Anda di halaman 1dari 59

USG DALAM KEHAMILAN

PENDAHULUAN
Pemeriksaan USG metode diagnostik dengan menggunakan
gelombang ultrasonik untuk mempelajari morfologi dan fungsi
suatu organ berdasarkan gambaran echo dari gelombang
ultrasonik yang dipantulkan oleh organ.
Morfologi dan fungsi organ janin USG 2-dimensi (USG 2-D) jenis
real-time.
Fungsi hemodinamik uterus-plasenta-janin Doppler (color Doppler
dan pulsed Doppler).
Morfologi, perilaku, dan sirkulasi janin-plasenta USG 3-dimensi.
Manfaat utama: Penilaian yang akurat mengenai usia gestasi,
perkembangan janin, dan deteksi abnormalitas pada janin dan plasenta
Frekuensi gelombang suara yang dapat
didengar oleh telinga manusia




FISIKA DASAR GELOMBANG SUARA


25 Hz 20 kHz.

Gelombang
Ultrasonik
> 20kHz
Semakin tinggi frekuensi
gelombang suara
panjang gelombangnya
akan semakin pendek
Daya penetrasinya akan semakin <
Pemeriksaan USG
semakin pendek panjang gelombang
yang ditransmisikan ke dalam
medium
Daya resolusinya
semakin baik
Kemampuan membedakan 2
titik terdekat secara terpisah.
1

Daya resolusi
Frekuensi gelombang
ultrasonik yang digunakan
pada alat USG diagnostik
Disesuaikan dengan keperluan
Pemeriksaan USG pada
kehamilan trimester II
dan III
Melalui dinding perut
ibu (transabdominal)
Frekuensi gelombang
ultrasonik antara 3-5 MHz
Kedalaman penetrasi
hingga 15-20 cm
kehamilan trimester I
USG paling baik
dikerjakan melalui
vagina (transvaginal)
Frekuensi gelombang
ultrasonik 7,5 Mhz / >
kedalaman penetrasi
sekitar 5-10 cm
Selama melewati medium, intensitas gelombang suara mengalami
pengurangan yang besarnya semakin bertambah dengan semakin
jauhnya jarak yang ditempuh oleh gelombang suara.
Atenuasi
Disebabkan oleh mekanisme :
Refleksi Refraksi Absorbsi
Pembauran
(scattering)
Semakin besar intensitas gelombang suara yang dipantulkan
semakin sedikit intensitas gelombang suara yang ditransmisikan di
dalam medium.
Udara dan tulang merupakan medium yang mempunyai daya reflektor
sangat kuat, sehingga sulit dilalui oleh gelombang suara.
Cairan, darah dan berbagai jaringan lunak tubuh memiliki daya reflektor
yang lemah, sehingga mudah dilalui oleh gelombang suara
Refleksi
Bila gelombang suara mencapai permukaan medium lain yang
berbeda sifat akustiknya dan dalam arah yang tidak tegak
lurus, makan intensitas yang ditransmisikan akan diubah
arahnya
Refraksi
mekanisme perubahan energi mekanis (intensitas)
gelombang suara menjadi energi panas.
Jaringan tulang memiliki daya absorbs yang kuat;
Cairan/darah dan jaringan lunak mempunyai daya absorbs
yang lemah
Absorbsi
apabila gelombang suara melalui permukaan medium yang
tidak rata, atau melalui medium berupa partikel-partikel
kasar, maka gelombang suara akan dipantulkan ke berbagai
arah secara tidak beraturan.
Pembauran

Bioefek Gelombang Ultrasonik

Oleh karena efek termal ini, pemeriksaan USG
obstetrik sebaiknya dihindari pada ibu yang
sedang mengalami demam, terutama pada
kehamilan trimester I
Jaringan tulang paling banyak menyerap
gelombang ultrasonik paling banyak
mengalami perubahan panas (pada usg
doppler + real time)
Kemungkinan kecil untuk membahayakan
janin, walaupun paparan usg jangka
panjang mempengaruhi migrasi sel-sel
otak tikus

