Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK LABORATORIUM

MIKROSKOP
Disusun Oleh :
Gibbie Nandhini TB (133!1"1!#$!%
&i'i( Raha)u (133!1"33"$%
Lenn) Mashi(*(133!1"1!#"%
Elsa &idhi R+(133!1"33#,%
Us'a(un -asanah (133!1"1!#3%
Muha..ad Ma/0*1* & ( %
O2e/in3 B
4u/usan Bi*l*3i
5AKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETA-UAN ALAM
UNI6ERSITAS NEGERI MALANG
$13
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK LABORATORIUM
MIKROSKOP
A+ Topik
Penggunaan mikroskop.
B+ Tujuan
1. Dapat memahami proses penggunaan mikroskop .
2. Dapat melakukan pengamatan dan menggambar hasil pengamatan dengan benar.
3. Dapat menggunakan mikroskop cahaya dengan benar.
4. Mengetahui sifat bayangan yang dihasilkan oleh mikroskop.
5. Mengetahui cara perawatan dan penyimpanan mikroskop.
7+ Landasan Teori
Mikroskop adalah peralatan yang diciptakan untuk membantu manusia agar mampu
melihat bendabenda berukuran kecil yang tak bisa dilihat dengan mata telan!ang.Dengan
menggunakan mikroskop" manusia tidak hanya bisa melihat namun !uga mempela!ari
bendabenda mikroskopik tersebut untuk menambah pengetahuan. #ecara teori"
bayangan yang dihasolkan oleh mikroskop adalah maya" terbalik" diperbesar.
$. Macam Mikroskop
1. Mikroskop %ahaya
Mikroskop cahaya adalah !enis mikroskop yang paling umum digunakan.
Mikroskop ini memiliki daya pembesaran ob!ek hingga 1&&& kali. Mikroskop tipe ini
!uga sering disebut sebagai mikroskop optik.
Mikroskop cahaya dibedakan men!adi dua" yaitu biasa dan listrik. Mikroskop
cahaya biasa !ika dalam penggunaannya masih tergantung oleh cahaya atau sinar
matahari. Mikroskop cahaya listrik !ika penggunaannya sudah tidak tergantung oleh
cahaya atau sinar matahari" melainkan sudah dilengkapi oleh lampu khusus.
Mikroskop ini umumnya terdiri atas tiga macam lensa" yaitu lensa okuler"
ob!ektif" dan !uga lensa kondensor. 'ensa kondensor berfungsi dalam pengaturan
pencahayaan.
'ensa optik ini sendiri masih dibedakan lagi men!adi dua !enis.(erikut adalah
macammacam mikroskop optik berdasarkan !umlah lensa okuler yang digunakan.
Monokuler ) mikroskop yang menggunakan satu lensa okuler
(inokuler ) mikroskop yang menggunakan dua lensa okuler
2. Mikroskop #tereo
Mikroskop stereo memiliki penggunaan yang lebih khusus" yaitu
dimanfaatkan untuk melihat bendabenda yang ukurannya tidak terlalu kecil. *al
ini lantaran mikroskop stereo memiliki daya pembesaran rendah" yaitu sebanyak +
sampai 3& kali sa!a. ,ntuk penggunaan lensa" mikroskop stereo tidak berbeda
!auh dengan mikroskop cahaya.
-alau berdaya pembesaran rendah" mikroskop stereo punya kelebihan
tersendiri" diantaranya )
Memungkinkan kita melihat benda.ob!ek secara tiga dimensi. *al ini
disebabkan oleh daya lensa yang lebih tinggi dan ta!am daripada lensa pada
mikroskop cahaya.
-alau memiliki daya pembesaran yang tidak terlalu kuat" mikroskop stereo
memungkinkan kita meneliti bendabenda yang tebal. *al ini disebabkan oleh
pengaruh sumber cahaya yang dimiliki oleh mikroskop stereo.
$$. (agian(agian Mikroskop
(erikut adalah bagianbagian mikroskop beserta fungsinya)
LENSA
OKULER" yaitu
lensa yang dekat
dengan mata
pengamat lensa
ini berfungsi untuk
membentuk
bayangan maya"
tegak" dan
diperbesar dari lensa ob!ektif
LENSA OBJEKTIF" lensa ini berada dekat pada ob!ek yang di amati" lensa ini
membentuk bayangan nyata" terbalik" di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh
re/ol/er untuk menentukan perbesaran lensa ob!ektif.
