Anda di halaman 1dari 18

Perilaku Terpuji Adil, Ridho, dan

Amal Shaleh
Herza Haniva
Indira Anindyajati Prasetyo
Widhiastri Dyah
ADIL
Pengertian
Pengertian adil adalah memberikan hak
kepada orang yang berhak menerimanya
tanpa ada pengurangan, dan meletakkan
segala urusan pada tempat yang sebenarnya
tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kalimat
yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali
terhadap Allah SWT saja.

Karakteristik
Islam mengajarkan bahwa semua orang
mendapat perlakuan yang sama dan sederajat
dalam hukum. Dalam islam, tidak ada
diskriminasi hukum karena perbedaan kulit,
status social, ekonomi, atau politik.
Berikut ini beberapa contoh sikap adil dalam Al-
Quran:
Adil terhadap diri sendiri.
Adil terhadap istri dan anak.
Adil dalam mendamaikan perselisihan.
Adil dalam bertuturkata.
Adil terhadap musuh sekalipun

Nilai Positif
Keadilan merupakan sesuatu yang bernilai tinggi,
baik, dan mulia. Apabila keadilan diwujudkan
dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat,
serta bangsa dan Negara, sudah tentu ketinggian,
kebaikan, dan kemuliaan akan diraih. Jika
seseorang mampu mewujudkn keadilan dalam
dirinyasendiri, tentu akan meraih keberhasilan
dalam hidupnya, memperoleh kegembiraan
batin, disenangi banyak orang, dapat
meningkatkan kualitas diri, dan memperoleh
kesejahteraan hidup duniawi serta ukkhrawi
(akhirat).
Jika keadilan dapat diwujudkan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara, akan terwujud masyarakat yang
aman,tentra , serta damai sejahtera lahir dan
batin. Hal ini disebabkan masing-masing
anggota masyarakat melaksanakan kewajiban
terhadap orang lain dan akan memenuhi hak
orang lain dengan seadil-adilnya.
Cara supaya adil yaitu mempunyai iman yang
kukuh dan bertakwa kepada Allah SWT,
menguasai ilmu syariat dan ilmu Aqidah,
melaksanakan amanah dengan penuh tanggung
jawab, ikhlas dan bertakwa kepada Allah SWT,
memiliki pribadi yang mulai (tidak mementingkan
diri sendiri, memiliki belas kasihan, bijak/tegas
dan berani mengambil resiko).
Bahaya jika tidak adil yaitu tidak adanya
keseimbangan dalam kehidupan dunia, dapat
menimbulkan perselisihan di berbagai pihak
kehidupan bermasyarakat dan bernegara, adanya
pihak yang tidak mendapatkan haknya / terjadi
pelanggaran HAM dimana-mana.
RIDHO
Pengertian
Pengertian kata ridho berasal dari bahasa Arab
yaitu dari kata rodiya yang berarti senang,
suka, rela. Ridho merupakan sifat yang terpuji
yang harus dimiliki oleh manusia.
Ridha menurut kamus al-Munawwir artinya
senang, suka, rela. Dan bisa diartikan
ridho/rela adalah nuansa hati kita dalam
merespon semua pemberian-Nya yang setiap
saat selalu ita rasakan.
Pengertian ridha juga ialah menerima dengan
senang segala apa yang diberikan oleh Allah
SWT baik berupa peraturan (hukum) ataupun
qada atau sesuatu ketentuan dari Allah SWT.
Jadi, ridho adalah perilaku terpuji menerima
dengan senang apa yang telah diberikan Allah
kepadanya, berupa ketentuan yang diberikan
kepada manusia.

Sikap ridho dapat ditunjukkan melalui hal-hal sebagai
berikut:
Sabar dalam melaksanakan kewajiban hingga selesai dengan
kesungguhan usaha atau ikhtiar dan penuh tanggung jawab.
Senantiasa mengingat Allah swt. dan tetap melaksanakan shalat
dengan kusyuk.
Tidak iri hati atas kekurangan atau kelebihan orang lain dan
tidak ria untuk dikagumi hasil usahanya.
Senantiasa bersyukur atau berterima kasih kepada Allah swt.
atas segala nikmat pemberian-Nya. Hal itu adalah upaya untuk
mencapai tingkat tertinggi dalam perbaikan akhlak.
Tetap beramal saleh (berbuat baik) kepada sesama sesuai
dengan keadaan dan kemampuan, seperti aktif dalam kegiatan
social, kerja bakti, dan membantu orangtua di rumah dalam
menyelesaikan pekerjaan mereka.
Menunjukkan kerelaan atau rida terhadap diri sendiri dan
Tuhannya. Juga rida terhadap kehidupan terhadap takdir yang
berbentuk nikmat maupun musibah, dan terhadap perolehan
rezeki atau karunia Allah swt.

