …………………………….Persamaan (ii).


Selesaikan persamaan (i) dan (ii) dengan menjumlahkan kedua
persamaan:


a T . 25 50 = −

a T . 15 150 = −


a T T ). 15 25 ( 150 50 + = − + −


a ). 40 ( 100 0 = + ⇔

5 , 2 )
40
100
( = = ⇔ a m/det
2
.


Masukkan harga percepatan sistem ke persamaan (i) atau (ii), maka
didapat harga tegangan tali:


a m T W
B B
. = −

⇔ ( )
B B B
m a g a m W T . . − = − =

⇔ ( ) 5 , 112 15 ). 5 , 2 10 ( . = − = − =
B
m a g T N.

Jadi tegangan tali ( T ) adalah sebesar 112,5 N.



+
TRIK:

Kalau kita ringkas langkah penyelesaiannya, khususnya untuk sistem
benda seperti di atas dimana massa benda diketahui, maka kita dapat
mencari,

(i). Percepatan sistem dengan rumus:


g K a . =


dimana:








+

=
B A
A k B
m m
m m
K
. µ
; K bisa kita sebut rasio percepatan
sistem terhadap percepatan gravitasi.


(ii). Dan tegangan tali dengan rumus:

[ ] g m K T
B
. . 1− =

Kita hitung dulu harga K:

Dari soal: mA= 25 kg, mB= 15 kg, µk=0,2 dan g=10 m/det
2

Maka,

4
1
40
5 15
15 25
) 25 .( 2 , 0 15
=

= 





+

= K

Sehingga,

5 , 2 ) 10 .(
4
1
. = = = g K a m/det
2
.

Untuk menghitung besarnya tegangan tali masukkan harga K=1/4,
mB=15 dan g=10, maka didapat:

[ ] 5 , 112 150 .
4
3
) 10 .( 15 .
4
1
1 = 





= − = T N.

Ternyata jawabannya sama dengan hasil perhitungan cara
konvensional.



KUIZ: Jika sistem benda seperti di atas, namun yang diketahui
hanyalah berat balok yang menggantung sebesar 500 N dan rasio
perbandingan percepatan sistem dengan percepatan gravitasi bumi
sebesar 0,5. Berapa besarnya tegangan tali, jika diketahui g=10m/det
2

sedangkan berat balok A dan µk tidak diketahui?





d. Dua buah balok saling berdampingan seperti pada gambar. Berapa
gaya kontak balok A terhadap balok B atau sebaliknya? Diketahui gaya
F = 720 N dan µk=0,15.

A. 350 N
B. 400 N
C. 450 N
D. 500 N
E. 600 N

Jawab: B.









CARA PENYELESAIAN:

Tinjau benda A:

















Terlihat gaya-gaya yang bekerja pada balok A yaitu: gaya dorong F,
gaya gesek lantai terhadap balok A fg,A, dan gaya kontak balok B
terhadap balok A RBA = -RAB.

Menurut hukum Newton II,

a m F
A x
. = Σ

⇔ a m R f F
A AB A g
.
,
= − −

Dimana,

F = 720 N.

800 ) 10 .( 80 . = = = = g m W N
A A A
N.

120 ) 800 .( 15 , 0 .
,
= = =
A k A g
N f µ N.

a
RBA
F
fg,A
WA
NA
⇔ a m R N F
A AB A k
. . = − − µ

) .( 80 120 720 a R
AB
= − − ⇔

a R
AB
. 80 600 = − ⇔ …………………………………..………..Persamaan (i)


Sekarang tinjau balok B:
















Gaya-gaya yang bekerja pada balok B yaitu: gaya gesek lantai
terhadap balok B fg,B, dan gaya kontak RAB .
Gaya RAB (gaya kontak balok A terhadap balok B) besarnya sama
dengan gaya RBA, namun arahnya berlawanan.

Menurut hukum Newton II:

a m F
B x
. = Σ

Dimana,
100 =
B
m kg.

1000 ) 10 .( 100 . = = = = g m W N
B B B
N.

NB
WB
fg,B
RAB
150 ) 1000 .( 15 , 0 .
,
= = =
B k B g
N f µ N.

⇔ a m f R
B B g AB
.
,
= −

⇔ ) .( 100 150 a R
AB
= − …………………………………..………..Persamaan (ii)


Untuk menyelesaikan pers. (i) dan (ii), jumlahkan keduanya, sehingga
didapat persamaan:

a R
AB
. 80 600 = −
) .( 100 150 a R
AB
= −


180.a 450=

⇔ 5 , 2
180
450
a = = m/det
2
.

Untuk mencari gaya kontak RAB, masukkan harga percepatan sistem a
ke persamaan (ii), sehingga:

) 5 , 2 .( 100 150 = −
AB
R

400 150 250 = + = ⇔
AB
R N.

Jadi besarnya gaya kontak balok A terhadap balok B adalah 400 N.


TRIK:

Tinjau sistem keseluruhan:

B A
B g A g
Total
x
m m
f f F
m
F
a
+
− −
=
Σ
=
, ,
.


+
Dari soal diketahui:

80 =
A
m kg
100 =
B
m kg.
F = 720 N.

Kemudian hitung harga gaya-gaya yang bekerja yang belum diketahui:

800 ) 10 .( 80 . = = = = g m W N
A A A
N.

120 ) 800 .( 15 , 0 .
,
= = =
A k A g
N f µ N.

1000 ) 10 .( 100 . = = = = g m W N
B B B
N.

150 ) 1000 .( 15 , 0 .
,
= = =
B k B g
N f µ N.


⇔ 5 , 2
180
450
180
150 120 720
= =
− −
= a m/det
2


Untuk menghitung gaya kontak balok A terhadap balok B , tinjau
balok B yang mana gaya-gaya bekerja padanya paling sedikit:

) .( 100 150 a R
AB
= −
⇔ 400 150 250 150 ) 5 , 2 .( 100 = + = + =
AB
R N.


b. Gerak melingkar beraturan

• Pengertian singkat dan rumus tentang gerak melingkar beraturan

Gerak melingkar beraturan adalah gerak suatu benda yang menempuh
lintasan berbentuk lingkaran dengan kelajuan linier (besar kecepatan
linier) tetap.

f . . 2 π ω = (kecepatan sudut)

R v . ω = (kelajuan linier)

R
v
a
s
2
= (percepatan sentripetal)


Gaya sentripetal ( Fs ) ialah gaya yang bekerja pada sebuah benda, yang
mengakibatkan benda tersebut bergerak melingkar. Arah gaya ini menuju
pusat lingkaran dan besarnya :

Fs = R m
R
V m
. .
.
2
2
ω =



• SOAL DAN PENYELESAIAN :

a. Sebuah bola bermassa 0,2 Kg diikat dengan tali sepanjang 0,5 m kemudian
diputar sehingga melakukan gerak melingkar beraturan dalam bidang
vertikal. Jika pada saat mencapai titik terendah kelajuan bola adalah 5
m/detik, maka tegangan talinya pada saat itu besarnya…

A. 2 N
B. 8 N
C. 10 N
D. 12 N
E. 18 N

Jawab: D










CARA PENYELESAIAN:


Gambar gaya-gaya yang bekerja.





Dari diagram bebas bola diketahui gaya-gaya yang terlibat yaitu tegangan
tali T, dan gaya berat bola W yang mana resultan kedua gaya ini adalah
gaya sentripetal yang arahnya selalu ke pusat putaran. Jika kita gunakan
hukum Newton II, maka besarnya resultan gaya-gaya radial tersebut yang
bekerja sebagai gaya sentripetal Fs adalah:


∑F=m.as

T – W = m.v
2
/R

W=m.g=0,2.10 = 2 N

T – 2 = 0,2.5
2
/0,5
T = 10 + 2 = 12 N


Disini Mr. Trick tidak memberi trik penyelesaian soal, tetapi Mr. trick ingin
menunjukkan kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam memahami
konsep gaya sentripetal dan keseimbangan benda partikel berkaitan
dengan hukum Newton.
T
W

Perhatikan gambar diagram gaya-gaya yang bekerja pada bulan yang
mengitari bumi terus menerus pada orbit melingkar ! Mana gambar
diagram gaya yang benar?



F
Gambar (i)
F
Gambar (iii)
F
F
Gambar (ii)
Gambar kesatu. Kesalahan siswa adalah ide bahwa bahwa resultan gaya
adalah searah dengan gerak. ide Yang benar: resultan gaya searah dengan
percepatan.

Gambar kedua. Kesalahan siswa disini: ide bahwa gaya sentripetal dan
gaya sentrifugal pada bulan yang melingkar, dimana kedua gaya ini sama
besar, tetapi berlawanan arah.Yang benar: gaya sentrifugal sesungguhnya
tidak bekerja pada kerangka acuan diam.

Gambar ketiga. Ini ide yang benar yaitu hanya ada gaya sentripetal yang
disebabkan oleh gaya gravitasi bumi-bulan yang selalu tegak lurus pada
arah kecepatan dengan percepatan, sehingga gaya ini hanya membelokkan
bulan dan tidak mempercepat atau memperlambat gerakan bulan.




Kuiz: Berapa tegangan tali (T) jika bola di atas diputar pada bidang
horizontal dimana tali sejajar dengan bidang horizontal tersebut dan bola
mempunyai kecepatan linier 5 m/det?

A. 7 N
B. 10 N
C. 5 N
D. 2 N.
E. -5 N.

(Jawab: 10 N)



c. Hukum kekekalan momentum
• Pengertian singkat dan rumus tentang kekekalan momentum

Momentum ialah jumlah gerak yang besarnya berbanding lurus dengan
massa dan kecepatan.

Hukum kekekalan momentum:


+

= +
B B A A B B A A
v m v m v m v m . . . .


Koefisien restitusi tumbukan (e):

e =
A B
A B
v v
v v
+



− ) (



Tumbukan lenting sempurna, e = 1.

Tumbukan tidak lenting sama sekali, e = 0.



• Soal dan penyelesaian tentang kekekalan momentum

a. Suatu inti radio aktif 3,8 .10
-25
kg memancarkan partikel dengan massa
6,67.10
-27
kg dengan kecepatan 1,5.10
7
m/det. Jika inti tersebut mula-
mula diam, hitung kecepatan inti tersebut setelah partikel dipancarkan.

A. -2,68.10
5
m/det
B. 2,68.10
5
m/det
C. -2,63. 10
5
m/det
D. -8,55.10
8
m/det
E. 8,55.10
8
m/det

Jawab: A.










CARA PENYELESAIAN:









Massa inti+partikel = mI =3,8.10
-25
kg

Massa partikel = mp = 6,67. 10-27 kg.

Kecepatan inti mula-mula = vI

Kecepatan partikel = vp.

Dimana, vI = vp = V = 0
Kecepatan partikel ketika terpancar =

p
v
Massa inti setelah partikel terpancar =
p I I
m m m − =


kg
25 27 25
10 . 73 , 3 10 . 67 , 6 10 . 8 , 3
− − −
= − =






Inti Inti sisa
partikel

Menurut hukum kekekalan momentum:


+
′ ′
=
p p I I I
v m v m V m . . .

7 27 25 25
10 . 5 , 1 . 10 . 67 , 6 . 10 . 73 , 3 ) 0 .( 10 . 8 , 3
− − −
+

=
I
v

20 25
10 . 005 , 10 . 10 . 73 , 3
− −
− =

I
v

det / 10 . 68 , 2
5
m v
I
− =

(Tanda min menunjukkan arah kecepatan inti
sisa berlawanan dengan arah kecepatan partikel yang terpancar.


Jadi inti sisa akan bergerak dengan kecepatan 2,68.10
5
m/det
berlawanan arah dengan arah partikel terpancar.



b. Sebuah bola dilepaskan pada ketinggian 20 m, setelah menumbuk lantai,
bola memantul kembali ke atas dengan kecepatan 10 m/det. Berapa
ketinggian bola memantul setelah pantulan ke-10 ?

A.
10
) 2 (
10
m
B.
10
) 2 (
20
m
C.
10
) 4 (
10
m
D.
10
) 4 (
20
m
E.
10
) 2 (
5
m

Jawab: D.
CARA PENYELESAIAN:

Diketahui dari soal : h1=20 m,
1
V′ =10 m/det.









( )
n
n
n
n
V
V
h
h
e
′ −
=

= dimana: e = koefisien restitusi tumbukan.

n
V′ = kecepatan bola sesaat setelah
tumbukan ke-n dengan lantai.

n
V = kecepatan bola sesaat sebelum
tumbukan ke-n dengan lantai.

hn = ketinggian bola sebelum tumbukan
ke-n.

n
h′ = ketinggian bola sesudah tumbukan
ke-n

Keterangan gambar:
Kejadian sesungguhnya lintasan
pantulan bola berimpitan.
h1=20 m
h1’ (=h2)
h10’ =?
dst…
h2’ (=h3)

Untuk mencari kecepatan mula-mula sebelum pantulan ke- 1 (V1)
digunakan rumus gerak jatuh bebas : 2.10.20 2.g.h
1 1
= = v = 20
m/det.

