Anda di halaman 1dari 12

ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998

PERLIN!N"#N PEN"!N"SI $RE%!"EE& 'EN!R!T (!)!'


INTERN#SI*N#L
I+ Pen,ahu-uan
Persoalan pengungsi telah ada sejak lebih kurang abad XX. Persoalan tersebut pertama
kali timbul ketika terjadi Perang Rusia (ketika revolusi di rusia), yaitu ketika para pengungsi
dari Rusia berbondong-bondong menuju ke Eropah Barat.
utaan anak-anak, pria dan !aita telah menderita akibat eksploitasi kon"lik etnis agama
atau perang saudara. umlah ini dari tahun ke tahun meningkat se#ara tajam, $isalnya dalam
kurun !aktu %&&'-%&&( ada %)* juta pengungsi yang disebabkan ben#ana alam (natural
disaster). $elihat hal ini $ajelis +mum PBB telah men#anangkan periode %&&*-'*** sebagai
,the International Decade for Natural Disaster Reduction (United Nations, %&&(- '%.-'%)).
/aat ini, perlindungan pengungsi masih menjadi alasan bagi keberadaan +012R
/ekitar '3 juta orang di dunia menjadi perhatian +012R. $ereka men#akup lebih dari %4.'
juta pengungsi, sedikitnya 5,. juta orang yang terusir se#ara internal, ),% juta lainnya
merupakan korban perang dan returnee. umlah paling besar berasal dari 6"ganistan (',4 juta),
R!anda (%,. juta), Bosnia dan 1er7egovina (%,4 juta), 8iberia (.(*.***), 9rak (34*.***),
/omalia(533.***), /udan (5'5.***), Eritrea (43'.***), 6ngola (4'5.***), dan /ierra 8eone
(4'*.***) (+012R, %&&): 3).
Pada umumnya, pengungsian dilakukan karena terjadinya penindasan hak a7asi
pengungsi di negara mereka. Pada umumnya mereka juga men#ari tanah atau negara lain
sebagai tempat kediaman barunya yang tentunya jauh dari penindasan hak a7asi manusia.
Pen#airan negara baru oleh pengungsi tentu saja harus dianggap sebagai suatu hak a7asi
manusia (Periksa /ukanda 1usin, %&&) : '.). Pengungsi adalah orang yang terpaksa
memutuskan hubungan dengan negara asalnya karena rasa takut yang berdasar dan
mengalami penindasa (perse#ution). Rasa takut yang berdasar inilah yang membedakan
pengungsi dengan jenis migran lainnya, seberat apapun situasinya, dan juga dari orang lain
yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. ;arena pengungsi tidak dapat mengandalkan
perlindungan dari negara yang seharusnya memberi perlindungan keapad mereka, maka untuk
menanggapi situasi menyedihkan yang dihadapi pengungsi, persiapan < persiapan khusus
harus dibuat oleh masyarakat internasional (+012R, %&&) : %).
%
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
Penanganan pengungsi ini terutama di dorong oleh rasa kemanusiaan untuk memberi
perlindungan dan membantu pengungsi. 1al ini dilakukan karena mereka keluar dari
negaranya dan tidak mendapat perlindungan dari negaranya.
$asyarakat internasioanl yang terdiri dari berbagai negara di muka bumi ini merasa
mempunyai ke!ajiban memberi perlindungan bagi para pengungsi. ;einginan masyarakat
internasional itu mulai menemui jalan terang ketika 8iga Bangsa-Bangsa (8BB) dibentuk
pada tahun %&'*. Pada !aktu 8BB dibentuk, dunia masih merasakan dampak buruk Perang
=unia 9, Revolusi Rusia, dan runtuhnya ;ekaisaran >urki yang mengakibatkan perpindahan
manusia se#ara besar-besaran di Eropa dan 6sia $inor (Ba#a, +012R, %&&) : %).
