Anda di halaman 1dari 27

Laporan Kasus

Infark Miokard Akut


Identitas
Nama : Tn. A
Usia : 37 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Teknisi
Alamat : Budi Mulya
Tgl Masuk RS : 05 April 2011
Nomor RM : 00731762
Dokter merawat : dr.Nurkhodziq
Anamnesis
KU
Nyeri dada di
bagian tengah sejak
10 jam yang lalu
KT
Mual
Muntah
RPS
Nyeri dada di bagian tengah sejak 10 jam
yang lalu, nyeri dirasakan terus-menerus
dan terasa berat, seperti ada beban. Nyeri
terasa tembus sampai ke belakang.
Sebelumnya pasien sedang tidur dan
terbangun karena nyeri dada. OS juga
mengeluh mual dan muntah sudah 2x.
Tidak ada sesak dan pusing.
RPD
Riwayat penyakit DM, hipertensi,
maag, dan penyakit jantung
disangkal
RPK
Tidak ada yang pernah alami hal ini
Riwayat penyakit DM, hipertensi,
dan penyakit jantung tidak ada
Riwayat Alergi
Tidak ada
Riwayat Pengobatan
Sebelumnya belum diobati, saat di RS sudah
diobati ISDN sublingual dan di UGD diberikan
morphin, namun nyeri masih terasa
Riwayat Psikososial
Sering merokok
Sering minum kopi, namun sudah berhenti 2
hari yang lalu.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak Sakit Berat
Kesadaran : Composmentis
Tanda Vital
- Tekanan Darah : 110/80 mmHg
- Suhu : 36,5 C
- Nadi : 80 kali/menit
- Pernapasan : 20 kali/menit
Antropometri
- Berat badan : 70 kg
- Tinggi Badan : 170 cm
- Status Gizi : Moderate
Status Generalis
Kepala : Normochepal, rambut hitam tidak
rontok dan distribusi merata di
seluruh kepala
Mata : Konjungtiva anemis (-)
Sklera ikterik (-)
Refleks pupil +/+
Pupil isokhor kanan dan kiri
Hidung : Deviasi septum (-)
Epistaksis (-)
Sekret (-)
Mulut : mukosa bibir tampak sianosis, lidah kotor (-),
tonsil T1-T1,
Leher : Pembesaran KGB (-), pembesaran
tiroid (-)
DADA
- PARU
Inspeksi : normochest, simetris, retraksi (-)
Palpasi : simetris
Perkusi : sonor (+)
Auskultasi : vesikuler
- JANTUNG
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis teraba
Perkusi : Redup
Auskultasi : BJ I&II regular
ABDOMEN
Inspeksi : Datar
Auskultasi : BU normal
Palpasi : supel, nyeri epigastrium(+), organomegali(-)
Perkusi : timpani
Asites : (-)

EKSTREMITAS
- ATAS
Akral : hangat, rct <2 det
Edema : -
- BAWAH
Akral : hangat, rct < 2 det
Edema : -

Pemeriksaan Penunjang
EKG
- 05 April 2011
ST elevasi di lead V2-V5
- 06 April 2011
ST elevasi di lead V2-V5
- 07 April 2011
ST elevasi di lead V2-V5
- 08 April 2011
ST elevasi di lead I, V2-V5
- 09 April 2011
ST elevasi di lead I, V2-V5
Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Leukosit 14,29 ribu/L 3,80-10,60
Eosinofil 1 % 2-4
Neutrofil Segmen 72 % 50-70
Limfosit 15 % 25-40
SGOT 99 U/L 10-34
SGPT 61 U/L 9-43
CK 1009 U/L < 195
CK-MB 104,38 U/L < 24
Troponin T (kuantitatif) 0,65 ng/ml (+) < 0,03 (-)
05 April 2011
Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Trigliserida 172 mg/dL < 150
Kolesterol HDL 32 mg/dL 42-67
Kalsium darah 8,2 mg/dL 8,8-10,3
06 April 2011
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Kalsium Darah 8,6 mg/dL 8,8-10,3
07 April 2011
Pemeriksaan Rontgen Thorax
Cor CTR 57%. Aorta normal.
Sinus dan diafragma normal.
Pulmo : Hilli normal. Corakan vaskular normal.
Tak tampak infiltrat/ kranialisasi.
Trachea di tengah.
Kesan : Cardiomegali.
Tak tampak bendungan paru.
Resume
Tn. A, usia 37 tahun datang dengan keluhan Nyeri
dada di bagian tengah sejak 10 jam yang lalu,
nyeri dirasakan terus-menerus dan terasa berat,
seperti ada beban. Nyeri terasa tembus sampai
ke belakang. OS juga mengeluh mual dan muntah
sudah 2x. OS mengaku sering merokok dan sering
minum kopi. Pada PF ditemukan mukosa bibir
tampak sianosis. Pada pemeriksaan penunjang
didapatkan gambaran ST elevasi di EKG,
peningkatan CK, CKMB, dan Troponin T
meningkat. Pada gambaran foto rontgen thoraks,
kesan : cardiomegali.

