Anda di halaman 1dari 6

Dimas Angga Dwi Pura JP

115070507111001

TUBERCULOSIS

Tuberculosis merupakan penyakit menular secara langsung yang cara dari
penularannya disebabkan adanya bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Sebagian besar
bakteri tersebut menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menyerang organ tubuh lainnya.
Pada TB ini terjadi suatu bronko pneumoni---sehingga terjadi peradangan selaput bronkus
dan terdapat cairan.
Tuberculosis --- penyakit menular disebabkan bakteri basil tahan asam, sehingga sulit
untuk diwarnai pada dinding selnya, kecuali dengan menggunakan pewarnaan fenol, maka
akan tetap bertahan sehingga tahan terhadap kondisi asam.
TERJADINYA TBC :
Infeksi Primer
Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TBC.
Percikan dahak yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem
pertahanan mukosilier bronkus, dan terus berjalan sehingga sampai di alveolus dan menetap
disana. Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil berkembang biak dengan cara membelah
diri di paru, yang mengakibatkan peradangan di dalam paru. Saluran limfe akan membawa
kuman TBC ke kelenjar limfe disekitar hilus paru dan ini disebut sebagai kompleks primer.
Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah sekitar 4-6
minggu. Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari
negatif menjadi positif. Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung dari banyaknya kuman
yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi
daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TBC. Meskipun
demikian ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur).
Kadang-kadang daya tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya
dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita TBC.

Tuberkulosis Pasca Primer
Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah
infeksi primer, misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status
gizi buruk. Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan
terjadinya kavitas atau efusi pleura.
Dimas Angga Dwi Pura JP
115070507111001

Cara penularan TBC yaitu, TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar
dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk,
dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini
bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak
(terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui
pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi
hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang,
kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering
terkena yaitu paru-paru.Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru,
maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya
melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui
pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan
dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan
menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai
tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

Klasifikasi Tuberculosis :
Berdasarkan organ tubuh yang tekena :
- TB paru
- TB ekstra paru (misal pleura, selaput otak,selaput jantung, limfe, tulang,
persendian, kulit dll)
Berdasarkan pemeriksaan dahak mikroskopis :
- TB paru bakteri tahan asam positif
- TB bakteri tahan asam negatif
Berdasarkan tingkat keparahan penyakit :
- TB paru BTA negatif foto toraks positif
- TB ekstra paru
Berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya :
- Kasus baru
- Kasus kambuh
- Kasus putus berobat
- Kasus gagal
- Kasus Pindahan
Dimas Angga Dwi Pura JP
115070507111001

- Kasus lain
Fase Tuberculosis :
Pasif (proliferasi)
Aktif (menyebar)
Dorman (pasif) --- saat tidak aktif, susah disembuhkan --- resisten dengan obat.


FAKTOR ORANG TERKENA TBC :
Daya Tahan Tubuh yang kurang,
Kemampuan untuk melawan infeksi adalah kemampuan pertahanan tubuh untuk
mengatasi organisme yang menyerang. Kemampuan tersebut tergantung pada usia yang
terinfeksi. Namun kekebalan tubuh tidak mampu bekerja baik pada setiap usia. Sistem
kekebalan tubuh lemah pada saat kelahiran dan perlahanlahan menjadi semakin baik
menjelang usia 10 tahun. Hingga usia pubertas seorang anak kurang mampu mencegah
penyebaran melalui darah, sekalipun lambat laun kemampuan tersebut akan meningkat
sejalan dengan usia.
Tinggal berdekatan dengan orang yang terinfeksi aktif
Pekerjaan kesehatan yang merawat Pasien TB
Pasien-pasien dengan dahak yang positif pada hapusan langsung (TB tampak di
bawah mikroskop) jauh lebih menular, karena mereka memproduksi lebih banyak TB
dibandingkan dengan mereka yang hanya positif positif pada pembiakan. Makin dekat
seseorang berada dengan pasien, makin banyak dosis TB yang mungkin akan dihirupnya.
Gizi Buruk
Terdapat bukti sangat jelas bahwa kelaparan atau gizi buruk mengurangi daya tahan
terhadap penyakit ini. Faktor ini sangat penting pada masyarakat miskin, baik pada orang
dewasa maupun pada anak. Kompleks kemiskinan seluruhnya ini lebih memudahkan TB
berkembang menjadi penyakit. Namun anak dengan status gizi yang baik tampaknya mampu
mencegah penyebaran penyakit tersebut di dalam paru itu sendiri.
Orang Berusia Lanjut atau Bayi
Pengidap Infeksi HIV/AIDS
Pengaruh infeksi HIV/AIDS mengakibatkan kerusakan luas system daya tahan tubuh,
sehingga jika terjadi infeksi seperti tuberculosis maka yang bersangkutan akan menjadi sakit
parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat,
Dimas Angga Dwi Pura JP
115070507111001

