Anda di halaman 1dari 196

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA

SECARA DINI KENKER KANDUNGAN BERBASIS JSP



SKRIPSI


Diajukan Kepada
Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang Sebagai Salah Satu Persyaratan
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer Strata Satu (S-I)

Oleh :
Siti MaiMuna
05550102







JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA
MALIK IBRAHIM MALANG
2010


LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK
MENDIAGNOSA SECARA DINI KANKER KANDUNGAN
BERBASIS JSP

S K R I P S I
Oleh
SITI MAIMUNA
NIM. 05550102
Telah Disetujui,..............2010
Pembimbing I Pembimbing II





Moh. Faisal M.T Ach Nachichuddin M.A
NIP. 197 405 102 005 011 NIP. 197 307 252 000 031 002



Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang


Ririen Kusumawati, M.Kom
Nip. 197 203 092 005 002
HALAMAN PENGESAHAN



RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK
MENDIAGNOSA SECARA DINI KANKER KANDUNGAN
BERBASIS JSP

SKRIPSI

Oleh :
Siti Maimuna
Nim. 05550102
Telah dipertahankan Di Depan Dewan Penguji Skripsi
Dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S. Kom)

Pada Tanggal, .......Januari 2010

SUSUNAN DEWAN PENGUJI TANDA TANGAN

1. Penguji Utama : Ririen Kusumawati, M.Kom ( )
NIP. 197 203 092 005 002

2. Ketua Penguji : Totok Chamidy, M.Kom ( )
NIP. 196 912 222 006 041001

3. Sekretaris Penguji: Moh Faisal, M.T ( )
NIP. 197 405 102 005 011
4. Anggota penguji : Ach Nachichuddin M.A ( )
NIP. 197 307 252 000 031 002

Mengetahui dan Mengesahkan
Ketua Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang


Ririen Kusumawati, M.Kom
Nip. 197 203 092 005 002


MOTTO



Keinginan hanya bisa diraih dengan usaha dan Kerja keras, Bukan Dalam
Mimpi dan Angan-angan

Apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi. Berfikirlah bisa, niscaya pasti
akan bisa, karena Allah bersama sangkaan hamba-Nya

Sesungguhnya Allah Tidak Akan Merobah Nasib Suatu Kaum sehingga
Mereka Merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri
(Ar-Rad 11)


Tampa agama manusia binasa
Tampa ilmu manusia binasa
Tampa iman manusia sengsara
Tampa ukhuwah manusia tersiksa


jika Allah cepat mengabulkan doamu, Dia menyayangimu
Jika Allah lambat mengabulkan doamu, Dia sedang mengujimu
Tetapi, jika Allah tidak mengabulkan doamu, itu artinya
Dia mempunyai rencana lain yang lebih baik untukmu








Bapak Qu (Tajuddin) & IbuQu (Suhama) tersayang yang telah banyak
memberikan doa, motivasi dan dorongan dalam penyelesaian skripsi ini.
Saudara-saudaraku Mbak Sana, Mbak Izza, Mbak Suna, Mbak Uma,
Mbak Nda, Adekku nung tersayang yang telah banyak memberikan doa,
motivasi dan dorongan dalam penyelesaian skripsi ini.
SahabatQu: Bak Nung, Hersa, Gianto yang selalu membantu dan memberi
motivasi serta dukungan selama ini, hingga terselesainya penulisan skripsi
ini.
Semua pihak yang telah membantu penulis hingga terselesaikanya skripsi ini,
khususnya kepada Anis, Uswatun, Rummi, Ermi, Nurul dan Dek Amsa.
KekasihQu yang selama pembuatan Skripsi ini, selalu memberi motivasi serta
dukungan kepadaQu selama ini, hingga terselesainya penulisan skripsi ini






KATA PENGANTAR

Bissmillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang melimpahkan segala
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
menjadi salah satu syarat mutlak untuk menyelesaikan program studi Teknik
Informatika jenjang Strata-1 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa dalam
menyelesaikan skripsi ini tidak lepas dari peran berbagai pihak yang telah banyak
memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan. Dalam kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga khususnya kepada:
1. Bapak Prof. DR. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam
Negeri Malang beserta seluruh staf. Darma Bakti Bapak dan Ibu sekalian
terhadap Universitas Islam Negeri Malang turut membesarkan dan
mencerdaskan penulis.
2. Bapak Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU., DSc, selaku Dekan
Fakults Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang beserta staf .
Bapak dan ibu sekalian sangat berjasa memupuk dan menumbuhkan
semangat untuk maju kepada penulis.
3. Ibu Ririen Kusumawati, M.Kom selaku Ketua J urusan Teknik Informatika
yang telah member memotivasi, membantu dan memberikan penulis arahan
yang baik dan benar dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini .


4. Bapak Faisol, M.T selaku dosen pembimbing yang bersedia meluangkan
waktu untuk membimbing, membantu dan mengarahkan penulis sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
5. Bapak Ahmad Nachichuden, M.A selaku dosen pembimbing Integrasi Sains
dan Islam yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan masukan dan
arahan terhadap permasalahan integrasi dalam skripsi ini.
6. Seluruh staf di Yayasan Kanker kandungan Indonesia yang telah bersedia
memberikan data-data yang dibutuhkan oleh penulis sehubungan dengan
penulisan skripsi ini.
7. Seluruh Dosen Teknik Informatika maupun Dosen matakuliah keagamaan
dan staf Universitas Islam Negeri Malang yang telah mengajar penulis
selama empat tahun lamanya, dan memberikan dukungan untuk
menyelesaikan penulisan skripsi ini.
8. Bapak Ibuku tersayang yang telah banyak memberikan doa, motivasi dan
dorongan dalam penyelesaian skripsi ini.
9. Saudara-saudaraku bak Sana, bak Izza, bak Uma, bak Nda, adekku nung
tersayang yang telah banyak memberikan doa, motivasi dan dorongan dalam
penyelesaian skripsi ini.
10. Sahabat-sahabat dan teman-teman di Universitas Islam Negeri (UIN)
Malang dan di (UMM) Universitas Muhammadiyah Malang.
11. Semua pihak yang telah membantu penulis hingga terselesaikanya skripsi
ini, khususnya kepada Bak Nung, Hersa, Gianto, Anis, Uswatun, Rummi


Ermi, Nurul dan Amsa semoga Allah SWT memberikan balasan yang
setimpal atas jasa dan bantuan yang telah diberikan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa sebagai manusia biasa tentunya
tidak akan luput dari kekurangan dan keterbatasan. Maka dengan segenap
kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang dapat
menyempurnakan penulisan ini sehingga dapat bermanfaat dan berguna
untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Malang, J anuari 2010


Penulis





DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii
MOTTO .......................................................................................................... iv
PERSEMBAHAN ........................................................................................... v
KATA PENGANTAR .................................................................................... viii
DAFTAR ISI ................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv
ABSTRAK ...................................................................................................... xvii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
1.1 Latar belakang ................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 5
1.3 Batasan Masalah ............................................................................ 6
1.4 Tujuan ............................................................................................ 7
1.5 Manfaaat ......................................................................................... 7
1.6 Sistematika Penulisan .................................................................... 8

BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 10
2.1 Kanker Dari Tinjauan Ilmu Medis ................................................. 10
2.1.1 Difinisi Kanker ................................................................... 10
2.1.2 Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Kandungan ............... 11
2.1.3 J enis-J enis Penyakit (Kanker) Kandungan ......................... 14
2.1.3.1 Kanker Leher Rahim (Servix) ................................. 14
2.1.3.2 Kanker Ovarium ..................................................... 18
2.1.3.3 Kanker Rahim (Uterus) ........................................... 21
2.1.3.4 Kanker Vulva .......................................................... 24
2.1.3.5 Kanker Vagina ........................................................ 27
2.1.3.6 Kanker Tuba Fallopi ............................................... 30
2.1.3.7 Kanker Troblas ....................................................... 32
2.1.3.8 Kanker Mulut Rahim .............................................. 33
2.1.3.9 Kanker Badan Rahim .............................................. 34
2.1.4 Penyebaran Penyakit (Kanker) Kandungan ........................ 35

2.2 Sistem Pakar ................................................................................... 37
2.2.1 Definisi Sistem Pakar .......................................................... 37
2.2.2 Latar Belakang Perkembangan Sistem Pakar ..................... 39
2.2.3 Ciri-ciri Sistem Pakar .......................................................... 41
2.2.4 Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar ... 42
2.2.5 Keuntungan Sistem Pakar ................................................... 44
2.2.6 Kelemahan Sistem pakar .................................................... 45


2.2.7 Konsep dasar sistem pakar .................................................. 45
2.2.8 Bentuk sistem pakar ............................................................ 47
2.2.9 Struktur sistem pakar .......................................................... 48
2.2.9.1 Basis pengetahuan (Knowledge based) .................. 50
2.2.9.2 Mesin Inferensi ....................................................... 51
2.2.10 Kategori permasalahan dalam sistem pakar ........................ 54
2.2.11 Probabilitas klasik (a priori probability) ............................ 55
2.3 Perangkat pemodelan sistem dalam pembuatan suatu program ..... 56
2.3.1 Diagram konteks (Context Diagram) ................................. 57
2.3.2 Data Flow Diagram ............................................................ 59
2.3.3 Entity Relationship (ERD) ................................................. 61
2.3.3.1 Kardinalitas/derajat relasi ...................................... 62
2.4 Pengertian sistem database ............................................................. 65
2.5 Bagan Alir Flowchart ..................................................................... 67
2.6 J SP (J ava Server Page) ................................................................... 74
2.6.1 Kelebihan J SP ....................................................................... 76
2.6.2 Script J SP .............................................................................. 77
2.7 MySQL ........................................................................................... 78
2.8 QUERIES ....................................................................................... 80
2.9 Penyakit, Pengobatan dan Kesehatan Dalam Islam ....................... 81


BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM .................................... 91
3.1 Metodologi penelitian .................................................................... 91
3.2 Analisis Basis Pengetahuan (Knowledge based) ........................... 93
3.2.1 Blok Diagram area permasalahan ..................................... 93
3.2.2 Blok Diagram Fokus permasalahan .................................. 96
3.2.3 Blok Diagram Faktor kritis ............................................... 98
3.2.4 Dependency diagram ........................................................ 99
3.2.5 Pembentukan aturan (rule) ................................................ 100
3.2.6 Analisa prosentase dengan probabilitas klasik ................. 105
3.3 Analisisa dan Perancangan Sistem ................................................. 109
3.3.1 Diagram Konteks (Data Context Diagram) ....................... 109
3.3.2 Data Flow Diagram (DFD) ................................................ 111
3.3.2.1 DFD Level 1 .......................................................... 111
3.3.2.2 DFD level 2 Pada proses input data ....................... 113
3.3.2.3 DFD Level 2 Proses Konsultasi ............................. 113
3.3.2.4 DFD Level 2 Proses Administrator ....................... 117
3.3.3 Entity Relationship Diagram (ERD) .................................. 123
3.3.4 Struktur Basis Data ............................................................ 125
3.4 Flowchart Proses Inferensi Penalaran Maju (Forward chaining) ... 130
3.5 Flowchart ....................................................................................... 132
3.5.1 Flowchart Konsultasi ......................................................... 132
3.5.2 Flowchart hasil diagnosa .................................................... 133
3.5.3 Flowchart saran dan Kritik ................................................. 135
3.5.4 Flowchart Input Penyakit ................................................... 137



BAB IV HASIL DAN IMPLEMENTASI ................................................... 139
4.1 Implementasi .................................................................................... 139
4.1.1 Kebutuhan Hardware dan Software ..................................... 140
4.2 Struktur Menu Program ................................................................... 141
4.2.1 Struktur Menu Program Pengguna ...................................... 142
4.2.2 Struktur Menu Program Admin (Pakar Kandungan) ........... 143
4.3 Penjelasan Program .......................................................................... 144
4.3.1 Halaman Menu Program Pengguna ..................................... 144
4.3.1.1 Halaman menu index ............................................. 144
4.3.1.2 Halaman menu about ............................................. 145
4.3.1.3 Halaman menu saran kritik .................................... 145
4.3.1.4 Halaman menu data penyakit ................................. 146
4.3.1.5 Halaman menu Konsultasi ..................................... 147
4.3.1.5.1 Halaman Pertanyaan Konsultasi ................... 147
4.3.1.5.2 Halaman Hasil Konsultasi ............................ 148
4.3.1.5.3 Halaman Cetak laporan konsultasi ................ 154
4.3.2 Halaman Menu Program Admin (Pakar Kandungan) ......... 155
4.3.2.1 Halaman Login Pakar ............................................ 155
4.3.2.2 Halaman index admin ............................................ 156
4.3.2.3 Halaman input jenis penyakit ................................ 157
4.3.2.4 Halaman Input gejala ............................................. 157
4.3.2.5 Halaman input relasi .............................................. 158
4.3.2.6 Halaman input solusi ............................................. 159
4.3.2.7 Halaman input pakar .............................................. 159
4.3.2.8 Halaman Laporan Saran Kritik .............................. 160
4.4 Hasi Ujicoba .................................................................................... 161
4.4.1 Hasil Ujicoba program. ........................................................... 161
4.4.2 Statistik Probabilitas. .............................................................. 164
4.5 Pengujian Sistem ............................................................................. 167
4.5.1 Uji Coba Konsultasi (Perbandingan Seorang
Pakar dan Program) ................................................................ 167
4.5.2 Ujicoba Kuisioner ................................................................... 170
4.5.2.1 Rekapitulasi Hasil Kuisionermengenai tampilan dan desain
sistem ................................................................................... 171
4.5.2.2 Rekapitulasi Hasil Kuisioner mengenai keakuratan dan
kelayakan sistem .................................................................. 172

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 175
5.1 Kesimpulan ................................................................................... 175
5.2 Saran ............................................................................................. 176

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 178
LAMPIRAN




DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Sistem Pakar yang terkenal ............................................................. 39
Tabel 2.2 Perbedaan pakar dengan system pakar ............................................ 39
Tabel 2.3 Bagan Alir Sistem (Sistem Flowchart) ............................................ 73
Tabel 2.4 Bagan Alir Program ......................................................................... 73
Tabel 2.5 Bagan Alir Proses ............................................................................ 73
Tabel 3.1 Pembentukan Aturan/rule ................................................................ 100
Tabel 3.2 Deskripsi proses untuk proses diagnosa .......................................... 114
Tabel 3.3 Deskripsi proses untuk proses pertanyaan ....................................... 115
Tabel 3.4 Deskripsi proses untuk proses hasil konsultasi ................................ 116
Tabel 3.5Deskripsi proses untuk proses input gejala ....................................... 118
Tabel 3.6 Deskripsi proses untuk proses input gejala/rule ............................... 118
Tabel 3.7 Deskripsi proses untuk proses input jenis penyakit ......................... 119
Tabel 3.8 Deskripsi proses untuk proses laporan hasil konsultasi ................... 119
Tabel 3.9 Deskripsi proses untuk proses laporan data pasien .......................... 120
Tabel 3.10 Deskripsi proses untuk proses laporan saran dan kritik ................. 121
Tabel 3.11 Deskripsi proses untuk proses laporan input gejala ....................... 121
Tabel 3.12 Deskripsi proses untuk proses laporan input penyakit ................... 122
Tabel 3.13 User_Admin ................................................................................... 125
Tabel 3.14 Pengisian Tabel data pasien ........................................................... 126
Tabel 3.15 Perancangan Tabel saran dan kritik ............................................... 126
Tabel 3.16 Perancangan Tabel Gejala .............................................................. 127
Tabel 3.17 Perancangan Tabel Penyakit .......................................................... 127
Tabel 3.18 Perancangan Tabel Relasi .............................................................. 128
Tabel 3.19 Perancangan Tabel Solusi .............................................................. 128
Tabel 3.20 Perancangan Tabel Gejalah pilih ................................................... 129
Tabel 3.21 Perancangan Tabel hitung .............................................................. 129
Tabel 3.22 Perancangan tabel probabilitas ....................................................... 130




Tabel 4.1 Tabel hasil ujicoba program ............................................................. 161
Tabel 4.2 Tabel ujicoba Konsultasi
(Perbandingan Seorang Pakar dan Program .................................... 165
Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil kuisioner mengenai tampilan dan desain
System ............................................................................................. 167
Tabel 4.4 Rekapitulasi hasil kuisioner mengenai keakuratan dan kelayakan
system .............................................................................................. 169



































DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Anatomi Kandungan .................................................................... 10
Gambar 2.2 Servix (leher rahim) ..................................................................... 14
Gambar 2.3 Ovarium (indung telur)................................................................. 18
Gambar 2.4 Uterus ........................................................................................... 21
Gambar 2.5 Vulva ............................................................................................ 24
Gambar 2.6 Konsep Dasar Fungsi Sistem Pakar ............................................. 46
Gambar 2.7 Struktur Sistem Pakar ................................................................... 48
Gambar 2.8 Proses Back word Chaining ......................................................... 52
Gambar 2.9 Proses Forward Chaining ............................................................. 52
Gambar 2.10 Diagram Alir Teknik Penelusuran DFS ..................................... 53
Gambar 2.11 Diagram Alir Teknik Penelusuran Breadth First Search ............ 53
Gambar 2.12 Best-First Search ........................................................................ 54
Gambar 2.13 Proses ......................................................................................... 60
Gambar 2.14 Aliran .......................................................................................... 60
Gambar 2.15 Simpanan Data ........................................................................... 60
Gambar 2.16 Kesatuan Luar ............................................................................ 61
Gambar 2.17 Simbol Entitas ............................................................................ 61
Gambar 2.18 Simbol Tabel .............................................................................. 62
Gambar 2.19 Simbol Penghubung ................................................................... 62
Gambar 2.20 Relasi One to One ...................................................................... 63
Gambar 2.21 Relasi One to Many .................................................................... 64
Gambar 2.22 Relasi Many to One .................................................................... 64
Gambar 2.23 Relasi Many to Many ................................................................. 65
Gambar 2.24 Garis Besar Arsitektur Pemakaian ............................................. 75
Gambar 3.1 Blok Diagram Area Permasalahan ............................................... 94
Gambar 3.2 Blok Diagram Fokus Permasalahan Secara Umum ..................... 96
Gambar 3.3 Blok Diagram Faktor Kritis ......................................................... 99
Gambar 3.4 Dependency Diagram ................................................................... 100
Gambar 3.5 Data Context Diagram .................................................................. 109


Gambar 3.6 Data Flow Diagram Level 1 ......................................................... 112
Gambar 3.7 Data Flow Diagram level 2 Proses Input Data ............................. 113
Gambar 3.8Data Flow Diagram level 2 Proses Konsultasi .............................. 114
Gambar 3.9 Data Flow Diagram Level 2 Administrator.................................. 117
Gambar 3.10 Entity Relationship Diagram ...................................................... 124
Gambar 3.11 Flowchart Proses Inferensi penalaran maju ............................... 131
Gambar 3.12 Flowchart Konsultasi ................................................................. 132
Gambar 3.13 Flowchart Hasil diagnosa kanker kandungan ............................. 133
Gambar 3.14 Flowchart saran dan kritik .......................................................... 135
Gambar 3.15Flowchart input penyakit ............................................................. 137
Gambar 4.1 Struktur Menu Program Pengguna ............................................... 142
Gambar 4.2 Struktur Menu Program Admin .................................................. 143
Gambar 4.3 Halaman Menu Home/index ........................................................ 144
Gambar 4.4 Halaman Menu About .................................................................. 145
Gambar 4.5 Halaman Menu Saran dan Kritik .................................................. 146
Gambar 4.6 Halaman Menu Penyakit .............................................................. 146
Gambar 4.7 Halaman Menu Konsultasi ........................................................... 147
Gambar 4.8 Halaman Menu Pertanyaan .......................................................... 148
Gambar 4.9 Halaman Hasil konsultasi/proses identifikasi .............................. 149
Gambar 4.10 Halaman Cetak laporan konsultasi ............................................. 154
Gambar 4.11 Halaman Login Pakar ................................................................. 155
Gambar 4.12 Halaman Index admin ................................................................ 156
Gambar 4.13 Halaman Input jenis penyakit ..................................................... 157
Gambar 4.14 Halaman Input gejala ................................................................. 158
Gambar 4.15 Halaman Input relasi .................................................................. 158
Gambar 4.16 Halaman Input solusi .................................................................. 159
Gambar 4.17 Halaman Input pakar .................................................................. 159
Gambar 4.18 Halaman Laporan saran dan kritik ............................................. 160


ASTRAK
Muna, Siti Maie.2009.05550102. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar
Mendiagnosa Secara Dini Kanker Kandungan. Skripsi. Fakultas Sains dan
Teknologi. J urusan Teknik Informatika. Universitas Islam Negeri Malang.
Pembimbing (I) Moh Faisol, M.T. (II) Ahmad Nashichudin, M.A.

Kata Kunci : Sistem Pakar, Diagnosa Kanker Kandungan, Forward Chaining,
Probabilitas klasik.

Sistem pakar mendeteksi secara dini kanker kandungan, penyakit kanker
adalah sebuah penyakit yang selama ini ditakuti oleh semua orang. Hal ini
disebabkan karena pertumbuhannya yang cepat dan sangat menggerogoti tubuh
penderita kanker. Apabila kanker telah memasuki stadium lanjut, maka harapan
hidup penderita akan semakin tipis, padahal, apabila kanker masih berada pada
stadium awal, harapan untuk sembuh amat besar. Sebagian besar kasus kanker,
penderita baru melakukan pemeriksaan apabila kanker yang dideritanya sudah
memasuki stadium lanjut.. Sehingga Allah SWT menganjurkan kepada seluruh
umat manusia hendaklah senantiasa bersabar dan banyak mengingat Allah
SWT,karena sesungguhnya cobaan yang diberikan itu merupakan perwujudan
kasih saying Allah SWT kepada umatNya. Firman Allah Surat Al-Anbiya/ 21:83,
OGC4 ^O) OE14^
+O+4O O)E+ =/j_OO4` GOO-
=e^4 NEOO --gOO-
artinya:
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: " (Ya Tuhanku),
sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha
Penyayang di antara semua penyayang." (QS.Al-Anbiya/ 21:83).
Dari sepotong ayat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kita sebagai
umat manusia wajib bersyukur, sabar dan tabah terhadap segala cobaan penyakit
yang diberi Allah, dan hendaknya kita selalu mengingat asma Allah SWT.
Dan dengan adanya bermacam-macam penyakit yang timbul pada manusia
khususnya pada seorang wanita yang sering terkena kanker kandungan. Untuk itu
diperlukan suatu program aplikasi yang sederhana tapi cukup berguna untuk
memberi infromasi kepada seseorang akan kemungkinan adanya kanker pada
dirinya
Program aplikasi ini berbasis pada sistem pakar, yaitu meniru cara berpikir
seorang ahli dalam menganalisa suatu kasus dan mencari kesimpulan atau
keputusan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sistem
pakar yang mampu mendiagnosa secara manifestasi klinis serta memberikan


solusi untuk penyakit kanker kandungan. Sistem pakar ini berbasis web
menggunakan pemrograman J SP dan MySQL sebagai basis data. Dengan Metode
inferensi yang digunakan adalah forward chaining, yaitu proses inferensi yang
memulai pencarian dari premis atau data masukan berupa gejala menuju pada
konklusi yaitu kesimpulan prosentase jenis kan serta solusi mengenai materi
berdasarkan usia penderita, dimana prosentase didapatkan dari perhitungan
menggunakan rumus probabilitas klasik dimana peluang P(A) dengan A adalah
gejala kanker kandungan, N adalah total banyaknya gejala kandungan, serta nA
merupakan banyaknya hasil mendapatkan A sehingga di dapatkan prosentase tiap
kanker kandungan yaitu, servix adalah 12,96 %, Uterus adalah 16,67 % , Ovarium
adalah 11,111%, Vulva adalah 14,81%, Vagina adalah 12,96%, Troblas adalah
9,252%, Tuba fallopi adalah 1,851%, Korpus rahim adalah 7,407 % sedangkan
Mulut rahim adalah 9252% serta solusi dan terapi. Hasil pengujian berdasarkan
kuisioner menunjukan bahwa, aplikasi ini membantu pengguna dalam
mendapatkan informasi, melakukan proses diagnosa secara manifestasi klinis serta
pemilihan terapi dan materi yang sesuai. Hal ini diperoleh dari sepuluh orang
responden yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.











BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Memasuki era globalisasi yang semakin maju terkadang masih saja
terdapat beberapa orang yang kurang memperhatikan masalah kesehatan
terutama terhadap bagian rahim atau alat kandung seorang wanita.
Kegelisahan masyarakat pada akhir akhir ini tentang kanker semakin
menghangat. Hingga saat ini, para ilmuwan pun masih belum menemukan
penyebab pasti dari kebanyakan kasus kanker yang muncul. Penyakit ini
sendiri masuk dalam kategori jenis penyakit dengan ciri khas pertumbuhan
sel yang tidak terkontrol dan meluas sebagai bentuk sel-sel yang tidak lazim.
Apabila perluasannya tidak dikontrol, jenis penyakit inipun mampu bersifat
mematikan. (Ika maya susanti, 2007)
Sampai sekarang masih menjadi teka-teki, mengapa seseorang
mengidap kanker, sedang orang lainnya tidak. Yang sudah diketahui, kanker
bisa disebabkan oleh banyak faktor, dan berkembang dalam waktu bertahun-
tahun.
Riset membuktikan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan
resiko seseorang terkena kanker. Untungnya sebagian besar faktor resiko itu
dapat dihindari, dikontrol, dan dikendalikan, dengan memilih gaya hidup
yang tepat. (Rachmad Yuliadi Nasir, 2008).


