Anda di halaman 1dari 8

RENCANA DAFTAR ISI BESERTA PEMBAHASANNYA

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTA R TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I. PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang Masalah
Berisi tentang apa yang melatarbelakangi
pengambilan judul Tugas Akhir. Di dalamnya tertulis
pendahuluan tentang lereng, seberapa penting fungsi lereng
dalam tambang, metode perhitungan faktor keamanan lereng,
1. 2. Perumusan Masalah
Berisi masalah yang akan diteliti yaitu menghitung
kestabilan lereng secara manual dan dengan menggunakan
aplikasi Slide, dan merancang desain lereng yang aman.
1. 3. Batasan Masalah
Batasan masalahnya yaitu melakukan perancangan
geometri lereng yang aman, melakukan perbandingan antara
hasil manual vs aplikasi.


1. 4. Tujuan Penelitian
Merancang lereng yang aman, menganalisis
mengenai perancangan geometri lereng, membandingkan
hasil analisis manual dan aplikasi.

1. 5. Manfaat yang diharapkan
Menambah ilmu dan wawasan dan menjadi referensi
atau bahan ajar untuk perkuliahan.
BAB II. DASAR TEORI
2. 1. Kestabilan Lereng
Materi yang dibahas pada subbab ini adalah tentang
pengertian lereng, jenis jenis bidang gelincir,
kelongosran circular, dan sedikit tentang analisis
kestabilan lereng (sumber (Braja M. Das, 1993 jilid 2.
hal 165)
2. 2. Parameter Tanah dan Batuan
Pada subbab ini dijelaskan tentang parameter
parameter tanah/batuan yang digunakan dalam
melakukan perhitungan kestabilan lereng seperti sifat
fisik dan mekaniknya beserta deskripsi sederhana tentang
FK (safety factor)
2. 3. Angka Keamanan
Subbab ini berisi tentang penjelasan sederhana
mengenai angka keamanan berdasarkan pengaruh dari
parameter parameter tanah/batuan.(sumber, Joseph E.
Bowles. Edisi 2 hal 547)
2. 4. Analisis Kestabilan Lereng
Penjelasan mengenai metode analisis kestabilan
lereng yang dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu
Prosedur Massa dan juga Metode Irisan (sumber Braja
M. Das, 1993 hal 165 dan Joseph E. Bowles hal 525))
2.4 1. Metode Irisan (Method of Slice)
Menjelaskan tentang metode irisan beserta
parameter tanah dan gaya gaya yang bekerja pada
bidang runtuh circular. Bidang runtuh dibagi dalam
beberapa irisan - irisan yang dijelaskan secara grafis
dalam penampang bidang gelincir (sumber Braja M.
Das, 1993 hal 187 dan Joseph E. Bowles hal 539
2.4 2. Penyelesaian Menurut Fellenius (Ordinary)
Merupakan penjelasan metode analisis
kestabilan lereng menurut Fellenius (Ordinary)
(sumber Ralph B. Peck hal)
2.4 3. Penyelesaian Menurut Bishop
Merupakan penjelasan tentang analisis
kestabilan lereng menurut Bishop (sumber Braja M.
Das, 1993 hal 165 dan Joseph E. Bowles hal 525)
2. 5. RocScience Slide
Subbab ini membahas tentang pengenalan singkat
software RocScience Slide, yaitu software analisis
kestabilan lereng yang akan digunakan dalam penelitian.
(sumber: Hamzah Maulana, Atiyya Inayatillah, Analisis
Ketabilan Lereng Dengan Software Rocscience Slide,
hal 2)
2. 6. Pengamatan Lapangan
Merupakan pembahasan mengenai lapangan/ tampat
penelitian yang akan digunakan dalam menyusun tugas
akhir.


2. 7. Data yang diambil
Merupakan pembahasan tentang data yang akan
diambil dan digunakan dalam penelitian. Antara lain data
utama yaitu data sudut geser dalam, bobot isi tanah,
kohesi, kadar air tanah, topografi, permodelan cadangan
dan data data pendukung yang lain.
2. 8. Analisis Penyelesaian Masalah
Merupakan analisis dalam melakukan perhitungan
faktor keamanan. Seperti membuat model kelongsoran /
bidang runtuh yang potensial, membuat slice slice,
hingga memilih sampel lereng yang akan dihitung faktor
keamanannya.
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
3. 1. Studi Literatur
mengumpulkan referensi yang menjadi acuan dalam
penelitian. Antara lain skripsi teknik pertambangan,
jurnal penelitian geoteknik, maupun buku buku
mekanika tanah geoteknik yang digunakan sebagai
landasan teori.
3. 2. Penelitian Lapangan
Pada penelitian lapangan, menjelaskan data yang
diambil antara lain berupa foto areal penambangan dan
juga melakukan pemetaan pada areal penambangan.
3. 3. Pengambilan Data
Data data yang diambil berupa data sekunder hasil
penelitian skripsi yang sedang berlangsung antara lain
data uji kualitas tanah, dan data cadangan batubara
beserta topografi wilayah pertambangan.