Pada prinsipnya pemeriksaan USG dalam kehamilan sebaiknya
hanya dikerjakan bila ada indikasi yang jelas; dengan
menggunakan intensitas (power) yang serendah mungkin dan
dalam waktu yang sesingkat mungkin, sejauh hasil
pemeriksaan dapat diperoleh dengan cukup memuaskan
(ALARA, as low as reasonably achievable).
1


Teknik Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG Transabdominal
Pemeriksaan USG-TA terutama dikerjakan
pada trimester II dan III.
USG transvesikal
kerugian
mendesak genitalia interna ke posterior
Uterus mudah mengalami kontraksi
Pemeriksaan USG Transvaginal
Dalam keadaan kandung kemih yang kosong
Pemeriksaan USG-TV dapat dilakukan setiap
saat biasanya pada kehamilan < 10 minggu
USG KEHAMILAN
TRIMESTER
I
INDIKASI PEMERIKSAAN USG

Kantung Gestasi

Dengan
USG-TV
Dapat terlihat mulai kehamilan 4,5 minggu,
diameter 2-3mm
Dengan
USG-TA
Dapat terlihat mulai kehamilan 6 minggu,
diameter 5mm
Terlihat sebagai struktur kistik berbentuk bundar atau oval dengan
dinding hiperekoik, letaknya eksentrik dalam lapisan endometrium
yang menebal. Struktur tersebut berasal dari kantong korion yang
berisi cairan korion.
Pengukuran dilakukan dari tepi bagian dalam ke tepi bagian dalam

Yolk sac

Suatu kehamilan intrauterine baru dapat dipastikan
setelah terlihat struktur yolk sac di dalam KG
Apabila yolk sac tidak ditemukan di dalam kantung
gestasi yang diameternya >10mm (USG-TV) atau
>20mm (USG-TA), maka kemungkinan besar
kehamilan tidak akan berkembang normal dan akan
mengalami abortus
cincin berdinding
tipis yang letaknya
didalam ruang korion

Mudigah dan Janin

Mudigah (embrio) hasil konsepsi sampai usia kehamilan 10 minggu (selama
berlangsungnya organogenesis)

Janin (fetus) hasil konsepsi usia 11 minggu
Panjang mudigah dinyatakan dengan ukuran jarak
kepala bokong
Menunjukkan aktivitas denyut jantung setelah usia
kehamilan sekitar 6 minggu.

Penentuan Usia Kehamilan

Pengukuran diameter KG untuk menentukan
usia kehamilan hanya akurat bila digunakan
pada usia kehamilan 5-6,5 minggu

Usia kehamilan (hari) = diameter KG (mm) + 30
5

Pengukuran JKB dilakukan mulai kehamilan 6 minggu,
saat struktur mudigah secara konsisten terlihat
melalui pemeriksaan USG
JKB parameter yang baik, tingkat kesalahan + 3-5 hari


Kehamilan Kembar

Dapat diketahui sejak usia kehamilan 5
minggu, dengan melihat jumlah kantung
gestasi di dalam kavum uteri
Jenis korionitas dan amnionisitas kehamilan kembar paling
mudah diketahui pada kehamilan trimester I
Amnionitas
2 KG DK-DA
1 KG MK
1 Yolk Sac MK - MA
2 Yolk sac MK - DA
Korionitas
> 2mm
(Lambda sign)
Dikorionik
< 2mm
(T sign)
Monokorionik
Gambaran USG hamil kembar pada usia gestasi 5 minggu
dengan dua kantung gestasi.
Gambaran USG hamil kembar pada usia gestasi 5 minggu
dengan dua yolk sac.
Gambaran kehamilan kembar usia gestasi 10 minggu.
terlihat kehamilan multiple terdiri dari DK - DA
KELAINAN PADA KEHAMILAN
TRIMESTER I
Kehamilan nirmudigah
Perdarahan pada kehamilan trimester I
Kehamilan mola
Kehamilan ektopik

