Anda di halaman 1dari 2

PROCEEDING SIMPOSIUM NASIONAL IATMI 2001

Yogyakarta, 3-5 Oktober 2001


IATMI 2001-44
PEMBERDAYAAN FRESH GRADUATE MENUJU SDM SIAP PAKAI
MELALUI PRAKTEK KERJA DI INDUSTRI PERMINYAKAN
Subardiyana
CONOCO Indonesia Incorporated Limited (CIIL)
ABSTRAK
Seperti kebanyakan opini yang ada bahwa para lulusan perguruan tinggi Indonesia pada umumnya belum memiliki kemampuan
untuk terlibat langsung dalam dunia industri. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan dan pengalaman lapangan selama melakuakn
studi di kampus. Sehingga (khususnya dalam industri perminyakan), sebagian besar mahasiswa tidak mengetahui proses apa yang
terjadi dan dibutuhkan industri perminyakan.
Conoco Indonesia Incorporated Limited (CIIL), dalam hal ini telah mencoba membuat terobosan baru melalui program magang
kerja yang berkesinambungan bagi lulusan lulusan perguruan tinggi untuk kelak diharapkan bisa menciptakan self driven (kemampuan
mandiri) dalam mendapatkan lapangan kerja.
Dalam melakukan program kerja magang ini CIIL melibatkan secara langsung para perserta ke dalam proses kerja sehari hari.
Hal ini untuk menciptakan dan menumbuhkan pola berfikir para peserta agar bisa mengerti suasana dunia bisnis perminyakan yang
sebenarnya. Untuk menunjang keberhasilan program ini, dalam periode tertentu setelah memenuhi tingkat pengetahuan yang cukup,
para peserta di kirim ke lapangan untuk belajar mengenai seluk beluk operasi lapangan. Kegiatan lapangan ini besar sekali
pengaruhnya terhadap pengembangan pola pikir para peserta dalam melihat dunia industri perminyakan.
Adapun cakupan bidang kerja meliputi: data clean-up, operasi produksi, SCADA interfacing (pembuatan program program kecil
) dan validasi data data produksi dan drilling.
Dengan pola berpikir win-win, adanya program magang ini terbukti menghasilkan nilai tambah yang berarti bagi perserta
maupun industry. Dari sisi para peserta bisa mendapatkan pengalaman kerja yang setara dengan kebutuhan dunia industri
perminyakan. Dengan demikian peserta bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi (SDM siap pakai). Sementara itu bagi perusahaan
bisa membantu para karyawannya dalam menyelesaikan tugas sehari harinya dengan lebih cepat.
Program ini bisa menjadi ajang untuk melatih jiwa kepemimpinan dari pegawai staff perusahaan. Secara tidak langsung pola
win-win ini dapat menciptakan image perusahaan yang memiliki kepedulian yang tinggi dalam pengembangan SDM.
1. LATAR BELAKANG
Seperti kebanyakan opini yang ada bahwa para lulusan
perguruan tinggi Indonesia pada umumnya belum memiliki
kemampuan untuk terlibat langsung dalam dunia industri. Hal
ini disebabkan minimnya pengetahuan dan pengalaman
lapangan selama melakuakn studi di kampus. Sehingga
(khususnya dalam industri perminyakan), sebagian besar
mahasiswa maupun para dosen pengajar kurang mengetahui
proses apa yang terjadi dan dibutuhkan industri perminyakan.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka
pengangguran di tingkat pendidikan tinggi.
2. FAKTOR PENYEBAB
Ada beberapa faktor penyebab sehingga terjadi situasi seperti
di atas di antaranya :
Pertama : kurangnya rasa menghargai produk dan jasa
engineering dalam negeri dari para pegawai nasional pelaku
business di industri perminyakan. Kenyataan ini diperkuat
oleh adanya anggapan bahwa dalam banyak hal mengenai
keputusan engineering untuk kemampuan pengadaan barang
dan jasa dari dalam negeri sangat kurang dihargai dan
diminati. Hal ini terlihat dari banyak keputusan engineering
yang sebagian besar menggunakan resource baik material
maupun services dari luar negeri. Di sisi lain perusahaan
produk dan jasa asing tumbuh subur di Indonesia lengkap
dengan tenaga asingnya juga.
