Anda di halaman 1dari 62

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk

DAN ENTITAS ANAK





LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
D A N
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI






Halaman


SURAT PERNYATAAN DIREKSI


LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN i


LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI
PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ii


LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 iv


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 vi


LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 vii


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 1





i
KANTOR AKUNTAN
JOHAN MALONDA MUSTIKA & REKAN
C e r t i f i e d P u b l i c A c c o u n t a n t s

J l . P l u i t R a y a 2 0 0 B l o k V No . 1 - 5 J a k a r t a 1 4 4 5 0 I n d o n e s i a
Tel . : ( 62- 21) 661- 7155 Fax. : ( 62- 21) 663- 0455
E - ma i l : j mj k t @j o h a n ma l o n d a . c o m www. j o h a n ma l o n d a . c o m
Wi t h Of f i c e s i n Sur abay a, Medan a n d Bal i


www.bakertillyinternational.com
L i c e ns e No . : 951/ KM. 1/ 2010
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Laporan No. 13182-B1B/JMM3.FH3

Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk

Kami telah mengaudit Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi PT Citra Kebun Raya Agri
Tbk dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasi, Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi serta Laporan Arus Kas Konsolidasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan Keuangan Konsolidasi adalah tanggung
jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas
Laporan Keuangan Konsolidasi berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik
Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami
memperoleh keyakinan memadai bahwa Laporan Keuangan Konsolidasi bebas dari salah saji
material. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung
jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi. Audit juga meliputi
penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh
manajemen, serta penilaian terhadap penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, Laporan Keuangan Konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, Posisi Keuangan Konsolidasi PT Citra Kebun Raya Agri
Tbk dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Hasil Usaha, Perubahan Ekuitas serta
Arus Kas Konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Seperti diungkapkan dalam Catatan 2 atas Laporan Keuangan Konsolidasi, PT Citra Kebun Raya
Agri Tbk dan Entitas Anak telah menerapkan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
secara prospektif atau restrospektif yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 dan 2012.

JOHAN MALONDA MUSTIKA & REKAN
NIU-KAP No. 951/KM.1/2010





H. Fuad Hasan, Ak.
NRAP AP.0727

14 Maret 2013

ii
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI
PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




Catatan 2 0 1 2 2 0 1 1
ASET LANCAR
Kas dan Bank 2e,2f,2p&3 91.734.692 579.502.598.575
Piutang Usaha kepada Pihak Ketiga - Setelah
Dikurangi Cadangan Penurunan Nilai sebesar
Rp 20.072.567.446 2f,2h&4 - -
Piutang Lain-lain kepada Pihak Ketiga 2f,2h,5&22 593.267.561.150 595.709.967.000
Persediaan - Setelah Dikurangi Cadangan
Penurunan Nilai sebesar Rp 582.328.777 2i & 6 14.022.481.919 -
Biaya Dibayar di Muka 604.528.477 -
Jumlah Aset Lancar 607.986.306.238 1.175.212.565.575
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi - Bersih 2f,2h,2q&7 - 5.211.309.410
Aset Pajak Tangguhan 2r & 14 343.547.040 360.854.755
Aset Tetap - Setelah Dikurangi Akumulasi
Penyusutan masing-masing sebesar
Rp 4.862.160.620 dan Rp 1.435.922.262 per
31 Desember 2012 dan 2011 2k,2l&9 9.843.106.908 294.032.288
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan yang
Ditangguhkan - Setelah Dikurangi Akumulasi
Amortisasi sebesar Rp 4.216.874.511 per
31 Desember 2012 2l,2m&10 15.856.368.845 -
Dana yang Dibatasi Penggunaannya 2f & 11 579.000.000.000 -
Aset Lain-lain 2f 200.000.000 32.683.247
Jumlah Aset Tidak Lancar 605.243.022.793 5.898.879.700
JUMLAH ASET 1.213.229.329.031 1.181.111.445.275
A S E T

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

iii
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI (Lanjutan)
PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




Catatan 2 0 1 2 2 0 1 1
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang Usaha kepada Pihak Ketiga 2f - 266.787.490
Hutang Lain-lain kepada Pihak Ketiga 2f & 12 7.793.005.103 36.194.400
Hutang Pajak 14 2.218.510.623 4.448.216.552
Hutang Royalti 2f 451.897.182 -
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 2f & 2s 284.577.767 -
Beban Masih Harus Dibayar 2f 807.728.088 -
Uang Muka Penjualan 13 7.427.141.426 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 18.982.860.189 4.751.198.442
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Hutang Pihak Berelasi 2f,2q&7 21.210.738.873 1.441.956.195
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 2s & 15 - 665.066.419
Provisi Kewajiban Lingkungan 2f & 2n 210.000.000 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 21.420.738.873 2.107.022.614
Jumlah Liabilitas 40.403.599.062 6.858.221.056
E K U I T A S
Modal Saham - nilai nominal Seri A dan Seri B
masing-masing sebesar Rp 250 dan Rp 125
per saham
Modal Dasar - 19.703.000.000 saham
Seri A dan 594.000.000 saham Seri B
Ditempatkan dan Disetor Penuh - 5.048.400.000
saham Seri A dan 8.400.000 saham Seri B 16 1.263.150.000.000 1.263.150.000.000
Biaya Emisi Saham 17 (61.054.486.729) (61.054.486.729)
Saldo Laba (Rugi) :
Ditentukan Penggunaannya 100.000.000 100.000.000
Belum Ditentukan Penggunaannya (31.490.826.645) (27.942.289.052)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
Langsung kepada Pemilik Entitas Induk 1.170.704.686.626 1.174.253.224.219
Kepentingan Non Pengendali 2c 2.121.043.343 -
Jumlah Ekuitas 1.172.825.729.969 1.174.253.224.219
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.213.229.329.031 1.181.111.445.275
LIABILITAS DAN EKUITAS


Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

iv
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




Catatan 2 0 1 2 2 0 1 1
P E N J U A L A N 2o & 18 24.523.649.769 -
BEBAN POKOK PENJUALAN 2o & 19 (19.929.460.342) -
LABA KOTOR 4.594.189.427 -
BEBAN USAHA 2o & 20
P e n j u a l a n (118.974.270) -
Umum dan Administrasi (10.537.272.741) (9.756.671.461)
Jumlah Beban Usaha (10.656.247.011) (9.756.671.461)
RUGI USAHA (6.062.057.584) (9.756.671.461)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAN 2o
Laba Akuisisi Entitas Anak (Goodwill Negatif) 1c 3.976.156.833 -
Pemulihan Cadangan Imbalan Kerja 15 665.066.419 -
Jasa Giro 138.705.066 9.800.814
Laba Selisih Kurs - Bersih 2p 11.701.467 -
Laba Penjualan Aset Tetap 9 150.833 23.333.333
Kapasitas Menganggur 21 (3.592.995.249) -
Beban Administrasi Bank (11.057.170) (4.447.724)
Laba Divestasi Investasi dalam Saham 22 - 27.606.261.902
Selisih Nilai Wajar Piutang Pihak Berelasi 2f - 19.265.724.476
Pendapatan Bunga Obligasi 23 - 7.500.000.000
Selisih Nilai Wajar Investasi Jangka Pendek 2f & 23 - 5.086.658.563
Beban Bunga - (190.630.721)
Cadangan Penurunan Nilai Tanaman Perkebunan 2l & 8 - (122.180.530)
Lain-lain - Bersih 557.427.811 24.935.566
Jumlah Penghasilan Lain-lain - Bersih 1.745.156.010 59.199.455.679
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (4.316.901.574) 49.442.784.218
PAJAK PENGHASILAN 2r & 14
Pajak Kini - (1.142.724.360)
Pajak Tangguhan 359.022.301 184.396.764
LABA (RUGI) BERSIH (3.957.879.273) 48.484.456.622
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - -
LABA (RUGI) BERSIH KOMPREHENSIF (3.957.879.273) 48.484.456.622


v
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




Catatan 2 0 1 2 2 0 1 1
LABA (RUGI) BERSIH KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik Entitas Induk (3.548.537.593) 48.502.456.546
Kepentingan Non Pengendali (409.341.680) (17.999.924)
J u m l a h (3.957.879.273) 48.484.456.622
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR 2w & 24 (0,70) 9,59
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DILUSIAN 2w & 24 (0,69) 9,48

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

Selisih Nilai
Transaksi
Restrukturisasi Biaya Emisi Ditentukan Belum Ditentukan Kepentingan
Catatan Modal Saham Entitas Sepengendali Saham Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Non Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 1 JANUARI 2011 1.263.150.000.000 3.103.697.000 (61.054.486.729) 100.000.000 (76.444.745.598) 1.128.854.464.673 8.577.887.425 1.137.432.352.098
SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS
SEPENGENDALI 2u & 22 - (3.103.697.000) - - - (3.103.697.000) - (3.103.697.000)
KEPENTINGAN NON PENGENDALI ATAS TRANSAKSI
DIVESTASI INVESTASI DALAM SAHAM 2c - - - - - - (8.559.887.501) (8.559.887.501)
LABA BERSIH KOMPREHENSIF TAHUN 2011 - - - - 48.502.456.546 48.502.456.546 (17.999.924) 48.484.456.622
SALDO PER 31 DESEMBER 2011 1.263.150.000.000 - (61.054.486.729) 100.000.000 (27.942.289.052) 1.174.253.224.219 - 1.174.253.224.219
KEPENTINGAN NON PENGENDALI DARI AKUISISI
ENTITAS ANAK 1c & 2c - - - - - - 610.385.023 610.385.023
SETORAN MODAL ENTITAS ANAK OLEH KEPENTINGAN
NON PENGENDALI - - - - - - 1.920.000.000 1.920.000.000
RUGI BERSIH KOMPREHENSIF TAHUN 2012 - - - - (3.548.537.593) (3.548.537.593) (409.341.680) (3.957.879.273)
SALDO PER 31 DESEMBER 2012 1.263.150.000.000 - (61.054.486.729) 100.000.000 (31.490.826.645) 1.170.704.686.626 2.121.043.343 1.172.825.729.969
vi
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
Saldo Laba (Rugi)
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

vii
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




Catatan 2 0 1 2 2 0 1 1
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 24.315.690.581 -
Pembayaran Kas kepada :
Pemasok, Operasional dan Lainnya (23.053.734.395) (5.393.244.020)
Direksi dan Karyawan (4.106.212.117) (1.623.032.096)
Pembayaran Pajak Penghasilan Badan (4.741.870) -
Penerimaan Penghasilan Bunga 138.705.066 9.800.814
Penerimaan Operasional Lainnya - 153.796.000
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (2.710.292.735) (6.852.679.302)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Peningkatan Dana yang Dibatasi Penggunaannya 11 (579.000.000.000) -
Penyertaan Saham 1c (500.000.000) -
Penerimaan dari Divestasi Investasi dalam Saham 22 1.147.238.080 382.500.000.000
Penjualan Aset Tetap 9 6.335.000 7.000.000
Perolehan Aset Tetap 9 (842.228.724) (481.224.630)
Investasi Pengembangan Perkebunan 8 - (416.827.580)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (579.188.655.644) 381.608.947.790
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Hutang Pembiayaan Konsumen - (833.533.137)
Pembayaran Bunga Pembiayaan Konsumen - (345.591.359)
Pembayaran kepada Pihak Berelasi 7 (5.838.427.137) (1.219.192.058)
Penerimaan dari Pihak Berelasi 7 4.482.967.470 207.734.783.308
Pembayaran Hutang Lain-lain Pembelian Aset Tetap 12 (6.782.701.831) -
Penerimaan Hutang Lain-lain 9.084.539.725 -
Pembayaran Hutang Lain-lain (135.287.397) -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 811.090.830 205.336.466.754
PENINGKATAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (581.087.857.549) 580.092.735.242
PENGARUH DIVESTASI - (785.017.557)
SALDO AWAL KAS DAN BANK ATAS AKUISISI
ENTITAS ANAK 1.676.993.666 -
KAS DAN BANK, AWAL 579.502.598.575 194.880.890
KAS DAN BANK, AKHIR 91.734.692 579.502.598.575

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





1
1. U M U M

a. Pendirian Perusahaan

PT Citra Kebun Raya Agri Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 435 tanggal
19 September 1990 dan telah diubah dalam Akta No. 300 tanggal 31 Desember 1992,
keduanya dari Notaris Siti Pertiwi Henny Shidki, SH dengan nama PT Ciptojaya
Kontrindoreksa. Akta Pendirian Perusahaan dan perubahannya telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
9.936.HT.01.01.TH.95 tanggal 11 Agustus 1995 serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 92 tanggal 17 Nopember 1995, Tambahan No. 9501.

