Anda di halaman 1dari 5

Skenario :

Tn. Yanto, berusia 54 tahun, tengah menjalani rawat inap karena batuk lama dan batuk darah.
Riwayat asma (-), pasien sebelumnya adalah seorang perokok. Dokter telah melakukan pemeriksaan
sputum dan x foto thorax. Hasil pemeriksaan sputum BTA (-) namun pada x foto thorax ditemukan massa
multiple berukuran 1-3cm di hilus paru kanan. Pemeriksaan biopsy ditemukan karsinoma sel skuamosa.
Dokter menyampaikan diagnosis kerja. Karsinoma paru bronkogenik. Dokter menyarankan agar pasien
menjalani kemoterapi sedini mungkin
Tn. Yanto merasa sedih dan khawatir. Ia menanyakan bagaimana kemungkinan ia dapat bertahan
dengan kemoterapi yang dianjurkan dokter.

Bagaimana kemungkinan bertahan dengan kemoterapi?

Patient/Problem/People : Seorang pria, riwayat merokok dengan Karsinoma Paru Bronkogenik
Indicator : Kemoterapi
Comparison :
Outcome : Kemoterapi menyebabkan efek samping pada pasien

Keywords : non small cell lung carcinoma AND chemotherapy AND prognosis
Hasil : 955
Web Search Engine : http.www/ebscohost.com/
Limit tahun : Januari 2009 - Juni 2014
Dipilih artikel berjudul :
Prognostic implications of volume-based measurements on FDG PET/CT in stage III non-small-cell
lung cancer after induction chemotherapy











REVIEW JURNAL
Pendahuluan
Kami berusaha untuk menentukan apakah pengukuran berbasis volume pada FDG PET / CT scan bisa
memberikan informasi tambahan untuk memprediksi hasil di pasien dengan stadium III non small cell
lung carcinoma (NSCLC) bila diobati dengan kemoterapi induksi
Metoda
Termasuk dalam penelitian ini adalah 32 pasien dengan stadium III NSCLC yang diobati dengan berbasis
platinum induksi kemoterapi diikuti di 21 dengan operasi. Semua pasien memiliki FDG PET / CT scan
sebelum dan sesudah kemoterapi induksi. Tumor yang digambarkan menggunakan ambang adaptif
metode. The SUVmax, SUVpeak, SUVmean, volume tumor (TV), jumlah lesi glikolisis (TLG), dan
volume dan diameter terbesar pada gambar CT (CTV dan CTD, masing-masing) dihitung. Indeks rasio
utama tumor dihitung dengan membagi pengukuran tindak lanjut oleh pengukuran awal. Nilai prognostik
masing-masing parameter untuk event-free survival (EFS) ditentukan menggunakan model regresi Cox.
Hasil
Median follow up adalah 19 bulan (kisaran 6 - 43 bulan). Dasar PET dan CT parameter tidak signifikan
untuk faktor prognostik. Setelah terapi induksi, hanya SUVmax, SUVpeak, SUVmean, TV, TLG dan
CTV adalah faktor prognostik untuk EFS, berbeda dengan CTD. Indeks rasio, hanya rasio tvand TLG
merupakan faktor prognostik untuk EFS. Pasien dengan rasio TLG <0.48 memiliki EFS lebih lama
daripada mereka dengan rasio TLG> 0,48 (13,9 vs 9,2 bulan, p = 0,04). Setelah penyesuaian untuk efek
pengobatan bedah, semua parameter signifikan berkorelasi dengan EFS.
Kesimpulan
SUV, indeks berdasarkan volume metabolisme, dan CTV setelah kemoterapi induksi memberikan
prognosis yang independen informasi dalam tahap III NSCLC. Namun, perubahan dalam TV metabolik
dan TLG bawah pengobatan induksi memberikan informasi prognostik lebih akurat daripada SUV
sendiri, dan CTD dan CTV.









APAKAH HASIL PENELITIAN TERSEBUT VALID?
1. Apakah terdapat sampel yang representatif, terdefinisi jelas, dan berada pada kondisi yang sama dalam
perjalanan penyakitnya?
YA. Pasien pada skenario telah menjalani pemeriksaan biposi, pemeriksaan pencitraan, dan dengan massa
1-3cm

2. Apakah follow-up cukup lama dan lengkap?
YA. 19 bulan (1 tahun, 7 bulan) adalah waktu yang cukup lama untuk melihat prognosis dari suatu
penyakit, apalagi neoplasia.

3. Apakah kriteria outcome yang digunakan obyektif dan tanpa bias?
Untuk Objektif, TIDAK DISEBUTKAN pada jurnal
Untuk Bias, YA. Karena perubahan metabolic TV dan TLG lebih akurat dalam prognosis, daripada hanya
SUV atau CT Scan saja


4. Bila ditemukan subgrup dengan prognosis yang beda, apakah dilakukan adjustment untuk faktor-faktor
prognostik yang penting?
TIDAK. Tidak didapatkan adanya sub-group maupun adjustment

II. APA HASILNYA?
1. Bagaimana gambaran outcome menurut waktu?
Outcome menurut waktu menunjukkan bahwa survival rate untuk CCRT jauh lebih baik daripada RT
pada jenis kasus yang sama

2. Seberapa tepat perkiraan prognosis?
Tidak bisa diketahui, dikarenakan tidak terdapat Confidence Interval pada jurnal

APAKAH HASIL PENELITIAN INI DAPAT DIAPLIKASIKAN?
1. Apakah pasien dalam penelitian tersebut serupa dengan pasien saya?
YA. Pasien pada skenario telah menjalani pemeriksaan biposi, pemeriksaan pencitraan, dan dengan massa
1-3cm
2. Apakah hasil tersebut membantu memilih atau menghindari terapi tertentu?
YA. TVF dan TLGF yang lebih kecil, akan meningkatkan EFS
3. Apakah hasilnya membantu dalam memberikan konseling kepada pasien saya?
TIDAK BEGITU. Karena tidak disebutkan tentang ketepatan prognosis