Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN

PROGRAM KERJA LAPANGAN


Periode 18 Agustus s/d 5 September 2014




Disusun oleh :
Cindy Agustina Krishna Gautama
NIM: 1103485
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
Program Studi Manajemen
Universitas Pendidikan Indonesia


Unit Kerja Sumber Daya Manusia

BANK INDONESIA
KANTOR PERWAKILAN WILAYAH VI
JABAR & BANTEN
2014
Kata Pengantar
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Bank Indonesia

Bank Indonesia (dulu disebut De Javasche Bank) adalah Bank Sentral Republik Indonesia.
Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara
kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan
nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalam
melaksanakan tugas dan wewenangnya dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu
UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999 dan
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6/ 2009.
Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang
independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan
Pemerintah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam
undang-undang ini.
Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap
tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak
luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia
juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari
pihak manapun juga.
Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat
melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan
efisien.
Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata
ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia
berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari
undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan
wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan
atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.
1.2 Visi dan Misi Bank Indonesia

Visi
Menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-
nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil

Misi
1. Mencapai stabilitas nilai rupiah dan menjaga efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
2. Mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien serta mampu
bertahan terhadap gejolak internal dan eksternal untuk mendukung alokasi sumber
pendanaan/pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian
nasional.
3. Mewujudkan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar yang berkontribusi
terhadap perekonomian, stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan dengan
memperhatikan aspek perluasan akses dan kepentingan nasional.
4. Meningkatkan dan memelihara organisasi dan SDM Bank Indonesia yang menjunjung
tinggi nilai-nilai strategis dan berbasis kinerja, serta melaksanakan tata kelola (governance)
yang berkualitas dalam rangka melaksanakan tugas yang diamanatkan UU.

1.3 Fungsi Bank Indonesia

Tujuan Tunggal
Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal,
yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini
mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta
kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut BI memiliki dua tugas utama yaitu menetapkan dan
melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Keduanya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
dapat dicapai secara efektif dan efisien. BI menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak
untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI
dipimpin oleh Dewan Gubernur.




1.4 Nilai-Nilai Strategis Bank Indonesia

Trust and Integrity Professionalism Excellence Public Interest Coordination and
Teamwork

1.5 Sasaran Strategis

Untuk mewujudkan Visi, Misi dan Nilai-nilai Strategis tersebut, Bank Indonesia
menetapkan sasaran strategis jangka menengah panjang, yaitu :

1. Memperkuat pengendalian inflasi dari sisi permintaan dan penawaran
2. Menjaga stabilitas nilai tukar
3. Mendorong pasar keuangan yang dalam dan efisien
4. Menjaga SSK yang didukung dengan penguatan surveillance SP
5. Mewujudkan keuangan inklusif yang terarah, efisien, dan sinergis
6. Memelihara SP yang aman, efisien, dan lancar
7. Memperkuat pengelolaan keuangan BI yang akuntabel
Sekarang tugas OJK
8. Mewujudkan proses kerja efektif dan efisien dengan dukungan SI, kultur, dan
governance
9. Mempercepat ketersediaan SDM yang kompeten
10. Memperkuat aliansi strategis dan meningkatkan persepsi positif BI
11. Memantapkan kelancaran transisi pengalihan fungsi pengawasan bank ke OJK

1.5 Struktur Organisasi Bank Indonesia


1.6 Kantor Perwakilan Bank Indonesia

Visi Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Untuk dapat dipercaya di berbagai daerah melalui berbagai program peningkatan peran
dalam menjalankan tugas-tugas Bank Indonesia yang diberikan.

Misi Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan
pelaksanaan tugas bidang ekonomi moneter dan sistem pembayaran serta memberikan
saran serta arahan kepada pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya.