maka jumlah penderita TBC akan meningkat, dengan demikian penularan TBC di masyarakat
akan meningkat pula.

GEJALA SISTEMIK/UTAMA
1. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari
disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan
bersifat hilang timbul.
2. Penurunan nafsu makan dan berat badan.
3. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
4. Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
GEJALA KHUSUS
1. Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian
bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening
yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang
disertai sesak.
2. Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan
keluhan sakit dada.
3. Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu
saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini
akan keluar cairan nanah.
4. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai
meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan
kesadaran dan kejang-kejang.
Diagnosis :
Tuberculin Skin Test (TST) / Mantoux Test
Tuberculin Skin Test (TST) paling umum digunakan untuk screening infeksi laten M.
tuberculosis. Tes ini mempunyai keterbatasan nilai dalam mendiagnosis TB aktif karena
berhubungan dengan sensitivitas dan spesifisitasnya yang rendah dan ketidakmampuannya
membedakan antara infeksi laten dan infeksi aktif. Uji ini berguna untuk mengetahui adanya
reaksi hipersensitivitas lambat terhadap kuman TB. Tuberkulin adalah fraksi protein dari
kuman TB, yang bila disuntikkan pada orang yang pernah terinfeksi TB (baik yang aktif
Dimas Angga Dwi Pura JP
115070507111001

maupun yang tidur) akan menyebabkan pembengkakan kulit dalam 24-72 jam akibat
akumulasi sel limfosit di daerah penyuntikan. Penebalan dan radang kulit lebih dari 10 mm
disebut positif, kurang dari 5 mm disebut negatif.
Pemeriksaan Patologi
Tuberkulum biasanya sebesar 1 sampai 3 mm, terbentuk sebagai reaksi radang di
sekitar kelompok basil TB. Sebagian besar terdiri atas sel epiteloid yang berasal dari histiosit
dan makrofag. Beberapa sel itu akan membesar dan berinti banyak dan disebut sel raksasa
Langhans. Di tengah tuberkulum terjadi nekrosis keju, sedangkan lapisan luarnya terdiri atas
sel limfosit. Struktur histologi ini merupakan gambaran patologi khas TB. Gambaran patologi
jaringan hasil biopsy atau sisa jaringan debris pada dasarnya menunjukkan radang spesifik
seperti ini pula. Diagnosis dengan cara ini cukup tinggi keandalannya meskipun tetap harus
dipikirkan diagnosis banding yang memberikan gambaran hampir sama.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Radiografi

Terapi Farmakologi :
Pada tuberculosis, terapi farmakologi harus dengan kombinasi dan dengan jangka waktu
relati lama, penggunaan monoterapi = resisten.
Isoniasid
Rifampicin
Menghambat sintesis RNA. Rifampicin poten pada pemberian semi aktif, dapat
meningkatkan aktifitas streptomisin. Obat ini diekskresikan pada hati dan empedu.
Efek samping yang pada obat ini salahh satunya yitu warna urin atau pipis
bewarna merah. Apabila obat ini dikonsumsi dengan pil KB maka akan
menurunkan efektifitas pil KB karena obat ini bersifat enzim inducer.
Pirasinamid
Kontraindikasi pada pasien dengan gangguan hepar.
Streptomicin
Mekanisme kerja dengan menghambat pembentukan protein pada ribososm

Evaluasi TB :
BB
Efek samping obat
Dimas Angga Dwi Pura JP
115070507111001

Pemeriksaan kadar kalium, serum kreatinin
Pemeriksaan sputum