Berdasarkan Akta No. 176 tanggal 30 Nopember 2007 dari Notaris Sutjipto, SH seluruh
Anggaran Dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas. Akta penyesuaian tersebut telah memperoleh persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-01706.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 15 Januari 2008 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal 13 Juni 2008, Tambahan No. 8732.

Berdasarkan Akta No. 14 tanggal 28 Agustus 2009 dari Notaris Wahyu Nurani, SH, seluruh
Anggaran Dasar Perusahaan telah disesuaikan dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.J.1
tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perusahaan yang Melakukan Penawaran Umum
Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Akta perubahan tersebut telah dilaporkan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-19200 Tahun 2009 tanggal 30 Oktober
2009 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 3 September
2010, Tambahan No. 1173.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami berapa kali perubahan, terakhir dalam Akta
No. 48 tanggal 30 Desember 2011 dan Akta No. 25 tanggal 27 Januari 2012, keduanya dari
Notaris Dahlia, SH, mengenai perubahan kegiatan usaha utama Perusahaan dari semula
bergerak di bidang sektor pertanian dan perkebunan menjadi sektor perdagangan,
pengangkutan, pembangunan, perindustrian, jasa, pertanian dan kehutanan dan penurunan
modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 6.500.000.000.000 menjadi sebesar
Rp 5.000.000.000.000. Akta No. 25 tanggal 27 Januari 2012 telah memperoleh persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-30943.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 7 Juni 2012.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pengangkutan, pembangunan, perindustrian,
jasa, pertanian dan kehutanan. Pada saat ini, kegiatan utama Perusahaan adalah investasi
pada perusahaan pertambangan, terutama biji besi.

Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor di Jl. Mega Kuningan Barat Blok E3.5
Kav.7 Kuningan Timur Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.

Perusahaan mulai kegiatan operasionalnya pada bulan Maret 1996.

Entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah Redstone Resources Pte. Ltd.,
berkedudukan di Singapura.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





2
1. U M U M (Lanjutan)

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 5 Mei 1999, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dalam surat No. S-656/PM/1999 untuk melakukan
Penawaran Umum atas 63.600.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan harga
nominal Rp 250 per saham dengan harga penawaran Rp 250 per saham. Perusahaan telah
mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 168.000.000 saham di Bursa Efek Indonesia
pada tanggal 19 Mei 1999.

Pada tanggal 15 Juni 2001, Perusahaan melakukan penambahan modal tanpa hak
memesan efek terlebih dahulu sebanyak 8.400.000 saham Seri B dengan harga
pelaksanaan Rp 125 per saham.

Pada tanggal 28 Desember 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam Surat
No. S-6571/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I kepada para
pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
sebanyak 834.960.000 saham dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham di mana
melekat sejumlah 58.800.000 Waran Seri I. Setiap pemegang 15 saham, berhak atas
71 HMETD, di mana 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli
1 saham baru dan atas setiap 71 saham baru melekat 5 Waran Seri I yang diberikan secara
cuma-cuma. Waran Seri I merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya
untuk membeli saham dengan harga sebesar Rp 250 yang dilaksanakan selama periode
pelaksanaan Waran yaitu tanggal 28 Juli 2008 sampai dengan tanggal 28 Januari 2013.
Waran Seri I, selama tidak dilaksanakan, tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham
dan hak atas dividen. Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa periode
pelaksanaannya, maka Waran tersebut akan kadaluarsa, tidak bernilai, tidak berlaku serta
jangka waktunya tidak akan diperpanjang. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia pada tanggal 17 Januari 2008.

Pada tanggal 30 Juni 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam Surat
No. S-4214/BL/2008 tanggal 30 Juni 2008 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas
(PUT) II kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 4.045.440.000 saham dengan harga pelaksanaan
Rp 250 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 14 Juli 2008.
PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





3
1. U M U M (Lanjutan)

c. Entitas Anak

PT Persada Indo Tambang

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 5, 6, 7 dan 8 tanggal 5 April 2012 dari Notaris
Dahlia, SH, antara Perusahaan dengan Agus Isywara Yoe, Tay Robinto, Alwijaya AW dan
Boelio Muliadi, Perusahaan melakukan pembelian saham PT Persada Indo Tambang (PIT)
dari masing-masing pihak sebanyak 110 saham atau seluruhnya sebanyak 440 saham
(88 % pemilikan) dengan harga pembelian keseluruhan sebesar Rp 500.000.000. Tujuan
pembelian adalah untuk meningkatkan laba Perusahaan.

PIT berkedudukan di Jakarta dan memiliki kantor cabang di Medan, dan bergerak dalam
bidang pertambangan bijih besi. PIT kegiatan operasionalnya pada tahun 2011.

Berdasarkan Keputusan Bupati Solok Selatan No. 540/11/IUP/DESDM/Bup-2010 tanggal
27 April 2010, PIT memperoleh Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi seluas + 2.936 Ha
yang terletak di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Sumatera Barat. Ijin
tersebut berlaku sampai dengan tanggal 27 April 2012, dan telah diperpanjang sampai
dengan tanggal 27 April 2014. PIT telah memperoleh Ijin Usaha Pertambangan Operasi
Produksi seluas + 150,8 Ha berdasarkan Keputusan Bupati Solok Selatan No. 540/12/IUP/
DESDM/Bup-2010 tanggal 27 April 2010 dengan masa berlaku sampai dengan tanggal
27 April 2015.

Jumlah sumber daya atas area eksplorasi seluas + 2.936 Ha tersebut diperkirakan sebesar
5.463.000 metrik ton bijih besi. Produksi selama tahun 2012 dan 2011 masing-masing
sebesar 121.900,25 metrik ton dan 49.822 metrik ton. Akumulasi jumlah produksi sejak
awal kegiatan ekplorasi sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 sebesar 171.722,25.

Pada saat akuisisi, Perusahaan mencatat/mengakui aset dan liabilitas sebagai berikut :

Nilai Wajar
A S E T
Kas dan Bank 1.676.993.666
Piutang Lain-lain 193.656.345
P e r s e d i a a n 19.547.124.631
Biaya Dibayar di Muka 1.067.348.440
Aset Tetap - Bersih 11.382.701.280
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan yang Ditangguhkan - Bersih 17.938.117.022
Aset Lain-lain 200.000.000
Jumlah Aset 52.005.941.384

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





4
1. U M U M (Lanjutan)

c. Entitas Anak (Lanjutan)

PT Persada Indo Tambang (Lanjutan)

Nilai Wajar
L I A B I L I T A S
Hutang Usaha 1.168.155.007
Hutang Lain-lain 12.254.896.183
Hutang Royalti 451.897.182
Hutang Pajak 2.012.855.489
Beban Masih Harus Dibayar 91.604.001
Uang Muka Penjualan 7.635.100.614
Hutang Pihak Berelasi 22.762.491.120
Liabilitas Pajak Tangguhan 376.330.017
Provisi Kewajiban Lingkungan 166.069.915
Jumlah Liabilitas 46.919.399.528
Aset Bersih 5.086.541.856
Biaya Perolehan Akuisisi 500.000.000
Aset Bersih yang Diakuisisi (88 %) 4.476.156.833
Laba Akuisisi Entitas Anak (Goodwill Negatif) 3.976.156.833
Pada tanggal 1 Oktober 2012, Perusahaan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
PIT sebanyak 14.080 saham atau Rp 14.080.000.000 dengan pemilikan sebesar 88 %.

Jumlah aset PIT setelah eliminasi pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar
Rp 42.786.110.755.

PT Horizon Agro Industry dan Entitas Anak

Berdasarkan Akta No. 52 tanggal 30 Desember 2011 dari Notaris Dahlia, SH, Perusahaan
telah menandatangani Akta Pemindahan Hak-Hak Atas Saham pada PT Horizon Agro
Industry (HAI) kepada PT Rajawali Agro Andalan Nusantara, dimana Perusahaan telah
menjual seluruh hak kepemilikan pada HAI atau sejumlah 749.999 saham dengan harga
jual sebesar Rp 750.000.000.000. Sejak penandatanganan akta tersebut, pengendalian
Perusahaan atas HAI dan entitas anaknya (PT Surya Lestari Niaga, PT Surya Nusa
Makmur, PT Ary Kirana Lestari dan PT Surya Kuary Abadi) telah berakhir. Perusahaan
memperoleh laba divestasi sebesar Rp 27.606.261.902 setelah memperhitungkan selisih
nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp 3.103.697.000.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





5
1. U M U M (Lanjutan)

c. Entitas Anak (Lanjutan)

PT Horizon Agro Industry dan Entitas Anak (Lanjutan)

Rincian aset dan liabilitas HAI pada tanggal divestasi sebagai berikut :

Kas dan Bank 785.017.557
Aset Lancar selain Kas dan Bank 518.850.684.488
Aset Tidak Lancar 470.056.143.182
Liabilitas Jangka Pendek 255.633.292.956
Liabilitas Jangka Panjang 1.229.669

d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

Berdasarkan Akta No. 10 tanggal 18 Desember 2012 dari Notaris Indah Khaerunnisa, SH,
M.Kn., dan Akta No. 48 tanggal 30 Desember 2011, dari Notaris Dahlia, SH, susunan
dewan komisaris dan direksi Perusahaan per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1

Komisaris Utama : Alwijaya AW Adrianus Holy Marhendra
K o m i s a r i s : - Lies Sri Rahayu
Komisaris Independen : Avi Yasa Dwipayana Husni Thamrin Mukti
Direktur Utama : Boelio Muliadi Peter Chao
D i r e k t u r : Fario Meyo Syahheri Yudhi Asmara Yasmine
Argo Trinandityo

Manajemen kunci meliputi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.

Gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada dewan komisaris dan direksi Perusahaan dan
Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
masing-masing sebesar Rp 744.000.000 dan Rp 434.000.000.

Pada tanggal 31 Desember 2011, jumlah karyawan tetap adalah 13 orang. Pada tanggal
31 Desember 2012, Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki karyawan tetap.

e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasi

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab terhadap penyusunan Laporan Keuangan
Konsolidasi yang diselesaikan pada tanggal 14 Maret 2013.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





6
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi Perusahaan telah disusun sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan
Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

Laporan Keuangan Konsolidasi disusun berdasarkan konsep Biaya Perolehan dan atas
dasar Akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan beberapa akun tertentu yang disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diungkapkan dalam masing-masing Catatan
atas Laporan Keuangan Konsolidasi.

Laporan Arus Kas Konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang
diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan serta disusun
berdasarkan metode Langsung (Direct method).

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
adalah mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

b. Asumsi dan Sumber Estimasi Ketidakpastian

Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi. Karena
adanya ketidakpastian yang melekat dalam penerapan estimasi, maka realisasinya dapat
berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut.

Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari
estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan
yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini.

