Anda di halaman 1dari 5

Insisi (Drainase) Ekstraoral pada

Infeksi Odontogen
Ditulis pada Agustus 21, 2011
Tindakan insisi pada kasus abses rongga mulut yang disebabkan oleh infeksi odontogen dapat
dilakukan dengan tehnik insisi ekstra oral maupun intra oral, tergantung dari jenis dan anatomi
absesnya. Penempatan insisi untuk drainase ekstra oral infeksi kepala leher harus melihat
lipatan alami kulit dari garis Langer yaitu ditempatkan sejajar dengan ketegangan kulit. Insisi
yang menyilang garis Langer dari kulit bersifat tidak menguntungkan dan mengakibatkan
penyembuhan yang secara kosmetik jelek. Beberapa kasus infeksi odontogen yang membutuhkan
insisi ekstraoral tersebut antara lain : abses subkutan, abses bukal, abses mental, abses
submental, abses submandibular, abses pharingeal lateral, abses retrofaringeal, abses spasium
parotis, plegmon, dan angina ludwig. leh sebab itu, pengetahuan yang seksama oleh dokter
gigi mengenai anatomi fascial dan leher sangat penting.
!ambaran klinis abses subkutan. Pembuatan insisi pada abses subkutan, penggunaan hemostat
dan pemasangan drain "#ragiskos, $%%&'
Definisi Insisi dan Drainase
Perawatan pada abses pada prinsipnya adalah insisi dan drainase. Insisi adalah pembuatan jalan
keluar nanah secara bedah (dengan scapel. Insisi drainase merupakan tindakan membuang
materi purulent yang t!ksik, sehingga mengurangi tekanan pada jaringan, memudahkan suplai
darah yang mengandung antibi!tik dan elemen pertahanan tubuh serta meningkatkan kadar
!ksigen di daerah in"eksi (#ambali, 200$.
Drainase adalah tindakan ekspl!rasi pada fascial space yang terlibat untuk mengeluarkan nanah
dari dalam jaringan, biasanya dengan menggunakan hem!stat. untuk mempertahankan drainase
dari pus perlu dilakukan pemasangan drain, misalnya dengan rubber drain atau penrose drain,
untuk mencegah menutupnya luka insisi sebelum drainase pus tuntas (%!pe&'Piri& et al., 200(.
Tujuan Insisi dan Drainase
)ujuan dari tindakan insisi dan drainase, yaitu mencegah terjadinya perluasan abses*in"eksi ke
jaringan lain, mengurangi rasa sakit, menurunkan jumlah p!pulasi mikr!ba beserta t!ksinnya,
memperbaiki +askularisasi jaringan (karena pada daerah abses +akularisasi jaringan biasanya
jelek sehingga tubuh lebih mampu menanggulangi in"eksi yang ada dan pemberian antibi!tik
lebih e"ekti", dan mencegah terjadinya jaringan parut akibat drainase sp!ntan dari abses. ,elain
itu, drainase dapat juga dilakukan dengan melakukan !pen bur dan ekstirpasi jarngan pulpa
nekr!tik, atau dengan pencabutan gigi penyebab ()!pa&ian et al, 1--..
Tehnik Insisi dan Drainase
Insisi dan drainase biasanya merupakan pr!sedur bedah yang sederhana. Pengetahuan tentang
anat!mi wajah dan leher diperlukan untuk melakukan drainase yang tepat pada abses yang lebih
dalam. Abses seharusnya dikeluarkan bila ada "luktuasi, sebelum pecah dan pusnya keluar. Insisi
dan drainase adalah perawatan yang terbaik pada abses ()!pa&ian et al, 1--..
Insisi tajam yang cepat pada muk!sa !ral yang berdekatan dengan tulang al+e!lar biasanya
cukup untuk menghasilkan pengeluaran pus yang banyak, sebuah ungkapan abad ke'1$ dan 1-
yang berupa deskripti" dan seruan. Ahli bedah yang dapat membuat relie" instan dan dapat
sembuh dengan pengeluaran pus dari abses patut dipuji dan !leh sebab itu lebih dikenal daripada
teman sejawat yang kurang terampil yang menginsisi sebelum waktunya atau pada tempat yang
salah (Peters!n, 200/.
Prinsip berikut ini harus digunakan bila memungkinkan pada saat melakukan insisi dan drainase
adalah sebagai berikut ()!pa&ian et al., 1--.0 Peters!n, 200/0 1dell, 200..
