Anda di halaman 1dari 7

Sistem Informasi Manajemen Obat di Rumah Sakit

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan umum membutuhkan keberadaan
suatu sistem informasi yang akurat dan andal serta cukup memadai untuk meningkatkan
pelayanannya kepada para pasien. Mengacu pada UU Nomor 44 Tahun 2009, tentang Rumah
Sakit yaitu pasal 52 Ayat 1 yang berbunyi : Setiap Rumah Sakit wajib melakukan pencatatan
dan peloparan tentang semua kegiatan penyelenggaraan Rumah Sakit dalam bentuk Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit.
Pengelolaan data di Rumah Sakit merupakan salah satu komponen yang penting dalam
mewujudkan suatu sistem informasi di Rumah Sakit. Pengelolaan data secara manual,
mempunyai banyak kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga
kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan yang terjadi sangat besar.
Dengan dukungan teknologi informasi yang ada sekarang ini, pekerjaan pengelolaan data
dengan cara manual dapat digantikan dengan suatu sistem informasi dengan menggunakan
komputer. Selain lebih cepat dan mudah, pengelolaan data juga menjadi lebih akurat.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah ;
1. Mengetahui pengertian Sistem Informasi Manajemen Obat
2. Mengetahui Pengaruh Pengembangan penggunaan Sistem Informasi dan Manajemen Obat
3. Mengetahui Manfaat Sistem Informasi Managemen Obat
4. Mengetahui Unsur-unsur Sistem Informasi.

BAB II
Pembahasan

2.1 Pengertian
Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang dengan
pesat pada saat ini. Dengan kemajuan teknologi informasi pengaksesan terhadap data atau
informasi yang tersedia dapat berlangsung dengan cepat, efisien serta akurat.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai
keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu
informasi dalam suatu bidang tertentu.
Sistem Informasi Manajemen adalah sekumpulan subsistem yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama
antara satu bagian dengan lainnya menggunakan cara tertentu untuk melakukan fungsi
pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya
(processing) dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar pengambilan
keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada
saat itu juga maupun dimasa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan
strategis organisasi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi
fungsi tersebut guna mencapai tujuan.
Dalam sistem manajemen tedapat subsistem dimana semuanya membuat suatu kesatuan
sistem yang disebut Sistem Informasi berupa sub sistem Pengumpulan, Pengolahan, Analisis,
Penyajian, Informasi membentuk sistem Informasi, suatu aktifitas yang menjamin bahwa sistem
manajemen memiliki informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan.
2.2 Sistem informasi manajemen obat
Informasi bukan hanya terkait antara Pasien dan Karyawan Rumah Sakit tetapi yang
berkaitan dengan Rumah Sakit, misalnya pembayaran pasien, Rekam Medis, Pembukuan Rumah
Sakit dan lain-lain. Sumber Informasi yang demikian banyak tersebut,harus dikelola dengan rapi
dan baik agar pengelolaan Rumah Sakit bisa ditingkatkan menjadi Rumah Sakit yang unggul dan
profesional. Penerapan SIM di Rumah Sakit akan membuat semua informasi Rumah Sakit tetap
valid dan konsisten, mudah di akses dan dikelola sehingga manajemen Rumah Sakit dapat
menentukan yang terbaik buat Rumah Sakit tersebut.
Perubahan sistem pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan ke arah keterpaduan
yang berlandaskan prinsip supply chain management maka diperlukan
sistem benchmarking yang berguna dalam menganalisis kinerja berdasarkan indikatorindikator
yan gada dan melakukan perbandingan. Benchmarking adalah pola pengukuran dan penilaian
kinerja berdasarkan indikator, standar dan perbandingan hasil. Menjamin tersedianya obat yang
bermutu dengan jenis dan jumlah yang tepat, tersebar secara merata dan teratur, sehingga akan
mempercepat pelayanan kesehatan yang tepat waktu serta memudahkan masyarakat yang
membutuhkan.
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan dengan
pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi
serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. Sebuah sistem
informasi rumah sakit idealnya mencakup integrasi fungsi-fungsi klinikal (medis), keuangan,
serta manajemen yang nantinya merupakan sub sistem dari sebuah sistem informasi rumah sakit.
Sub sistem ini merupakan unsur dari sistem informasi rumah sakit yang tugasnya
menyiapkan informasi berdasarkan fungsi-fungsi yang ada untuk menyederhanakan pelayanan
pada suatu rumah sakit.
Komponen-komponen yang ada dalam sistem harus dapat bekerja sama dan saling
mendukung untuk mencapai tujuan dari suatu sistem informasi pada suatu organisasi. Yang
terdiri dari :
1. Organisasi (struktur organisasi, peraturan-peraturan tentang tata hubungan kerja, tugas
dan tanggung jawab, kompensasi, reward, punishment, dan yang terpenting adalah
Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk komitmennya).
2. Manajemen (strategi, kebijakan, desain kebutuhan, integrasi kebutuhan, prosedur
manajemen, prosedur pemeliharaan, aturan pengelolaan, sosialisasi, pelatihan, monitoring
dan motivasi bagi pengguna d an lain-lain).
3. Teknologi
Secara umum masyarakat mengenal produk teknologi informasi dalam bentuk perangkat
keras, perangkat lunak dan infrastruktur/jaringan.