Untuk mencari tinggi bola memantul setelah pantulan ke- 1 (h1‘),
dihitung berdasarkan koefisien restitusi tumbukan/ pantulan

n
n
h
h
h
h
h g
h g
v
v
e
' '
. . 2
' . . 2
1
1
1
1
1
1
= = =

= ……………………………. persamaan ( i )

Jadi,
2
1
det / ) 20 (
det / 10 '
1
1
1
1
=


=

= =
m
m
v
v
e
h
h

………………………(ambil kecepatan yang arahnya ke bawah
diberi tanda - )

( ) m h h
h
h
h
h
5 20 .
4
1
.
4
1
'
4
1
2
1 '
2
1 '
1 1
2
1
1
1
1
= = = ⇔ = 





= ⇔ = ⇔

Untuk mencari tinggi bola setelah memantul yang ke-2 kalinya ( '
2
h ):

m h h h
h
h
h
4
5
5 .
4
1
' .
4
1
.
4
1
'
4
1 '
'
1 2 2
2
2
2
= = = = ⇔ = =

(ingat :
9 10 4 3 3 2 2 1
' ;.... ' ; ' ; ' h h h h h h h h = = = = )


Selanjutnya,

Hingga,
'
4
1
) .(
4
1
'
9 10 10
h h h = = Dengan asumsi kita juga telah menghitung
'
3
h sampai '
9
h , kalau kita hitung akan di dapat
( )
m h
10
10
4
20
' =

TRIK :






Kita ingin menghitung h10’ dari data soal yang ada yaitu h1. Dengan
kata lain, =
1
10
'
h
h
k


Untuk mendapat k kita cari polanya (rumusnya):


Misal untuk mencari tinggi bola setelah pantulan ke-3 ( h3’) :
1
1
2
2
3
3
1
3
'
.
'
.
' '
h
h
h
h
h
h
h
h
= Ingat :
3 2 2 1
' , ' h h h h = =


Karena,
2
1
1
2
2
3
3
' ' '
e
h
h
h
h
h
h
= = = ingat
n
n
h
h
e
'
=

Maka : ( )( )( ) ( )
3
2 2 2 2
1
3
'
e e e e
h
h
= =

Keterangan gambar:
Kejadian sesungguhnya lintasan
pantulan bola berimpitan.
h1=20 m
h1’ (=h2)
h10’ =?
dst…
h2’ (=h3)
( )
1
3
2
3
. ' h e h =

Kalau terjadi n pantulan, maka :

( ) → =
1
2
. ' h e h
n
n
k yang kita cari tadi ( )
n
e
2
=

Untuk mencari tinggi bola setelah memantul 10 kali :

( )
( )
m h e h
10
10
2
1
10
2
10
4
20
20 .
2
1
. ' =

.

'
´
= =



GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika SMA
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit/ episode
Jumlah Episode : 10










GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


EPISODE JUDUL / TOPIK
2 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR DAN FLUIDA.






























GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : X/
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit
Episode : 2



NO

STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI
DASAR
TOPIK / JUDUL INDIKATOR MATERI POKOK

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1

Menerapkan konsep dan prinsip
mekanika klasik dan sistem
kontinyu (benda tegar dan
fluida) dalam penyelesaian
masalah.

1. Menemukan hubungan
antara konsep torsi dan
momentum sudut
berdasarkan hukum
Newton II serta
penerapannya dalam
masalah benda tegar


2. Menganalisis hukum-
hukum yang
berhubungan dengan
fluida statik dan dinamik
dan dapat menerapkan
konsep tersebut dalam
kehidupan sehari-hari



Keseimbangan benda tegar
dan Fluida.
(Aplikasi hukum Newton
pada sistem kontinyu pada
kehidupan sehari-hari)

Setelah menyaksikan
program ini pemirsa
diharapkan dapat :

1. Menghitung lengan
gaya dan besarnya
gaya yang terlibat pada
keseimbangan benda
tegar.
2. Menghitung tekanan
dan gaya yang dialami
benda di dalam fluida
statik.
3. Mencari hubungan
tekanan dengan
kecepatan alir dan
massa jenis fluida
serta ketinggian
tempat fluida dinamik.





1. Keseimbangan
benda tegar.



2. Hukum
Hidrostatik dan
Archimedes

3. Hukum dan
persamaan
Bernouli


URAIAN MATERI


PUSTAKA KETERANGAN

(7)

(8) (9)
1. Keseimbangan benda tegar.

• Pengertian singkat dan rumus tentang keseimbangan benda tegar

Benda tegar : benda yang ukurannya tidak dapat diabaikan tetapi
benda tidak berubah bentuk jika diberi gaya.


Momen gaya:

F . l = τ

Dimana: l adalah lengan momen yaitu panjang garis yang ditarik
dari titik poros sampai memotong tegak lurus garis
kerja gaya.





















F
lp
l
Titik poros

Syarat benda tegar dalam keseimbangan:


0 =
∑ x
F
0 =
∑ y
F

Dan 0 =

τ





• Soal dan penyelesaian tentang keseimbangan benda tegar


a. Papan yang panjangnya 4 m dan massanya 25 kg diletakkan di atas
penyanggah (lihat gambar). Seorang yang massanya 100 kg berdiri di atas
papan 1,5 m dari ujung A. Berapa meterkah orang tersebut harus
bergeser menjauhi ujung A agar ujung A tepat akan terangkat dari
penyangganya?

A. 0,25 m
B. 1,5 m
C. 1,75 m
D. 2,25 m
E. 3,25 m

Jawab: C.










1,5 m
A
B
3 m
Wp

CARA PENYELESAIAN:

Pertama-tama, kita gambar dulu diagram gaya yang bekerja pada
papan.
















Sesuai dengan pengalaman kita dengan papan keseimbangan, agar
ujung A tepat akan terangkat, kita harus bergeser menjauhi ujung A
dan melewati titik B hingga berada di sebelah kanan titik B.

Agar papan seimbang atau ujung A tepat akan terangkat,


= 0
y
F ………………………………..Syarat (i)

dan


= 0
B
τ ………………………………..Syarat (ii)


Pilih poros dimana terdapat minimal satu gaya yang tidak diketahui
yaitu titik B. Tetapkan momen gaya yang searah arah jarum jam diberi
tanda plus (+), dan sebaliknya diberi tanda (-).

Sehingga,
B
A
3 m
4 m
1,5 m x1=1 m
Wp
?

0
2 1
= −τ τ

⇔ 0 . .
2 2 1 1
= − F x F x

Dimana: x1=x; x2=1 m; F1=Wo=mo.g=100.(10)=1000 N;
F2=Wp=mp.g=25.(10)=250 N.

⇔ 0 250 ). 1 ( 1000 ). ( = − x

⇔ 250 ) ( 1000 = x

⇔ 25 , 0
4
1
1000
250
= = = x m.

Jadi agar ujung A tepat akan terangkat, orang harus bergeser sejauh
(1,5 + 0,25) m = 1,75 m menjauhi ujung A. Jawabnya: C.


TRIK PENYELESAIAN CEPAT:

Pada papan keseimbangan dan hanya terlibat 2 gaya pada ujung-
ujungnya, perbandingan gaya-gaya dapat kita cari dari perbandingan
jarak gaya dari titik acuan (poros), atau sebaliknya. Begini caranya!

Dengan cara perbandingan terbalik (lihat gambar di bawah ini):



RB
0
Wp Wo
x1=1
x2=?


2
1
1
2
F
F
x
x
= ……………………………………………………Persamaan (i)


o
p
o
p
m
m
g m
g m
F
F
x
x
= = =
.
.
2
1
1
2



o
p
m
m
x
x
=
1
2
………………………………………………Persamaan (ii)


Persamaan (i) dipakai jika berat papan dan orang diketahui.
Sedangkan persamaan (ii) dipakai jika massa papan dan orang
yang diketahui.

⇔ 25 , 0
4
1
) 1 .(
100
25
) .(
1 2
= = = = x
m
m
x
o
p
m.

Jarak 0,25 m tersebut diukur dari titik B, kalau dari posisi mula-
mula, orang bergeser sejauh (1,5 + 0,25) sama dengan 1,75 m.




b. Sebuah tangga homogen yang beratnya 15 N bersandar pada dinding
yang licin dan ujung yang lain di lantai yang kasar seperti yang terlihat
pada gambar. Besarnya gaya yang dilakukan lantai pada tangga adalah?


A. 10 13 N
B. 5 13 N
C. 15 N
D. 15 13 N
E. 15 3 N

Jawab: B.
















CARA PENYELESAIAN:















Tangga dalam keseimbangan, pilih A sebagai poros sehingga:


= 0
A
τ

⇔ 0 ). ( ). ( ). (
1
= − +
B g p
N AC f AD W AP
θ= 37
o

B
A
NB
fg
NB
NA
Wp
fg
A
B
C
D
P
P1
θ
θ
Keterangan:

AB = L = panjang
tangga.

θ = 37
o
.

Dimana:
)
5
4
½.(L).( = 37 ½.(L).cos = AP
o
1
)
5
3
(L).( 37 (L).sin AD
o
= =
)
5
4
(L).( 37 (L).cos AC
o
= =
B s
.N µ =
g
f

⇔ 0 ).
5
4
).( ( ).
5
3
).( ( . )
5
4
½.(L).( = − +
B g p
N L f L W

⇔ 0 ). 4 ( .N ). 3 ( . ) 2 (
B s
= − +
B p
N W µ …………………….(*)


Keseimbangan translasi arah sumbu y:


= 0
y
F

⇔ 0 = + −
B p
N W


p B
W N = ………………………………………………...(**)


Substitusikan
p B
W N = dari (**) ke (*) didapat µs :

0 ). 4 ( . ). 3 ( . ) 2 (
s
= − +
p p p
W W W µ

⇔ 0 ). 4 ( . ). 3 ( ) 2 (
s
= − + µ

⇔ 2 2 4 . ). 3 (
s
= − = µ


3
2
s
= µ ………………………………………………...(***)

Setelah µs didapat, cari fg :

10 ) 15 .(
3
2
.W .N
p s B s
= 





= = = µ µ
g
f N.

Jika
g
f dan
B
N sudah didapat, gaya lantai dapat dicari dengan rumus
phytagoras :





( ) 325 225 100 15 10
2 2 2 2
= + = + = + =
B g lantai
N f F

13 5 13 . 25 325 = = = N.




TRIK PENYELESAIAN CEPAT:


Gunakan rumus:

θ
µ
tan . 2
1
=
s
………………………….(*)
NB Flantai
fg

( )
p s lantai
W F . 1
2
+ = µ ………………….(**)

Ingat: Rumus ini tidak berlaku jika dinding kasar, tangga tidak
homogen, atau tangga diberi beban.


Jika kita masukkan besar sudut θ = 37
o
ke persamaan (*), kemudian
harga µs dimasukkan ke persamaan (**), dimana berat tangga (Wp) = 15
N, maka didapat:

3
2
)
4
3
.( 2
1
) 37 tan( . 2
1
= = =
o
s
µ

Ingat, perbandingan sisi-sisi segitiga istimewa di bawah ini:













dan,

13 ) 15 .(
3
1
15 . 1
9
4
15 . 1
3
2
2
=
.

'
´
+ =

+
.

'
´
=
lantai
F

13 5 =
lantai
F N.

Cepat bukan? Tapi ingat rumus ini tidak berlaku jika dinding kasar,
53
o
37
o
5

3

4

tangga tidak homogen, atau tangga diberi beban.Dan, saat
memasukkan harga tan θ, biarkan dalam bentuk pecahan.





2. Hukum Hidrostatik dan Archimedes

• Pengertian singkat dan rumus tentang hukum hidrostatik dan
Archimedes

Hukum Hidrostatik:

Tekanan: gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang per
satuan luas bidang tersebut.

A
F
p =

Tekanan hidrostatik ( p ): tekanan zat cair/fluida yang hanya
disebabkan oleh berat zat cair/fluida tersebut.

h g p . . ρ =

Hukum pokok hidrostatik : semua titik yang terletak pada
bidang datar di dalam satu jenis zat cair, memiliki tekanan yang
sama.

Satuan tekanan: 1 Pa = 1 N/m
2

1 atm = 76 cm Hg = 1,01 x 10
5
Pa
1 bar = 10
5
Pa.


Hukum Archimedes:

Suatu benda yang tercelup ke dalam fluida mengalami gaya ke
atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.

W W F
a
′ − = = g V
f f
ρ




• Soal dan penyelesaian tentang hukum hidrostatik dan Archimedes

a. Tekanan terukur setiap ban mobil 200 kPa. Jika setiap ban memiliki
luas jejak 25 cm
2
, diperkirakan massa mobil adalah…(g=10 m/det
2
).

A. 150 kg
B. 200 kg
C. 250 kg
D. 275 kg
E. 300 kg

Jawab : B.



CARA PENYELESAIAN:

Dari soal:

Ajejak = luas jejak ban mobil = 25 cm
2
= 25 x 10
-4
m
2
.
P =tekanan ban mobil = 200 kPa = 200 x 10
3
N/m
2
.
g= 10 m/det
2
.


