Anda di halaman 1dari 27

1

Muhammad Syafiq
Bukan Hafizh, Bisa Jadi Guru Tahfizh
Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al Quran
dan Kami pula yang akan memeliharanya. (Q. S. Al Hijr : 9)
2

Daftar Isi
Satu. Pendahuluan
1. Menghafal Al Quran dan Perkembangannya
2. Motivasi Menghafal Al Quran
3. Keutamaan Para Penghafal Al Quran

Dua. Hal-Hal Penting Sebelum Menghafal Al Quran
1. Persyaratan Calon Penghafal
2. Usia Terbaik
3. Mushhaf
4. Tempat Menghafal Al Quran
5. Pembimbing
6. Target Hafalan
7. Hal-hal Yang Dapat Menghilangkan Hafalan
8. Etika Penghafal Al Quran

Tiga. Metode Menghafal Al Quran
1. Menambah Hafalan
2. Mengulang Hafalan
3. Tasmi
4. Membuat Jadwal Kegiatan Harian

Empat. Problematika Menghafal Al Quran
1. Hafalan Baru Mudah Hilang
2. Hafalan Tidak Lancar
3. Ragu Pada Ayat-Ayat Yang Hampir Sama
4. Kesulitan Membagi Waktu
5. Menghafal Ketika Sudah Dewasa

Lima. Penutup
1
Satu
Pendahuluan

1. Menghafal Al Quran dan Perkembangannya
Al Quran sudah mulai dihafal sejak pertama kali diturunkan. Rasulullah
SAW menerima ayat-ayat Al Quran dari Jibril secara lisan karena beliau adalah
seorang yang tidak bisa tulis baca. Demikian pula penyebaran Al Quran dari
Rasulullah SAW kepada para sahabat juga melalui lisan. Selanjutnya para sahabat
juga menghafalkan Al Quran untuk disampaikan kepada yang lain. Disamping itu,
salah satu tujuan Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur adalah agar mudah
dihafalkan karena ketika itu belum tersedia alat tulis yang memadai dan sebagian
mereka masih buta huruf. Dengan demikian, jelaslah bahwa konsep menghafal Al
Quran sudah ada sejak pertama kali diturunkan.
Pengumpulan Al Quran pada zaman Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan
pembukuannya pada zaman Khalifah Utsman Bin Affan dalam bentu sebuah
mshhaf telah memberikan warna baru dalam metode penghafalan Al Quran.
Dengan adanya mushhaf, para penghafal Al Quran tidak lagi harus menghafalkan
Al Quran melalui orang lain. Metode penghafal Al Quran seperti ini lebih
mempermudah para penghafal dalam menghafal Al Quran.
Seiring dengan waktu, mushhaf tersebut kemudian dicetak, diterjemahkan
dan ditafsirkan dalam berbagai bahasa. Setiap muslim dari seluruh dunia
selanjutnya dapat memahami arti dan maksud dari tiap-tiap ayat dalam Al Quran.
Keadaan ini tentu lebih memberikan kemudahan bagi penghafal Al Quran karena
dengan memahami arti dan maksud ayat akan memudahkan proses penghafalan.
Metode penghafalan Al Quran terus berkembang seiring dengan berjalannya
waktu. Perkembangan teknologi informasi, misalnya, juga memberikan kontribusi
berharga bagi para penghafal Al Quran. Melalui internet, para penghafal dapat
berkonsultasi langsung dengan para pembina Tahfizhul Quran, ketersediaan Al
Quran digital serta fasilitas audio visual memungkinkan para penghafal Al Quran
memperlancar hafalannya sambil bekerja atau dalam perjalanan. Namun, sesuatu
2
yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang adalah semangat kaum
muslimin untuk menghafal Al Quran yang semata-mata bertujuan untuk
memelihara kemurnian Al Quran.

2. Motivasi Menghafal Al Quran
Setiap orang mempunyai alasan yang berbeda-beda ketika akan menghafal Al
Quran. Alasan tersebut selanjutnya menjadi motivasi yang memberikan hasil yang
berbeda-beda pula. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa orang menghafal
Al Quran.
a. Mencari ridha Allah SWT
Mencari ridha Allah SWT atau sering disebut ikhlas adalah motivasi tertinggi
dalam menghafal Al Quran. Bagi orang-orang yang menghafal Al Quran dengan
motivasi ini insya Allah akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT selama
menghafal Al Quran serta kemuliaan-kemuliaan yang tidak diduga-duga. Mereka
akan diberikan kesuksesan di dunia dan diakhirat walaupun mereka tidak pernah
memintanya.
b. Memelihara kemurnian Al Quran
Menghafal Al Quran dengan tujuan untuk memelihara kemurnian Al Quran
adalah merupakan sebuah motivasi yang mulia. Motivasi seperti ini juga pernah
hadir di kalangan para sahabat ketika banyaknya penghafal Al Quran yang gugur
sebagai syuhada. Pada saat sekarang ini, motivasi seperti ini lahir karena semakin
lamanya kurun waktu sejak Al Quran diturunkan dan adanya keinginan-keinginan
negatif dari orang-orang di luar Islam untuk merubah keaslian Al Quran.
c. Mengejar Keutamaan Penghafal Al Quran
Sebagian orang menghafal Al Quran karena ingin meraih keutamaan-
keutamaan penghafal Al Quran yang dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah
SAW. Motivasi ini juga merupakan sebuah motivasi yang baik. Namun perlu
difahami bahwa tidak semua penghafal Al Quran akan mendapatkan keutamaan-
keutamaan tersebut. Keutamaan-keutamaan tersebut hanya dapat diraih bila diikuti
dengan usaha-usaha untuk terus mempelajari dan mengamalkan Al Quran.
3
d. Meningkatkan status sosial
Motivasi lain menghafal Al Quran adalah untuk meningkatkan status sosial.
Motivasi ini dapat muncul apabila seseorang melihat kehidupan sosial dari para
penghafal Al Quran yang sangat baik. Seorang penghafal Al Quran biasanya akan
menjadi orang yang sangat dihormati di tengah-tengah masyarakat. Dengan
menghafal Al Quran, rezqi seseorang akan menjadi lancar, ia akan mudah
mendapatkan pekerjaan dan kehidupan ekonominya pun menjadi meningkat.
Motivasi seperti ini kurang baik bagi seorang penghafal Al Quran karena dapat
melahirkan seorang penghafal Al Quran yang materialistis.
e. Dorongan orang tua
Bagi penghafal Al Quran yang masih kanak-kanak tentu belum memahami
dengan jelas tujuannya untuk menghafal Al Quran. Yang mereka fahami adalah
menghafal Al Quran karena dianjurkan oleh orang tua. Jadi, pada tahap awal dapat
dipahami bahwa keinginan untuk menghafal Al Quran bukan tumbuh dari diri
anak, namun dari para orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi
seorang penghafal Al Quran.
Motivasi seperti ini berdampak positif bagi anak-anak yang kemudian
berkembang menjadi orang yang cinta Al Quran. Ketika mereka sudah memahami
tujuan menghafal Al Quran mereka akan bersyukur karena orang tua mengarahkan
mereka untuk itu sejak dini. Namun sebagian anak merasa bahwa hal tersebut
bukanlah keinginan mereka dan sangat membebani. Anak-anak seperti ini sama
sekali tidak memiliki niat untuk menghafal Al Quran. Akibatnya ketika mereka
menyadari hal ini, mereka tidak lagi melanjutkan hafalan mereka.