TABUNG MIKROSKOP (TUBUS" tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus
dan menghubungan lensa ob!ektif dengan lensa okuler.
MAKROMETER (PEMUTAR KASAR" makrometer berfungsi untuk menaik
turunkan tabung mikroskop secara cepat.
MIKROMETER (PEMUTAR !ALUS" pengatur ini berfungsi untuk menaikkan
dan menurunkan mikroskop secara lambat" dan bentuknya lebih kecil daripada
makrometer.
RE"OL"ER" re/ol/er berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa ob!ektif dengan
cara memutarnya.
REFLEKTOR" terdiri dari dua !enis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung.
0eflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke me!a ob!ek
melalui lubang yang terdapat di me!a ob!ek dan menu!u mata pengamat. %ermin
datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi" sedangkan !ika kurang
cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan
cahaya.
#IAFRAGMA" berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
KON#ENSOR" kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk"
alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
MEJA MIKROSKOP" berfungsi sebagai tempat meletakkan ob!ek yang akan di
amati.
PENJEPIT KA$A" pen!epit ini berfungsi untuk men!epit kaca yang melapisi ob!ek
agar tidak mudah bergeser.
LENGAN MIKROSKOP" berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
KAKI MIKROSKOP" berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
SEN#I INKLINASI (PENGATUR SU#UT1" untuk mengatur sudut atau tegaknya
mikroskop.
$$$. %ara Penggunaan Mikroskop
Pada dasarnya, cara menggunakan mikroskop sangat mudah
bagi mereka yang telah mengentahui bagin-bagian dari alat itu
sendiri. Dengan mengetahui bagian rinci dari mikroskop dan
memahami fungsi masing-masing bagian, maka seseorang secara
tidak langsung telah belajar seperdua bagian dari cara
menggunakan mikroskop. Berikut tata cara menggunakan
mikroskop dengan benar :
1. Mulailah dengan meletakkan mikroskop pada sebuah meja.
Pastikan medium tersebut kokoh dan kuat sehingga mikroskop
aman. elanjutnya, aturlah pencahayaan mikroskop. !pabila
mikroskop telah dilengkapi dengan lampu, maka tinggal
menyalakan lampu dan mengarahkannya pada mikroskop
dengan jarak sekitar "# cm. !kan tetapi jika mikroskop yang
digunakan masih sederhana dan bertumpu pada cahaya
matahari, maka sebaiknya mengarahkan mikroskop pada
sumber cahaya yang ada misalnya di $ilayah yang dekat
dengan pintu ataupun jendela ruangan.
". elanjutnya, mulailah mengatur bagian diafragma dan juga
kedudukan cermin. Dengan demikian, cahaya akan dipantulkan
dari lubang meja objek yang hendak diamati %preparat&.
ebaiknya, tidak mengarahkan cermin ke sumber cahaya secara
langsung, sebab pantulan cahayanya akan membuat pandangan
peneliti terganggu. !pabila pencahayaan telah diatur dengan
benar, pada saat mendekatkan mata pada lensa okuler maka
akan terlihat lingkaran cahaya yang memiliki intensitas terang
yang seimbang atau merata. 'al inilah yang kemudian dikenal
dengan istilah lapangan pandang.
(. etelah mendapatkan pengaturan cahaya yang tepat dan
benar, peneliti bisa memulai kegiatan pengamatan terhadap
objek atau preparat dengan menggunakan lensa objektif yang
sebaiknya dimulai dari perbesaran yang paling ba$ah terlebih
dahulu. !dapun langkah-langkah yang bisa diikuti adalah
sebagai berikut:
)empatkan kaca benda atau yang dikenal juga dengan istilah
object glass dengan preparat yang hendak diamati pada meja
objek. !tur sedemikian rupa agar objek tersebut tepat berada
pada lapangan pandang.