Cadangan Penurunan Nilai Piutang

Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para
pemberi kerja/pelanggan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut,
Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
dan status kredit pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk
mencatat provisi spesifik atas piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang
diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi
kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah
cadangan penurunan nilai piutang.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





7
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

b. Asumsi dan Sumber Estimasi Ketidakpastian (Lanjutan)

Cadangan Penurunan Nilai Persediaan

Dalam menentukan cadangan penurunan nilai persediaan, manajemen menggunakan
estimasi mengenai tingkat penjualan atau penggunaan atas persediaannya. Perubahan
signifikan atas asumsi ini akan berdampak secara material terhadap hasil usaha.

Estimasi Sumber Daya

Sumber daya merupakan estimasi jumlah produk yang dapat diekstraksi secara ekonomis
dan legal dari area explorasi. Dalam memperkirakan sumber daya bijih besi diperlukan
beberapa asumsi seperti faktor geologi, teknis dan ekonomi, termasuk jumlah, teknik
produksi, rasio pengupasan tanah, biaya produksi, biaya transportasi, permintaan
komoditas, harga komoditas dan nilai tukar mata uang.

Dalam memperkirakan jumlah dan/atau nilai kalori cadangan bijih besi memerlukan ukuran,
bentuk dan kedalaman sumber daya bijih besi atau lahan yang ditentukan dengan
menganalisis data geologis seperti sampel pengeboran. Proses ini mungkin memerlukan
pertimbangan geologis yang kompleks dan sulit dalam menginterpretasikan data.

Karena asumsi ekonomi yang digunakan untuk memperkirakan cadangan berubah dari
waktu ke waktu, dan karena data geologi tambahan yang dihasilkan selama aktifitas
penambangan, estimasi cadangan dapat berubah dari waktu ke waktu. Perubahan
cadangan yang dilaporkan dapat mempengaruhi hasil dan posisi keuangan Perusahaan
dalam berbagai cara, diantaranya.

- Nilai tercatat aset dapat terpengaruhi akibat perubahan estimasi arus kas masa depan;

- Amortisasi yang dibebankan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif dapat berubah
jika beban-beban tersebut tidak ditentukan berdasarkan unit produksi.

- Provisi kewajiban lingkungan dapat berubah apabila terjadi perubahan dalam estimasi
cadangan yang mempengaruhi harapan mengenai waktu atau biaya dari kegiatan-
kegiatan ini, dan

- Nilai tercatat liabilitas pajak tangguhan dapat berubah karena perubahan estimasi
pemulihan manfaat pajak.

Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap

Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan yang
diharapkan. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman
Perusahaan atas aset sejenis.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





8
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

b. Asumsi dan Sumber Estimasi Ketidakpastian (Lanjutan)

Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap (Lanjutan)

Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan
berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial,
hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan
bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena faktor yang
disebutkan diatas.

Penurunan Nilai Aset Non Moneter

Review atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan
nilai pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan
dari penggunaan aset dan penjualan aset tersebut. Walaupun asumsi yang digunakan
dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi
dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya
kerugian penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.

Pajak Penghasilan

Estimasi signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak
pasti sepanjang kegiatan usaha normal.

Pemulihan Aset Pajak Tangguhan

Nilai tercatat aset pajak tangguhan direview pada setiap akhir periode pelaporan dan
diturunkan apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia
untuk memulihkan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Estimasi signifikan oleh
manajemen disyaratkan dalam menentukan total aset pajak tangguhan yang dapat diakui,
berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
perencanaan pajak masa depan. Namun, tidak terdapat kepastian bahwa laba fiskal akan
dihasilkan untuk memulihkan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Penentuan nilai wajar instrumen keuangan memerlukan adanya estimasi-estimasi tertentu.
Dalam pasar yang tidak aktif, manajemen menggunakan teknik penilaian tertentu untuk
menentukan nilai wajar. Manajemen memilih teknik penilaian yang dapat memaksimumkan
penggunaan parameter yang dapat diamati dan meminimalkan penggunaan yang tidak
dapat diamati dalam menentukan nilai wajar. Ketika menentukan nilai wajar dengan cara
tersebut di atas, manajemen juga memasukkan unsur kondisi pasar saat ini serta membuat
penyesuaian risiko yang dianggap tepat akan dibuat oleh pelaku pasar.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





9
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

c. Prinsip Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.
Laporan Keuangan Konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang
sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama, kecuali dinyatakan
khusus.

Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan
memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian.
Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak
langsung melalui entitas anak, lebih dari 50% hak suara.

Saldo dan transaksi signifikan termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas
transaksi antar perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil
usaha Perusahaan dan Entitas Anak sebagai satu kesatuan usaha.

Laba atau rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada Kepentingan
Non Pengendali (KNP), sebelumnya dikenal sebagai Hak Minoritas bahkan jika hal ini
mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.

Perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Ketika
pengendalian atas entitas anak hilang, bagian kepemilikan yang tersisa di entitas tersebut
diukur kembali pada nilai wajarnya dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui
dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi.

Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan :

Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya, bila ada;
Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi; dan
Mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai
pendapatan komprehensif lain ke Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi, atau
mengalihkan secara langsung ke saldo laba.

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang
masing-masing disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi dan dalam
ekuitas dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi, terpisah dari bagian yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





10
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

d. Kombinasi Bisnis

Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari
sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar
pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap
kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada
nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari
entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada tahun
berjalan.

Pada tanggal akuisisi, Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah
yang diakui untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto)
dicatat sebagai goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari
perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasi.

e. Kas dan Bank

Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
penggunaannya.

f. Aset dan Liabilitas Keuangan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 50 (Revisi
2010), Instrumen Keuangan : Penyajian, PSAK 55 (Revisi 2011), Instrumen Keuangan :
Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan.
Penerapan PSAK 50 revisi, PSAK 55 revisi dan PSAK 60 ini tidak memberikan pengaruh
signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi.

Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset
keuangan dan liabilitas keuangan. Aset dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada
nilai wajar termasuk biaya transaksi. Aset dan liabilitas keuangan ini selanjutnya diukur
pada nilai wajar atau biaya diamortisasi menggunakan metode bunga efektif sesuai dengan
klasifikasinya.

Aset Keuangan

Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan pada awal pengakuannya sesuai
dengan tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Pembelian atau penjualan aset keuangan
yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh
peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan dan Entitas Anak berkomitmen untuk membeli atau
menjual aset tersebut. Klasifikasi aset keuangan sebagai berikut :

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

f. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

Aset Keuangan (Lanjutan)

(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset
keuangan yang tujuannya untuk diperdagangkan (trading), yaitu jika perolehannya
ditujukan untuk dijual dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan
ambil untung dalam jangka pendek. Laba atau rugi yang belum direalisasi pada
tanggal Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi dikreditkan atau dibebankan dalam
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi tahun berjalan.

Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
tujuannya untuk diperdagangkan.

(ii) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif.

Aset keuangan pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan bank, piutang
usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, dana yang dibatasi penggunaannya
dan aset lain-lain uang jaminan.

(iii) Aset Keuangan Dimiliki Hingga Jatuh Tempo

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-
derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah
ditetapkan, serta manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk
memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali :

a) Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
b) Investasi yang ditetapkan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual; dan
c) Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada
nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan Suku Bunga Efektif.

Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan dimiliki hingga
jatuh tempo.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





12
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

f. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

Aset Keuangan (Lanjutan)

(iv) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual

Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah
aset keuangan non-derivatif yang ditujukan untuk dimiliki sampai periode yang tidak
ditentukan, yang mana dapat dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau
perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak memenuhi kriteria kelompok
lainnya.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya sampai
dengan dihentikan pengakuannya. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi
atas perubahan nilai wajarnya dicatat sebagai pendapatan komprehensif lain. Ketika
instrumen ini dijual, akumulasi penyesuaian nilai wajar yang dicatat sebagai
pendapatan komprehensif lain diakui sebagai laba rugi tahun berjalan.

Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk
dijual.

Liabilitas Keuangan

Klasifikasi liabilitas keuangan sebagai berikut :

(i) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah
liabilitas keuangan yang tujuannya untuk diperdagangkan, yaitu jika perolehannya
ditujukan untuk dibeli kembali dalam waktu dekat atau terdapat bukti adanya
kecenderungan ambil untung dalam jangka pendek.

Tidak ada liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
tujuannya untuk diperdagangkan.

(ii) Liabilitas Keuangan yang Diukur dengan Biaya Perolehan Diamortisasi

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diklasifikasikan dalam kategori ini
dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi hutang
usaha kepada pihak ketiga, hutang lain-lain, hutang royalti, liabilitas imbalan kerja
jangka pendek, beban masih harus dibayar, provisi kewajiban lingkungan dan hutang
pihak berelasi.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





13
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

f. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

Saling Hapus Instrumen Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi ketika terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya
niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan.

Pengukuran Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan berdasarkan referensi harga pasar kuotasian, tanpa dikurangi biaya
transaksi.

Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan dalam pasar aktif, nilai wajarnya
ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian tersebut meliputi
transaksi pasar wajar terkini, referensi kepada nilai wajar kini instrumen keuangan lainnya
yang secara substansi adalah serupa dan analisa arus kas diskonto atau model penilaian
lainnya.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Perusahaan dan Entitas Anak mendeteksi penurunan nilai aset keuangannya apabila
terdapat bukti objektif adanya peristiwa merugikan yang menimbulkan pengaruh negatif
terhadap arus kas masa depan dari suatu aset keuangan. Penurunan nilai tersebut diakui
apabila peristiwa merugikan tersebut dapat diperkirakan secara handal telah terjadi.
Kerugian yang diperkirakan akan timbul akibat dari peristiwa masa depan tidak diakui.

Penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi diukur dari perbedaan
antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan.
Arus kas masa depan ini yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari
aset keuangan tersebut. Perusahaan dan Entitas Anak tidak mendiskontokan arus kas yang
berasal dari piutang jangka pendek, apabila pengaruh pendiskontoan tersebut tidak
material.

Jika penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui
dalam pendapatan komprehensif lain dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut
mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam
pendapatan komprehensif lain diakui dalam laba rugi sebagai kerugian penurunan nilai.
Jumlah kerugian kumulatif tersebut merupakan selisih antara biaya perolehan (setelah
dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian
penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

f. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

Penghentian Pengakuan Instrumen Keuangan

Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak
kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat
seluruh risiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut ditransfer secara substansial
kepada pihak lain.

Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban
kontraktual untuk membayar dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.

g. S e w a

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK 30 (Revisi 2011), Sewa.
Penerapan PSAK 30 revisi ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap Laporan
Keuangan Konsolidasi.

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang
mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan
apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian
tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Sewa yang
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Dalam sewa operasi dimana Perusahaan dan Entitas Anak sebagai lessee, Perusahaan
dan Entitas Anak mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar Garis Lurus
selama masa sewa.

h. P i u t a n g

Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, setelah dikurangi cadangan penurunan nilai.

Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan cadangan penurunan nilai piutang pada saat
terdapat bukti obyektif bahwa piutang tidak dapat ditagih. Piutang dan cadangan penurunan
nilai piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak tertagih.

i. P e r s e d i a a n

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
bersih. Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan metode Rata-rata Tertimbang
(Weighted Average method).

Cadangan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi
nilai realisasi bersih.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

i. P e r s e d i a a n (Lanjutan)

Persediaan yang meliputi kavling tanah, bangunan rumah dalam penyelesaian serta
bangunan rumah yang telah selesai dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya
perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya-biaya untuk pematangan dan pengembangan
tanah termasuk beban bunga atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian,
pematangan dan pengembangan tanah sebelum tahap penyelesaian, dikapitalisasi sebagai
bagian dari harga pokok perolehan tanah.