Penyakit kanker adalah sebuah penyakit yang selama ini ditakuti
oleh semua orang. Hal ini disebabkan karena pertumbuhannya yang cepat
dan sangat menggerogoti tubuh penderita kanker. (Hanifa Winjosastro,2005:
368).
Apabila kanker telah memasuki stadium lanjut, maka harapan
hidup penderita akan semakin tipis, padahal, apabila kanker masih berada
pada stadium awal, harapan untuk sembuh amat besar. Sebagian besar
kasus kanker, penderita baru melakukan pemeriksaan apabila kanker yang
dideritanya sudah memasuki stadium lanjut. (Gegg Miller, 2008:1).
Gejala-gejala kanker memang dapat disembuhkan, akan tetapi
kelambanan penyembuhan kanker menimbulkan sejumlah kondisi (multi
faktor) yang mengakibatkan kerusakan pada organ reproduksi wanita akan
menjadi semakin parah. Diagnosis dini dan penatalaksanaan yang
mutakhir maka 80-90% pasien dapat mencapai harapan hidup 10 tahun
dengan kualitas hidup yang hampir normal (Media Aesculapius,2001) .
Pada dasarnya memang kesembuhan berbagai macam penyakit, adalah
atas kehendak Allah Swt. Seperti dalam firman Allah Swt. dalam Al-
Quran surat Asy Syuaraa/26 : 80 di bawah ini.

Artinya: Dan Apabila Aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.(QS.
Asy-Syuaraa/26:80).
Dan dalam Al-Quran surat (QS. An-Anbiya 21 : 83) dibawah ini.


OGC4 ^O) OE14^ +O+4O
O)E+ =/j_OO4` GOO- =e^4
NEOO --gOO- ^g@
Artinya:Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya
Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah
Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang".
Konteks dari ayat tersebut di atas secara tersirat, mejelaskan bahwa
Kita sebagai manusia, ciptaan Allah SWT tidak ada yang diciptakan
sempurna, semua nikmat, rejeki, jodoh termasuk musibah berupa penyakit
yang diturunkan Allah kepada kita itu semata untuk menguji seberapa besar
rasa iman kita kepada Sang Pencipta, Namun Allah juga tidak akan memberi
cobaan di luar kemampuan kita. Oleh karena itu, kita harus merasa yakin
bahwa segala penyakit pasti bisa disembuhkan. J adi, selain meminta
kesembuhan dengan cara berdoa juga diperlukan usaha untuk proses
penyembuhannya.
Dan pada konteks ayat ke dua menjelaskan bahwasannya obat dan
upaya hanyalah sebab, sedangkan penyebab yang sesungguhnya dibalik
sebab dan upaya itu adalah Allah Swt (Muhammad Qurais sihab,
1996:187).
Dan seseorang yang tertimpah penyakit atau terkena penyakit
senantiasa ingat kepada allah karena allah itu maha penyayang, dan maha
mengetahui serta allah tidak akan membiarkan ummatnya yang benar-benar
percaya atas apa yang tertimpa pada dirinya yaitu semat-mata karna dia di


sayang oleh allah, dan senantiasa allah akan menyembuhkan penyakit yang
tertimpah dengannya.
Dengan adanya teknologi yang semakin berkembang pesat membuat
proses dalam pendeteksian dini untuk diagnosa kanker kandungan pada
wanita pun semakin dipermudah. Kemampuan komputer untuk mengolah
informasi dan pengetahuan pada saat ini sudah tidak dapat diragukan lagi,
hal ini terlihat dengan banyak munculnya program kecerdasan buatan atau
disebut Artifical Intelligence yang merupakan salah satu bentuk dari
kecanggihan komputer yang dapat berpikir dan menyelesaikan masalah
seperti layaknya manusia. Salah satu bentuk dari kecerdasan buatan atau
Artifical Intelligence yang banyak digunakan pada saat ini antara lain adalah
sistem pakar.
Sistem pakar sudah banyak dikembangkan, baik untuk kepentingan
penelitian maupun untuk kepentingan bisnis, juga dari berbagai ilmu seperti
ekonomi, keuangan, teknologi, kedokteran. Dalam penelitian ini
dikembangkan permasalahan sistem pakar dalam bidang psikologi klinis.
Sistem pakar yang merupakan suatu program untuk penalaran seorang pakar
dengan keahlian pada suatu wilayah pengetahuan tertentu, akan lebih terasa
efektif serta efisien, apabila pengguna dapat dengan mudah dan cepat
mendapatkan informasi dimana pun dan kapan pun. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan menggunakan aplikasi J SP yang bersifat dinamis.
Saat ini, aplikasi program jsp merupakan salah satu sumber
informasi yang tidak banyak digunakan walaupun berbasis web akan tetapi


kebelakang akan semakin banyak digunakan. Teknologi internet begitu
menyentak dan membawa banyak pembaharuan termasuk memperbaiki
metode pengembangan aplikasi. Aplikasi sistem pakar dengan program jsp
dibuat agar pemakai dapat berinteraksi dengan penyedia informasi secara
mudah dan cepat, melalui dunia internet. Aplikasi web jsp tidak lagi terbatas
sebagai pemberi informasi yang statis, melainkan juga mampu memberikan
informasi yang berubah secara dinamis, dengan cara melakukan koneksi
terhadap database.
Melihat betapa pentingnya sistem pakar sebagai program aplikasi
yang ditujukan untuk penyedia nasehat dan sarana bantu memecahkan
masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu, khususnya dalam
mempermudah dan mempercepat seorang wanita, terapis (orang yang
menerapi), dokter dalam proses mendiagnosa secara dini kanker kandungan
pada wanita untuk mendapatkan solusi penanggulangan terbaik, maka
penulis mencoba meneliti dan menuangkan dalam bentuk skripsi dengan
judul RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR
MENDIAGNOSA SECARA DINI KANKER KANDUNGAN .

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka didapatkan rumusan masalah
pada penelitian Skripsi ini, yaitu: Bagaimana merancang dan membuat suatu
program aplikasi sistem pakar yang mampu mendiagnosa secara dini kanker


kandungan pada seorang wanita serta memberikan solusi dan informasi
secara optimal.

1.3. Batasan masalah
Agar penyusunan skripsi ini tidak keluar dari pokok permasalahan
yang dirumuskan, maka ruang lingkup pembahasan dibatasi pada:
1. User yang dapat menggunakan sistem pakar ini adalah masyarakat,
dokter dan pasien
2. Input dari user berupa gejala-gejala yang timbul untuk menentukan jenis
kaker kandungan.
3. Informasi macam-macam penyakit yang menyerang kandungan atau
rahim dengan gejala yang didapat dari buku-buku, pakar kandungan
yaitu terapi/pengobatan, jenis kanker dari dokter kandungan.
4. Membahas tentang proses perancangan suatu program aplikasi sistem
pakar pada diagnosa awal seputar kanker kandungan dan gejalah-
gejalahnya.
5. Sistem pakar ini hanya mendiagnosa sementara (untuk prediksi awal)
penyakit kanker kandungan yaitu kanker servix, kanker uterus, kanker
ovarium, kanker vulva, kanker vagina, kanker troblas, kanker tuba
fallopi, kanker mulut rahim, kanker korpus rahim yang menyerang
seorang wanita guna meningkatkan kewaspadaan dan menghindarkan ke
tingkat penyakit yang lebih lanjut/parah. bukan sebagai pengganti dokter


6. Pembuatan dan perancangan aplikasi system pakar ini berbasis web
dengan menggunakan macromedia dreamweaver 8.0, pemrograman J SP
MySQL
7. Pengembangan aplikasi ini akan dititikberatkan pada implementasi
metode inferensi foward chaining
8. Penelitian ini dilakukan untuk diagnosa kanker kandungan secara dini
pada wanita yang berusia 20 tahun keatas.

1.4. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah merancang dan membuat
suatu program aplikasi sistem pakar yang mampu memberikan diagnosis
penyakit kanker kandungan berdasarkan gejala dan keluhan yang dialami
pasien dan hasil dari diagnosis tersebut akan lebih memudahkan orang awam
untuk mengetahui prediksi awal akan kemungkinan seorang pasien menderita
kanker kandungan dan memberikan solusi dan informasi secara optimal.

1.5. MANFAAT PENELITIAN
Mamfaat yang dapat dihasilkan dari hasil penelitian dalam skripsi ini
adalah:
1. Di harapkan dengan adanya penelitian ini dapat membantu menambah
wawasan, pengalaman dan pengetahuan dalam membuat suatu aplikasi
perancangan sistem pakar dan bisa memberi informasi dan solusi kepada
masyarakat secara optimal.


2. Memberikan kemudahan dan mempercepat user khususnya pada wanita
dalam mendiagnosis kanker kandungan.
3. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pijakan bagi para
peneliti berikutnya yang akan membahas mengenai masalah sistem
pakar.

1.6. SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika pada Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika
penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang terkait dengan
permasalahan yang diambil.
BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini menjelaskan tentang analisa yang dilakukan dalam
merancang dan membuat sistem pakar yang meliputi Data
Context Diagram (DCD), Data Flow Diagram (DFD),
Dependency Diagram, Pohon Keputusan, Entity Relationship
Diagram (ERD), Rancangan Database, Flowchart.




BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang implementasi dari aplikasi yang
dibuat secara keseluruhan. Serta melakukan pengujian terhadap
aplikasi yang dibuat untuk mengetahui aplikasi tersebut telah
dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sesuai dengan
yang diharapkan.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang berguna untuk
pengembangan sistem pengetahuan dari penulis.





























BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Kanker Dari Tinjauan Ilmu Medis
2.1.1. Definisi Kanker

Gambar 2.1 Anatomi Kandungan
Kanker adalah perkembangbiaan sel secara abnormal yang tak
terkendali yang akan terus mengalami pertumbuhan kecuali jika ada
sesuatu yang bisa menghentikannya. Kanker adalah suatu kelompok yang
banyak dari penyakit yang berhubungan. Semua kanker-kanker mulai di
sel-sel, unit dasar kehidupan dari tubuh. Sel-sel membuat jaringan-
jaringan, dan jaringan-jaringan membuta organ-organ tubuh. (Gegg Miller,
2008:1).
Ketika kanker kandungan (uterine cancer) menyebar (metastasizes)
keluar uterus, sel-sel kanker seringkali ditemukan di simpul-simpul getah
bening, syaraf-syaraf, atau pembuluh-pembuluh darah yang berdekatan.
J ika kanker telah mencapai simpul-simpul getah bening, sel-sel kanker
mungkin telah menyebar ke simpul-simpul getah bening lainnya dan
organ-organ lainnya, seperti paru-paru, hati, dan tulang-tulang.


Ketika kanker menyebar dari tempat asalnya ke bagian lain tubuh,
tumor baru mempunyai macam sel-sel abnormal yang sama dan nama
yang sama seperti tumor primer. Contohnya, J ika kanker uterus menyebar
ke paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru sebenarnya adalah sel-sel kanker
kandungan (uterine). Penyakitnya adalah kanker kandungan metastatic,
bukan kanker paru-paru. Ia diperlakukan sebagai kanker kandungan,
bukan kanker paru-paru. Dokter-dokter kadangkala menyebut tumor baru
penyakit "jarak jauh".

2.1.2. Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Kandungan
1. Bahan Makanan Tertentu
Tembakau
Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi
kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks. Formalin,
boraks, dan zat kimia lain, berbagai senyawa dalam makanan, aneka
polutan dan banyak lagi.
Susu Tidak Sehat
Memang sudah lama muncul, namun tetap saja banyak yang
percaya bahwa susu menyebabkan kanker dan osteoporosis. Inilah
klarifikasinya. Adalah Robert Cohen, pengarang buku yang isinya
menyerang habis Si Putih Susu. J udulnya membuat orang bergidik, Milk:
The Deadly Poison. Disebutkannya, susu sama sekali tidak ada


manfaatnya buat tubuh, bahkan menyebabkan kanker. Biang keladinya,
kata Cohen.
Asupan Garam Pada Tubuh
Garam meja yang biasa anda pakai mengandung senyawa kimiawi
yang terdiri dari dua elemen sodium (Na) sebanyak 40% serta 60% klorida
(Cl). Kedua mineral ini berperan penting bagi kesehatan fisik dan mental
secara keseluruhan. Ternyata kandungan mineralnya tidak mudah rusak
oleh panas atau proses pengolahan makanan. Kandungan sodium
dibutuhkan untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah.
Bahan-Bahan Kimia Lainnya, yang menjadi Penyebab terjadinya
kanker Seperti makanan-makanan ringan dan bahan makanan yang
mengandung bahan kimia.
2. Radiasi
Cadwell dan Thoms (1930 an), telah meneliti arsitektur pelviks
secara radiologik. Sejak itu peran serta radiologi dalam menentukan
kesempitan dan kelainan dalam kehamilan banyak dikerjakan. Walau
demikian kita harus sadari bahwa radiasi sinar rontgen yang berlebihan
dapat membahayakan ibu terutama janin dalam kandungan. Karena itu
pemakaiannya harus dengan indikasi yang tepat dan berguna untuk
diagnosis dalam kebidanan. (Gegg Miller, 2008:21).
3. Lingkungan dan Pekerjaan yang Berkaitan Dengan Zat Kimia
Lingkungan dan pekerjaan yang berkaitan dengan zat kimia dapat
mempengaruhi atau menjadi faktor akan timbulnya suatu pennyakit


(kanker). Karena lingkungan dan zat kimia akan masuk kedalam
kehidupan kita, dan menjadi penyebab timbulnya penyakit. Penyakit akan
masuk melalui tubuh, seperti pernafasan mulut dan masuk kedalam tubuh.
Karna apabila dilingkungan sekitarnnya tidak bersih atau banyak folusi
dan pekerjaan yang berkaitan dengan zat kimia maka akan bersifat fatal
pada kehidupan, karena zat kimia sangat keras dan membahayakan bagi
kehidupan. (Gegg Miller, 2008:19).
4. Hormon Estrogen
Hormon estrogen meningkat dengan diiringi peningkatan hormon
progesteron juga. Wanita dengan produksi estrogen yang tinggi tanpa
diimbangi dengan peningkatan produksi progesteron dapat meningkatkan
faktor resiko terjadi kanker rahim / endometrium. (Arif Masjoer, Kuspuji
Triyanti, 2001: 392)
5. Faktor lain yang menyebabkan resiko terhadap terjadinya kanker
kandungan
1. HPV (human papilloma virus) HPV adalah virus penyebab kutil
genitalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan
seksual. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16, 18, 45&36.
2. Merokok, Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi
kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual. Suami/pasangan seksualnya
melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun,


berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang
menderita kanker serviks (rahim)
5. Pemakaian DES (dietilstilbestrol) pada wanita hamil untuk mencegah
keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970)
6. Gangguan sistem kekebalan
7. Pemakaian pil KB
8. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun
9. Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan Pap smear
secara rutin)
10. Usia. Usia juga merupakan faktor terjadinya kanker

2.1.3. Jenis-Jenis Penyakit (Kanker) Kandungan
2.1. 3.1. Kanker Leher Rahim (Serviks Uterus)

Gambar 2.2 Servix (leher rahim)
Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada
area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang
menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks adalah kanker
nomor 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia.
Kanker serviks adalah kanker nomor 2 yang paling sering menyebabkan
kematian pada perempuan di seluruh dunia. Kanker servix merupakan


karsinoma geniologi yang terbayak diderita seorang perempuan.
(Arif Masjoer, Kuspuji Triyanti, 2001: 379).
Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus,
suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk
ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama
(vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur,
dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita
kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta
perempuan di dunia menderita kanker serviks. Kanker serviks cenderung
muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul
perempuan dengan usia yang lebih mudah. Di Indonesia, kanker serviks
merupakan kanker tersering di Indonesia (34,4 % dari kanker pada
perempuan). Hampir 70 % pasien sudah pada stadium lanjut ( stadium II
B ke atas) dengan angka kesintasan rendah. Diperkirakan setiap tahun
terjadi 15.000 kasus baru dengan 8000 kematian per tahun. Per harinya
terjadi 40-45 kasus baru dengan 20-25 kematian per hari atau satu orang
meninggal tiap jamnya.
(Sumber:http://library. Kanker rahim.htm.ac.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-
course-2007-imamahmadt-66-perancis-r.pdf)
Sebab langsung dari kanker serviks belum diketahui. Ada bukti
kuat kejadiaanya mempunyai hubungan kuat dengan faktor ekstrinsik,
diantyaranya yang penting: jarang ditemukan pada perawan (vorgo),
insidensi lebih tinggi dari mreka yang kawin dari pada yang tidak kawin,


terutama pada gadis yang koitus pertama (coitrache) dialami pada usia
sangat mudah (<20 tahun), insidensi meningkat dengan tingginya
paritas, apalagi bila jarak persalinan terlampau dekat, mereka dari
golongan sosial ekonomi rendah ( hegine seksual yang jelek, aktivitas
seksual yang sering berganti-ganti pasangan (promis kuitas), jarang
dijumpai pada masyarakat yang suaminya disunat(sirkumisi ), sering
ditemukan pada wanita yang terkena infeksi virus HPV. Dan kebiasaan
merokok. (Hanifa Winkjosastro. 2005 : 380-381).
Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim)
Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan
ditemukannya sel-sel abnormal serviks yang dapat ditemukan melalui tes
Pap Smear. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun
bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah
muncul gejala-gejala sebagai berikut:
1. Pendarahan vagina yang tidak normal seperti:
Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular.
Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari
biasanya.
Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul.
Keputihan warna putih atau purulen yang berbau dan tidak gatal.
2. Rasa sakit saat berhubungan seksual.
3. Perdarahan pasca kuitus, pendarahan sepontan dan bau busuk yang
khas. (Arif Masjoer, Kuspuji Triyanti, 2001: 379).


Penanganan kanker servik:
Melakukan terapi
1. Cryotherapy. Sel abnormal dimatikan dengan sejenis alat pendeteksi
logam yang mengandung cairan nitrogen. Teknik ini tidak menganggu
kesuburan sehingga masih terbuka peluang untuk hamil di kemudian
hari.
2. Terapi laser. Sel abnormal dipanaskan dengan sinar laser agar tidak
aktif lagi dan tidak berkembang lagi. Terapi ini juga tidak
mempengaruhi kesuburan.
3. Pembedahan. Pembedahan bisa dilakukan pada tahap manapun dalam
perawatan kanker, mulai dari diagnosa sampai perawatan peliatif.
Pembedahan akan membuang sebagian jaringan abnormal atau
membuang leher rahim, rahim dan jaringan sekitarnya termasuk
kelenjar getah bening. (Gegg Miller, 2008:71).
Penanganan secara umum
1. Hindari merokok dan Asap rokok
2. J anngan melakukan hubungan seksual pada usia dini
3. J angan gonta ganti pasangan seksual. Suami/pasangan seksualnya
melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun,
berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang
menderita kanker serviks (rahim)
4. sistem kekebalan tubuh dijaga
5. Hindarkan diri dari antiseptik


6. Hindari pemakaian bedak (talk), hindari pemakaian talk pada vagina,
karena bisa mengakibatkan kanker. (Refda sabellah.2009 : 22).
2.1.3.2. Kanker Ovarium
Merupakan kanker bagian kandungan yang paling sering terjadi,
yang diduga disebabkan karena meningkatnya tingkat kemakmuran pada
wanita sehingga mereka enggan untuk melahirkan anak.

Gambar 2.3 Ovarium
(Ida Bagus Gde Manuaba, 1998:431-432).
Tomur ganas ovarium.
Tomor ganas ovarium merupakan 20% persden dari semua alat
reproduksi wanita. Insedensi rata-rata dari semua janis diperkirakan 15
kasus baru per 100.000 populasi wanita setahun. Kaganasan indung telur
merupakan keganasan yanng sering dijumpai, tatapi sebagian besar
datang ketika stadium lanjut atau ditemukan pada saat operasi.
Letak tumor yang tersembunyi dalam rongga perut yang sangat
berbahanya itu dapat menjadi besar tanpa disadari oleh penderita.
Pertumbuhan tumor primer di ikuti oleh inflitrasi jaringan yang
menyebabkan berbagai keluhan samar-samar. Tumor ganas ovarium
merupakan kumpulan tumor dengan histiogenesis yang beraneka ragam,
dapat berasal dari tiga dermoblast (ektodermal, entodermal, dan


mesodermal), dengan sifat histologis maupun biologis yang beraneka
ragam. Oleh sebab itu histiogonesis maupun klafikasinya masi sering
menjadi perdebatan.
Kira-kira 60% terdapat pada usia peri-menopausal, 30% dalam keadaan
reprodoksi, 10% pada usia yang jauh lebih muda. Mengandung,
menyusui dan mengangkat Ovarium atau Indung telur terutama pada
wanita yang beresiko tinggi pada riwayat keluarga kehamilan disertai
kista ovarium.
Kehamilan dengan kista ovarium jarang dijumpai. Pada kehamilan
yang disertai kistoma ovarii seolah-olah terjadi perebutan ruangan,
dimana kehamilan semakin membesar. Oleh karena itu, kehamilan
dengan kista dilakukan operasi untuk mengangkat kista tersebut pada
umur hamil 16 minggu.
Pada kedudukan kista ovarii didaerah fundus uteri, persalinan dapat
berlangsung normal, tetapi bahayanya pospartom mungkin terjadi kista,
infeksi sampek akses. Oleh karena itu, segera setelah persalinan normal
bila diketahui segera dilakukan laparatomi untuk mengangkat kista
tersebut. (Hanifa Winkjosastro, 2005: 401).
Gejala Kanker Ovarium:
1. Perut terasa penuh, tidak nyaman dan perut menegang.
2. Susah BAB (buang air besar), kehilangan napsu makan / penurunan
berat badan
3. Kaki membengkak


4. Perasaan sebah
5. Kecenderungan untuk melakukan inplantasi dirongga, perut
merupakan ciri khas suatu tumor ganas ovarium yang menghasilkan
ascitis.
6. Teraba tumor di abdomen kistik atau padat.
Penanganan Kanker Ovarium
Melakukan terapi
1. Pengobatan dengan pembedahan. Terlebih dahulu apakah fungsi
ovarium dipertahankan atau tidak.
2. Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal).
Kemoterapi berarti penggunaan bahan kimia untuk melawan,
mengendalikan atau menyembuhkan penyakit. Dan ini adalah
penggunaan obat anti kanker untuk menghancurkan sel kanker.
Kemoterapi dapat merupakan pilihan tunggal atau kombinasi.
Umumnya program kemoterapi berkisar 1 5 hari sekali yang
diberikan setiap 2 4 minggu selama 6 12 kali untuk satu siklus.
lewat vena, lewat port.
3. Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut) Kanker ovarium
tidak akan menunjukkan gejala hingga penyakit sudah berkembang
lanjut, gejala yang ada sangat umum dan tidak spesifik. (Gegg
Miller, 2008:86).




Penanganan secara umum
1. Tidak menunda kehamilan, tidak melakukan pemeriksaan yang kasar
atau melakukan kerokan waktu haid
2. Pemberian obat anti inflamsinonsteroid dan inhibitor sintesis
protaslandin dilakukan pada pasien dengan nyeri premensturasi yang
hebat pada endometriosis.
3. Hindari pengangkatan indung telur (Arif Masjoer, Kuspuji Triyanti,
2001: 383) .
2.1.3. 3. Kanker Rahim (kanker uterus)
Kanker Rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker
jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium,
tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.
Rahim adalah organ reproduksi betina yang utama pada manusia.

Gambar. 2.4 Kanker Rahim
(Sumber:http://library.Kanker rahim.htm.ac.id/ 2007-imamahmadt-66-perancis-r.pdf).
Kanker Rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan
rahim). Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling
sering menyerang wanita berusia 50-60 tahun. Kanker bisa menyebar
(metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya


kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem
getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).
Gejala kanker rahim (uterus):
1. Perdarahan setelah menopause.
2. Siklus menstruasi yang tidak teratur.
3. Perdarahan diantara periode menstruasi.
4. Tercium bau yang tidak biasanya (amis) dari vagina
5. Pendarahan rahim abnormal siklus mensturasi abnormal
6. Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
7. Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang
berusia diatas 40 tahun)
8. Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca
menopause)
9. Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
10. Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
Penanganan Kanker Rahim:
Melakukan Terapi
1. Terapi hormonal: merupakan terapi sistemik karena bisa
mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Pada terapi hormonal
biasanya digunakan pil progesteron.
2. Penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan
ataupun terapi penyinaran.


3. Penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ
tubuh lainnya. penderita yang kanker rahimnya kembali kambuh.
J ika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap
terapi hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain, yaitu
siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin.
4. Terapi tambahan: Radiasi dan atau Kemoterapi diperlukan apabila
kanker sudah menyebar ke jaringan sekitarnya (metastasis). Radiasi
dapat mencegah kambuhnya kembali kanker rahim. Perawatan
diberikan 5 hari seminggu selama beberapa minggu (biasanya
sebagai bagian rawat jalan) untuk melindungi sel sehat maka dosis
radiasi dibagi-bagi. Istirahat di akhir minggu memberi kesempatan
sel normal untuk memperaiki diri.
5. Operasi, bisa dilakukan operasi secara partial histerektomi
(pengangkatan rahim sebagian) dan radikal histerektomi
(pengangkatan seluruh rahim).
6. Hindari Rokok dan Asap rokok
7. J anngan melakukan hubungan seksual pada usia dini
8. J angan gonta ganti pasangan seksual. Suami/pasangan seksualnya
melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun,
berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang
menderita kanker serviks (rahim)
9. sistem kekebalan tubuh dijaga
10. tidak diperbolehkan memakaian pil KB terlalu lama


2.1.3.4. VULVA
Pembangunan berhasil meningkatkan kesehatan, sehingga dapat
mencapai usia lanjut dengan kemungkinan mendapatkan keganasan
semakin besar, terutama pada golonngan sosial ekonomi rendah. Daerah
vulva yang sering terserang karsinoma adalah bibir besar (labium mayus)
dan klitoris. Pada kasus yang sudah lanjut terdapat metastae tumor ganas
berbentuk olkus denngan pinggir agak padat, tumbuh eksifitik seperti
bunga kol, dan kerusakan jaringan nekrosis dan berbau.