3. Keutamaan Para Penghafal Al Quran
Keutamaan para penghafal Al Quran dapat dilihat dari beberapa hadits
Rasulullah SAW, diantaranya menyatakan penghormatan dan kedudukan yang
tinggi bagi para penghafal Al Quran, hadiah yang disediakan bagi para penghafal
4
Al Quran ataupun jaminan kehidupan yang baik bagi penghafal Al Quran. Diantara
hadits-hadits tersebut adalah:

a. Diberikan derajat yang tinggi
Dari Umar bin Al Khattab ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya Allah
SWT mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan
sebab Al Quran (HR. Muslim).

b. Disebut sebagai Ahli Allah SWT
Dari Anas bin Malik ra dia berkata, Rasulullah sas bersabda: Sesungguhnya bagi Allah
itu keluarga. Ditanyakan, siapakah mereka itu ya Rasulullah? Beliau menjawab:
Ahlul Quran. Mereka itu keluarga Allah dan orang-orang khusus (istimewa) bagi-Nya.
(HR. Ahmad, Ibnu Majjah, Ad-Darimi, Hakim dan Nasai)

c. Diberikan kehormatan serta tambahan nikmat dan kebaikan pada hari kiamat
Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Penghapal Al Quran akan
datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah
dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali
meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah.
Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT
meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-
derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan
nikmat dan kebaikan (HR. Turmudzi)
d. Didahulukan dalam kebaikan
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said, telah bercerita pada kami Al-Laits
dari Ibnu Syihab dari Abdirrahman bin Kaab bin Malik, bahwasannya Jabir bin Abdillah
r.a telah menghabarinya bahwasannya Rasulullah saw. pernah mengumpulkan
(menjadikan satu) antara dua laki-laki (yang syahid) di perang Uhud dalam satu kain.
Kemudian beliau bersabda : Mana di antara mereka yang paling banyak menghafal Al-
Quran?, lalu ketika ditunjukkan kepada beliau kepada salah satu (di antara mereka),
beliau mendahulukannya dalam liang lahat dan bersabda: Kelak pada hari kiamat aku
akan menjadi saksi buat mereka. Lalu beliau memerintahkan untuk mengubur mereka
dengan darah-darah mereka tanpa dishalati dan dimandikan (HR. Bukhari).

e. Ditempatkan di syurga paling tinggi
Sabda Rasulullah s.a.w: "Daripada Abdullah Bin Amr Bin Al Ash ra dari nabi s.a.w,
baginda bersabda; Diakhirat nanti para ahli Al Quran di perintahkan, "Bacalah dan
naiklah kesyurga. Dan bacalah Al Quran dengan tartil seperti engkau membacanya
dengan tartil pada waktu di dunia. Tempat tinggalmu di syurga berdasarkan ayat paling
akhir yang engkau baca."
5
f. Menghormati orang yang menghafal Al Quran berarti mengagungkan Allah
SWT
Sabda Rasulullah s..a.w "Daripada Abu Musa Al Asya'ari ra.ia berkata bahawasanya
Rasulullah SAW bersabda: "Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah
menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-
Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-
Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil."
g. Hati penghafal Al-Quran tidak disiksa
Sabda Rasulullah SAW : "Daripada Abdullah Bin Mas'ud ra. Daripada nabi SAW
baginda bersabda: "Bacalah Al Quran kerana Allah tidak akan menyeksa hati orang yang
hafal Al-Quran. Sesungguhanya Al -Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang
memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Quran maka
hendaklah ia bergembira."
h. Penghafal Al Quran lebih berhak menjadi imam dalam shalat
Sabda Rasulullah SAW : "Daripada Ibnu Mas'ud ra. Dari Rasulullah SAW beliau
bersabda; "yang menjadi imam dalam shalat suatu kaum hendaknya yang paling pandai
membaca Al Quran."
i. Disayangi Rasulullah SAW
Sabda Rasulullah SAW: "Daripada Jabir Bin Abdullah ra. Bahawa nabi s.a.w
menyatukan dua orang daripada orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu
liang lahad. Kemudian nabi SAW bertanya, "dari mereka berdua siapakah paling banyak
hafal Al Quran?" apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya,
maka nabi s.a.w memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad."
j. Dapat memberikan syafaat kepada keluarga
Sabda Rasulullah SAW : "Daripada Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata,
"Barangsiapamembaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya
kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di
mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."
k. Hafal Al Quran merupakan bekal yang paling baik.
Sabda Rasulullah SAW: "Daripada jabir bin nufair, katanya Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu
yang paling baik daripada sesuatu yang berasal daripada-Nya yaitu Al Quran.