Tanah yang dimiliki oleh Perusahaan untuk pengembangan di masa mendatang
dikelompokkan sebagai Tanah yang Belum Dikembangkan. Pada saat dimulainya
pengembangan dan pembangunan infrastruktur, nilai tanah tersebut akan dipindahkan ke
akun Persediaan.

Pembibitan dinyatakan sebesar nilai perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke tanaman perkebunan belum menghasilkan pada saat penanaman.

j. Tanaman Perkebunan

Tanaman belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan, yang terdiri dari biaya-
biaya pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan, alokasi
biaya tidak langsung berdasarkan luas hektar yang dikapitalisasi, termasuk kapitalisasi
biaya pinjaman yang timbul dari pinjaman yang digunakan untuk mendanai tanaman belum
menghasilkan selama periode-periode tanaman masih belum menghasilkan. Tanaman
belum menghasilkan dicatat sebagai aset tidak lancar dan tidak disusutkan.

Tanaman belum menghasilkan direklasifikasi ke tanaman menghasilkan pada saat tanaman
dianggap menghasilkan dan mulai disusutkan sejak saat konversi. Tanaman kelapa sawit
dinyatakan sebagai tanaman menghasilkan apabila 70 % dari jumlah pokok per blok sudah
siap untuk dipanen dengan berat tandan rata-rata telah mencapai 3,5 kg atau lebih.

k. Aset Tetap dan Penyusutan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 16 (Revisi
2011), Aset Tetap. Penerapan PSAK 16 revisi ini tidak memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi. Perusahaan dan Entitas Anak memilih
model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Aset tetap dibukukan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan
dan rugi penurunan nilai, jika ada. Aset tetap, kecuali aset dalam penyelesaian, disusutkan
dengan menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line method) berdasarkan taksiran
masa manfaat keekonomian masing-masing aset tetap sebagai berikut :

Bangunan 4 - 20 tahun
Peralatan Tambang 4 tahun
Sarana dan Prasarana 4 tahun
Kendaraan 4 tahun
Peralatan dan Perabot Kantor 4 - 5 tahun
Peralatan Mess 4 tahun
Instalasi Internet 4 tahun

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

k. Aset Tetap dan Penyusutan (Lanjutan)

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset tersebut akan dipindahkan ke masing-
masing aset tetap pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Penyusutan mulai dibebankan pada bulan aset tersebut digunakan.

Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau
sebagai aset yang terpisah, sebagaimana seharusnya, hanya apabila kemungkinan besar
Perusahaan dan Entitas Anak akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal.
Nilai yang terkait dengan penggantian komponen tidak diakui. Biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi selama periode dimana biaya-biaya tersebut
terjadi.

Nilai residu, umur manfaat aset dan metode penyusutan ditelaah, dan jika perlu
disesuaikan, pada setiap akhir periode pelaporan.

Apabila aset tetap dilepas, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan
dari Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi dan keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan diakui dalam laba rugi tahun berjalan.

l. Penurunan Nilai Aset Non Moneter

Aset non-keuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai
bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai
tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui
sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset
tersebut.

Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset
dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.

Setiap tanggal akhir periode pelaporan, aset non-keuangan, selain goodwill, yang telah
mengalami penurunan nilai ditelaah untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan
pemulihan penurunan nilai. Jika terjadi pemulihan nilai, maka langsung diakui dalam laba
rugi, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui
sebelumnya.

m. Biaya Ekplorasi dan Pengembangan yang Ditangguhkan

Biaya eksplorasi yang ditangguhkan mencakup akumulasi biaya yang terkait dengan
penyelidikan umum, perizinan dan administrasi, geologi dan geofisika, pemboran
eksplorasi, dan evaluasi, yang terjadi untuk mencari, menemukan, dan mengevaluasi
cadangan terbukti pada suatu wilayah tambang dalam jangka waktu tertentu seperti yang
diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

m. Biaya Ekplorasi dan Pengembangan yang Ditangguhkan (Lanjutan)

Biaya eksplorasi dikapitalisasi dan ditangguhkan, berdasarkan area of interest, apabila
memenuhi salah satu dari ketentuan berikut ini:

(i) biaya tersebut diharapkan dapat diperoleh kembali melalui keberhasilan
pengembangan dan eksploitasi area of interest tersebut atau melalui penjualan area of
interest tersebut; atau

(ii) kegiatan eksplorasi dalam area of interest belum mencapai tahap yang memungkinkan
penentuan adanya cadangan terbukti yang secara ekonomis dapat diperoleh, serta
kegiatan yang aktif dan signifikan dalam atau berhubungan dengan area of interest
tersebut masih berlanjut.

Pemulihan biaya eksplorasi yang ditangguhkan tergantung pada suksesnya pengembangan
dan eksploitasi secara komersial, atau penjualan dari area of interest yang terkait. Setiap
area of interest ditelaah pada setiap akhir periode akuntansi. Biaya eksplorasi yang terkait
pada suatu area of interest yang telah ditinggalkan atau yang telah diputuskan Perusahaan
bahwa area of interest tidak layak secara ekonomis, dihapuskan pada periode keputusan
tersebut dibuat.

Biaya pengembangan yang ditangguhkan mencakup akumulasi biaya administrasi, biaya
pembersihan lahan dan biaya pembukaan tambang, yang dilakukan dalam rangka
mempersiapkan cadangan terbukti sampai siap diproduksi secara komersial.

Biaya pengembangan tambang dan biaya-biaya lain yang terkait dengan pengembangan
suatu area of interest yang terjadi sebelum dimulainya operasi di area terkait, sepanjang
telah memenuhi kriteria untuk penangguhan, dikapitalisasi.

Biaya eksplorasi dan pengembangan diamortisasi selama umur tambang dengan
menggunakan metode garis lurus sejak dimulainya produksi secara komersial.

n. Provisi Kewajiban Lingkungan

Provisi yang berhubungan dengan lingkungan dimana Perusahaan dan Entitas Anak
merupakan pihak yang bertanggung jawab, diakui ketika :

- Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini baik yang bersifat hukum maupun
konstruksi, sebagai akibat peristiwa masa lalu.

- Besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar
sumber daya, dan

- Estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat ditentukan.

Provisi diukur pada nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
mencerminkan penilaian pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan
kewajiban tersebut. Peningkatan provisi ini sehubungan dengan berlakunya waktu diakui
sebagai beban bunga.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





18
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Perusahaan
dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara andal.

Pendapatan dari penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.

Beban diakui berdasarkan masa manfaatnya (basis Akrual).

p. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapak PSAK 10 (Revisi
2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Standar yang telah direvisi ini
mensyaratkan entitas untuk menentukan mata uang fungsional dan menjabarkan seluruh
mata uang asing ke mata uang fungsionalnya. Mata uang fungsional ditentukan dengan
menggunakan hierarki faktor primer dan sekunder. Suatu entitas boleh menyajikan Laporan
Keuangannya dalam mata uang apapun. Penerapan PSAK 10 revisi ini tidak memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi.

Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anak disusun dalam mata uang Rupiah. Transaksi
dalam tahun berjalan yang menggunakan mata uang asing, dibukukan berdasarkan kurs
yang berlaku pada saat transaksi terjadi.

Pada tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah
Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi pada
tahun berjalan.

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) yang digunakan Perusahaan pada tanggal Laporan
Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi adalah Rp 9.670 dan Rp 9.068 masing-masing per
31 Desember 2012 dan 2011.


q. Transaksi dengan Pihak Berelasi

Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan jika :

Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan :

a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika
orang tesebut :

i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
ii) Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
iii) Personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahaan.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





19
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

q. Transaksi dengan Pihak Berelasi (Lanjutan)

b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut :

i) Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan
entitas lain).
ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Jika
Perusahaan adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan Perusahaan.
vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf a).
vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a) i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh
kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain
yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang
material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Konsolidasi.

r. Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 46 (Revisi
2010), Pajak Penghasilan. Penerapan PSAK 46 revisi ini tidak memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak dalam periode yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak kini dihitung untuk
setiap perusahaan sebagai badan hukum yang berdiri sendiri.

Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam Laporan Keuangan
Konsolidasi pada akhir periode pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan
dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





20
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

r. Pajak Penghasilan (Lanjutan)

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substantial telah berlaku pada tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi.
Perubahan nilai tercatat aset atau liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan penyisihan
dan/atau penyesuaian kembali dari seluruh perbedaan temporer, termasuk perubahan tarif
pajak dibebankan atau dikreditkan pada Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi
tahun berjalan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan salinghapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini
dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan otoritas
perpajakan yang sama.

Untuk setiap entitas yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan
akumulasi rugi pajak yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas, disajikan dalam
jumlah bersih untuk masing-masing entitas tersebut.

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak
(SKP) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah
tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

s. Imbalan Kerja

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 24 (Revisi
2010), Imbalan Kerja. PSAK 24 (Revisi 2010) memperbolehkan entitas untuk menerapkan
metode yang sistematis atas pengakuan yang lebih cepat dari kerugian/keuntungan
aktuarial, yang antara lain adalah pengakuan langsung dari seluruh keuntungan/kerugian
aktuarial. Karena Perusahaan tidak memilih metode ini namun tetap menggunakan metode
pengakuan keuntungan/kerugian sebelumnya seperti diuraikan lebih lanjut berikut ini, maka
penerapan PSAK 24 revisi ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan atas Laporan
Keuangan Konsolidasi.

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.

Imbalan Pasca-kerja

Perusahaan memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya sesuai dengan
ketentuandari Undang-undang Ketenagakerjaa nNo. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
Penyisihan atas imbalan pasca-kerja dihitung dengan menggunakan metode Proyeksi
Kredit Unit aktuaria.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





21
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

s. Imbalan Kerja (Lanjutan)

Imbalan Pasca-kerja (Lanjutan)

Penyisihan biaya jasa kini dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan. Keuntungan
atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi
keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti. Keuntungan atau kerugian
yang melebihi batas 10% ini diamortisasi selama sisa masa kerja rata-rata karyawan
dengan metode Garis Lurus. Selanjutnya, biaya jasa masa lalu yang timbul dari pengenalan
program imbalan pasti atau perubahan dari liabilitas imbalan pada program imbalan pasti
yang telah ada, ditangguhkan dan diamortisasi sampai dengan periode dimana imbalan
tersebut telah menjadi hak karyawan.

Pada tahun 2011, Perusahaan telah mencatat liabilitas imbalan kerjanya berdasarkan
perhitungan aktuaria independen sesuai dengan PSAK 24 dan dampak saldo awal liabilitas
(cadangan tahun 2010) dibebankan pada tahun berjalan karena tidak berdampak signifikan
terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
tidak memiliki karyawan tetap, sehingga saldo liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang
tercatat dipulihkan seluruhnya dan dicatat sebagai penghasilan lain-lain pada laba rugi
tahun berjalan.

t. Biaya Emisi Saham

Biaya emisi saham merupakan akumulasi biaya yang terjadi sehubungan dengan
penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat. Biaya emisi saham disajikan
sebagai pengurang tambahan modal disetor dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Konsolidasi.

u. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan
Kepemilikan (Pooling of Interest). Transaksi restrukturisasi entitas sepengendali berupa
pengalihan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama,
bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian
tidak menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok perusahaan atau bagi entitas individual
dalam kelompok perusahaan tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku
setiap transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali pada tanggal pemilikan dicatat
sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dan disajikan dalam
bagian Ekuitas di Laporan Posisi Keuangan (Neraca) sesuai PSAK 38 Akuntansi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali.

v. Informasi Segmen

Segmen usaha adalah komponen Perusahaan dan Entitas Anak yang dapat dibedakan
dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok
produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan risiko dan imbalan segmen lain.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





22
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

v. Informasi Segmen (Lanjutan)

Segmen geografis adalah komponen Perusahaan dan Entitas Anak yang dapat dibedakan
dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada
komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang sesuai segmen tersebut.

w. Laba Per Saham Dasar

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK 56 (Revisi 2011), Laba Per
Saham. Penerapan PSAK 56 revisi ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi.

Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
dari jumlah saham yang beredar pada periode yang bersangkutan.

Untuk tujuan penghitungan laba (rugi) bersih per saham dilusian, laba (rugi) bersih residual
dan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa beredar disesuaikan dengan
mempertimbangkan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. Efek
berpotensi saham biasa dianggap dilutif hanya bila konversinya menjadi saham biasa akan
menurunkan laba (rugi) bersih per saham dari operasi normal berkelanjutan.


3. KAS DAN BANK

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
K a s 46.942.293 570.333
B a n k
R u p i a h
PT Bank Sinarmas Tbk 14.056.428 579.501.300.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10.531.558 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5.233.029 -
PT Bank Windu Kentjana International Tbk - 728.242
Jumlah dalam Rupiah 29.821.015 579.502.028.242

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





23
3. KAS DAN BANK (Lanjutan)

2 0 1 2 2 0 1 1
Mata Uang Asing
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 13.946.364 -
PT Bank Sinarmas Tbk 1.025.020 -
Jumlah dalam Mata Uang Asing 14.971.384 -
Jumlah Kas dan Bank 91.734.692 579.502.598.575
Semua bank ditempatkan pada pihak ketiga.


4. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

Rincian per 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 sebagai berikut :

PT Almazia Nusantara 20.072.567.446
Dikurangi : Cadangan Penurunan Nilai (20.072.567.446)
Jumlah - Bersih -
Piutang usaha tersebut dalam mata uang Rupiah. Pencadangan seluruhnya dilakukan, karena
manajemen berpendapat piutang tersebut kemungkinan besar tidak dapat tertagih. Namun
demikian manajemen tetap berusaha menagih piutang tersebut.


5. PIUTANG LAIN-LAIN KEPADA PIHAK KETIGA

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
PT Rajawali Agro Andalan Nusantara 365.100.000.000 367.500.000.000
PT Horizon Agro Industry 228.028.663.000 228.028.663.000
Lain-lain (Saldo masing-masing di bawah
Rp 100.000.000) 138.898.150 181.304.000
J u m l a h 593.267.561.150 595.709.967.000
Piutang PT Rajawali Agro Andalan Nusantara merupakan piutang atas divestasi saham HAI yang
akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juni 2013 (Catatan 22).

Berdasarkan Perjanjian Pengakuan Hutang tanggal 30 Desember 2010, disepakati hutang HAI
kepada Perusahaan akan dilunasi 14 hari setelah pemberitahuan dari Perusahaan yang kemudian
diubah dengan Amandemen Perjanjian Pengakuan Hutang No. 004/CKRA.HAI/VI/2012 tanggal
25 Juni 2012, Perusahaan dan HAI sepakat bahwa HAI akan memenuhi kewajibannya kepada
Perusahaan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 28 Juni 2013.

Sejak tanggal 30 Desember 2011, HAI dan Entitas Anaknya bukan merupakan pihak berelasi.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





24
6. P E R S E D I A A N

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Tanah Matang 582.328.777 582.328.777
Bijih Besi :
Barang Jadi 11.002.296.011 -
Barang dalam Proses 303.128.842 -
Bahan Baku 2.685.373.015 -
Bahan Pembantu 31.684.051 -
J u m l a h 14.604.810.696 582.328.777
Cadangan Penurunan Nilai (582.328.777) (582.328.777)
Jumlah - Bersih 14.022.481.919 -
Perusahaan belum mengasuransikan persediaan terhadap risiko kerugian akibat kehilangan,
kerusakan dan risiko kerugian lainnya, dengan pertimbangan risiko yang tidak signifikan sehingga
manfaat yang diterima tidak sesuai dengan biayanya.

Berdasarkan penelaahan kondisi persediaan, manajemen Perusahaan berpendapat cadangan
penurunan nilai persediaan cukup memadai.


7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 1
Piutang Pihak Berelasi
P e r u s a h a a n
PT Transpacific Investama - 3.970.348.000 - 0,34
PT Kurnia Selaras - 1.805.833.337 - 0,15
PT Kharisma Prima Nusantara - 1.240.961.410 - 0,10
J u m l a h - 7.017.142.747 - 0,59
Cadangan Penurunan Nilai - (1.805.833.337) - (0,15)
Jumlah - Bersih - 5.211.309.410 - 0,44
Persentase terhadap
Jumlah Aset/Liabilitas

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





25
7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

2 0 1 2 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 1
Hutang Pihak Berelasi
Entitas Anak
Boelio Muliadi 21.102.792.152 - 52,23 -
Tay Robinto 103.594.554 - 0,26 -
Agus Isywara Yoe 4.352.167 - 0,01 -
P e r u s a h a a n
PT Royal Oak Development Asia Tbk - 1.147.238.080 - 16,73
PT Nusa Etanol Asia - 30.000.000 - 0,44
Lain-lain - 264.718.115 - 3,86
J u m l a h 21.210.738.873 1.441.956.195 52,50 21,03
Penghasilan Bunga
PT Duta Agro Asia - 6.750.000.000 - 90,00
PT Transpacific General Trading - 750.000.000 - 10,00
J u m l a h - 7.500.000.000 - 100,00
Persentase terhadap
Jumlah Aset/Liabilitas
Seluruh piutang dan hutang kepada pihak berelasi dalam mata uang Rupiah.

Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :

Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun Transaksi

PT Royak Oak Development Asia Tbk,
PT Transpacific Investama,
PT Nusa Etanol Asia, dan
PT Kharisma Prima Nusantara
Afiliasi

Pinjaman tanpa bunga, tanpa jaminan
dan pembayaran sesuai permintaan


Agus Isywara Yoe dan Tay Robinto Pemegang
saham PIT
Pinjaman tanpa bunga, tanpa jaminan
dan pembayaran sesuai permintaan

PT Kurnia Selaras Afiliasi - Piutang sehubungan dengan
pembelian Mandatory Exchangeable
Bonds (MEB) dan telah dilunasi pada
tahun 2011.
- Pinjaman tanpa bunga, tanpa
jaminan dan pembayaran sesuai
permintaan.

Boelio Muliadi Direktur
Utama
Perusahaan
dan
pemegang
saham PIT
- Pinjaman tanpa bunga, tanpa
jaminan dan pembayaran sesuai
permintaan
- Setoran modal Perusahaan pada PIT
sebesar Rp 14.080.000.000.


Sejak tanggal 28 Juni 2012, PT Royal Oak Development Asia Tbk, PT Transpacific Investama,
PT Nusa Etanol Asia, PT Kharisma Prima Nusantara dan PT Kurnia Selaras bukan merupakan
pihak berelasi.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





26
7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

Berdasarkan addendum perjanjian penyelesaian tanggal 29 April 2010, PT Kurnia Selaras tidak
diwajibkan untuk membayar bunga dan denda atas MEB, sehingga akrual bunga sebesar
Rp 1.805.833.337 dilakukan pencadangan pada tahun 2010. Pada tahun 2012, piutang usaha
dan cadangannya dihapusbukukan (Catatan 28).

Jumlah kompensasi personil manajemen kunci Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun 2012
dan 2011 masing-masing sebesar Rp 744.000.000 dan Rp 434.000.000 yang seluruhnya
merupakan imbalan kerja jangka pendek.


8. TANAMAN PERKEBUNAN BELUM MENGHASILKAN

Rincian per 31 Desember 2011 sebagai berikut :

Pengaruh
Saldo Awal Penambahan Divestasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan 24.042.420.586 416.827.580 24.459.248.166 -
Cadangan Penurunan Nilai (23.875.420.586) 122.180.530 23.997.601.116 -
B e r s i h 167.000.000 -
Entitas Anak belum mengasuransikan tanaman belum menghasilkan terhadap risiko kerugian
akibat kebakaran, wabah penyakit hama dan risiko kerugian lainnya.

Sejak tahun 2008, Entitas Anak belum melakukan kegiatan penanaman secara signifikan dan ijin
lokasi perkebunan SLN, SNM, AKL dan SKA telah habis masa berlakunya. Sampai dengan
tanggal laporan keuangan konsolidasi, Entitas Anak belum melakukan perpanjangan atas ijin
lokasi tersebut.

Pada tahun 2011, SKA, AKL dan SNM menetapkan cadangan penurunan nilai tanaman
perkebunan belum menghasilkan sebesar Rp 122.180.530. Manajemen berpendapat bahwa
cadangan yang dilakukan cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul.

Pada tanggal 30 Desember 2011, Perusahaan telah melakukan divestasi saham atas pemilikan
dalam HAI, sehingga pengendalian Perusahaan atas HAI dan entitas anaknya telah berakhir
(Catatan 1c dan 22).


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





27
9. ASET TETAP

Rinciannya sebagai berikut :

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Pengaruh Akuisisi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
B a n g u n a n - - - 959.858.423 959.858.423
Peralatan Tambang - 829.444.836 - 8.889.397.851 9.718.842.687
Sarana dan Prasarana - - - 37.908.646 37.908.646
K e n d a r a a n - - - 1.541.592.000 1.541.592.000
Peralatan dan Perabot Kantor 1.729.954.550 12.783.888 7.240.000 633.669.154 2.369.167.592
Peralatan Mess - - - 46.735.260 46.735.260
Instalasi Internet - - - 31.162.920 31.162.920
Jumlah Pemilikan Langsung 1.729.954.550 842.228.724 7.240.000 12.140.324.254 14.705.267.528
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
B a n g u n a n - 179.973.451 - 59.991.151 239.964.602
Peralatan Tambang - 1.769.484.367 - 555.392.574 2.324.876.941
Sarana dan Prasarana - 7.107.875 - 2.369.290 9.477.165
K e n d a r a a n - 289.048.500 - 96.349.500 385.398.000
Peralatan dan Perabot Kantor 1.435.922.262 409.451.112 1.055.833 38.651.822 1.882.969.363
Peralatan Mess - 8.762.861 - 2.920.954 11.683.815
Instalasi Internet - 5.843.051 - 1.947.683 7.790.734
J u m l a h 1.435.922.262 2.669.671.217 1.055.833 757.622.974 4.862.160.620
Jumlah Tercatat 294.032.288 9.843.106.908
2 0 1 2

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Pengaruh Divestasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
B a n g u n a n 28.250.500 - - 28.250.500 -
K e n d a r a a n 2.325.459.800 - 230.000.000 2.095.459.800 -
Peralatan dan Perabot Kantor 1.914.114.550 9.145.000 - 193.305.000 1.729.954.550
Peralatan Perkebunan 45.376.500 - - 45.376.500 -
Jumlah Pemilikan Langsung 4.313.201.350 9.145.000 230.000.000 2.362.391.800 1.729.954.550
Dalam Penyelesaian
B a n g u n a n 1.243.708.800 472.079.630 - 1.715.788.430 -
Mesin-mesin 53.413.594.615 - - 53.413.594.615 -
Infrastruktur - Jalan 485.434.700 - - 485.434.700 -
Infrastruktur - Lain-lain 876.571.425 - - 876.571.425 -
Jumlah Dalam Penyelesaian 56.019.309.540 472.079.630 - 56.491.389.170 -
J u m l a h 60.332.510.890 481.224.630 230.000.000 58.853.780.970 1.729.954.550
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
B a n g u n a n 3.825.066 1.412.517 - 5.237.583 -
K e n d a r a a n 1.327.412.643 457.425.302 153.333.333 1.631.504.612 -
Peralatan dan Perabot Kantor 1.178.506.402 447.474.790 - 190.058.930 1.435.922.262
Peralatan Perkebunan 22.109.667 7.564.003 - 29.673.670 -
J u m l a h 2.531.853.778 913.876.612 153.333.333 1.856.474.795 1.435.922.262
Jumlah Tercatat 57.800.657.112 294.032.288
Cadangan Penurunan Nilai (2.259.878.125) - - 2.259.878.125 -
Jumlah Tercatat - Bersih 55.540.778.987 294.032.288
2 0 1 1

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





28
9. ASET TETAP (Lanjutan)

Beban penyusutan aset dialokasikan sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Biaya Produksi 990.031.541 -
Kapasitas Menganggur 1.148.100.251 -
Beban Umum dan Administrasi 531.539.425 913.876.612
J u m l a h 2.669.671.217 913.876.612
Jumlah tercatat bruto dari aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan tahun
2012 sebesar Rp 1.712.309.550.