;egiatan masyarakat internasional dalam menangani urusan pengungsi dimulai tahun
%&'% ketika 8iga Bangsa-Bangsa (8BB) mengangkat seorang yang bernama ?ridtjo" 0ansen
seorang !arga 0or!egia dan penjelajah benua 6"rika sebagai komisaris tinggi untuk
pengungsi Rusia di Eropah. Pengungsi-pengungsi tersebut tidak mempunyai identitas sebagai
bukti diri, akibtanya mereka ini tidak bisa melakukan perbuatan hukum, termasuk perbuatan
hukum yang sangat esensial, misalnya tidak dapat menikah, tidak dapat membuat perjanjian-
perjanjia, dan dilarang melakukan perjalanan@bepergian. $asalah ini akhirnya menimbulkan
kerepotan. +ntuk mengatasi itu maka dibuatlah perjanjian-perjanjian 9nternasional di
antaranya : Perjanjian 9nternasional %&'), %&44, %&4), %&4&, dan %&53. Perjanjian-perjanjian
ini diteruskan oleh PBB dengan diadakan ;on"erensi mengenai status pengungsi tahun %&(%,
yang dilengkapi dengan Protokol %&3..
Pengertian Protokol %&3. berbeda dengan pengertian Protokol dalam pengertian >reaty
%&5&, sebab pengertian Protokol %&3. merupakan persetujuan tetapi tidak merupakan
pelengkap atau tambahan, satu sama lainnya adalah saling berkaitan.
=ari uraian di muka, pertanyaan yang mun#ul ialah bagaimana perlindungan hukum
pengungsiA siapa sebetulnya siapa yang termasuk dalam kategori pengungsi ituA dan kapan
status pengungsi berakhirA
II+ Pen.ert/an Pen.un.0/
6da perbedaan pengertian pengungsi sebelum dan sesudah tahun %&(%. Perbedaan ini
didasarkan pada isi perjanjian internasional, terutama mengenai pengertian Pengungsi.
Pengungsi dalam Perjanjian 9nternasional sebelum %&(% pada prinsipnya adalah
pengungsi yang berasal dari daerah-daerah tertentu. adi di sini didasarkan dari orang-orang
yang berasal dari daerah-daerah tertentu. adi di sini didasarkan dari orang-orang yang berasal
'
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
dari daerah tertentu, yang karena keadaan daerah tertentu, yang karena keadaan daerahnya
terpaksa keluar. Perlindungan menurut 1ukum 9nternasional dalam hal ini hanya orang-orang
tertentu tersebut dan tidak dimaksudkan untuk melindungi pengungsi se#ara umum.
Pengertian pengungsi dalam perjanjian 9nternasional setelah tahun %&(% diartikan
se#ara general (umum), tidak hanya daerah tertentu, 2uma dalam konvensi ini masih ada
pembatasan yaitu pembatasan !aktu dimaksudkan adalah hanya mereka yang mengungsi
sebelum % anuari %&(%, jadi ada =ateline (batas tanggal) !alaupun se#ara geogra"is tidak
dibatasi. Persoalan yang timbul ialah mengapa dalam konvensi tersebut perlu dibatasi dalam
konvensi tersebutA
Pada !aktu itu negara-negara yang berunding bermaksud untuk membatasi pemberian
perlindungan pada mereka yang sudah mengungsi, sedang untuk mereka yang akan
mengungsi di kemudian hari tidak mendapat perlindungan dari ;onvensi, alasan konvensi ini
adalah akan memberikan beban pada negara peserta konvensi saja. 6kan tetapi, dalam
perkembangan jaman dirasakan konvensi ini sudah tidak +p to date lagi dan tidak memenuhi
rasa kebutuhan sebab tidak menyesatkan masalah-masalah berikutnya, terutama karena ada
unsur dateline tadi. Bleh karena itu, pada tahun %&3. diadakan pertemuan lagi tentang
pengungsi, kemudian dalam protokol %&3. ini pembatasan berupa dateline tadi dihapuskan
untuk menjadikan pengertian yang lebih luas.
;onvensi %&(% dan Protokol %&3. pada prinsipnya hampir sama. 6da tiga hal pokok
yang merupakan isi konvensi tersebut, yaitu :
%. Pengertian dasar pengungsi.
