Anda di halaman 1dari 3

Elisabeth Arundhina - 100801139

GENETIKA - RANGKAI KELAMIN



Sifat keturunan ada yang ditentukan oleh gen yang terdapat pada autosom dan
kromosom kelamin. Gen-gen yang yang terdapat pada kromosom kelamin disebut gen-gen
terangkai kelamin. Peristiwa tersebut dinamakan rangkai kelamin (sex linkage). Pada
keaadaan ini, keturunan selalu dibedakan jenis kelaminnya.

GEN-GEN YANG TERDAPAT PADA KROMOSOM-X
I. Rangkai kelamin pada Drosophila
Rangkai kelamin mula-mula ditemukan oleh T.H. Morgan dalam percobaan
dengan lalat Drosophila melanogaster. Ditemukan lalat bermata putih (mutan) padahal
diketahui mata lalat normal berwarna merah. Hal tersebut melatarbelakangi dilakukannya
percobaan, lalat jantan bermata putih (mutan) dengan lalat betina mermata merah
(normal). Hasilnya F1 = jantan dan betina bermata merah sedangkan F2 = memiliki
perbandingan 3 mata merah : 1 mata putih. Hasil tersebut menunjukkan gen mata merah
dominan terhadap gen mata putih. Kesimpulannya, gen resesif hanya berpengaruh pada
lalat jantan saja oleh karena itu Morgan berpendapat bahwa gen yang menentukan warna
mata terdapat pada kromosom-X. Oleh karena lalat jantan hanya memiliki kromosom-X,
sedangkan kromosom-Y tidak mengandung gen tersebut, maka lalat jantan dikatakan
bersifat hemizigotik.

II. Rangkai kelamin pada manusia
1. Disebabkan oleh gen resesif
a. Butawarna merah-hijau (butawarna)
Penderita tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Penyakit ini
herediter dan disebabkan oleh gen resesif c (colorblind) yang terdapat pada
kromosom-X. Alel dominannya C menentukan orang tidak buta warna (normal).
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan Nampak bahwa sifat dari ayah
(normal) diwariskan kepada semua anak perempuan, sedangkan sifat dari ibu
(butawarna) diwariskan kepada semua anak laki-laki. Cara pewarisan keturunan
tersebut dinamakan cara mewariskan silang (criss-cross inheritance) dan
merupakan ciri khas pewarisan gen-gen yang terdapat pada kromosom-X.
Penyakit butawarna lebih sering dijumpai pada laki-laki daripada perempuan.
Elisabeth Arundhina - 100801139
b. Anodontia
Anodontia ialah kelainan herediter yang menyebabkan orang tidak
mempunyai gigi seumur hidup sejak lahir. Kelainan ini ditentukan oleh gen resesif
a yang terdapat pada kromosom-X, sehingga penderita tidak mempunyai benih
gigi dalam rahang. Alel dominannya A menentukan orang bergigi normal.
Pewarisan gen seperti halnya pada butawarna.
c. Hemofilia
Hemofilia ialah suati penyakit herediter pada manusia pula yang
mengakibatkan darah sukar membeku diwaktu terjadi luka. Hemofilia dibagi
menjadi 2:
- Hemofilia A, penderita tidak memiliki faktor pembekuan darah yang
dinamakan FAH (Faktor Anti Hemofilia) / faktor VIII.
- Hemofilia B (Penyakit Christmas), pederita tidak memiliki faktor PTK
(Plasma Tromboplastin Komponen) / faktor IX.
Kedua penyakit tersebut ditentukan oleh gen resesif h yang terdapat pada
kromosom-X. Alel dominannya H menentukan seorang memiliki faktor anti
hemofilia, sehingga darah dapat membeku secara normal bila terjadi luka.
2. Disebabkan oleh gen dominan
Gigi coklat dan mudah rusak karena kekurangan email merupakan kelainan
yang disebabkan oleh gen dominan B yang terdapat pada kromosom-X. Alel
resesifnya b menentukan gigi normal. Pewarisan gen seperti halnya pada butawarna.

III. Rangkai kelamin pada binatang menyusui
Perkawinan antara kucing jantan berwarna hitam dengan kucing betina berwarna
kuning akan menghasilkan anak kucing betina berwarna belang tiga (hitam-kuning-putih)
yang disebut juga kicing Calico, dan kucing jantan berwarna kuning. Kucing Calico
heterozigot (Bb), maka pada umumnya memiliki kelamin betina. Kucing jantan tidak
mungkin herozigotik, sebab hanya memiliki sebuah kromosom-X.

IV. Rangkai kelamin pada ayam
Penentuan jenis kelamin pada ayam mengikuti tipe ZO. Ayam jantan homogametik
(ZZ), sedang yang betina heterozigotik (ZO). Kromosom Z identik dengan kromosom-X.
Hasil persilangannya dengan F2 separuh anakan jantan berbulu garis-garis dan separunya
polos. Demikian pula pada anakan betina.
Elisabeth Arundhina - 100801139
GEN-GEN YANG TERDAPAT PADA KROMOSOM-Y
Kromosom-Y hanya dimiliki laki-laki sehingga keturunan yang ditentukan oleh
kromosom-Y hanya keturuna laki-laki, Hypertrichosis merupakan contohnya. Hypertrichosis
yaitu tumbuhnya rambut pada bagian-bagian tertentu di tepi daun telinga. Kelainan
disebabkan gen resesif h yang terdapat pada kromosom-Y. Hypertrichosis sering dijumpai
pada bangsa Pakistan dan India.

RANGKAI KELAMIN SEMPURNA DAN TAK SEMPURNA
Kromosom kelamin pada manusia dibedakan atas 3 bagian yaitu (1) kromosom X dan
Y homolog, (2) bagian kromosom X tidak homolog dengan bagian kromosom Y (gen-gen
rangkai X, dan (3) bagian kromosom Y tidak homolog dengan bagian kromosom X (gen-gen
rangkai Y). Selama meiosis, bagian homolog dari kromosom X dan Y dapat mengalami
pindah-silang sehingga gen yang terdapat pada kromosom-X dapat pindah tempat ke
kromosom-Y. Sifat keturunan yang disebabkan oleh gen-gen pada bagian homolog dapat
diturunkan kepada kedua jenis kelamin. Karena sifat keturunan tersebut tidak dapat lagi
dikatakan sebagai sifat rangkai kelamin. Berhubung dengan itu gen-gen yang terdapat pada
bagian homolog memperlihatkan rangkai kelamin tak sempurna.

GEN YANG PENGARUHNYA TERBATAS PADA JENIS KELAMIN TERTENTU
Tanda kelamin sekunder itu dipengaruhi oleh hormone kelamin. Kegiatan hormone ini
dipengaruhi oleh gen-gen yang ekspresinya terbatas pada salah satu jenis kelamin saja (sex
limited genes). Meskipun gen-gen tersebut terdapat pada kedua jenis kelamin tetapi
ekspresinya hanya pada salah satu jenis kelamin tergantung kasusnya. Contoh kasusnya
adalah warna kupu-kupu Semanggi.

GEN YANG DIPENGARUHI OLEH JENIS KELAMIN
Kasus berikut merupakan kasus gen-gen yang dominasinya bergantung pada jenis
kelamin individu.
1. Kepala botak
Kepala botak disebabkan oleh gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin (sex
influenced gene) B merupakan gen penentu kepala botak dan alelnya b menentukan
rambut normal, dominan terjadi pada laki-laki tetapi resesif pada perempuan.
2. Panjang jari telunjuk
Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada laki-laki tetapi
resesif pada perempuan.