1.7 Fungsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia

Berdasarkan Surat Edaran Intern Bank Indonesia Nomor 9/12/Intern, tanggal 30 Maret 2007,
fungsi kantor perwakilan Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Ekonomi Moneter
Kajian inflasi daerah
Kajian ekonomi regional
Statistik, survei ekonomi, dan liaison
Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM
Pengawasan pedagang valuta asing
Pengelolaan dan pegawasan KLBI
Kehumasan

2. Fungsi Sistem Pembayaran
Distribusi uang kartal
Pelayanan, pengolahan uang, serta pemusnahan uang
Money policy
Kliring dan Real Time Gross Settlement (RTGS)
Pengawasan sistem pembayaran
Pelayanan nasabah

3. Fungsi Perbankan
Pengawasan bank
Perizinan bank
Intermediasi

4. Fungsi Manajemen Intern
SPAMK, SDM, Logistik, TI, Sekretariat, Pengelolaan Dokumen, Pengamanan dan
Protokol.
1.8 Tugas Kantor Perwakilan Bank Indonesia

1. Bidang Ekonomi dan Moneter
Pelaksanaan kebijakan ekonomi dan moneter yang telah ditetapkan oleh Bank
Indonesia pusat.
Pengkajian ekonomi regional
Pengkajian efektifitas pelaksanaan kebijakan ekonomi moneter pusat untuk
wilayah provinsi, menyediakan statistik ekonomi, keuangan, dan perbankan.
Memberi masukan kepada pemerintah daerah setempat dalam bidang
pembangunan ekonomi.

2. Bidang Sistem Pembayaran
Pelaksanaan operasional sistem pembayaran baik tunai dan non-tunai kepada
perbankan, pemerintah, dan pihak ketiga di wilayah kerjanya.

3. Bidang Perbankan
Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan bank, perusahaan pembiayaan dan
pedagang valuta asing yang berkantor pusat di wilayah kerja Bank Indonesia.
Berperan aktif dalam menciptakan iklim perbankan yang sehat di wilayah kerjanya.

4. Bidang Manajemen Intern
Perencanaan operasioanl kegiatan KPw BI termasuk anggarannya,
Mendukung kelancaran pelaksanaan bidang-bidang moneter, perbankan, dan sistem
pembayaran diatas.










1.9 Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI

Adapun jangkauan area kerja yang dimiliki Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bandung,
yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten
Sumedang, Garut, Cianjur, Sukabumi, Subang, serta Purwakarta.
No. Wilayah VI Jl. Braga No.
108
Bandung 40111 (022)
4230223
1. Banten Jl. Jayadiningrat
No.16 Kaujon
Serang 42115 (0254)
223788
2. Cirebon Jl. Yos Sudarso
No. 5 - 7
Cirebon (0231)
202684
3. Tasikmalaya Jl. Sutisna
Senjaya No. 19
Tasikmalaya 46112 (0265)
331813

1.10 Struktur Organisasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI




BAB II
UNIT SUMBER DAYA MANUSIA

2.1 Tugas Pokok

Berdasarkan surat edaran intern No. 09/12/INTERN perihal penyempurnaan organisasi
Bank Indonesia tahap 1, tugas pokok unit Sumber Daya Manusia adalah:
1. Melaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan penerimaan, penempatan,
pengembangan, pembinaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan pegawai
2. Mengelola data kepegawaian
3. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan kepegawaian sesuai dengan
kewenangannya
4. Kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan pegawai, gaji, insentif, mandaat, dan
fasilitas lainnya
5. Membuat laporan berkala berkaitan dengan kepegawaian
6. Melaksanakan kegiatan yang terkait fungsi koordinasi terhadap kantor Bank
Indonesia di wilayah-wilayah kerjanya.