Kedua : masih sedikitnya hubungan kerjasama yang resmi
antara dunia industri dengan institusi perguruan tinggi
khususnya dalam hal pengembangan research dan technology.
Kenyataan ini deperkuat dengan sulitnya mendapatkan
sponsor ataupun tempat melakukan studi lapangan bagi para
mahasiswa. Selain itu kesempatan melakukan kerja di
lapangan biasanya dalam waktu yang sangat singkat (satu-
dua minggu saja). Sebagian besar waktu pendidikan
diallokasikan untuk mempelajari buku-buku yang secara
berkala kebenaranya bisa dipertanyakan. Hal serupa juga
terjadi pada para staf pengajar yang sedikit terlibat dunia
industri sehingga kentara sekali akan kecenderungan ilmunya
yang bersifat teoritis.
Dengan kata lain sesungguhnya banyak product research dari
dunia institusi yang dihasilkan namun karena tidak diterapkan
(terjual dalam dunia industri) sehingga akhirnya hanya
menjadi buah karya yang sifatnya statis. Hal ini dibuktikan
dengan banyaknya buku buku pajangan di perpustakaan di
institusi perguruan tinggi.
3. SOLUSI MASALAH.
Berdasarkan kenyataan dan analisa di atas dalam hal ini
Conoco Indonesia Incorporated Limited (CIIL), telah
mencoba membuat terobosan baru melalui program magang
kerja yang berkesinambungan bagi lulusan-lulusan perguruan
tinggi (Fresh Graduate) untuk kelak diharapkan bisa
menciptakan self driven (kemampuan mandiri) dalam
mendapatkan lapangan kerja. Terobosan ini juga dipicu oleh
adanya kenyataan akan tuntutan kerja yang sangat ketat
dimana para pegawai staf dibebani sejumlah target dalam
waktu yang sangat singkat sehingga mengharuskan bekerja
secara ekstra.
Dalam melakukan program kerja magang ini CIIL melibatkan
secara langsung para perserta ke dalam proses kerja sehari
Pemberdayaan Fresh Graduate Menuju SDM Siap Pakai Melalui Praktek Kerja Subardiyana
Di Lapangan Industri Perminyakan
IATMI 2001-44
hari yang dibimbing oleh tenaga staf internal yang sudah
berpengalaman dan memerlukan bantuan jasa engineering.
Metode seperti ini untuk menciptakan dan menumbuhkan pola
berfikir para peserta magang agar bisa mengerti suasana dunia
bisnis perminyakan yang sebenarnya. Untuk menunjang
keberhasilan program ini, dalam periode tertentu setelah
memenuhi tingkat pengetahuan yang cukup, para peserta di
kirim ke lapangan untuk belajar mengenai seluk beluk operasi
lapangan.
4. TAHAPAN DALAM PROSES KERJA MAGANG.
Menyadari bahwa status para peserta magang adalah seorang
Fresh Graduate maka perlu diperlakukan secara bertahap
dalam melibatkan mereka dilapangan kerja. Hal ini perlu
menjadi perhatian dan tanggung jawab bagi para pegawai staf
yang berpengalaman dan membutuhkan tenaga bantuan
dibidang engineering. Perhatian dan bimbingan para staf ini
menjadi kunci keberhasilan peserta magang, sebab melalui
mereka inilah transer skill terjadi.
Adapun tahapan cakupan bidang kerja disesuaikan dengan
tingkat pemahaman ilmu yang meliputi:
1. Pengenalan Dunia Industri Perminyakan: pada tahap ini
para peserta magang diberi presentasi berupa daerah
operasi, safety regulation serta operasi- operasi yang
selama ini dilakukan dilapangan. Pada tahap ini pula para
peserta diperkenalkan dengan segala macam problem-
problem yang terjadi di lapangan.