Tekanan yang terukur pada masing-masing ban mobil, disebabkan oleh
berat mobil yang terdistribusi pada keempat ban yang luas total jejaknya
seluas 4 x 25 cm
2
(Dalam soal ini, kita asumsikan mobil mempunyai
empat roda yang sama).


Dengan kata lain:

Total
A
F
P =


jejak
mobil
Total
mobil
A
g m
A
W
P
. 4
.
= =


( )
10
10 . 200 ). 10 . 25 .( 4
). ).( 4 (
3 4 −
= =
g
P A
m
jejak
mobil


( )
3 5
10 . ). 10 ).( 200 ).( 25 .( 4

=

2 2 4
10 . 2 10 . 10 . 2 = =

mobil
m kg.




b. Pada gambar ditunjukkan alat untuk menentukan tekanan udara luar
yang dilakukan Torricelli. Dengan mengisi dengan air raksa (Hg)
ternyata didapat tinggi air raksa adalah 76 cm Hg. Jika Torricelli
melakukan percobaan menggunakan air, berapakah tinggi air di dalam
tabung tersebut?Diketahui massa jenis air raksa adalah 13,6 g/cm
3
dan
g=10 m/det
2
.

A. 881,6 cm
B. 957,6 cm
C. 1033,6 cm
D. 1109,6 cm
E. 5,59 cm

Jawab: C.
































CARA PENYELESAIAN:

Dari soal:

ρraksa = 13,6 g/cm
3
= 13,6.10
3
kg/m
3
.
g = 10 m/det
2
.
h1 = 76 cm = 76.10
-2
m.


Berdasarkan hukum pokok hidrostatik : “semua titik yang terletak pada
bidang datar di dalam satu jenis zat cair, memiliki tekanan yang sama.”

Dari gambar (a) dan (b):

Tekanan di titik A sama dengan tekanan di titik B.
Ruang hampa
h2
Ruang hampa
h1=76cm
Gambar (a). Air raksa Gambar (b). Air
A
B
C
D

B A
P P =

dimana : PB merupakan tekanan udara (Pu) yang besarnya sama
dengan tekanan hidrostatik air raksa setinggi
76 cm.

Atau,

) _( .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... . .
1
i Persamaan h g P
raksa u
ρ =

103360 10 . 76 . 10 . 10 . 6 , 13
2 3
= =

N/m
2
.


Jika digunakan air untuk mengisi tabung Torricellinya (gambar (b)):

) _( ... .......... .......... .......... .......... .......... . .
2
ii Persamaan h g P P P
air D C U
ρ = = =


2
4
2
3
2
. 10 . 10 . 10 . . 103360 h h h g
air
= = = ρ

⇔ 103360 . 10
2
4
= h

⇔ 336 , 10
10
103360
4
2
= = h m = 1033,6 cm.

Jadi tinggi air pada tabung jika digunakan untuk mengukur tekanan
udara adalah sebesar 1033,6 cm.


TRIK PENYELESAIAN CEPAT:

Kalau kita teliti melihat persamaan (i) dan (ii), besar tan . . kons h g = ρ =
tekanan udara (Pu).

Dengan kata lain,

ρ ~
h
1
atau h ~
ρ
1


Sehingga,
h1 : h2 = ρ2 : ρ1 atau
2
1
1
2
ρ
ρ
=
h
h


Jika h1= 76 cm, ρ1 = massa jenis air raksa = 13,6 g/cm
3
, dan ρ2 =
massa jenis air = 1 g/cm
3
maka:

6 , 1033 76 .
1
6 , 13
.
1
2
1
2
= = = h h
ρ
ρ
cm.

Jadi pada cara kedua ini, kita tidak perlu merubah satuan ρ dan h-nya,
karena akan dicoret pada saat perhitungan. Sehingga cara kedua lebih
gampang bukan?..he..he..he.




c. Seorang ahli eksplorasi menemukan batu yang massanya 10,2 kg. Jika
ditimbang dengan mencelupkan seluruh bagian batu di dalam air
massanya seolah-olah menjadi 8,2 kg. Berapa massa jenis batuan
tersebut?

A. 4,1 kg/m
3

B. 3,1 kg/m
3

C. 5,1 kg/m
3

D. 2,1 kg/m
3

E. 1,1 kg/m
3


Jawab: C.






W’ W
CARA PENYELESAIAN:

Dari soal:

m = massa batu ketika ditimbang di udara = 10,2 kg
m’ = massa semu batu ketika ditimbang di air = 8,2 kg
ρair = massa jenis air = 1 g/ cm
3
= 10
3
kg/m
3
.


Ketika batu ditimbang di air, batu mendapat gaya ke atas (gaya
Archimedes) sebesar selisih berat jika ditimbang di udara dengan berat
semu ketika ditimbang di air, yang juga besarnya sama dengan berat air
yang dipindahkan:

air air a
V g W W F . . ρ = ′ − = dalam hal ini,
batu air
V V =

sehingga,

g V W W
batu air
. . ρ = ′ − …………………………………..(*)

⇔ g m m W W V g
batu air
). ( . . ′ − = ′ − = ρ

⇔ g m m V g
batu air /
′ − =
/
). ( . . ρ


3
3
10 . 2
10
2 , 8 2 , 10 ) (

=

=
′ −
=
air
batu
m m
V
ρ
m
3
.

Untuk mencari massa jenis batu ρbatu , ingat bahwa g V g m W . . . ρ = =

g V g m W
batu batu
. . . ρ = = …………………………………….(**)

⇔ g m g V
batu batu /
=
/
. . . ρ


3
3
10 . 1 , 5
10 . 2
2 , 10
= = =

batu
batu
V
m
ρ kg/m
3



TRIK PENYELESAIAN CEPAT:

Perhatikan langkah di atas!

Jika persamaan (**) kita bagi dengan persamaan (*), maka akan didapat
perbandingan:


g V
g V
W W
W
batu air
batu batu
/
/
/
/
=
′ − . .
. .
ρ
ρ


⇔ .
air
batu
W W
W
ρ
ρ
=
′ −
………………………………………………….…….(***)

dimana: W = berat batu sesungguhnya.

W’ = berat semu batu.



air batu
W W
W
ρ ρ
′ −
=


( )
air batu
g m m
g m
ρ ρ .
.
.
/
′ −
/
=

⇔ .
air batu
m m
m
ρ ρ
′ −
= …………………………………………………….(****)

dimana: m = massa batu sesungguhnya.

m’ = massa semu batu.





Jika di ketahui berat batu (W) dan berat semu batu (W’), maka gunakan
persamaan (***).

Dan jika diketahui massa batu (m) dan massa semu batu (m’), maka
gunakan persamaan (****).

Sehingga,

( )
1 , 5
2
2 , 10
) 1 .(
2 , 8 2 , 10
2 , 10
= =

=
′ −
=
air batu
m m
m
ρ ρ g/cm
3
= 5,1.10
3
kg/m
3.





3. Hukum dan persamaan Bernouli

• Pengertian singkat dan rumus tentang hukum dan persamaan Bernouli:

Dianggap fluidanya adalah fluida ideal yaitu fuida yang tak
termampatkan, tak kental dan memiliki aliran tunak (kecepatan
alir di suatu titik adalah konstan terhadapa waktu).

Persamaan kontinuitas:

Q1 = Q2

2 2 1 1
. . υ υ A A =







Azas Bernouli:

Pada fluida dinamik yang mengalir di dalam pipa horizontal,
tekanan yang paling kecil adalah pada bagian yang
kelajuannya paling besar, dan tekanan yang paling besar
adalah pada bagian yang kelajuannya paling kecil.



Persamaan Bernouli:

2
2
2 2
1
2 1
2
1 2
1
1
gh p gh p ρ ρυ ρ ρυ + + = + +

tetap gh p = + + ρ ρυ
2
2
1


• Soal dan penyelesaian tentang hukum dan persamaan Bernouli:

a. Air mengalir melewati pipa venturimeter tanpa manometer. Perbedaan
tinggi cairan pada kedua tabung sebesar 15 cm (lihat gambar). Jika
diameter Φ1 dan Φ2 masing-masing 2,4 cm dan 1,2 cm, maka kecepatan (v) air
yang memasuki pipa venturimeter adalah…

A.
5
3
m/detik
B.
5
5
m/detik
C.
3
3
m/detik
D.
4
3
m/detik
E. 3 m/detik

Jawab: B.










CARA PENYELESAIAN:

Dari soal:
∆h = selisih ketinggian cairan di tabung 1 dan 2 = 15 cm = 15.10
-2
m.
A1
v
Φ1 Φ2
15 cm
A2
v2
Φ1 = diameter pipa 1 = 2,4 cm = 2,4.10
-2
m.
Φ2 = diameter pipa 2 = 1,2 cm = 1,2.10
-2
m.

Zat cair yang akan diukur kelajuannya mengalir pada titik-titik yang
tidak memiliki perbedaan ketinggian (h1=h2).

Sehingga persamaan Bernouli-nya menjadi:

2
2 2
1
2
2
1 2
1
1
ρυ ρυ + = + p p

⇔ ) (
2
1
2
2 2
1
2 1
υ υ ρ − + = − p p ……………………………………(i)


Dari persamaan kontinuitas diperoleh:

1 1 2 2
. . A v A v =


1
2
1
2
.v
A
A
v = ……………….……………………………………(ii)

Masukkan nilai v2 dari (ii) ke dalam (i), maka akan diperoleh:

.

'
´
= − 1
2
2
1
2
1 2
1
2 1
A
A
p p ρυ


Dari gambar venturimeter di atas, terlihat bahwa selisih ketinggian
vertikal zat cair dalam tabung 1 dan tabung 2 adalah ∆h = 15 cm =
15.10
-2
m.

Dengan demikian,

h g
A
A
p p ∆ =

.

'
´
= − . . 1
2
2
1
2
1 2
1
2 1
ρ ρυ

⇔ h g
A
A

/
=

.

'
´
/
. . 1
2
2
1
2
1 2
1
ρ υ ρ

.

'
´

=
1
. . 2
2
2
1
1
A
A
h g
v ……………………….…………………(iii)

Karena,

2
2
1
2
2
1
2
1








=








=
φ
φ
R
R
A
A
ingat: ( )
2 2
2
1
2
. .
4
1
. . . φ π φ π π = = = R A

Jika diketahui perbandingan
2
1
R
R
, maka, persamaan (iii) menjadi:

.

'
´

=
1
. . 2
4
2
1
1
R
R
h g
υ …………………………………………..…(iv)


Sedangkan jika yang diketahui perbandingan
2
1
φ
φ
, maka persamaan (iii)
menjadi:

.

'
´

=
1
. . 2
4
2
1
1
φ
φ
υ
h g
…………………………………………..…(v)


Karena dari soal yang diketahui adalah perbandingan
2
1
φ
φ
, maka
kecepatan air yang masuk ke venturimeter (v1) dihitung dengan
persamaan (v) dan ingat, tidak usah pusing dengan satuan pada
perbandingan luas (A), jari-jari (R) atau diameter pipa (φ).


( ) 5
1
5
1
15
3
1 2
3
1
2 , 1
4 , 2
10 . 15 . 10 . 2
1
. . 2
4 4
2
4
2
1
1
= = =

=


.

'
´
=

.

'
´

=

φ
φ
υ
h g



5
5
5
1
1
= = υ m/det.


Jadi kecepatan air yang masuk ke venturimeter adalah
5
5
m/det.


TIPS MENJAWAB SOAL:

Tips agar kita bisa menjawab dengan cepat soal-soal penerapan azas
Bernouli:

(i). Hapal PERSAMAAN BERNOULI dan PERSAMAAN KONTINUITAS.

(ii). Tentukan kondisi titik-titik yang kita tinjau.

Apakah h1=h2 atau tidak?
Berapa besar p1 dibanding p2? Bagaimana hubungan p1 dengan
p2?
Berapa besar v1 dibanding v2? Jika salah satunya atau kedua-
duanya ≠ 0 (nol), cari hubungan v1 dan v2 menggunakan
persamaan kontinuitas.

(iii). Hapalkan rumus yang telah diturunkan untuk kasus-kasus berikut
ini:

Kasus mencari kecepatan alir fluida yang keluar (v2) dari lubang
TANGKI yang letaknya ∆h lebih rendah dari permukaan air
ditangki dimana atas tangki terbuka:

h g v ∆ = . . 2
2
dimana, 0
1
≈ v dan
2 1
p p =

Kasus mencari kecepatan alir fluida yang masuk (v1) pada
VENTURIMETER: tanpa manometer atau memakai manometer.

(i). Tanpa manometer:

.

'
´

=
1
. . 2
2
2
1
1
A
A
h g
v
Ingat: Jangan lupa hubungan
2
2
1
2
2
1
2
1








=








=
φ
φ
R
R
A
A


(ii). Dengan manometer:

( )
ρ
ρ ρ − ′

.

'
´

= .
1
. . 2
2
2
1
1
A
A
h g
v

dimana: ρ′ adalah massa jenis air raksa = 13,6 g/cm
3
dan ρ
adalah massa jenis fluida yang dicari kecepatan
alirnya.



