Anda di halaman 1dari 5

EKA BUDI UTAMI 1102011085

Skenario
Ani, berusia 24 tahun, datang ke dokter dengan keluhan benjol di payudara kanan. Benjolan
telah dirasakan satu bulan terakhir, sebesar kelereng dan tidak nyeri. Dokter melakukan
pemeriksaan dan ditemukan adanya massa di payudara kanan kuadran kanan atas berukuran
1x2cm, nyeri tekan (-), permukaan rata, konsistensi kenyal dan dapat digerakkan dari jaringan
sekitarnya. Dokter menyampaikan diagnosis kerja: fibroadenoma mammae, suatu tumor jinak
payudara.
Ani merasa khawatir dan menanyakan apakah ada kemungkinan benjolan payuudara tersebut
menjadi tumor ganas mengingat bibinya meninggal karena kanker payudara.

FOREGROUND QUESTIONS
apakah pasien masih kemungkinan terkena kanker payudara setelah dilakukan pengangkatan
tumor pada pasien? Apakah diperlukan follow up dan monitoring setelah dilakukan operasi?

P= Wanita 24 tahun menderita Fibroadenoma mammae
I= Operasi pengangkatan tumor disertai monitoring rutin payudara
C=
O= Mencegah terjadi keparahan jika ditemukan neoplasia keganasan

KEYWORD
Fibroadenoma AND young Women AND Breast Cancer AND Prognosis
RESULT
1 dari 16
PEMILIHAN SITUS
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed
ARTIKEL YANG DIPILIH
Fibroadenoma: Can fine needle aspiration biopsy avoid short term follow-up?




EKA BUDI UTAMI 1102011085

REVIEW JURNAL

PENDAHULUAN

Kasus fibroadenoma biasa terjadi, merupakan tumor fibroepitelial yang jinak, mempresentasikan
20% dari semua massa payudara di masa premenopausal dan 10% setelah wanita menopause,
dengan insidensi tertinggi di dekade kedua dan ketiga. Fibroadenoma dapat teraba, batas tegas,
tidak ada rasa nyeri dan dapat digerakkan. Ukuran rata-rata dari massa beragam dari ukuran 0.5
cm sampai 5 cm untuk tipe dewasa dan mencapai 15 cm pada kasus juvenile fibroadenoma dan
giant fibroadenoma. Pembesaran ukuran dari massa bisa ditemukan ketika melakukan
pemeriksaan berulang, yang ditemukan selama 6 bulan.

Perubahan ukuran fibroadenoma dipengaruhi oleh kadar hormone. Simple fibroadenoma biasa
ditemukan pada wanita muda, massa ini menggandung stroma dan komponen epithelial.
Pemeriksaan sitologi menunjukkan adanya hubungan dengan inti nucleus, stroma dan plak
epithelial berbentuk map dengan sel mioepitelial. Ada 2 kasus special: sclerotic fibroadenoma
dan comple fibroadenoma. Teknik pemeriksaan yang bagus untuk mendeteksi dan menentukan
karakteristik fibroadenoma adalah dengan ultrasonography.

Mamografi tidak begitu spesifik kecuali untuk sclerotic fibroadenoma dengan kalsifikasi
Popcorn. Dengan ultrasonografi bisa terlihat dengan adanya circumscribed hypo-orisoechoic,
dan massa homogen dengan aksis pararel yang panjang. Kebanyakan dari simple fibroadenoma
diklasifikasikan sebagai BI-RADS 3 dan harus selalu dipantau, bahkan jika teraba massa.
Pengangkatan massa dengan operasi tergantung faktor resiko dari pasien, jika ukurannya lebih
dari 3cm dan atas permintaan pasien. Dengan adanya monitoring secara ketat dengan
ultrasonografi menimbulkan masalah yaitu membuat pasien merasa resah. Selain itu terjadi
masalah tentang kepatuhan pasien dengan proses monitoring yang berkelanjutan. USG dengan
disertai panduan FNAB biopsi merupakan prosedur yang sederhana dengan sedikit
ketidaknyaman, dan dapat dilakukan langsung ketika konsultasi. Dengan pengalaman dari ahli
sitologi hasil bisa diperoleh dalam waktu 24 jam. Hal ini juga berarti bahwa biopsi dan stres
yang dihasilkan dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memverifikasi apakah
ultrasound dengan disertai panduan FNAB dapat menghindari kebutuhan USG jangka pendek.
METODE
Studi ini berdasarkan pada data sitologi fibroadenoma selama 39 bulan. Studi ini termasuk 427
nodul yang ditemukan di 372 pasien ( median umur: 41 tahun, dari umur 15 tahun sampai 86
tahun)yang ada di klinik payudara kami. Pasien mengkonsultasikan tentang program skrining
ataupun monitoring setelah tata laksana kanker payudara atau setelah tatalaksana nodul
payudara. Setelah pengecekan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik, semua pasien dilakukan
pemeriksaan USG. Dengan pemeriksaan fisik, ditemukan nodul dan diperhitungkan sebagai
tumor jinak jika dapat digerakkan, regular dan permukaannya licin. Beberapa pasien dengan usia
diatas 40 tahun juga dilakukan mammogram. Semua pasien memperlihatakan adanya 1 nodul
atau lebih dengan visualisasi USG. FNAB dilakukan pada nodul single.
(427 nodul dengan diagnosis fibroadenoma diambil dari pasien dengan USG dipandu dengan
FNAB. Penampilan semua nodul dari hasil sonografi menyatakan BI-RADS kategori 3
fibroadenoma).