Pengertian dasar Pengungsi diartikan dalam ;onvensi %&(% dan Protokol %&3.
penting diketahui sebab diperlukan untuk menetapkan status pengungsi seseorang
(termasuk pengungsi atau bukan). Penetapan ini ditetapkan oleh negara tempat orang
itu berada dan bekerja sama dengan +012R (United Nation High Commissioner
For Refugee), yang menangani masalah pengungsi dari PBB.
'. /tatus hukum Pengungsi, hak dan ke!ajiban pengungsi di negara tempat
pengungsian (hak dan ke!ajiban berlaku di tempat pengungsian itu berada).
4. 9mplementasi (pelaksanaan) perjanjian, terutama menyangkut administrasi dan
hubungan diplomatik. =i sini titik beratnya administrasi dan hubungan diplomatik. =i
sisni titik beratnya ialah pada hal-hal yang menyangkut kerja sama dengan +012R.
=engan demikian, +012R dapat melakukan tugasnya sendiri dan melakukan tugas
penga!asan, terutama terhadap negara-negara tempat pengungsi itu berada.
4
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
+012R sebenarnya didirikan oleh $ajelis +mum PBB ($+ PBB) tahun %&(%, sedang
6nggaran =asar (/tatutanya ) disetujui $+ PBB =esember %&(*. >ugas +012R pada
prinsipnya memberikan perlindungan 9nternasional terhadap pengungsi yang termasuk
!e!enang +012R. adi, pengungsi-pengungsi yang dilindungi adalah pengungsi-pengungsi
yang tidak dibatasi dataline tertentu seperti konvensi %&(%, juga tidak dibatasi batas geogra"is
tertentu . 9ni disebut dalam /tatuta +012R. Pengungsi dalam lingkungan +012R sering
juga disebut $60=6>E RE?+CEE, maksudnya adalah pengungsi yang termasuk dalam
!e!enang +012R berdasar mandat dari +012R itu.
III+ 1eberapa Pr/n0/p Statu0 Pen.un.0/
/eseorang agar dapat disebut pengungsi kalau telah memenuhi persyaratan yang telah
ditentukan, misalnya 8 dalam ;onvensi %&(%, ini berarti status pengungsi itu sudah ada
sebelum yang bersangkutan dinyatakan se#ara "ormal atau resmi. Bleh karena itu, pengakuan
seseorang menjadi pengungsi sebenarnya tidak membuat orang itu menjadi pengungsi tetapi
pengakuan hanya menyatakan bah!a dia adalah pengungsi.
/tatus pengungsi merupakan ;etetapan@=e#larator yang hanya menyatakan apa yang
sebenarnya sudah ada. 9ni berbeda dengan ;onstitutip yang men#iptakan status yang baru.
adi, dengan kata lain, orang tersebut tidak menjadi pengungsi sebab pengakuan tetapi justru
pengakuan diadakan karena dia memang sudah pengungsi.
Penetapan seseorang menjadi pengungsi (/tatus Re"ugee) sebenarnya merupakan
proses yang terjadi dalam dua tahap:
%. Penemuan atau penetapan yang menentukan bah!a dari "akta yang
ada memang orang tersebut adalah Re"ugee.
'. ?akta dihubungkan dengan persyaratan <persyaratan dalam
;onvensi%&(% dan Protokol %&3.. /etelah itu, dihubungkan apakah yang bersangkutan
memang merupakan pengungsi atau tidak.
I2+ 'a3am-ma3am Pen.un.0/
8atar belakang terjadinya pengungsi dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yakni :
%. Pengungsian karena ben#ana alam (0atural =isaster). Pengungsian ini pada
prinsipnya masih dilindungi negaranya keluar untuk menyelamatkan ji!anya, dan
orang-orang ini masih dapat minta tolong pada negara dari mana ia berasal.
5
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
'. Pengungsian karena ben#ana yang dibuat $anusia ($an $ade =isaster). Pengungsian
disini pada prinsipnya pengungsi keluar dari negaranya karena menghindari tuntutan
(persekusi) dari negaranya. Biasannya pengungsi ini karena lasan politik terpaksa
meninggalkan negaranya, orang-orang ini tidak lagi mendapat perlindungan dari
pemerintah dimana ia berasal.