Kehamilan nirmudigah (blighted ovum,
anembryonic pregnancy, empty amnion)
Sering dijumpai pada kehamilan trimester I, akibat
kegagalan pembentukan mudigah
50-90% abortus terjadi pada trimester 1 disebabkan
oleh kehamilan nirmudigah yang sering berhubungan
dengan kelainan kromosom
Diagnosis kehamilan nirmudigah ditegakkan bila :
Struktur mudigah tidak terlihat dalam kantong
gestasi yang diameternya >25 mm dengan
USG-trans abdominal dan tidak berisi
mudigah
Perdarahan pada kehamilan trimester I
Abortus Imminens
Perdarahan
retrokorionik
Dibelakang korion
frondosum
pendarahan
subkorionik
Dibelakang selaput
korion dan mengisi
kavum uteri
Perdarahan terjadi karena terlepasnya sebagian korion frondosum dari
dinding uterus
Perdarahan yang baru Hiperekoik
Perdarahan yang sudah
berlangsung 1-2 minggu
Hipoekoik atau Anekoik
Abortus
Insipiens
Jumlah
Perdarahan
Derajat
pembukaan
serviks
Kondisi
Kantong
Gestasi
Bentuk
irreguler
Letak turun ke bagian
bawah kavum uteri
Mengisi kanalis servikalis
yang terbuka
Pada abortus komplitus, seluruh hasil konsepsi telah
dikeluarkan dari kavum uteri
Gambaran abortus inkompletus tidak spesifik tergantung pada
usia kehamilan dan banyaknya sisa jaringan konsepsi yang
tertinggal di kavum uteri
Kavum uteri mungkin berisi berisi KG yang sudah tidak utuh,
mungkin juga terlihat sebagai massa ekogenik yang tebal irreguler
dalam kavum uteri.

Missed
Abortion
Kematian hasil konsepsi sebelum
kehamilan 22 minggu dan tertahan di
kavim uteri selama 8 minggu atau lebih

Kehamilan mola (Mola Hidatinosa)

Merupakan penyakit trofoblas gestasional yang paling sering dijumpai pada
awal dan akhir masa reproduksi
komplit
proliferasi jaringan trofoblas
inkomplit
proliferasi trofoblas disertai
elemen mudigah
Gambaran USG mola pada
trimester I tidak spesifik.
Bisa terlihat menyerupai
kehamilan nirmudigah
dengan dinding yang
menebal, missed abortion,
abortus inkompletus,
mioma berdegenarasi
kistik, atau hiperpalsi
endometrium

Kehamilan ektopik

massa ekogenik
berbentuk
sirkular dengan
diameter 10-30
mm yang
letaknya di
adneksa
Terlihat KG terisi struktur mudigah hidup
yang letaknya di luar kavum uteri

PENAPISAN KELAINAN BAWAAN

Nuchal Translusensi
Nasal Bone
Fokus echogenik intrakardiac
Echogenik bowels

Nuchal Translusensi
Kriteria
Pengukuran ketebalan jaringan di daerah tengkuk
Sebagai deteksi dini kelainan kromosom (sindroma
down)
Usia gestasi 10-14 minggu
Pengukuran dilakukan tegak lurus terhadap kulit
tengkuk ke arah luar sampai daerah seperti pita
tipis di atas kulit
Bila NT>3mm , maka kita curiga sindroma down
Nasal Bone
Dilakukan pada kehamilan 11-14 minggu dan
panjang CRL 45-84mm
Tampilan gambar diperbesar : tampak seluruh
kepala dan bagian atas thoraks
Potongan mid sagital
Pada daerah hidung harus tampak tiga buah garis
hiperekhoik, garis bagian atas adalah kulit hidung,
di bawahnya garis tulang hidung, dan yang ketiga
adalah kelanjutan dari hidung yang berada di atas
garis hidung, letaknya harus lebih tinggi

