Anda di halaman 1dari 5

Skripsi Ditinjau dari Aksiologi

Berpikir merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan seperti halnya


penyusunan suatu karya ilmiah. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam
mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang
berupa pengetahuan. Manusia berpikir untuk menemukan pemahaman atau pengertian,
pembentukan pendapat, dan kesimpulan atau keputusan dari sesuatu yang dikehendaki.
manusia-homo sapiens, makhluk yang berpikir. Setiap saat dari hidupnya, sejak lahir sampai
menutup usia, manusia tak pernah berhenti berpikir (Suriasumantri, 1996).
Suatu karya ilmiah didapatkan dari cara berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah adalah
menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan, memutuskan, mengembangkan dan
sebagainya. Secara ilmu pengetahuan (berdasarkan prinsip prinsip ilmu pengetahuan atau
menggunakan prinsip prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan
kebenaran (Achmad, 1998).
Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis pendekatan, yaitu
pendekatan deduktif dan pendekatan induktif. Pendekatan deduktif merupakan prosedur yang
berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan
berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini
diawali dari pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan
operasionalisasi. Dengan kata lain untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus
memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di
lapangan. Dengan demikian konteks pendekatan deduktif tersebut, konsep dan teori
merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala (Suriasumantri, 1996).
Berdasarkan uraian diatas nampak bahwa berpikir ilmiah, merupakan kebutuhan dasar
manusia untuk mempertahankan hidupnya di muka bumi. Manusia diberi akal untuk berpikir,
bahkan untuk memikirkan dirinya sendiri. Namun demikian, berpikir yang benar adalah
berpikir melalui metode ilmiah, sehingga hasil akan benar pula. Metode ilmiah merupakan
prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Metode merupakan suatu
prosedur untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis.
Metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam
metode ilmiah (Suriasumantri, 2007).
Aksiologi merupakan ilmu tentang nilai, penilaian dan sistem etika. Nilai itu sendiri
terlihat dalam perlakuan seseorang dan mempengaruhi cara seseorang itu memprioritaskan
keputusan dan pilihan mereka. Dikarenakan sangat memungkinan untuk seseorang itu
melakukan sesuatu yang tidak sejajar dengan nilai yang tertulis, harus ada sistem penilaian
yang kuat. Transvaluasi merupakan ilmu tentang sistem etika. Ia berdasarkan perbandingan
dengan sejarah supaya dapat menganalisis dan menilai struktur, implikasi dan konsekuen dari
tindakan seseorang. (Sheridan, 2008).
Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia
menggunakan ilmunya. Aksiologi berasal dari kata Yunani axion (nilai) dan logos (teori)
yang berarti teori tentang nilai.
Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya
ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki
manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat diambil intisari pengertian aksiologi sebagai
berikut.
Aksiologi merupakan cabang filsafat yang berhubungan macam-macam dan
kriteria nilai serta keputusan atau pertimbangan dalam menilai, terutama dalam
etika atau nilai-nilai moral.
Aksiologi merupakan paradigma yang berpengaruh penting dalam penelitian
ilmiah.
Menurut Suriasumantri (1987: 234) aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan
kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Menurut kamus Bahasa Indonesia (1955: 19)
aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-
nilai khususnya etika.
Menurut Bramel, aksiologi terbagi tiga bagian, yaitu :
1. Moral Conduct, yaitu tindakan moral, bidang ini melahirkan disiplin khusus, yaitu etika
2. Estetic Expression, yaitu ekspresi keindahan. Bidang ini melahirkan keindahan.
3.Sosio-political life, yaitu kehidupan sosial politik, yang akan melahirkan filsafat sosial
politik.
Dari definisi-definisi aksiologi di atas, terlihat dengan jelas bahwa permasalahan
utama mengenai nilai. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk
melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai yang dalam
filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. Etika menilai perbuatan manusia,
maka lebih tepat kalau dikatakan bahwa objek formal etika adalah norma-norma kesusilaan
manusia, dan dapat dikatakan pula bahwa etika mempelajari tingkah laku manusia ditinjau
dari segi baik dan tidak baik di dalam suatu kondisi yang normative, yaitu suatu kondisi yang
melibatkan norma-norma. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman
keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.
Terdapat 3 tipe karakter seseorang dalam cara membawa diri mereka dan sering
terkait dengan aksiologi adalah :
1. Hedonisme - mendapat kepuasan dalam bentuk apa saja.
2. Egoisme - mendapatkan apa yang diingini dan hanya memikirkan kepentingan
sendiri.
3. Entrepeneuralisme keinginan untuk mencari atau membentuk proyek untuk
memenuhi keinginan dengan objektif yang bermakna.
` ( Sheridan, 2008)
Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan ? bagaimana kaitan antara
cara penggunaan tersebut dengan kaidah moral ?
- Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?
- Bagaimana kaitan atau hubungan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi
metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional?.
Pertanyaan-pertanyaan di atas, merupakan bagian dari makna pengkajian aksiologi
terhadap hasil akhir pencapaian suatu telaah ilmu pengetahuan, dengan tujuan untuk
memberikan hasil yang terbaik bagi manfaat yang dapat memberikan kemaslahatan bagi umat
manusia.
Dalam konteks penelitian secara tradisional, penelitian suatu karya ilmiah harus tidak
tergantung atas nilai dan tidak bias. Ini merupakan suatu yang idealistik karena setiap
penelitian itu pasti akan ada suatu faktor yang seperti itu. Nilai itu datang dari metode itu
sendiri dan susah untuk dibedakan. Dasar dari alur pikir penelitian yang dipilih biasanya
datang dari nilai yang telah diamati dari peneliti dahulu dan ini akan menyebabkan informasi
atau nilai dari topik yang diteliti telah tersebar. Aksiologi secara umumnya merupakan
landasan metode penelitian yang dilakukan dan juga sangat mempengaruhi alur pikir yang
diteliti. Pendekatan kualitatif sangat terbiasa dengan efek dari nilai seorang peneliti sehingga
secara reflektif sudah sering melaporkan nilai dan bias peneliti dan data yang dikumpul.
Nilai merupakan basis pemilihan masalah dan jalannya suatu penelitian sehingga
mempengaruhi cara persembahan hasilnya juga. Penelitian tidak dapat dirangka dan
dipersetujui tanpa mempertimbangkan faktor faktor ini (Klenke, 2008).
Skripsi atau penelitian ditinjau dari aksiologi memberikan jawaban untuk apa
pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan. Bagaimana kaitan antara cara penggunaan
tersebut dengan kaidah-kaidah nilai. Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan
pilihan-pilihan nilai. Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan
operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma nilai
Suatu karya ilmiah seperti skripsi menghasilkan ilmu dan teknologi yang akan
diterapkan pada masyarakat. Teknologi dalam penerapannya dapat menjadi berkah dan
penyelamat bagi manusia, tetapi juga bisa menjadi bencana bagi manusia. Disinilah
pemanfaatan pengetahuan dan teknologi harus diperhatikan sebaik-baiknya. Nilai dari suatu
karya ilmiah itu datang dari metode itu sendiri dan susah untuk dibedakan sebagaimana telah
disebutkan di atas.
Oleh karena itu dalam jangka waktu kuliah S1 mahasiswa universitas tahun terakhir
diwajibkan untuk melakukan penelitian berupa skripsi. Skripsi dilakukan bertujuan menggali
rasa ingin tahu mahasiswa dalam bidang pendidikan masing-masing yang dapat
menguntungkan manusia sejagat. Misalnya di kedokteran gigi telah dilakukan penelitian
skripsi terhadap pengaruh penyembuhan luka menggunakan ekstrak katekin dari daun teh
hijau. Jika hasil penelitian diperoleh adalah positif, maka ia dapat menjadi suatu
perkembangan dalam dunia medis supaya dapat digunakan dalam perawatan penyembuhan
luka-luka pasie yang sedang dirawat. Dari aspek nila atau moral, penelitian dilakukan dengan
mendapatkan ekstrak zat tersebut dari daun dan dicoba pada luka pada hewan coba.
Sekiranya hewan coba itu mati dalam proses penelitian, hal tersebut hanyalah berita yang
sedih tapi sudah menjdi resiko yang perlu dihadapi untuk memperoleh suatu pengetahuan.
Daftar Pustaka
Achmad, Sanusi. 1998. Filsasfat Ilmu, Toeri keilmuan dan Metode Penelitian. Bandung:
Program Pasca Sarjana IKIP Bandung.
Gonzlez, Justo L. 2005. Essential Theological Terms. Kentucky :Westminster John Knox
Press
Klenke Karin. 2008. Qualitative Research in the Study of Leadership.United
Kingdom:Emerald Group Publishing
Sheridan William P. 2008. How to Think like a Knowledge Worker: A Guide to the Mindset
Needed to Perform Competent Knowledge Work. USA: United Nation Public
Administration Network
Suriasumantri, J. S. 1996. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan. hlm. 5&64
Suriasumantri J. 2007. Filsafat Ilmu. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.
TIM. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
White Boyd. 2009. Aesthetics Primer. New York: Peter Lang Publishers