=ari dua jenis pengungsi di atas yang diatur oleh 1ukum 9nternasional sebagai
Re"ugee 8a! (1ukum Pengungsi) adalah jenis yang kedua, sedang pengungsi karena ben#ana
alam itu tidak diatur dan dilindungi oleh 1ukum 9nternasional.
6da suatu istilah pengungsi yang disebut (/tatutory Re"ugees. Dang dimaksud
/tatutory Re"ugees adalah Pengungsi-pengungsi yang berasal dari suatu negara tertentu yang
tidak mendapatkan perlindungan diplomatik dari negaranya (negara asalnya). Dang dapat
dikategorikan sebagai /tatutory Re"ugees adalah mereka yang memenuhi persyaratan seperti
yang disebut dalam perjanjian 9nternasional sebelum %&(%.
/ebenarnya, sebelum %&(% sudah ada persetujuan 9nternasional yang si"atnya Regional
atau setempat misalnya : di 6merika, Eropa, yang membuat peraturan-peraturan pengungsi
tetapi hanya berlaku setempat. Perjanjian 9nternasional yang si"atnya regional biasanya
menyangkut tiga hal, yaitu :
%. Pemberian 6sylum
'. >rael =o#ument
4. >ravel ?a#ilities
Pemberian 6sylum terutama di negara-negara 6merika 8atin, yaitu dengan membuat
banyak perjanjian-perjanjian Regional, di samping juga terdapat di 6"rika tentang aspek-
aspek khusus dari masalah pengungsi yang ditanda tangani %&3&, kemudan di 6sia yang
berupa =eklarasi yaitu pernyataan oleh ;omite ;onsultati" hukum 6sia-6"rika di
Bangkok, 6nggota-anggotanya adalah /arjana hukum dari 6sia dan 6"rika, diadakan
pada tahun %&33 yang menyatakan prinsip-prinsip perlakuan terhadap pengungsi ada
si"atnya +niversal dan ada yang si"atnya Regional, akan tetapi sudah pengungsi dalam arti
yang umum.
=alam bagan berikut ini akan tampak pembedaan pengungsi.
6lam /tatutory Re"ugee

Pengungsi +012R 2onvention Re"ugee

$anusia $andate Re"ugee
(
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
8ain-lain
Penjelasan :
%. Statutory Refugee adalah status dari suatu pengungsi sesuai dengan persetujuan
interansional sebelum tahun %&(%.
'. Conention Refugee adalah stats pengungsi berdasarkan ;onvensi %&(% dan Protokol
%&3.. =i sini pengungsi berada pada suatu negara pihak@peserta konvensi. Dang
menetapkan status pengungsi adalah negara tempat pengungsian (negara dimana
pengungsi itu berada) denga kejasama dari negara tersebut dengan +012R, !ujud kerja
sama itu misalnya: dengan mengikut sertakan +012R dalam komisi yang menetapkan
status pengungsi, bentuk kerjasama lainnya neagar yang bersangkutan menyerahkan
mandate sepenuhnya pada +012R untuk menetapkan apakah seseorang itu teramsuk
pengungsi atau tidak
4. !andate Refugee adalah menentukan status pengungsi bukan dari konvensi %&(% dan
Protokol %&3. tapi berdasar mandate dari +012R. =i sini pengungsi berada pada negara
yang bukan peserta konvensi atau bukan negara pihak. Dang ber!enang menetapkan
status pengungsi adalah +012R bukan negara tempat pengungsian. $engapa $andate
Re"ugee tidak ditetapkan oleh negara tempat pengungsiA 1al ini disebabkan karena
negara tersebut bukan negara pihak dalam konvensi tadi, akibatnya ia tidak bisa
melakukan tindakan hukum seperti dalam konvensi tadi.
5. Pengungsi-pengungsi lain (sebab manusia):
6da yang tidak dilindungi oleh +012R, misalnya : P8B, sebab P8B sudah diurus dan
dilindungi badan PBB lain maka tidak termasuk lingkungan kekuasaan +012R.