Gambaran hidung janin normal, di daerah
hidung tampak tiga buah garis
hiperekhoik
hanya terlihat dua hiperekhoik
saja
Fokus echogenik intrakardiac
Tampak sebagai suatu struktur yang berwarna
putih terang
Terletak pada ventrikel kiri
Dilakukan pada usia gestasi 10-14 minggu
Pertanda kelainan kromosom

Pada gambaran potongan melintang
jantung (four chamber view) di atas,
Nampak adanya suatu struktur yang
hiperekhoik
Echogenik bowel
Tampak sebagai massa usus yang tampak lebih
padat dan ekhogenik (putih terang).
Pertanda kelainan kromosom

USG KEHAMILAN
TRIMESTER
II DAN III
INDIKASI
Penentuan usia kehamilan.
Evaluasi pertumbuhan janin.
Terduga kematian janin.
Terduga kehamilan kembar.
Terduga kelainan volume
cairan amnion.
Evaluasi kesejahteraan janin.
Ketuban pecah dini atau
persalinan preterm.
Penentuan presentasi janin.
Membantu tindakan versi luar.
Terduga inkompetensia
serviks.
Terduga plasenta previa.


Terduga solusio plasenta.
Terduga kehamilan mola.
Terdapat nyeri pelvik atau
nyeri abdomen.
Terduga kehamilan ektopik.
Kecurigaan adanya kelainan
kromosomal (usia ibu 35
tahun, atau hasil tes
biokimiawi abnormal).
Evaluasi kelainan kongenital.
Riwayat kelainan kongenital
pada kehamilan sebelumnya.
Terduga adanya tumor pelvik
atau kelainan uterus.
Membantu tindakan invasif,
seperti amniosentesis,
kordosentesis atau
amnioinfus.
USIA KEHAMILAN
BPD
Penampang aksial setinggi
talamus.
Jarak biparietal terbesar.
Luar ke dalam, tegak lurus falks
serebri.
FL
Diafisis tulang femur, posisi
horizontal.
Bagian epifisis tidak ikut
diukur.
AC
Penampang aksial abdomen
setinggi hepar.
Diameter antero-posterior
luar ke luar & diamater
transversal abdomen luar ke
luar.
PERTUMBUHAN DAN BESAR JANIN
Simetrik (Tipe 1)
20%
Penyebab: faktor intrinsik dan
ekstrinsik.
Terjadi sejak usia kehamilan
muda.
Berat dan PB berkurang.
Mikrosefalus.
Plasenta normal.
Kelainan kongenital (+)
multipel.
Oligohidramnion/polihidramni
on/normal.
AC dan biometri lain < N.

Asimetrik (Tipe 2)
80%
Penyebab: faktor ekstrinsik.
Umumnya terjadi pada
trimester III.
Besar dan berat janin
berkurang.
Bentuk tubuh tidak
proporsional rasio HC : AC
Oligohidramnion, plasenta
kecil.
Kelainan kongenital (-).
AC < N, biometri lain N.

Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT)
KEHAMILAN KEMBAR
21% reduksi spontan (vanishing twin) pd
trimester II.
DK-DA jenis kelamin berbeda/2 plasenta
terpisah.
DK sekat pemisah tebal
MK-DA sekat pemisah tipis.
MA risiko kembar dempet dan tali pusat
membelit.
Risiko kelainan pada MK > DK.



KELAINAN KONGENITAL JANIN
Volume Cairan Amnion Abnormal
Oligohidramnion atau Polihidramnion
PJT, terutama sebelum 20 minggu
Kelainan morfologi bentuk tubuh
dan struktur organ janin.
Biometri janin abnormal.
Ukuran plasenta abnormal
Arteri umbilikal tunggal
(single umbilical artery)
Aktivitas biofisik janin ber<
KELAINAN KROMOSOM
Kelainan minor yang
memiliki korelasi statistik dg
kejadian kelainan
kromosom.
Mis: edema, penebalan kulit
belakang kepala, dll.