elanjutnya, jepit kaca benda dengan menggunakan penjepit
khusus yang ada pada bagian atas meja objek.
elanjutnya, sembari mengamati dari arah samping, peneliti bisa
menurunkan lensa objektif sedikit demi sedikit. *unakan
pemutar kasar sampai jarak lensa objektif dengan objek
penelitian hanya tersisa + milimeter. Pada sebagian jenis
mikroskop, jarak diatur tidak dengan pemutar kasar melainkan
dengan menaikturunkan meja objeknya. Mikroskop yang seperti
ini menuntut kehati-hatian sebab jika salah perhitungan, lensa
objektif bisa saja menyentuh meja objek dan tergores.
,ermatilah bayangan yang terlihat dari lensa okuler. -ika
dibutuhkan, gunakanlah pemutar kasar untuk menaikkan juga
menurunkan lensa objektif hingga didapatkan bayangan atau
tampilan objek yang diamati dengan jelas. !pabila hal ini tidak
berhasil membuat !nda melihat objek dengan jelas, maka
mungkin !nda harus mengulangi langkah pada poin ketiga.
etelah objek yang diteliti terlihat jelas, !nda bisa menggunakan
pemutar halus untuk menurnkan lensa objektif agar ojek
tersebut bisa terlihat lebih jelas lagi.
-ika dikehendaki, !nda bisa mendapatkan pembesaran yang kuat
dengan cara mengganti atau merubah lensa objektif. .ntuk hal
ini !nda bisa menggunakan bagian yang bernama re/ol/er.
Pastikan posisi objek tidak bergeser sedikitpun. ebab jika iya,
maka terpaksa !nda harus mengulangi langkah dari poin yang
pertama.
01. ,ara Pera$atan dan Penyimpanan Mikroskop
Berikut adalah beberapa cara dalam pera$atan dan penyimpanan
mikroskop :
1. Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu,
dan bebas dari uap asam dan basa. )empat penyimpanan yang
sesuai adalah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel
yang bersifat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar
mikroskop tidak lembab. elain itu, dapat pula diletakkan dalam
lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
". Bagian mikroskop non optik yang terbuat dari logam atau
plastik, dapat dibersihkan dengan menggunakan kain 2anel.
.ntuk membersihkan debu yang terselip di bagian mikroskop
tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
(. 3ensa-lensa mikroskop %okuler, objektif, dan kondensor&
dibersihkan dengan menggunakan tissue lensa yang diberi
alcohol 4#5. -angan sekali-kali membersihkan lensa
menggunakan sapu tangan atau lap kain.
6. isa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan
dengan 7ilol %7ylene&. Pada penggunaan 7ilol haruslah hati-hati,
jangan sampai cairan 7ilol menempel pada bagian mikroskop
non optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan
plastik, dan juga jangan menggunakan larutan ini ke bagian
lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bah$a
tindakan tersebut aman.
+. ebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop
tersebut, terutama hapus semua minyak imersi di permukaan
lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan
menggumpal serta mongering. Minyak dan partikel halus pada
lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. 'al
ini dapat menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang
tertinggal di atas meja mikroskop merupakan suatu kelalaian
atau kecerobohan.
8. ebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan
lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar
alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan
kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan %kalau
mikroskop listrik&
2. Pembesaran dan #ifat bayangan
3u!uan mikroskop adalah menghasilkan bayangan dari benda yang
dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor"
diantaranya titik fokus kedua lensa4 ob!ektif f1 dan okuler f2" pan!ang tubulus
atau !arak4t1 lensa ob!ektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah !arak
pandang mata normal4sn1. 0umus)
(aik lensa ob!ektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung.
#ecara garis besar lensa ob!ektif menghasilkan suatu bayangan sementara
yang mempunyai sifat semu" terbalik" dan diperbesar terhadap posisi benda
mulamula" lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selan!utnya adalah
lensa okuler. Pada mikroskop cahaya" bayangan akhir mempunyai sifat yang
sama seperti bayangan sementara" semu" terbalik" dan lebih lagi diperbesar.
5ika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf 6 di
bawah mikroskop" maka yang ia lihat adalah huruf 6 yang terbalik dan
diperbesar.