/elanjutnya 1aryomataram membagi dua ma#am ,Refugees, yaitu Human Rights
Refugees dan Humanitarian Refugees (1aryomataram, %&&): &-%*).
- 1uman Rights Re"ugees adalah mereka yang (terpaksa) meninggalkan
negara atau kampung halaman mereka karena adanya ,"ear o" being perse#utedE, yag
disebabkan masalah ras, agama, kebangsaan atau keyakinan politik. >elah ada
;onvensi dan Protokol yang mengatur /tatus dari 1uman Rights Re"ugees ini.
- Humanitarian Refugess adalah mereka yang (terpaksa) meninggalkan negara atau
kampung halaman mereka karena merasa tidak aman disebabkan karena ada kon"lik
(bersenjata) yang berke#amuk dalam negara mereka. $ereka pada umumnya, di
negara dimana mereka mengungsi, dianggap sebagai FalienE$enurut ;onvensi
Ceneva %&5&, ,alienE ini diperlakukan sebagai ,"rotected "ersonsE. =engan demikian
3
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
mereka mendapat perlindungan seperti yang diatur, baik daam ;onvensi Ceneva %&5&
(terutama Bag. 9G), maupun dalam Protokol >ambahan 9-%&...
- =engan demikian dapat dikatakan bah!a, baik International Humanitarian
#a$ maupun International refugees #a$, mengatur masalah ,re"ugessE.
9nternational 1umanitarian 8a! memberikan perlindungan kepada ,
humanitaran refugessE, sedang /nterna0/ona- Re4u.ee056 sedang
9nternational Re"ugees 8a! mengatur ,human rights refugees
I+ Penentuan Statu0 Pen.un.0/
9stilah lain penentuan status pengungsi ialah tentang E89C98B989>D dari seseorang.
+ntuk menentukan status pengungsi dapat digunakan kriteria yang terdiri dari
unsur@"aktor, yaitu "aktor subjekti" dan obyekti".
?aktor subyekti" ialah "aktor yang terdapat pada diri pengungsi itu sendiri,
( yang minta status pengungsi), "aktor inilah yang menentukan ialah apakah pada diri
orang tersebut ada rasa ketakutan atau rasa kekha!atiran akan adanya persekusi
@penuntutan), maka jika ada alasan ketakutan maka dapat dikatakan orang tersebut
Eligibility, ketakutan itu dinilai dari takut terhadap tuntutan negaranya dan teran#am
kebebasannya.
?aktor Bbjekti" adalah keadaan asal pengungsi, di 0egara tersebut apakah
benar-benar terdapat persekusi terhadap orang-orang tertentu. $isalnya: akibat
perbedaan Ras, perbedaan 6gama, karena suatu pandangan politik atau yang lainnya.
;alau keadaan tersebut pada negaranya memang demikian, maka keadaan ini bisa
membuat seseorang menjadi Eligibility.
/eseorang tidak dapat dinyatakan sebagai Eligibility ialah :
%. Brang-orang yang melarikan diri ke 8uar 0egeri, karena lasan ekonomi agar
bisa lebih baik, mereka ini tidak bisa disebut sebagai pengungsi.
'. ;aum Emigran, yaitu kaum yang pindah dari suatu negara ke lain negara tidak
bisa disebut sebgaia pengungsi.
4. Pindah ke negara lain untuk mendapatkan kenikmatan pribadi.
5. >idak bisa menyetujui kebijaksanaan pemerintah atau politik pemerintahnya
tidak diakui.
;ekeliruan yang terjadi dalam penetapan Egilibility ialah
%. Bilamana orang-orang tersebut tidak jujur@tidak terus terang ("aktor-"aktor
subjekti" tidak !ajar).
.
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
'. ;ekeliruan "atal@jelek bilamana petugasnya tidak #ermat.
