Anda di halaman 1dari 64

Penyusun : Karlina Lestari

NPM : 1102010142
Pembimbing : dr. Kalis Satya Wijaya Sp.B Sp.BA
PRESENTASI KASUS
PERITONITIS
KEPANITERAAN KLINIK STASE BEDAH RSUD KAB.
BEKASI 2014
Identitas Pasien
Nama : Tn. A
Umur : 21 tahun
Pekerjaaa : Supir Truk
Alamat : Kp. Bojong Koneng 02/07 Cikarang
Barat
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Bangsa : Bekasi
Agama : Islam
No MR : 539568
Masuk RS : 29 Agustus 2014
Tanggal Pemeriksaan : 29 Agustus 2014
Anamnesis

Anamnesis
Diambil dari autoanamnesis 29 Agustus 2014
- Keluhan Utama :
Nyeri perut sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit.

- Keluhan tambahan :
Perut kembung dan sesak nafas
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan nyeri perut sejak 5 hari
SMRS. Nyeri perut dirasakan diseluruh lapang perut,
disertai dengan perut kembung dan sesak nafas.
Pasien mengatakan 6 hari yang lalu mengalami
kecelakaan saat mengendarai truk pasir dan menabrak
mobil truk lain didepannya. Pasien mengendarai mobil
dalam keadaan mengantuk dan dengan kecepatan 60-
70km/jam. Dada pasien terbentur stir, perut bagian atas
pasien terbentur speedometer, kaki kiri pasien patah,
pingsan (-), benturan pada kepala disangkal, mual (+)
dan muntah pasca kecelakaan (-)
Dua hari yang lalu, pasien mengeluh mual, muntah hitam
1x, BAB mencret berwarna hitam 1x dan BAK seperti teh.
Satu hari SMRS pasien mengeluh nyeri perut bertambah,
semakin kembung dan sesak nafas, tidak bisa BAB dan
flatus, BAK dirasakan agak sulit tetapi banyak, mual (+),
muntah (-), demam (+)

Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit terdahulu : Riwayat penyakit darah
tinggi, penyakit paru,
penyakit jantung,
kencing manis dan
penyakit pembuluh
darah disangkal,
Trauma terdahulu : Riwayat trauma
disangkal
Operasi : Riwayat operasi
disangkal
Sistem saraf : Tidak ada keluhan
Sistem kardiovaskular : Tidak ada keluhan
Sistem gastrointestinal : Tidak ada keluhan
Sistem genitalia : Tidak ada kelainan
Sistem muskuloskeletal : Tidak ada
kelainan
Riwayat Keluarga
Tidak ada riwayat keluarga dengan kedaan yang
sama seperti ini
Pemeriksaan Fisik
Status Umum dan Tanda Tanda Vital

Keadaan Umum : Tampak lemah
Kesadaran : Compos Mentis

Tekanan Darah : 130/ 90 mmHg
Nadi : 120 x/ menit
Pernafasan : 40 x/ menit
Suhu : 38.0
0
C

Kepala - leher
- Bentuk dan Ukuran : Normochephal, simetris, tidak ada memar dan
luka lainnya.
- Mata
Konjungtiva : Anemis -/-
Sklera : Ikterik -/-
- THT :Tidak ada kelainan
-Leher : Pembesaran KGB (-), Pembesaran thyroid (-)
Dada
Inspeksi : Tampak sesak nafas cepat dan dangkal,
gerakan dinding dada simetris, retraksi (-),
terdapat memar akibat benturan stir pada dada
kanan.

Palpasi : Pergerakan dinding dada simetris,nyeri tekan(-), krepitasi (-)


Perkusi : Paru-paru : sonor pada seluruh lapang paru
: Jantung : pekak
Batas atas : ICS 2 sinistra
Batas bawah : ICS 4 sinistra
Batas kanan : linea parasternalis dextra
Batas kiri : linea midclavikularis
sinistra
Auskultasi : Paru-paru : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
Jantung : S1-S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-)
Ekstremitas

Superior : Akral hangat, Edema (-)
Inferior : Dextra : Akral hangat, edema
(-)
Sinistra : Fraktur tibia

STATUS LOKALIS
Abdomen
Inspeksi : Distensi (+), perut tampak membesar
simetris, tidak terdapat bekas luka
ataupun memar.