Kebijakan Bank Indonesia dibidang organisasi dan SDM terutama difokuskan pada
pemenuhan SDM secara kuantitas dan kualitas, dan penyempurnaan organisasi sejalan
dengan arah dan strategi Bank Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan SDM tersebuut,
Bank Indonesia melakukan pengelolaan SDM yang mencakup perencanaan kebutuhan,
pemenuhan dan pengembangan SDM.
Pada triwulan I-2013, Bank Indonesia melakukan perencanaan kebutuhan SDM dengan
memperhitungkan dampak penyempurnaan Struktur Organisasi Level Atas (SOLA)
sehubungan dengan pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemenuhan kebutuhan
SDM dilakukan melalui proses promosi dan mutasi untuk jabatan Direktur Eksekutif dan
setingkat Direktur, serta penerimaan pegawai dan Tenaga Honorer Outsourcing (THOS).
Penyempurnaan SOLA sebagai konsekuensi pengalihan fungsi pengawasan bank ke OJK,
menghasilkan rekomendasi 24 satuan kerja setingkat Departemen yang akan melaksanakan
tugas Bank Indonesia di bidang moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran.
Beberapa kegiatan terkait SOLA yang telah dilakukan pada triwulan I-2013 yaitu: (i)
penetapan Matriks Pengalihan Fungsi dan penyempurnaan konsepsi organisasi satuan kerja
mengacu pada nomenklatur Bank Indonesia, (ii) proses verifikasi terhadap usulan konsepsi
penyempurnaan organisasi, dan (iii) proses evaluasi oleh Forum Panel Penguji yang
beranggotakan Anggota Dewan Gubernur, Asisten Gubernur, dan Pimpinan satuan kerja
tertentu.
Sebagai bagian dari perencanaan kebutuhan SDM dan dalam rangka implementasi SOLA,
pada triwulan I-2013 Bank Indonesia juga telah melakukan pemetaan SDM untuk mutasi
khusus dan menyusun proyeksi kebutuhan SDM ke depan termasuk rencana
pemenuhannya. Pemenuhan kebutuhan SDM dilakukan dengan menjajaki proses rekrutmen
Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) melalui jalur talent scouting yang berasal dari
berbagai Universitas terkemuka di Indonesia. Selain itu, Bank Indonesia telah menyiapkan
pedoman atau ketentuan penugasan SDM Bank Indonesia ke OJK, antara lain terkait
dengan pengembangan dan penilaian kinerja. Dalam membantu penyiapan pengalihan
fungsi pengawasan bank ke OJK yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2014, telah ditugaskan
16 pegawai pengawas bank sebagai tim transisi di OJK. Dalam upaya meningkatkan
kompetensi dan motivasi pegawai, Bank Indonesia terus melaksanakan berbagai program
pengembangan kompetensi SDM. Selama triwulan I-2013, telah dilakukan lima program
pengembangan kompetensi SDM sebagai berikut:
1. On Boarding
Program pengembangan on boarding ditujukan bagi calon pegawai baru dengan
menggunakan kombinasi program klasikal dan On The Job Training (OJT). Program on
boarding tersebut diberikan kepada pegawai melalui jalur PCPM, Multi Level Entry
(MLE), Kasir, dan Satpam.
2. Leadership Development Program (LDP)
LDP meliputi Program Kepemimpinan Bank Indonesia (PKBI) Tingkat Dasar, PKBI1,
PKBI 2, SESPIBI dan Refreshment Program. LDP yang telah dilaksanakan pada
triwulan I-2013 meliputi PKBI Tingkat Dasar yang diikuti oleh 108 pegawai dan PKBI 1
yang diikuti oleh 170 pegawai.

2.2 Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Unit SDM

18 Agustus 2014 Penempatan dan perkenalan Unit Sumber Daya Manusia
untuk Praktek Kerja Lapangan
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai kesehatan dan kearsipan
19 Agustus 2014 Penyesuaian dengan lingkungan kerja
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai absensi dan cuti
20Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai absensi dan cuti
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai warkat
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai kesehatan dan kearsipan

21 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai absensi dan cuti
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai input data kesehatan pegawai

