Anda di halaman 1dari 18

WUJUD APLI KASI

SYAHADATAI N
BERSAKSI BAHWA
TI DAK ADA I LAH
YANG BERHAQ
UNTUK DI I BADAHI
SELAI N ALLAH DAN
BERSAKSI BAHWA
MUHAMMAD
ADALAH RASUL
ALLAH
Secara syariat wudhu ialah menggunakan
air yang suci untuk mencuci anggota-
anggota tertentu yang sudah diterangkan
dan disyariatkan Allah Subhanahu wa Taala
dalam firman-Nya:
HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN,
APABILA KAMU HENDAK MELAKUKAN
SHALAT, MAKA BASUHLAH MUKAMU
DAN TANGANMU SAMPAI DENGAN SIKU,
DAN SAPULAH KEPALAMU DAN
(BASUH) KAKIMU SAMPAI DENGAN ,
KEDUA MATAKAKI
(AL-MAAIDAH : 6)
DARI ABU HURAI RAH RADHI YALLAHU
ANHU, I A BERKATA, RASULULLAH
SHALLALLAHU ALAI HI WASALLAM
BERSABDA:
TI DAK AKAN DI TERI MA SHALAT SALAH
SEORANG DI ANTARA KALI AN APABI LA I A
BERHADATS, HI NGGA I A BERWUDHU .
(HR. MUSLI M)
JIKA SEORANG MUSLIM AKAN
BERWUDHU , MAKA HENDAKLAH IA NIAT
DENGAN HATINYA, KEMUDIAN
MEMBACA:
DENGAN NAMA ALLAH

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

Tidak (sempurna) wudhu seseorang yang tidak


menyebut Nama Allah (membaca bismillah padanya
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)
KEMUDI AN
DI SUNNAHKAN
MEMBASUH
TELAPAK
TANGANNYA TI GA
KALI , SAMBI L
MENYELA- NYELA
JARI JEMARI NYA.
( HR. MUTAFAQUN
ALAI H DAN ABU
DAUD)
KEMUDIAN BERKUMUR- KUMUR (HR.
SUNAN AL BAIHAQY [1/52]) YAITU
MEMUTAR- MUTAR AIR DALAM MULUT
KEMUDIAN MENGELUARKANNYA.
Yaitu Mengambil Air Sepenuh Telapak Tangan
Kanan Lalu Memasukkan Air Kedalam Hidung
Dengan Cara Menghirupnya Dengan Sekali Nafas
Sampai Air Itu Masuk Ke Dalam Hidung Yang
Paling Ujung, Kemudian Menyemburkannya
Dengan Cara Memencet Hidung Dengan Tangan
Kiri. Beliau Melakukan Perbuatan Ini Dengan Tiga
Kali Cidukan Air.

(HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no.140)
Imam Nawawi Rahimahullah berkata:
Dalam hadits ini ada penunjukkan yang
jelas bagi pendapat yang shahih dan
terpilih, yaitu bahwasanya berkumur
dengan menghirup air ke hidung dari tiga
cidukan dan setiap cidukan ia berkumur
dan menghirup air ke hidung, adalah
sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).
Demikian pula rasulullah shallallahu alaihi wasallam
menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air
ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan
hadits laqith bin shabrah.
(Hr. Abu dawud, no. 142; tirmidzi, no. 38, nasai )
DISUNNAHKAN
UNTUK
ISTINSYAQ
DENGAN KUAT,
KECUALI
SEDANG
BERPUASA.
( HR. ABU DAUD)
.. KEMUDIAN MEMBASUH
WAJAH. .
( QS. AL MAI DAH: 6)
Batasan wajah adalah:
1. Panjangnya dari awal tempat tumbuh
rambut hingga dagu dimana jenggot
terurai.
2. Lebarnya dari telinga yang satu
hingga telinga yang lain.
Rambut yang ada di wajah, dan kulit
di bawahnya wajib di basuh, jika
rambut itu tipis. Jika rambut itu tebal
maka wajib untuk menyela-nyelanya.
..DAN (BASUHLAH) TANGANMU SAMPAI
KE SIKU. .
( QS. AL MAI DAH: 6)
KEMUDI AN MENGUSAP
KEPALA DAN KEDUA
TELI NGANYA SATU KALI .
I NI DI LAKUKAN MULAI
DARI DEPAN
KEPALANYA MENGARAH
KE BAGI AN
BELAKANG/TENGKUK,
KEMUDI AN KEMBALI
LAGI HI NGGA KE
BAGI AN DEPAN KEPALA.
(MUTTAFAQUN ALAI H)
DAN ( BASUH)
KEDUA KAKI MU
SAMPAI KEDUA MATA
KAKI . . (QS. AL-
MAI DAH: 6)
Orang yang tangan atau kakinya
terputus, maka wajib membasuh
bagian anggota badan yang
tersisa, yang termasuk wajib
dibasuh.
apabila tangan atau kakinya
seluruhnya terputus, maka ia
hanya wajib membasuh ujungnya
saja.


Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak
diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa,
tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR.
Muslim)


Yaa Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang
bertaubat, dan jadikan pula aku termasuk orang-orang
yang membersihkan diri. (HR. Tirmidzi)
Orang yang berwudhu wajib membasuh
anggota wudhunya secara berurutan
(tertib) dan berturut-turut, yaitu jangan
menunda-nunda membasuh satu anggota
wudhu hingga anggota wudhu lainnya
mengering.
Dibolehkan mengeringkan
anggota-anggota wudhu
(dengan handuk dan yang
lainnya) setelah wudhunya
selesai.