Palpasi : Nyeri Tekan (+) pada seluruh lapang
abdomen, defans muskular (+)

Perkusi :Hipertimpani diseluruh lapang abdomen
Auskultasi : Bising Usus (-)


RESUME
Pasien laki-laki, usia 21 tahun datang dengan keluhan nyeri perut,
kembung dan sesak nafas sejak 5 hari SMRS. Nyeri perut dirasakan
diseluruh lapang perut. Nyeri perut akibat kecelakaan. Dua hari yang
lalu, pasien mengeluh mual, muntah hitam 1x, BAB mencret berwarna
hitam 1x dan BAK seperti teh. Satu hari SMRS pasien mengeluh nyeri
perut bertambah, kembung bertambah dan sesak nafas, tidak bisa
BAB dan flatus, BAK dirasakan agak sulit tetapi banyak, mual (+),
muntah (-), demam (+).
Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan Distensi (+), perut
tampak membesar simetris, bising usus (-), tegang, nyeri tekan (+) di
seluruh lapang perut dan hipertimpani (+) seluruh lapang abdomen

2
4

A
g
u
s
t
u
s

2
0
1
4

Trauma dada
dan
abdomen,
fraktur tibia.
2
5

A
g
u
s
t
u
s

2
0
1
4

Nyeri perut,
kembung,
sesak nafas.
2
7
A
g
u
s
t
u
s

2
0
1
4

BAB hitam,
muntah
hitam, BAK
seperti teh
2
9

A
g
u
s
t
u
s

2
0
1
4

BAB (-), BAK
agak sulit
namun
banyak,
semakin
kembung dan
sesak nafas,
flatus (-)
DIAGNOSA
Suspek peritonitis e.c trauma abdomen et regio
superior





Suspek peritonitis e.c trauma abdomen et regio
inferior



DIAGNOSA BANDING
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium Hematologi
Tgl 29 Agustus 2014

Haemoglobin : 9.9 gr/dl
Leukosit : 25.700
LED :130
Eritrosit : 3, 2 juta
Trombosit :331.000
Hematokrit : 27.2%
Kimia Darah
Bilirubin Total : 5.2
SGOT : 98
SGPT : 205
Ureum : 102
Kreatinin : 1.1
Glukosa Sewaktu : 92

BNO 3 POSISI
SETENGAH DUDUK
25 Agustus 2014 29 Agustus 2014

LLD
25 Agustus 2014 29 Agustus 2014

AP Tegak
25 Agustus 2014 29 Agustus 2014

Rontgen Thorax


Penatalaksanaan
IVFD Ring As 30 TPM
Oksigen 5L
Ranitidin 1 ampul IV
Ondancetron 1 ampul IV
NGT
Ketorolac 1 ampul IV
Paracetamol drip

Tinjauan Pustaka

Peritonitis
Keadaan akut abdomen akibat peradangan
sebagian atau seluruh selaput peritoneum parietale
ataupun viserale pada rongga abdomen
Anatomi

Etiologi


Klasifikasi
Berdasarkan Sumber Bakteri
Peritonitis primer (Spontaneus)
Disebabkan oleh invasi hematogen dari organ peritoneal
yang langsung dari rongga peritoneum
Peritonitis Sekunder
Disebabkan oleh perforasi atau nekrosis (infeksi transmural)
organ-organ dalam dengan inokulasi bakteri rongga
peritoneal.
Peritonitis tertier
Peritonitis yang mendapat terapi tidak adekuat, superinfeksi
kuman, dan akibat tindakan operasi sebelumnya.
Peritonitis
Peritonitis kimia
Peritonitis septk
Agen



Gejala Klinis

Nyeri
abdomen
Mual Muntah Demam Konstipasi Hipotensi Hipertermi Takikardi
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium
Hitung sel darah dan urinalisis
Analisa gas darah, serum elektrolit, faal
pembekuan darah serta tes fungsi hepar
dan ginjal
Radiologi
Foto BNO 3 Posisi
USG Abdomen
Rontgen Thorax
Prinsip Penatalaksanaan
Kontrol Infeksi
Membersihkan bakteri dan racun
Memperbaiki fungsi organ
Mengontrol pross inflamasi
Penatalaksanaan

Terapi primer dari peritonitis adalah tindakan operasi
untuk mengontrol sumber dari kontaminasi peritoneum.

Tindakan ini berupa penutupan perforasi usus, reseksi usus
dengan
anastomosis primer atau dengan exteriorasi.

Pre Operasi
Resusitasi cairan
Oksgenasi
NGT
DC
Antibiotika
Pengendalian suhu tubuh







Intra operasi
Kontrol sumber infeksi
Pencucian rongga
peritoneum
Peritoneal drainage

Post operasi
Balance cairan
Perhitungan nutrisi
Monitor vital sign
Pemeriksaan laboratorium
Antibiotka

Komplikasi

Infeksi pada luka dalam
Abses residual
Pembentukan fistula
Sepsis intraperitoneal
Peritonitis
et causa Trauma Tumpul Abdomen
Trauma Tumpul (Blunt trauma)
Adalah perlukaan tanpa robekan pada area tertentu
namun
dapat menyebabkan gangguan fungsi pada lokasi
tersebut.