Gambar. 2.5 Vulva
(Ida Bagus Gde Manuaba, 1998: 427).
80-85% terdapat pada wanita bagi (pasca mopause), terutama
dalam dekade ke-7 sebagai puncak insidensi, paling tidak mengenai 30%
wanita kelompok umur 27-70 tahun, terbanyak umur 50-70 tahun dan
merupakan 3-4% dari semua keganasan genelogik. Karsinoma vulva
jarang ditemukan pada golongan umur <45 tahun dari jauh lebih jarang
lagi pada wanita hamil (dalam kepustakaan perna dilaporkan pada wanita
hamil berusia 29 tahun). Umumnya ditemukan pada golongan sosial
ekonomi rendah dengan hegiene seksual yang kurang dapat perhatian,
obesitas dan hepertensi (>50%). Paritas dan suku/ras tidak mempunyai
peran. (Hanifa Winkjosastro, 2005: 367).


Etiologi tidak banyak diketahui mengenai faktor etiologi jenis
kanker /tomur ganas ini. Meskipun tentang lambatnya menarche (15-17
tahun), dan awalnya monupause 40 tahun dalam riwayat penyakitnya.
Faktor eknik tidak berpengaruh, miskipun lesi granulomatosa sering
ditemokan pada suku negro.
Patologi, Lensi primer sering berupa ulkus dengan tepi induratif
(ulkeru-granolating) atau sebagai tumbuhan eksofitik (wart kutil), dengan
tepat predeleksi terutama di labia mayora, labia minora, klitoris dan
komisura posterior. Lesi bilateral tidaklah jarang, bahkan kedua labia
mayora dapat semetris terkena (kissing). Histologik lebih dari 80% adalah
eperdimoid dengan deferensiasi baik, sedang sisanya yang 10%
karsesuma basosisulare, adenokarsinoma, fibrokarsoma, atau mosarkoma,
tumor campuran (silindroma dan melanoblastoma) yang merupakan 1-2%
dari semua karsinoma vulva.
Gejala Kanker Vulva:
1. Pendarahan atau mengeluarakna bau tak sedap.
2. Iritasi vulva atau pruritus (gatal-gatal) vulva sulit sembuh.
3. Ditemukan benjolan.
4. Ulkus atau lesi berdarah
5. Nyeri bila lesinya terdapat dekat dengan klitoris atau uretra, dan
pedih waktu kencing.
6. Tumbuh benjolan kecil kemerahan, keputihan atau berpigmen agak
tinggi.


7. Hygene seksual yang tidak baik.
8. Terasa seperti terbakar dan kehilangan pigmen kulit.
Solusi/Penanganannya
Pada tingkat klinik 0 (KIS/ interpitelial karsinoma) dikerjakan
vulvektomi dengan mengangkat kedua labia mayora, labia minora sebagai
mons veneris danhimen. Untuk mengembalikan bentuk yang baik dari
vulva, dapat dikerjakan beda rekontruksi. Pemberian obat-obatan secara
rutin pada pasien dan membersihkan vulva dan sekitar vulva. (Hanifa
Winkjosastro, 2005: 368)
Dialakukan juga pembedahan
1. Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah
jaringan normal di sekitar kanker
2. Eksisi lokal radikal : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah
besar jaringan normal di sekitar kanker, mungkin juga disertai
dengan pengangkatan kelenjar getah bening
3. Bedah laser : menggunakan sinar laser untuk mengangkat sel-sel
kanker.
4. Vulvektomi skinning : dilakukan pengangkatan kulit vulva yang
mengandung kanker
5. Vulvektomi simplek : dilakukan pengangkatan seluruh vulva
6. Vulvektomi parsial : dilakukan pengangkatan sebagian vulva
7. Salep yang mengandung obat kemoterapi



2.1.3.5. VAGINA
Vagina adalah saluran sepanjang 7,5-10 cm ujung atasnya
berhubungan dengan serviks (leher rahim/bagian terendah dari rahim),
sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan vulva. Dinding vagina
dilapisi oleh epitelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa. Di bawah
epitelium terdapat jaringan ikat, otot involunter, kelenjar getah bening dan
persarafan. Dinding vagina memiliki banyak lipatan yang membantu agar
vagina tetap terbuka selama hubungan seksual atau proses persalinan
berlangsung.
Vagina adalah saluran yang menghubungkan mulut dan leher
rahim dengan bagian luar tubuh. Kanker yang menyerang vagina biasanya
ditemukan disaluran vagina atau pada dinding dalam vagina. Umumnya
kanker ini mnyerang perempuan yang memasuki usia menopause,
Sekalipun demikian bukan berarti perempuan yang tidak mungkin
terkena penyakit ini. Resiko besar juga dihadapi oleh perempuan yang
tidak menjaga kebersihan vagina serta perempuan yang sering melakukan
hubungan seksual gonta ganti pasangan.
Sekitar 50% penderita karsinoma skuamosa adalah wanita berusia 60
tahun keatas. Sebagian besar kasus kanker vagina ditemukan pada wanita
yang berusia 50-70 tahun dicurigakan. (Refda sabellah. 2009 : 84).
Terbanyak hampir 99 % adalah squamous cell carcinoma
(eperdimoid karsinoma), tomor primer vagina jauh lebih jarang
dibandingkan dengan tumor sekunder yang berasal dari penyebaran


jaringan disekitarnya. Dan ini terjadi kebanyakan pada wanita usia 50-70
tahun. Biasanya lesi muncul pada epertiga bagian progsimal diding
belakang vagina, yang kemudian melibatkan septum reuktovagina.
Penyebab kanker vagina
1. Masa menopause, Kebiasaan merokok
2. Perempuan pengidap kanker rahim
3. Perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan
berbeda-beda
4. Hubungan seksual pada usia dini
5. Infeksi HPV (human papiloma virus), sejenis virus yang menular
melalui hubungan seksual.
Gejala kanker vagina:
1. Yeri atau kesulitan dalam berkemih
2 . Sekresi (keluar)cairan encer dari vagina.
3 . Mengeluarkan cairan encer, dapat bercampur darah.
4 . Keluar cairan abnormal dari vagina
5 . Benjolan pada vagina bila kanker sudah berukuran besar, bisa
mempengaruhi fungsi kandung kemih dan rectum sehingga
penderita mengalami nyeri ketika berkemih.
6. Pendarahan vagina yang disebabkan kerusakan pada lapisan vagina
dan membentuk luka terbuka




Penangananya:
Basuhlah bagian luar vagina dengan air hangat bersih. Hindari
pemakaian produk-produk seperti cairan pembersih vagina (douching)
atau bedak. Ingat, douching akan membuat pH vagina menjadi tidak
seimbang dan mematikan bakteri komensal (bakteri yang hidup dalam
vagina) yang merupakan "penjaga" vagina .
Untuk tingkat klinik 0, dapat dilakukan vaginiktomi (pengangkatan
vagina), elektrokoteresasi, bedah krio (cryo surgery), penggunaan
sitostika topikal atau sinar leser. Vaginektomi. Setelah vaginektomi
mungkin harus dilakukan pencangkokan kulit untuk memperbaiki
kerusakan pada vagina.
Pembedahan
Bedah laser
- Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sebagian jaringan
di sekitarnya. Untuk memperbaiki vagina bisadilkukan pencangkokan
kulit yang diambil dari bagian tubuh lainnya.
- Vaginektomi (pengangkatan vagina).
J ika kanker telah menyebar keluar vagina, dilakukan vaginektomi dan
histerektomi radikal (pengangkatan rahim, ovarium/indung telur dan
tuba falopii/saluran indung telur). Pembedahan tersebut bisa disertai
dengan pengangkatan kelenjar getah bening.
- Eksenterasi dilakukan jika kanker telah menyebar keluar vagina dan
organ wanita lainnya. Pada pembedahan ini dilakukan pengang katan


kolon bawah, rektum atau kandung kemih (tergantung lokasi penyebaran
tumor) disertaipengangkatan serviks/leher rahim, rahim dan vagina.
Setelah pembedahan ini mungkin perlu dilakukan pencangkokan kulit
dan bedah plastik untuk membuat vagina buatan.
Terapi penyinaran
Pada terapi penyinaran digunakan sinar X dosis tinggi atau sinar
berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan
memperkecil ukuran tumor. Penyinaran yang berasal dari sebuah
mesin disebut radiasi eksterna, sedangkan penyinaran yang berasal dari
sebuah kapsul/tabung yang mengandung zat radioaktif dan
dimasukkan ke dalam vagina radiasi interna. Radiasi bisa digunakan
secara terpisah atau sesudah pembedahan.
Kemoterapi
Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel
kanker. Kemoterapi tersedia dalam bentuk pil atau suntikan intravena
(melalui pembuluh darah). Kemoterapi merupakan pengobatan
sistemik karena obat masuk ke dalam aliran darah dan bergerak ke
seluruh tubuh serta membunuh sel-sel kanker yang berada diluar
vagina. Pada kemoterapi intravagina, obat kemoterapi dimasukkan
langsung ke dalam vagina. (Hanifa Winkjosastro, 2005: 376-378).

2.1.3.6. Tuba fallopi (saluran telur)
Telah diketahui secara umum bahwa patensi tuba mutlak diperlukan


untuk pembuahan. Tumur ganas primer dituba sangat jarang lebih banyak
yang sekunder yang berasal dari tumor ganas ovarium, uterus, klorektal,
lambung dan payudara. Paling jarang diantara keganasan alat reproduksi
wanita (< 0,1%): Ditemukan 1:1000 kasus operasi genikologik
abdominal, dapat dijumpai pada semua umur mulai dari 20- 80 tahun,
dengan rata-rata puncaknya pada usia 52 tahun. Kejadian paling sering
ialah pada kelompok umur seperti pada karsinoma endometrium.
Kelainan pada tuba seperti akibat radang atau neoplasma hampir tidak
memungkinkan kehamilan. Apabila pembuahan terjadi juga, maka akan
menghasilakan kehamilan diluar uterus. ( Hanifa Winkjosastro, 2005:
396-397).
Gejala Tuba fallopi:
1. Perasaan nyeri terus menerus dan menjalar kepangkal paha,
punggung bagian bawah dan berdarah.
2. Mengalami infeksi gonokokus.
Penanganannya:
Penanganan utama yang dianjurkan adalah TAH +BSO +OM +
APP. Dan kemoterapi profilaksis, dinding perut harus logitodinal di lenia
mediana, cukup panjang untuk memungkinkan mengadakan eksplorasi
secara gentle (lembut) seluruh rongga perut dan panggul, khususnya
didaerah subdiafgramatika dan mengirimkan sampel cucian rongga perut
untuk pemeriksaan sitologi eksfoliatis. Bila perlu dapat dilakukan biopsi
pada jaringan yang dicuriga. (Hanifa Winkjosastro, 2005: 398-399).


2.1.3.7. Trofoblas
Penyakit trofoblas sekelompok penyakit yang berasal dari jaringan
trofoblas karena penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada
kehamilan. Penyakit troblas disebabkan karena kekurangan protein.
Kematian modigah menyebabkan perubahan pada vili korealis yang
mengalami heperplasia dan mengisap cairan, sehingga membentuk
gelembung. Kelainan pada sel troblas (Prak) , bahwa sel troblas mengalami
pertumbuhan abnormal, mengisap cairan dan mengalami kematian. Penyakit
troblas banyak dijumpai pada masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah,
paritas tinggi dan umur kehamilan wanita dibawah 20 tahun. dan kehamilan
diatas umur 35 tahun. Untuk menurunkan kejadian penyakit troblas tidak
dapat hanya pemberian penobatan klinis, tetapi harus diikuti dengan
perbaikan sosial ekonomi masyarakat, serta meneriama program keluarga
berencana. (Ida Bagos Gde Manuaba,1998 l: 422-423).
Gejala Troblas:
1. Rahim Membesar
2. Pendarahan dan syok
3. Ekspulsi gelembung mola hidatidosa
4. Pendarahan dari vagina yang tidak teratur
5. Kadar HCG yang meningkat





Penangananya:
1. Penangananya yaitu, dengan pengobatan intensif mola hidatidosa
sehingga kario karsinoma dapat diturunkan.
2. pemberian pengobatan klinis, tetapi harus diikuti dengan perbaikan
sosial ekonomi masyarakat, serta meneriama program keluarga
berencana.
3. Pengobatan penyakit Trofoblas ganas dilakukan terutama dengan
kemoterapi/sitostatika (obat pembunuh sel kanker). Pada saat iti sudah
ditemukan sebuah obat sitostatika yang sangat ampuh untuk
keberhasilan pengobatan penyakit Trofoblas ganas, yaitu
Methotrexate.
4. Semakin dini Penyakit Trofoblas Ganas ditemukan semakin baik hasil
pengobatannya. Walaupun penyakit Trofoblas ganas telah menyebar
ke paru, kemungkinan untuk sembuh masih besar.
5. Setelah pengobatan penyakit Trofoblas ganas, pemeriksaan berkala
oleh dokter tetap dibutuhkan.
6. Dianjurkan untuk menunda kehamilan sesuai dengan petunjuk dokter.

2.1.3.8. Kanker Mulut Rahim
Mulut Rahim adalah merupakan keganasan wanita yang paling
banyak. Perkembangan keganasan mulut rahim berjalan sangat lambat,
tetapi ironisnya, sebagian besar kedatangan penderiata sudah dalam
stadium lanjud, sehingga pengobatanya tidak memuaskan. Umur


keganasan mulut rahim antara 20, 30-60 tahun bahkan cenderung lebih
muda. (Ida Bagos Gde Manuaba,1998: 427).
Gejala Mulut Rahim:
1. Beser putih yang sulit sembuh.
2. spotting gangguan patrum mensturasi
3. Beser putih berdarah darah
4. Beser putih yang berbau
5. Pendarahan yang berkelanjutan dan disertai gejala anak sebar
(metastase) keganasan
Penangananya:
Lakukan pemeriksaan paska persalinan yaitu hari ke-42
(enam minggu) karena perlukaan servix dapat menjadi awal
terjadinya kanker mulut rahim. Dengan pengobatan nitra sagerti
tingtura, albutyl tingtura, termokauter, komisasi dan dianjurkan
periksa Pap Smear. (Ida Bagos Gde Manuaba.1998l: 428).

2.1.3.9. Korpus Uteri (Badan Rahim)
Keganasan korpus uteri terjadi pada usia lanjut, sekitar 40-80
tahun setelah melewati mati haid (menopause). Kejadiannya makin
meningkat sejalan dengan banyaknya wanita mencapai usia lanjut.





Gejala Korpus Uteri:
1. Beser putih kadang bercampur darah
2. Beser putih yang berbau serta campur darah
3. Pendarahan setelah beberapa tahun mati haid
4. Keluhan sesak di abdomen bagian bawah
Penanganannya:
1. Di lakukan pemeriksaan papsemear
2. Melakukan pemeriksaan dalam
3. Pemberian obat klinis, dan terutama dengan kemoterapi/sitostatika
(obat pembunuh sel kanker). Pada saat ini sudah ditemukan sebuah
obat sitostatika yang sangat ampuh untuk keberhasilan pengobatan
penyakit. Kemoterapi dapat merupakan pilihan tunggal atau
kombinasi. Umumnya program kemoterapi berkisar 1 5 hari
sekali yang diberikan setiap 2 4 minggu selama 6 12 kali untuk
satu siklus. lewat vena, lewat port.

2.1.4. Penyebaran Penyakit (Kanker)
1. Penyebaran Karsinoma pada vagina
Penyebaran tumor ganas (kanker) menuju kekelenjar getah bening
tergantung pada lokasi tumor. Biala proses ganas terdapat pada sepertiga
bagian atas vagina, penyebarannya akan terjadi seperti karsinoma
serviks; bila berlokasi pada sepertiga bagian distal vagina, menyebarnya
akan menyerupai karsinoma vulva.


2. Penyebaran karsinoma servisis Uterus Pada umumnya secara limfogen
melalui pembuluh getah bening menujuh 3 arah
a. Kearah fornises dan dinding vagina.
b. Kearah korpus Uterus
c. Kearah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut
(Hanifa Winkjosastro,2005: 377, 382).
Mengemfiltrasi septum rektovaginal dan kandunagan kemih.
Melalui membuluh getah bening dalam peratmitrium kanan dan kiri sel
tumor dapat menyebar kekelenjar iliak luar dan kelenjar iliak dalam
(hipograstika). Penyebaran melalui pembuluh darah tidak lazim.
Karsinoma serviks hanya terbatas pada daerah panggul saja. Penyebaran
secara limfogen menuju limfa regional dan secara perkontinutatum
(menjalar) menuju vergesis vagina, korpus uterus, rektum dan kandunan
kemih yang pada tingkat akhir (terminal stage) dapat menimbulkan
vestula rektum atau kandung kemih.
Kanker leher rahim dapat menyebar ke berbagai macam organ.
Diantaranya ke kelenjar getah bening, vagina, kandung kemih, rektum,
endometrium (selaput dinding rahim), dan ovarium (indung telur).
Masing-masing memberikan gejala yang berbeda-beda. Penyebaran
kanker leher rahim pada umumnya melalui peredaran kelenjar getah
bening, penyebaran melalui peredaran darah jarang terjadi.
3. Penyebaran pada karsinoma Ovarium


Tumor ganas ovarium menyebar secara limfogen ke kelenjar aorta,
mediastinal dan suprakvikular, untuk seterusnya menyebar ke alat-alat
yang jauh, terutama paru-paru, hati dan otak obstruksi usus dan uretur
merupakan masalah yang sering menyertai penderita ganas ovarium.
4. Penyebaran pada Tuba Fallopi (saluran telur)
Pada umumnya terjadi secara langsung ke alat sekitarnya, kemudian
melalui pembuluh getah bening ke abdomen, leher, daerah inguineal,
vagina, tuba, ovarium dan uterus. (Hanifa Winkjosastro,2005: 391, 397,
404).

2.2 Sistem Pakar
Bidang teknik kecerdasan buatan yang paling popular saat ini adalah
sistem pakar. Ini disebabkan penerapannya diberbagai bidang, baik dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan terutama dibidang bisnis telah
terbukti sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Sistem pakar
juga merupakan bidang teknik kecerdasan buatan yang paling luas
penerapannya.
2.2.1. Definisi Sistem Pakar
Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang
berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer
dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah
yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan


bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu
aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman (Kusumadewi,
2003:110).
Ada beberapa definisi tentang sistem pakar, antara lain:
(Kusumadewi, 2003:109)
1. Menurut Durkin: Sistem pakar adalah suatu program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang
dilakukan oleh seorang pakar.
2. Menurut Ignizio: Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang
berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana keahliannya dapat
dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
3. Menurut Giarratano dan Riley: Sistem pakar adalah suatu sistem
komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.
4. Menurut Martin dan Oxman: Sistem pakar adalah sistem berbasis
komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran
dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan
oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Kusumadewi, 2003:109).
Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, beberapa
contoh diantaranya :
Sistem Pakar Kegunaan
MYCIN Diagnosa penyakit radang pembuluh darah
DENDRAL Mengindentifikasi struktur molekular campuran
yang tidak dikenal


XCON& XCEL Membantu konfigurasi sistem komputer besar
SOPHIE Analisis sirkit elektronik
PROSPECTOR Digunakan di dalam geologi untuk membantu
mencari dan menemukan deposit
FOLIO Membantu memberikan keputusan bagi seorang
manajer dalam hal stok broker dan investasi
DELTA Pemeliharaan lokomotif listrik diesel
Tabel 2.1 Sistem Pakar yang Terkenal
(Sumber: Kusumadewi, 2003:110)
2.2.2 Latar Belakang Pengembangan Sistem Pakar
Seorang pakar dengan sistem pakar mempunyai banyak perbedaan.
Darkin (1994) mengemukakan perbandingan kemampuan antara seorang
pakar dengan sebuah sistem pakar.
Faktor Human Expert Expert System
Time availibility Hari kerja Setiap saat
Geografis Lokal/tertentu Dimana saja
Keamanan Tidak tergantikan Dapat diganti
Perishable/dapat habis Ya Tidak
Performansi Variable Konsisten
Kecepatan Variable Konsisten
Biaya Tinggi Terjangkau
Tabel 2.2 Perbedaan seorang pakar dengan sistem pakar
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:6)


Pengembangan penjelasan lebih lanjut mengenai keunggulan
sistem pakar dibanding seorang pakar, yaitu:
1. Sistem pakar bisa digunakan setiap hari menyerupai sebuah mesin
sedangkan seorang pakar tidak mungkin bekerja terus menerus setaip
hari tanpa beristirahat.
2. Sistem pakar merupakan suatu software yang dapat diperbanyak dan
kemudian dibagikan ke berbagai lokasi maupun tempat yang berbeda-
beda untuk digunakan sedangkan seorang pakar hanya bekerja pada
satu tempat dan pada saat yang bersamaan.
3. Suatu sistem pakar dapat diberi pengamanan untuk menentukan siapa
saja yang diberikan hak akses untuk menggunakannya dan jawaban
yang diberikan oleh sistem terbebas dari proses intimidasi atau
ancaman, sedangkan seorang pakar bisa saja mendapat ancaman atau
tekanan pada saat menyelesaikan permasalahan.
4. Pengetahuan (knowledge) yang disimpan pada sistem pakar tidak akan
bisa hilang atau lupa, yang dalam hal ini tentu harus didukung oleh
maintenance yang baik, sedangkan pegetahuan seorang pakar manusia
lambat laun akan hilang karena meninggal, usia yang semakin tua,
maupun menderita suatu penyakit.
5. Kemampuan memecahkan masalah pada suatu sistem pakar tidak
dipengaruhi oleh faktor dari luar seperti intimidasi, perasaan kejiwaan,
faktor ekonomi atau perasaan tidak suka.


6. Umumnya kecepatan dalam memecahkan masalah pada suatu sistem
pakar relatif lebih cepat dibandingkan oleh seorang pakar manusia.
7. Biaya menggaji seorang pakar lebih mahal bila dibandingkan dengan
penggunaan program sistem pakar (dengan asumsi bahwa program
sistem pakar itu sudah ada).
Ada beberapa alasan mendasar mengapa sistem pakar
dikembangkan untuk menggantikan seorang pakar, diantaranya:
1. Dapat menyediakan kepakaran tiap waktu dan di berbagai lokasi
2. Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan
seorang pakar
3. Seorang pakar akan pensiun atau pergi
4. Seorang pakar akan mahal
5. Kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat
2.2.3 Ciri-ciri Sistem Pakar
Sistem pakar merupakan program-program prakris yang
menggunakan strategi heuristic yang dikembangkan oleh manusia untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang spesifik (khusus).
Disebabkan oleh keheuristikannya dan sifatnya yang berdasarkan pada
pengetahuan, maka umumnya sistem pakar bersifat:
1. Memiliki informasi yang handal, baik dalam menampilkan langkah-
langkah antara maupun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan
tentang proses penyelesaian.


2. Mudah dimodifikasi, yaitu dengan menambah atau menghapus suatu
kemampuan dari basis pengetahuannya.
3. Heuristik dalam menggunakan pengetahuan (yang seringkali tidak
sempurna) untuk mendapatkan penyelesainannya.
4. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
5. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
6. Terbatas pada bidang yang spesifik.
7. dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap
8. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikan dengan cara
yang dapat dipahami.
9. Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu.
10. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.
11. Outputnya bersifat nasihat atau anjuran.
12. Output tergantung dari dialog dengan user.
13. Knowledge base dan Inference engine terpisah.
2.2.4 Perbandingan Sistem Konvensional dan Sistem Pakar
Perbandingan sistem konvensional dan sistem pakar yaitu :
Sistem Konvensional :
1. Informasi dan pemrosesan umunya digabungkan dalam satu program
sequential.
2. Program tidak pernah salah (kecuali pemrogramnya yang salah).
3. Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil
diperoleh.


4. Data harus lengkap.
5. Perubahan pada proram merepotkan.
6. Sistem bekerja jika sudah lengkap.
7. Eksekusi secara algoritmik (step-by-step).
8. Manipulasi pada database yang besar.
9. Efisiensi adalah tujuan utama.
10. Data Kuantitatif.
11. Representasi data dalam numerik.
12. Menangkap, menambah dan mendistribusikan data numerik atau
informasi.

Sistem Pakar :
1. Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (interface).
2. Program bisa saja melakukan kesalahan.
3. Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari sistem pakar.
4. Data tidak harus lengkap.
5. Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah.
6. Sistem dapat bekerja hanya dengan rules yang sedikit.
7. Eksekusi dilakukan secara heuristik dan logik.
8. Manipulasi efektif pada knowledge base yang besar.
9. Efektif adalah tuuan utama.
10. Data kualitatif.
11. Representasi pengetahuan dalam simbol.


12. Menangkap, menambah dan mendistribusikan pertimbangan
(judgment) dan pengetahuan.
2.2.5 Keuntungan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak keuntungan yang dapat diambil dengan
adanya sistem pakar, antara lain:
1. Memungkinkan orang awam mengerjakan pekerjaan para ahli
2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian pakar
4. Menigkatkan output dan produktifitas
5. Meningkatkan kualitas
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama
yang termasuk keahlian langka)
7. Mampu beroperasi dengan lingkungan yang berbahaya
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
9. Memiliki reliabilitas
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak
lengkap dan mengandung ketidakpastian
12. Sebagai media pelengkap dan pelatihan
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan




2.2.6 Kelemahan Sistem Pakar
Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga
memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
1. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan dimana pengetahuan tidak
selalu bisa didapatkan dengan mudah karena kadang kala pakar dari
masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang-kadang
pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.
2. Untuk membuat suatu sistem pakar yang benar-benar berkualitas tinggi
sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang angat besar untuk
pengembangan dan pemeliharaannya.
3. Boleh jadi sistem tak dapat membuat keputusan.
4. Sistem pakar tidaklah 100% menguntungkan, walaupun seorang tetap
tidak sempurna atau tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu diuji
ulang secara teliti sebelum digunakan.
2.2.7 Konsep Dasar Sistem Pakar
Menurut Efraim Turban (1995), konsep dasar sistem pakar
mengandung keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan
kemampuan menjelaskan.
Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang
tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh
bentuk pengetahuan yang termasuk keahlian adalah:
1. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu.
2. Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu.


3. Prosedur-prosedur dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup
permasalahan tertentu.
4. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah.
5. Meta- knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan).





