Anda di halaman 1dari 7

TENGGELAM

Tenggelam adalah suatu keadaan dimana terjadi asfiksia yang menyebabkan


kematian akibat udara atmosfer tidak dapat masuk ke dalam saluran pernafasan, karena
sebagian atau seluruh tubuh berada di dalam air sehingga udara tidak mungkin bisa
memasuki saluran pernafasan.
Beberapa istilah drowning:
1. Wet drowning. Pada keadaan ini cairan masuk kedalam saluran pernafasan setelah
korban meninggal.
2. Dry drowning. Pada keadaan ini cairan tidak masuk kedalam saluran pernafasan,
akibat spasme laring.
3. Secondary drowning. Terjadi gejala beberapa hari setelah korban tenggelam ( dan
diangkat dari dalam air) dan korban meninggal akibat komplikasi.
. Immersion syndrome. !orban tiba"tiba meninggal setelah tenggelam dalam air dingin
akibat refleks #agal. $lkohol dan makan terlalu banyak merupakan faktor pencetus
Faktor Risiko Tenggelam
Pria cenderung lebih banyak tenggelam daripada %anita, terutama pria berusia 1&"2
tahun.
Tidak memakai pelampung ketika menjadi penumpang angkutan air.
1
!urangnya penga%asan terhadap anak (terutama anak berusia ' tahun ke ba%ah).
!ondisi air melebihi kemampuan perenang, arus kuat, air yang sangat dalam,
terperosok se%aktu berjalan di atas es, ombak besar, dan pusaran air.
Terperangkap misalnya setelah peristi%a kapal karam, kecelakaan mobil yang
mengakibatkan mobil tenggelam, serta tubuh yang terbelenggu pakaian atau
perlengkapan.
Terganggunya kemampuan fisik akibat pengaruh obat"obatan dan minuman beralkohol.
!etidakmampuan akibat hipotermia, syok, cedera, atau kelelahan.
!etidakmampuan akibat penyakit akut ketika berenang, termasuk di antaranya( infark
miokard, epilepsi, atau stroke.
)itenggelamkan dengan paksa oleh orang lain dengan tujuan membunuh, kekerasan
antar anak sebaya, atau permainan di luar batas ke%ajaran..
Berdasarkan posisi mayatbagian t!b!h yang tenggelam dibagi d!a (
1. *ubmerse dro%ning adalah mati tenggelam dengan posisi sebagian tubuh mayat
masuk ke dalam air, seperti bagian kepala mayat.
2. +mmerse dro%ning adalah mati tenggelam dengan posisi seluruh tubuh mayat
masuk ke dalam air.
Berdasarkan penyebab kematian dibagi d!a :
1. spasme laring (menimbulkan asfiksia)
2. ,agal refleks-cardiac arrest-kolaps sirkulasi
2
Berdasarkan penyebab kematian pada kas!s wet drowning dibagi tiga (
(2)
1. $sfiksia
2. .ibrilasi #entrikel pada kasus tenggelam dalam air ta%ar
3. /dema paru pada kasus tenggelam dalam air asin (laut)
Berdasarkan "ara kematian dibagi empat (
(2)
1. !ecelakaan (paling sering)
2. 0ndeterminate
3. Pembunuhan
. bunuh diri
Mekanisme tenggelam ada # ma"am$ yaitu (
1. 1eberapa korban sesaat bersentuhan dengan air yang dingin terutama leher atau jatuh
secara hori2ontal ia mengalami #agal refleks.
2. !orban saat menghirup air, air masuk ke laring menyebabkan laringeal spasme.
3ekanisme kematian karena asfiksia. Pada korban ditemukan tanda"tanda asfiksia
tetapi tanda"tanda tenggelam pada organ dalam tidak ada karena air tidak masuk.
3. !orban saat masuk ke dalam air ia akan berusaha untuk mencapai permukaan
sehingga menjadi panik dan terhirup air, batuk dan berusaha untuk ekspirasi. !arena
kebutuhan oksigen maka ia akan lebih banyak menghirup air. 4ama"lama korban akan
sianotik dan tidak sadar. *elama tidak sadar, korban akan terus bernafas dan akhirnya
3
paru tidak dapat berfungsi sehingga pernafasan berhenti. Proses ini berlangsung 3"'
menit, kadang"kadang 15 menit.
%ebab kematian pada tenggelam pada umumnya adalah asfiksia, inhibisi #agal, dan
spasme laryn6.
Gambaran &ost Mortem
Pada pemeriksaan luar
Pakaian masih basah
Tanda"tanda asfiksia jelas
3ata setengah terbuka.
3uka sianosis, konjungti#a kongesti dan pupil dilatasi.
4idah bengkak dan terjulur keluar, sering tergigit.
1ibir, hidung dan ujung"ujung kuku sianosis.
)ari hidung dan mulut keluar buih halus. 7arna buih putih, kecil halus dan tahan
lama sedangkan pada pembusukan buih lebih besar dan mudah pecah.
Pada ujung kuku bisa dijumpai lumpur dan pasir.
Tangan sering menggenggam erat daun"daun, ranting, rumput dan lainnya, hal ini
menunjukkan cadaveric spasme, yang merupakan tanda penting bah%a korban
sebelum tenggelam masih hidup.