Bangunan dan mesin pabrik dalam penyelesaian merupakan biaya-biaya sehubungan dengan
pembangunan pabrik pengolahan cassava (ubi kayu) oleh HAI yang berlokasi di Tanjung Ratu,
Kabupaten Way Kanan, Lampung di atas tanah milik pihak berelasi. Persentase penyelesaian
sampai dengan tanggal divestasi HAI yaitu 30 Desember 2011 sebesar 70,1 %.

Rincian pengurangan aset tetap yang merupakan penjualan aset tetap sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Harga Jual 6.335.000 100.000.000
Jumlah Tercatat (6.184.167) (76.666.667)
Laba Penjualan Aset Tetap 150.833 23.333.333
Perusahaan belum mengasuransikan aset tetap terhadap risiko kerugian akibat kehilangan,
kerusakan dan risiko kerugian lainnya.

Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011.

Manajemen Perusahaan juga berpendapat tidak terdapat perubahan estimasi masa manfaat dan
perubahan yang signifikan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan
(metode penyusutan) terhadap aset tetap tersebut.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





29
10. BIAYA EKSPLORASI DAN PENGEMBANGAN YANG DITANGGUHKAN

Rincian per 31 Desember 2012 sebagai berikut :

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Pengaruh Akuisisi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Area Produksi Belum Mencapai
Tahap Produksi Komersial
Sungai Kunyit - - - 12.386.788.545 12.386.788.545
Area Produksi Telah Mencapai
Tahap Produksi Komersial
Sungai Kunyit - - - 7.686.454.811 7.686.454.811
J u m l a h - - - 20.073.243.356 20.073.243.356
Akumulasi Amortisasi
Area Produksi Telah Mencapai
Tahap Produksi Komersial
Sungai Kunyit - 2.081.748.177 - 2.135.126.334 4.216.874.511
Jumlah Tercatat - Bersih - 15.856.368.845
Beban amortisasi dialokasikan per 31 Desember 2012 sebagai berikut :

Biaya Produksi 925.221.412
Kapasitas Menganggur 1.156.526.765
J u m l a h 2.081.748.177
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan
pada tanggal 31 Desember 2012.


11. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA

Berdasarkan Perjanjian Escrow tanggal 2 Januari 2012, Perusahaan bermaksud membeli seluruh
saham Brooksvale Capital Ltd. (Brooksvale), berkedudukan di British Virgin Island, dari Rami
Sadek M. Kuwatly (Rami), pihak ketiga, dengan harga pembelian saham sebesar
Rp 579.000.000.000. Harga tersebut diasumsikan pada kondisi aset Brooksvale saat perjanjian ini
ditandatangani, yaitu adanya satu entitas anak Brooksvale dengan hak pengelolaan dan hak atas
hasil tambang di 3 lokasi tambang. Apabila jumlah lokasi tambang tersebut berubah, maka nilai
transaksi atas saham Brooksvale juga akan ditingkatkan sesuai dengan kondisi riil pada saat
pengambilalihan saham Brooksvale oleh Perusahaan.

Dalam rangka pelaksanaan transaksi tersebut di atas, Perusahaan dan Rami menunjuk Best
Astute Investment Limited (Best) untuk bertindak sebagai agen escrow, yang berkewajiban untuk
menjaga dan memelihara serta mengumpulkan seluruh dokumen, seluruh dana dan
melaksanakan pentransferan dana sehubungan dengan pelaksanaan transaksi. Imbalan jasa Best
sebagai agen escrow adalah sebesar 0,25 % dari nilai transaksi, yang akan dibayarkan langsung
dengan mengurangi nilai transaksi yang akan diterima Rami.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





30
11. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA (Lanjutan)

Dalam rangka pelaksanaan transaksi, Best wajib membentuk suatu rekening penampungan atas
nama Best, dan Perusahaan wajib mentransferkan dana sejumlah Rp 579.000.000.000 ke dalam
rekening escrow yang telah dilakukan Perusahaan pada tanggal 2 Januari 2012.

Setelah diterimanya surat pemberitahuan mengenai ketersediaan dana pada rekening escrow dari
Best kepada Rami, maka Perusahaan akan melakukan Due Diligence terhadap Brooksvale
beserta asetnya, termasuk entitas anak beserta aset yang dimilikinya. Due Diligence akan
dilaksanakan dalam jangka waktu 6 bulan.

Setelah dilakukan Due Diligence dan telah disepakatinya harga pembelian saham Brooksvale,
serta telah dilakukannya Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham atau Perjanjian Jual Beli Saham
oleh Rami dan Perusahaan, maka Perusahaan dan Rami wajib memberitahukan secara tertulis
jumlah dana yang akan ditransfer dari rekening escrow kepada Rami. Apabila terdapat kelebihan
dana pada rekening escrow, maka Best akan mengembalikan sisa dana tersebut kepada
Perusahaan setelah diterimanya surat permohonan penarikan dana dari Perusahaan.

Selama 2012, telah dilakukan Due Diligence terhadap beberapa lokasi tambang. Sampai dengan
tanggal pelaporan, proses Due Diligence masih terus berlangsung.

Berdasarkan Perjanjian Perubahan atas Perjanjian Escrow tanggal 2 Juli 2012, disepakati Due
Diligence akan dilaksanakan dalam jangka waktu selama-lamanya hingga tanggal 31 Desember
2013.

Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan atas Due Diligence No. 002/CKRA.BROOKSVALE/I/2012
tanggal 2 Januari 2012, Perusahaan menyetujui untuk mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan
oleh Broosvale apabila Perusahaan setuju untuk mengakuisisi seluruh saham Brooksvale.


12. HUTANG LAIN-LAIN KEPADA PIHAK KETIGA

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
PT Visi Utama Mandiri 5.410.273.225 -
PT Kharisma Prima Nusantara 2.245.231.878 -
Lain-lain (Saldo masing-masing di bawah Rp 100.000.000) 137.500.000 36.194.400
J u m l a h 7.793.005.103 36.194.400
Hutang kepada PT Visi Utama Mandiri merupakan hutang atas perolehan aset tetap (Catatan 28).

Hutang kepada PT Kharisma Prima Nusantara merupakan pinjaman sementara tanpa bunga dan
pembayaran kembali sesuai permintaan.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





31
13. UANG MUKA PENJUALAN

Akun ini merupakan saldo uang muka yang diterima dari Pacific Master Limited per 31 Desember
2012 yang akan diperhitungkan dengan penjualan bijih besi.


14. P E R P A J A K A N

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Hutang Pajak
Pajak Penghasilan Pasal 21 81.857.248 50.905.191
Pajak Penghasilan Pasal 23 734.057.745 3.549.741.361
Pajak Penghasilan Pasal 25 37.934.960 -
Pajak Penghasilan Pasal 29 521.090.670 -
Pajak Pertambahan Nilai 843.570.000 847.570.000
J u m l a h 2.218.510.623 4.448.216.552
Pajak Penghasilan Badan

Perusahaan Entitas Anak Jumlah
Pajak Kini - - -
Pajak Tangguhan (140.510.718) 499.533.019 359.022.301
J u m l a h (140.510.718) 499.533.019 359.022.301
2 0 1 2
Perusahaan Entitas Anak Jumlah
Pajak Kini - (1.142.724.360) (1.142.724.360)
Pajak Tangguhan 166.478.119 17.918.645 184.396.764
J u m l a h 166.478.119 (1.124.805.715) (958.327.596)
2 0 1 1

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





32
14. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dengan rugi fiskal untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Laba (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan menurut
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi (4.316.901.574) 49.442.784.218
Dikurangi : Rugi (Laba) sebelum Pajak Penghasilan -
Entitas Anak 3.910.713.683 (10.906.732.997)
Laba (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan - Perusahaan (406.187.891) 38.536.051.221
Beda Waktu :
Penyusutan Aset Tetap 103.023.544 233.379.647
Penghapusan Piutang (1.805.833.337) -
Cadangan (Pemulihan Cadangan) Imbalan Kerja (665.066.419) 432.532.825
Jumlah Beda Waktu (2.367.876.212) 665.912.472
Beda Tetap :
Penghapusan Piutang yang Tidak Diakui Fiskal 1.805.833.337 -
R e p r e s e n t a s i 920.000.000 8.912.313
Pajak Penghasilan Pasal 21 92.403.850 -
Denda Pajak 1.000.000 2.568.116.194
Laba Akuisisi Entitas Anak (3.976.156.833) -
Penghasilan Jasa Giro (135.607.077) (20.530)
Selisih Nilai Wajar Piutang Pihak Berelasi - (19.265.724.476)
Laba Penjualan Investasi dalam Saham - (24.501.564.902)
Jumlah Beda Tetap (1.292.526.723) (41.190.281.401)
Rugi Fiskal (4.066.590.826) (1.988.317.708)
Akumulasi Rugi Fiskal :
Tahun 2008 (890.133.541) (890.133.541)
Tahun 2009 (4.280.228.618) (4.280.228.618)
Tahun 2010 (1.668.196.937) (1.668.196.937)
Tahun 2011 (1.988.317.708) -
Akumulasi Rugi Fiskal, Akhir (12.893.467.630) (8.826.876.804)

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





33
14. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Pajak Kini (Lanjutan)

2 0 1 2 2 0 1 1
Beban Pajak Kini :
P e r u s a h a a n - -
Entitas Anak - 1.142.724.360
J u m l a h - 1.142.724.360
Pajak Penghasilan Dibayar di Muka :
P e r u s a h a a n - -
Entitas Anak (42.676.830) -
J u m l a h (42.676.830) -
Pajak Penghasilan Pasal 29 :
P e r u s a h a a n - -
Entitas Anak 521.090.670 -
J U M L A H 521.090.670 -
Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasi ini, Perusahaan belum
menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Tahunan untuk tahun pajak 2012. Namun
demikian, taksiran rugi fiskal tersebut menjadi dasar penyisihan SPT Tahunan Pajak Penghasilan
Badan Perusahaan Tahun 2012.

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, rugi fiskal dapat diperhitungkan hingga jangka
waktu lima tahun. Perusahaan menghitung sendiri jumlah pajak yang terutang dalam SPT.
Otoritas pajak dapat meninjau kewajiban pajak Perusahaan dalam batas waktu lima tahun sejak
tanggal terutangnya pajak.