Kasus mencari kecepatan alir fluida (v1) dengan TABUNG/PIPA
PITOT:








 ′
∆ =
ρ
ρ
. . . 2
1
h g v

Dimana, 0
2
≈ v dan
2
1 2
1
1 2
. . . . v h g p p ρ ρ = ∆ ′ = −



Kasus mencari gaya angkat PESAWAT TERBANG (F):

( ) A v v F . .
2
1
2
2 2
. 1
− = ρ dimana,
2 1
h h ≈ dan A adalah luas
sayap pesawat.






GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika SMA
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit/ episode
Jumlah Episode : 10










DAFTAR ISI GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


EPISODE JUDUL / TOPIK
3 PERSAMAAN UMUM GAS IDEAL & TEORI KINETIK GAS






























GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : XII/
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit
Episode : 3



NO

STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI
DASAR
TOPIK / JUDUL INDIKATOR MATERI POKOK

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

2

Menerapkan konsep dan prinsip
kalor, konservasi energi, dan
sumber energi dengan berbagai
perubahannya dalam mesin
kalor.

Menganalisis persamaan gas
ideal, menurunkan rumusan
energi kinetik rata-rata tiap
partikel, serta menurunkan
prinsip ekuipartisi energi.

Persamaan Umum Gas Ideal
& Teori Kinetik Gas.


Setelah menyaksikan
program ini pemirsa
diharapkan dapat :

1. Menghitung tekanan
udara luar
berdasarkan hukum
Boyle dan hukum
pokok hidrostatik.

2. Menerapkan
persamaan umum
gas ideal pada
berbagai kondisi P
dan T.

3. Mencari hubungan
tekanan gas
berdasarkan laju
perubahan
momentum molekul




1. Hukum Boyle-Gay
Lussac




2. Persamaan umum
gas ideal




3. Tekanan gas ideal
berdasarkan teori
kinetik gas.


gas.
4. Mencari hubungan
kelajuan gas ideal
dengan tekanan gas.


5. Mencari kelajuan
efektif gas ideal
dengan suhu.



4. Rata-rata kuadrat
Kelajuan gas ideal.



5. Kelajuan efektif gas
ideal.
























URAIAN MATERI


PUSTAKA KETERANGAN

(7)

(8) (9)
1. Hukum Boyle-Gay Lussac

• Penjelasan singkat dan rumus hukum Boyle-Gaylussac

Hk. Boyle :
2 2 1
. . V p V p =

Hk. Charles-Gay Lussac :
2
2
1
1
T
V
T
V
=

Hk. Boyle-Gay Lussac :
2
2 2
1
1
. .
T
V p
T
V p
=

Hukum Boyle-Gaylussac digunakan pada soal gas ideal dalam BEJANA
TERTUTUP / massa atau mol gas tidak diketahui.


• SOAL DAN PENYELESAIAN: tentang hukum Boyle-Gaylussac:

a. Seorang fisikawan ingin mengukur tekanan udara luar dengan
menerapkan hukum Boyle menggunakan alat seperti pada gambar. Ia
mendapatkan bahwa ketika h=50 mm, V=18 cm
3
dan ketika h=150
mm, V=16 cm
3
. Berapa tekanan udara luar yang didapat dari
percobaan tersebut? (dinyatakan dalam mm Hg).Diketahui: ρraksa=13,6
g/cm
3
dan g=10 m/det
2
.

A. 100 mm Hg.
B. 680 mm Hg.
C. 750 mm Hg.
D. 950 mm Hg.
E. 1150 mm Hg.

Jawab: C.

- Teori dan Soal-soal Fisika,
Seri Buku Schaum, Frederick
J Bueche, Ph. D, Penerbit
Erlangga, 1999

- Buku Fisika SMA, Marthen
Kanginan, Penerbit Erlangga











































CARA PENYELESAIAN:

Dari soal diketahui:

V1 = 18 cm
3
.
V2 = 16 cm
3
.
h1 = 50 mm = 5.10
-2
m.
h2 =150 mm = 15.10
-2
m.
ρraksa=13,6 g/cm
3
= 13,6.10
3
kg/m
3
.
g=10 m/det
2
.

Menurut hukum Boyle:

2 2 , 1 1 ,
. . V P V P
A A
=


1
2
2 ,
1 ,
V
V
P
P
A
A
= …………………………………………....Persamaan (i)


Menurut hukum pokok hidrostatik dari pengukuran ke-1 dan ke-2








































h
V
A B
pada percobaan di atas, didapat:

1 1 , 1 ,
. . h g P P P P
u B h u A
ρ + = + = ………………………………………..Persamaan
(ii)

dan
2 2 , 2 ,
. . h g P P P P
u B h u A
ρ + = + = ………………………………..…….Persamaan
(iii)

Jika persamaan (i) dibagi dengan persamaan (ii), didapat persamaan:

2
1
2 ,
1 ,
. .
. .
h g P
h g P
P
P
u
u
A
A
ρ
ρ
+
+
=

Dari persamaan (i) masukkan harga perbandingan PA,1 dan PA,2,
maka:

1
2
2
1
. .
. .
V
V
h g P
h g P
u
u
=
+
+
ρ
ρ
……………………………..…..Persamaan (iv)



9
8
18
16
. .
. .
2
1
= =
+
+
h g P
h g P
u
u
ρ
ρ





( ) ( )
2 3 -2 3
10 . 15 . 10 . 13,6.10 8 5.10 . 10 . 13,6.10 9

+ = +
u u
P P




136 ). 450 1200 ( . 8 . 9 − = −
u u
P P




102000 136 . 750 = =
u
P
N/m
2
.

75 , 0
10 . 10 . 6 , 13
102000
3
= =
m Hg = 750 mm Hg.






TRIK SOLUSI CEPAT:

Dari langkah penyelesaian di atas, bisa kita ringkas:

Bila pembilang dan penyebut ruas kiri persamaan (iv) masing-
masing kita bagi dengan ρ.g, maka didapat:

( )
( )
9
8
.
1
. .
.
1
. .
1
2
2
1
= =








+








+
V
V
g
x h g P
g
x h g P
u
u
ρ
ρ
ρ
ρ



9
8
.
.
2
1
=
+








+








h
g
P
h
g
P
u
u
ρ
ρ


+

.

\

+

.

\

2 1
.
8
.
. 9 h
g
P
h
g
P
u u
ρ ρ
……………………..Persamaan (v)

Untuk menyelesaikan persamaan (v) di atas, harus diingat bahwa
harga
g
P
u
. ρ
merupakan harga tekanan udara dalam satuan mm Hg
dimana saat memasukkan harga h1 dan h2, tidak perlu mengubah
satuannya menjadi meter tetapi biarkan dalam satuan millimeter.

Sehingga:

( ) ( ) 750 450 1200 ) 50 .( 9 ) 150 .( 8 . 9 . 8
.
. 8
.
. 9
1 2
− − −

.

\

.

\

h h
g
P
g
P
u u
ρ ρ


⇔ 750
.
=








g
P
u
ρ
mm Hg.

Jadi tekanan udara dalam satuan mm Hg adalah 750 mm Hg.
Mudah sekaleeeeeeeee bukan?




2. Persamaan umum gas ideal :

• Penjelasan singkat dan persamaan umum gas ideal :

Jika hanya satu besaran yang tidak diketahui (semua besaran lainnya
diketahui), maka dapat langsung digunakan persamaan

2
2 2
1
1 1
. .
T
V P
T
V P
=

Sedangkan selain itu gunakan persamaan umum gas ideal:

n.R.T P.V= dimana: n = m/Mr
R = 8314 J kmol
-1
K
-1

= 0,082 L atm mol
-1
K
-1
.

Bentuk lain:

N.k.T V . P = dimana: k = R/NA , N = n . NA

NA = 6,022 x 10
26
molekul/kmol (bilangan
Avogadro)


Bila dinyatakan istilah keadaan standar, yang kadang-kadang disebut
keadaan normal atau keadaan STP , itu artinya : P = 1 atm dan T = 273 K.


• SOAL DAN PENYELESAIAN : persamaan umum gas ideal

a. Rapat massa suatu gas ideal pada suhu T dan tekanan P adalah ρ. Jika
tekanan gas naik 50% dari semula dan suhu turun menjadi 0,3T maka
rapat massa gas dalam keadaan terakhir ini naik berapa % dari semula ?

A. 167%
B. 40 %
C. 400%
D. 60%
E. 67%.


CARA PENYELESAIAN:

Persamaan umum gas ideal:

n.R.T P.V= dimana: n = m/Mr


Sehingga,

.R.T
Mr
m
P.V 





= ⇔
R.T
Mr P.

V
m
= 





ingat: 





=
V
m
ρ


R.T
Mr P.
= ρ


Dengan demikian,

ρ ∞
T
P



Dari soal diketahui:

P1 = P
P2 = P + 50%P
T1 = T
T2 = 0,3T
ρ1 = ρ
ρ2 = ρ’



















=

=
2
1
1
2
1
2
.
T
T
P
P
ρ
ρ
ρ
ρ
⇔ 5
3 , 0
5 , 1
. 3 , 0
.
. 5 , 1
= = 











=

T
T
P
P
ρ
ρ


⇔ ρ ρ . 5 = ′


( )
% 400 % 100 .
5
% 100 .
1
1 2
=

=

=

ρ
ρ ρ
ρ
ρ ρ
ρ
ρ


⇔ ρ ρ ρ ρ %. 400 % 100 ). 5 ( = − = ∆

Atau, dengan kata lain: rapat massa gas naik 400% dari semula



TRIK SOLUSI CEPAT:
Jika kita mempunyai hubungan seperti berikut ini : ρ ∞
T
P

% kenaikan/penurunan ρ dari semula dapat kita rumuskan sebagai
berikut:

( )
% 100 . 1
(%) 1
(%) 1
(%)
1
x
T
P
ρ ρ







∆ ±
∆ ±
= ∆


Keterangan:

Tanda + dipilih jika terjadi kenaikan dan tanda – jika terjadi penurunan.

Dengan demikian pada soal di atas:

P ∆ → + dan % 50 (%) = ∆P

T ∆ → - dan % 70 % 100 ) 3 , 0 1 ( (%) = − = ∆ x T

sehingga,
( )
1 1
%. 400 % 100 . 1
%) 70 1 (
% 50 1
(%) ρ ρ ρ =








+
= ∆ x atau 4 kali dari mula-mula.





3. Tekanan gas dalam ruang tertutup

• Hubungan tekanan gas dalam ruang tertutup dengan energi kinetik rata-rata
gas
Tekanan gas adalah laju perubahan momentum molekul gas dibagi
luas daerah yang ditumbuknya.


Rumus untuk tekanan gas dalam ruang tertutup menjadi:








= =
V
N
v m
A
F
P
o
2
.
3
1
dimana: 







=
t
p
F


Rumus hubungan tekanan gas dan energi kinetik rata-rata gas:








=
V
N
E P
k
. .
3
2




SOAL DAN PENYELESAIAN: Tekanan gas dalam ruang tertutup


a. Seberkas molekul-molekul hidrogen, tiap molekul memiliki massa (mo) 3,3 x
10
-27
kg dan sedang bergerak pada 1,6 km s
-1
menabrak sebuah dinding pada
sudut θ = π/3 rad terhadap normalnya. Jika 2,0 x 10
20
molekul s
-1
( N )
datang pada dinding seluas 1,2 x 10
-4
m
2
, hitung gaya normal rata-rata dan
tekanan yang dikerjakan pada dinding jika semua molekul dipantulkan
sempurna!

A. 2,1 x 10
-3
N; 17,6 Pa.
B. 1,1 x 10
-3
N; 8,8 Pa.
C. 2,1 x 10
-4
N; 17,6.10
-1
Pa.
D. 1,1 x 10
-4
N; 8,8.10
-1
Pa.
E. 0 N; 0 Pa.


Jawab : B.






















CARA PENYELESAIAN:

Dari definisi, gaya adalah laju perubahan momentum molekul
sehubungan dengan tumbukan dengan dinding,


θ

-V cos (/3)
-V sin (/3)

n
V
t
p
F


=

( )

− ′ = ∆ v v m p
Tot
.


Karena,


θ cos . v v − =

(arah ke bawah dan ke kiri, v diberi tanda minus)

θ cos . v v v = − = ′

Ingat: jika benda bertumbukan lenting
sempurna seperti kasus di atas, kecepatan
benda setelah tumbukan, kelajuannya
sama dengan kelajuan sebelum tumbukan
tetapi arahnya berlawanan dengan
kecepatan sebelumnya.


Maka,

θ θ θ cos . . 2 )) cos . ( cos . .( v m v v m
t
p
Tot Tot
= − − =





Dari soal dapat diketahui:

mTot = N .mo = massa semua molekul yang menumbuk dinding per detik
= 3,3 x 10
-27
x 2 x 10
20
kg/det.
= 6,6 x 10
-7
kg/det.

6 , 1 = v km/det
3
10 . 6 , 1 = m/det.

θ = π/3 = 180/3 = 60
o
.

A = luas dinding yang ditumbuk seberkas molekul gas = 1,2.10
-4
m
2
.

