P. 1
data . penyajian data

data . penyajian data

|Views: 1,052|Likes:
Dipublikasikan oleh asep wandi nugraha
bab02-penyajiandata-090318095108-phpapp01
bab02-penyajiandata-090318095108-phpapp01

More info:

Published by: asep wandi nugraha on Dec 12, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

STATISTIK EKONOMI BAB 2

Penyajian Data

Ponsen Sindu Prawito 2007
1

PENYAJIAN DATA

2

CARA PENYAJIAN DATA
1.

Tabel
– Tabel satu arah (one-way table) – Tabulasi silang (lebih dari satu arah (two-way table), dst.) – Tabel Distribusi Frekuensi

2.

Grafik
– Batang (Bar Graph), untuk perbandingan/pertumbuhan – Lingkaran (Pie Chart), untuk melihat perbandingan (dalam persentase/proporsi) – Grafik Garis (Line Chart), untuk melihat pertumbuhan – Grafik Peta, untuk melihat/menunjukkan lokasi
3

MANFAAT TABEL DAN GRAFIK

 

Meringkas/rekapitulasi data, baik data kualitatis maupun kuantitatif – Data kualitatif berupa distribusi Frekuensi, frekuensi relatif, persen distribusi frekuensi, grafik batang, grafik lingkaran. – Data kuantitatif berupa distribusi frekuensi, relatif frekuensi dan persen distribusi frekuensi, diagram/plot titik, histogram, distribusi kumulatif, ogive. Dapat digunakan untuk melakukan eksplorasi data Membuat tabulasi silang dan diagram sebaran data
4

DISTRIBUSI FREKUENSI

Merupakan tabel ringkasan data yang menunjukkan frekuensi/banyaknya item/obyek pada setiap kelas yang ada. Tujuan: mendapatkan informasi lebih dalam tentang data yang ada yang tidak dapat secara cepat diperoleh dengan melihat data aslinya.

5

DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF

Merupakan fraksi atau proporsi frekuensi setiap kelas terhadap jumlah total. Distribusi frekuensi relatif merupakan tabel ringkasan dari sekumpulan data yang menggambarkan frekuensi relatif untuk masing-masing kelas.

6

GRAFIK BATANG (BAR GRAPH)

Bermanfaat untuk merepresentasikan data kuantitatif maupun kualitatif yang telah dirangkum dalam frekuensi, frekuensi relatif, atau persen distribusi frekuensi. Cara:
– Pada sumbu horisontal diberi label yang menunjukkan kelas/kelompok. – Frekuensi, frekuensi relatif, maupun persen frekuensi dinyatakan dalam sumbu vertikal yang dinyatakan dengan menggunakan gambar berbentuk batang dengan lebar yang sama/tetap.
7

GRAFIK LINGKARAN (PIE CHART)

Digunakan untuk mempresentasikan distribusi frekuensi relatif dari data kualitatif maupaun data kuantitatif yagn telah dikelompokkan. Cara:
– Gambar sebuah lingkaran, kemudian gunakan frekuensi relatif untuk membagi daerah pada lingkaran menjadi sektor-sektor yang luasnya sesuai dengan frekuensi relatif tiap kelas/kelompok. – Contoh, bila total lingkaran adalah 360o maka suatu kelas dengan frekuensi relatif 0,25 akan membutuhkan daerah seluas (0,25)(360) = 90o dari total luas lingkaran.
8

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI

Data Kualitatif – Tamu yang menginap di Hotel Marada Inn ditanya pendapat mereka tentang akomodasi yang tersedia. Jawaban dikategorikan menjadi baik sekali (E), diatas rata-rata (AA), rata-rata (A), di bawah rata-rata (BA), dan buruk (P). Data dari 20 tamu yang menginap diperoleh sebagai berikut: BA A AA AA AA AA AA BA BA A P P AA E AA A AA A AA A
9

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)

Tabel Distribusi Frekuensi (Contoh: Hotel Marada Inn)
Rating Pendapat Buruk (P) Di Bawah Rata-rata (BA) Rata-rata (A) Di atas Rata-rata (AA) Baik Sekali (E) Total Frekuensi 2 3 5 9 1 20 Frekuensi Relatif 0,10 0,15 0,25 0,45 0,05 1,00 Persen Frekuensi 10 15 25 45 5 100
10

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)

Grafik Batang (Contoh: Hotel Marada Inn)
9 8 7

Frekuensi

6 5 4 3 2 1 Buruk DiBawah Rata Buruk Di Atas Baik Rata -rata rata Rata -rata Sekali

Rating Pendapat
11

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)

Grafik Lingkaran (Contoh: Hotel Marada Inn)
Baik Sekali 5% Di atas Rata-rata Buruk 10% 15% Di bawah Rata-rata

45%

25% Rata-rata

Kategori Rating Pendapat

12

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)

Data Kuantitatif
– Manajer Bengkel Hudson Auto berkeinginan melihat gambaran yang lebih jelas tentang distribusi biaya perbaikan mesin mobil. Untuk itu diambil 50 pelanggan sebagai sampel, kemudian dicatat data tentang biaya perbaikan mesin mobilnya ($). Berikut hasilnya:
91 71 104 85 62 78 69 74 97 82 93 57 72 89 62 68 88 68 98 101 75 52 99 66 75 79 97 105 77 83 68 71 79 105 79 80 75 65 69 69 97 62 72 76 80 109 67 74 62 73
13

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)

Petunjuk Penentuan Jumlah Kelas
– Gunakan ukuran banyaknya kelas (k) antara 5 s.d. 20, atau menggunakan formula k = 1 + 3,3 log n. n = banyaknya sampel – Data dengan jumlah besar memerlukan kelas yang lebih banyak, dan sebaliknya.