Pajak Tangguhan

Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut :

Dikreditkan Dikreditkan
(Dibebankan) (Dibebankan)
ke Laporan ke Laporan
Laba Rugi Laba Rugi
1 Januari Komprehensif Pengaruh 31 Desember Komprehensif Pengaruh 31 Desember
2 0 1 1 Konsolidasi Divestasi 2 0 1 1 Konsolidasi Akuisisi 2 0 1 2
P e r u s a h a a n
P i u t a n g 5.469.600.196 - - 5.469.600.196 (451.458.334) - 5.018.141.862
Persediaan 145.582.194 - - 145.582.194 - - 145.582.194
Imbalan Kerja 58.133.398 108.133.206 - 166.266.604 (166.266.604) - -
Aset Tetap 136.243.238 58.344.913 - 194.588.151 25.755.886 - 220.344.037
Rugi Fiskal 1.709.639.774 497.079.427 - 2.206.719.201 1.016.647.707 - 3.223.366.908
J u m l a h 7.519.198.800 663.557.546 - 8.182.756.346 424.678.655 - 8.607.435.001
Aset Pajak Tangguhan yang
Belum Ditentukan Manfaatnya (7.324.822.164) (497.079.427) - (7.821.901.591) (565.189.373) - (8.387.090.964)
Jumlah - Bersih 194.376.636 166.478.119 - 360.854.755 (140.510.718) - 220.344.037

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





34
14. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Pajak Tangguhan (Lanjutan)

Dikreditkan Dikreditkan
(Dibebankan) (Dibebankan)
ke Laporan ke Laporan
Laba Rugi Laba Rugi
1 Januari Komprehensif Pengaruh 31 Desember Komprehensif Pengaruh 31 Desember
2 0 1 1 Konsolidasi Divestasi 2 0 1 1 Konsolidasi Akuisisi 2 0 1 2
Entitas Anak
PT Horizon Agro Industry 29.322.882 21.445.965 (50.768.847) - - - -
PT Ary Kirana Lestari 41.667 (50.000) 8.333 - - - -
PT Surya Kuary Abadi (1.045.930) (175.406) 1.221.336 - - - -
PT Surya Lestari Niaga (729.167) 729.167 - - - - -
PT Surya Nusa Makmur 104.925.088 (4.031.081) (100.894.007) - - - -
PT Persada Indo Tambang - - - - 499.533.019 (376.330.016) 123.203.003
J u m l a h 134.289.637 17.918.645 (150.433.185) - 499.533.019 (376.330.016) 123.203.003
(1.775.097) - -
J U M L A H 328.666.273 184.396.764 (150.433.185) 360.854.755 359.022.301 (376.330.016) 343.547.040
(1.775.097) - -
Rekonsiliasi Pajak Penghasilan Badan

Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak dan hasil perkalian laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Laba (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan menurut
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi (4.316.901.574) 49.442.784.218
Dikurangi : Rugi (Laba) sebelum Pajak Penghasilan -
Entitas Anak 3.910.713.683 (10.906.732.997)
Laba (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan - Perusahaan (406.187.891) 38.536.051.221
Tarif Pajak yang Berlaku (101.546.973) 9.634.012.805
Pengaruh Pajak atas :
Beda Tetap (323.131.682) (10.297.570.351)
Penyesuaian - -
Aset Pajak Tangguhan yang Belum Ditentukan
Manfaatnya 565.189.373 497.079.427
Beban (Manfaat) Pajak - Perusahaan 140.510.718 (166.478.119)
Beban Pajak (Manfaat) - Entitas Anak (499.533.019) 1.124.805.715
Jumlah Beban (Manfaat) Pajak (359.022.301) 958.327.596

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





35
14. P E R P A J A K A N (Lanjutan)

Pemeriksaan Pajak

Pada tahun 2010, Perusahaan telah menerima hasil pemeriksaan pajak untuk tahun 2008 dengan
hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Laba Fiskal 40.579.884.204
Pajak Penghasilan Badan yang Masih Harus Dibayar 16.916.444.367
Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa yang Masih Harus Dibayar 5.687.964.278
Pajak Penghasilan Pasal 21 yang Masih Harus Dibayar 69.466.786
Pajak Penghasilan Pasal 23 yang Masih Harus Dibayar 3.838.741.361
Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) yang Masih Harus Dibayar Nihil
Surat Tagihan Pajak - Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa 799.807.535
Pada tahun 2011, Perusahaan telah melunasi Pajak Penghasilan Pasal 21 yang masih harus
dibayar tersebut.

Perusahaan tidak mengajukan keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atas Pajak
Penghasilan Pasal 23 dan mencatat beban pajak tersebut pada laporan keuangan konsolidasi
tahun 2011. Pada Mei 2012, Perusahaan telah melunasi kewajiban Pajak Penghasilan Pasal 23
sebesar Rp 3.838.741.361 tersebut. Sedangkan untuk Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atas
Pajak Penghasilan Badan dan Pajak Pertambahan Nilai, Perusahaan telah mengajukan keberatan
atas kedua surat ketetapan pajak tersebut masing-masing dalam surat No. 096/DIR/CKRA/X/2010
dan No. 095/DIR/CKRA/X/2010 tanggal 25 Oktober 2010. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur
Jendral Pajak No. KEP-2637/WPJ.07/2011 dan No. KEP-2769/WPJ.07/2011 tanggal 7 November
2011, Direktur Jendral Pajak menyatakan menolak atas keberatan Perusahaan. Pada tanggal
16 Januari 2012, Perusahaan telah mengajukan banding kepada pengadilan pajak atas penolakan
keberatan tersebut. Sampai dengan tanggal Laporan Keuangan Konsolidasi, proses banding
kepada pengadilan pajak tersebut masih dalam proses (Catatan 32).


15. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Perusahaan hanya berhubungan dengan liabilitas imbalan
pasca kerja. Imbalan ini tidak didanakan.

Perusahaan menghitung dan mencatat liabilitas imbalan kerja untuk semua karyawan tetap sesuai
dengan Undang-undang No. 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan. Pada tanggal
31 Desember 2011, liabilitas imbalan kerja ditentukan oleh aktuaria independen PT Dian Artha
Tama, dengan jumlah karyawan Perusahaan yang berhak masing-masing sebanyak 13 karyawan.
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki karyawan tetap,
sehingga saldo penyisihan yang telah dilakukan dipulihkan seluruhnya pada tahun berjalan.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





36
15. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG (Lanjutan)

Asumsi yang digunakan untuk menghitung biaya manfaat karyawan pada tanggal 31 Desember
2011 adalah sebagai berikut :

Usia Pensiun Normal : 55 Tahun
Tingkat Diskonto Tahunan : 6,5 %
Tingkat Kenaikan Gaji Tahunan : 8 %
Tingkat Mortalita : Tabel Mortalita Indonesia II
Tingkat Cacat : 10 % dari angka kematian
Tingkat Pengunduran Diri : 0 % - 1 %
Metode Perhitungan : Proyeksi Kredit Unit

Liabilitas imbalan kerja per 31 Desember 2011 sebagai berikut :

Nilai Kini Liabilitas Imbalan Kerja 651.138.828
Keuntungan Aktuaria yang Belum Diakui 13.927.591
Jumlah Liabilitas 665.066.419
Mutasi saldo liabilitas imbalan kerja sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Saldo Awal 665.066.419 232.533.594
Cadangan (Pemulihan Cadangan) Tahun Berjalan (665.066.419) 432.532.825
Saldo Akhir - 665.066.419
Jumlah cadangan imbalan kerja tahun 2011 sebagai berikut :

Biaya Jasa Kini 307.520.991
Biaya Bunga 10.531.386
Cadangan Tahun 2010 126.354.127
Keuntungan Aktuaria yang Diakui (11.873.679)
J u m l a h 432.532.825
Pemulihan cadangan imbalan kerja tahun 2012 disajikan dalam Penghasilan Lain-lain, sedangkan
beban cadangan imbalan kerja tahun 2011 disajikan dalam Beban Umum dan Administrasi.

Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut
sudah memadai. Manajemen berkeyakinan bahwa imbalan kerja tersebut telah memadai untuk
menutupi liabilitas imbalan kerja Perusahaan.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





37
16. MODAL SAHAM

Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 2 April 2012, Citra Group Pte. Ltd. telah menjual
seluruh sahamnya pada Perusahaan yaitu sebanyak 4.045.432.280 saham atau sebesar 80 %
pemilikan saham dalam Perusahaan kepada Redstone Resources Pte. Ltd., berkedudukan di
Singapura.

Berdasarkan daftar pemegang saham yang diterbitkan oleh biro administrasi efek PT Sinartama
Gunita, susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Desember adalah sebagai berikut :

J u m l a h
Seri A Seri B
Redstone Resources Pte. Limited 80,89 % 4.090.349.146 - 1.022.587.286.500
PT Kurnia Cemerlang 12,12 612.731.436 - 153.182.859.000
Masyarakat (masing-masing kepemilikan
kurang dari 5%) 6,99 345.319.418 8.400.000 87.379.854.500
J u m l a h 100,00 % 5.048.400.000 8.400.000 1.263.150.000.000
2 0 1 2
Pemegang Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
Persentase
Kepemilikan Jumlah Saham

J u m l a h
Seri A Seri B
Citra Group Pte Limited 80,00 % 4.045.432.280 - 1.011.358.070.000
PT Kurnia Cemerlang 12,12 612.731.436 - 153.182.859.000
Adrianus Holy Marhendra - 100.000 - 25.000.000
Masyarakat (masing-masing kepemilikan
kurang dari 5%) 7,88 390.136.284 8.400.000 98.584.071.000
J u m l a h 100,00 % 5.048.400.000 8.400.000 1.263.150.000.000
2 0 1 1
Pemegang Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
Persentase
Kepemilikan Jumlah Saham


17. BIAYA EMISI SAHAM

Akun ini merupakan akumulasi dari biaya yang timbul dalam rangka penawaran umum saham
Perusahaan sebesar Rp 61.054.486.729 pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.


18. P E N J U A L A N

Jumlah ini merupakan penjualan bijih besi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012 kepada Pacific Master Limited sebesar Rp 24.523.649.769.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





38
19. BEBAN POKOK PENJUALAN

Rincian tahun 2012 sebagai berikut :

Biaya Produksi :
Transportasi Bijih Besi 1.374.563.673
Sewa Peralatan 1.696.556.900
Bahan Bakar 1.262.829.413
P e n y u s u t a n 990.031.541
Amortisasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
Ditangguhkan 925.221.412
Upah Langsung 480.260.500
Penggantian Hasil Bumi 149.846.450
R e k l a m a s i 43.930.085
Lain-lain 1.639.781.087
J u m l a h 8.563.021.061
Persediaan Awal, Bahan Baku 4.992.578.872
Persediaan Akhir, Bahan Baku (2.685.373.015)
Jumlah Biaya Produksi 10.870.226.918
Barang dalam Proses - Awal 175.077.274
Barang dalam Proses - Akhir (303.128.842)
Jumlah Biaya Pokok Produksi 10.742.175.350
Pengangkutan dan Bongkar Muat 5.220.968.688
R o y a l t i 602.818.683
A n a l i s a 162.206.170
Persediaan Barang Jadi - Awal 14.203.587.462
Persediaan Barang Jadi - Akhir (11.002.296.011)
Beban Pokok Penjualan 19.929.460.342

20. BEBAN USAHA

Rinciannya sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Beban Penjualan
Operasional Marketing 117.793.793 -
Administrasi Penjualan 1.180.477 -
Jumlah Beban Penjualan 118.974.270 -

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





39
20. BEBAN USAHA (Lanjutan)