EKA BUDI UTAMI 1102011085

HASIL
FNAB dilakukan pada 427 nodul dan didiagnosis sebagai fibroadenoma pada pasien sebanyak
372 orang dari umuer 15 sampai 86 tahun dengan median pada umur 41 tahun. Diagnosis simple
fibroadenoma ditemukan dengan USG pada semua nodul. Hasil aspirasi nodul panjang aksis 3
43 mm. Multipel nodul ditemukan pada 84 pasien. Panjangnya follow up terhadap pasien
beragam dimulai dari 6-60 bulan, dengan rata-rata 29.7 bulan (SD: 13.8). Ringkasan hasil ada
pada tabel 1 dan 2.

KESIMPULAN
Masuk akal untuk tetap melakukan control rutin bukan kontrol jangka pendek jika hasil sitologi
menunjukkan fibroadenoma, yang berdasarkan dengan hasil stabilitas yang tinggi berdasarkan
waktu yang ditemukan pada fibroadenoma dan rendahnya hasil negative palsu pada studi ini.
Tentu saja, ini hanya berlaku bila kriteria USG yang digunakan adalah kriteria untuk suatu
fibroadenoma.
Dan perlu dilakukan perhatian khusus pada wanita dengan resiko tinggi kanker payudara,
ditemukan adanya mutasi pada BRCA1 dan 2 dan wanita yang pernah menjalani operasi untuk
kanker payudara, biopsi direkomendasikan.

APAKAH HASIL PENELITIAN TERSEBUT VALID?
1. Apakah terdapat sampel yang representatif, terdefinisi jelas, dan berada pada kondisi yang
sama dalam perjalanan penyakitnya?
Ya ada.Menggunakan data yang
sama dengan hasil pemeriksaan
sitologi ditemukannya
fibroadenoma. Dilakukan juga
pemeriksaan fisik serta USG.
Ditemukan single nodul ataupun
dengan multiple nodul. Namun
hanya nodul dengan klasifikasi
BI-RADS yang dimasukkan ke
dalam studi ini.
Ya pernyataan ini ditemukan di
bagian metode.
EKA BUDI UTAMI 1102011085

2. Apakah follow-up lengkap cukup lama / sufficiently long and complete?
Tidak jelas . Karena hanya menyebutkan rata-rata waktu follow up sesuai kondisi pasien dan
tidak menjelaskan kenapa pasien tidak mengikuti follow up.









3. Apakah kriteria outcome yang digunakan obyektif dan tanpa bias?
Berbias karena hanya mengikut sertakan nodul yang termasuk klasifikasi BI-RADS 3 ke
dalam studi dan tidak mengikut sertakan pasien yang mempunyai faktor resiko

4. Bila ditemukan subgrup dengan prognosis yang beda, apakah dilakukan adjustment untuk
faktor-faktor prognostik yang penting? Tidak ada. Ketika pasien umur . 40 tahun datang
EKA BUDI UTAMI 1102011085

untuk screening dan follow up, tidak dipisahkan datanya dengan pasien yang lebih tua (ketika
datang untuk monitoring kanker payudara atau menemukan adanya massa ketika melakukan
palpasi sendiri). Selain itu dokter yang melakukan pemeriksaan tidak pernah sama, berganti-
gantian (senior dan junior).

APAKAH HASIL PENELITIAN PENTING?
1. Bagaimana gambaran outcome menurut waktu? Tidak menggambarkan adanya prognosis
menurut waktu
2. Seberapa tepat perkiraan prognosis? Tidak jelas

APAKAH HASIL PENELITIAN INI DAPAT DIAPLIKASIKAN?
1. Apakah pasien dalam penelitian tersebut serupa dengan pasien kita?
Ya serupa. Karena usia pasien termasuk ke dalam rentang (range) usia datadi jurnal. Yaitu
antara 15-86 tahun

2. Apakah hasil penelitian membantu dalam keputusan pemilihan terapi?
Tidak

3. Apakah hasil penelitian berguna untuk konseling pada penderita atau keluarganya?
Ya. Fibroadenoma dilakukan monitoring dan follow up pada wanita yang tidak mempunyai
faktor resiko kanker payudara. Wanita yang punya resiko tinggi kanker juga dilakukan
monitoring dan follow up.

Anda mungkin juga menyukai