6
l. Orang tua memperoleh pahala khusus jika anaknya penghafal Al Quran.
Sabda Rasulullah SAW: "Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia
mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: "Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan
menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan
berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: "Apakah anda mengenalku?".
Penghafal tadi menjawab; "saya tidak mengenal kamu." Al Quran berkata; "saya adalah
kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan
membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat
keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua
dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan
diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa.
Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak
dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya:
"kenapa kami di beri dengan pakaian begini?". Kemudian di jawab, "kerana anakmu
hafal Al Quran." Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, "bacalah
dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya." Maka ia pun terus naik
selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).




















7
Dua
Hal-Hal Penting Sebelum Menghafal Al Quran


1. Persyaratan Calon Penghafal
Kemampuan menghafal Al Quran adalah hidayah dari Allah SWT. Namun,
hidayah tersebut tidak dapat diketahui sebelum seseorang berusaha untuk
menghafal Al Quran. Memang pada dasarnya setiap orang berhak untuk berusaha
menghafal Al Quran, tapi tidak semua dapat berhasil dengan baik. Untuk dapat
menghafal Al Quran dengan baik, seseorang harus memenuhi beberapa
persyaratan yaitu :
a. Dapat membaca Al Quran dengan lancar dan benar
Hal ini adalah syarat mutlak bagi anda calon penghafal Al Quran. Dalam proses
menghafal Al Quran tidak akan ada lagi proses memperbaiki bacaan. Jika anda
belum dapat membaca Al Quran dengan lancar dan benar, maka anda akan
menghafal Al Quran dengan bacaan yang salah. Bacaan salah yang sudah
terhafal tentu akan sangat sulit untuk diperbaiki.
Sebelum anda menghafal Al Quran, ada baiknya untuk memperdengarkan
bacaan anda kepada seorang yang mahir membaca Al Quran apakah anda
memang sudah layak untuk menghafal Al Quran. Bila memang belum, teruslah
belajar memperbaiki bacaan terlebih dahulu sebelum menghafal Al Quran.
b. Memiliki niat yang ikhlas
Hal ini juga merupakan syarat penting bagi kesuksesan anda sebagai calon
penghafal Al Quran. Anda harus meluruskan niat anda semata-mata karena
Allah dan meyakini bahwa Allah SWT akan membantu anda dalam
mewujudkan niat tersebut. Janganlah menghafal Al Quran karena motivasi
duniawi seperti ingin mendapatkan materi, status sosial atau karena persyaratan
untuk mengikuti ujian. Motivasi seperti itu hanya akan membuat hafalan tidak
bertahan lama.
8
c. Memiliki kemauan yang kuat
Menghafal Al Quran tidak bisa dilakukan dengan setengah hati karena
membutuhkan tingkat kesungguhan yang tinggi. Jangan pernah menghafal Al
Quran untuk coba-coba karena melupakan ayat Al Quran yang sudah dihafal
adalah merupakan dosa besar di sisi Allah SWT.
Namun jangan pula memandang proses menghafal Al Quran sesuatu yang
mustahil. Pepatah mengatakan dimana ada kemauan disitu ada jalan. Dengan
adanya kemauan yang kuat, anda pasti akan berusaha keras untuk mencapai niat
anda. Doa dan usaha adalah kunci kesuksesan menghafal Al Quran.
d. Bersedia menyediakan waktu untuk menghafal Al Quran
Hal ini juga penting bagi anda calon penghafal Al Quran. Anda harus bersedia
menyediakan waktu secara konstan setiap harinya. Untuk itu, dibutuhkan
kemampuan anda dalam membagi waktu antara menghafal Al Quran dengan
kesibukan-kesibukan lainnya. Anda harus rela sebagian waktu istirahat dan olah
raga anda setiap harinya akan hilang untuk menghafal Al Quran.
Untuk dapat menghafal Al Quran dengan sukses sebaiknya anda menyusun
jadwal kegiatan harian yang dapat dipedomani dan dilaksanakan agar anda
tidak lalai menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia.
2. Usia Terbaik
Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu dewasa
bagai mengukir di atas air, demikian petuah orang tua memberikan gambaran bagi
kita tentang waktu terbaik untuk belajar termasuk menghafal Al Quran. Hal ini
adalah karena pada waktu kanak-kanak, fikiran kita belum dipenuhi oleh hal-hal
yang bermacam-macam sebagaimana layaknya orang dewasa.
Untuk orang Indonesia secara umum, umur yang terbaik untuk menghafal Al
Quran adalah antara 10 s/d 17 tahun. Seseorang pada umur tersebut diyakini akan
lebih cepat dan mudah menghafal dibandingkan dengan yang terlalu muda atau
terlalu tua. Hal ini bukan berarti bahwa jika anda seorang yang sudah dewasa tidak
dapat menghafal Al Quran. Sebenarnya, orang dewasa atau bahkan tua sekalipun
9
masih dapat menghafal Al Quran hanya saja mungkin waktu dan usaha yang
dibutuhkan akan lebih banyak.
3. Mushhaf
Mushhaf pribadi adalah sesuatu yang harus disiapkan oleh seorang calon
penghafal Al Quran. Untuk mempermudah proses menghafal, anda harus
menggunakan mushhaf yang identik dalam susunan baris dan ayatnya selama