3. 4. Pengolahan Data
Membahas tentang bagaimana mengolah data
sekunder tersebut menjadi geometri lereng (hasil).
Antara lain cara penggunaan aplikasi yang digunakan
dalam penelitian (Slide, Surfer, Microsoft Excel, Surpac,
Autocad) dan cara menghitung faktor keamanan secara
manua (Braja M. Das, 1993, Joseph E. Bowles, Ralph B.
Peck, Slide 2D limit equilibrium slope stability for soil
and rock slope, dll)
3. 5. Analisis
Menjelaskan analisis kestabilan lereng yang diteliti.
Antara lain analisis nilai kestabilannya, perbandingan
metode perhitungan.
3. 6. Kesimpulan
3. 7. Diagram Alir Penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4. 1. Hasil Pengumpulan dan Pengolahan Data
Menampilkan data sekunder yang dibutuhkan dalam
perhitungan FK antara lain data mekanika tanah ( kohesi,
sudut geser dalam, berat jenis), peta topografi
pertambangan, peta penyebaran titik bor dan permodelan
geologi seam seam batubara.
4.2.1 Hasil Pengujian Laboratorium
Menampilkan hasil pengujian laboratorium
lengkap tentang tanah yang akan dipakai dalam
penelitian kestabilan lereng seperti kohesi, sudut
geser dalam, berat isi tanah.

4.2.2 Hasil Proyeksi Peta Topografi Areal
Pertambangan
Menampilkan hasil dari peta topografi yang
akan dipakai dalam menentukan pemilihan sampel
lereng yang direncanakan akan dibuat.
4.2.3 Hasil Permodelan Geometri Cadangan Batubara
Menampilkan data geometri cadangan
batubara yang digunakan dalam menetukan
ketinggian lereng berdasarkan kedalaman seam
batubara atau menggunakan acuan titik bor dalam
menentukan ketinggian lereng.
4. 2. Hasil Pengolahan Data
Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana data
data seperti data geometri cadangan dan topografi
menghasilkan data geometri sampel lereng yang akan
dicoba kestabilannya yang dijelaskan secara rinci.
4.2.1 Desain Geometri Sampel Lereng
Subbab ini menampilkan beberapa geometri
sampel lereng dengan berbagai konfigurasi sudut
lereng yang akan dicoba dihitung kestabilannya.
4.2.2 Perhitungan Nilai Faktor Keamanan Lereng
Subbab ini menampilkan hasil perhitungan
nilai faktor keamanan dari seluruh sampel lereng
yang diujikan menggunakan metode simplified
Bishop yang dihitung secara manual dan
menggunakan aplikasi Slide 6,0 dengan konfigurasi
bidang gelincir yang berbeda beda. Data
perhitungan disajikan dalam bentuk tabel agar lebih
ringkas. (Braja M. Das, 1993 hal 165 dan Joseph E.
Bowles hal 525, Ralph B. Peck)
4. 3. Pembahasan Data
Menampilkan perbandingan hasil perhitungan Faktor
Keamanan berdasarkan hasil perhitungan secara Manual
menggunakan metode Simplified Bishop dan juga hasil
perhitungan aplikasi Slide 6,0.
4. 4. Perancangan Lereng Tambang
Pada bagian ini, akan membahas tentang perancangan
lereng tambang yang aman dan efisien berdasarkan hasil
dari perhitungan faktor keamanan yang sudah dilakukan
dari beberapa sampel lereng yang diujikan. Perancangan
lereng akan mencakup keseluruhan lereng pada areal
pertambangan (final pit)
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Berisi kesimpulan dari penelitian
4.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Berisi referensi yang digunakan dalam penelitian
LAMPIRAN
Karl Terzaghi, Ralph B. Peck, Mekanika Tanah dalam Praktek Rekayasa,
Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1987.
Das M. Braja, Noor Endah, B. M. Indrasurya,Mekanika Tanah (Prinsip
prinsip Rekayasa Geoteknis), Penerbit Erlangga, Jakarta, 1998
Hamzah Maulana, Atiyya Inayatillah, Analisis Ketabilan Lereng Dengan
Software Rocscience Slide, www.civilforfuture.com/geoteknik
User Guide Slide, 2d limit equilibrium slope stability for soil and rock
slopes, Rocscience Inc, 1989 2003
Ir. G. T. Liong, D. J. G. Herman, Analisa Stabilitas Lereng Limit
Equilibrium vs Finite Element Method, Jakarta, 2012.
Das M. Braja, Principles of Geo technicalEngineering, fifth edition.
Wadsworh Group, US, 2002.