Anda di halaman 1dari 19

SISTEM AKUNTANSI

PEMERINTAHAN PUSAT
DAN DAERAH
DIAN ANITA
HESYANDI
RIVAN
TIENE
Sistem Akuntansi PemerintahPusat
(SAPP)
Sistem akuntansi yang mengolah semua
transaksi keuangan, aset, kewajiban, dan
ekuitas dana pemerintah pusat, yang
menghasilkan informasi akuntansi dan
laporan keuangan yang tepat waktu dengan
mutu yang dapat diandalkan, baik yang
diperlukan oleh badan-badan di luar
pemerintah pusat seperti DPR, maupun
oleh berbagai tingkat manajemen pada
pemerintah pusat.

Standar Akuntansi Pemerintahan
A. Kedudukan SAP
Sesuai dengan UU No. 17 tahun 2003
tentang Keuangan Negara, SAP
ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah
Setiap entitas pelaporan pemerintah
pusat dan daerah wajib menerapkan
SAP
B. Ruang Lingkup
SAP diterapkan dilingkup pemerintah,
yaitu pusat, daerah, dan satuan
organisasi di lingkungan pemerintah
pusat/daerah, jika menurut peraturan
perundang-undangan satuan organisasi
dimaksud wajib menyajikan laporan
keuangan
Keterbatasan dari penerapan SAP akan
dinyatakan secara eksplisit pada setiap
standar yang diterbitkan
KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Tujuan
Tujuannya adalah sebagai acuan bagi:
a) Penyusunan standar akuntansi pemerintahan
dalam melaksanakan tugasnya
b) Menyusun laporan keuangan dalam
menanggulangi masalah akuntansi yang belum
diatur dalam standar
c) Pemeriksaan dalam memberikan pendapat
mengenai apakah laporan keuangan disusun
sesuai dengan SAP
d) Para pengguna laporan keuangan dalam
menafsirkan informasi yang disajikan pada laporan
keuangan yang disusun sesuai dengan SAP
Sistem Akuntansi Pemerintahan
GAMBARAN UMUM SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PUSAP merupakan landasan bagi pemerintah di dalam me-
netapkan sistem akuntansi pemerintahan khususnya BAS (Ba-
gan Akun Standar) baik di lingkungan pemerintah pusat maupun
pemda. Sistem akuntansi di lingkungan pemerintah pusat diatur
dengan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) sedangkan sistem
akuntansi di lingkungan pemda diatur dengan Peraturan Guber-
nur/Bupati/Walikota yang mengacu kepada PerMendagri
KETENTUAN LAIN-LAIN
PUSAP secara periodik akan dievaluasi dan disesuaikan denga
n perkembangan proses bisnis, ketentuan PSAP, ketentuan pe
merintahan, dan ketentuan lainnya yang terkait dengan akuntan
si dan pelaporan keuangan pemerintah


Penerapan Sistem Akuntansi Pernerintah
Pusat (SAPP)
untuk unit-unit organisasi pemerintah pusat
yang keuangannya dikelola langsung oleh
pemerintah pusat, seperti lembaga tertinggi
Negara (MPR), lembaga tinggi negara
(DPR, DPA, MA), departemen atau
lembaga nondepartemen, Sedangkan SAPP
tidak diterapkan untuk pemerintah daerah,
BUMN/BUMD bank pemerintah, dan
lembaga keuangan milik pemerintah
Ciri ciri sistem Akuntansi Pemerintahan Pusat
Sistem yang terpadu;
Akuntansi Anggaran;
Sistem tata buku berpasangan;
Basis kas untuk pendapatan dan belanja;
Standar dan prinsip akuntansi;
Desentralisasi pelaksanaan akuntansi;
Perkiraan standar yang seragam.



Dasar Hukum
UU No. 17 thn 2003 ttg Keuangan Negara
UU No. 1 thn 2004 ttg Perbendaharaan Negara
PMK No. 171/PMK.05/2007 ttg Sistem Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat
PMK No. 196/PMK.05/2008 ttg Tata Cara Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Belanja
Lain-lain pada Bagian Anggaran Pembiayaan dan
Perhitungan
PMK No. 191/PMK.05/2011 ttg Mekanisme Pengelolaan
Hibah
PMK No. 230/PMK.05/2011 ttg Sistem Akuntansi Hibah
PMK No. 233/PMK.05/2011 ttg Perubahan atas PMK No.
171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Pemerintah Pusat
PMK No. 234/PMK.05/2011 ttg Sistem Akuntansi Transaksi
Khusus
PMK No. 235/PMK.05/2011 ttg Sistem Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Badan Lainnya
Tujuan SAPP
untuk menyediakan informasi keuangan yang diperlukan dalam hal
perencanaan,
penganggaran,
pelaksanaan,
penatausahaan,
pengendalian anggaran,
perumusan kebijaksanaan,
pengambil keputusan dan penilaian kinerja pernerintah

Klasifikasi Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat

1. Sistem Akuntansi Pusat (SiAP)
Sistem Akuntansi Kas Umum Negara
Sistem Akuntansi Umum
2. Sistem Akuntansi Instansi (SAI)



Tujuan PUSAP
Ketentuan PUSAP bertujuan untuk memberikan pe-
doman bagi Pemerintah dalam rangka :
penyusunan Sistem Akuntansi Pemerintahan yg
mengacu pada SAP berbasis Akrual; dan
penerapan statistik keuangan Pemerintah utk pe
nyusunan konsolidasi fiskal dan statistik ke-
uangan Pemerintah secara nasional.

Perkembangan SAP di
Indonesia
Ditetapkannya tiga paket UU yang mengatur Keuangan Negara
Ditetapkannya UU tentang pemerintahan daerah dan UU
tentang penmbangan antara keuangan pemerintah pusat dan
daerah
Profesi akuntansi
Birokrasi.
Masyarakat (LSM dan wakil rakyat).
Sektor Swasta
Akademisi
Dunia Internasional
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sistem Akuntansi Instansi (Sai)
Adalah Serangkaian Prosedur Manual
Maupun Yang Terkomputerisasi Mulai Dari
Pengumpulan Data, Pencatatan Dan
Pengikhtisaran Sampai Dengan Pelaporan
Posisi Keuangan Dan Operasi Keuangan Pada
Kementerian Negara/Lembaga.

Sistem Akuntansi Keuangan (Sak)

Sistem Informasi Manajemen Dan
Akuntansi Barang Milik Negara(Simak-
Bmn).
3.
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT

1) Laporan Realisasi Anggaran
2) Neraca
3) Laporan Arus Kas
4) Catatan Atas Laporan Keuangan
5) Laporan Kinerja keuangan
6) Laporan Perubahan ekuitas



Pengelolaan keuangan
Daerah
keseluruhan kegiatan pejabat pengelola
keuangan daerah sesuai dengan kedudukan
dan kewenangannya yang meliputi kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan
pertanggungjawaban
Acuan dalam suatu sistem pengelolaan daerah
meliputi
1. Pengelolaan keuangan daerah harus bertumpu pada kepentingan
publik.
2. Kejelasan mengenai misi pengelolaan keuangan daerah pada umumnya
dan anggaran daerah pada khususnya;
3. Kejelasan peran partisipasi;
4. Kerangka hokum dan administrasi bagi pembiayaanKetentuan tentang
bentuk dan struktur anggaran, anggaran kinerja dan anggaran multi
tahunan;
5. Prinsip pengadaan dan pengelolaan barang daerah yang professional;
Prinsip akuntansi pemerintah daerah laporan keuangan, peran DPRD
Terima Kasih