Kelainan kongenital mayor
pada janin yg telah terbukti
mempunyai korelasi kuat
dengan kelainan kromosom.
Mis: mikrosefalus,
labiopalatoskizis, dll.
PLASENTA
UKURAN
20 minggu luas permukaan miometrium, t = 2 3 cm
Mendekati aterm 1/8 luas permukaan miometrium, t = 4 5 cm
Plasentomegali, t > 4 cm
Plasenta menipis, tebal minimal: 1.5 2.5 cm.
LETAK
Plasenta menutupi OUI pada
trimester I tidak selamanya
plasenta previa.
PERLEKATAN ABNORMAL
Plasenta akreta, inkreta,
perkreta.
BENTUK
Normal: menyerupai cakram
(diskoid)
Kelainan: membranasea,
suksenturia, bilobata, dan
sirkumvalata.
KALSIFIKASI
Gambaran: bercak-bercak
ekogenik yg tdk memberikan
bayangan akustik.
Terutama di bagian basal dan
septa plasenta.
SOLUSIO
Retroplasenta A. spiralis.
Marginal Vena-vena
marginalis.
TUMOR
Korioangioma gamb. massa
padat (hiperekoik atau
hipoekoik).
TALI PUSAT
Berisi 2 arteri umbilikal dan 1
vena umbilikal di dalam
jaringan mukoid (jeli Wharton)
dan dibungkus selaput amnion.
Jeli Wharton pelindung
pembuluh darah umbilikal.

UKURAN
Panjang final: 50 60 cm tidak dpt diukur dg USG.
Akordia tali pusat tdk terbentuk atau sangat pendek. USG:
tali pusat sulit dideteksi dan janin spt melekat pada plasenta.
Diameter: 1 2 cm.
KELAINAN PADA TALI PUSAT
Paling sering: Arteri umbilikal tunggal (AUT) gamb. 2
pembuluh darah di tali pusat (1 arteri dan 1 vena). Ukuran
arteri terlihat lebih besar, mendekati ukuran vena.
SIMPUL TALI PUSAT
Dapat terjadi karena: tali pusat panjang, janin kecil,
polihidramnion, dan kembar monokorionik.
USG: tonjolan ireguler berisi pembuluh darah umbilikal yang
saling bersilangan dan tidak terlihat adanya kontinuitas
pembuluh darah bagian proksimal dengan bagian distal
simpul.
LILITAN TALI PUSAT
USG: tampak 1 atau lebih
bagian tali pusat yang
melingkari leher janin.
Lebih jelas dengan Color
Doppler.
CAIRAN AMNION
Penilaian Jumlah
Subjektif Semikuantitatif
Normal:
- Janin bergerak bebas
- Struktur organ janin, plasenta, dan
tali pusat terlihat jelas.
- Kantung amnion terlihat di bbrp
tempat.
- Trimester III sebagian tubuh
janin bersentuhan dg dinding
depan uterus.
Cara:
- Pengukuran diameter vertikal yg
terbesar pada salah satu kantung
amnion.
Oligo d < 2 cm
Poli d > 8 cm
- Pengukuran indeks cairan amnion
(ICA)
Oligo ICA < 5cm
Poli ICA > 20 cm
POLIHIDRAMNION
OLIGOHIDRAMNION
KESIMPULAN

Pemeriksaan USG merupakan cara yang akurat untuk menilai usia
gestasi, jumlah fetus, viabilitas dan lokasi plasenta. Usia gestasi
paling akurat ditentukan pada awal kehamilan menggunakan cara
penghitungan crown rump length (CRL) atau Jarak kepala bokong
(JKB). Sedangkan pada kehamilan trimester II dan III parameter
paling sensitif untuk perkiraan usia kehamilan adalah diameter
biparietal (DBP), panjang femur atau femur length (FL), lingkar perut
atau abdominal circumference (AC), dan lingkar kepala atau head
circumference (HC). Perbandingan AC dan HC dapat digunakan
untuk mencari kelainan pertumbuhan pada janin.

Selain itu, USG dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai
kelainan fetal mayor. USG sangat membantu dalam mendeteksi
gangguan pertumbuhan janin dan abnormalitas volume cairan
amnion, tali pusat, plasenta dan lain sebagainya.