Anda di halaman 1dari 3

BAB I

DAFTAR ISI

BAB I. DAFTAR ISI.......................................................................................................ii


KATA PENGANTAR......................................................................................................iii
PENDAHULUAN...........................................................................................................iv
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................1
A. Definisi............................................................................................................1
B. Epidemiologi...................................................................................................1
C. Etiologi............................................................................................................1
D. Patofisiologi....................................................................................................2
E. Manifestasi Klinis............................................................................................3
F. Pemeriksaan Penunjang...................................................................................5
G. Diagnosis.........................................................................................................6
H. Diagnosis Banding..........................................................................................7
I. Pengobatan........................................................................................................7
J. Prognosis..........................................................................................................9
K. Pencegahan......................................................................................................10
BAB III. RANGKUMAN................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................13

KATA PENGANTAR
ii

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan petunjuknya
penyusun dapat menyelesaikan referat yang berjudul Meningitis Purulenta ini tepat pada
waktunya.
Referat ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik di bagian Ilmu
Kesehatan Anak RSAL dr. Mintohardjo.pada kesempatan ini penyusun mengucapkan
terimakasih kepada dr. Sri Rasuna Sundoro, Sp.A selaku dokter pembimbing dalam kepaniteraan
klinik ini dan rekan-rekan koass yang ikut memberikan bantuan dan semangat secara moril.
Penyusun menyadari bahwa referat ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan, oleh
karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Semoga referat ini
dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak dan bidang
kedokteran pada umumnya.

Jakarta, 15 Desember 2013

Penyusun
Indra Pratama Dana

PENDAHULUAN
iii

Meningitis purulenta atau meningitis bakterial akut adalah keadaan gawat darurat yang
ditandai dengan inflamasi dari selaput meningens sebagai respon dari infeksi bakteri. Apabila
tidak ditangani angka mortalitas mencapai 100%, dan bahkan dengan antibiotik dan penanganan
intensif, angka kematian masih sekitar 5-10%. Maka, diagnosis cepat dan tatalaksana yang tepat
sangat penting. (8)
Pada umumnya meningitis purulenta timbul sebagai komplikasi dari septikemia. Bakteri
yang paling sering menjadi penyebab adalah meningokokus, Haemophilus influenza Tipe B, dan
Pneumokokus (3)
Pada meningitis meningokokus, prodromnya ialah infeksi nasofarings, oleh karena invasi
dan multiplikasi meningokokus terjadi di nasofarings. Baik meningokokus, maupun Hemofilus
influenza dan Pneumokokus dapat menjadi kausa dari otitis media. Meningitis purulenta dapat
menjadi komplikasi dari otitis media akibat infeksi kuman-kuman tersebut. Pada neonatus
penyebab tersering pada penyakit ini adalah E.coli

(6)

Penyakit ini penyebarannya seluruh dunia dan mengenai semua ras. Kejadiannya antara 5 7
kejadian setiap 100.000 orang per tahun, dapat menyerang neonatus, bayi, anak dan dewasa(3,6,8)
Mortalitas meningitis bakterial akut kira-kira 10% dari keseluruhan lebih tinggi pada infeksi
Streptococcus pneumonia.Penyakit pneumokokus juga lebih sering menyebabkan gejala sisa
panjang (kurang dari 30% kasus) seperti hidrosefalus, palsi nervus kranialis, defisit visual dan
motorik, serta epilepsi. Anak dengan meningitis bacterial akut dapat mengalami gangguan
perilaku, kesulitan belajar, hilangnya pendengaran, dan epilepsi.(3)

iv