Petunjuk Penentuan Lebar Kelas
– Gunakan kelas dengan lebar sama. – Lebar kelas dapat didekati dengan rumus berikut: Nilai data terbesar - nilai data terkecil Banyaknya kelas
14

CONTOH DISTRIBUSI FREKUENSI (L)

Contoh: Bengkel Hudson Auto
– Jika banyaknya kelas 6, maka lebar kelas = 9,5 ≈ 10 – Tabel distribusi frekuensi diperoleh:
Biaya ($) 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 100 – 109 Total Frekuensi Frekuensi Frekuensi Frek. Relatif relatif kumulatif Kumulatif 2 13 16 7 7 5 50 0,04 0,26 0,32 0,14 0,14 0,10 1,00 2 15 31 38 45 50 0,04 0,30 0,62 0,76 0,90 1,00
15

ANALISIS TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

Contoh: Bengkel Hudson Auto – Hanya 4% pelanggan bengkel dengan biaya perbaikan mesin $50-59. – 30% biaya perbaikan mesin berada di bawah $70. – Persentase terbesar biaya perbaikan mesin berkisar pada $70-79. – 10% biaya perbaikan mesin adalah $100 atau lebih.

16

HISTOGRAM
Contoh: Bengkel Hudson Auto
18 16 14

Frekuensi

12 10 8 6 4 2 50 60 70 80 90 100 110

Biaya ($)
17

OGIVE
  

Merupakan grafik dari distribusi frekuensi kumulatif. Nilai data disajikan pada garis horisontal (sumbu-x). Pada sumbu vertikal dapat disajikan: – Frekuensi kumulatif, atau – Frekuensi relatif kumulatif, atau – Persen frekuensi kumulatif Frekuensi yang digunakan (salah satu diatas)masingmasing kelas digambarkan sebagai titik. Setiap titik dihubungkan oleh garis lurus.
18

OGIVE
Contoh: Bengkel Hudson Auto
100

Persen frekuensi kumulatif

80 60 40 20

Biaya ($)
50 60 70 80 90 100 110
19

DIAGRAM BATANG-DAUN
(Steam and Leaf) Contoh: Bengkel Hudson Auto
5 6 7 8 9 10

2 2 1 0 1 1

7 2 1 0 3 4

2 2 2 7 5

2 2 3 7 5

5 3 5 7 9

6 4 8 8

7 8 8 8 9 9 9 4 5 5 5 6 7 8 9 9 9 9 9

Kegunaan:
– – – Data tersusun secara berurutan Dapat menunjukkan bentuk distribusi data Seperti Histogram, namun sekaligus menunjukkan data sebenarnya
20

TABULASI SILANG

Tabulasi silang (Crosstabulation) merupakan metode tabulasi untuk merangkum data dengan dua atau lebih variabel secara bersamaan/sekaligus. Tabulasi silang dapat digunakan jika: – Salah satu variabel bersifat kualitatif dan lainnya kuantitatif – Kedua variabel berupa variabel kualitatif – Kedua variabel berupa variabel kuantitatif Sisi (kolom) sebelah kiri dan baris atas menyatakan kelas untuk kedua variabel yang digunakan.
21

DIAGRAM SCATTER

Diagram scatter (scatter diagram) merupakan metode presentasi secara grafis untuk menggambarkan hubungan antara dua variabel kuantitatif. Salah satu variabel digambarkan pada sumbu horisontal dan variabel lainnya digambarkan pada sumbu vertikal. Pola yang ditunjukkan oleh titik-titik yang ada menggambarkan hubungan yang terjadi antar variabel.

22

POLA HUBUNGAN PADA DIAGRAM SCATTER
y y y

x

x

x

Hubungan Positif Jika X naik, maka Y juga naik dan jika X turun, maka Y juga turun

Hubungan Negatif Jika X naik, maka Y akan turun dan jika X turun, maka Y akan naik

Tidak ada hubungan antara X dan Y

23

PROSEDUR PENGGUNAAN TABEL & GRAFIK Data
Data Kualitatif Metode Tabel
 Distr. Frekuensi  Distr. Frek. Relatif  % Distr. Frek.  Tabulasi silang

Data Kuantitatif Metode Tabel
      Distr. Frekuensi Distr. Frek. Relatif Distr. Frek. Kum. Distr. Frek. Relatif Kum. Diagram Batang-Daun Tabulasi silang    

Metode Grafik
 Grafik Batang  Grafik Lingkaran

Metode Grafik
Plot Titik Histogram Ogive Diagram Scatter

24

SEKIAN & SEE YOU NEXT SESSION

25

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->