proses penghafalan dan seteusnya. Hal ini untuk memudahkan anda mengingat
posisi ayat pada setiap halaman. Mengganti-ganti mushhaf akan menyebabkan
keragu-raguan ketika membayangkan ayat yang telah dihafal.
Mushhaf yang biasanya digunakan oleh para penghafal Al Quran adalah
mushhaf pojok. Pada mushhaf ini, setiap halaman akan diakhiri oleh ujung atau
nomor ayat. Tujuan penggunaan mushhaf ini adalah untuk memudahkan
pembagian ayat yang menjadi target hafalan per hari. Disamping itu, biasanya
mushhaf ini tersedia dalam ukuran yang lebih kecil sehingga mudah untuk dibawa
kemana-mana.
4. Tempat Menghafal Al Quran
Menghafal Al Quran dapat anda lakukan dimana saja, di rumah, di mesjid,
di sekolah, di kantor atau bahkan di jalan sekalipun. Namun untuk tahap awal,
sebaiknya anda menyediakan satu tempat khusus dimana anda dapat
berkonsentrasi penuh tanpa adanya gangguan. Tempat tersebut bisa saja berada di
rumah atau di mesjid tergantung kepada anda.
5. Pembimbing
Sebelum mulai menghafal, sebaiknya anda sudah menemukan seseorang
yang dapat membimbing anda selama proses penghafalan. Seorang pembimbing
dibutuhkan untuk memberikan petunjuk kepada anda dan memperbaiki kesalahan-
kesalahan hafalan yang mungkin tidak anda disadari.
6. Target Hafalan
Sebelum menghafal Al Quran sebaiknya anda telah menetapkan target
hafalan tambahan setiap harinya. Misalnya, untuk tahap awal, anda dapat
10
menargetkan setengah halaman per hari. Namun, kebanyakan penghafal Al Quran
menargetkan 1 halaman per hari.
Dengan menggunakan mushhaf pojok, 1 juz akan dapat diselesaikan dalam
20 hari karena pada mushhaf pojok ada 20 halaman setiap juznya. Kemudian 10 hari
dibutuhkan untuk memantapkan hafalan tambahan 1 juz tadi. Dengan demikian,
anda akan dapat menyelesaikan 1 juz hafalan tambahan secara mantap dalam 30
hari atau 1 bulan penuh. Dengan target seperti ini, maka dalam 30 bulan atau 2,5
tahun insya Allah anda sudah hafal Al Quran 30 juz.
7. Hal-hal Yang Dapat Menghilangkan Hafalan
Menghafal Al Quran tidaklah seperti menghafal sebuah buku biasa.
Mempertahankan hafalan Al Quran jauh lebih sulit daripada menghafalnya.
Seorang penghafal Al Quran haruslah mengetahui hal-hal yang dapat mempercepat
hilangnya hafalan agar proses penghafalan dapat berhasi dengan baik.
Faktor-faktor yang dapat menghilangkan hafalan Al Quran memiliki
pengaruh yang berbeda-beda sesuai dengan kekuatan ingatan seseorang. Bisa saja
hal-hal yang dapat menghilangkan hafalan dimaksud hanya sedikit berpengaruh
pada orang yang sangat kuat ingatannya. Namun dapat disimpulkan secara umum
bahwa beberapa hal yang dapat mengurangi kadar hafalan Al Quran seseorang
adalah sebagai berikut :
a. Melakukan maksiat kepada Allah SWT
Hafalan Al Quran adalah hidayah dari Allah SWT dan hanya dapat menetap
pada hati yang bersih. Karena itu, hafalan Al Quran tidak akan bertahan lama di
hati orang-orang yang sering melakukan maksiat. Seorang penghafal Al Quran
haruslah menjaga hati dan seluruh panca inderanya dari hal-hal yang dilarang oleh
Allah SWT.
b. Tidak konsisten di dalam mengulang hafalan
Ketidak konsistenan di dalam mengulang hafalan juga mempercepat
hilangnya hafalan. Mengulang dengan sistem kapan saja tanpa memenuhi target,
kadang banyak dan kadang sedikit adalah tidak baik. Penghafal Al Quran akan
11
cenderung malas untuk mengulang. Hal inilah yang dapat menyebabkan hilangnya
hafalan.
c. Terburu-buru dalam menambah hafalan
Terburu-buru ingin cepat dalam menambah hafalan Al Quran sementara
hafalan yang sebelumnya belum lancar benar atau menetapkan target diluar
kemampuan juga dapat menyebabkan hilangnya hafalan. Hal ini disebabkan karena
hafalan yang tidak lancar benar adalah sangat rapuh. Karena itu, sangat penting
untuk tidak mengejar kuantitas dalam menghafal tapi utamakanlah kualitas dengan
tetap berpedoman pada target yang telah ditetapkan. Seorang penghafal Al Quran
sebaiknya menambah hafalan hanya jika hafalan yang sebelumnya sudah lancar
benar.
d. Mengganti-ganti mushhaf
Mengganti-ganti mushhaf juga akan melemahkan hafalan seseorang. Setiap
mushhaf berganti maka posisi ayat akan berubah. Hal ini menyebabkan kesulitan
bagi penghafal untuk membayangkan posisi ayat. Selanjutnya akan timbul
kebimbangan pada saat melanjutkan akhir ayat dengan awal ayat berikutnya.
e. Terlalu menyibukkan diri dengan urusan dunia
Orang-orang yang telah memiliki komitmen untuk menghafal Al Quran
hendaklah tidak terlalu memberikan perhatian yang besar bagi urusan dunia. Hal
ini adalah karena perhatian yang berlebihan tersebut akan menyebabkannya
terabaikannya waktu untuk menghafal Al Quran. Kelalaian dalam menyisakan
waktu menghafal Al Quran akan menyebabkan hilangnya hafalan yang telah ada.
8. Etika Penghafal Al Quran
Pada dasarnya, seorang penghafal Al Quran memiliki kedudukan yang
mulia di sisi Allah SWT. Namun, banyak juga penghafal Al Quran yang akhirnya
dihinakan oleh Allah SWT karena tidak memelihara dirinya dari hal-hal yang tidak
mulia. Oleh karena itu, seorang penghafal Al Quran seharusnya bersikap dengan
etika yang layak bagi dirinya. Beberapa etika penghafal Al Quran adalah :