Gambar 2.6 Konsep dasar fungsi sistem pakar
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:4)
Seorang pakar adalah orang yang mempunyai keahlian dalam
bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau kemampuan
khusus yang orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang
dimilikinya (Kusrini, 2006:3).
Knowledge base berisi pengetahuan sangat spesifik yang
disediakan oleh seorang pakar untuk memecahkan masalah tertentu.
Contohnya: knowledge dari seorang dokter ahli untuk mendiagnosa
penyakit tertentu. Knowledge planning disediakan oleh seorang konsultan
investasi.
Knowledge pada sistem pakar mungkin saja seorang ahli, atau
knowledge yang umumnya terdapat dalam buku, majalah, dan orang-orang
yang mempunyai pengetahuan terhadap suatu bidang.


Bagian dalam sistem pakar terdiri dari 2 komponen utama, yaitu
knowledge base yang berisi knowledge dan mesin inferensi yang
menggambarkan kesimpulan. Kesimpulan tersebut merupakan respon dari
sistem pakar atas permintaan pengguna.
Menurut Christian (2005) Inference engine adalah engine
pemroses knowledge yang dimodelkan berdasarkan konsep berpikir dari
expert penyedia knowledge. Inference engine beserta informasi yang
didapat dari sebuah masalah, berpasangan dengan knowledge yang
disimpan pada knowledge base, berusaha untuk mencari/ menarik
kesimpulan, jawaban dan rekomendasi guna memecahkan masalah
tersebut.
2.2.8 Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk sistem pakar, yaitu:
1. Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang
berdiri-sendiri tidak tergabung dengan software yang lainnya.
2. Tergabung. Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang
terkandung didalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakan
program dimana didalamnya memanggil algoritma suburtin lain
(konvensional).
3. Menghubungkan ke software lain. Bentuk ini biasanya merupakan
sistem yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu,
misalnya dengan DBMS.


4. Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer
khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya
sistem pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data
radar.
2.2.9 Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu: lingkungan
pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi
(consultation environment). Lingkungan pengembangan digunakan
sebagai pembangun sistem pakar baik dari segi pembangun komponen
maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh
seseorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi.
Gambar 2.7 Struktur sistem pakar
(Sumber: Sri Kusumadewi, 2003:114)
Komponen-komponen yang ada pada sistem pakar adalah sebagai
berikut:


1. Subsistem penambahan pengetahuan. Bagian ini digunakan untuk
memasukkan pengetahuan, mengkonstruksi atau memperluas
pengetahuan dalam basis pengetahuan. Pengetahuan itu bisa berasal
dari: ahli, buku, basis data, penelitian dan gambar.
2. Basis pengetahuan. Berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan
untuk memahami, memformulasikan dan menyelesaikan masalah.
3. Motor inferensi (inference engine). Program yang berisi metodologi
yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-
informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan
untuk memformulasikan konklusi. Ada 3 elemen utama dalam motor
inferensi, yaitu:
a. Interpreter: mengeksekusi item-item agenda yang terpilih dengan
menggunakan aturan-aturan dalam basis pengetahuan yang sesuai.
b. Scheduler: akan mengontrol agenda.
c. Consistency enforcer: akan berusaha memelihara kekonsistenan
dalam mempresentasikan solusi yang bersifat darurat.
4. Blackboard. Merupakan area dalam memori yang digunakan untuk
merekam kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan
sementara. Ada 3 tipe keputusan yang dapat direkam, yaitu:
a. Rencana: bagaimana menghadapi masalah.
b. Agenda: aksi-aksi yang potensial yang sedang menunggu untuk
dieksekusi.
c. Solusi: calon aksi yang akan dibangkitkan.


5. Antarmuka. Digunakan untuk media komunikasi antara user dan
program
6. Subsistem penjelasan. Digunakan untuk melacak respon dan
memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara interaktif
melalui pertanyaan:
a. Mengapa suatu pertanyaan ditanyakan oleh sistem pakar?
b. Bagaimana konklusi dicapai?
c. Mengapa ada alternatif yang dibatalkan?
d. Rencana apa yang digunakan untuk mendapatkan solusi?
7. Sistem penyaring pengetahuan. Sistem ini digunakan untuk
mengevaluasi kinerja sistem pakar itu sendiri untuk melihat apakah
pengetahuan-pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan
dimasa mendatang.
2.2.9.1 Basis Pengetahuan (Knowledge Based)
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam
penyelesaian masalah, tentu di dalam domain tertentu. Ada 2 bentuk
pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu:
1. Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan
menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan
apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu
permasalahan tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah
tersebut secara berurutan. Disamping itu, juga digunakan apabila


dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah langkah) pencapaian
solusi.
2. Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning).
Pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-
solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu
solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk
ini akan digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak
lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini
juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasus
tertentu dalam basis pengetahuan. Dalam studi kasus pada sistem
berbasis pengetahuan terdapat beberapa karakteristik yang dibangun
untuk membantu dalam membentuk serangkaian prinsip-prinsip
arsitekturnya. Prinsip tersebut meliputi:
1. Pengetahuan merupakan kunci kekuatan sistem pakar
2. Pengetahuan sering tidak pasti dan tidak lengkap
3. Pengetahuan sering miskin spesifikasi
4. Amatir menjadi ahli secara bertahap
5. Sistem pakar harus fleksibel
6. Sistem pakar harus transparan
2.2.9.2 Mesin Inferensi
Terdapat dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam sistem
pakar berbasis aturan, yaitu pelacakan ke belakang (backward chaining)
dan pelacakan ke depan (forward chaining). Pelacakan ke belakang adalah


pendekatan yang di motori tujuan terlebih dahulu (goal-driven). Dalam
pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan
yang memiliki tujuan tersebut untuk kesimpulannya.





Gambar 2.8 Proses Backward Chaining
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:19)
Pelacakan kedepan adalah pendekatan yang dimotori data (data-
driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan,
dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke
depan mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN.





Gambar 2.9 Proses Forward Chaining
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:20)


Kedua metode inferensi tersebut dipengauhi oleh tiga macam
penulusuran, yaitu Depth-first search, Breadth-first search dan Best-
first search.
1. Depth-first search, melakukan penulusuran kaidah secara mendalam
dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan.






Gambar 2.10 Diagram Alir Teknik Penelusuran Depth First Search
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:21)
2. Breadth-first search, bergerak dari simpul akar, simpul yang ada pada
setiap tingkat diuji sebelum pindah ke tingkat selanjutnya.






Gambar 2.11 Diagram Alir Teknik Penelusuran Breadth-first search
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:21)


3. Best-first search, bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode
sebelumnya.

Gambar 2.12 Best-First Search
(Sumber: Muhammad Arhami, 2005:21)
2.2.10 Kategori permasalahan dalam Sistem Pakar
Ada beberapa masalah yang menjadi area luas aplikasi sistem
pakar, antara lain:
1. Interpretasi. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk
diantaranya: pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra,
interpretasi sinyal, dan beberapa analisis kecerdasan.
2. Prediksi. Termasuk diantaranya: peramalan, prediksi demografis,
peramalan ekonomi, prediksi lalulintas, estimasi hasil, militer,
pemasaran, atau peramalan keuangan.


3. Diagnosis. Termasuk diantaranya: medis, elektronis, mekanis, dan
diagnosis perangkat lunak.
4. Perancangan. Termasuk diantaranya: layout sirkuit dan perancangan
bangunan.
5. Perencanaan. Termasuk diantaranya: perencanaan keuangan,
komunikasi, militer, pengembangan produk, routing, dan manajemen
produk.
6. Monitoring. Misalnya: Computer-Aided Monitoring Systems.
7. Debugging. Memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan.
8. Perbaikan.
9. Instruksi. Melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging, dan
perbaikan kinerja.
10. Kontrol. Melakukan kontrol terhadap interpretasi, prediksi, perbaikan,
dan monitoring kelakuan
2.2.11 Probabilitas Klasik (a priori probability)
Probabilitas merupakan suatu cara kuantitatif yang berhubungan
dengan ketidakpastian yang telah ada (Arhami, 2005:137). Teori probabilitas
klasik pertama kali diperkenalkan oleh Pascal dan Fermat pada tahun 1654
(Arhami, 2005:137). Kemudian banyak kerja yang telah dilakukan untuk
mengerjakan probabilitas dan ada beberapa cabang baru dari probabilitas
yang dikembangkan.
Probabilitas klasik disebut juga a priori probability karena
berhubungan dengan suatu permainan (games) atau sistem. Seperti yang


telah disebutkan sebelumnya, istilah a priori berarti sebelum (Arhami,
2005:138).
Rumus umum untuk probabilitas klasik di definisikan sebagai
peluang P(A) dengan n adalah banyaknya kejadian, nA merupakan
banyaknya hasil mendapatkan A. Frekuensi relatif terjadinya A adalah
maka (Arhami, 2005:138) :

P(A) =
Keterangan :
A : Gejala per usia
P(A) : Peluang gejala per usia
n : Total banyaknya gejala per usia
n(A) : Banyaknya hasil mendapatkan A

2.3 Perangkat Pemodelan Sistem dalam Pembuatan suatu Program.
Didalam merancang sistem informasi diperlukan suatu pemodelan
sistem untuk menggambarkan dan mengkomunikasikan secara sederhana
rancangan sistem yang dibuat, agar sistem mudah dipahami dan dikoreksi.
Melalui pemodelan sistem, dapat digambarkan aliran data yang akan
diproses menjadi informasi dan aliran distribusinya secara sederhana,
sehingga arus data dan informasi dapat terlihat secara jelas.
Ada tiga alasan yang menyebabkan pemakaian pemodelan sistem,
yaitu: (Pohan&Bahri, 1997:9)
n
A n ) (
n
A n ) (


1. Dapat memfokuskan perhatian pada hal-hal penting dalam sistem tanpa
mesti terlibat terlalu jauh
2. Mendiskusikan perubahan dan koneksi terhadap kebutuhan pemakai
dengan resiko dan biaya minimal
3. Menguji pengertian penganalisa sistem terhadap kebutuhan pemakai dan
membantu pendisain sistem dan pemrograman membangun sistem
Dalam dunia pemodelan sistem terdapat sejmlah cara yang
mempresentasikan sistem melalui diagram, perangkat pemodelan sistem
tersebut meliputi:
2.3.1 Diagram Konteks (Context Diagram)
Untuk menggambarkan suatu interaksi dalam sistem informasi
secara umum diperlukan suatu diagram konteks yang menjelaskan
mengenai keterkaitan sistem informasi tersebut dengan entitas-entitas
yang ada didalam sistem.
Diagram konteks menurut Pohan dan Bahri (1997:11) merupakan
kasus khusus DFD (Data Flow Diagram) atau bagian dari DFD
yangberfungsi memetakan model lingkungan, yang direpresentasikan
dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.
Diagram konteks menyoroti sejumlah karakteristik penting
sistem, yaitu:
Kelompok pemakai, organisasi atau sistem lain, dimana sistem
melakukan komunikasi yang disebut terminator


Data masuk, data yang diterima sistem dari lingkungan dan harus
diproses dengan cara tertentu
Data keluar, data yang dihasilkan sistem dan diberikan ke dunia luar
Penyimpana data (data store), digunakan secaa bersamaan bersama
antara sistem dengan terminator. Data ini dapat dibuat oleh sistem
dan digunakan oleh lingkungan atau sebaliknya, dibuat oleh
lingkungan dan digunakan oleh sistem. Hal ini berarti pembuatan
sistem data store dalam diagram konteks dibenarkan, dengan syarat
simbol tersebut merupakan bagian dari dunia di luar sistem
Batasan antara sistem dan lingkungan (rest of the word)
Aturan-aturan konteks diagram:
J ika terdapat banyak terminator yang mempunyai banyak masukan
dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu kali
sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan
ditandai secara khusus untuk menelaskan bahwa terminator yang
dimaksud adalah identik
J ika terminator mewakili individu atau personil, sebaiknya diwakili
oleh peran yang dimainkan personil tersebut. Alasan pertama adalah
kerana personil yang berfungsi melakukan itu dapat berganti
sedangkan diagram konteks harus tetap akurat walaupun personil
berganti. Alasan kedua adalah seorang personil dapat memainkan
lebih dari satu peran


Karena fokus utama adalah mengembangkan model esensi, maka
penting untuk membedakan sumber (sources) dan pelaku (handler).
Pelaku adalah mekanisme, perangkat atau media fisik yang
mentransformasikan data ke atau dari sistem. Karena pelaku serig
kali familiar dengan pemakai dalam implementasi sistem berjalan,
maka sering menonjol sebagai sesuatu yang harus digambarkan lebih
dari sumber data itu sendiri. Sedangkan sistem baru dengan konsep
pengembangan teknologinya membuat pelaku menjadi sesuatu yang
tidak perlu digambarkan
2.3.2. Data Flow Diagram (DFD).
Menurut Pohan dan Bahri (1997:16) Data Flow Diagram (DFD)
ini menggambarkan model sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi
yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.
Sebagai perangkat analisis, model ini hanya mampu memodelkan sistem
dari satu sudut pandang yaitu sudut pandang fungsi. Pada sjumlah kasus,
model ini biasa dinamakan berbeda seperti buble chart, buble diagram,
process model, work flow diagram dan function model.
DFD ini tidak hanya dapat digunakan untuk memodelkan sistem
pemrosesan informasi tetapi bisa juga sebagai jalan untuk memodelkan
keseluruhan organisasi, sebagai perencana kerja dan perencana strategi.
Ada empat komponen dari Data Flow Diagram : (Pohan dan Bahri,
1997:16)


Proses, merupakan kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh
orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang
masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan
keluar dari proses.


Gambar 2.13 Proses
(Sumber : Kendall & Kendall, 2003:265)
Arus Data, komponen ini mengalir diantara proses, simpanan
data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari
data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari
proses sistem.

Gambar 2.14 Aliran
(Sumber : Kendall & Kendall, 2003:265)
Simpanan Data, merupakan simpanan dari data yang dapat
berupa database di sistem komputer, arsip, kotak tempat data di
meja seseorang, tabel acuan manual, dan agenda atau buku.

Gambar 2.15 Simpanan Data.
(Sumber : Kendall & Kendall, 2003:265)
Kesatuan Luar, merupakan kesatuan (entitas) di lingkungan
luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem


lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan
memberikan input atau menerima output dari sistem.

Gambar 2.16 Kesatuan Luar
(Sumber : Kendall & Kendall, 2003:265)
Data Flow Diagram level n merupkan suatu diagram level yang
berfungsi menjabarkan diagram konteks (diagram level sebelumnya)
pada suatu sistem. Level tertinggi dalam DFD hanya mempunyai sebuah
proses yang memodelkan seluruh sistem. Pemberian nomor pada setiap
proses dalam DFD berguna untuk memudahkan penurunan DFD pada
level yang lebih rendah.
2.3.3. Entity Relationship (ERD).
Menurut Edi Winarko (2006:13) Entity Relationship Diagram
(ER-Diagram) adalah sebuah digram yang menggambarkan hubungan
atau relasi antar entitas (Entity), setiap entity terdiri atas satu atau lebih
attribut yang merepresentasikan seluruh kondisi atau fakta dari dunia
nyata yang ditinjau. Dengan ER-Diagram untuk mentransformasikan
keadaan dari dunia nyata ke dalam bentuk basis data.
Dalam pembahasan tentang ER-Diagram, terdapat bberapa
komponen yang terkait dan pelu dibahas:
Entitas.
Gambar 2.17 Simbol Entitas
(Sumber : winarko, 2006:13)



Dilambangkan dengan lingkaran elipse dengan keterangan nama
field didalamnya. Entitas memiliki fungsi sebagai simbol untuk
identitas nama field yang ada dalam tabel.
1. Tabel.
Gambar 2.18 Simbol Tabel
(Sumber : winarko, 2006:13)
Dilambangkan dengan persegi panjang dengan keterangan nama
label di dalamnya. Simbol ini akan berhubungan langsung dengan
entitas dan penghubung.
2. Penghubung.

Gambar 2.19 Simbol Penghubung
(Sumber : winarko, 2006:13)
Dilambangkan dengan belah ketupat yang akan berhubungan dengan
entitas yang menghubungkan antar tabel.
2.3.3.1. Kardinalitas atau Derajat Relasi
Kardinalitas relasi menunjukan jumlah maksimum entitas yang
dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Entitas-
entitas pada himpunan entitas mahasiswa dapat berelasi dengan satu
entitas , banyak entitas atau bahkan tidak satupun entitas dari himpunan
entitas kuliah. Begitu juga sebaliknya, entitas-entitas pada himpunan
entitas mahasiswa dan ada pula yang berelasi dengan satu entitas pada
himpunan entitas mahasiswa.


Dari sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar entitas
tersebut, kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang
terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain
dan begitujuga sebaliknya. Hubungan maksimum dari himpunan entitas
mahasiswa ke himpunan entitas kuliah adalah banyak (lebih dari satu)
dan demikian pula hubungan maksimum dari himpunan entitas kuliah ke
himpunan entitas mahasiswa adalah banyak (lebih dari satu). Dengan
demikian, kardinalitas relasi antara kedua himpunan entitas adalah
banyak ke banyak.
Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas
(misalnya A dan B) dapat berupa:
a. Satu ke satu (One to One)
Setiap setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan
paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan
begitu sebaliknya setiap entitas pada himpunan etitas A
berhubungan dengan paling banyak dengan entitas A

Gambar 2.20 Relasi satu ke satu
(Sumber: Fathansyah , 1999:77)



b. Satu ke banyak (One to Many)
Setiap setiap entitas pada himpunan entitas A dapat
berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B,
tetapi tidak sebaliknya , dimana setiap entitas pada himpunan
entitas B behubungan dengan paling banyak dengan satu entitas
pada himpunan entitas A.

Gambar 2.21 Relasi satu ke banyak
(Sumber: Fathansyah , 1999:78)
c. Banyak ke Satu (Many to One)
Setiap entitas pada himpunan entitas A behubungan paling
banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak
sebaliknya , dimana setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan degan paling banyak satu entitas pada himpunan
entitas B.

Gambar 2.22 Relasi banyak ke satu
(Sumber: Fathansyah , 1999:78)


d. Banyak ke banyak (Many to Many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian
juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B
dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan
entitas A.

Gambar 2.23 Relasi banyak ke banyak
(Sumber: Fathansyah , 1999:79)

2.4. Pengertian Sistem Database
Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas
sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi atau tugas khusus)
yang saling berhubungan dan saling bersama-sama bertujuan untuk
memenuhi suatu proses atau pekerjaan tertentu (Fatansyah, 1999:9).
Sedangkan basis dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut
pandang (Fatansyah, 1999:2), yaitu:
1. Himpunan kelompok data atau arsip yang saling berhubungan yang
diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali
dengan cepat dan mudah.


2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara
bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang
tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan
3. Kumpulan file atau tabel atau arsip yang berhubungan yang disimpan
dalam media penyimpanan elektronis
secara umum sebuah basis data merupakan sistem yang terdiri atas
kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di
sebuah komputer) dan sekumpulan program DBMS yang memungkinkan
beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan
memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.
Dalam sebuah sistem basis data secara lengkap akan terdapat
komponen-komponen utama sebagai berikut:
1. Perangkat keras (Hardware)
2. Sistem Operasi (Operating System)
3. Basis Data (Database)
4. Sistem (Aplikasi perangkat lunak) Pengelola Basis Data (DBMS)
5. Pemakai (User)
6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional)
Sebuah bahasa basis data biasanya dapat dipindah kedalam 2
bentuk (Fatansyah, 1999:15), yaitu:
1. Data Definition Language (DDL)
Struktur skema basis data yang menggambarkan atau mewakili
desain basis data secara keseluruhan disefinisikan dengan bahasa


khusus yang disebut Data Definition Language (DDL). Dengan bahasa
inilah dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel,
menentukan struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya. Hasil dari
kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam
file khususnya yang disebut kamus data (Data Dictionary).
Kamus Data merupakan suatu metadata atau superdata yaitu data
yang mendeskripsikan data sesungguhnya. Kamus data ini akan selalu
diakses dalam suatu operasi basis data sebelum suatu file data
sesungguhnya diakses.
2. Data Manipulation Language (DML)
Merupakan bentuk bahasa basis data yang berguna untuk
melakukan manipulasi dalam pengambilan data dalam suatu basis data.
Manipulasi data dapat berupa:
Penyisipan dan penambahan data baru ke suatu basis data
Penghapusan data dari suatu basis data
Pengubah data di suatu basis data
2.5. Bagan Alir (Flowchart.)
Bagan alir (Flowchart) dapat didefinisikan sebagai sebuah
bagan (chart) yang menunjukkan aliran di dalam program atau prosedur
sistem secara logika (J ogianto, 1999: 75). Flowchart ini biasanya
digunakan sebagai alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.
Bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukkan arus
kegiatan dari keseluruhan sistem. Bagan ini menjelaskan urutanurutan dari


prosedurprosedur yang ada dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan
apa yang dikerjakan di sistem.
Pedoman untuk menggambarkannya:
1. Sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari
bagian kiri suatu halaman
2. kegiatannya harus ditunjukkan dengan jelas
3. Ditunjukkan dengan jelas dimulai dan berakhirnya suatu
kegiatan
4. Masing-masing kegiatan sebaiknya digunakan suatu kata
yang mewakili suatu pekerjaan
5. Kegiatannya sudah dalam urutan yang benar
6. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ditunjukkan
dengan jelas oleh simbol penghubung
7. Digunakan simbol-simbol yang standar
Ada lima macam bagan alir :
a. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan :
Bagan yg menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan
dari sistem.
Menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada
didalam sistem.
Menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem
Simbol-simbol



Simbol Dokumen;
menunjukkan
input dan output
baik untuk proses
manual, mekanik
atau komputer

Simbol manual;
menunjukkan
pekerjaan manual

Simbol simpanan
offline ; file
nonkomputer
yg diarsip urut
angka (numerical)

Simbol simpanan
offline;file
nonkomputer
yg diarsip urut huruf
(akphabetical)

Simbol simpanan
offline; file non
komputer yg
diarsip urut tanggal
(chronological)

Simbol kartu punc;
menunjukkan i/o
yg menggunakan
kartu punch

Simbol Proses;
menunjukkan
kegiatan proses
dari operasi
program computer

Simbol operasi
luar; menunjukkan
operasi yg
dilakukan diluar
operasi komputer



Simbol sort offline;
menunjukkan
proses pengurutan
data diluar proses
computer

Simbol pita magnetic;
menunjukkan i/o
menggunakan pita
magnetic


Simbol disk ;
menunjukkan i/o
menggunakan
harddisk

Simbol diskette;
menunjukkan i/o
menggunakan Disket

Drum magnetik;
menunjukkan i/o
menggunakan
drum magnetic

Pita kertas berlubang;
menunjukkan i/o
menggunakan pita
kertas pita berlubang

Keyboard;
Menunjukkan input
yg menggunakan
online keyboard

Display; menunjukkan
output yg ditampilkan
di monitor

Hubungan
komunikasi;
menunjukkan
proses transmisi
data mell. Saluran
komunikasi

Garisalir;
Menunjukkan
arus dari proses




Penjelasan;
Menunjukkan
penjelasan dari
suatu proses

Penghubung;
Menunjukkan
penghubung ke
hlman yg sama
atau hlman lain

Pita Kontrol; menunjukkan penggunaan pita kontrol (control
tape) dlm batch control utk pencocokan di proses batch
processing
Tabel 2.3 Bagan alir sistem (sistem flowcharts)
(Sumber:http://library.gunadarma.ac.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-course-2004-
imamahmadt-66-perancis-r.pdf)
b. Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir
formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan :
Bagan alir yg menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk
tembusan-tembusannya
Menggunakan simbol-simbol yg sama dengan bagan alir sistem
c. Bagan Alir Skematik (schematic flowchart)
Merupakan bagan alir yg mirip dengan bagan alir sistem, yaitu
menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah
Bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir
sistem juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan
lainnya yg digunakan. Fungsi penggunaan gambar tsb adalah untuk


memudahkan komunikasi kepada orang yg kurang mengerti dgn
simbol-simbol bagan alir.
d. Bagan Alir Program (Program flowchart)
Merupakan bagan yg menjelaskan secara rinci langkah-langkah
dari proses program.
Dibuat dari derivikasi bagan alir sistem
Terdiri dari 2 bentuk :
a. Bagan Alir logika; digunakan untuk menggambarkan setiap
langkah didalam program komputer secara logika -->disiapkan
oleh analis sistem
b. Bagan alir komputer terinci
Menggunakan simbol-simbol sbb :

Input/output;
digunakan utk
mewakili data i/o

Proses; digunakan utk
mewakili suatu proses

Garis alir;
Menunjukkan
arus dari proses


Keputusan;
digunakan utk suatu
selrksi kondisi didlm
program

Penghubung;
Menunjukkan
penghubung ke
halaman yg sama

Proses terdefinisi;
Menunjukkan suatu
operasi yg rinciannya
ditunjukkan


atau halaman lain ditempat lain

Persiapan;
digunakan utk
memberi nilai awal
suatu besaran
Terminal;
Menunjukkan awal &
akhir dari suatu
proses
Tabel 2.4 Bagan alir program(program flowcharts)
(Sumber:http://library.gunadarma.ac.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-course-2004-
imamahmadt-66-perancis-r.pdf)
e. Bagan Alir Proses
Merupakan bagan alir yg banyak digunakan di teknik industri. Berguna
bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.
J uga dapat menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya
serta waktu yg diperlukan oleh suatu kegiatan
Simbol-simbol :
Tabel 2.5 bagan alir proses (proses flowcharts)

Menunjukkan suatau operasi

Menunjukkan suatu pemindahan

Menunjukkan suatu simpanan

Menunjukkan suatu inspeksi

Menunjukkan suatu penundaan/delay
(Sumber:http://library.gunadarma.ac.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-course-2004-
imamahmadt-66-perancis-r.pdf)


2.6. JSP (Java Server Pages)
J SP ( JavaServer Pages ) adalah suatu bahasa pemrograman web
(scripting) yang bersifat side server yang menggabungkan HTML dengan
scripting tag dan program java. Suatu dokumen J SP ditandai dengan berkas
ekstensi . Untuk menggunakan J SP pada modul ini, dibutuhkan aplikasi
Apache Tomcat sebagai webserver dan J ava Runtime Environment (JRE)
J SP ( JavaServer Pages ) merupakan perluasan dari tegnologi
servlet. Tujan dari J SP sendiri untuk mennyederhanakan penulisan servlet.
J SP sendiri sebelum dijalankan di servlet, akan dilkomplikasikan terlebih
dahulu menjadi servlet meskipun proses ini tidak terlihat oleh kita.
(Sirhartati wijono, 2007: 20)
J SP merupakan bagian dari J 2EE. Meski demikian halaman J SP
dapat di jalankan pada server dengan tanpa J 2EE. Sepanjang tersedia library
dari API J SP maka halaman J SP akan dapat dijalankan. Halaman jsp
merupakan sebuah file teks yan g berisikan tag-tag J SP, skriplet untuk
membungkus (encapsulate) kode java, content static (HTML, XML) dan
berbagai content lainnya. Pada prinsipnya halaman J SP dapat di anggap
sebagai sebuah halaman HTML dengan tambahan content khusus lainnya.
File J SP memiliki ekstensi jsp. J SP merupakan perluasan dari servlet yang
ketika di jalankan J SP maka akan dikomplikasikan terlebih dahulu dengan
servlet sehingga fungsinya sama seperti servlet, yaitu menerima request dari
client dan menerima response dinamis kepada client. Resplonse dinamis
dapat berupa HTML, DHTML, XHTML.


