Anda di halaman 1dari 3

Faktor Resiko Kesehatan Pada Anak Sekolah di Perkotaan

Tiara Suciani 1206218524



Kasus
Berjarak 1 Km dari RW 20, terdapat 2 sekolah dasar yang berdekatan. Disekitar sekolah juga
banyak ditemukan pedagang makanan di pinggir jalan. Makanan terlihat berwarna sangat
menarik, ada juga jenis makanan mie instant yang tidak memiliki izin badan POM DepKes, anak-
anak juga menyantap makanan tersebut tanpa terlihat mencuci tangan. Terlihat banyak anak
sekolah yang berlalu lalang diantara arus kendaraan ramai yang lewat di depan sekolah. Menurut
guru sekolah tersebut 80% dari murid-murid yang ada tidak pernah sarapan ke sekolah, dengan
alasan tidak sempat, tidak menyukai makanan di rumah, ortu tidak sempat masak dan diberi uang
jajan yang banyak dari ortu. Anak SD juga menyatakan bahwa ortu tidak pernah mengontrol jenis
jajanan yang dibeli mereka. Pihak sekolahpun menyatakan tidak pernah memeriksa kualitas
kesehatan makanan yang dijual di depan sekolah. Para orang tua juga mengeluh anak mereka
mengalami kecanduan bermain Play Station yang banyak disewakan di sekitar tempat tinggal
mereka, bahkan terdapat sejumlah anak yang rela tidak diberi uang jajan asalkan diberikan uang
untuk bermain games/ PS.

Pembahasan Kasus
Lingkungan sekolah merupakan tempat yang paling sering digunakan oleh anak. Anak
sekolah dasar adalah anak yang berusia 6-12 tahun, mempunyai sifat individual serta aktif dan
tidak bergantung dengan orang tua. Anak usia sekolah umumnya lebih aktif untuk bermain
dengan teman sebayanya. Oleh karena itu anak usia sekolah membutuhkan gizi yang cukup untuk
memenuhi aktifitas sehari-harinya.
Ada berbagai hal yang mempengaruhi asupan gizi pada anak sekolah. Asupan gizi yang
diterima dapat berlebih ataupun kurang, hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan
perkembangan anak itu sendiri. Penyebab status nutrisi pada anak berkurang dapat terjadi karena
asupan nutrisi yang tidak adekuat secara kuantitas maupun kualitas, hiperaktivitas fisik atau
kurang istirahat (normalnya 8-9,5 jam per hari), adanya penyakit yang menyebabkan peningkatan
kebutuhan nutrisi, dan stress emosi yang dapat menurunkan nafsu makan atau absorpsi makanan
yang tidak adekuat (Supartini, 2004).
Penyebaran penyakit dapat terjadi dikalangan anak sekolah. Permasalahan kesehatan anak
usia sekolah diantaranya adalah penyakit menular, penyakit non infeksi, gangguan pertumbuhan,
gangguan perkembangan dan perilaku. Ada berbagai faktor resiko yang dapat meningkatkan
permasalahan kesehatan dikalangan usia anak sekolah, yaitu;
a. Pengaruh Lingkungan
Seperti yang kita ketahui di perkotaan untuk mendapatkan berbagai hal yang kita
butuhkan sangat mudah tak terkecuali kebutuhan jajan pada anak-anak sekolah. Di
perkotaan anak sekolah dapat dengan mudah jajan diberbagai tempat, sehingga
meningkatkan pola makan mereka. Pola makan yang meningkat ini jika tidak dibarengi
dengan pemilihan makanan yang sehat dan higienis akan meningkatkan resiko si anak
untuk sakit.
b. Makanan
Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Anak usia sekolah
sangat menyukai makanan yang memiliki warna menarik dan rasanya sangat manis dan
gurih. Namun, saat ini sangat sulit mendapatkan jajanan atau makanan yang aman untuk
dikonsumsi. Selain itu cara penyimpanan bahan makanan dapat menimbulkan masalah
kesehatan seperti pembungkus makanan yang tidak higienis.
c. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Pada anak usia sekolah biasanya perilaku hidup bersih dan sehat terkadang kurang.
Perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai dari diri sendiri seorang anak perlu
ditanamkan perilaku sehatnya sekaligus membangun pemahaman yang benar terhadap
penyakit bagi orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar. Penerpan perilaku
kebersihan ini salah satunya adalah pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan
mencuci tangan menggunakan sabun. Hal ini penting agar anak dapat terhindar dari
penyakit yang menular
d. Perilaku Orang Tua
Saat ini banyak kedua orang tua yang memilih untuk bekerja, hal ini menyebabkan
kurangnya perhatian mereka terhadap si anak. Umumnya para orangtua berfikiran jika
memberikan anak uang jajan yang besar maka kebutuhan makan anak di sekolah
terpenuhi. Seharusnya orang tua lebih peduli terhadap anaknya, misalnya membuatkan
bekal yang sehat agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi dan menghindari makanan
yang kurang baik bagi si anak.
e. Iklim dan cuaca
Faktor iklim dan cuaca ini sangat mempengaruhi status kesehatan setiap individu tak
terkeceuali anak sekolah. Pada saat musim penghujan akan banyak ditemui masalah
kesehatan seperti diare, DBD, dan kurangnya asupan gizi. Selain itu anak akan mengalami
penurunan nafsu makan karena metabolisme dan sistem kekebalan tubuh terganggu akibat
cuaca buruk.
f. Olahraga atau latihan fisik
Olahraga atau latihan fisik bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah sehingga
meningkatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh, meningkatkan aktivitas fisik,
menstimulasi perkembangan otot serta pertumbuhan sel, dan membantu anak berinteraksi
dengan teman sebayanya. Namun pada zaman modern seperti saat ini umumnya sekarang
anak kurang bergerak karena kebanyakan anak diperkotaan bermain game di warung
internet apalagi daerah bermain anak diperkotaan semakin berkurang.

Referensi:
Effendy, F & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Maliq, R. Diakses di http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/111/jtptunimus-gdl-risnamaliq-5503-
2-babi.pdf pada 7 September 2014 pukul 3.38 WIB
Prawira, A.E. (2013). Masalah Kesehatan Anak Usia Sekolah di Indonesia Memprihatinkan.
Diakses di http://health.liputan6.com/read/765432/ pada 7 September 2014 pukul 06.12 WIB
Supartini, Y. (2004). Konsep dasar keperawatan anak. Jakarta: Buku Kedokteran EGC .