12
a. Tidak takabbur dengan hafalannya
Takabbur adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Iblis sendiri telah
diusir dari surga karena ketakabburannya. Seorang penghafal Al Quran sangat
tidak layak untuk disamakan dengan iblis karena itu ia harus senantiasa memelihara
hatinya agar tidak takabbur. Seorang penghafal Al Quran harus selalu sadar bahwa
kemampuan menghafal Al Quran bukanlah semata-mata karena kemampuannya
tapi karena pertolongan dan hidayah Allah SWT.
b. Selalu memelihara Al Quran
Seorang penghafal Al Quran harus selalu memelihara Al Quran dengan cara
membacanya, mempelajarinya dan mengajarkannya. Al Quran harus selalu
bersamanya dimana saja ia berada. Bibirnya lebih suka melantunkan ayat-ayat suci
Al Quran dari pada perkataan-perkataan yang tidak perlu. Seorang penghafal Al
Quran tidak hanya siap untuk terus belajar Al Quran tapi juga bersedia untuk
mengajarkan Al Quran. Semua itu dilakukannya untuk memelihara kemurnian dan
kelestarian Al Quran.
c. Berakhlaq dengan Al Quran
Setelah menghafal Al Quran dalam hatinya, seorang penghafal Al Quran
harus merealisasikannya dalam tindakannya. Seluruh gerak geriknya harus dapat
mencerminkan nilai-nilai Al Quran yang dihafalnya. Seorang penghafal Al Quran
harus dapat dijadikan teladan bagi masyarakat di sekitarnya. Berkata lembut, tidak
emosional dan selalu tenang adalah beberapa akhlaq seorang penghafal Al Quran.







13
Tiga
Metode Menghafal Al Quran

1. Menambah hafalan
Sebagian besar para penghafal Al Quran berpendapat bahwa waktu yang
terbaik untuk menambah hafalan adalah pada saat sebelum shalat subuh. Pada
waktu ini, anda akan mendapatkan kesegaran jasmani dan rohani yang optimal
setelah beristirahat pada malam harinya. Disamping itu, pada waktu ini anda dapat
mengkonsentrasikan diri secara penuh karena sunyi dari berbagai keributan lain.
Sebelum menambah hafalan, hal yang harus anda lakukan adalah membaca
ayat yang akan dihafal minimal 3x pada malam harinya sesaat sebelum tidur.
Semakin banyak anda mengulang bacaan ayat tersebut, maka akan semakin mudah
bagi anda menghafalnya esok subuh. Kalau memungkinkan, alangkah lebih baik
jika anda memperdengarkan bacaan tersebut terlebih dahulu kepada pembimbing
anda sebelum menghafalnya untuk menghindari kesalahan bacaan yang tidak anda
sadari.
Disamping itu, salah satu cara untuk memudahkan anda menghafal Al
Quran adalah dengan memahami maknanya. Karena itu, setelah membaca ayat
ayat tersebut berulang-ulang, fahamilah makna ayat tersebut dengan membaca
terjemahannya. Hal ini akan memudahkan anda dalam mengingat lanjutan ujung
ayat kepada awal ayat sesudahnya.
Ketika anda terbangun untuk menambah hafalan, maka amalan tambahan
yang dapat anda lakukan adalah shalat sunnat tahajjud dan witir. Shalat ini memang
lazim dilakukan oleh para penghafal Al Quran namun bukan merupakan
kewajiban. Lakukanlah shalat ini beberapa rakaat sesuai kemamuan dan keinginan
anda. Selesai shalat, berdoalah kepada Allah SWT dan mohon agar anda diberikan
kemudahan dan hidayah dalam menghafal Al Quran.
Dalam menambah hafalan, anda tidak perlu menghafal keseluruhan ayat
yang menjadi target hafalan anda sekaligus. Namun, lakukanlah dengan menghafal
14
ayat per ayat. Bacalah ayat pertama berulang-ulang terlebih dahulu. Perhatikan
dengan seksama letak masing-masing kata dalam ayat tersebut untuk memudahkan
anda membayangkannya. Gunakanlah suara yang keras agar disamping membaca
anda juga akan terbantu dengan mendengar ayat tersebut. Setelah anda merasa anda
hafal akan ayat ini, cobalah untuk membacanya dengan menutup mushhaf.
Lakukanlah hal ini berulang-ulang dan jangan pindah ke ayat berikutnya sebelum
anda hafal benar ayat pertama.
Setelah anda yakin bahwa anda telah menghafal ayat pertama dengan
mantap, lakukan hal yang serupa pada ayat kedua. Jangan pindah ke ayat ketiga
sebelum ayat yang kedua benar-benar hafal. Setelah anda menghafal ayat kedua,
cobalah mengulanginya dari ayat pertama dan lanjutkan dengan ayat kedua tanpa
membuka mushhaf.
Demikianlah anda lakukan sampai anda menghafal keseluruhan ayat yang
menjadi target anda pada hari itu secara mantap. Jangan lupa yang perlu diingat
bahwa setiap selesai menghafal satu ayat anda harus mengulangnya dari sayat
pertama dan seterusnya.
Setelah itu, tentu hafalan baru tersebut tidak akan terus menerus menetap di
ingatan anda. Pada siang harinya, hafalan tersebut berangsur-angsur akan hilang.
Tugas anda adalah melakukan hal yang sama seperti yang anda lakukan pada
waktu subuh untuk mendatangkan hafalan itu kembali. Aktu yang terbaik untuk
melakukan ini adalah sebelum shalat zhuhur.
Pada waktu ashar, hafalan ini sudah semakin kuat walaupun mungkin masih
ada yang hilang sedikit. Anda harus mengulangnya kembali setelah shalat ashar.
Pada malam hari, biasanya anda hanya perlu mengulang kembali hafalan tersebut
untuk memastikan bahwa anda telah hafal.
Demikianlah waktu 1 hari yang harus anda luangkan untuk mendapatkan
hafalan baru anda. Anda dituntut melakukan hal yang sama setiap harinya sampai
anda benar-benar menjadi sorang penghafal Al Quran.