Assesment
Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST (STEMI)
- a.d. gejala nyeri dada yang tipikal, hasil EKG
yang menunjukkan ST elevasi, dan hasil lab.
-WD : Infark Miokard Akut dengan elevasi ST
(STEMI)
- DD : STEMI, perikarditis akut,ulcus pepticum
- Rencana tindakan : Masuk ICCU, Oksigen 2-4
L/menit, morfin,
antitrombotik/ trombolitik
Tinjauan Pustaka
Definisi
pada proses rusaknya jaringan jantung akibat
suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran
daerah koroner kurang (Smeltzer & Bare, 2000).
Infark miokard akut adalah nekrosis miokard
akibat aliran darah ke otot jantung terganggu
(Suyono, 2001).
Epidemiologi
Infark miokard akut merupakan salah satu
diagnosis rawat inap tersering di negara maju.
Etiologi
Suplai darah oksigen ke miokard berkurang
(aterosklerosis, stenosis aorta, insufisiensi
jantung, hipoksemia), curah jantung yang
meningkat (emosi, aktivitas berlebihan,
hipertiroidisme), dan kebutuhan oksigen
miokard meningkat (kerusakan miokard,
hipertrofi miokard).
Tanda dan Gejala
Nyeri
dada
tipikal
Muka
pucat
Sesak Syok
Patofisiologi
Diagnosis
EKG
- terdapat ST elevasi


Petanda Biomarker Kerusakan Jantung
- CKMB : meningkat setelah 3 jam bila ada
infark miokard dan mencapai puncak
dalam 10-24 jam dan kembali normal
dalam 2-4 hari.
Diagnosis
- Troponin T dan troponin I yang meningkat
setelah 2 jam bila ada infark miokard dan
mencapai puncak dalam 10-24 jam. Troponin
T masih dapat dideteksi setelah 5-14 hari,
sedangkan troponin I setelah 5-10 hari.
Diagnosis
Pemeriksaan enzim jantung yang lain:
- Mioglobin : dapat dideteksi satu jam setelah
infark dan mencapai puncak dalam 4-8 jam
- Creatin kinase (CK) : meningkat setelah 3-8 jam
bila ada infark miokard dan mencapai puncak
dalam 10-36 jam dan kembali normal dalam 3-4
hari.
- Lactic dehydrogenase (LDH) : meningkat setelah
24-48 jam bila ada infark miokard, mencapai
puncak 3-6 hari dan kembali normal dalam 8-14
hari.

Pengobatan
Masuk ICCU
Oksigen 2-4 L/menit
Morfin dengan dosis 2-4 mg, diulang dengan
interval 5-15 menit dengan dosis total 20 mg.
Antitrombotik/ trombolitik (4 jam pertama)
- Sreptokinase
- Tissue Plasminogen Activator (tPA)
- Urikinase
- Klopidogrel
- Aspirin 160-325 mg
Prognosis
Mortilitas tertinggi 4 jam pertama serangan
24 jam berikutnya masih rawan
Tingkat 1 Killip :
-Tanpa syok dan bendungan paru. Prognosis baik,
mortalitas <5%
Tingkat II Killip :
- Bendungan paru ringan, prognosis lebih buruk
Tingkat III Killip :
- Edema paru, prognosis lebih buruk lagi
Tingkat IV Killip :
- Syok, mortalitas sampai 80%
Referensi