Garis Besar Pemakaian J SP
Pada prinsipnya pemakaian J SP mirip dengan pemakaian servlet.
Secara garis besar J SP dipakai sebagai berikut:
Client mengirimkan request HTTP kepada J SP-container (atau disebut
juga J SP engine).
J SP-container menentukan class yang mengimplementasikan halaman
J SP, yang dituju oleh request. (class ini disebut J SP page implementation
class).
J SP-container kemudian memanggil sala satu method dari class
implementasi tersebut untuk menangani request secatra dinamis yang
menghasilkan response yang berupa content halaman HTML.
Outpuht halaman HTML diserahkan kepada J SP-Container unuk
dikirimkan sebagai response kepada client/
Gambaran berikut ini memberikan ilustrasi sistem request atau
response berupa client dengan J SP.

(Sumber: Sirhartati wijono, 2007: 21)


J SP-container berada dibelakang sebuah server web atau server
aplikasi karena halaman J SP berisi komponen tekstual maka J SP harus
diterjemahkan supaya dapat diterjemahkan oleh jsp container.
Halaman J SP terdiri dari empat komponen utama:
Bahasa pokok, yaitu bahasa yang dipakai dalam file output ketika J SP di
eksekusi. Ini dapat berupa HTML, XML, DHTML atau XHTML.
Elemen-elemen J SP. Secara garis besar ada tiga elemen dalam
spesifikasi J SP yang berkaitan dengan sintaks inti (core syntax):
- Directive standar.
- Elemen Scrilptipe.
- Action standar
Expression language.
Kode java yang terletak dalam elemen-elemen skripting: scriplet,
declaration san exprension.
(sumber: Sirhartati wijono, 2007: 255-260).
2.6.1. Kelebihan JSP
J SP semakin popular mereka memiliki beberapa kelebihan, antara
lain:
1. Mudah dibuat dan dijalankan tetapi lebih sulit dari pada program
lainnya seperti PHP dll.
2. Mampu berjalan pada web server dengan sistem operasi yang berbeda-
beda: J SP mampu berjalan dengan sistem operasi UNIX, keluarga
windows dan machintos


3. J SP bisa didapatkan secara gratis
4. Dapat berjalan pada web server yang berbeda: J SP mampu berjalan
pada web server yang berbeda-beda, seperti Microsoft personal Web
Server, Apache J akarta Tomcat, Apache HTTP Server, Sun J ava
System Aplication Server, Orecle Aplication Server dan Microsoft
Internet Information.
5. Dapat di-embeded: J SP dapat diletakan dalam tag HTML, XML,
XHTML.
2.6.2. Skrip JSP
Skrip J SP berkedudukan sebagai tag dalam bahasa HTML
(Hypertext Markup Language) adalah bahasa standar membuat halaman-
halaman web (Sirhartati wijono, 2007: 35). Adapun kode berikut adalah
contoh kode jsp yang berada di dalam kode HTML:
<%@ page contentType="text/html; charset=iso-8859-1" language="java"
import="java.sql.*" errorPage="" %>
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1"
/>
<title>My First J SP</title>
</head>


<body>
<%
<h<%=%>>Hello World !</h<%=i>>
%>
}
%>
<body>
</html>
Kode inilah yang merupakan kode J SP. Kode J SP diawali dengan <%@page
dan diakhiri dengan %>. pasangan kedua kode inilah yang berfungsi sebagai
tag kode J SP.

2.7. MySQL
+E4gN4 g>4`
U^O4^- .E_Uu4C )
4O- _ OUu4C4 4` )
)OE^- @O4l^-4 _
4`4 7OO }g` O~4O4 )
E_Uu4C 4 lO*:EO O)
geEU ^O- 4 U;C4O
4 `)4C ) O) U4-g
-)lG` ^)_
Artinya: Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak
ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang
di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan


Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan
bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis
dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS Al-anaam/6:59)
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ibnu Hatim meriwayatkan
dari Ibnu Abbas, ia berkata ; Allah menciptakan an-nun, yaitu tinta dan
Allah juga menciptakan alwah (jamak dari lauh yang berarti papan, batu atau
sejenisnya, yang ditulisi di atasnya, atau dapat juga berarti lembaran-
lembaran tulisan). Kemudian Allah menuliskan semua urusan dunia di
dalamnya hingga tuntas penulisann penciptaan makhluk atau rizki yang halal
ataupun yang haram, amal kebaikan atau amal keburukan, lalu Ibnu Abbas
membaca ayat di atas. Dengan memahami ayat dan tafsir ayat di atas, maka
fungsi kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) dalam konteks sains adalah sebagai
sebuah database untuk menyimpan semua data. Salah satu program database
adalah MySQL.
MySQL adalah suatu database server yang sangat terkenal di dunia dan
merupakan open source SQL database (database SQL yang opensource)
(Sunyoto, 2007:145). MySQL merupakan database server di mana
pemrosesan data terjadi di server dan client hanya mengirim data dan
memindah data. Pengaksesan dapat dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja
dengan catatan komputer telah terhubung ke server. Lain halnya dengan
database dekstop dimana segala pemrosesan data seperti penambahan data
ataupun penghapusan data harus dilakukan pada komputer. MySQL termasuk
dalam kategori database management system, yaitu database yang terstruktur
dalam pengolahan dan penampilan data. MySQL merupakan Relational


Database Management System (RDBMS) yaitu hubungan antar tabel yang
berisi data-data pada suatu database (Kadir, 2001:353). Hal tersebut lebih
baik daripada jika semua data terkumpul menjadi satu dalam satu tabel.
Kelebihan hal diatas, yaitu dapat mempercepat, pencarian suatu data. Tabel-
tabel tersebut di-link oleh suatu relasi yang memungkinkan untuk
mengkombinasikan data dari beberapa tabel ketika seorang user
menginginkan menampilkan informasi dari suatu database maka data akan
dapat ditampilkan.
2.7.1. QUERIES
MySQL dapat melakukn proses query dan menentukan informasi
yang diinginkan. Nilai yang dikembalikan dari proses query berupa
recordset (Sunyoto, 2007:146).
Contoh perintah query:
SELECT fName FROM Customer
Query diatas menyeleksi semua data dalam kolom fName pada tabel
Customer. Nilai recordset yang dikembalikan dapat dilihat seperti tabel di
bawah ini:
fName
Andi
J oni






2.8. Penyakit, Pengobatan dan Kesehatan Dalam Islam
1. Pandangan Islam Pada Penyakit
Dalam pandangan Islam sehat dan sakit adalah anugerah dan
takdir Allah. Pada sisi lain, sakit juga pada hakikatnya merupakan ujian
dari-Nya. Setiap orang yang diuji misalnya dengan sakit atau musibah
harus mampu bersabar dan tawakal. Ujian itu jika dihayati secara
mendalam, sesungguhnya karena Allah mencintai hambanya yang di
ujinya itu. Thurmudzi dan Ibn Majah meriwayatkan hadist.
Sesungguhnya jika Allah Taala mencintai suatu kaum,
diujinya dengan berbagai macam cobaan. Maka barang siapa dengan
ridha menerima ujian itu, niscaya ia akan mendapatkan keridhaan
Allah. Dan siapa yang berkeluh kesah dalam menerima ujian itu, dia
akan memperoleh kemurkaan Allah
Karena itu setiap orang yang mendapat cobaan baik berupa sakit
atau musibah sepatutnya ia tawakal, tidak berputus asa. (Basri Iba
Asghary, 1994: 4-5)
Ditekankan juga peringatan bahwa perut merupakan sumber
utama penyakit: Al-maidat baid adda dan oleh karena itu ditemukan
banyak sekali tuntutan baik dalam Al-Quran maupun hadist Nabi Saw
yang berkaitan dengan makanan, jenis maupun kadarnya. (Moh Quraish
Shihab, 2001: 184)


Para ahli dibidang kedokteran mengakui bahwa perut itu
merupakan sumber dari segala penyakit Perut adalah sumber
penyakit, dan pemeliharaannya merupakan obat yang paling utama.
Dikalangan medis terkenal semboyan Mencegah lebih baik
dari pada mengobat. Umar Ibn Khattab pernah berkat : Kuasailah
nafsu lambungmu, sebab dialah yang merusak jasadmu, yang
mendatangkan penyakit dan menyia-nyiakan shalat. Rasulullah
memberikan peringatan kepada ummatnya: Ilmu dan akal tidak
mungkin ada bersamah lambung yang penuh dengan makanan.
Keadaan yang terlalu kenyang bisa menimbulkan macam-macam
penyakit yang dapat mengganggu fungsi organ-organ tubuh. (Basri Iba
Asghary, 1994: 91)
Dan dikatakn dalam Riwayat (HR.Bukhari): Larilah dari
penderita lepra sebagaimana kamu lari dari harimau. {HR.Bukhari}.
Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan sesuatu
kebaikan maka Allah berfirman kepada malaikat: Catatlah bagi
hambaku pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sehat. Adapun
orang-orang dzalim yg tidak membenarkan dan tidak mengamalkannya
maka ayat- ayat tersebut tidaklah menambah baginya kecuali kerugian.
Karena hujjah telah ditegakkan kepadanya dengan ayat-ayat itu.
Pandangan islam tentang penyakit-penyakit mencakup banyak
hal, yang boleh jadi tidak terjangkau oleh pandangan ilmu kesehatan
moderen, oleh karena itu islam mendorong agar memiliki kalbu yang


sehat dari segala macam penyakit dengan jalan bertobat, dan
mendekatkan diri kepada tuhan, karena sesungguhnya dengan
mengingat Allah jiwa akan memperoleh ketenangan (Al-Rad: 28)
4g~-.- W-ONL4`-47
O'4;C>4 _+OU~
@O^O) *.- @O-O)
*.- O'E;C> COU^-
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka
manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Namun dalam ajaran
islam juga ditekankan bahwa penyakit, obat dan upaya hanyalah sebab,
sedangkan penyebab sesungguhnya dibalik sebab dan upaya itu adalah
Allah Swt seperti ucapan nabi Ibrahim a.s yang diabadikan dalam Al-
Quran surat Al-Syuara ayat 80
-O)4 e;@O4` 4O_ --g;=EC
Artinya: apabila aku sakit dialah (allah) yang menyembuhkan
aku
Para ulama sering mengaitkan penyakit dengan siksa Allah. Al-
Baqih dalam tafsirnya mengenai surat al-fatihah mengemukakan sabda
Nabai saw penyakit adalah cambuk tuhan dibumi ini, denganya dia
mendidik hambah-hambanya
Hai manusia , telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran
dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ". ( QS. 10 : 57 )


" Setiap Penyakit itu pasti ada obatnya, jika tepat obatnya maka
Penyakit akan Sembuh dengan izin Allah 'Azza wa Jalla ". ( HR.
Muslim ).
Siksa Allah didunia, akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum
alam. Hukum alam antara lain membuktikan bahwa makanan yang
kotor mengakibatkan penyakit, seseorang yang melanggar hukum pada
hakikatnya melanggar perintah Allah, sehingga penyakit merupakan
siksa-nya didunia yang harus dihindari oleh orang yang bertaqwa.
Oleh karena itu Islam Menekankan bahwa timbulnya penyakit
yaitu datang dari kecerobohan manusia itu sendiri selain ujian dari
Allah Taala, dan Allah memberikan penyakit serta memberikan
obatnya. Serta timbulnya penyakit juga dijelaskan dalam Islam dari
perut. (Moh Quraish, 2001: 145)
2. Pengobatan Penyakit dalam Islam
AlQuran Sebagai Penawar/ Pengobat Penyakit
Nj)O46+^4 =}g` p-47O^-
4` 4O- 7.g- O4uO4O4
4-gLg`uUg 4 C@O4C
4-g)U-- ) -4O=OE=
Artinya: Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan
Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim
selain kerugian. (Q.S. Al-Isra:82).


Indikasi secara implisit yang terdapat dalam ayat diatas
menyebutkan bahwa Al-Quran dapat dipergunakan sebagai
petunjuk untuk penyembuhan/penawar atau obat dan rahmat.
Ayat suci Al-Quran, dalam surat Al-Isra diatas dapat ditafsirkan
dengan beberapa ayat dalam surat lain, dan diluar itu kemudian
dijelaskan oleh Rasululah SAW. Al-Quran sebagai penyembuh
penyakit rohani, yakni jika isinya diaplikasikan dalam kehidupan.
Al-Quran memberikan petunjuk dengan metode yang rasional
bagaimana menyembuhkan penyakit yang terdapat dalam kalbu,
yakni harus mempercayai Al-Quran, menambilmamfaat membaca
dan menerimanya. (Basri Iba Asghary, 1994: 1-2)
Adapun metode Al-Quran dalam penyembuhan penyakit
luar atau fisik, dengan jelas Allah megajarkan kepada hamba-
hambanya yang mukmin bahwa J ika aku sakit dialah (Allah) yang
menyembuhkan, penyembuhan itu harus dengan sarana, seperti
obat. Sala satu sarana obat yang disodorkan Al-Quran adalah madu
yang dihasilkan oleh lebah, sebagai minuman yang mengandung
unsur penyembuhan bagi manusia (Q.S 16/An-Nahl:69)
Oj>7 }g` ]7
g4OEE1- OUc
+lc l)4O 17O _
NO^C }g` E_g^O7C+
_-4O= 7-)U4^CO`
+O+^4O^ gO1g


7.g- +EELUg Ep)
O) ElgO LO4CE Og
4pNO-4-4C ^g_
Artinya: Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-
buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan
(bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang
menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang
yang memikirkan. (Basri Iba Asghary, 1994: 3)
Dan dijelaskan juga dalam hadist: Bisyr bin Muadz Al-Bashri
menceritakan dari Usama bin syarik berkata: Wahai Rasulullah kita
tidak perlu berobat? Beliau bersabda: Ya, hai hamba-hamba Allah,
berobatlah karena sesunguhnya Allah tidak menciptakan penyakit
melainkan menciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit.Mereka
berkat:Wahai Rasulullh apa itu? Beiau menjawab: Tua Bangka
(Moh. Zuhri Dipl 1992. Terjemah Sunan At-Tirmidzi: hal. 542)
Dalam hadist lain di jelaskan yang di Riwayatkan (H.R. An-
Nasai). Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan
diturunkan juga obatnya. Maka berobatlah. (H.R. An-Nasai).
(Basri Iba Asghary, 1994: 4)
Dan dijelaskan juga Sesungguhnya Allah tidak menurunkan
obat, dan dijadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka


berobatlah. Tetapi janganlah kamu berobat dengan obat yang
haram. (H.R. Abu Daud).
Dari hadist diatas yang diriwayatkan oleh H.R. Abu Daud,
bahwasannya suatu obat yang diperbolehkan oleh Rasulullah kepada
ummat muslim yaitu obat yang halal dan tidak haram. (Bey Arifin,
1993: 344)
Barang siapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli
pengobatan maka dia bertanggung jawab Allah tidak menjadikan
penyembuhanmu degan apa yang diharamkan atas kamu.Yang
haram tidak dapat dijadikan obat utk menyembuhkan penyakit.
Apabila seorang yg sakit dari kamu menginginkan sesuatu makanan
berikanlah. Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat .
Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan
lebih baik daripada kesehatan.
Dalam ayat ini menjelaskan ketika kita sakit maka yang
pertama kali yang bisa menolong kita adalah Allah dan hanya karena
kehendaknya kita akan sembuh. Dan dalam Al-Quran surat (QS.
An-Anbiya 21 : 83) dibawah ini.
OGC4 ^O) OE14^
+O+4O O)E+
=/j_OO4` GOO-
=e^4 NEOO
--gOO- ^g@


Artinya:Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru
Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit
dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua
Penyayang". (Moh Quraish Shihab, 2001: 186)

3. Kesehatan dalam Islam
Islam menetapkan tujuan pokok untuk memelihara kesehatan,
dan tidak heran bahwa Islam amat kaya dengan tuntunan kesehatan.
Kesehatan dalam pandangan Islam yaitu: sehat yang diartikan sebagai
keadaan baik segenap badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit).
(Sumber : Moh Quraish Shihab, 2001:181)
Telah di singgung bahwa dalam tinjauan ilmu kesehatan dikenal
berbagai jenis kesehatan dan penyakit, yang di akui pulah oleh pakar
Islam. Oleh karena itu dalm konteks kesehatan ditemukan sekian
banyak petunjuk kitab suci dan sunnah Nabi Saw, dan pada dasarnya
mengarah pada pencegahannya. Salah satu sifat manusia yang secara
tegas dicintai Allah adalah orang yang menjaga kebersihan. Firman
Allah SAW dalam surat (Al-Muddatstsir 74:4-5)
El44Og4 O)-_C ^j
4O;_OO-4 Ou-
Artinya: Dan bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkanlah
segala macam kekotoran.
(Sumber : Moh Quraish Shihab, 2001: 183)


Oleh karena itu kesehatan identik dengan kebersihan dan suci
dimana dalam Agama Islam manusia diajarkan untuk membersihkan
diri, dan juga dalam ilmu kesehatan manusia diharuskan untuk
membersihkan diri agar diajauhkan dari segala penyakit. Dan Al-
Quran juga mengagungkan thaharah dengan segala demensi yang
berbeda-beda daiantaranya dalam firman Allah.
_ Ep) -.- OUg47 4-)O+--
OUg474 -@O)-_C4^-
^ggg
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
taubat yang menyukai orang-orang yang mensucukan diri. (QS. Al-
Baqarah:222).
Firmannya yang lain:
ggOOg ~E}jO ]Oclg47 p
W-NOO_C4-4C _ +.-4
OUg47
-@O)-_-C^-
^g
Artinya: Di dalamnya ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bersih. (QS. At-Taubat:108).
Dalam ayat-ayat Al-Quran diatas menjelaskan wudu atau
bersusuci dengan segala macam tata cara ketentuan-ketentuan
Islamiyah merupakan sarana untuk kesucian badan dan pakaian. Dan
Rasulullah juga memerintahkan untuk selalu menjaga kebersihan.,


yang apabilah tubuh manusia kotor maka akan mudah diserang
penyakit, dan jika tubuh manusia bersih maka akan sehat. (Zaghlul
an-Najjar. 2006: 187)
Dan ditegaskan dalam alQuran surat (QS. Al-Maidah 5:32)
;}4`4 E-41;O
.4^^: 41;O
"EE4- 4OgE_ _ ;4
_^>47.E_ 4LUc+O
ge4L)O4l^) O Ep)
-LOOg1 _u4g)` Eu4
CgO O) ^O-
]O)O;O ^@g
Artinya:Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang
manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia
semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul
Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian
banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui
batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.
Menghidupkan disini bukan saja yang berarti memelihara
kehidupan, tetapi juga dapat mencakup upaya memperpanjang harapan
hidup dengan cara apapun yang tidak melanggar hukum. Demikian
suatu contoh, bagaimana ayat-ayat Al-Quran dipahami dalam konteks
peristiwa paling mutakhir dalam bidang kesehatan. (Moh Quraish
Shihab, 2001: 187)







BAB III
DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Metodologi Penelitian
1. Pengumpulan data-data yang diperlukan
Beberapa metode yang akan dipakai dalam pengumpulan data:
a. Studi Literatur
Pada metode ini penulis akan melakukan pencarian, pembelajaran
dari berbagai macam literatur dan dokumen yang menunjang
pengerjaan tugas akhir ini khususnya yang berkaitan dengan sistem
pakar untuk mendiagnosa secara dini penyakit kanker kandungan.
b. Observasi
Melakukan pengamatan terhadap data yang diteliti, melakukan
interview dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan pembuatan
program untuk mendiagnosa penyakit kanker kandungan yaitu
dengan pakar dokter
c. Browsing
Melakukan pengamatan ke berbagai macam website di internet yang
menyedikan informasi yang relevan dengan permasalahan dalam
pembuatan sistem ini.



2. Analisa data yang telah dikumpulkan
Membuat analisa terhadap data yang sudah diperoleh dari hasil observasi
yaitu menggabungkan dengan laporan survey dan kebijakan pemakai
menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan pemodelan.
3. Perancangan dan Desain Sistem
Memahami rancangan sistem pakar sesuai data yang ada dan
mengimplementasikan model yang diinginkan oleh pengguna. Pemodelan
sistem ini berupa blok diagram area permasalahan, blok diagram fokus
permasalahan, blok diagram faktor kritis, dependency diagram serta
perancangan database dengan didukung pembuatan context diagram , data
flow diagram, ER-Diagram dan flowchart, guna mempermudah dalam
proses-proses selanjutnya.
4. Pembuatan Aplikasi
Tahap ini merupakan tahap pembuatan dan pengembangan aplikasi sesuai
dengan desain sistem yang ditetapkan pada tahap sebelumnya. Sistem
Pakar untuk mendiagnosa dini penyakit kanker kandungan ini dibangun
berbasis web dengan J SP dan MSQL.
5. Uji Coba dan Evaluasi
Menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur dan sistem secara
keseluruhan. Pada tahap ini, dilakukan uji coba sistem yang telah selesai
disusun dengan menggunakan kuisioner. Proses uji coba ini diperlukan
untuk memastikan bahwa sistem yang telah dibuat sudah benar, sesuai


dengan karakteristik yang ditetapkan dan tidak ada kesalahan-kesalahan
yang terkandung di dalamnya.
6. Pembuatan Laporan
Tahap terakhir ini merupakan dokumentasi pelaksanaan tugas akhir.
Diharapkan, laporan tugas akhir ini bermanfaat bagi pembaca yang ingin
mengembangkan sistem ini lebih lanjut maupun pada lain.
3.2. Analisis Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Dalam pembangunan sistem berbasis pengetahuan, pengetahuan yang
telah diekstrak dipresentasikan ke dalam bentuk yang dapat di proses oleh
komputer. Representasi pengetahuan merupakan kombinasi sistem
berdasarkan dua elemen, yaitu struktur data dan penafsiran prosedur yang
digunakan sebagai pengetahuan untuk menyimpan struktur data. Basis
pengetahuan merupakan inti program dari sistem pakar dimana basis
pengetahuan ini merupakan representasi pengetahuan (Knowledge
Representation) dari seorang pakar.
3.2.1 Blok Diagram Area Permasalahan
Pembuatan blok diagram dimaksudkan untuk membatasi lingkup
permasalahan yang dibahas dengan mengetahui posisi pokok bahasan pada
domain yang lebih luas. Pada blok diagram ini, dapat dilihat bahwa
penyakit kanker kandungan yang dijadikan sebagai area permasalahan.
Sedangkan yang akan di prototipekan hanyalah sebuah bagian dari domain
permasalahan yaitu penyakit kanker kandungan.


Gambar 3.1. Blok Diagram Area Permasalahan

Keterangan Blok Diagram Permasalahan
a. Kanker adalah perkembangbiakan sel secara abnormal yang tak
terkendali yang akan terus mengalami pertumbuhan kecuali jika ada
sesuatu yang bisa menghentikannya.
b. Kanker kandungan adalah kanker yang terjadi pada seorang wanita
yang menyebar (metastasizes) keluar uterus, sel-sel kanker seringkali
ditemukan di simpul-simpul getah bening, syaraf-syaraf, atau
pembuluh-pembuluh darah yang berdekatan, yang dapat menggorogoti
seorang wanita. (Gegg Miller, 2008:1)
c. Rheumatoid arthritis (RA) adalah suatu penyakit autoimun yang
menyebabkan peradangan kronis sendi-sendi. Rheumatoid arthritis
dapat juga menyebabkan peradangan dari jaringan sekitar sendi-sendi,
begitu juga pada organ-organ lain dalam tubuh.
(Sumber:http://library Informasi tentang Penyakit Rheumatoid
Arthritis.htmaco.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-course-2007-imamahmadt-66
perancisr.pdf).


d. Multiple sclerosis (MS) adalah suatu penyakit dimana syaraf-syaraf dari
sistim syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang atau spinal cord)
memburuk atau degenerasi. Myelin, yang menyediakan suatu penutup
atau isolasi untuk syaraf-syaraf, memperbaiki pengantaran (konduksi)
dari impuls-impuls sepanjang syaraf-syaraf dan juga adalah penting
untuk memelihara kesehatan dari syaraf-syaraf.
(Sumber:http://library Informasi Tentang Penyakit Multiple Sclerosis.htm
co.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-course-2007-imamahmadt-66 perancisr.pdf).
e. Antinuclear antibodies (ANAs) adalah antibodi-antibodi yang tidak
biasa, dapat terdeteksi di darah, yang mempunyai kemampuan mengikat
pada struktur-struktur tertentu didalam nukleus dari sel-sel. Nukleus
adalah inti yang paling dalam didalam sel-sel tubuh dan mengandung
DNA, materi genetik utama.
(Sumber:http://library Informasi Tentang Antinuclear Antibody Test (ANA).htm
co.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdl-course-2007-imamahmadt-66 perancisr.pdf).
f. Scleroderma adalah suatu penyakit autoimun dari jaringan penghubung.
Penyakit autoimun adalah penyakit-penyakit yang terjadi ketika
jaringan-jaringan tubuh diserang oleh sistim imunnya sendiri.
Scleroderma dikarakteristikan oleh pembentukan dari jaringan parut
(fibrosis) pada kulit dan organ-organ tubuh.
(Sumber:http://library Informasi Tentang Scleroderma.htmco.id/files/disk1/2/
jbptgunadarma-gdl-course-2007 imamahmadt-66 perancisr.pdf).