Sehingga,

)
2
1
).( 10 . 6 , 1 ).( 10 . 6 , 6 .( 2 ) 60 cos( . . . 2
3 7 −

= =
o
Tot
v m F

3 3 3 7
10 . 1 , 1 10 . 056 , 1 )
2
1
).( 10 . 6 , 1 ).( 10 . 6 , 6 .( 2
− − −
≈ =
/
/ = N.



Untuk mencari tekanan gas, ingat:
A
F
P

=

. 8 , 8
10 . 2 , 1
10 . 056 , 1
4
3
= = =



A
F
P N/m
2
.

Jadi didapat gaya normal rata-rata (

F ) seberkas molekul gas pada
dinding adalah ± 1,1 x 10
-3
N dan tekanan yang dikerjakan pada
dinding sebesar 8,8 N/m
2
.



TRIK SOLUSI CEPAT:
Untuk menghitung gaya normal rata-rata (

F ) dan tekanan gas (P) yang
diketahui sudut tumbukan molekul gas (θ) terhadap garis normal,
kecepatan dan massa total molekul gas yang menumbuk dinding per
detik (mTot) dimana dinding yang ditumbuknya mempunyai luas A, dapat
dihitung dengan cara:

(i). Gaya normal rata-rata :

θ cos . . . 2 v m F
Tot
=

, dimana : mTot = N .mo dan jika seberkas
molekul menumbuk tegak lurus dinding,
1 cos 0 = ⇒ = θ θ
o

. Selain itu, 1 cos 0 ≤ < θ .
(ii). Tekanan gas:

A
v m
P
Tot
θ cos . . . 2
=


Jika kita masukkan harga-harga yang sudah diketahui dari soal, pasti
hasilnya sama dengan perhitungan yang telah kita kerjakan tadi.
Gampangkan?




4. Hubungan Kelajuan Gas Ideal dengan Tekanan gas







=
V
N
v m P
o
2
.
3
1
dimana:
N
v N
N
v N
v
i i
i
i i ∑


= =
) . ( ) . (
2 2
2



Maka,

P ∞
2
v



SOAL DAN PENYELESAIAN

a. Tekanan gas dalam tangki biogas tertutup turun 25% dari semula. Berapa %
penurunan kelajuan gas dalam tangki tersebut dari semula, dengan anggapan
biogas seluruhnya terdiri dari gas metana (CH4) yang bersifat seperti gas
ideal?

A. 25 %
B. 50 %
C. 57,4%
D. 75 %
E. 133%.

Jawab: B.





















CARA PENYELESAIAN:

Diketahui dari rumus:

P berbanding lurus dengan
2
v

atau,

P ∞
2
v


Maka,

2
2
2
1
2
1
v
v
P
P
=

Dimana: =
1
P tekanan gas mula-mula.

P1
P2
1
v

2
v

=
2
P tekanan gas setelah turun.

=
2
1
v rata-rata kecepatan kuadrat ketika
1
P P =

=
2
2
v rata-rata kecepatan kuadrat ketika
2
P P =


Dari soal:

1 1 2
75%.P %) 25 1 ( = − = P P .

Sehingga,

75%.
P
2
1
2
2
1
2
=








=
v
v P


⇔ 75%.
2
1
2
2
=








v
v


⇔ ( )
2
1
2
2
75%. v v =

Atau,

( )
2
1
2
1
2
1
2
2
2
1
% 25 75%. - v v v v v = = −


2
1
2
% 25 v v = ∆

⇔ ( ) ( )
1 1
2
1
. 5 , 0 . % 25 % 25 v v v v = = = ∆

Jadi kelajuan gas ideal turun 50% dari semula.




TRIK SOLUSI CEPAT:



Sehingga, soal di atas bisa kita selesaikan dengan cara:
Karena P turun 25% dari semula, maka
2
v akan turun 25% dari semula juga.
Dengan demikian kelajuan gas, v akan turun % 25 dari semula atau 50%
dari semula.

Jadi v akan turun 50% dari semula atau penurunannya ) ( v ∆ 50% dari
semula.






5. Kelajuan efektif gas ideal (
rms
v )

Akar dari rata-rata kuadrat kelajuan,
2
v :


Ingat ya:

Misalnya kita punya hubungan: X ~ Y
n
→ jika X turun/naik a% dari
semula, maka Y
n
juga turun/naik a% dari semula.

Dengan kata lain, jika X turun/naik a% dari semula, maka Y turun/naik
n
a% dari semula atau ∆Y =
n
a% .

Sedangkan jika soalnya: Y naik / turun menjadi masing-masing ( 1 + a)%
dan ( 1 - a)% misalnya naik menjadi 1,3 dari semula atau turun menjadi
0,7 dari semula, itu artinya Y naik/turun a% dari semula atau
n
X
naik/turun a% dari semula. Dengan demikian X akan naik/turun ( )
n
a%
dari semula.

N
v N
N
v N
v
i i
i
i i ∑


= =
) . ( ) . (
2 2
2



Maka didefinisikan kelajuan efektif gas,
rms
v sebagai akar dari rata-rata kuadrat
kelajuan,
2
v :

o
rms
m
kT
v v
3
2
= = (Persamaan Dasar) ………………………( i )

r
rms
M
RT
v
3
= ………………………………….…………………….. ( ii )

ρ
p
v
rms
. 3
= ………………………………….…………………..(iii )



SOAL DAN PENYELESAIAN:

Jika suhu gas ideal dalam ruangan tertutup dinaikkan menjadi 4 kali suhu
semula, maka kecepatan gerak partikel-partikelnya menjadi …kali semula.

A. ¼
B. ½
C. 2
D. 4
E. 16

Jawab: C


CARA PENYELESAIAN :

o
rms
m
kT
v
3
=


rms
v ∞ T

⇔ 2
4


1
1
1
2
rms,1
rms,2
= = =
T
T
T
T
v
v



1 , 2 ,
. 2
rms rms
v v =



TIPS MENGHINDARI KESALAHAN MENGHITUNG KELAJUAN EFEKTIF GAS
IDEAL:

Saat menggunakan rumus
ρ
p
v
rms
. 3
= , kita sering melakukan kesalahan.
Rumus ini pada dasarnya diturunkan dari hubungan antara kelajuan efektif gas
dengan temperatur dan massa satu molekul atau atom gas. Sehingga ketika
temperatur tidak berubah, sedangkan tekanan berubah, hal ini tidak serta merta
menyebabkan perubahan pada kelajuan gas/kelajuan efektif gas. Disinilah letak
kesalahan yang sering dilakukan siswa.

Perhatian soal berikut:

Sebuah tangki bekas biogas dengan volume V, diisi dengan gas ideal dengan
tekanan 2 atm. Jika ke dalam tangki tersebut dipompa gas sejenis, sehingga
tekanannya menjadi 4 atm sedangkan suhu dibuat tetap, tentukan laju efektif
gas ideal tersebut! Nyatakan dalam kenaikan kelajuan dalam persen kelajuan
semula, jika memang terjadi perubahan
rms
v .

Jawab:
rms
v tidak mengalami perubahan.

Penjelasan:

Jika kita hanya memperhatikan rumus yang mengkaitkan
rms
v dengan tekanan
gas, kita akan menjawab
rms
v -nya akan menjadi 2 kali mula-mula. Ternyata
perhitungan kita salah. Karena, untuk suatu gas tertentu, R dan Mr tetap (ingat
rumus:
r
rms
M
RT
v
3
= ),
rms
v gas hanya tergantung pada suhu mutlak gas, T, dan
tidak bergantung pada tekanannya. Dan karena suhu gas tidak berubah, maka
rms
v -nya tetap.


GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika SMA
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit/ episode
Jumlah Episode : 10










DAFTAR ISI GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


EPISODE JUDUL / TOPIK
4 TERMODINAMIKA






























GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : XII/
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit
Episode : 4



NO

STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI
DASAR
TOPIK / JUDUL INDIKATOR MATERI POKOK

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

4

Menerapkan konsep dan
prinsip kalor, konservasi
energi, dan sumber energi
dengan berbagai
perubahannya dalam mesin
kalor.

Menganalisa dan
menerapkan hukum
termodinamika.

Termodinamika.
(Penerapan hukum
termodinamika dan
proses-proses
termodinamika pada
kehidupan sehari-hari)

Setelah menyaksikan
program ini pemirsa
diharapkan dapat :
1. Menghitung usaha
yang dilakukan
pada gas, dan
perubahan energi
dalamnya pada
proses isobarik.
2. Menghitung usaha
mesin berdasarkan
definisi efisiensi
mesin dan
hubungan Q dan T
Kelvin.
3. Menghitung usaha
yang dilakukan
oleh sebuah siklus
dari grafik P-V.




1. Diagram P-V
dan hukum
Termodinamika
I.



2. Efisiensi mesin
Carnot

3. Usaha oleh
sistem pada
lingkungan



URAIAN MATERI


PUSTAKA KETERANGAN

(7)

(8) (9)

1. Diagram P-V dan hukum I Termodinamika:

• Penjelasan singkat:

Setiap titik pada diagram P – V menampilkan suatu keadaan
termodinamika gas.

Suhu T dicari dengan persamaan gas ideal jika P dan V gas sudah
diketahui.
Usaha (W) pada diagram P – V:
= W luas daerah arsiran dibawah grafik P – V.


V bertambah → W (usaha) positif ( + )

V berkurang → W (usaha) negatif ( - )


Usaha oleh sistem pada lingkungan:

Proses isothermal :








=
2
1
ln . . .
V
V
T R n W

Proses isobarik : V p W ∆ =

Untuk gas monoatomik :


- Teori dan Soal-soal Fisika,
Seri Buku Schaum, Frederick
J Bueche, Ph. D, Penerbit
Erlangga, 1999

- Buku Fisika SMA, Marthen
Kanginan, Penerbit Erlangga


12471 .
2
3
= = R C
V
J.kmol
-1
.K
-1

20785 .
2
5
= = R C
P
J.kmol
-1
.K
-1




Proses isokhorik : 0 = W


Proses adiabatik : 0 = Q dan ) .( .
2
3
2 1
T T R n W − =



Hukum I Termodinamika:

Energi dalam ( U) adalah jumlah energi kinetik dan potensial
yang berhubungan dengan atom-atom atau molekul-molekul
zat.
Energi dalam hanya bergantung pada keadaan suatu sistem,
tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh sistem untuk
perubahan keadaan zat.

Perubahan energi dalam dilambangkan dengan ∆U, yang
besarnya menurut hukum I termodinamika adalah:

W Q U U U − = − = ∆
1 2











SOAL DAN PENYELESAIAN:

a. Berapa Joule usaha luar (W) yang dilakukan pada gas dan perubahan
energi dalam gas ideal monoatomik untuk proses termodinamika
pemampatan gas seperti pada diagram dibawah pada tekanan tetap,
sehingga volumnya berkurang dari 9 L menjadi 4 L. Dalam proses ini kalor
sebanyak 500 J mengalir keluar. Diketahui: 1 atm = 1,0 x 10
5
Pa.


A. 200 J; -300 J.
B. 200 J; -700 J
C.-200 J; -300 J
D.-200 J; 700 J
E. 200 J; 700 J.

Jawab: C.














CARA PENYELESAIAN:

Dari soal diketahui:

P = 0,4 atm = 0,4.10
5
Pa (proses isobarik).
V1=9 L = 9 dm
3
= 9.10
-3
m
3
.
V2=4 L = 4 dm
3
= 4.10
-3
m
3
.
Q=-500 J.


4
0,4
9
B A
P(atm)
V (L)
0
0,2
C D
Menurut hukum termodinamika I:

W Q U − = ∆ ……………………………………………………..persamaan (i)

dimana,

V P W ∆ = . ………………………………………………..……..persamaan (ii)

200 10 ). 9 4 .( 10 . 4 , 0 ) .(
3 5
1 2
− = − = − =

V V P J.


Perhatikan gambar dibawah ini:




Dari gambar, Q diberi tanda minus :

Sehingga,

300 200 500 ) 200 ( 500 − = + − = − − − = ∆U J.

Jadi, W = -200 J dan ∆U = -300 J.




Sistem
Lingkungan
Q W
-
+
+
-

TRIK SOLUSI CEPAT:

Pada proses isobarik, usaha luar (W) yang dilakukan pada gas:

W = luas daerah arsiran dibawah grafik P – V.







W = luas persegi panjang ABCD.

= (5).(0,4) L.atm = 2 L.atm = 200 J

W = 200 J.


Tanda W:

W bertanda minus, karena pada sistem dilakukan usaha, maka:

W=-200 J
4
0,4
9
B A
P(atm)
V (L)
0
0,2
C D
W


Dengan demikian untuk gas monoatomik::

W U .
2
3
= ∆ ……………………………………………………..persamaan (iii)

⇔ 300 ) 200 .(
2
3
− = − = ∆U J.