/ehubungan dengan hal itu, ada prinsip yang disebut : %&N&FI' (F 'H& D(U%'
(keuntungan keraguan) maksudnya adalah : untuk menetapkan apakah seseorang bisa
dikatakan pengungsi atau tidak, ada kemungkinan petugas dihadapkan pada suatu keraguan,
mungkin didasarkan unsur subjekti" orang tersebut, untuk itu apakah benar-benar ada rasa
takut atau tidak pada orang tersebut, atau keragu-raguan ini apakah petugas tidak tahu di
0egara asalnya terdapat keadaan yang dihadapi ini, menurut prinsip ini maka petugas harus
mengambil keputusan yang paling menguntungkan orang tersebut, d.kl. orang tersebut
diterima atau diberi stautus pengungsi.
Eligibility pengungsi harus ditetapkan satu persatu (se#ara individual ), jadi tidak
ditetapkan se#ara bersama-sama, juga tidak bisa se#ara berkelompok, akan tetapi ini hanya
sesuai dengan keadaan sebelum %&(%, sesudah %%%&(% keadaan pengungsi tidak lagi dalam
jumlah yang sedikit tapi banyak sekali, maka sering diambil suatu keputusan tentang
eligibility iu se#ara PR9$6 ?629E (Pandangan Pertama) keputusan sema#am ini seharusnya
diadakan penelitian ulang seharusnya dilakukan se#ara individual, akan tetapi dalam Praktek
tak pernah dilakukan sebab: juga memerlukan petugas dan !aktu yang banyak. /ehubungan
dengan penelitian se#ara 9ndividual dikaitkan dengan prinsip kesatuan keluarga (PR90/9P B?
>1E ?6$98D +09>D), maka persoalan yang timbul adalah 6P6;61 /EBR60C /+6$9
=9>ER9$6 /EB6C69 PE0C+0C/9 =6R9 /+6>+ 0EC6R6 6P6B986 606; =60
9/>R90D6 =6>60CA
$enurut prinsip tersebut anak dan istrinya diberi status sama dengan suaminya
sebagai pengungsi supaya mereka bersatu. =alam prinsip tersebut pengertian ?amily adalah
keluarga dalam arti yang luas (diakui dalam ;onvensi) yaitu : 9stri dan anak-anak juga orang
tua yang lanjut usia, tetapi dengan syarat orang ini tadinya satu kehidupan keluarganya (hause
hold).
$engenai prinsip kesatuan keluarga juga terdapat dalam Declaration of Human Right
juga terdapat dalam perjanjian-perjanjian internasional lainnya yang menyangkut 1uman
Right, di dalam ?inal 6#t yang menerima ;onvensi %&(% mengenai kesatuan keluarga juga
diakui dan dianjurkan supaya negara-negara menghormati prinsip ini.
2+ )e,u,u7an ,an (a7 Pen.un.0/
;edudukan sebagai pengungsi tidak berlaku abadi artinya bisa berhenti, persoalan
yang timbul adalah jangan sampai pengungsi itu bisa dirugikan statusnya sebagai pengungsi
)
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
se#ara se!enang-!enang. Bleh karena itu penghentian status pengungsi harus didasarkan
pada ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam ;onvensi. 6dapun yang menjadi hak dan
ke!ajiban pengungsi adalah sebagai berikut (ba#a juga /ukanda 1usin. %&&) : 4'-45) -
a. 0egara-negara peserta ;onvensi tidak boleh memperlakukan pengungsi berdasarkan
politik diskriminasi baik yang berkenaan dengan ras, agama atau negara asal maupun
!arna kulit dan mereka mempunyai kebebasan untuk menjalankan agamanya sertya
kebebasan bagi pendidikan anak-anak mereka ditempat mana mereka ditampung (Pasal
4 dan 5). 9ni merupakan hak non diskriminasi.
b. $engenai status pribadi para pengungsi diatur sesuai dengan hukum dimana mereka
berdomisili. ika mereka tidak mempunyai domisili, status pribadi mereka diatur oleh
hukum dimana mereka ditempatkan (pla#e o" residen#e). 1ak yang berkaitan dengan
perka!inan juga harus diakui oleh negara peserta ;onvensi dan Protokol (pasal %'). 9ni
merupakan hak status pribadi.