3.2.2 Blok Diagram Fokus Permasalahan
Setelah menemukan area permasalahan yang akan diprototipekan
yaitu Kanker kandungan maka proses selanjutnya adalah membentuk ke
dalam blok diagram yang lebih fokus. Pada blok diagram fokus
permasalahan terdapat permasalahan yaitu lupus di mana terfokus pada
jenis penyakit , yaitu diklasifikasikan Servix, Uterus, dan Ovarium, Vulva,
Vagina, Tuba Falopi, Troblas, Mulut Rahim dan Korpus Uterus.
Blok diagram fokus permasalahan digunakan untuk menjelaskan
situasi penentuan keputusan untuk diagnosa akhir berupa prosentase kanker
kandungan, yang terdiridari 9 macam antara lain prosentase servix,
prosentase ovarium, prosentase vulva, prosentase vagina, prosentase
troblas, prosentase mulut rahim dan prosentase korpus uterus berdasarkan
gejala yang dipilih user.



Gambar 3.2 Blok Diagram fokus permasalahan



Keterangan Blok Diagram fokus Permasalahan
a. Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area
leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang
menghubungkan rahim dengan vagina. (Arif Masjoer, Kuspuji
Triyanti, 2001: 379)
b. Kanker Rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker jaringan
endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium,
tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70
tahun. Rahim adalah organ reproduksi betina yang utama pada
manusia.
(Sumber:http://library.Kanker rahim.htm.ac.id/files/disk1/2/jbptgunadarma-gdlcourse
2007-imamahmadt-66-perancis-r.pdf).
c. Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada
ovarium (indung telur). Kanker ovarium paling sering ditemukan pada
wanita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita
kanker ovarium. (Ida Bagus Gde Manuaba, 1998: 431-432)
d. Kanker Vulva adalah tumor ganas di dalam vulva. Vulva merupakan
bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi labia, lubang
vagina, lubang uretra dan klitoris. 3-4% kanker pada sistem reproduksi
wanita merupakan kanker vulva dan biasanya terjadi setelah
menopause. (Ida Bagus Gde Manuaba, 1998: 427)
e. Karsinoma Vulva adalah kanker yang terdapat pada wanita bagi (pasca
mopause), terutama dalam dekade ke-7 sebagai puncak insidensi,
paling tidak mengenai 30% wanita kelompok umur 27-70 tahun,


terbanyak umur 50-70 tahun dan merupakan 3-4% dari semua
keganasan genelogik. ( Hanifa Winkjosastro, 2005: 367)
f. Kanker Vagina adalah tumor ganas pada vagina. Vagina adalah
saluran sepanjang 7,5-10 cm; ujung atasnya berhubungan dengan
serviks (leher rahim/bagian terendah dari rahim), sedangkan ujung
bawahnya berhubungan dengan vulva
(Sumber http: //medicastore.com/penyakit/1050/Kanker_Vagina.html )
g. Tuba fallopi secara umum merupakan patensi tuba yang mutlak
diperlukan untuk pembuahan. Tumur ganas primer dituba sangat
jarang lebih banyak yang sekunder yang berasal dari tumor ganas
ovarium, uterus, klorektal, lambung dan payudara. (Hanifa
Winkjosastro, 2005: 396).
3.2.3 Blok Diagram Faktor Kritis
Blok diagram faktor kritis pada gambar 3.3 merupakan blok diagram
yang dipakai untuk menegaskan faktor-faktor kritis dalam area target
keputusan yang akan diprototipekan. Menurut kamus ilmiah populer faktor-
faktor kritis yaitu berusaha melakukan analisa secara tajam dan teliti
terhadap realitas suatu kejadian atau suatu permasalahan. Tiga faktor kritis
yang berpengaruh dalam pembuatan aplikasi ini adalah
1. Usia, menjelaskan batasan untuk pasien yang dapat dilakukan diagnosa
dan untuk mengetahui hasil diagnosa jenis penyakit. Umumnya gejala
yang dialami penderita kanker kandungan terlihat sekitar usia 20-70
tahun.


2. Klasifikasi jenis penyakit berupa prosentase dari penyakit penderita yang
di dapat dari pemilihan gejala.
3. Gejala, dibutuhkan dalam pencapaian keputusan. Dari masukan gejala
yang dirasakan oleh pengguna kemudian digabungkan dengan klasifikasi
jenis kanker kandungan dan usia, maka akan didapatkan pencapaian
hasil konsultasi berupa prosentase perhitungan probabilitas klasik dan
jenis kanker kandungan serta solusinya.

Gambar 3.3 Blok Diagram Faktor Kritis

3.2.4 Dependency Diagram
Dependency diagram merupakan diagram yang mengindikasikan
hubungan antara pertanyaan, aturan, nilai dan rekomendasi dari suatu basis
pengetahuan. Bentuk segitiga menunjukkan himpunan aturan (rule set) dan
nomor dari himpunan tersebut. Bentuk kotak menunjukkan hasil dari rule
baik berupa kesimpulan awal, fakta baru maupun rekomendasi atau saran.
Sedangkan tanda tanya menunjukkan kondisi yang akan mempengaruhi isi
dari rule.



Dari dependency diagram pada gambar 3.4 diatas, dapat dijelaskan bahwa
gejala menunjukan kondisi yang mempengaruhi rule set 2 dari kondisi
tersebut menghasilkan kesimpulan awal berupa prosentase jenis penyakit
kanker kandungan. Selanjutnya yang berasal dari rule set 2, user
menginputkan usia yang mempengaruhi rule set 1 . Sehingga dalam rule set
1, terdapat basis pengetahuan berupa aturan yang telah diklasifikasikan
berdasarkan jenis penyakit, usia, prosentase J enis kanker kandungan.
Kemudian menghasilkan hasil diagnosa berupa solusi.
3.2.5 Pembentukan Aturan (Rule)
Dengan aturan (rule) dapat dengan mudah mengetahui hasil akhir nanti
berdasarkan rule- rule yang ada. Berikut adalah aturan/rule dalam diagnosa
kanker kandungan.
Table 3.1 Pembentukan aturan/rule
Kanker
Kadungan
Jenis Gejala
P001Servix
(LeherRahim)


G001 Pendarahan Pasca kuitus
G002 Pendarahan diantara periode
mensturasi yang reguler
G003 Periode mensturasi yang lebih
lama dan lebih banyak dari


biasanya
G004 Pendarahan setelah hubungan
seksual
G005 Keputihan perulen yang berbau
dan tidak gatal
G006 Rasa sakit pada saat berhubungan
seksual
G007 Pendarahan spontan dan bau busuk
yang khas
P003 Uterus
(Rahim)


G008 Keluar cairan putih yang encer
atau jernih
G010 Nyeri ketika melakukan hubungan
seksual.
.G011Pendarahan Rahim abnormal
Siklus mensturasi abnormal
G017 Pendarahan setelah munopause
G018 Siklus mensturasi yang tidak
teratur
G019 Tercium bau yang tidak biasanya
(amis) dari vagina
G020 Nyeri pinggang, nyeri pendarahan
saat BAB
G033 Pendarahan diantara dua periode


mensturasi
G032 Nyeri ketika buang air kecil
P002 Ovarium
(Indung Telur)


G012 Perut terasa penuh, tidak nyaman
dan perut menegang
G013 Susah BAB, Nafsu makan
berkurang dan penurunan berat
badan
G014 Kaki membengkak
G015 Perasaan sebah
G016 Kecenderungan untuk melakukan
inplatansi di rongga
G051 Teraba tumor di abdomen kistik
P004 Vulva



G021 Iritasi atau pruritus gatal-gatal
pada vulva
G023 Ulkus atau lesi berdarah
G024 Nyeri biala lesinya dekat dengan
klitoris dan uretra
G025 Tumbuh benjolan kecil
kemerahan, keputihan atau
berpigmen agak tinggi.
G026 Hygene seksual yang tidak baik
G032 Terasa sakit ketika buang air


kecil/kencing
G049 Terasa seperti terbakar dan
kehilangan pikmin kulit
G050 Pendarahan dan mengeluarkan bau
tak sedap
P005 Vagina


G031 Terdapat benjolan pada vagina.
G028 Mengeluarkan Sekresi cairan encer
dari vagina.
G029 Mengeluarkan cairan encer, dapat
bercampur darah.
G030 Keluar cairan abnormal dari vagina
G027 Nyeri ketika berkemih/buang air
kecil
G033Pendarahan Vagina
G032Merasakan sakit ketika waktu
bersetubuh (dispareunia), dan
berdarah.
P006 Tuba
Fallopi

G034 Perasaan nyeri terus menerus dan
menjalar kepangkal paha,
punggung bagian bawah dan
berdarah
G035 Mengalami infeksi gonukokus


P007 Troblas


G040 Rahim Membesar
G041 Pendarahan dan Syok
G042 Ekspulsi gelembung mola
hidatidosa
G052 Kadar HCG Meningkat
G055 Pendarahan dari vagina tidak
teratur
P008 Mulut
Rahim



G043 Beser putih yang sulit sembuh
G044 Beser putih yang berbau
G045 Pendarahan yang berkelanjutan
disertai gejala anak sebar
(metastase) keganasan
G054 Beser putih dan bercampur darah
G053 Kontak berdarah dan spotting
gangguan partum mensturasi
P009 Korpus
Rahim


G046 Beser putih yang berbau serta
campur darah
G047 Pendarahan setelah beberapa tahun
mati
G048 Keluhan sesak di abdomen bagian
bawah
G054 Beser putih dan bercampur darah



3.2.6 Analisa Prosentase dengan Probabilitas Klasik
Probabilitas merupakan suatu cara kuantitatif yang berhubungan
dengan ketidakpastian yang telah ada (Arhami, 2005:137). Teori probabilitas
klasik pertama kali diperkenalkan oleh Pascal dan Fermat pada tahun 1654
(Arhami, 2005:137). Kemudian banyak kerja yang telah dilakukan untuk
mengerjakan probabilitas dan ada beberapa cabang baru dari probabilitas
yang dikembangkan. Rumus umum untuk probabilitas klasik di
definisikan sebagai peluang P(A) dengan n adalah banyaknya kejadian, nA
merupakan banyaknya hasil mendapatkan A. Frekuensi relatif terjadinya A
adalah. (Arhami, 2005:138).
P(A) =
Manfaat Pobabilitas: membantu pengambilan keputusan yang tepat, untuk
keputusan yang tidak ada kepastian, dan informasi yang tidak sempurna.
Rumus probailitas klasik ini digunakan untuk medapatkan nilai prosentase
jenis penyakit kanker kandungan yang didapat dari perhitungan probabilitas
tiap gejala yang telah diklasifikasikan berdasarkan jenis penyakit kanker.
Adapun perhitungan probabilitas diagnosa penyakit Kanker Kandungan
yaitu,
Kanker Kandungan: ada 54 gejala, per gejala mewakili :

Dimana: P(A) dimana A=gejalah kanker kandungan
n(A) =merupakan banyaknya hasil mendapatkan A
n = total banyaknya gejala kanker kandungan
n
A n ) (
n
A n ) (


Leher Rahim (Servix)
Ada 7 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 7. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsikan bahwa
ada 7 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang sama untuk
tiap gejala untuk jenis kanker servix.


Rahim (Uterus)
Ada 9 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 9. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 9 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk tiap gejala jenis kanker rahim (uterus)


Ovarium (Indung Telur)
Ada 6 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 6. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 6 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk tiap jenis kanker ovarium





Vagina
Ada 7 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 7. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 7 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk tiap jenis kanker vagina.


Vulva
Ada 8 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 8. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 8 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk tiap jenis kanker vulva


Tuba fallopi
Ada 2 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 2. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 2 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk jenis kanker Tuba Fallopi





Troblas
Ada 5 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 5. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 5 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk jenis kanker Troblas


Mulut Rahim
Ada 5 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 5. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 5 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk jenis kanker Mulut Rahim


Korpus Uteri (Badan Rahim)
Ada 4 kemungkinan gejala yang tampak, angka yang muncul adalah 1
sampai dengan 4. Berdasarkan probabilitas klasik, maka diasumsuikan
bahwa ada 4 kemungkinan hasil kejadian dengan nilai probabilitas yang
sama untuk jenis kanker korpus Uteri





3.3 Analisis dan Perancangan Sistem
3.3.1 Diagram Konteks (Data Context Diagram)
Diagram konteks merupakan aliran yang memodelkan hubungan
antara sistem dengan entitas. Selain itu diagram konteks merupakan
diagram yang paling awal yang terdiri dari sutau proses data dan
menggambarkan ruang lingkup suatu sistem secara garis besarnya. Aliran
dalam diagram konteks memodelkan masukan ke sistem dan keluaran dari
sistem.
Laporan Solusi
Info data penyakit
Lihat Daftar penyakit
Laporan saran & Kritik
Laporan data Pasien
login admin sukses
Laporan data Gejala Rule
Lapoaran data J enis Penyakit
Info Data Konsultsi
Tampil Hasil Konsultasi
Info Saran & Kritik
Input Data Gejala Rule
Input data Solusi
Input Data User name_pasword admin
Input Data J enis Penyakit
Input Gejala
Input Data Saran & Kritik
Input data pasien
0
Sistem pakar
Diagnosa Secara
Dini kanker
Kandungan
User
Pakar
Kandungan

Gambar 3.5. Data Context Diagram Sistem Pakar Diagnosa dini kanker kandungan
Diagram konteks diatas menerangkan bahwa arus data secara
umum yang melibatkan dua buah entitas, yaitu :
a. Pengguna (user) merupakan pengguna dari aplikasi sistem pakar untuk
mendiagnosa penyakit kanker kandungan yaitu dokter, perawat, pihak
VCT, orang terdekat pasien dan pihak-pihak yang peduli terhadap


kanker kandungan. Pada entitas pengguna (user) terdapat sepuluh
aliran data, dimana lima aliran data menuju ke sistem, yaitu input saran
dan kritik, daftar konsultasi, input data pasien/peserta serta input
gejala.
b. Pakar Kanker Kandungan dapat di kategorikan dokter spesialisasi
penyakit Kandungan, atau siapapun yang memahami permasalahan
mengenai kanker kandungan di mana pakar kandungan ini merupakan
seseorang yang ditunjuk untuk mengelola situs di karenakan
pemahaman yang lebih luas mengenai permasalahan mengenai kanker
kandungan. Pakar kandungan dapat menghapus, merubah dan
menambah data yang nantinya digunakan oleh sistem. Terdapat
sembilan aliran data, dimana tiga aliran data menuju ke sistem, yaitu
input username dan password admin, input data jenis kanker, dan input
data gejala atau rule. Serta enam aliran data dari sistem menuju ke
admin, yaitu laporan gejala atau rule, laporan jenis kanker kandungan,
laporan hasil konsultasi, laporan data pengunjung, login admin sukses,
dan laporan saran dan kritik.

3.3.2 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram ini menjelaskan proses yang ada pada Sistem
Pakar Untuk Mendiagnosa secara dini kanker kandungan.




3.3.2.1 Data Flow Diagram Level 1
Data Flow Diagram Level 1 menjelaskan mengenai kegiatan arus
data yang terjadi dalam sistem pakar untuk mendiagnosa Penyakit kanker
kandungan secara dini pada seorang wanita yaitu proses untuk pencarian
informasi.




Dt probabilitas masuk ke proses konsultasi
Dt Solusi masuk ke dlm proses konsultasi
Dt Gejala masuk ke proses konsultasi
Dt Penyakit msk ke konsultasi
Data Probabilitas
Data Solusi
Data Gejala
Data Penyakit
Hasil Konsultasi
Konsultasi
Input Data Probabilitas
Input data Solusi
Input Data Gejala
Input Data J enis Penyakit
User
Pakar
Kandungan
1
Proses Input
Data
+
2
Proses
Konsultasi
+
1 Penyakit
2 Data Gejala
3 Solusi
4 Probabilitas

Gambar 3.6. Data Flow Diagram Level 1




3.3.2.2 Data Flow Diagram Level 2 Yang terjadi pada proses Input Data
Data Flow Diagram Level 2 ini menjelaskan mengenai kegiatan arus
data yang terjadi dalam sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kanker
kandungan secara dini pada seorang wanita yaitu proses mulai dari
pengiditan data, hapus data serta menyimpan data yang dilakukan oleh
seorang pakar atau orang yang ahli dibidangnya yaitu dalam ilmu kanker
kandungan atau pihak yang ber kompeten.
Dt probabilitas di edit & diha
dt solusi di edit & hapus
Dt edit hapus gejala
Dt Login di edit hapus
Dt edit hapus penyakit
Edit Login Pakar
t Hapus J enis Penyakit
Edit Hapus Gejala
Edit Hapus Solusi
Edit Hapus Probabilitas
Data Probabilitas
Data Solusi
Data Gejala
Data Penyakit
Input Data Gejala
Input Data Probabilitas
Input data Solusi
Input Data J enis Penyakit
Pakar
Kandungan
1 Penyakit
2 Data Gejala
3 Solusi
4 Probabilitas
1
Edit_Hapus
2
Simpan
5 login
Gambar 3.7. Data Flow Diagram Level 2

3.3.2.3 Data Flow Diagram Level 2 Proses Konsultasi
Data Flow Diagram Level 2 Proses Konsultasi memiliki dua
proses, yaitu proses input data diagnosa kanker kandungan, dan proses
hasil diagnosa. Untuk memperjelas input dan output Data Flow
Diagram Level 2 Proses Konsultasi ini, akan diuraikan dalam
spesifikasi proses sesudah gambar berikut.


prosentasejns penyakit
Tampil Gejalah yg akan dipilih
Dt Gejala
Dt Penyakit
Dt kd_pasien & kd_ gejala yg dipilih
Input pertanyaan Gejala
Tmpil Dt pasien & gejalah pilih
Info Dt konsultasi
Tampil presentase Probabilitas
tampil dt Solusi
Tampil Data Penyakit
Konsultasi
Tampil Hasil Konsultasi
User
1 Penyakit
2 Data Gejala
3 Solusi
4 Probabilitas
1
Proses Hasil
Diagnosa
2
Proses
Diagnosa
kanker
Kandungan
3
Pertanyaan
5 Gejala pilih
6 Tabel hitung

Gambar 3.8 Data Flow Diagram Level 2 Proses Konsultasi

Berikut adalah spesifikasi deskripsi dari tiap proses yang terdapat dalam
subprosess dari Proses Konsultasi :
Tabel 3.2 Deskripsi Proses Untuk Proses Diagnosa
Nomor 1
Nama Proses Diagnosa kanker Kandungan
Input Input data Konsultasi
Output Info Data Konsultasi
Keterangan Proses Dalam proses menapilkan data konsultasi
yaitu: pengimputan data idintitas pasien,
kemudian akan tampil gejalah yang akan
dipilih.





Tabel 3.3 Deskripsi Proses Untuk Proses Pertanyaan
Nomer 2
Nama Proses Pertanyaan
Input Input_Gejala, Data penyakit, Data gejala
Output Prosentase jenis penyakit, kd_pasien,
kode gejalah yang dipilih pasien
Keterangan Proses Proses pertanyaan ini berhubungan
dengan proses input data anak dimana dari
hasil inputan data anak yang kemudian
terlihat output berupa gejala berdasarkan
usia. Dalam proses ini terjadi pembacaan
data dari tabel gejala. Kemudian user
menginputkan gejala sebagai akibat dari
pertanyaan yang diajukan oleh sistem.
Data yang di masukan oleh user diterima
oleh proses secara temporary sampai
semua data jawaban terkumpul. Output
dari proses ini adalah Prosentase J enis
peenyakit/kanker yang langsung menuju
pada proses hasil diagnosa. Dalam proses
ini terjadi pembacaan data dari tabel jenis
penyakit/kanker.

Tabel 3.4 Deskripsi Proses Untuk Proses Hasil Diagnosa
Nomor 3
Nama Proses Hasil Konsultasi
Input Prosentase_J ns_penyakit,kd_pasien&kd_gejal
a, tampil solusi
Output Tampil_Hasil_Konsultasi,
Keterangan Dalam proses hasil konsultasi ini akan


Proses menampilkan hasil konsultasi kepada
pengguna, hasil konsultasi yang ditampilkan
berdasarkan atas inputan gejala oleh pengguna
pada proses pertanyaan, prosentase
jns_penyakit,kd_pasien&kd_gejala yang
diberikan pada proses sebelumnya kepada
proses hasil konsultasi dan solusi, serta
menapilkan gejalah yang dipilih.




3.3.2.4 Data Flow Diagram Level 2 Proses Administratro
hasil konsultasi
Data Konsultasi laporan hasil konsultasi
laporan_saran_kritik
laporan data pasien
Data_Saran
Data_Pasien
Data_J ns_kanker kandungan
Simpan_Data_J enis_kanker kandungan
Data_Gejala
Simpan_Data_Gejala
Laporan_J ns_kanker kandungan
Input_J ns_kanker kandungan
Laporan_Gejala
Input_Data_Gejala
1
Input_Gejala
6
Laporan_Gejala
2
Input_J ns_Peny
akit_kanker
kandungan
7
Laporan_J ns_p
enyakit_kanker
kandungan
Pakar
Kanker
Kandungan
3 Gejala_
4 penyakit
4
Laporan_Data_
Pasien
5
Laporan_Saran
_Kritik
3
Laporan_Hasil_
Konsultasi
2 pasien
6 saran
5
tabel
hitung
7 solusi
Gamabar 3.9 Data Flow Diagram Level 2 Proses Administratro




Berikut adalah spesifikasi deskripsi dari tiap proses yang terdapat dalam
subprocess dari Proses Administrator :
Tabel 3.5 Deskripsi Proses Untuk Proses Input gejala
Nomor 4
Nama Proses Input Gejala
Input Input Gejala
Output Simpan_Data_Gejala
Keterangan Proses Pakar Kandungan sebagai admin, dalam
proses input gejala ini memberikan inputan
berupa data gejala, Kemudian data-data
tersebut disimpan oleh sistem ke dalam table
gejala


Table 3.6 Deskripsi Proses Untuk Proses Input Gejala atau Rule
Nomor 5
Nama Proses Input Gejala
Input Input Gejala_Rule
Output Simpan_Data_Gejala_Rule
Keterangan Proses input gejala rule berkaitan dengan
proses input jenis penyakit/kanker kandungan
dimana dalam prosesini, masi diharuskan
untuk mengimputkan jenis gejala rule yang
telah di klasifikasikan. Serta tambahan inputan
gejala dan probabilitasnya, inputan ini disebut
sebagai input data gejala atau rule yang
kemudian akan disimpan oleh system kedalam
table gejala



Tabel 3.7 Deskripsi Proses Untuk Proses Input J enis Penyakit Kanker
Nomor 6
Nama Proses input_jns_penyakit_kanker kandungan
Input Input_jns_penyakit_kanker kandungan
Output Simpan_Data_jns_penyakit
Keterangan Proses Proses input jns_penyakit_kanker
kandungan. Disini nanti admin pakar lupus
memberikan masukan berupa data penyakit
dengan gejalanya. Kemudian data-data
tersebut disimpan ke dalam tabel penyakit.

Tabel 3.8 Deskripsi Proses Untuk Proses Laporan Hasil Konsultasi
Nomor 7
Nama Proses Laporan Hasil Konsultasi
Input Data_Konsultasi, Hasil_Konsultasi
Output Laporan_Hasil_Konsultasi
Keterangan Proses Proses ini yaitu berupa laporan hasil
konsultasi yang telah diinputkan oleh user,
dimana laporan tersebut akan di tampilkan
berupa data konsultasi dan hasil konsultasi
yang diambil dari tabelhitung dan tabel
solusi. Kemudian akan ditampilkan berupa
laporan hasil konsultasi kepada pakar
kandungan.

Tabel 3.9 Deskripsi Proses Untuk Proses Laporan Data Pasien
Nomor 8
Nama Proses Laporan Data pasien
Input Data_pasien


Output Laporan_data_pasien
Keterangan Proses Proses laporan data pasien merupakan
laporan yang dihasilkan dari inputan user
pada proses daftar dan kemudian tersimpan
di dalam tabel pasien. Dari tabel ini, sistem
mendapatkan data berupa data pasien yang
kemudian menghasilkan tampilan laporan
data pasien. Sehingga admin yaitu pakar
kandungan dapat melihat hasil data tiap
orang yang telah melakukan konsultasi.

Tabel 3.10 Deskripsi Proses Untuk Proses Laporan Saran Kritik
Nomor 9
Nama Proses Laporan Saran Kritik
Input Data_Saran
Output Laporan_Saran_Kritik
Keterangan Proses Proses laporan saran kritik ini ditampilkan
berdasarkan hasil inputan user berupa
tanggapan saran serta kritikan yang
berhubungan dengan aplikasi. Inputan dari
user tersebut di simpan dalam tabel saran,
kemudian sistem akan mendapatkan data,
berupa data saran dari tabel saran. Setelah itu,
sistem akan memberikan tampilan dalam
bentuk laporan saran kritik yang dapat dilihat
oleh pakar kandungan yang ditunjuk sebagai
admin.