2elakukan insisi pada kulit dan muk!sa yang sehat. Insisi yang ditempatkan pada sisi
"luktuasi maksimum di mana jaringannya nekr!tik atau mulai per"!rasi dapat
menyebabkan kerutan, jaringan parut yang tidak estetis (3ambar 1
Penempatan insisi untuk drainase ekstraoral infeksi kepala leher. Insisi pada titik(titik berikut
ini digunakan untuk drainase infeksi pada spasium yang terindikasi: superficial dan deep
temporal, submasseteric, submandibular, submental, sublingual, pterygomandibular,
retropharyngeal, lateral pharyngeal, retropharyngeal "Peterson, $%%)'
)empatkan insisi pada daerah yang dapat diterima secara estetis, seperti di bawah
bayangan rahang atau pada lipatan kulit alami (3ambar 2.
!aris
Langer wajah. Laserasi yang menyilang garis Langer dari kulit bersifat tidak menguntungkan
dan mengakibatkan penyembuhan yang secara kosmetik jelek. Insisi bagian fasia ditempatkan
sejajar dengan ketegangan kulit. "Pedersen, *++,'.
Apabila memungkinkan tempatkan insisi pada p!sisi yang bebas agar drainase sesuai
dengan gra+itasi.
%akukan pem!t!ngan tumpul, dengan clamp bedah rapat atau jari, sampai ke jaringan
paling bawah dan jalajahi seluruh bagian ka+itas abses dengan perlahan'lahan sehingga
daerah k!mpartemen pus terganggu dan dapat diekska+asi. Perluas pem!t!ngan ke akar
gigi yang bertanggung jawab terhadap in"eksi
)empatkan drain (lateks steril atau catheter dan stabilkan dengan jahitan.
Pertimbangkan penggunaan drain tembus bilateral, in"eksi ruang submandibula.
4angan tinggalkan drain pada tempatnya lebih dari waktu yang ditentukan0 lepaskan drain
apabila drainase sudah minimal. Adanya drain dapat mengeluarkan eksudat dan dapat
menjadi pintu gerbang masuknya bakteri penyerbu sekunder.
5ersihkan tepi luka setiap hari dalam keadaan steril untuk membersihkan bekuan darah
dan debris.
Pengetahuan yang seksama mengenai anat!mi "ascial dan leher sangat penting untuk drain yang
tepat pada abses yang dalam, tetapi abses yang membatasi daerah dent!al+e!lar menunjukkan
batas anat!mi yang tidak jelas bagi ahli bedah. #anya muk!sa yang tipis dan men!nj!l yang
memisahkan scalpel dari in"eksi. Idealnya, abses harus didrain ketika ada "luktuasi sebelum ada
ruptur dan drainase sp!ntan. Insisi dan drainase paling bagus dilakukan pada saat ada tanda awal
dari 6pematangan7 abses ini, meskipun drainase pembedahan juga e"ekti", sebelum adanya
perkembangan klasik "luktuasi (Peters!n, 200/.
)eknik insisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut (Peters!n, 200/.
(1 Aplikasi larutan antiseptik sebelum insisi.
(2 Anestesi dilakukan pada daerah sekitar drainase abses yang akan dilakukan dengan anestesi
in"iltrasi.
(/ 8ntuk mencegah penyebaran mikr!ba ke jaringan sekitarnya maka direncanakan insisi 9
2enghindari duktus (:hart!n, ,tensen dan pembuluh darah besar.
Drainase yang cukup, maka insisi dilakukan pada bagian super"isial pada titik terendah
akumulasi untuk menghindari sakit dan pengeluaran pus sesuai gra+itasi.
4ika memungkinkan insisi dilakukan pada daerah yang baik secara estetik, jika
memungkinkan dilakukan secara intra!ral.
Insisi dan drainase abses harus dilakukan pada saat yang tepat, saat "luktuasi p!siti".
(. Drainase abses diawali dengan hem!stat dimasukkan ke dalam r!ngga abses dengan ujung
tertutup, lakukan ekspl!rasi kemudian dikeluarkan dengan unjung terbuka. 5ersamaan dengan
ekspl!rasi, dilakukan pijatan lunak untuk mempermudah pengeluaran pus.
(; Penembatan drain karet di dalam r!ngga abses dan distabilasi dengan jahitan pada salah satu
tepi insisi untuk menjaga insisi menutup dan drainase.
(< Pencabutan gigi penyebab secepatnya.