Anda di halaman 1dari 4

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Profil Perusahaan SPAT Bakpao Telo
Bakpao merupakan salah satu jenis makanan khas dari Republik Cina. Seiring
berjalannya waktu dan saling membaurnya kebudayaan di dunia, bakpao juga dikenal di
Indonesia. Biasanya bakpao terbuat dari tepung terigu sebagai bahan dasarnya, namun tak
demikian jika kita singgah ke Repoeblik Telo. Lokasinya berada di Jalan Raya Simping
Purwodadi, Pasuruan, namun lebih mudah ditemukan dengan berpatokan pada kota Lawang
saat menuju kota Malang. Kalau dari Kota Surabaya menuju kota Malang, saat melewati kota
Lawang lokasinya berada di kanan jalan, tidak sulit untuk menemukan tempat ini, karena
lokasinya yang tepat berada di tepi jalan raya dan tempatnya juga luas dengan warna ungu
yang sangat dominan.
Repoeblik Telo merupakan salah satu pusat oleh-oleh yang dilengkapi dengan sebuah
cafe. Ketika memasuki Repoeblik Telo, kita akan melihat semua jenis makanan yang
berbahan dasar Telo atau ubi jalar. Telo sangat identik dengan makanan desa yang biasanya
disajikan dengan cara direbus, dikukus, digoreng atau diolah menjadi jajanan khas pedesaan.
Namun penyajian telo yang akan Anda temukan di Repoeblik Telo jauh berbeda, karena telo-
telo tersebut diolah menjadi berbagai macam makanan modern. Seperti Brownies Telo
Kukus, Ice Cream Telo, Pizza Telo, Nugget Telo, Ice Cone Telo, Sandwich-Hotdog Telo dan
masih banyak lagi jenis yang lainnya.
Selain sebagai pusat oleh-oleh, Repoeblik Telo juga cocok sebagai tempat istirahat
maupun tempat nongkrong bersama keluarga atau sahabat sambil menikmati berbagai macam
olahan telo. Cafenya yang tidak terlalu luas dan ada di ruang terbuka, menjadi tempat yang
nyaman, apalagi ditambah dengan fasilitas free hotspot. Tak hanya cafe dan berbagai jenis
makanan olahan telo. Ditempat ini juga terdapat sebuah stand yang menjual berbagai pernak-
pernik maupun baju ala Repoeblik Telo, dan semuanya dominan dengan warna ungu.

3.2 Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian di SPAT Bakpao Telo
3.2.1 Pengadaan Bahan Baku
Bahan baku untuk membuat berbagai macam prodik telo 10% berasal dari dari
lahan atau kebun sendiri yang bibit-bibitnya berasal dari negara tetangga seperti
Jepang. Dan sekitar 90% dibeli langsung dari petani, sehingga SPAT mempunyai
kerja sama dengan para petani. Dalam sehari SPAT memerlukan sekitar 2,5 ton telo
untuk membuat berbagai macam produk makanan dari telo, termasuk bakpao telo
yang merupakan produk unggulan SPAT.

3.2.2 Pengolahan Hasil
Bahan baku yang telah disediakan, akan diolah menjadi bakpao telo yang akan
ditawarkan kepada konsumen. Berikut ini proses pembuatan bakpao telo:
1. Ubi jalar ( telo ) yang telah dicuci kemudian dikeringkan dengan dianginkan atau
dijemur
2. Ubi jalar dikupas secara manual
3. Ubi jalar dibuat pasta
4. Ubi jalar yang sudah berbentuk pasta dicampur dalam mesin khusus, setelah rata
adonan digiling
5. Adonan daging di timbang dengan berat masing-masing harus berbobot 2,5 kg.
Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam proses mencetak
6. Adonan dimasukkan ke mesin pencetak untuk membagi adonan sesuai takaran
resep
7. Adonan diisi dengan berbagai macam rasa kemudian dibentuk
8. Bakpao ditaruh di atas loyang dan didiamkan sekitar 1 jam supaya bakpao
mengembang
9. 15 menit setelah mengembang, bakpao siap disajikan

3.2.3 Pengolahan Limbah
Produk olahan SPAT ini tidak tahan lama karena dalam proses pembuatannya
tidak menggunakan bahan pengawet. Hampir tidak ada limbah yang tersisa dari
proses produksi telo ini. Kulit telo dapat digunakan sebagai pupuk, pakan ternak,
bahkan ada yang ingin membuatnya menjadi bahan lain, seperti keripik.

3.2.4 Pemasaran
Strategi bisnis yang dilakukan oleh SPAT adalah: kompetisi (meningkatkan
daya saing dengan pemahaman kebutuhan pasar, peluang bisnis, dan kompetitor);
koneksi (membentuk hubungan jaringan pengembangan brand dan persepsi/image
perusahaan); dan kolaborasi (menjalin kolaborasi dengan relasi yang seimbang untuk
memenangkan kompetisi).
Untuk produk pertanian produsen harus memperhatikan penggunaan bahan
baku sampai proses produksi yang dilakukan. Disamping itu masalah-masalah yang
terkait dengan packing, labeling, branding, komposisi dan ingridient serta manfaat
produk dan masa kadaluwarsa perlu diperhatikan. Hal ini agar dapat diketahui secara
pasti oleh konsumen yang saat ini sudah memperhatikan masalah gizi dan jaminan
keamanan pangan. Di samping itu, dengan penampakan produk yang baik, dapat
memberikan preferensi konsumen bahwa pangan olahan hasil home industri tidak
terkesan inferior atau murahan.
Dengan strategi pemasaran yang ditata rapi dan apik, produk ini sudah banyak
mendatangkan konsumen dari berbagai kalangan (sudah mendapat tempat tersendiri
bagi konsumen), melalui iklan-iklan atau situs jejaring sosial yang membahas
mengenai produk telo ini diantaranya keunggulan, prestasi-prestasi yang diraih
perusahaan dan segala informasi mengenai produk ini maka konsumen akan semakin
merasa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut dan akhirnya akan membeli produk
tersebut.

3.3 Permasalahan dalam Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian di
SPAT Bakpao Telo
Sementara ini, menurut info yang didapatkan pada fieldtrip di bakpao telo
tidak memiliki permasalahan dalam teknologi pengolahan pangan dan hasil pertanian.
Dan sejauh ini masih berjalan lancar saja.

3.4 Solusi Permasalahan
Dikarenakan permasalahtan yang belum ada, maka kami tidak bisa memberi
solusi. Namun jikalau ada masalah dikemudian hari, pengurus bakpao dapat
merunding bersama-sama mengenai permasalahan tersebut.




BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
SPAT mampu menghasilkan bermacam-macam produk dari telo dan mampu
mengenalkan telo kepada masyarakat umum. Telo yang dulu dikenal orang sebagai makanan
kalangan bewah, kini mulai dikonsumsi disemua kalangan karena keberhasilan SPAT dalam
memasyarakatkan telo dan memproduksi bermacam-macam olahan dari telo dan memiliki
kandungan gizi yang tinggi
4.2 Saran
1. Agar perusahaan SPAT dapat mengembangkan hasil pertanian lain sebagaimana
keberhasilannya dalam mengembangkan produk produk dari telo
2. Agar pemerintah memberikan bantuan kepada SPAT untuk mengembangkan hasil
pertanian di Indonesia
3. Agar masyarakat terpacu semangatnya untuk mengembangkan hasil pertanian
menjadi olahan yang unik dan memiliki daya jual
4. Agar para siswa sebagai generasi muda tidak berhenti berkarya dan agar menjadi
siswa yang kreatif dan inovatof sehingga mampu menjadi siswa yang mandiri