Tabel 3.11 Deskripsi Proses Untuk Proses Laporan gejala
Nomor 10
Nama Proses Laporan Gejala
Input Data_Gejala
Output Laporan_Gejala
Keterangan Proses Proses Laporan gejala masih berhubungan
dengan proses pertama yaitu proses input
gejala, dimana dalam proses pertama
tersebut, data yang disimpan dalam tabel
gejala kemudian dikirimkan kedalam sistem
sehingga mendapatkan data berupa gejala.
Setelah itu sistem akan menampilkan kepada
pakar kandungan sebagai admin berupa
laporan gejala.
Tabel 3.12 Deskripsi Proses Untuk Laporan jenis kanker kandungan
Nomor 11
Nama Proses Laporan J enis kanker kandungan
Input Data_J ns_kanker kandungan
Output Laporan_J enis_kanker kandungan
Keterangan Proses Proses Laporan J enis kan mker kandungan
masih berhubungan dengan proses kedua
yaitu proses input jenis penyakit lupus,
dimana dalam proses kedua tersebut, data
yang disimpan dalam tabel penyakit
kemudian dikirimkan kedalam sistem
sehingga mendapatkan data berupa jenis
penyakit lupus dan keterangannya . Setelah
itu sistem akan menampilkan kepada pakar
kandungan sebagai admin berupa laporan
jenis kanker kandungan


3.3.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD digunakan untuk menunjukkan hubungan antara entity dengan
database dan objekobjek (himpunan entitas) apa saja yang ingin dilibatkan
dalam sebuah basis data dan bagaimana hubungan yang terjadi diantara
objek-objek tersebut.
ERD yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan
himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan beberapa atribut
yang mempresentasikan seluruh fakta yang ditinjau dari keadaan yang
nyata. Dimana dapat digambarkan secara lebih sistimatis dengan
menggunakan ERD. adapun perancangan ERD sistem ini adalah :






`kd_penyaki t`=`kd_penyaki t`
`kd_penyaki t`=`kd_penyaki t`
`kd_penyaki t`=`kd_penyaki t`
`kd_penyaki t`=`kd_penyaki t`
`kd_penyaki t`=`kd_penyaki t`
`kode_pasien`=`kode_pasien`
`kode_pasien`=`kode_pasien`
`kode_pasien`=`kode_pasien`
`kd_gejala`=`kd_gejala`
`kd_gejala`=`kd_gejala`
`analisa_hasil`
`kode` int(11)
`kode_pasien` varchar(10)
`kd_penyakit` varchar(10)
`tanggal` varchar(15)
`gejala`
`kd_gejala` varchar(6)
`nm_gejala` varchar(100)
`gejala_pilih`
`kode_pasien` varchar(6)
`kd_gejala` varchar(6)
`pasien`
`kode_pasien` int(6)
`nama` varchar(60)
`status` varchar(10)
`alamat` varchar(100)
`telepon` varchar(15)
`usia` varchar(40)
`pekerjaan` varchar(100)
`penyakit`
`kd_penyakit` varchar(10)
`nm_penyakit` varchar(100)
`usia_awal` varchar(6)
`usia_akhir` varchar(6)
`keterangan` text
`relasi`
`kd_penyakit` varchar(10)
`kd_gejala` varchar(10)
`solusi`
`kode` int(6)
`kd_penyakit` varcha
`solusi` text
`tabelhitung`
`kode_pasien` int(6)
`kd_penyakit` varchar(6)
`jumlah_centang` varchar(6)
`propabilitas` varchar(20)
`tabelprobabilitas`
`kd_penyakit` varchar(10)
`probabilitas` varchar(100)

Gambar 3.10 Entity Relationship Diagram (ERD)



3.3.4. Struktur Basis Data
Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur basis data dari file
yang terdapat pada Entity Relationship Diagram. Adapun tabel - tabel yang
digunakan dalam aplikasi ini antara lain :
Struktur Basis Data
Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur basis data dari file yang
terdapat pada Entity Relationship Diagram. Adapun tabel - tabel yang
digunakan dalam aplikasi ini antara lain :
1. Desain Tabel Pakar
Kunci Utama (*) : users
Fungsi : Untuk menyimpan data admin
Kamus Data : {users* +passwords}
Adapun perancangan dari tabel pakar adalah :
Tabel 3.13 Tabel user_admin

2. Desain Tabel Pasien
Kunci Utama (*) : kode_pasien
Fungsi : Untuk menyimpan data peserta diagnosa kanker kandungan
Kamus Data :{kode_pasien *+ nama + status+alamat+ telepon
+usia +pekerjaan}
Field J enis
Kode* Int(12)
Nama VARCHAR (100)
Password VARCHAR(100)



Adapun perancangan tabel pasien adalah :
Tabel 3.14 Tabel pengisian data pasien
Field J enis
Kode_pasien* Int (6)
Nama VARCHAR (60)
Status VARCHAR (10)
Alamat VARCHAR (100)
Telepon VARCHAR (15)
Usia VARCHAR (40)
Pekerjaan VARCHAR (100)

3. Desain Tabel Saran
Kunci Utama (*) : kode*
Fungsi : Untuk menyimpan data saran dan kritik dari
pengunjung yang mengunjungi website ini
Kamus Data :{kode*+nama+e-mail+saran}
Tabel 3.15 Tabel Saran & Kritik
Field J enis
Kode* Int (11)
Nama Varchar (50)
Email Varchar (50)
Saran Varchar (100)





4. Desain Tabel Gejala
Kunci Utama (*) : kd gejala*
Fungsi : Untuk menyimpan gejala kanker kandungan
Kamus Data : {kode_gejala*+nama}.
Adapun perancangan tabel gejala adalah :
Tabel 3.16 perancangan tabel gejala
Field J enis
kd_gejala* Varchar (6)
nm_gejala Varchar (100)

5. Desain Tabel penyakit
Kunci Utama (*) : kd_penyakit*
Fungsi : Untuk menyimpan jenis kanker kandungan
Kamus Data : {kode_penyakit*+nama+keterangan }.
Adapun perancangan tabel penyakit adalah :
Tabel 3.17 perancangan tabel penyaki
Field J enis
kd_penyakit* Varchar (6)
Nama Varchar (100)
Keterangan Text

6. Desain Tabel relasi
Kunci Utama (*) : -



Fungsi : Untuk menyimpan relasi antara kd_penyakit dan
kd_gejala
Kamus Data : {kode_penyakit,kode_gejala}.
Adapun perancangan tabel relasi adalah :
Tabel 3.18 perancangan tabel relasi
Field J enis
kd_penyakit Varchar (10)
kd_gejala Varchar (10)

7. Desain Tabel solusi :
Kunci Utama (*) : Kode*
Fungsi : Untuk menyimpan solusi sesuai dengan
kode penyakit dan usia
Kamus Data : {kode,kode_penyakit,usia,solusi}.
Adapun perancangan tabel solusi adalah :
Tabel 3.19 perancangan tabel solusi
Field jenis
Kode Int (6)
Kode_penyakit Varchar (6)
Usia Varchar (6)
Solusi text





8. Desain Tabel gejala pilih:
Kunci Utama (*) : -
Fungsi : Untuk mengetahui kode pasien dengan kode
gejala yang dipilih pasien tersebut
Kamus Data : {kode_pasien,kode_gejala}.
Adapun perancangan tabel gejala pilih adalah :
Tabel 3.20 perancangan tabel gejala_pilih
Field J enis
Kode_pasien Varchar (6)
kd_gejala Varchar (6)

9. Tabel hitung
Kunci Utama (*) : -
Fungsi : Untuk mengetahui kapan pasien tersebut
berkonsultasi,kode pasien dengan banyaknya
gejala yang dicentang dan tidak dicentang serta
probabilitasnya.
KamusData : {kode_pasien,kode_penyakit, jumlah_centang,
tdk_centnag,probabilitas}.
Adapun perancangan tabelhitung adalah :
Tabel 3.21 perancangan tabelhitung
Field J enis
Kode_pasien Int (6)



kd_penyakit Varchar (6)
J umlah_centang Varchar (6)
probabilitas Varchar (6)

10. Tabel Probabilitas
Kunci Utama (*) : -
Fungsi : Untuk mengetahui probabilitas jenis penyakit
pada kanker kandungan
Kamus Data : {kd_penyakit,probabilitas}.
Adapun perancangan tabel probabilitas adalah :
Tabel 3.22 perancangan tabel probabilitas
Field J enis
kd_penyakit Varchar (6)
Probabilitas Varchar (6)

3.4. Flowchart Proses Inferensi Penalaran Maju (Foward Chaining)
Suatu kaidah dapat disusun jika pengetahuan dibagi menjadi dua bagian
utama, yaitu bagian fakta dan bagian kesimpulan. Selanjutnya bagian fakta
sendiri dikelompokkan lagi menjadi fakta-fakta yang lebih spesifik untuk
kemudian masing-masing kelompok fakta akan membentuk sebuah kaidah
yang memiliki sebuah kesimpulan tertentu.
Dalam hal ini, akan dijelaskan bagaimana aliran proses jika menggunakan
metode forward chaining yang dapat dilihat pada flowchart di bawah ini:






























Gambar 3.11 Flowchart Proses Inferensi Penalaran Maju (Foward Chaining)



3.5. Flowchart
3.5.1. Flowchart konsultasi

Gambar 3.12 Flowchart konsultasi
Flowchart program di atas, merupakan proses dari flowchart program
konsultasi pengguna, dapat dijelaskan langkah-langkah proses yang
dilakukan adalah sebagai berikut:
Setelah validasi pada proses pengisian pengguna mengisi semua data,
maka sistem akan menampilkan proses masukan data gejala atau memilih
data gejalah. Dalam proses ini, sistem akan menampilkan data peserta
diagnosa berupa nama, status, alamat,umur, pekerjaan yang nantinya akan
digunakan untuk menentukan hasil diagnosa berupa prosentase jenis



kanker. kemudian pengguna memilih gejala gejala kanker kandungan
yang nantinya akan digunakan pada saat diagnosa.
Kemudian, proses berlanjut menuju pada kondisi nomor 3 yaitu
flowchart hasil tes diagnosa.
3.5.2 Flowchart hasil diagnosa kanker kandungan

Gambar 3.13 Flowchart hasil diagnosa kanker kandungan



Flowchart program di atas, merupakan lanjutan proses dari flowchart
input diagnosa kanker kandungan, dapat dijelaskan langkah-langkah proses
pada sistem yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Dalam proses konsultasi yang telah diinputkan pada proses
sebelumnya yaitu proses input data pasien/peserta akan ditampilkan. Setelah
data pasien/peserta tersebut di tampilkan, proses selanjutnya query bekerja
dalam sistem untuk mencari gejala yang dipilih pada tabel gejala. Apabila
pada proses sebelumnya tidak terdapat inputan gejala, maka menghasilkan
probabilitas 0%, sehingga pada saat memunculkan data hasil konsultasi dan
diagnosa penyakit kanker kandungan maka hasil konsultasi kosong/tidak
ada. Akan tetapi, apabila terdapat inputan gejala pada proses sebelumnya,
maka query pada sistem bekerja menyimpan kode_gejala inputan pasien dan
kode_pasien berdasarkan gejala yang dipilih ke dalam tabel gejala yaitu
tabel yang berfungsi untuk tempat penyimpanan kode_pasien dengan
kode_gejala yang dipilih.
Setelah itu dilanjutkan dengan proses penyimpanan gejala inputan
pasien, kode_pasien_kode penyakit, jumlah gejala yang dicentang, jumlah
gejala yang tidak dicentang, nilai probabilitasnya. Dari hasil perhitungan
jumlah probabilitas tersebut, maka sistem menampilkan prosentase kanker
kandungan secara satu persatu. Kode_pasien dan probabilitas telah
ditampilkan oleh sistem, maka selanjutnya data dan probabilitas tersebut di
simpan ke dalam tabel tabelhitung, fungsinya adalah agar data-data
tersebut masih dapat dilihat oleh admin dalam laporan hasil konsultasi.



Dilanjutkan dengan proses selanjutnya, dimana query dalam sistem
mencari kd_penyakit, usia dan solusi pada tabel solusi. Serta probabilitas
yang masih tersimpan pada tabel tabelhitung. Setelah semua telah
diproses, maka untuk berikutnya sistem akan menampilkan probabilitas dan
jenis penyakit kanker kandungan, solusi berdasarkan jenis penyakit dan
gejalah yang dipilih.
Data-data yang telah ditampilkan, berupa probabilitas, jenis penyakit
dan solusi. Apabila semua proses telah dilakukan berikutnya keadaan
menuju pada posisi END.
3.5.3. Flowchart saran & kritik













Gambar. 3.14 Flowchart saran & kritik



Dari flowchart program di atas, dapat dijelaskan langkah-langkah
proses yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Saran kritik merupakan salah satu menu dalam aplikasi sistem pakar
untuk diagnosa lupus secara dini dimana user dapat memberikan saran serta
kritikan yang membangun pada aplikasi ini.
Saat sistem akan dijalankan posisi berada pada START terlebih
dahulu, kemudian user memberikan inputan ke pada sistem berupa nama,
email dan saran. Setelah itu sistem akan melihat apakah nama telah terisi
atau tidak. J ika tidak terisi maka proses akan kembali pada tahap inputan
awal, akan tetapi jika nama telah terisi maka sistem akan melihat untuk
tahap berikutnya, yaitu apakah nama yang diinputkan sama atau dalam
artian bahwa nama tersebut telah dipakai sebelumnya.
J ika iya maka proses akan kembali lagi pada tahap inputan awal dan
jika tidak proses berlanjut dengan menjalankan query dimana nama, email,
dan saran yang baru diinputkan disimpan pada tabel saran, yang kemudian
akan ditampilkan hasil inputan pada tabel saran. Apabila semua proses telah
dilakukan berikutnya keadaan menuju pada posisi END.









3.5.4. Flowchart Input penyakit

Gambar. 3.15 flowchart Input Penyakit
Dari flowchart program di atas, dapat dijelaskan langkah-langkah
proses yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Proses dalam sistem ini hanya bisa digunakan oleh admin dari program
ini atau pakar kanker kandungan.
Saat sistem siap untuk dijalankan, kemudian admin memasukkan
inputan berupa kode dan nama penyakit. Setelah itu sistem akan melihat
apakah kode telah terisi atau tidak. J ika tidak terisi maka proses akan
kembali pada tahap inputan awal, akan tetapi jika kode telah terisi maka
sistem akan melihat untuk tahap berikutnya, yaitu apakah kode yang



diinputkan sama atau dalam artian bahwa nama tersebut telah dipakai
sebelumnya.
J ika iya maka proses akan kembali lagi pada tahap inputan awal dan
jika tidak proses berlanjut dengan menjalankan query dimana kode, nama
penyakit yang baru diinputkan disimpan pada tabel penyakit, yang kemudian
akan ditampilkan hasil inputan pada tabel penyakit. Apabila semua proses
telah dilakukan dapat dikatakan proses input penyakit telah berakhir.



















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Implementasi
Teknologi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah
teknologi aplikasi berbasis web, yang membentuk sebuah program yang
dapat berdiri sendiri dan dapat dijalankan dalam lingkungan Internet.
Sehingga dimanapun pengguna (user) berada dapat menggunakan aplikasi
ini, dengan mengakses situs tersebut secara cepat dan mudah. Dengan sistem
web based ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta
memberikan suatu kemudahan dalam hal mendiagnosa kanker kandungan.
Dalam proses pengaplikasiannya sistem ini membutuhkan beberapa
komponen. Apabila semua komponen pendukung aplikasi sistem pakar
untuk mendiagnosa secara dini kanker kandungan terpasang (installed)
dalam komputer, seperti Macromedia Dreamweaver 8 AppServ 2.5.7,
Apache Tomcat 5.0, NetBeans-6.0 Windows, serta browser yang
mendukung yaitu Mozilla Firefox, Opera ataupun Internet Explorer. Maka
langkah selanjutnya adalah mewujudkan rancangan sistem yang telah dibuat.
Berikut ditunjukkan bagian (modul) terpenting dari sistem yang akan di
implementasikan.





4.1.1. Kebutuhan Hardware dan Software
Mulai tahap penelitian sampai dengan tahap implementasi dalam
Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Secara Dini Kanker
Kandungan menggunakan sebuah perangkat komputer dengan spesifikasi
sebagai berikut :
a. Hardware dan software untuk pembuatan aplikasi:
Hardware:
- Processor Intel(R) Pentium (R) Dual CPU, 1.86 GHz (2 CPUs).
- Memory 512 MB
- Hardisk 80 GB.
- Mouse, Keyboard, dan Monitor.
- Printer Canon IP 1980
Software:
- Windows XP Profesional
- Appserv 2.5.7
- Adobe Pothosop Cs2
- NetBeans-6.0 Windows
- Microsoft Office 2007
- Microsft Office Visio 2003
- Macromedia Dreamweaver 8






b. Hardware dan software minimal untuk menjalankan progam:
Hardware:
- Processor Pentium IV 450 MHz.
- Memory 128 MB.
- Hardisk 20 GB.
- Mouse, Keyboard, dan Monitor.
Software:
- Windows XP Profesional
- Appserv 2.5.7
- Macromedia Dreamweaver 8
- Macromedia FLEX MX
- Apache Tomcat 5.0
- NetBeans-6.0 Windows
4.2. Struktur menu program
Desain menu dalam program Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa
secaradini kanker kandungan, user serta admin yang merupakan seorang
pakar kandungan dihadapkan pada halaman yang terdeskripsi dalam struktur
menu program berikut ini.








4.2.1. Struktur Menu Program Pengguna


Gambar 4.1 Struktur Menu Program Pengguna






4.2.2. Struktur Menu Program Admin (pakar kanker kandungan)

Gambar 4.2 Struktur Menu Program Admin



4.3. Penjelasan Program
Didalam penjelasan program ini dijelaskan tentang alur pembuatan
dan kegunaan program yang dibuat beserta tampilan desain. Berikut ini
tampilan-tampilan halaman yang ada dalam program yang dibuat :
4.3.1. Halaman Menu Program Pengguna
Dalam halaman menu proram pengguna akan ditampilkan halaman
menu yang dapat diakses oleh pengguna, Adapun halaman menu tersebut
adalah sebagai berikut :
4.3.1.1. Halaman Menu Index
Halaman pada menu index ini merupakan tampilan awal saat progam
dijalankan, dimana dalam index ini terdapat deskripsi dan sedikit informasi
mengenai kanker kandungan. Adapun desain halamannya adalah:

Gambar 4.3 Halaman Menu Index



4.3.1.2 Halaman Menu About
Halaman pada menu about menjelaskan mengenai programer yang
membuat dan merancang dan jika ingin tahu lebih lanjud mengenai
permasalahan Aplikas Sistem Pakar Mendiagnosa secara dini kanker
kandungan. Adapun desain halamannya adalah :

Gambar 4.4 Halaman menu about
4.3.1.3. Halaman Menu Saran Kritik
Pada halaman menu saran kritik ini, pengguna dapat mengisikan
beberapa saran serta kritikan yang berfungsi untuk perbaikan program
Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Secara Dini kanker kandungan Adapun
desain halamannya adalah sebagai berikut :




Gambar 4.5 Halaman Menu Saran Kritik
4.3.1.4. Halaman Menu Data Penyakit
Halaman menu data penyakit dimaksudkan jika pengguna ingin
mengetahui lebih lanjut mengenai kanker kaandungan secara detailnya.
Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.6 Halaman menu penyakit



4.3.1.5. Halaman Menu konsultasi
Halaman menu konsultasi dimaksudkan jika pengguna ingin
melakukan proses konsultasi. Langsung mengisi data yang dimasukan
dalam menu konsultasi yang dilakukan oleh pengguna. Adapun desain
halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.7 Halaman Menu Konsultasi
4.3.1.5.1 Halaman Pertanyaan dalam proses konsultasi
Halaman pertanyaan merupakan halaman inti dari sistem pakar
diagnosa kanker kandungan, dimana dalam halaman pertanyaan ini
pengguna yang ingin melakukan proses diagnosa diharuskan untuk
memilih gejala sesuai dengan apa yang dialaminya. Adapun desain
halamannya adalah sebagai berikut




Gambar 4.8 Halaman Pertanyaan/konsultasi
4.3.1.5.2. Halaman Hasil Konsultasi
Halaman hasil konsultasi merupakan halaman yang memberikan
informasi hasil dari masukan pengguna yang melakukan proses
diagnosa/proses identifikasi. Masukan tersebut berupa gejala yang telah
dipilih. Informasi yang diberikan pada halaman ini berupa prosentase
kanker kandungan, prosentase tiap bagiannya, terapi dan solusinya.
Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut







Gambar 4.9 Halaman Hasil Konsultasi/proses identifikasi
Di bawah ini merupakan scipt J SP yang digunakan untuk menghasilkan
sebuah proses konsultasi dalam hal diagnosa kanker kandungan adalah
sebagai berikut:



<%@ include file="content/koneksiDB.jsp" %>
<%@ page import="javax.swing.*" %>
<html>
<head>
<title>Hasil Analisa Pasien</title>
</head>
<body>
<table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="1"
bgcolor="#FFCC00"><tr align="center">
<td colspan="2" bgcolor="#CCFF00"><b>HASIL ANALISA PENYAKIT</b></td>
</tr><tr>
<td colspan="2" bgcolor="#33FF99"><b>DATA PASIEN :</b></td>
</tr>
<%
String kode_pasien=request.getParameter("pasien");
String namax="";
String status="";
String alamat="";
String telepon="";
String usia="";
String pekerjaan="";
String kd_penyakit="";
String tanggal="";
String sql="";
String penyakit="";
String keterangan="";
String solusi="";
try
{
theResult =statement.executeQuery ("SELECT analisa_hasil.*,pasien.*FROM
analisa_hasil,pasien WHEREanalisa_hasil.kode_pasien=pasien.kode_pasien and
pasien.kode_pasien='"+kode_pasien+"'");
if(theResult.next())
{
namax=theResult.getString("pasien.nama");
status=theResult.getString("pasien.status");
alamat=theResult.getString("pasien.alamat");



telepon=theResult.getString("pasien.telepon");
usia=theResult.getString("pasien.usia");
pekerjaan=theResult.getString("pasien.pekerjaan");
kd_penyakit=theResult.getString("analisa_hasil.kd_penyakit");
tanggal=theResult.getString("analisa_hasil.tanggal");
theResult =statement.executeQuery("SELECT penyakit.*,solusi.* FROM
penyakit,solusi WHERE penyakit.kd_penyakit=solusi.kd_penyakit and
solusi.kd_penyakit='"+kd_penyakit+"'");
if(theResult.next())
{
penyakit=theResult.getString("nm_penyakit");
keterangan=theResult.getString("keterangan");
solusi=theResult.getString("solusi.solusi");
}
out.println("<tr bgcolor=#FFFFFF>");
out.println(" <td width=86>Nama</td>");
out.println(" <td width=689>"+namax+"</td>");
out.println(" </tr>");
out.println(" <tr bgcolor=#FFFFFF>");
out.println(" <td>Status</td>");
out.println(" <td>"+status+"</td>");
out.println(" </tr>");
out.println(" <tr bgcolor=#FFFFFF>");
out.println(" <td>Alamat</td>");
out.println(" <td>"+alamat+"</td>");
out.println(" </tr>");
out.println(" <tr bgcolor=#FFFFFF>");
out.println(" <td>NoTlpn</td>");
out.println(" <td>"+telepon+"</td>");
out.println(" </tr>");
out.println(" <tr bgcolor=#FFFFFF>");
out.println(" <td>Usia</td>");
out.println(" <td>"+usia+"</td>");
out.println(" </tr>");
out.println(" <tr bgcolor=#FFFFFF>");
out.println(" <td>Pekerjaan</td>");
out.println(" <td>"+pekerjaan+"</td>");



out.println(" </tr>");
}
}
catch(Exception ei)
{
out.println("Errorrr..."+ei);
}
%>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td colspan="2"bgcolor="#00FF66"><b>HASIL ANALISA TERAKHIR :</b></td>
</tr>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td width="25%">Kemungkinan_Penyakit</td>
<td width="75%"><% out.println(""+penyakit+""); %></td>
</tr>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td valign="top">Persentase_Kemungkinan</td>
<td valign="top"><%
try
{
ResultSet rss =statement.executeQuery("SELECT * FROM tabelhitung where
kd_penyakit='"+kd_penyakit+"' and kode_pasien='"+kode_pasien+"'");
if(rss.next())
{
double hitungan=Double.parseDouble(rss.getString(4))*100;
out.println(""+hitungan+" %");
}
else
{
out.println("-");
}}
catch(Exception rr)
{
out.println("Error"+rr);
}
%></td>
</tr>



<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td valign="top">Gejala</td>
<td valign="top">Berikut Adalah gejala yang ditimbulkan : </td>
</tr>
<%
try
{
int i=0;
sql="SELECT gejala.*,relasi.* FROM gejala,relasi WHERE
gejala.kd_gejala=relasi.kd_gejala and relasi.kd_penyakit='"+kd_penyakit+"'";
theResult =statement.executeQuery(sql);
while(theResult.next())
{
i++;
String gjl=theResult.getString("nm_gejala");
out.println("<tr bgcolor='#FFFFFF'>");
out.println("<td align='right'>"+i+".&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</td>");
out.println("<td valign='top'>"+gjl+"</td>");
out.println("</tr>");
}
theResult.close();
}
catch(Exception rr)
{
out.println("Error"+rr);
}
%>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td valign="top">Keterangan</td>
<td><% out.println(""+keterangan+""); %></td>
</tr>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td valign="top">Solusi</td>
<td><% out.println(""+solusi+""); %></td>
</tr>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td valign="top">Tanggal</td>



<td><% out.println(""+tanggal+""); %></td>
</tr>
<tr bgcolor="#FFFFFF">
<td valign="top"></td>
<td><a href="cetak.jsp?pasien=<% out.println(""+kode_pasien+""); %>">
Cetak Hasil analisis</a></td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

4.3.1.5.3. Halaman Cetak Laporan konsultasi
Halaman cetak laporan konsultasi merupakan halaman yang
digunakan untuk mencetak hasil diagnosa dini kanker kandungan.
Adapun desain halamanya adalah sebagai berikut :


Gambar 4.10 Halaman Cetak Laporan konsultasi



4.3.2. Halaman Menu Program Admin (pakar Kandungan)
Dalam halaman menu program admin (pakar kanker kandungan)
akan ditampilkan halaman menu yang dapat diakses oleh admin, Adapun
halaman menu tersebut adalah sebagai berikut :
4.3.2.1. Halaman Login Pakar
Halaman login merupakan halaman bagi admin untuk mengisikan
username dan password jika ingin mengakses halaman admin berikutnnya.
Adapun desain halamannya adalah :