15
2. Mengulang hafalan
Mempertahankan hafalan yang sudah ada lebih berat daripada menambah
hafalan baru. Karena itu selain menambah hafalan, kegiatan penting lain yang harus
dilakukan setiap harinya adalah mengulang hafalan. Anda harus bisa membagi
waktu untuk menambah dan mengulang hafalan sebelumnya. Biasanya para
penghafal Al Quran mengkhususkan waktu subuh untuk menambah hafalan,
sementara siang hari sampai dengan malam digunakan untuk mengulang hafalan
baru dan hafalan lama. Untuk mengulang hafalan baru, biasanya hanya dibutuhkan
waktu setengah jam, sisanya dapat digunakan untuk mengulang hafalan lama.
Target ulangan hafalan minimal adalah 5 juz per hari. Bila anda baru
menghafal 1 juz, maka hafalan tersebut harus diulang 5x sehari. Sebaliknya bila
anda sudah menghafal 20 juz maka ulangan hafalan tersebut harus anda selesaikan
dalam 4 hari dan seterusnya. Namun bila anda memiliki kesempatan yang luas,
anda dapat menetapkan target ulangan sendiri, misalnya 10 juz per hari atau 15 juz
per hari. Yang terpenting adalah konsistensi anda di dalam melakukan ulangan.
Tidak ada waktu khusus untuk mengulang hafalan. Kapan saja dan dimana
saja bila ada kesempatan anda dapat melakukannya. Biasakanlah anda selalu dalam
keadaan berwudlu dan jangan lupa untuk membawa mushhaf anda kemanapun
anda pergi. Ketika anda di dalam perjalanan jauh, di atas kendaraan dan sedang
menunggu seseorang adalah waktu yang paling mengasyikkan untuk mengulang
hafalan.
3. Tasmi
Tasmi adalah memperdengarkan hafalan kepada pembimbing. Tasmi
dilakukan 2x sehari, pertama untuk tasmi hafalan tambahan dan kedua untuk
tasmi hafalan ulangan. Banyaknya hafalan yang ditasmikan adalah 1 halaman
untuk hafalan tambahan dan 5 halaman untuk hafalan ulangan.
Untuk jadwal tasmi tentu berbeda bagi orang-orang yang khusus menghafal
Al Quran dan orang-orang yang memiliki kesibukan lain seperti sekolah, kuliah
atau bekerja. Jadwal tasmi yang lazim dilakukan adalah seperti di bawah ini :
16
Bagi orang yang khusus menghafal Al Quran :
Tasmi tambahan : pukul 08.00 s/d 09.00 pagi
Tasmi ulangan : pukul 14.00 s/d 15.00 sore
Bagi orang yang memiliki kesibukan lain :
Tasmi tambahan : pukul 16.00 s/d 17.00 sore
Tasmi ulangan : pukul 20.00 s/d 21.00 malam
Apabila tasmi dilakukan secara bersama-sama dengan para penghafal Al
Quran yang lain kepada satu orang pembimbing, maka waktu yang dibutuhkan
untuk tasmi tentu akan menjadi lebih lama tergantung jumlah penghafal karena
pembimbing hanya akan menghadapi seorang penghafal dalam satu waktu, jadi
seluruh penghafal harus bersabar dan antri menunggu giliran.
Pada saat tasmi dibutuhkan selembar kertas berisi tabel kemajuan hafalan
anda dan sebuah highlighter (stabilo). Minta kepada pembimbing anda untuk
mencatat kemajuan hafalan anda serta beberapa hal yang perlu diperbaiki dan
memberikan highlight pada kata-kata yang salah hafal di mushhaf anda. Setelah
tasmi bacalah kembali hafalan tersebut dengan mengulang-ulang bagian ayat yang
salah ketika tasmi tadi.