1. Perangkat keras (Hardware)
a) Perangkat Input (keyboard, monitor, touch screen, scanner, mike, camera digital, perekam video,
barcode reader, maupun alat digitasi lain dari bentuk analog ke digital)
b) Perangkat Keras Pemroses lebih dikenal sebagai CPU (central procesing unit) dan memori komputer.
c) Perangkat Keras Penyimpan Data baik yang bersifat tetap (hard disk) maupun portabel (removable
disk).
d) Perangkat Output yang menampilkan hasil olahan komputer kepada pengguna melalui monitor,
printer, speaker, LCD maupun bentuk respon lainnya.
2. Perangkat Lunak (Software)
a) Sistem Operasi (misalnya Windows, Linux atau Mac) yang bertugas untuk mengelola hidup matinya
komputer, menhubungkan media input dan output serta mengendalikan berbagai perangkat lunak
aplikasi maupun utiliti di computer.
b) Perangkat Aplikasi adalah program praktis yang digunakan untuk membantu pelaksanaan tugas yang
spesifik seperti menulis, membuat lembar kerja, membuat presentasi, mengelola database dan lain
sebagainya.
c) Program Utility yang membantu sistem operasi dalam pengelolaan fungsi tertentu seperti manajemen
memori, keamanan komputer dan lain-lain.
3. Infrastruktur dan jaringan
a) Terbatas, dalam kawasan tertentu (misalnya satu gedung) yang dikenal dengan nama Local Area
Network (LAN)
b) Luas, meliputi satu kabupaten atau negara atau yang dikenal sebagai Wide Area Network (WAN).
4. SDM/ Manusia (brainware)
Merupakan faktor utama yang tidak boleh diabaikan.
2.3 Informasi yang optimal diharapkan terdiri dari :
1) Informasi dasar berbasis masyarakat (community based information)
2) Informasi dasar berbasis fasilitas pelayanan (facility based information)

2.4 Pengembangan penggunaan Sistem Informasi dan Manajemen Obat sangat dipengaruhi :
1) Prioritas program dan kegiatan.
2) Administrasi yang valid dan akurat.
3) Kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada.
4) Ketersediaan alokasi dana yang berkesinambungan.
5) Perangkat teknologi dan sistem jaringan yang memadai.

2.5 Manfaat Sistem Informasi Managemen Obat
Manfaat Sistem Informasi Managemen Obat di Rumah Sakit adalah sebagai berikut :
1) Cepatnya pelayanan.
2) Akuratnya tindakan yang diterima.
3) Mudahnya mendapatkan informasi.
4) Kemudahan dan kesederhanaan proses-proses administrasi.
5) Perencanaan menjadi terorganisir rapi.
6) Memudahkan proses monitoring dan evaluasi.
7) Mempermudah dalam proses pengambilan keputusan/kebijakan

2.6 Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1) Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2) Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu
keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik,
akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
3) Data organized to help choose some current or future action or nonaction to full fill company goals
(the choice is called business decision making).

2.6 Unsur-unsur Sistem Informasi.
Semua sistem Informasi memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu :
1) Menerima data sebagai masukan (input)
2) Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran
perkiraan dan lain-lain.
3) Memperoleh informasi sebagai keluaran (output).