22 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai input data kesehatan pegawai
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai penyusunan data kesehatan pegawai
(kearsipan)
25 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai penyusunan data kesehatan pegawai
(kearsipan)
Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai pembenahan organigram
26 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai input data kesehatan pegawai
27 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai penyusunan data kesehatan pegawai
(kearsipan)
28 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai penyusunan data kesehatan pegawai
(kearsipan)
29 Agustus 2014 Pelaksanaan kegiatan unit Sumber Daya Manusia
mengenai penyusunan data kesehatan pegawai
(kearsipan)
1 September 2014 Klasikal/Pembekalan Materi Unit Tim Akses Keuangan
dan UMKM
Klasikal/Pembekalan Materi Divisi Asesmen Ekonomi dan
Keuangan
2 September 2014 Penginputan data kliring ke dalam program SOSA (Sistem
Otomatis Sentral Accounting)
Klasikal/Pembekalan Materi Unit SDM
Klasikal/Pembekalan Materi Unit Logistik
Klasikal/Pembekalan Materi Unit SPP
3 September 2014 Klasikal/Pembekalan Materi Unit Penyelenggaraan Kliring
Klasikal/Pembekalan Materi Unit Layanan Nasabah
4 September 2014
5 September 2014 Mengakhiri kegiaan Praktek Kerja Lapangan di Unit
Sumber Daya Manusia



Setelah ditempatkan pada unit masing-masing, peserta Praktek Kerja Lapangan selanjutnya
diperkenalkan dengan seluruh pegawai pada unitnya masing-masing. Briefing dan
penjelasan diberikan oleh kepala unit kepada peserta Praktek Kerja Lapangan untuk
memberikan gambaran tentang keadaan lingkungan kerja, jenis pekerjaan yang dilakukan,
serta kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di lingkungan kerja unit Sumber Daya Manusia.
Selain itu peserta Praktek Kerja Lapangan akan di berikan tugas-tugas dan tanggung jawab
yang cukup memberikan tantangan dan pengalaman baru bagi peserta Praktek Kerja
Lapangan.
Selain diterima dan dikenalkan dengan lingkungan kerja Bank Indonesia, kegiatan lainnya
yang kami dapat saat melakukan Praktek Kerja Lapangan adalah Klasikal atau Pembekalan
Materi. Klasikal dilaksanakan selama 3 hari dengan materi penjelasan dari setiap unit pada
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI. Divisi pada KPw BI Wilayah VI terbagi 3,
yaitu Divisi Kebijakan Moneter, Divisi Sistem Pembayaran, dan Divisi Manajemen Intern.
Setiap unit memberikan materi dan penjelasan tentang tugas, wewenang, fungsi, dan
tanggung jawabnya masing-masing, mulai dari Tim Akses Keuangan dan UMKM, Divisi
Asesmen Ekonomi dan Keuangan, Sumber Daya Manusia, Logistik, Sistem Pengamanan
dan protocol, Unit Penyelenggaraan Kliring, dan Unit Layanan Nasabah.

2.3 Masalah dan Penyelesaian Pada Unit Kerja

Karena Unit Sumber Daya Manusia mengurusi keperluan internal perusahaan, maka
permasalahan yang banyak muncul terjadi berada dari pihak internal. Sebagai contoh,
pencairan (reimbursement) dana kesehatan yang tidak dapat dilakukan karena
ketidaksesuaian prosedur oleh karyawan, atau sanksi pengurangan kompensasi yang
dikarenakan ketidakpatuhan terhadap aturan yang belum diketahui oleh beberapa karyawan
adalah masalah pada unit kerja Sumber Daya Manusia sehari-harinya.
Untuk menurangi ketidaksesuaian yang ada, perlu diberlakukan sosialisasi berkala tentang
prosedur, pertauran, sanksi kepada seluruh karyawan pada lingkungan Bank Indonesia,
sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan seperti yang disebutkan di atas. Selain itu, alur
komunikasi antardivisi dapat diperbaiki sehingga informasi yang ada dapat tersampaikan
dengan baik kepada semua pihak.