Ternyata cara kedua menghasilkan jawaban yang sama.


b. Jika suatu 1 mol gas ideal monoatomik (γ=5/3), volumenya dibuat
bertambah dengan faktor pengali 2 secara adiabatik. Tekanan
mula-mula gas 3 atm dan volume awalnya 2 L. Berapakah usaha
yang dilakukan gas (dalam joule)?(R = 8314 J.kmol
-1
.K
-1
dan 1 atm=
1,0 x 10
5
Pa).

A. 336 J
B. 759 J
C. 468 J
D. 856 J
E. 536 J.

Jawab: C

CARA PENYELESAIAN:

Untuk proses adiabatik:

) .( .
2
3
2 1
T T R n W − =

γ γ
2 2 1 1
. . V P V P =

Atau: P ~
γ −
V

Jadi,

γ








=
1
2
2
1
V
V
P
P


Dari soal diketahui:

n = jumlah mol = 1 mol = 10
-3
kmol.

γ= konstanta Laplace =5/3.

P1 = 3 atm = 3 x 10
5
Pa.

V1 = 2 L = 2.10
-3
m
3
.

6 2 . 3 . 3 . 2
1 1 1 2
= = = + = V V V V L.= 6.10
-3
m
3
.

Sehingga,

3 / 5
3 / 5
1
1
2
) 3 (
. 3 3
=








=
V
V
P

3 / 5
3 / 5
1
1
2
) 3 (
3 . 3
=








=
V
V
P atm =
3 / 5
5
) 3 (
10 . 3
Pa.


3
5
3 / 5
5
2
9
10
) 3 (
10 . 3
= = P Pa.

Harga T1 dan T2:

72
8314 ). 10 (
10 . 2 . 10 . 3
.
3
3 5
1 . 1
1
≈ = =


R n
V P
T K.

35
8314 ). 10 (
10 . 6
.
9
10
.
3
3
3
5
2 . 2
2









= =


R n
V P
T K.

Maka,

467 ) 35 72 .( 8314 . 10 .
2
3
3
≈ − =

W J.




TRIK SOLUSI CEPAT:

Berdasarkan perbandingan lurus:

P ~
γ −
V atau V ~
γ / 1 −
P


Jika V bertambah dengan faktor kali 2 artinya V bertambah 3 kali dari
semula, maka
γ / 1 −
P akan berkurang 3 kali dari semula. Sehingga, P
berkurang
γ −
) 3 ( atau
3 / 5
) 3 (
1
atau
3
9
1
dari semula.

Maka:


5
3
5
3
5
1
3
2
0,48.10 48075
9
10
9 . 3
10 . 3
.
9
1
= ≈ = =








= P P Pa.


( )
( ) ) 10 . 6 .( 10 . 48 , 0 ) 10 . 2 .( 10 . 3 .
1
1
) . . (
1
1
3 5 3 5
3
5
2 2 1 1
− −


= −

= V P V P W
γ


⇔ ( ) 468 ) 52 .( 9 10 ). 48 , 0 1 .( 9 10 . ) 6 .( 48 , 0 6 .
2
3
2 2
= = − = − = W J.



Cara mencari akar pangkat tiga:

Perhatikan grafik persamaan y = x
3
yang didekati dengan persamaan garis
lurus 30 19 − = x y , { } 3 2 < < ∈ x x



Mencari Akar Pangkat Tiga
2; 8,00
3; 27,00
4; 46,00
0
9
18
27
36
45
54
63
0 1 2 3 4 5 6
X
Y
y=x^3
y=19x-30



2
8 9
2 3
8 27


=


x
⇔ 05 , 2
19
39
2 ) 2 3 .(
8 27
8 9
≈ = + −


= x



2. Efisiensi Mesin:

• Penjelasan singkat:


Siklus termodinamika:

Sistem bekerja dalam suatu siklus, jika sistem mulai dari
keadaan awal dan melalui beberapa proses termodinamika
kemudian kembali ke keadaan awalnya, dimana: 0 = ∆U .


Hukum II Termodinamika:

Entropi adalah ukuran banyaknya energi atau kalor yang
tidak dapat diubah menjadi usaha.


Jika suatu sistem pada suhu mutlak T mengalami suatu
proses reversible dengan menyerap sejumlah kalor Q, maka
kenaikan entropi ∆S dirumuskan sebagai:

reversibel
T
Q
S 





= ∆



Hk. II Termodinamika:

(i). Jika dinyatakan dalam entropi:
“ Total entropi jagad raya tidak berubah ketika proses
reversible terjadi dan bertambah ketika proses
irreversible terjadi..”

(ii). Tentang mesin kalor:
“ Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yang
bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata menyerap
kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya
menjadi usaha luar.”


Efisiensi mesin:

% 100
1
x
Q
W
= η

(i). Efisiensi mesin Carnot :







Menurut perumusan Kelvin-Panck:

“Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam suatu
siklus menerima kalor dari suatu reservoir dan mengubah
kalor tersebut seluruhnya menjadi kerja (usaha).”


% 100 1
1
2
x
Q
Q








− = η ingat: W Q Q + =
2 1




Untuk mesin Carnot, hubungan Q dan T oleh Kelvin
dinyatakan:
Reservoir pada
suhu rendah, T2
Mesin
kalor
Q1 – Q2 = W
Reservoir pada suhu
tinggi, T1
Q1
Q2

1
2
1
2
T
T
Q
Q
= dimana: Q1 = kalor yang diserap sistem.
Q2 = kalor yang dilepas sistem.

T1 = suhu reservoir yang tinggi.
T2 = suhu reservoir yang rendah.


Sehingga,


% 100 1
1
2
x
T
T








− = η




(ii). Efisiensi (η) dan koefisien performansi (Cp) mesin
pendingin:


Efisiensi mesin (η):

Menurut perumusan Clausius:

“Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam suatu
siklus mengambil kalor dari reservoir bersuhu rendah dan
memberikannya pada reservoir bersuhu tinggi tanpa
memerrlukan usaha dari luar.”

1
2
1
1
− = =
T
T
Q
W
η


Koefisien performansi (Cp):

% 100
2
x
W
Q
C
p
=


2 1
2
2 1
2
T T
T
Q Q
Q
C
p

=

= ingat: W Q Q + =
2 1
dan
hubungan Q2/Q1=T2/T1
masih tetap berlaku.

Dimana:
Q1 = kalor yang diserap oleh reservoir panas.
Q2 = kalor yang dipindahkan dari reservoir dingin.
T1 = suhu reservoir yang lebih panas.
T2 = suhu reservoir yang lebih dingin.


SOAL DAN PENYELESAIAN:

a. Sebuah mesin carnot menyerap kalor sebesar 1620 kkal setiap siklusnya dan
bekerja pada suhu antara 537
o
C dan 207
o
C. Berapa perbandingan efisiensi
nyata mesin dengan efisiensi maksimum teoritis, bila usaha yang dilakukan
mesin setiap siklusnya adalah 540 kkal.

A. 1 : 2
B. 27 : 22
C. 22 : 27
D. 11 : 9.
E. 9 : 11.

Jawab: E.




CARA PENYELESAIAN:


Diketahui dari soal:

T1 = 537
o
C = 537+273 = 810 K.
T2 = 207
o
C = 207+273 = 480 K.
Q1 = 1620 kkal.
W’ = usaha yang sebenarnya yang dapat dilakukan mesin= 540 kkal.
W = usaha yang diharapkan secara teoritis


η nyata mesin:

3
1
1620
540
1
= =

=
Q
W
nyata
η

Sedangkan η maksimum teoritis:

27
11
810
330
810
480 810
1
1
2 1
1
2
1
= =

=

=








− = =
T
T T
T
T
Q
W
teoritis
η

Sehingga,

11 : 9
11
9
27
11
3
1
= =












=
teoritis
nyata
η
η


⇔ 11 : 9 : =
teoritis nyata
η η





TRIK SOLUSI CEPAT:

W
W
teoritis
nyata

=
η
η


dimana: W adalah usaha maksimum yang diharapkan dilakukan oleh mesin
yang besarnya:


660 1620 .
27
11
1620 .
810
330
1620 .
810
480 810
. 1
1
1
2
= = = 




 −
=








− = Q
T
T
W kkal.

Sedangkan, W’ = 540 kkal.

Maka,

11
9
660
540
= =

=
W
W
teoritis
nyata
η
η


Atau,

11 : 9 : =
teoritis nyata
η η




b. Sebuah mesin gas ideal bekerja dengan siklus seperti pada gambar di bawah:

















2
2
5
4
a
c d
b
P(10
5

Pa)
V (m
3
)
0
Jika setiap siklus mesin menyerap kalor sebesar 1 x 10
6
J, maka efisiensi mesin
tersebut adalah…%.

A. 40%
B. 50%
C. 60%
D. 140%
E. 167%

Jawab: C.




CARA PENYELESAIAN:

Efisiensi mesin (η) :

1
Q
W
= η


Usaha total yang dilakukan sistem (W):

da cd bc ab total
W W W W W W + + + = = ……………….……………(*)

6 5
1 1
10 ) 2 4 .( 10 . 5 ) .( = − = ∆ = V P W
ab
J.

0 =
bc
W karena 0 = ∆V (proses isokhorik)

5 5
2 2
10 . 4 ) 4 2 .( 10 . 2 ) .( − = − = ∆ = V P W
cd
J.

0 =
da
W karena 0 = ∆V .

Maka,

5
10 . 6 0 ) 4 ( 0 10 = + − + + =
total
W J.

Dengan demikian,

% 60 6 , 0
10 . 10
10 . 6
10
5
5
6
1
= = = = =
total
W
Q
W
η




TRIK SOLUSI CEPAT:

=
total
W luas persegi panjang abcd = bc x ab . .

5 5
10 . 6 ) 3 .( 10 . 2 = = J.

Sehingga,

% 60 6 , 0
10 . 10
10 . 6
5
5
1
= = = =
Q
W
total
η

Langkah kedua, lebih singkat kan?


SOAL DAN PENYELESAIAN:


c. Suatu gedung olah raga ski hendak didinginkan dengan refrigator (mesin
pendingin) ruangan Carnot. Suhu di luar gedung 27
o
C dan di dalam gedung -
3
o
C. Bila alat pendingin tersebut berkekuatan 10 HP (1 HP = 746 watt).
Berapakah panas yang dikeluarkan dari gedung itu tiap jamnya?

A. 2,7.10
8
J
B. 7,5.10
8
J
C. -2,7.10
8
J
D. 2,4.10
8
J
E. 3,0.10
6
J

Jawab: D


CARA PENYELESAIAN:















Diketahui:

T1 = 28
o
C = (27+273) K = 300 K
T2 = -3
o
C = (27+273) K = 270 K
Daya alat pendingin (P) = 10 HP = 7460 watt.
t = 1 jam = 3600 detik.

Perhitungan:

Daya 7460 watt artinya alat melakukan usaha sebesarnya 7460 J tiap detiknya.

Efisiensi mesin pendingin:

1
2
1
1
− =
T
T
Q
W


⇔ 1
270
300 7460
1
− =
Q


MESIN
PENDINGIN
Q1
Q2
W

9
1
9
9 10
1
270
300 7460
1
=

= − =
Q


⇔ 67140 ) 7460 .( 9
1
= = Q J.

Jadi tiap detiknya mesin mengeluarkan kalor/panas sebesar 67140 J, atau
sebesar 67140 x 3600 ≈ 2,4.10
8
J / jam.



TRIK SOLUSI CEPAT:

Karena:

t P W . =


Maka,

Panas yang dikeluarkan oleh mesin pendingin selama/tiap 1 jam atau 3600 detik
adalah sebesar:

( )
8
2 1
2
1
10 . 4 , 2 9 26856000.
270 300
270
) 3600 .( 7460 . . ≈ = 






=









=
T T
T
t P Q J.


GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika SMA
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit/ episode
Jumlah Episode : 10










DAFTAR ISI GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


EPISODE JUDUL / TOPIK
5 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS






























GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : XII/
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit
Episode : 5


NO

STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI
DASAR
TOPIK / JUDUL INDIKATOR MATERI POKOK

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

5

Menerapkan konsep kelistrikan dan
kemagnetitan dalam berbagai
penyelesaian masalah dan berbagai
teknologi

1. Memformulasikan konsep
potensial listrik dan
energi listrik serta
keterkaitannya.

2. Memformulasikan prinsip
kerja kapasitor dan
mengaplikasikannya


3. Memformulasikan
besaran-besaran listrik ke
dalam bentuk persamaan




Listrik Statis & Dinamis
(Listrik dan Penerapannya
dalam Kehidupan)

Setelah menyaksikan
program ini pemirsa
diharapkan dapat :
1. Menghitung kuat medan
listrik dan potensial di
sekitar muatan listrik.


2. Menghitung hubungan
energi potensial listrik
dengan energi kinetik
elektron.

3. Menghitung arus listrik
pada rangkaian dua loop
menggunakan hukum
Kirchoff II.




1. Kuat Medan Listrik
dan Potensial




2. Energi Potensial
Listrik & Hukum
Kekekalan Energi
Mekanik

3. Hukum Kirchoff II




URAIAN MATERI


PUSTAKA KETERANGAN

(7)

(8) (9)

1. Kuat Medan listrik dan Potensial Listrik

• Pengertian singkat dan rumus tentang kuat medan listrik dan potensial

Hukum Coulomb:

2
.
.
4
1
r
Q Q
F

=
o
πε




Kuat medan listrik ( E ) adalah besarnya gaya listrik per satuan muatan
positif.