2.7 Keuntungan SIM Rumah Sakit
Dalam rumah sakit Sistem Informasi Manajemen memiliki keuntungan sebagai berikut :
1. Dapat memantau perkembangan Rumah Sakit secara akurat
2. Dapat meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan kepada masyarakat secara akurat.
3. Rumah Sakit tersebut dapat terpantau secara langsung oleh lembaga-lembaga dari luar
atau dalam Negeri secara akurat,sehingga mempermudah akses bagi lembaga tersebut
jika memberikan informasi serta mempermudah akses jika ingin memberikan dana
4. Dapat menyimpan data base Rumah Sakit mulai dari Pasien, Karyawan yang terdiri dari
Data Rumah Sakit, data administrasi,data Aset Rumah Sakit dan lain-lain
5. Dapat mengangkat brand image Rumah Sakit tersebut secara tidak langsung dengan
memiliki fasilitas modern
6. Dapat mengurangi beban kerja sub-bagian rekam medis dalam menangani berkas rekam
medis, Bagian Rekam Medis memang sub-bagian yang paling direpotkan mulai dari
coding, indexing filling dan lain-lain. Sebagian Rumah Sakit di Indonesia masih
mengggunakan petugas Rekam Medis ataupun kurir dalam mendistribusikan berkas-
berkas ke masing-masing pelayanan
7. Dapat mengurangi pemakaian kertas.Pemakaian kertas masih belum bisa dihilangkan di
Indonesia karena data medis sangat rentan dengan hukum dan akan
memporakporandakan perdagangan kertas di Indonesia . Dengan sistem yang
terkomputerisasi , pemakaian kertas yang bisa di pangkas antara lain :
a) Lembar kertas Rekam Medis yang tidak berhubungan dengan masalah Autentikasi atau aspek
hukum,
b) Laporan masing-masing unit pelayanan ( karena semua laporan telah terekap oleh sistem ),
c) Rekap Laporan ( RL ) 1-7 yang dikirim ke dinas Kesehatan.
8. Menghasilkan pelaporan keuangan rumah sakit yang dapat di pertanggungjawabkan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Sistem Informasi Manajemen adalah sekumpulan subsistem yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan
bekerjasama guna mencapai tujuan.
2. Pengembangan penggunaan Sistem Informasi dan Manajemen Obat sangat dipengaruhi :
Prioritas program dan kegiatan, Administrasi yang valid dan akurat, Kemampuan sumber
daya manusia (SDM) yang ada, Ketersediaan alokasi dana yang berkesinambungan,
Perangkat teknologi dan sistem jaringan yang memadai.
3. Manfaat Sistem Informasi Managemen Obat di Rumah Sakit adalah sebagai berikut :
Cepatnya pelayanan, Akuratnya tindakan yang diterima, Mudahnya mendapatkan
informasi, Kemudahan dan kesederhanaan proses-proses administrasi, Perencanaan
menjadi terorganisir rapi, Memudahkan proses monitoring dan evaluasi, Mempermudah
dalam proses pengambilan keputusan/kebijakan.
4. Semua sistem Informasi memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu : Menerima
data sebagai masukan (input), Memproses data dengan melakukan perhitungan,
penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain, Memperoleh informasi
sebagai keluaran (output).

REFERENSI :
1. Davis, B. Gorgon. 1995. Kerangka Dasar SIM. Jakarta. Penerbit: PT Gramedia
2. Nddyekh, 2011, Sistem Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) ;http://syncbiosis.blogspot.com/2011/04
/sistem-informasi-manajemen-rumah-sakit.html.
3. Rusmedi, Niko, 2011, Peran Sistem Informasi dan Manajemen Obat (SIMO) dalam Sistem Informasi
Kesehatan ; http: //nikorusmedi.wordpress.com/2011/06/10/peran-sistem-informasi-dan-manajemen-
obat-simo-dalam-sistem-informasi-kesehatan/
4. Sabarguna, MARS, Dr. dr. H. Boy S., 2005, Sistem Informasi Rumah Sakit, Penerbit Konsorsium
Rumah Sakit Jateng DIY