Cutis anserina terjadi karena kontraksi m./rektor pili. 1iasanya dijumpai pada
anggota gerak korban yang mati tenggelam di air dingin. juga dapat dijumpai pada
fase rigor mortis.
!ulit ari akan mengelupas dan rambut akan mudah dicabut atau gugur.
!ulit telapak tangan dan kaki menjadi keriput dan putih seperti tangan orang yang
lama mencuci (Washer women hand).
4ebam mayat jelas terlihat pada kepala, leher,dan dada karena pada kasus tenggelam
kepala lebih rendah sehingga darah banyak berkumpul di kepala. 4ebam mayat
ber%arna lebih merah.
*krotum dan penis terlihat retraksi, karena kontraksi tunika dartos disebabkan dingin.
&ada pemeriksaan dalam
laring, trakea, dan cabang bronkus dapat dijumpai buih dan darah.
3ukosanya ber%arna merah oleh karena kongesti.
)alam saluran pernafasan tdp cairan yang sama dengan cairan tempat dia tenggelam,
cairan dapat berisi lumut, lumpur ataupun pasir, bila tenggelam pada air laut dapat
dijumpai kristal garam.
juga dapat didapati sisa makanan pada saluran pernafasan, hal ini disebabkan oleh
pembusukan yang mengakibatkan tekanan intraabdomen meningkat dan mendorong
makanan keatas dan masuk dalam saluran pernafasan.
'
Paru"paru akan membesar (ballon like appearance) sehingga terlihat jelas bekas"
bekas iga pada paru"paru, jika ditekan akan membekas dan bila dipotong akan keluar
darah dan buih. !adang"kadang paru tidak membesar karena adhesi dari pleura.
Pleura dapat ber%arna kemerahan dan terdapat bintik"bintik kemerahan, perdarahan
ini dapat terjadi karena adanya kompresi terhadap septum inter al#eoli, atau oleh
karena terjadinya fase kon#ulsi akibat kekurangan oksigen.
1ercak perdarahan yang besar (diameter 3"' sentimeter), terjadi karena robeknya
partisi inter al#eolar, dan sering terlihat di ba%ah pleura8 bercak ini disebut bercak
paltauf (1&&2),
1ercak paltauf ber%arna biru kemerahan dan banyak terlihat pada bagian ba%ah
paru"paru, yaitu pada permukaan anterior dan permukaan antar bagian paru"paru.
Paru"paru pucat dengan diselingi bercak"bercak merah di antara daerah yang
ber%arna kelabu, jari. 9ambaran paru"paru seperti tersebut di atas dikenal dengan
nama emphysema a'!os!m ata! emphysema hydroaeri'!e.
Pada wet drowning tidak dijumpai tardieus spot. :antung kanan penuh terisi darah dan
jantung kiri kosong. ,ena"#ena membesar dan kongesti. Pada lambung dan usus
dijumpai air sesuai dengan tempat tenggelamnya. ;epar, limpa dan ginjal kongesti
dan ber%arna gelap. <tak mengalami kongesti dan hiperemis. )i telinga tengah dapat
dijumpai air.
1,2,3,=

=
Test kimiawi pada kas!s tenggelam
1. Gettler, menunjukkan adanya perbedaan kadar khlorida dari darah
yang diambil dari jantung kanan dan jantung kiri. +nterpretasinya adalah korban yang
tenggelam di air ta%ar mengandung >l lebih rendah pada jantung kiri daripada jantung
kanan.
2. (!rla"her$ menyatakan test yang lebih dipercaya adalah
penentuan perbedaan berat jenis plasma dari jantung kiri dan kanan.
?
3. &olson dan gee, berpendapat bah%a kedua test tersebut dapat dipakai sebagai data
konfirmatif dalam tenggelam, dengan catatan pemeriksaan dalam beberapa jam setelah
terbenam.
'
?