2 2
. .
4
1
r
Q
k
r
Q
Q
F
E = =

=
o
πε




Potensial listrik ( V ) suatu titik adalah usaha untuk memindahkan
muatan listrik + 1 coulomb dari titik ~ ke titik tersebut.


r
q k
V
.
=

dimana : k = konstanta coulomb = 9 . 10
9
N m
2
/C
2


- Teori dan Soal-soal Fisika, Seri Buku
Schaum, Frederick J Bueche, Ph. D,
Penerbit Erlangga, 1999

- Buku Fisika SMA, Marthen
Kanginan, Penerbit Erlangga


SOAL DAN PENYELESAIAN

a. Pada setiap titik sudut segitiga sama sisi dengan sisi
3 2
terdapat muatan positif
Q. Besarnya kuat medan dan potensial listrik di pusat segitiga ini, dengan k
sebagai tetapan, berturut-turut adalah:

Pilihan Jawaban

A.
Q k.
2
1
dan 0.
B.
Q k.
2
1
dan
Q k.
2
3

C.
Q k.
3
2
dan
Q k.
2
3

D. 0 dan
Q k.
2
3

E. 0 dan
Q k.
3
2



Jawab: D









CARA PENYELESAIAN:


(i). Kuat medan (E)

besaran vektor.

Q
Q
Q
a = 3 2
a = 3 2
a = 3 2
Q2
Q1 Q3
E2
E3 E1
120
o
120
o
120
o
30
o
r2
r1 r3
Misalkan
r r r r = = =
3 2 1
.

3 2 1
E E E R
r r r r
+ + =


2
3 2 1
.
r
Q
k E E E E = = = =
r r r


Karena,

2
3
3 2 .
30 cos
2
1
2
1
2
1
= = =
o
a
r
r

Maka,

4
.
2
. .
2 2
Q k Q
k
r
Q
k E = = =




o
E E E E E 120 cos . . 2
2 2 2
2 1
+ + = +
r r


Dimana:
2
1
60 cos 120 cos − = − =
o o




E E E E = − + + = + )
2
1
.( 2 1 1
2 1
r r





( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) 0 ) 1 .( . 2 180 cos . . 2
2 2 2 2 2 2
3 2 1
= − + + = + + = + + E E E E E E E E E
o
r r r



(ii). Potensial listrik (V)

besaran skalar.

3
E
r

120
o
120
o
120
o
1
E
r

2
E
r

Q k
r
Q k
r
Q k
r
Q k
r
Q k
V V V V
segitiga pusat
. .
2
3 .
. 3
. . .
3 2 1
= = + + = + + =




TRICK:

(i). Kuat medan (E)

Perhatikan gambar vektor-vektor
E
r
di titik pusat segitiga.














Jika,
E E E E = = =
3 2 1
r r r
dan
3 2 1
θ θ θ = =



0
3 2 1
= + + = E E E R
r r r r



(ii). Potensial listrik (V)









a
Q k
V
segitiga pusat
.
. 3 3 =



Q k
Q k
V
segitiga pusat
. .
2
3
3 2
.
. 3 3 =
/
/ =



b. Dua buah bola bermuatan masing-masing bermuatan: Q1=+81 µC dan Q2=-36
µC yang berjarak 5 m. Carilah letak titik dimana kuat medan listriknya sama
dengan nol.

A. 3 m dari Q1 dan 8 m dari Q2.
B. 3 m dari Q2 dan 8 m dari Q1.
C. 10 m dari Q2 dan 15m dari Q1.
D. 10 m dari Q1 dan 15 m dari Q2.
E. 2 m dari Q2 dan 3 m dari Q1.



Jawab: C.





CARA PENYELESAIAN:

Misal jarak titik yang dicari adalah x m dari Q2, maka jarak titik tersebut dari Q1
adalah (x+5) m.











= 0 E (Ingat: Arah kuat medan listrik searah dengan arah garis singgung
garis gaya pada setiap titik.)
Q1=+81 µC
Q2=-36 µC
5 m
Q1=+81 µC
Q2=-36 µC
5 m
x
E1 E2

⇒ 0
2 1
= − E E


2 1
E E =


( )
2
2
2
1
.
5
.
x
Q
k
x
Q
k / =
+
/

( )
2 2
36
5
81
x x
=
+



2 2
9 ) 25 10 ( 4 x x x = + +

⇔ 0 20 8
2
= − − x x

⇔ 0 ) 2 )( 10 ( = + − x x

10
1
= x atau 2
2
− = x

Yang diambil adalah x=10 m.


TRIK:

Untuk mempermudah perhitungan, persamaan
( )
2 2
36
5
81
x x
=
+
diakarkan
kedua ruas persamaan.


( ) 5
9 6
+
=
x x



( ) 5
3 2
+
=
x x


⇔ x x 3 10 2 = +

⇔ 10 = x

Jadi titik dimana 0
2 1
= + E E
r r
berjarak 10 m dari Q2 dan 15 m dari Q1.



c. Tiga buah muatan listrik terletak di sudut-sudut suatu bujur sangkar. Besar
potensial listrik di titik A (perhatikan gambar) adalah…(Diketahui: 4 , 1 2 ≈
dan
9
10 . 9 = k N.m
2
/C
2
)



A. 1000 V
B. 130 V
C. 300 V
D. nol
E. 270 V.

Jawab: B.



CARA PENYELESAIAN:

Diketahui:

2
3 2
10 . 9

= = = r r r m.
2
1
10 . 2 9 . 2

= = r r m.
C C Q
9
1
10 1

− = − = η
C C Q Q
9
3 2
10 1

+ = + = = η

V → besaran skalar.

Dengan demikian,
A
Q
3
=+1 ηC
Q
1
=-1 ηC
Q
2
=+1 ηC
9 cm
9 cm

3 2 1 Q Q Q A
V V V V + + =

Dimana,
( )
2
9
9
1
1
1
10 . 2 9
10
. 10 . 9 .



= =
r
Q
k V
Q


( )
2
9
9 2
3 2
10 . 9
10
. 10 . 9 .


= = =
r
Q
k V V
Q Q



( ) ( )








+

=




2
9
9
2
9
9
10 . 9
10
. 10 . 9 . 2
10 . 2 9
10
. 10 . 9
A
V

( )( )
130 ) 3 , 1 .( 100
2
4 , 1
2 . 10
2
1
) 1 .( 2
10 . 9
0 1 . 0 1 . 9
2
2
9 9
= = 





− = 






/
/ / / / /
=

/ − /
Volt.

∴ 130 =
A
V V.



TRIK:

Untuk menghitung potensial listrik di titik sudut suatu kubus, oleh muatan-
muatan yang tegak lurus titik (Σ

Q ) dan oleh muatan segaris diagonal kubus,
gunakan rumus:

.

'
´
± Σ = Σ

2
.
diagonal
Q
Q
r
k
V



Tanda + → muatan positif.
Tanda - → muatan negatif.

.

'
´
± Σ =

2
.
diagonal
A
Q
Q
r
k
V

− =

− =

.

'
´

/
/
=



2
4 , 1
2 . 100
2
1
2
10
10 . 10
2
1
) 1 .( 2
10 . 9
10 . 9
2
9 9
2
9
η
η

⇔ 130 =
A
V V.





2. Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Medan listrik


• Pengertian singkat dan rumus tentang energi potensial listrik

Energi potensial listrik ( Ep ) di suatu titik adalah usaha untuk memindahkan
muatan listrik dari titik ~ ke titik tersebut.


r
q q k
E
p

=
. .


dimana : k = konstanta coulomb = 9 . 10
9
N m
2
/C
2


• Hukum kekekalan energi mekanik pada medan listrik:

akhir awal
E E =

dimana:
p k
E E E + = dan V q E
p
∆ = ∆ .







- Soal dan penyelesaian tentang hukum kekekalan energi mekanik pada medan listrik :



SOAL DAN PENYELESAIAN:

a. Sebuah elektron dengan massa 9,11x10
-31
Kg dan muatan listrik -1,6x10
-19
C, lepas
dari katoda menuju anoda yang jaraknya 2 cm. Jika kecepatan awal elektron nol
dan beda potensial antara anoda dan katoda 50 V, maka elektron akan sampai di
anoda dengan kecepatan…

A. 2,3 x 10
5
m/det
B. 8,4 x 10
6
m/det
C. 4 x 10
6
m/det
D. 3 x 10
7
m/det
E. 2,4 x 10
8
m/det


Jawab: C.








CARA PENYELESAIAN :

Diketahui:

31
10 . 11 , 9

=
e
m kg.
19
10 . 6 , 1

− =
e
q C.
50 − = ∆V V.

+
Anoda Katoda
+
+
+
+
+
+
+
+








e
2 = d cm
2
10 . 2

= m
. 0 =
o
v

Pada medan listrik, elektron dipercepat dari katoda → anoda.

Menurut hukum Newton II:

a m F . = ∑

⇔ a m E q
e e
. . = dimana:
3 2
2
10 . 5 , 2 10 . 25
10 . 2
50
= = =

=

d
V
E V/m.


15
31
) 3 19
10 . 4 , 0
10 . 11 , 9
10 . 5 , 2 .( 10 . 6 , 1 .
≈ = =


e
e
m
E q
a m/det
2
.

Karena,
2
2
1
. . . t a t v d
o
+ =


8 16
14
2
10 10
10 . 4
) 10 . 2 .( 2 2
− −

= = = =
a
d
t detik.


Oleh karena, t a v v
o
. + =


6 8 14
10 . 4 10 . 10 . 4 0 . = + = + =

t a v v
o
m/det.




TRIK:

Gunakan persamaan ∆Ep = ∆Ek.

qe. ∆V = ½ me. v
2


31 -
19 -
e
2
9,11.10
50
. 2.1,6.10
m
V
2q. v =

=

6
10 x 4,2 v =
6
4.10 ≈ m/det


3. Hukum Kirrchoff


• Pengertian singkat dan rumus tentang Hukum Kirrchoff

Hukum Kirchoff I:

keluar masuk
I I ∑ = ∑

Hukum Kirchoff II:

0 . = ∑ + ∑ ε R I




a. Besar arus listrik yang mengalir melalui lampu (I) pada rangkaian arus listrik
searah seperti pada gambar adalah.....(dalam ampere).

Pilihan Jawaban
A. 0,75 A
B. 1,5 A
C. 2,25 A
D. 3,00 A
E. -3,75 A






3 Ω
E
F
A
B
D
C
RL=2 Ω
2 Ω
I
I1
I1
ε1 = 6V
ε2 = 9V



Perhatikan rangkaian listrik, berlaku : I = I1 + I2
Loop ABCDA :

0 . = ∑ + ∑ R I ε
0 (3) I .(2) I 9 6
2 1
= + − −

) 3.......(i 2I 3I
1 2
= −





Loop EFBAE :
0 . = ∑ + ∑ ε R I
0 6 .2 I I.R
1 L
= − +

( ) 0 6 . 2 2 . I I
1 2 1
= − + + I

3 I 2.I
2 1
= +

.....(ii) 2.I 3 I
1 2
− = ⇒


substitusikan persamaan (ii) ke persamaan (i).
3(3-2.I1)-2.I1=3

9-6 I1-2 I1=3
I1= A
4
3




Substitusikan harga I1 ke persamaan (ii)
I2=3-2 A 5 , 1
4
3
=







Jadi arus yang melalui lampu adalah I = I1+I2 = 0,75+1,5
= 2,25A

Jawaban C


I1
I2
1
ε
2
ε
A B
C D
2 Ω

A
B
I
I1
E
F
1
ε



TRICK:

Arus yang melalui lampu adalah
2 1
I I I + =








 −








 −
− =
2
2
1
1
R
V
R
V
R
V
AB AB
L
AB
ε ε


⇔ 




 −
− 




 −
− =
3
9
2
6
2
AB AB AB
V V V
⇒ 5 , 4 =
AB
V V.
25 , 2
5
4
= = =
L
AB
R
V
I A.

Jawaban C















GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika SMA
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit/ episode
Jumlah Episode : 10










DAFTAR ISI GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN
BIMBEL FISIKA SMA


EPISODE JUDUL / TOPIK
6 MEDAN DAN GAYA MAGNET





























GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN


Kategori : Formal
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Semester : XII/
Penulis : Iwan Husdiantama
Pengkaji Materi : Imam Prasaja
Pengkaji Media : Yenny Husnaini
Durasi : 24 menit
Episode : 6


NO

STANDAR
KOMPETENSI
KOMPETENSI
DASAR
TOPIK / JUDUL INDIKATOR MATERI POKOK

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

6
Menerapkan konsep kelistrikan
dan kemagnetan dalam berbagai
penyelesaian masalah dan
berbagai teknologi
Menerapkan induksi magnetik
dan gaya magnetik pada
beberapa produk teknologi
Medan dan Gaya Magnet

Setelah menyaksikan
program ini pemirsa
diharapkan dapat :
1. Menghitung induksi
magnetik di sekitar
kawat berarus listrik
2. Menghitung gaya
magnet (Lorentz)
pada kawat berarus
yang berada dalam
medan magnet atau
partikel bermuatan
yang bergerak dalam
medan magnet..