Liver Injury
Cedera pada hepar dapat berupa pukulan keras atau benturan.

Mekanisme yang terjadi adalah benturan langsung yang mengakibatkan
penekanan hepar, pergeseran hingga perdarahan


Liver Injury
Gejala
Nyeri Abdomen pada kuadran kanan atas
Sesak Nafas
BAB, BAK, Muntah darah berwarna hitam
Mual
Jaundice
Penurunan Tekanan Darah
Nadi >100x/menit

Gastric Rupture
Ruptur gaster jarang terjadi (0.02%-1.7%). Paling sering
disebabkan karena kecelakaan lalu lintas.

Paling sering terjadi pada saat keadaan lambung terisi
penuh
makanan trauma tumpul mudah perforasi
Gejala
Gejala gastric rupture meliputi
Nyeri perut yang parah
Distensi Abdomen
Hematemesis dan
Drainase nasogastrik menunjukkan adanya perdarahan.


Perforasi asam lambung ke dalam rongga peritoneum
Peritonitis kimia.
Spleenic Trauma
Cedera yang paling umum yang terkait dengan cedera limpa
adalah
fraktur tulang rusuk kiri hal ini menunjukkan kekuatan yang
cukup
untuk menyebabkan kerusakan organ.

Tiga serangkai gejala yang terkait dengan pecahnya limpa
meliputi:
Hemidiafragma kiri meninggi
Atelektasis lobus kiri bawah.
Efusi pleura.
Gejala
Kehrs sign positif (disebut nyeri pada bahu kiri).
Tanda syok, termasuk takikardia, takipnea,dan
hipotensi.
Intestinal Trauma
Trauma tumpul dapat menyebabkan:
Kompresi :Meningkatkan tekanan intraluminal
dalam usus
Deselerasi :Peregangan dan robekan usus
Gejala
Biasanya asimptomatik, namun beberapa jam atau
hari
kemudian akan ditemukan tanda-tanda peritonitis
Abdominal distention
Nyeri tekan
Nyeri Abdomen.
Bising usus (-), ileus paralitik
Leukositosis
Demam
Takikardi
Sesak nafas
Mual muntah
Bladder trauma

Merupakan keadaan darurat yang butuh penatalaksanaan segera.

Secara anatomik, Vesica urinaria terletak didalam rongga pelvis sehingga
terlindungi. Jika terdapat trauma yag menyebabkan fragmen patah tulang
pelvis mencederai VU.

Gejala
Jejas pada abdomen bagian bawah
Tidak bisa BAK
Nyeri tekan suprapubik
BAK berdarah







1. Department of Surgery, Emory University School of Medicine, Atlanta, Georgia..
(1994). Biliary injuries as a result of blunt and penetrating trauma.. Available:
http://europepmc.org/abstract/MED/8047948. Last accessed 3rd sept 2014.

2. DR. Rajeev Reddy. (2009). A Clinical Study of Blunt Trauma Abdomen. A Clinical Study
of Blunt Trauma Abdomen. 1 (1), 1-18.

3. Genuit, Thomas,...[et al], 2004. Peritonitis and Abdominal Sepsis. Emedicine Instant
Access to The Minds of Medicine http://www.emedicine.com/

4. Jose ignacio rodriguez (2008).Digestive surgery. gastric perforation from abdominal
trauma. 25 (2), 110

5. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0002311/Peritonitis.

6. http://www.UniversityofMaryland medical centre.edu/altmed/articles/peritonitis-
000127.htm,

7. Molmenti, Hebe, 2004. Peritonitis. Medical Encyclopedia. Medline Plus
http://medlineplus.gov/
8. Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta:
EGC

9. Sabiston, David C. Buku ajar bedah. Jakarta : EGC.

DAFTAR PUSTAKA

10. Schwartz, Seymour I. 2010. Principles of Surgery9th ed. McGraw-Hill, A
Division of The McGraw-Hill Companies. An Enigma Electronic Publication.

11. Sjamsuhidajat, Wim de Jong. 2004. Buku-ajar ilmu bedah. Ed.2. Jakarta: EGC.

12. Wanda Lockwood, RN, BA, MA. (2013). Abdominal Trauma . Available:
http://www.rn.org/courses/coursematerial-10000.pdf. Last accessed 03rd aug 2014.
Terima Kasih