D+ Pe.bahasan
9ami mengamati kapuk dan kapas dengan menggunakan mikroskop
cahaya dengan perbesaran 1#71# dan 6#71#. #etelah diamati di bawah
mikroskop" sel dari kapuk 4Cieba pentandra1 berbentuk seperti benangbenang atau
filamen. #usunan selnya renggang dan tidak teratur. Memiliki ukuran sel yang pan!ang
dan agak besar. kapuk merupakan serat yang terdiri dari beberapa !aringan. Pada bentuk
umumnya kapuk berbentuk serabut" diadalam serabut terdapat dalam bentuk untaian atau
dalam bentuk silinder cabang. *al tersebut merupakan berkas pengangkut seraut yamng
biasanya suatau seludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam
kelompok yang tersebar didalam 7ilem dan floem. 7ilem dan floem adalah sistem
transportasi untuk mengedarkan 8at makanan dan air keseluruh tubuh sehingga sel di
dalamnya tetap dalam keadaan hidup.
Pada pengamatan yang kita lakukan pada kapas" kita mendapatkan gambaran secara !elas
keadaan dari kapas (Gossypium sp) melalui mikroskop" bisa di ilustrasikan
seperti serabutserabut halus yang ukurannya pan!ang dan kecil. (entuk sel pada kapas
menyerupai tabung yang di dalamnya terdapat benangbenang seperti serat. Memiliki
susunan sel yang tidak teratur. 9apas merupakan serabut yang bercabang dan memiliki
7ilem dan floem. 7ilem merupakan selsel pan!ang dengan u!ung meruncing" floem
terdiri atas buluh tapis" sel pengiring.
:amun karena pengamatan yang kurang teliti" kita tidak bisa menun!ukan secara !elas
dimana letak dari ;ylem dan floem yang selama ini bisa kita lihat melalui gamabar
gambar di bukubuku maupun dunia maya" sehingga ter!adi sedikit perbedaan gambar
yang dihasilkan dari pengamatan kami apabila dibandingkan dengan gambargambar
yang lain.
etelah itu kami mengamati semut dan benang sari menggunakan
mikroskop stereo dengan perbesaran 6#71# dan perbesaran
maksimal. Dalam pengamatan ini kami bisa melihat dengan jelas
organ-organ semut dan benang sari secara ( dimensi. Meskipun kami
mengalami sedikit kesulitan karena mikroskop stereonya sedikit rusak.
E+ Da(a Pen3a.a(an
5+ Kesi.8ulan
Mikroskop merupakan alat untuk melihat bendabenda yang tidak bisa dilihat dengan mata
telan!ang. #ehingga" mikroskop dirancang dengan sedemikian rupa untuk dapat menguntungkan
manusia agar dapat melihat benda yang berukuran sangat kecil maupun halus. Di dalam
mikroskop terdapat lensa ob!ektif yang menghasilkan bayangan maya" terbalik" diperbesar.
#edangkan luas bidang pandang merupakan luas bayangan yang tampak dari lensa okuler" yaitu
hasil kali antara !ari!ari dengan phi 4<1. #etelah banyak kegunaan yang kita dapat dari
mikroskop" hendaknya banyak !uga halhal yang harus diperhatikan saat menggunakan
mikroskop" agar mikroskop aman dan tidak ada kerusakan yang ter!adi pada mikroskop.
G+ Sa/an
Diharapkan para praktikan lebih memahami lagi halhal dalam penggunaan
mikroskop
Diharapkan para praktikan lebih teliti dan hatihati dalam melakukan penelitian.
Diharapkan para praktikan" setelah melakukan praktikum dapat memahami tu!uan
dari praktikum.
-+ Da9(a/ Pus(a1a
!ditiaa$ati,Pinkan,%"#1#&.Biologi untuk M!. -akarta :)im :limpiade
Biologi
http:;;kelasbiologiku.blogspot.com;"#1(;#6;belajar-cara-yang-tepat-
menggunakan.html
http:;;sulistyaindriani.$ordpress.com;"#1#;#4;1";bagian-bagian-
mikroskop-dan-fungsinya

Anda mungkin juga menyukai