LOGIN PAKAR
Nama :

Password :

Login



Gambar 4.11 Halaman Login Pakar
Di bawah ini merupakan scipt J SP yang digunakan untuk proses validasi
username dan password yang telah dimasukan oleh admin :
<%@i ncl ude f i l e=" koneksi DB. j sp" %>
<%
St r i ng nama=nul l ;
St r i ng passwor d=nul l ;
nama=r equest . get Par amet er ( " nama" ) ;
passwor d=r equest . get Par amet er ( " passwor d" ) ;
t heResul t = st at ement . execut eQuer y( " SELECT * FROM user wher e
nama=' " +nama+" ' and passwor d=' " +passwor d+" ' " ) ;
i f ( t heResul t . next ( ) )
{
sessi on. set At t r i but e( " user " , nama) ;



%>
<j sp: f or war d page=" cont ent . j sp" / >
<%
}
el se
{
out . pr i nt l n( " Passwor d dan nama yang anda masukkan sal ah" ) ;
out . pr i nt l n( " </ br >Kl i k Logi n Lagi unt uk ul angi kembal i :
</ br ><a hr ef =' f or muser . j sp' >Logi n Lagi </ a>" ) ;
}
t heResul t . cl ose( ) ;
st at ement . cl ose( ) ;
%>

4.3.2.2. Halaman index admin
Halaman index admin merupakan tampilan pertama setelah
melakukan login. Pada halaman index ini, terdapat penjelasan mengenai
menu kerja dalam administrator dan penjelasan untuk admin itu sendiri.
Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.12 Halaman Index Admin



4.3.2.3. Halaman input jenis penyakit
Halaman input jenis penyakit berfungsi untuk memasukan data-data
atau fakta basis pengetahuan dalam sistem pakar untuk mendiagnosa
secardini kanker kandungan berupa kode, nama, tambah, detail, edit,
hapus. Adapun desaian halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.13 Halaman input jenis penyakit
4.3.2.4 Halaman input gejala
Halaman input gejala berfungsi untuk memasukan data-data atau
fakta basis pengetahuan dalam sistem pakar untuk mendiagnosa dini
penyakit kanker kandungan berupa kode, nama, edit, hapus. Adapun
desain halamannya adalah sebagai berikut :




Gambar 4.14 Halaman input gejala
4.3.2.5 Halaman input relasi
Halaman input relasi berfungsi untuk memasukan data-data atau
fakta basis pengetahuan dalam sistem pakar untuk mendiagnosa dini
kanker kandungan berupa jenis penyakit dengan ciri-ciri gejalanya yang
kemudian disimpan. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.15 Halaman input relasi



4.3.2.6 Halaman input Solusi
Halaman input solusi berfungsi untuk memasukan data-data atau fakta
basis pengetahuan dalam sistem pakar untuk mendignosa dini kanker
kandungan berupa persentase hasil hitung berdasarkan jenis penyakit dan usia
pasien. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.16 Halaman input solusi
4.3.2.7 Halaman input Pakar
Halaman input pakar berfungsi untuk memasukkan data pakar yang
nantinya digunakan apabila ingin login ke administrator. Adapun desain
halamannya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.17 Halaman input pakar



4.3.2.8 Halaman Laporan Saran Kritik
Halaman laporan saran kritik berfungsi untuk menampilkan data-
data mengenai pengguna yang memberikan saran dan kritik untuk
pengembangan program selanjutnya. Adapun desain halamannya adalah
sebagai berikut :

Gambar 4.18 Halaman saran dan kritik



4.4.1. Hasil UjiCoba
4.4.1.1. Hasil Ujicoba Program
Tabel 4.1 Hasil Ujicoba program
Hasil UjiCoba Aplikasi Program
Uji Coba 1
No INPUT Kode_Gejala RULE
1 Pendarahan setelah
hubungan sexsual
Mensturasi lebih lama dari
biasanya
G004


G003

P009, P008, P001,
P002, P003,P004,
P005, P006, P007
Diagnosa program : P001 (servix)
Presentase kemungkinan : 3.7037%
Dari hasil konsultasi yang di centang atau yang di
inputkan sebayak 2 kali oleh pasien maka hasilnya
kemungkinan penyakit serta prosentase tertera diatas.
Kesimpulan : Dari hasil konsultasi diatas dapat dianalisis atau
disimpulkan bahwa ketika pasien menginputkan 2
gejala diatas maka kemungkinan pasien akan terkena
kanker servix serta persentase kemungkinan sedikit.
Uji Coba 2
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
2 Susah BAB, nafsu
makan berkurang, dan
berat badan turun
Kaki Membengkak
Perasaan sebah

G013


G014


G015


P009, P008, P001, P002,
P003,P004, P005, P006,
P007



Diagnosa program :Kemungkinan_penyakit Kanker Ovarium
Persentase_Kemungkinan : 5.555555 %
Dari hasil konsultasi yang di lakukan oleh pasien
maka hasil diagnosanya yaitu gejala yang di inputkan
akan menghasilkan kesimpulan akhir yaitu,
kemungkinan penyakit serta persentase kemungkinan
terkena kanker kandungan.
Kesimpulan : Dari hasil uji coba 2 konsultasi di atas hasil yang didapat
yaitu hasil diagnosa sesuai dengan aplikasi program.
Uji Coba 3
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
3 Terdapat bejolan pada
vagina
G031 P009, P008, P001, P002,
P003,P004, P005, P006,
P007
Diagnosa program :Kemungkinan_penyakit Kanker Vagina
Persentase_Kemungkinan :1.851 %
Dari hasil nilai konsultasi yang di lakukan oleh
pasien ketika 1 gejala yang di inputka, maka hasil
diagnosanya yaitu gejala yang di inputkan akan
menghasilkan kesimpulan akhir yaitu, kemungkinan
penyakit serta persentase kemungkinan terkena
kanker kandungan.
Kesimpulan : Dari hasil uji coba 3 konsultasi di atas hasil yang
dilakukan pasien akan menghasilkan kesimpulan akhir
yaitu kemungkinan penyakit serta persentase
kemungkinan terkena kanker kandungan
Uji Coba 4
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
SemuaGejalapenyakit Semua
kode_gejala
P009, P008, P001, P002,
P003,P004, P005, P006,
P007
Diagnosa program :Kemungkinan_Terkena semua penyakit (Servix, Uterus,



Ovarium, Vulva, Vagian, Troblas, Tuba Fallopi,
Mulut Rahim)
Persentase_Kemungkinan : masing-masing: Servix 12,96%, Ovarium 11,11%,
Uterus 14,81%, Vulva 12,96%, Vagina 11,11%,
Tuba Fallopi 3.703%, Troblas 7,407% dan mulut
Rahim 9,259%
Dari hasil nilai konsultasi yang di lakukan oleh
pasien ketika semua gejala yang di pilih maka
penyakit muncul semua dan nilai probabilitas
muncul semua.
Kesimpulan : Dari hasil uji coba 4 konsultasi di atas hasil yang
dilakukan pasien akan menghasilkan kesimpulan
akhir yaitu pasien kemungkinan terkena semua
penyakit/kanker kandungan dari apa yang telah di
inputkan oleh pasien serta masing-masing nilai
probabilitasnya.





















4.4.1.2. Statistik Probabilitas
Tabel 4.2 Perbandingan Hasil Ujicoba program
N
o
UjiCoba Penelitian Probabilitas Tanpa Probabilitas
1 Ujicoba 1. (Kanker servix)
Pendarahan paska kuitus
Rasa sakit saat berhubungan sexsual
Kanker Servix 3.7037% KankerServix Tidak ada
2 Ujicoba 2. (Kanker Uterus)
Pendarahan setelah menopause
Siklus mensturasi yang tidak teratur.
Pendarahan diantara periode
mensturasi
Kanker Uterus 5.555% Kanker Uterus Tidak ada
3 Ujicoba 3 (kanker Ovarium)
Susah BAB
Kaki membengkak
Kanker Ovarium 3.7037% Kanker
Ovarium
Tidak ada
4 Ujicoba 4 (Kanker Vulva) Kanker Vulva 3.7037% Kanker Vulva Tidak ada



Terasa terbakar & kehilangan pigmen
kulit
Iritasi vulva (gatal-gatal ) vulva sulit
sembuh
5 UjiCoba 5 (Kanker Vagina)
Merasa sakitsaat bersetubuh
Mengeluarkan cairan encer & berdarah
Kanker Vagina 3.7037% Kanker
Vagina
Tidak ada
6 Ujicoba 6 (Kanker Tubafallopi)
Perasaan nyeri terus menerus dan
menjalar kepangkal paha
Mengalami infeksi gonokokus
Kanker
Tubafallopi
3.7037% Kanker
Tubafallopi
Tidak ada
7 Ujicoba 7 (Kanker Troblas)
Rahim membesar
Pendarahan & syok
Kadar HCG yang meningkat
Kanker Troblas 5.555% KankerTroblas Tidak ada
8 Ujicoba 8 (Kanker Mulut Rahim) Kanker Mulut 5.555% KankerMulut Tidak ada



Tadak mau makan
Mual,muntah, BAK Sulit, Mencret
Pendarahan padaVagina
Rahim Rahim
9 Ujicoba 9 (Kanker Korpus Rahim)
Pendarahan setelah beberapa tahun
mati haid
Keluhan sesak diabdomen bagian
bawah
Beser putih kadang bercampur darah

Kanker Korpus
Rahim
5.555% Kanker
Korpus Rahim
Tidak ada
Kesimpulan
Pada ujicoba statistik probabilitas ini,
menghasilkan berapa persen (%) kemungkinan
pasien terkena penyakit (kanker) kandungan
sesuai keluhan/gejala yang di inputkan setelah
melakukan konsultasi
Pada ujicoba tanpa statistik probabilitas ini, setelah pasien
melakukan konsultasi, dan menginputkan keluhan/gejala
yang dirasakan maka hanya menghasilkan penyakit (kanker)
kandungan sesuai keluhan/gejala yang di inputkan oleh
pasien setelah melakukan konsultasi




4.5. Pengujian Sistem
Pengujian dalam hal kelayakan penggunaan aplikasi sistem pakar
untuk mendiagnosa secara dini kanker kandungan yaitu dengan menjalankan
program aplikasi yang dilakukan oleh pengguna. Kemudian diamati
mengenai tampilan aplikasi selain itu pengguna juga mengamati beberapa
hal mengenai materi yang disuguhkan dalam aplikasi.
4.5.1 Uji Coba Konsultasi (Perbandingan Seorang Pakar dan Program)
Pada uji coba ini digunakan untuk mengetahui berhasil tidaknya
system ini melakukan diagnose sebuah penyakit.
Untuk memulai konsultasi user memilih menu konsultasi pada
halaman utama. Pada halaman konsultasi user langsung mlakukan
pengisian data pasien, karena hasil konsultasi user akan dikirim ke rekam
medis sesuai nama yang dimasukkan. Pada form konsultasi user diharuskan
mengisi data secara lengkap untuk agar dapat melanjutkan ke proses
selanjutnya. Pada proses selanjutnya akan tampil gejala, pada setiap gejala
yang muncul mulai dari gejala yang pertama sampai ke gejala terakhir
harus dijawab sesuai dengan gejala yang dirasakan atau yang di keluhkan
oleh user. Setelah itu system akan mlakukan Diagnosa untuk mengetahui
hasil anlisa penyakit dari pengimpitan atau pemilihan gejalah yang telah
dilakukan oleh user. Kemudian system akan menampilkan data hasi
analisisnya meliputi identitas user, nama penyakit, gejalanya,
probabilitasnya, dan solusinya berupa pengobatan dan terapi.dan juga
tanggal melakukan konsultasi.



Dalam aplikasi ini proses konsultasi untuk menghasilkan sebuah
diagnose untuk penalarannya hingga ditemukan sbuah konklusi adalah
menggunakan metode forward chaining yang digunakan untuk
menghasilkan sebuah penyakit.
Berikut uji coba mendiagnosa penyakit pada user yang dilakukan
antara seorang pakar/dokter dan aplikasi ini. Uji coba ini dimaksudkan
untuk mengetahui keakurasian antara hasi diagnosa yang dilakukan oleh
aplikasi pakar untuk kanker kandungan dengan seorang pakar/dokter.
Tabel 4.2 Uji Coba Konsultasi (Perbandingan Seorang Pakar dan Program)
Hasil Analisis Dokter dengan program
Uji Coba 1. ketika ada 2 gejala
No INPUT Kode_Gejala RULE
1 Pendarahan setelah munopase
Siklus menysturasi yang tidak
teratur
G006

G018
P003
Diagnose dokter: Suspect P003
Diagnosa program: Kemungkinan P003
Kesimpulan: Hasil data sesuai dengan diagnosa dokter
Uji Coba 2. ketika 3 gejala
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
2




Pendarahan Pasca kuitus
Rasa sakit saat
berhubungan sexsual
Keputihan perulen yang
berbau dan tidak gatal
G001
G003

G002
P001
Diagnose dokter : Suspect P001 (Servix)
Diagnosa program : Kemungkinan P001 (Servix)



Kesimpulan : Hasil sesuai dengan diagnosa dokter
Uji Coba 3. Ketika 1 gejala
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
3 Rasa sakit saat
berhubungan sexsual
G003 P001, P004, P005
Diagnose dokter :Suspect P001,P004,P005 (vulva,vagina,servix)
Diagnosa program : Kemungkinan P001
Kesimpulan : Hasil tidak sesuai dengan diagnosa dokter
Uji Coba 4. Ketika semua gejalah yang dipilih
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
4 Semua Gejala penyakit Semua
kode_gejala
P001, P002, P003,P004,
P005, P006, P007, P008,
P009
Diagnosa Dokter : Suspect Terkena pada daerah organ kandungan (Servix,
Uterus, Ovarium, Vulva, Vagian, Troblas, Tuba Fallopi,
Mulut Rahim
Diagnosa program: Kemungkinan_Terkena semua penyakit (kanker
kandungan)
Kesimpulan : Hasil sesuai dengan diagnosa dokter
Ujicoba 5. Ketika 4 gejala
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
5 Pendarahan & syok
Rahim membesar
Keluar cairan abnormal
dari vagina
Nyeri ketika buang air
kecil
G041
Go40
G030
G027
P003, P005, P006
Diagnose dokter : Suspect P003,P005,P006 (uterus, vagina, tubafallopi)
Diagnosa program: Kemungkinan P003,P005,P006 (uterus, vagina,
tubafallopi)



Kesimpulan : Hasil sesuai dengan diagnosa dokter
Ujicoba 6. Ketika 2 gejala
No INPUT Kode_Gejala Penyakit
6 Tiadak mau makan,
mual, muntah & mencret
Pendarahan pada vagina
G044
G045
P008
Diagnose dokter : Suspect P008 (Mulut Rahim)
Diagnosa program : Kemungkinan P008 (MulutRahim)
Kesimpulan : Hasil sesuai dengan diagnosa dokter
Kesimpulan : Berdasarkan analisis dokter dibandingkan dengan hasil program
dapat disimpulkan perbandingan antara program dengan seorang
pakar/dokter tidak 100% sama akan tetapi lebih banyak
kesamaanya.

4.5.2 Uji Coba Kuisioner
Kuisioner ini penulis memberikan angket kepada responden yang
kemudian responden diminta untuk mengisi angket mengenai hasil
pengujian dan penilaian mereka terhadap program aplikasi ini dimana
terdapat beberapa pertanyaan menurut klasifikasinya yaitu dalam hal
tampilan dan desain, keakuratan dan kelayakan serta tanggapan secara
umum mengenai aplikasi.
Keakuratan serta kelayakan sistem pakar ini bergantung dari hasil
kesimpulan yang didasarkan atas pengisian kuisioner yang dilakukan oleh
10 orang responden yaitu mahasiswa dan mahasiswi kedokteran &
perawat, dan dokter umum.
Penilaian berdasarkan kriteria sebagai berikut :




SB : Sangat Baik
B : Baik
C : Cukup
K : Kurang
4.5.2.1 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Mengenai Tampilan dan Desain Sistem
Untuk pengujian tampilan aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa
secara dini kanker kandungan, responden diberikan beberapa pertanyaan
yang menyangkut permasalahan tampilan dan desain sistem, beberapa hal
yang ditanyakan adalah mengenai bentuk tampilan, komposisi warna,
tulisan atau penggunaan huruf, bahasa yang digunakan, tata letak,
kesesuaian gambar, dan kemudahan penggunaan.
Hasil dari rekapitulasi penilaian 10 orang responden terhadap
tampilan dan desain program aplikasi sistem pakar ini ditunjukkan dalam
Tabel 4.3 di bawah ini:
Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Mengenai Tampilan dan Desain Sistem
No Uraian
J umlah Penilaian Responden
SB B C K
1. Bentuk Tampilan 5 3 2
2. Komposisi Warna 2 7 1
3. Tulisan (Penggunaan Huruf) 3 5 2
4. Bahasa yang Digunakan 1 6 3
5. Tata Letak 2 7 1
6. Kesesuaian Gambar 5 5
7. Kemudahan Penggunaan 3 7




Dari hasil rekapitulasi yang dapat dilihat pada tabel diatas, di
dapatkan bahwa bentuk tampilan pada aplikasi sistem pakar untuk
mendignosa secara dini kanker kandungan dalam kategori sangat baik
dengan jumlah responden 5 dari 10 responden, komposisi warna,
penggunaan huruf, bahasa yang digunakan, tata letak, dan kemudahan
penggunaan dapat dikatakan baik dengan jumlah responden secara
berurutan adalah8,5,7,7 responden dari 10 responden. Sedangkan dalam
kesesuaian gambar 5 responden mengatakan sangat baik.
Sehingga di dapatkan kesimpulan secara umum bahwa dalam
sistem pakar untuk diagnosa dini kanker kandungan dapat dikatakan baik
dalam tampilan dan desain sistem.
4.5.2.2 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Mengenai Keakuratan dan Kelayakan
Sistem
Pengujian mengenai keakuratan dan kelayakan sistem aplikasi ini,
berdasarkan atas beberapa pertanyaan yang menyinggung permasalahan
tersebut, hal yang ditanyakan dalam kuisioner adalah mengenai materi
atau informasi pada aplikasi, akurasi kesimpulan dan solusi serta
kelayakan sistem.
Hasil dari rekapitulasi penilaian 10 orang responden terhadap
keakuratan dan kelayakan program aplikasi sistem pakar ini ditunjukkan
dalam Tabel 4.2 di bawah ini:





Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Kuisioner Mengenai Keakuratan dan Kelayakan Sistem
No
Uraian
J umlah Penilaian Responden
SB B C K
1. Materi (Informasi pada aplikasi) 6 4
2. Akurasi Kesimpulan atau solusi 6 4
3. Kelayakan Sistem 7 3

Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil kuisioner dari 10 responden
yang menjawab mengenai keakuratan dan kelayakan sistem, terlihat bahwa
6 responden menjawab sangat baik dan 4 responden lain menjawab baik
mengenai materi atau informasi yang disampaikan pada sistem aplikasi ini.
Untuk akurasi kesimpulan atau solusi dan juga kelayakan sistem, dapat
dikatakan sangat baik karena jumlah responden yang menjawab sangat
baik lebih banyak dbandingkan dengan responden yang menjawab baik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem aplikasi ini memiliki
materi atau informasi yang disampaikan pengguna dengan baik, sistem
memiliki keakuratan yang sangat baik dalam menghasilkan sebuah
kesimpulan dan solusi. Mengenai kelayakan sistem ini, dapat dikatakan
bahwa sistem ini sangat layak digunakan untuk diagnosa dini kanker
kandungan terlihat dari 7 dari 10 responden yang menjawab sangat baik.
Kesimpulan dari hasil kuisioner secara menyeluruh menunjukan
bahwa, program cukup bermanfaat dalam memberikan informasi dan hasil
diagnosa kanker kandungan, dan dapat dikatakan layak untuk digunakan,



juga dikatakan cukup akurat serta mempunyai desain tampilan yang
menarik, sehingga membantu pengguna dalam mendapatkan informasi,
melakukan proses diagnosa kanker kandungan serta pemilihan terapi dan
materi yang sesuai, dilihat berdasarkan hasil prosentase jenis penyakit.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Sistem pakar untuk mendiagnosa secara dini kanker kandungan ini
menggunakan sistem berbasis aturan dengan metode foward chaining ini
diharapkan dapat menjadi bahan atau salah satu referensi bagi pengembangan
sistem pakar lainnya atau bagi mahasiswa yang menyusun tugas akhir yang
berkaitan dengan sistem pakar. Ada beberapa kesimpulan dan saran yang dapat
disampaikan penulis sebagai hasil dari evaluasi pengembangan sistem dalam
laporan tugas akhir ini.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan yang telah dibahas dan diselesaikan melalui
laporan ini, maka terdapat beberapa kesimpulan:
- Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi sistem pakar ini berguna untuk
membantu dan mempermudah user dalam memperoleh informasi
mengenai kanker kandungan serta mendapatkan hasil diagnosa penyakit
(kanker) kandungan secara dini pada wanita.
- Berdasarkan hasil uji coba konsultasi yang dilakukan seorang pakar/dokter
dengan aplikasi program maka dapat disimpulkan bahwa akurasi antara
diaknosa dokter dan diagnosa program adalah hasilnya tidak 100% sama .
- Berdasarkan hasil uji coba konsultasi pasien maka dapat disimpulkan
bahwasannya ketika hanya salah satu gejala yang dipilih, yaitu ketika 1
gejala yang diinputkan pasien maka kemungkinan terkena penyakit hanya



1 penyakit dan masiminim atau ringan, ketika semua gejalah dipilih maka
pasien akan kemungkinan terkena semua penyakit kanker kandungan dan
presentase kemungkinan sesuai dengan banyaknya gejala perpenyakit.
5.2 Saran
Setelah mengembangkan sistem pakar ini, ada beberapa saran yang harus
diterapkan guna pengembangan sisten pakar lebih lanjut:
- Kiranya pengembangan portal informasi yang diperlukan untuk membantu
dalam melakukan identifikasi jenis kanker kandungan secara dini dapat
dijadikan media yang tepat bagi penggunanya, dalam menerima informasi
yang akurat, terpercaya, dan memiliki nilai yang efektif serta efisien bagi
pengguna.
- Pengetahuan sistem pakar diagnosa kanker kandungan kiranya semakin
diperkaya dengan penambahan kompleksitas gejala yang diberikan, agar
dapat memberikan penjelasan informasi kepada pengguna yang lebih
optimal.
- Dilakukan pengembangan program sejenis dengan permasalahan domain
yang lebih luas.
- Data mengenai kanker kandungan kiranya dapat lebih dimaksimalkan,
sampai mendapatkan perhitungan probabilitas yang lebih akurat serta
dicari alternatif lain yang memungkinkan penyelesaian yang jauh lebih
baik.
- Untuk solusi dan pengobatan serta terapi lebih lanjut sehingga dapat
menghasilkan perkembangan yang maksimal, sebaiknya user langsung



mendatangi pusat atau tempat pengobatan serta Dokter spesialis rumah
sakit terdekat.
- Progam aplikasi ini masih jauh dari kesempurnaan karena tidak semua
penyakit dan gejala yang ada dapat dideteksi, dan juga dalam program ini
tidak menyertakan hasil laboratorium.





DAFTAR PUSTAKA

Abul Fida Imaduddin Ismail.2003. Tafsir Ibnu Katsir. J akarta: Pustaka Imam
Syafii
Al-J auziyyah. 2008. Ath-Thibbun Nabawy, Pengobatan Cara Nabi Muhammad
SAW. Surabaya : Arkola
Arhami, M. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakata: ANDI.
An-Najar Zaghlul. 2006. Pmembuktian Sains Dalam Sunnah. J akarta: Amza.
Arifin Bey. 1993. Terjemah Sunan Abi Daud. Semarang: CV. Asy Syfa.
Fakultas Kedokteran UI. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. J akarta :
Media Aesculapius.
Hariyanto Bambang. 2005. Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java.
Informatika.
Iba Asghary Basri. 1994. Solusi Al-Quran Tentang Problema Sosial, Politik,
Budaya. J akarta: PT Rineka Cipta.
Kroenke M. David 2007., Dasar-dasar, Desain Dan Implementasi Data Base
Processing. J akarta : Erlangga.
Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: ANDI.
Kusumadewi, Sri. 2003. Artificial Intelligence. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Manuaba Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. J akarta: Buku Kedokteran
EGD.
Muchtar Rustam. 1998. Sinupsis Obstetri. J akarta: Buku Kedokteran EGD.



Miller Gregg. 2008. Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Kanker. J akarta:
Prestasi Pustaka.
Quraish Shihab M. 2001. Tafsir Maudui atas berbagai Persoalan Ummat:
Wawasan Al-Quran .Bandung: Mizan.
Sabella Rifdah. 2009. Cara Pinter Atasi Kanker. Klaten: Cable Book.
Saputro, Wahju T. 2005. MYSQL Untuk Pemula. Yogyakarta: Pena Media
Susanti Ikamaya. 2007. Cerita Kanker
Wiksjo Sastro Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan Edisi ke Empat. J akarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Wiksjo Sastro Hanifa. 2005. Ilmu ke Bidanan Edisi ke Tiga. J akarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Wijo Srihartati, Suhenarto Herry. 2006. Pemugraman Java Servlet dan JSP
dengan NetBans. Yogyakarta: ANDI
Zuhri Dipl. 1992. Terjemah Sunan At-Trimidzi. Semarang: CV.Asy Syfa
Winarko, Edi. 2006. Perancngan Database dengan Power Desaigner 6.32.
J akarta: Prestasi Pustakaraya
Kanker kandungan, (online) (http://www.dakiunta.com/content/kanker-rahim,
diakses taanggal 17 september 2009)
Kanker kandungan, (online) (http://www.dakiunta.com/content/kanker, diakses
taanggal 17 september 2009)
http://shasaimut.blogspot.com/kanker-leher-rahim-pada-wanita.html, diagses
tanggal 08 juli 2009