17
Contoh tabel kemajuan hafalan :
No Tanggal
Hafalan Tambahan
Keterangan
Hafalan Ulangan
Keterangan
Ayat Surat Juz
Jumlah
(Hal)
Ayat Surat Juz
Jumlah
(Hal)
1 8 Nov 2012 142-145 Al Baqarah 2 1 Lancar Sekali 1-37 Al Baqarah 1 5 Kurang
Lancar
2 9 Nov 2012

145-153 Al Baqarah 2 1 Cukup 38-76 Al Baqarah 1 5 Lancar
3 Dst


4


5




18
4. Membuat jadwal kegiatan harian
Membuat jadwal kegiatan harian adalah salah satu metoda pendukung untuk
menghafal Al Quran. Dengan adanya jadwal kegiatan harian yang harus dipatuhi,
waktu seorang penghafal Al Quran tidak akan terbuang dengan sia-sia. Namun,
agar dapat berhasil dengan baik penghafal harus memiliki komitmen untuk selalu
melaksanakan jadwal kegiatan yang telah dibuat.
Jadwal kegiatan harian juga berbeda antara orang yang khusus menghafal Al
Quran dan orang yang memiliki kesibukan lain. Jadwal kegiatan harian tentu
sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kegiatan penghafal Al Quran dan
waktu shalat setempat. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kegiatan
menghafal, mengulang hafalan dan tasmi, menjadi kegiatan rutin yang harus
dilakukan oleh seorang penghafal Al Quran setiap hari.
Contoh jadwal kegiatan harian bagi orang yang khusus menghafal Al Quran :
No. Pukul Kegiatan
1. 04.00 04.15 Bangun tidur dan bersiap-siap
2. 04.15 04.45 Menambah hafalan baru (I)
3. 04.45 05.15 Shalat Subuh
4. 05.15 06.30 Menambah hafalan baru (II) dan mengulang hafalan
5. 06.30 07.00 Mandi dan sarapan pagi
6. 07.00 08.00 Mengulang hafalan
7. 08.00 09.00 Tasmi tambahan
8. 09.00 12.00 Mengulang hafalan dan istirahat
9. 12.00 14.00 Shalat zuhur, mengulang hafalan dan istirahat
10. 14.00 15.00 Tasmi ulangan
11. 15.00 16.30 Mengulang hafalan dan shalat ashar
12. 16-30 -17.30 Istirahat dan olah raga
19
13. 17.30 18.30 Bersiap-siap untuk shalat Maghrib dan shalat Maghrib
14. 18.30 19.00 Makan malam dan istirahat
15. 19.00 21.00 Mengulang hafalan dan shalat Isya
16. 21.00 22.00 Mengulang hafalan dan membaca hafalan tambahan besok
17. 22.00 04.00 Istirahat dan shalat tahajjud


Contoh jadwal kegiatan harian bagi orang yang memiliki kesibukan lain :
No. Pukul Kegiatan
1. 04.00 04.15 Bangun tidur dan bersiap-siap
2. 04.15 04.45 Menambah hafalan baru (I)
3. 04.45 05.15 Shalat Subuh
4. 05.15 05.45 Menambah hafalan baru (II)
5. 05.45 06.15 Bersiap-siap untuk sekolah/kuliah/bekerja
6. 06.15 06.30 Sarapan pagi
7. 06.30 12.00 Kegiatan di sekolah/kuliah/bekerja
8. 12.00 14.00 Makan siang, shalat zhuhur, mengulang hafalan tambahan
9. 14.00 16.00 Kegiatan di sekolah/kuliah/bekerja, shalat Ashar
10. 16.00 17.00 Tasmi tambahan
11. 17.00 17.30 Mengulang hafalan
12. 17.30 18.30 Bersiap-siap untuk shalat Maghrib dan shalat Maghrib
13. 18.30 19.00 Makan malam dan istirahat
14. 19.00 20.00 Mengulang hafalan dan shalat Isya
15. 20.00 21.00 Tasmi ulangan
20
16. 21.00 22.00 Belajar, mengerjakan tugas dan membaca rencana hafalan
tambahan besok
17. 22.00 04.00 Istirahat dan shalat tahajjud


