#. /eorang pengungsi mempunyai hak yang sama dalam hal untuk mempunyai atau
memiliki hak milik baik bergerak maupun tidak bergerak dan menyimpannya seperti
halnya orang lain dan juga dapat menstrans"er assetnya ke negara dimana dia akan
menetap (Pasal %4, %5 dan 4*). 9ni merupakan hak kesempatan atas hak milik.
d. 0egara peserta ;onvensi harus mengakui kebebasan pengungsi untuk berserikat dengan
mendirikan perkumpulan termasuk perkumpulan dagang sepanjang perkumpulan itu
bersi"at non-pro"it dan non- politis (Pasal %( ) 9ni merupakan hak berserikat.
e. 6pabila ada suatu perkara yang dialami oleh para pengungsi dimana mereka ingin
menyelesaikannya melalui badan peradilan, maka dalam hal ini mereka harus dianggap
sama dengan !arganegara lainnya jadi mereka mempunyai kebebasan untuk
mengajukan gugatannya di sidang pengadilan dimana mereka ditempatkan bahkan bila
diperlukan mereka harus diberikan bantuan hukum (Pasal %3 ) 9ni merupakan hak
berperkara di pengadilan.
". Bagi para pengungsi yang telah ditempatkan se#ara tetap di suatu negara dan telah
diakui menurut hukum, maka mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pekerjaan
serta mendirikan suatu perusahaan dagang dan pekerjaan bebas lainnya, dimana
pekerjaan bebas ini harus sesuai dengan ketentuan yang telah diakui, seperti tanda
serti"ikat, gunanya adalah mengetahui keahlian untuk ditempatkan pada suatu
pekerjaan yang #o#ok (pasal %., %) dan %&). 9ni merupakan hak atas pekerjaan yang
menghasilkan.
&
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
g. /etiap pengungsi akan mendapat perlakuan yang sama dengan !arganegara lainnya
atas hak memperoleh pendidikan sekolah dasar. ;arenanya, setiap pengungsi berhak
pula atas pembebasan biaya pendidikan tertentu termasuk juga hak untuk memperoleh
beasis!a (Pasal ''). 9ni merupakan hak atas pendidikan dan pengajaran.
h. /etiap pengungsi diberikan kebebasan yang seluas-luasnya untuk memilih di daerah
atau provinsi mana mereka akan menetap sepanjang pilihan itu masih berada dalam
teritorial negara dimana ia ditempatkan (Pasal '3). 9ni merupakan hak kebebasan
bergerak.
i. /etiap pengungsi akan dapat menikmati hak-hak atas kesejahteraan sosial, seperti hak
untuk bekerja, perumahan, mendapatkan upah dari pekerjaan yang mereka lakukan .
Pasal '* dan ''). 9ni merupakan hak atas kesejahteraan sosial.
j. /etiap pengungsi berhak atas surat-surat identitas dan dokumen perjalananan ke luar
dari teritorial negara dimana dia ditempatkan ke#uali karena alasan keamanan dan
kepentngan umum. =okumen perjalanan yang dikeluarkan atas perjanjian internasional
akan diakui oleh negara peserta ;onvensi (Pasal '. dan ')). 9ni merupakan hak atas
tanda pengenal dan dokumen perjalanan.
k. =alam hal ini pengungsi telah ditempatkan se#ara tetap di suatu negara, tidak akan ada
dilakukan tindakan pengusiran ke !ilayah dimana kehidupannya akan teran#am serta
tidak akan ada penghukuman terhadap pengungsi yang masuk se#ara tidak syah, ke#uali
jika keamanan nasional menghendaki lain, seperti mereka melakukan keka#auan
dimana mereka tinggal (pasal 4%, 4', dan 44). 9ni merupakan hak untuk tidak diusir.
/elain dari hak-hak pengungsi yang disebutkan di atas, ;onvensi juga telah
menggariskan ke!ajiban pengungsi sebagaimana ter#antum dalam Pasal ' ;onvensi.
