Anda di halaman 1dari 4

Peran Perawat dan Organisasi Kepemudaan : Karang Taruna

dalam Mengatasi Permasalahan Kenakalan Remaja


Oleh Alita Mei Rosfyanita (1106053331)

Remaja adalah individu baik perempuan maupun laki-laki yang berada pada masa/usia
antara anak-anak dan dewasa. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun s/d 19 tahun
menurut klasifikasi World Health Organization (WHO). Menurut McMurray (2003), masa
remaja adalah masa pertumbuhan dan transisi untuk mencari identitas diri. Penentuan
identitas diri tersebut terkadang banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti keluarga,
teman sebaya, paparan media, dan bagaimana remaja memanfaatkan waktu luangnya.
Pemanfaatan waktu luang yang negatif pada remaja dapat mengakibatkan munculnya
perilaku kenakalan remaja, seperti perilaku anti sosial, tawuran, perkelahian, narkoba, dan
merokok. Pada kasus disebutkan bahwa dari hasil pengkajian di suatu wilayah didapatkan
data 25% remaja suka nongkrong, 23 % suka merokok, dan 14 % menggunakan narkoba.
masalah ini dapat terjadi karena remaja di wilayah tersebut tidak memnfaatkan waktu luang
mereka dengan kegiatan yang positif. Hal ini dibuktikan dengan pemaparan ketua RW yang
menyatakan bahwa di wilayah ini belum terbentuk karang taruna yang seharusnya menjadi
wadah untuk remaja dalam mengembangkan potensi dirinya dan pencegahan dari kenakalan
remaja. Oleh karena itu dalam lembar tugas ini akan dijelaskan pengertian, fungsi dan tugas
karang taruna serta peran perawat komunitas dalam mengatasi permasalahan kenakalan
remaja.
Menurut Peraturan Menteri Sosial Nomor 83/HUK Tahun 2005 tentang Pedoman dasar
karang taruna, pengertian Karang Taruna Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi
muda yang tumbuhdan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari,
oleh dan untukmasyarakat terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Anggota
Karang Taruna adalah setiap generasi muda dari usia 11 tahun sampai dengan 45tahun yang
berada di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha
kesejahteraan sosial. Tujuan terbentuknya karang taruna antara lain :
1. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial
setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menagkal,
menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
2. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna
yang Trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
3. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka
mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna.
4. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu
menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
5. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka
mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
6. Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda
di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan
7. pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu
mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.
8. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan
atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan
terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan
komponen masyarakat lainnya.
Karang Taruna mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan
sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif,
maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya. Dalam melaksanakan
tugasnya, karang taruna mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. penyelenggara usaha kesejahteraan sosial;
2. penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat;
3. penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya
secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan;
4. penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di
lingkungannya;
5. penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial
generasi muda;
6. penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan,
kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia;
7. pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab
sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis
lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di
lingkungannya secara swadaya;
8. penyelenggara rujukan, pendampingan dan advokasi sosial bagi penyandang masalah
kesejahteraan sosial;
9. penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan
berbagai sektor lainnya;
10. penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual;
11. pengembangan kreatifitas remaja, pencegahan kenakalan, penyalahgunaan obat
terlarang (narkoba) bagi remaja; dan
12. penanggulangan masalah-masalah sosial, baik secara preventif, rehabilitatif dalam
rangka pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) bagi
remaja.
Selain diperlukannya organisasi kepemudaan yaitu salah satunya karang taruna,
perawat komunitas juga memiliki peran dalam mengatasi kenakalan remaja. Peran utama
perawat komunitas (Allender, 2010; Stanhope,2004), antara lain:
1. Advokat, artinya seorang perawat harus mampu memfasilitasi remaja yang
membutuhkan pelayanan kesehatan, melobi untuk kebijakan publik yang
menguntungkan. Pada kasus, peran perawat sebagai advokat seperti mengadvokasi ke
RT, RW dan kelurahan setempat untuk membentuk organisasi kepemudaan salah
satunya yaitu karang taruna.
2. Pemberi asuhan keperawatan, perawat komunitas mampu dalam memberi asuhan
keperawatan pada remaja, baik di sekolah, komunitas maupun kelompok. Pemberian
asuhan keperawatan bisa dalam bentuk pendidikan kesehatan pada remaja setempat
terkait dengan dampak dari merokok, penyalahgunaan narkotika, dan lain-lain.
3. Manager kasus, maksudnya adalah perawat komunitas dituntut haris membuat
keputusan yang tepat dalam menangani kasus yang terjadi.
4. Case finder, artinya adalah perawat komunitas harus mampu memgidentifikasi masalah
kesehatan yang muncul terkait dengan kesehatan remaja melalui pengkajian yang tepat.
5. Konselor, perawat komunitas harus mampu menjadi konsultan dalam setiap
permasalahan remaja, dan bersama remaja dan keluarga mencari penyelesaian dari
permasalahan tersebut.
6. Pendidik, perawat komunitas diharapkan mampu mendidik remaja.
7. Perencanaan kesehatan, perawat komunitas diwajibkan mampu membuat perencanaan,
implementasi dan evaluasi yang tepat dan efisien.
8. Manager, perawat komunitas diharapkan mampu memanagemen kebutuhan klien
secara tepat dalam mencegah perilaku kenakalan pada remaja.
Setelah terbentuknya karang taruna sebagai salah satu wadah bagi remaja untuk
mengembangkan potensi diri dan sebagai pengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan-
kegiatan positif yang terdapat di karang taruna, diharapkan dapat mengatasi permasalahan
kenakalan remaja pada kasus. Selain itu, peran perawat komunitas juga berpengaruh besar
dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja tersebut.

Referensi :
McMurray, A. (2003). Community health and wellness; A sociological approach. Toronto:
Mosby.
WHO SEARO. Adolescent Health and Development. http://www.searo.who.int/entity/child_
adolescent/topics/adolescent_health/en/. (diunggah 30 Maret 2014, pukul 21.00 WIB)
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor : 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar
Karang Taruna. http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/mg58ufsc89hrsg/1b
ec0440905823a29519d6b85dfbe19ee907ab675.pdf. (diunduh 30 Maret 2014, pukul
21.15 WIB)