Karakteristik
Apabila sebagian pendapat para ahli hikmah, ridho
dikelompokan menjadi tiga tingkatan yaitu; ridho kepada
Allah, ridho pada apa yang datang dari Allah, dan ridho
pada qada Allah.
Ridho kepada Allah adalah fardu ain. Ridho pada apa yang
datang dari Allah meskipun merupakan sesuatu yang
sangat luhur, hal ini termasuk ubudiah yang sangat mulia.
Sesungguhnya pilihan tuhan untuk hamba-Nya dibagi dua
macam yaitu pertama, ikhtiar ad-din wa syari (pilihan
keagamaan dan syariat). Kedua, ikhtiar kauni kadari (pilihan
yang berkenaan dengan alam dan takdir). Takdir yang tidak
dicintai dan diridai Allah yaitu perbuatan aib dan dosa-
dosa.
Nilai Positif
Ridho merupakan kesadaran diri, perasaan
jiwa, dan dorongan hati yang menyebabkan
seseorang berkenaan sepenuh hati untuk
menerima apa yang didapat ataupun yang
dihadapi dengan penuh semangat dan rasa
kasih sayang.
Manfaat suatu keridhaan yaitu dengan ridho umat
manusia akan menimbulkan rasa optimis yang kuat
dalam menjalani dan menatap kehidupan di masa
depan dengan mengambil hikmah dari kehidupan masa
lampau, orang yang berhati ridho atas keputusan-
keputusan Allah SWT, hatinya menjadi lapang, dan jauh
dari sifat iri hati, dengki hasat dan bahkan tamak/rakus,
ridho akan menumbuhkan sikap husnuz zann, terhadap
ketentuan-ketentuan Allah, sehingga manusia tetap
teguh iman dan amal shalehahnya, dengan ridho setiap
kesulitan yang kita hadapi akan ada jalan keluarnya, di
tiap satu kesulitan ada dua kemudahan, dengan ridha
akan menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap sesama
makhluk Allah SWT, dan akan lebih dekat dengan Allah
SWT.
AMAL SHALEH
Pengertian
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, amal
diartikan sebagai perbuatan (baik atau buruk).
Secara istilah, amal saleh berarti perbuatan
sungguh- sungguh dalam menjalankan ibadah
ataupun menunaikan kewajiban agama yang
dilakukan dalam bentuk berbuat kebaikan
terhadap masyarakat atau sesama manusia.
Dalam al-Quran banyak dijumpai perkataan
amal dengan berbagai bentuknya yaitu amila,
amala, tamalun, yamalun, amilun, amalus-
salihat, dan amalus-syyariat.
Karakteristik
Orang yang hidup pada zaman pra-islam mempunyai anggapan
bahwa kekayaan, keturunan, kedudukan, dan bermacam-macam
kelebihanduniawi lainnya menjadi factor yang akan menentukan
keadaan seseorang.
Agama islam membawa satu ajaran (doktrin) bahwa keturunan,
pangkat, kedudukan yang tinggi, dan kekayaan yang bayak , semua
itu tidak mendatangkan keuntungan, terutama untuk kehidupan di
akhirat kelak. Satu-satunya yang memberikan faedah ialah amal
saleh, yakni perbuatan baik.
Secara umum, pengelompokan amal itu terbagi dua, yaitu amal
saleh (amal yang baik) dan amalus sayyiah (amal yang buruk).
Amal saleh ialah segala perbuatan kebbijakan yang mendatangkan
manfaat untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan manusia
seluruhnya, baik berupa perbuatan, ucapan, maupun sikap.bahkan
melakukan suatu perbuatan yang dilarang Alloh, itu pun termasuk
amal saleh.
Nilai Positif
Dalam Al-Quran, banyak diuraikan hasil (buah) dari amal
saleh, baik didunia maupun diakhirat, yaitu:
a. rezeki yang baik (al-Hajj/22:50);
b. derajat yang tinggi (Taha/20:75);
c. keberuntungan (al-Qasas/28:67);
d. keadilan (Yunus/10:4);
e. keluar dari kegelapan (at-Talaq/65:11);
f. rahmat dan cinta (al-Jasiyah/45:30);
g. hilang perasaan takut (Taha/20:112);
h. pahala yang cukup (Alli Imran/3:57);
i. ampunanIlahi (Fatir/3:57);
J. kehidupan di surga (al-Muminun/23:40).