&ery refugee has duties to the country in $hich he finds himself, $ihch
re)uire in "articular that he conform to its la$s and regulations as $ell as to
measures ta*en for maintenance of "u+lic order,
Berdasarkan Pasal ' di atas setiap pengungsi berke!ajiban untuk mematuhi semua
hukum dan peraturan atau ketentuan- ketentuan untuk men#iptakan ketertiban umum di
negara dimana dia ditempatkan.
1ak asasi manusia yang diatur dalam Uniersal Declaration of Human Rights
di atas merupakan pengaturan umum. Pengaturan yang lebih rin#i dapat dilihat di dalam
International Conenant on (conomic, Social and Cultural Rights dan International
Conenant on Ciil and -olitical Rights serta Protokol-protokol tambahannya.
2I+ Penutup
%*
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
/ampai saat ini, pengungsi masih merupakan masalah di berbagai negara di dunia.
1ukum 9nternasional yang digunakan untuk melindungi pengungsi sampai saat ini ialah
konvensi %&(% dan Protokol %&3.. =i samping itu, ;onvensi Ceneva %&5& tentang dan
protokol >ambahan %-%&.. , yang mengatur khusus ,Humantarian Refugees,




a4tar Pu0ta7a
=anilo Batistuta. %&&). ,+012R /tru#ture and $andatE $akalah. =isampaikan dalam
/eminar 0asional Re"ugeema Pusat /tudi1ukum 1umaniter ?akultas 1ukum >ri
/akti dengan +nited 0ations 1igh 2ommissioner "or Re"ugees tanggal '3 $aret
%&&). akarta : +012R dan P/11 ?1 +sakti.
Enny /oeprapto, %&&) . , 9nternational Prote#tion o" Re"ugees and Bassi# Prin#iples o"
Re"ugeee 8a! an 6nalysisE, $akalah. =isampaikan dalam /eminar 0asional Re"ugee
8a! dan =ispla#ed Persons yang diselenggarakan kerjasama Pusat /tudi 1ukum
1umaniter ?akultas 1ukum >ri /akti dengan +nited 0ations 1igh 2ommissioner "or
Re"ugees tanggal '3 $aret %&&) , akarta : +012R dan P/11 ?1 ?1 +sakti
Cood!in <=ill.C, %&&3, >he Re"ugee in 9nternational 8a! (se#ond edition). BH"ord:
2laredon Press.
1aryo $ataram. %&&). ,9nternational 8a! dan 9nternational 1umanitarian 8a!E. $akalah.
=isampaiakn dalam /eminar 0asional Re"ugee 8a! dan =ispla#ed Persons yang
%%
ISSN: 0852-0941 Nomor 45 Tahun XII September Nopember 1998
diselenggarakan kerjasama Pusat /tudi 1ukum 1umaniter ?akultas 1ukum >ri /akti
dengan +nited 0ations 1igh 2ommissioner "or Re"ugees tanggal '3 $aret %&&).
akarta : +012R dan P/11 ?1 +sakti.
1atha!ay, .2. %&&%. >he 8a! o" Re"ugee /tatus >oronto: Butter!orths.
/ta""an Bodemar, %&&). +012Is Role and 2urrent 2on#ernsE. $akalah. =isampaikan dalam
/eminar 0asional Re"ugee 8a! dan =ispla#ed Persons yang diselenggarakan
kerjasama Pusat /tudi 1ukum 1umaniter ?akultas 1ukum >ri /akti dengan +nited
0ations 1igh 2ommissioner "or Re"ugees tanggal '3 $aret %&&). akarta : +012R
dan P/11 ?1 +sakti.
/ukanda 1usin, %&&), ,+012R dan Perlindungan 1ak 67asi $anusiaE. rnal 1ukum 0o .
>h. G@ %&&). Padang : ?1 +niv. 6ndalas.
+012R. %&&). 9n"ormastion Paper. akarta : Regional o""i#e +012R.
JJJJJJJJJJJJJ, %&&3 2onvention and Proto#ol Relating to the /tatus o" Re"ugees. Ceneva :
+012R.
%'