2. Data Clean-Up: setalah mendapat gambaran garis besar
operasi dilapangan tahap selanjutnya peserta
diperkenalkan untuk melihat dan menganalisa data data
opersi yang pernah dilakukan. Pada tahap ini para peserta
sudah diperkenalkan untuk melakukan pekerjaan analisa
data yang besifat terbatas. Dalam phase kerja inilah
diharapkan para peserta mendalami dan mengetahui alur
business perminyakan. Hal yang lebih penting lagi bahwa
para peserta diperkenalkan untuk berkomunikasi langsung
dengan orang orang lapangan selama menjalankan analisa
data data yang sederhana diatas. Sehingga dalam
melakukan analisa data bisa didapatkan dari berbagai
sumber keabsahan data.
3. Kerja Lapangan: setelah mendapatkan pengetahuan yang
memadahi secara bertahap para peserta dikirim ke
lapangan untuk terlibat langsung dalam operasi produksi
sehari hari di lapangan.
5. Setelah para peserta menyelesaikan kunjungan ke
lapangan, mereka diharapkan sudah bisa melakukan selt
driven dalam melakukan operasi kerja sehari hari. Pada
phase inilah yang diharapkan bisa menggantikan posisi
kerja yang selama ini menjadi rutinitas pegawai staf di
kantor.
Adapun cakupan bidang kerja meliputi: Operasi fasilitas
fasilitas produksi (Kompressor, Separator; gas scrubber;
Generator dll), Process Control System, Well maintenance
(Slick Line); SCADA system interfacing (pembuatan
program-program kecil ) dan validasi data-data produksi dan
drilling. Kegiatan lapangan ini besar sekali pengaruhnya
terhadap pengembangan pola pikir para peserta dalam melihat
dunia industri perminyakan yang sebenarnya.
5. KEUNTUNGAN DAN HASIL.
Dengan pola berpikir win-win, adanya program magang ini
terbukti menghasilkan nilai tambah yang berarti bagi perserta
magang kerja maupun industri. Dari sisi para peserta bisa
mendapatkan pengalaman kerja yang setara dengan kebutuhan
dunia industri perminyakan. Dengan demikian peserta bisa
memiliki nilai jual yang lebih tinggi (SDM siap pakai).
Sementara itu bagi perusahaan bisa membantu para
karyawannya dalam menyelesaikan tugas sehari harinya
dengan lebih cepat.
Program ini bisa menjadi ajang untuk melatih jiwa
kepemimpinan dari pegawai staff perusahaan. Secara tidak
langsung pola win-win ini dapat menciptakan image
perusahaan yang memiliki kepedulian yang tinggi dalam
pengembangan SDM.
6. TANTANGAN.
Sesungguhnya jika kita cermati situasi di tanah air tentang
tenaga kerja fresh graduate ini akan terlihat potensi yang
sangat besar. Potensi besar ini didasarkan bahwa tenaga kerja
ini memiliki skill pendidikan yang tinggi serta jumlahnya
semakin banyak. Untuk menyalurkan potensi yang besar ini
diperlukan suatu kerjasama yang berintegrasi antara dunia
institusi perguruan tinggi, industri perminyakan dan
pemerintah.
Hal ini akan berlaku sebaliknya apabila tidak ada kerjasama
dalam program ini maka pengangguran pada tingkat sarjana
baru (Fresh Graduate) akan semakin meningkat.
7. KESIMPULAN
1. Pada umumnya lulusan sarjana perminyakan dari
perguruan tinggi belum siap untuk memasuki dunia kerja
di industri perminyakan. Ketidaksiapan ini disebabkan
beberapa faktor dari dalam dunia institusi pendidikan dan
tingginya kriteria permintaan dari industri perminyakan.
2. Suatu program magang kerja di industri perminyakan
sangat membantu untuk menjembatani kesenjangan
kemampuan kerja dari para lulusan sarjana perminyakan.
3. Pengaturan program kerja magang di dunia industri
perminyakan akan sangat menguntungkan kedua belah
pihak. Keuntungan program ini meliputi: kenaikan
kemampuan teknis para peserta, kenaikan kemampuan
managerial dari para pembimbing serta sumber biaya
murah untuk tenaga ahli menengah kebawah bagi
perusahaan.
4. Potensi sumber tenaga sarjana baru (Fresh Graduate) ini
jumlahnya sangat banyak yang bisa dikategorikan
pengangguran tidak kentara.
5. Untuk mensukseskan program kerja seperti ini diperlukan
kerja sama yang terintergrasi antar instasi terkait dan
dunia industri perminyakan.