21
Empat
Problematika Menghafal Al Quran

1. Hafalan baru mudah hilang
Setiap penghafal Al Quran pasti mengahadapi hal ini karena hafalan baru
sangat rapuh. Ayat-ayat yang baru anda hafal tadi subuh akan hilang ketika siang
bila anda tidak segera menghafalnya kembali. Ada beberapa cara yang dapat anda
lakukan :
a. Ukurlah kemampuan ingatan anda, berapa lama anda akan dapat mengingat
hafalan baru tersebut dengan baik apakah 3 jam, 4 jam atau lebih. Jika anda
sudah tahu kemampuan anda adalah sekitar 3 jam misalnya, maka sebelum
limit waktu tersebut anda harus kembali mengulang hafalan baru tersebut.
b. Tulislah hafalan baru tersebut di atas kertas dan simpanlah di saku anda.
Bacalah ia setiap kali anda menyadari bahwa ada sesuatu di saku anda.
Jangan pernah mengabaikannya ketika anda ingat.
c. Jangan menetapkan target hafalan baru terlalu banyak jika anda memang
tidak sanggup menghafalnya.
2. Hafalan tidak lancar
Semakin banyak ayat yang sudah anda hafal, maka akan semakin sulit anda
untuk mempertahankannya, sehingga akan menyebabkan sebagian hafalan anda
tidak lancar. Hal ini sering dihadapi oleh para penghafal yang kesulitan untuk
membagi waktunya antara memantapkan hafalan baru dan mengulang hafalan
lama.
Solusi untuk mengatasi masalah di atas adalah sebagai berikut:
a. Identifikasi terlebih dahulu bagian-bagian ayat yang tidak lancar. Hal ini
dapat anda lakukan dengan menyuruh seseorang untuk membacakan awal
suatu ayat secara acak dan anda melanjutkannya sampai lebih kurang satu
halaman. Untuk setiap juznya teman atau pembimbing anda dapat memilih
22
dua sampai tiga maqra yang dianggap representatif. Dengan demikian, anda
akan dapat mengetahui bagian atau juz mana dari hafalan anda yang tidak
lancar.
b. Berikan perhatian penuh pada bagian-bagian tersebut. Bila anda mengulang
secara reguler dari awal sampai akhir hafalan anda, maka ketika sampai
kepada bagian dimaksud anda harus mengulang-ulangnya minimal 5 kali.
c. Bila bagian yang tidak lancar adalah keseluruhan juz atau sampai beberapa
juz, mintalah pembimbing anda untuk mentasmi juz-juz dimaksud secara
rutin dan berulang-ulang sampai anda benar-benar lancar.
3. Ragu pada ayat-ayat yang hampir sama
Beberapa ayat dalam Al Quran memiliki kemiripan dalam segi susunan
kalimat dan makna. Ada beberapa ayat yang pangkalnya sama tetapi ujungnya
berbeda, demikian juga ada beberapa ayat yang pangkalnya berbeda tetapi
ujungnya sama. Ada pula beberapa ayat yang pangkal dan ujungnya sama tetapi
berbeda di tengah, bahkan ada beberapa ayat yang benar-benar sama.
Ayat-ayat yang hampir sama tersebut tentu sangat sulit untuk diingat. Bisa
saja seorang penghafal yang membaca ayat pada suatu surat berpindah ke surat
lainnya karena adanya kemiripan pada ujung ayat. Kesulitan lain adalah mengingat
ayat yang selanjutnya bagi masing-masing ayat yang hampir sama. Terlebih lagi,
kadang ada ayat-ayat yang mirip lebih dari dua.
Untuk menyiasati hal tersebut, maka anda dapat melakukan hal-hal sebagai
berikut :
a. Buatlah catatan tersendiri setiap anda menemui ayat yang hampir sama.
b. Berilah highlight pada ayat-ayat yang hampir sama di mushhaf anda. Setiap
kali anda membaca ayat tersebut, ingatlah tempat ayat yang mirip
dengannya. Bila anda tidak bisa mengingatnya, bukalah kembali catatan
anda.
c. Dalam mengulang hafalan, berikanlah frekwensi yang agak banyak pada
ayat-ayat yang hampir mirip dibanding ayat-ayat yang biasa. Misalnya, bila
23
anda membaca ayat biasa sebanyak 1 kali, bacalah ayat yang bersamaan 5
kali.
4. Kesulitan membagi waktu
Membagi waktu adalah salah satu problema di dalam menghafal Al Quran.
Bagi anak-anak, harus menyediakan waktu menghafal Al Quran disamping waktu
sekolah dan belajar. Sementara bagi orang dewasa, harus membagi waktu antara
menghafal Al Quran, bekerja dan waktu bagi keluarga.
Bila anda kesulitan dalam menyediakan waktu untuk menghafal Al Quran,
maka hal-hal yang harus anda lakukan adalah:
a. Berusahalah untuk bangun pagi lebih awal di saat orang lain masih tidur,
anda akan memperoleh waktu yang banyak dan baik untuk menghafal Al
Quran.
b. Biasakanlah untuk menghafal Al Quran ketika anda akan tidur di malam
hari.
c. Bawalah mushhaf anda kemanapun anda pergi sehingga anda dapat
membacanya ketika ada waktu luang.
d. Buatlah jadwal kegiatan harian anda, masukkan di dalamnya waktu untuk
menghafal Al Quran.
5. Menghafal ketika sudah dewasa
Tidak ada salahnya menghafal ketika sudah dewasa, namun akan menjadi
problema jika anda menyadari bahwa ingatan anda tidak sekuat dulu lagi. Anda
akan dibayangi keraguan apakah akan bisa melanjutkan sampai akhir atau akan
berhenti di tengah jalan.
Ada beberapa orang yang saya temui menghafal Al Quran ketika dewasa.
Mereka mengakui bahwa jangka waktu yang dibutuhkan akan menjadi lebih
panjang. Jika anak-anak dapat menghafal Al Quran 1 halaman per hari, maka orang
dewasa mungkin hanya 1-3 ayat per hari. Namun, akhirnya mereka juga dapat
menghabiskan hafalan mereka 30 juz.
24
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh penghafal Al Quran dewasa antara
lain:
a. Memulai menghafal Al Quran dari surat-surat pendek seperti Juz Amma, Al
Mulk, Ar Rahman, Al Waqiah, Yasin, As Sajdah dan sebagainya.
b. Tidak menetapkan target hafalan tambahan harian yang terlalu tinggi, cukup
1-3 ayat per hari.
c. Menjaga komitmen dan konsistensi di dalam menghafal Al Quran.
d. Memperbanyak berdoa kepada Allah SWT semoga diberikan kemudahan di
dalam menghafal Al Quran.
e. Memanfaatkan setiap waktu dengan baik.













25
Lima
Penutup

Kemampuan untuk menghafal Al Quran adalah buah dari niat yang ikhlas,
konsistensi usaha dan hidayah dari Allah SWT. Bila anda telah memiliki niat yang
ikhlas untuk menghafal Al Quran, lakukanlah usaha sebagaimana yang tertulis
dalam buku ini dan mohonlah hidayah dari Allah SWT.
Jangan pernah berpikir bahwa anda tidak mungkin bisa menghafal Al Quran
karena tidak ada yang tidak mungkin dengan hidayah Nya. Jangan pula pernah
berpikir bahwa menghafal Al Quran adalah sesuatu yang mudah, karena itu akan
menghalangi hidayah Nya.
Setelah membaca buku ini, pikirkanlah berapa jangka waktu yang anda
butuhkan untuk menghafal Al Quran, berapa banyak ayat yang akan anda hafal
setiap harinya, aturlah jadwal kegiatan harian anda. Jangan pernah lupa untuk
selalu merasa rendah diri dan memohon kekuatan padanya karena hanya dengan
hidayah Nya, anda akan bisa hafal Al Quran.