1.



URAIAN MATERI


PUSTAKA KETERANGAN
(7)

(8) (9)
1. Induksi magnetik di sekitar kawat berarus listrik

• Pengertian singkat dan rumus yang berkaitan medan magnet:

Persamaan Biot-Savart:

2
sin . .
r
dl i
k dB
θ
=

Dimana:
π
µ
4
o
k = dan
7
10 . 4

= π µ
o
Wb.A
-1
.m
-1


Satuan B: Wb/m
2
atau Tesla (T).



Medan magnet di sekitar kawat berarus:

Di sekitar kawat lurus berarus:

a
i
B
o
. 2
.
π
µ
=


Di pusat kawat melingkar dengan N lilitan:

a
i
N B
o
. 2
.
.
µ
=

Di sumbu Toroida:

- Teori dan Soal-soal Fisika, Seri
Buku Schaum, Frederick J
Bueche, Ph. D, Penerbit Erlangga,
1999

- Buku Fisika SMA, Marthen
Kanginan, Penerbit Erlangga


θ
dB
i
O P

dl
a
i
N B
o
. 2
.
.
π
µ
=


Di pusat dan ujung Solenoida:

Di pusat:
L
i
N B
o
.
.
µ
=

Di ujung:
L
i
N B
o
.
.
2
1
µ
=






SOAL DAN PENYELESAIAN:

a. Dua kawat panjang dialiri arus listrik, seperti tampak pada gambar. Jika arus iA = iB = 6A,
maka besar induksi magnet di titik C akibat kawat A dan B adalah…..

A.
6
10 . 3 2

T
B.
6
10 . 2 2

T
C.
6
10 . 2

T
D.
6
10 . 3 4

T
E.
6
10 . 4

T

Jawab: E.








A
B
C
30 cm 30 cm
30 cm



CARA PENYELESAIAN:

Diketahui:

a = 30 cm =30.10
-2
m.

iA = iB = 6 A.

Perhatikan gambar berikut:



















B B =
r
di C:

( ) ( ) ( ) ( )
o
B A B A
B B B B B 120 cos . . . 2
2 2
+ + =

Dimana:

A
B
C
60
o
60
o
60
o
BA
BB
B’
A’
90
o
60
o
B
60
o
90
o
60
o
120
o
( )
6
2
7
.
10 . 4
10 . 30 . 2
) 6 .( 10 . 4
. 2



=
/
/
= = =
π
π
π
µ
a
i
B B
o
B A
T.

⇔ ( ) ( ) ( )( )
6 6 6
2
6
2
6
10 . 4
2
1
. 10 . 4 . 10 . 4 . 2 10 . 4 10 . 4
− − − − −
= 





− + + = B T.



TRIK:

Dari gambar di atas, terlihat ABC ∆ dan C B A ′ ′ ∆ sebangun yaitu segitiga sama sisi.


( )
6
2
7
.
10 . 4
10 . 30 . 2
) 6 .( 10 . 4
. 2



=
/
/
= = = = =
π
π
π
µ
a
i
B B B B
o
B A
r r r
T.

Jadi besar induksi di C karena kawat A dan B sama dengan
6
10 . 4

= =
B A
B B
r r
T.




b. Dua kawat lurus panjang sejajar yang dialiri arus berlawanan arah, terpisah sejauh 2 cm.
Resultan induksi magnet dari kedua kawat akan bernilai nol pada titik berjarak…cm
sebelah… dari i1.


A. 402 cm;sebelah kiri
B. 4,02 cm;sebelah kanan
C. -6 cm;sebelah kanan
D. 4 cm; sebelah kiri.
E. 6 cm;sebelah kanan


Jawab: D




i1=2A i2=3A
2 cm



CARA PENYELESAIAN:

Asumsi: titik dimana 0 = ΣB → terletak di sebelah kiri kawat 1 dan 2 seperti gambar di
bawah.















0 = ΣB ; Arah induksi B: keluar layar → +, arah ke dalam → -

⇔ 0
2 1
= − B B


2 1
B B =


) 02 , 0 .( 2 . 2
2 . 1 .
+
/
/
=
/
/
x
i
x
i
o o
π
µ
π
µ



) 02 , 0 (
3 2
+
=
x x


⇔ x x 3 04 , 0 2 = +

⇔ 04 , 0 = x m

1 2
i2=3A
2 cm
x
B1
B2
i1=2A
Jadi resultan B akan nol pada titik berjarak 4 cm dari kawat berarus i1.


TIPS MENGERJAKAN SOAL:

• Tentukan kawat acuan
• Arah B: keluar layar → +, arah ke dalam → -
• Buat persamaan dimana
2 1
B B = dan selesaikan.
• Jika nilai x negatif berarti letak titik berlawanan letaknya dengan asumsi
perhitungan semula.

Contoh:

Asumsi perhitungan seperti di bawah ini:

Dengan kawat acuan, kawat 2.















Maka nilai x=-6. Ini artinya resultan B akan nol pada titik yang berjarak 6 cm di
sebelah kiri kawat berarus i2 (berjarak 4 cm di sebelah kiri kawat i1).







1 2
i2=3A
2 cm
x
B2
B1
i1=2A




c. Seutas kawat berarus listrik i=10A, tersimpul seperti pada gambar. Berapa besar induksi
magnetik di titik Q dimana jari-jari simpul r =1 cm? ( 14 , 3 ≈ π ).


A. 2,6.10
-4
T
B. 4,1.10
-4
T
C. 8,2. 10
-4
T
D. 1,3.10
-3
T
E. 4,1.10
-3
T


Jawab: B.



CARA PENYELESAIAN:

Diketahui:

r=1 cm=10
-2
m

i= 10A


Menurut Aturan Tangan Kanan/Kaidah Gerak Sekrup, baik induksi magnetik yang
disebabkan kawat lurus maupun melingkar, semuanya menuju ke arah dalam layar TV.

Dengan demikian,

2 1
B B B
Q
r r r
+ =

1
B oleh kawat lurus; B2 oleh kawat melingkar.

4
2
7
1
10 . 2
10 . 2
10 . 10 . 4
. 2
.



= = =
π
π
π
µ
r
i
B
o
r
T.
Q
i=10A
r

4
2
7
2
10 . 2
10 . 2
10 . 10 . 4
. 2
.



= = = π
π µ
r
i
B
o
r
T.


4 4 4 4
10 . 2 , 8 ) 1 ( 10 . 2 10 . 2 10 . 2
− − − −
≈ + = + = π π
Q
B
r
T.




TRIK:

Untuk menyelesaikan soal di atas, gunakan rumus:







4 7
2
10 . 2 , 8 10 ). 14 , 3 1 .(
10
10 . 2
− −

≈ + =
Q
B




2. Gaya Lorentz.

• Pengertian singkat dan rumus yang berkaitan gaya Lorentz:

Gaya Lorentz : gaya yang dialami oleh penghantar berarus dan partikel bermuatan.


Pada penghantar berarus:

Besar : θ sin . . . L i B F =

Arah : Aturan tangan kanan.

( )
7
10 . 1
2

+ = π
r
i
B
Q



Pada partikel bermuatan:

Besar : θ sin . . . v q B F =

Arah : Aturan tangan kanan.


























SOAL DAN PENYELESAIAN:

a. Partikel bermuatan q bergerak dengan laju tetap yang sama dengan laju proton
(
27
10 . 6 , 1

=
p
m kg) yang bergerak dimana panjang gelombang de Broglie-nya,
12
10 . 38 , 1

= λ m,
memasuki medan magnet dan medan listrik secara tegak lurus (medan listrik tegak lurus
medan magnet). Apabila besar induksi magnet 0,2 T, berapa kuat medan listrik? (Diketahui
Arah jari jempol = arah arus (I ) atau arah
kecepatan partikel bermuatan (v).
Arah keempat jari = arah
induksi magnet (B)
Arah telapak tangan = arah
gaya Lorentz (F)
tetapan Planck,
34
10 . 63 , 6

= h J.detik).

A. 6,2. 10
5
V/m
B. 1,2. 10
5
V/m
C. 0,6.10
5
V/m
D. 0,3.10
5
V/m
E. 0,15. 10
5
V/m




Jawab: C.




CARA PENYELESAIAN:

Diketahui:

1 90 sin 90 = → =
o o
θ
27
10 . 6 , 1

=
p
m kg
B = 0,2 T = 0,2 Wb/m
2

12
10 . 38 , 1

=
p
λ m

Berdasarkan Aturan Tangan Kanan, digambarkan gaya-gaya seperti gambar di bawah:













E
B
v
E
B
V
Florentz
Flistrik




proton q
v v = dimana:
p p
p
v m
h
.
= λ


5
12 27
34
10 . 3
10 . 38 , 1 . 10 . 6 , 1
10 . 63 , 6
.
≈ = =
− −

p p
q
m
h
v
λ
m.

tetap v
q
= → 0 = ΣF →
listrik lorentz
F F = → q E v q B
o
q /
=
/
. 90 sin . . .



5 5
0,6.10 ) 3.10 .( 2 , 0 . = = =
q
v B E V/m.



TRIK:

Untuk menghitung kuat medan listrik, jika partikel bermuatan q mempunyai kelajuan tetap
tegak lurus pada medan magnet dan medan listrik yang tegak lurus, dimana kelajuannya
sama dengan kelajuan proton dengan panjang gelombang de-Broglie-nya λ ,digunakan
rumus:

5 5
12 27
34
10 . 6 , 0 ) 10 . 3 .( 2 , 0
10 . 38 , 1 . 10 . 6 , 1
10 . 63 , 6
. 2 , 0
.
. = ≈








=








=
− −

p p
m
h
B E
λ
V/m.












b. Sebuah simpal kawat ABCD berbentuk kubus yang berarus i2 = 15 A diletakkan pada jarak
tertentu dari suatu kawat lurus panjang berarus i1 = 10 A seperti pada gambar. Berapa besar
gaya yang bekerja pada simpal kawat tersebut dan kemana arahnya?

A.
7
10 . 5

N ke kiri
B.
7
10 . 5

N ke kanan
C.
5
10 . 6

N ke kiri
D.
6
10 . 5

N ke kiri
E.
6
10 . 5

N ke kanan


Jawab: E.











CARA PENYELESAIAN:

Diketahui:

i1 = 10 A.
i2 = 15 A.
a1 = 10 cm = 10.10
-2
m.
a2 = 15 cm = 15.10
-2
m.
s = panjang sisi-sisi simpal kawat ABCD = 5 cm = 5.10
-2
m.




Gaya-gaya yang bekerja pada simpal kawat (lihat gambar di bawah ini) :
i
1
A
B
D
C
i
2
10 cm
s = 5 cm
15 cm

















AD CD BC AB
F F F F F
r r r r r
+ + + =

Karena,

AD BC
F F
r r
= dan arahnya berlawanan ⇒
AD BC
F F
r r
& saling meniadakan atau 0 = +
AD BC
F F
r r


Dengan demikian,

CD CD AB AB CD AB
l i B l i B F F F . . . .
2 2
− = + =
r r r











− 





=

















=
2 1
2 1
2
2
1
2
1
1
1 1
2
. . .
sin . . .
. 2
.
sin . . .
. 2
.
a a
s i i
l i
a
i
l i
a
i
F
o
CD
o
AB
o
π
µ
θ
π
µ
θ
π
µ
r





Dimana: . 1 sin 90 = ⇒ = θ θ
o


5 = = = s l l
CD AB
cm = 5.10
-2
m.
A
B
D
C
FA
FC
FB
FA


( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( )( )( )
6 7 2
2
2
2 7
2 1
1 2 2 1
10 . 5 5 . 5 . 10 . 2 0 1 .
0 1 . 5 1 . 0 1
10 15
0 1 . 5 . 5 1 . 0 1 . 10 . 2
. 2
. . .
− − / −
/
/ −
/ − −
= = / /








/ / / / / /

/ / / / / / =







 −






=
a a
a a s i i
F
o
π
µ
r
N.

F
r
→ ⊕ → Arah F
r
searah gaya
AB
F
r
atau ke arah kanan.

Jadi besarnya gaya pada simpal kawat ABCD atau F
r
adalah
6
10 . 5

N dan arahnya ke kanan.




TRIK:

Besar gaya pada simpal:







⇔ ( )
6 7 2 7
.
10 . 5 10 . 50 5 .
15 . 10
15 . 10
. 10 . 2
− − −
= = 





=
kubus kw
F N.




Arah gaya:

Arah gaya pada simpal = arah gaya pada sisi simpal terdekat dengan kawat panjang.

. 10 . .
.
.
. 2
7 2
2 1
2 1
.









= s
a a
i i
F
kubus kw

→ CARA MENGHAPAL: 2 bersaudara Iis dan Aas diberi 10
pangkat minta 7.


→ Jika satuan a dan s sama, jangan hiraukan satuan a dan s

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->