2 0 1 2 2 0 1 1
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan Tunjangan 3.538.885.771 1.623.032.096
Jasa Profesional 1.897.732.602 3.003.753.750
R e p r e s e n t a s i 941.757.700 8.912.313
Perjalanan Dinas dan Transportasi 828.988.884 147.062.920
Perbaikan dan Pemeliharaan 751.323.610 84.840.650
P e n y u s u t a n 531.539.425 913.876.612
Denda Administrasi Pelaporan 482.000.000 285.925.000
Listrik, air dan telpon 276.600.825 16.046.101
S e w a 255.175.836 15.000.000
Dapur dan Keperluan Rumah Tangga Kantor 216.824.856 -
Kesejahteraan Karyawan 146.055.770 -
Persiapan dan Publikasi RUPS 145.629.200 386.765.469
Pemeliharaan Efek 140.750.000 134.750.000
P a j a k 1.000.000 2.568.116.194
Cadangan Imbalan Kerja - 432.532.825
Lain-lain 383.008.262 136.057.531
Jumlah Beban Umum dan Administrasi 10.537.272.741 9.756.671.461
Jumlah Beban Usaha 10.656.247.011 9.756.671.461

21. BEBAN KAPASITAS MENGANGGUR

Akun ini merupakan beban-beban yang timbul dari tidak beraktivitasnya proses produksi Entitas
Anak (Catatan 29), dengan rincian sebagai berikut :

Amortisasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan yang Ditangguhkan 1.156.526.765
P e n y u s u t a n 1.148.100.251
Gaji dan Tunjangan 410.211.958
S e w a 261.179.989
Perbaikan dan Pemeliharaan 411.129.000
Lain-lain 205.847.286
J u m l a h 3.592.995.249

22. LABA DIVESTASI INVESTASI DALAM SAHAM

Berdasarkan Akta No. 52 tanggal 30 Desember 2011 dari Notaris Dahlia, SH, Perusahaan telah
menandatangani Pemindahan Hak-Hak Atas Saham pada PT Horizon Agro Industry (HAI) kepada
PT Rajawali Agro Andalan Nusantara (RAAN), dimana Perusahaan telah menjual 100 % hak
kepemilikan pada HAI dengan harga jual sebesar Rp 750.000.000.000. Perusahaan memperoleh
laba penjualan atas transaksi divestasi ini sebesar Rp 27.606.261.902 setelah memperhitungkan
selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp 3.103.697.000. Pembayaran
yang telah diterima sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 atas transaksi divestasi tersebut
adalah sebesar Rp 384.900.000.000.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





40
22. LABA DIVESTASI INVESTASI DALAM SAHAM (Lanjutan)

Berdasarkan Amandemen Pembiayaan Pengikatan Jual Beli No. 003/CKRA.RAAN/I/2012 tanggal
25 Juni 2012, Perusahaan dan RAAN sepakat bahwa RAAN akan memenuhi kewajibannya
kepada Perusahaan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 28 Juni 2013.


23. INVESTASI JANGKA PENDEK

Pada tanggal 18 Juni 2008, Entitas Anak (HAI) melakukan pembelian surat berharga dalam
bentuk Medium Term Note (MTN) dari PT Duta Agro Asia dan PT Transpacific General Trading
(keduanya pihak berelasi dengan HAI per 31 Desember 2010). MTN tersebut berjangka waktu
1 tahun sejak tanggal penerbitan dengan tingkat bunga 1,5 % per tahun yang dibayarkan setiap
akhir bulan. Jangka waktu MTN tersebut telah diperpanjang beberapa kali dan terakhir akan jatuh
tempo pada tanggal 30 April 2012.

Berdasarkan Perjanjian Gadai Saham tanggal 18 Juni 2008, antara HAI dengan PT Duta Agro
Asia dan PT Transpacific General Trading, HAI memperoleh jaminan atas MTN berupa saham
PT Pontiac Agro Industry yang dimiliki oleh PT Duta Agro Asia dan PT Transpacific General
Trading masing-masing sebanyak 450.000 saham dan 50.000 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp 1.000.000 per saham.

Tidak terdapat nilai jaminan yang nilainya memadai jika MTN tersebut jatuh tempo, serta belum
terdapat realisasi pembayaran bunga MTN tersebut sejak pembelian.

Penghasilan bunga MTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp 7.500.000.000.

Amortisasi nilai wajar investasi jangka pendek untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2011 sebesar Rp 5.086.658.563.

Pada tanggal 30 Desember 2011, Perusahaan telah melakukan divestasi saham atas pemilikan
dalam HAI, sehingga pengendalian Perusahaan atas HAI dan entitas anaknya telah berakhir.


24. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM

Laba (rugi) bersih per saham dasar/dilusian dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang
diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa/dilusian yang beredar pada periode bersangkutan.

2 0 1 2 2 0 1 1
Laba (Rugi) Bersih yang Diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk (3.548.537.593) 48.502.456.546
Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
(Lembar) 5.056.800.000 5.056.800.000
Laba Bersih Per Saham Dasar (0,70) 9,59

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





41
24. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (Lanjutan)

2 0 1 2 2 0 1 1
Rata-rata Tertimbang Saham Dilusian yang Beredar
(Lembar) 5.115.600.000 5.115.600.000
Laba Bersih Per Saham Dilusian (0,69) 9,48

25. INFORMASI SEGMEN

Pada tahun 2012, Perusahaan bergerak dibidang investasi dan Entitas Anak bergerak dibidang
pertambangan bijih besi. Pada tahun 2011, Perusahaan dan Entitas Anak bergerak dalam satu
segmen usaha yaitu dalam bidang perkebunan, sehingga segmen usaha tidak disajikan.

Informasi mengenai segmen usaha dan geografis Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai
berikut :

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi

Tambang/ Investasi/
Padang Jakarta Jumlah Eliminasi Jumlah
Aset Lancar 14.844 593.142 607.986 - 607.986
Aset Tidak Lancar 26.041 593.805 619.846 (14.603) 605.243
Jumlah Aset 40.885 1.186.947 1.227.832 (14.603) 1.213.229
Liabilitas 23.210 17.217 40.427 (23) 40.404
Ekuitas 17.675 1.169.730 1.187.405 (14.580) 1.172.825
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 40.885 1.186.947 1.227.832 (14.603) 1.213.229
2 0 1 2
(Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian
Jambi Bengkulu Lampung Jakarta Jumlah Eliminasi Jumlah
Aset Lancar - - - 1.175.212 1.175.212 - 1.175.212
Aset Tidak Lancar - - - 5.899 5.899 - 5.899
Jumlah Aset - - - 1.181.111 1.181.111 - 1.181.111
Liabilitas - - - 6.858 6.858 - 6.858
Ekuitas - - - 1.174.253 1.174.253 - 1.174.253
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas - - - 1.181.111 1.181.111 - 1.181.111
2 0 1 1
(Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi

Tambang/ Investasi/
Padang Jakarta Jumlah Eliminasi Jumlah
Penjualan 24.524 - 24.524 - 24.524
Beban Pokok Penjualan (19.930) - (19.930) - (19.930)
Beban Usaha (5.475) (5.181) (10.656) - (10.656)
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih (3.030) 798 (2.232) 3.977 1.745
Pajak Penghasilan 500 (141) 359 - 359
Laba (Rugi) Bersih (3.411) (4.524) (7.935) 3.977 (3.958)
2 0 1 2
(Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





42
25. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasi (Lanjutan)

Jambi Bengkulu Lampung Jakarta Jumlah Eliminasi Jumlah
Penjualan - - - - - - -
Beban Pokok Penjualan - - - - - - -
Beban Usaha (163) (481) (777) (8.336) (9.757) - (9.757)
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih - (180) 5.596 56.670 62.086 (2.887) 59.199
Pajak Penghasilan - (3) (1.121) 166 (958) - (958)
Laba (Rugi) Bersih (163) (664) 3.698 48.500 51.371 (2.887) 48.484
2 0 1 1
(Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian

26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko keuangan utama yang mungkin dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit,
risiko nilai tukar mata uang asing, risiko suku bunga dan risiko likuiditas. Kebijakan keuangan
dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan
potensi kerugian bagi Perusahaan dan Entitas Anak.

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan dan Entitas Anak akan mengalami kerugian yang
timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual
mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Perusahaan dan Entitas Anak
mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat
diterima untuk pelanggan individu dan memantau exposure terkait dengan batasan-batasan
tersebut.

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan hubungan usahahanya dengan pihak ketiga yang
dikenal dan kredibel. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk semua pelanggan
yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai
tambahan, jumlah piutang dipantau terus menerus untuk mengurangi risiko piutang ragu-ragu.

Perusahaan dan Entitas Anak juga menghadapi risiko kredit yang berasal dari penempatan dana
di bank. Untuk mengatasi risiko ini, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk
menempatkan dananya hanya di bank-bank dengan reputasi yang baik.

Eksposur maksimum atas risiko kredit tercermin dari nilai tercatat setiap aset keuangan pada
tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :

Kas dan Bank 91.734.692
Piutang Lain-lain kepada Pihak Ketiga 593.267.561.150
Dana yang Dibatasi Penggunaannya 579.000.000.000
Aset Lain-lain - Uang Jaminan 200.000.000
J u m l a h 1.172.559.295.842

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





43
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing

Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang
dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Pada saat ini, tidak terdapat risiko nilai tukar mata uang asing yang signifikan yang dihadapi oleh
Perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2012 saldo aset moneter dalam mata uang asing adalah berupa
rekening bank sebesar USD 1.548,23 (ekuivalen Rp 14.971.384) dan tidak ada saldo liabilitas
moneter dalam mata uang asing.

Risiko Tingkat Suku Bunga

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Pada saat ini, tidak
terdapat risiko suku bunga yang signifikan yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak,
karena pada tanggal 31 Desember 2012 tidak terdapat saldo piutang dan saldo pinjaman yang
dikenakan bunga.

Risiko Likuiditas

Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan bank memadai untuk
mendukung kegiatan bisnis Perusahan dan Entitas Anak secara tepat waktu. Dalam
mengantisipasi risiko pengelolaan dana, Perusahaan dan Entitas Anak telah melakukan prediksi
dana untuk jangka pendek dan menengah dalam mendukung kebutuhan operasionalnya dan
memastikan tersedianya pendanaan berdasarkan kecukupan fasilitas kredit yang mengikat.

Liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo dari tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Konsolidasi sampai dengan tanggal jatuh tempo diungkapkan dalam tabel sebagai berikut :

Lebih dari Sampai Jangka
Satu Tahun sampai Satu Tahun sampai Waktu Tidak
Dua Tahun Dua Tahun Ditentukan Jumlah
Hutang Lain-lain 7.793.005.103 - - 7.793.005.103
Hutang Royalti 451.897.182 - - 451.897.182
Beban Masih Harus Dibayar 807.728.088 - - 807.728.088
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 284.577.767 - - 284.577.767
Provisi Kewajiban Lingkungan - 210.000.000 - 210.000.000
Hutang Pihak Berelasi - - 21.210.738.873 21.210.738.873
J u m l a h 9.337.208.140 210.000.000 21.210.738.873 30.757.947.013

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





44
26. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

Pengelolaan Modal

Tujuan Perusahaan dan Entitas Anak ketika mengelola modal adalah untuk mempertahankan
kelangsungan usaha Perusahaan dan Entitas Anak serta memaksimalkan manfaat bagi
pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan dan Entitas Anak secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur
permodalan untuk memastikan struktur modal dan hasil pengembalian kepemegang saham yang
optimal, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal
Perusahaan dan Entitas Anak, profitabilitas saat ini dan yang akan datang, proyeksi arus kas
operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis. Dalam rangka
mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Perusahaan dan Entitas Anak dapat
menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham, mengeluarkan
saham baru atau menjual aset untuk mengurangi hutang.

Perusahaan dan Entitas Anak memonitor berdasarkan rasio gearing konsolidasi. Rasio gearing
dihitung dengan membagi pinjaman bersih dengan total ekuitas. Pinjaman bersih dihitung dengan
mengurangkan jumlah pinjaman dengan kas dan bank. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011 tidak terdapat saldo pinjaman.


27. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 :

Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat
Aset Keuangan :
Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Kas dan Bank 91.734.692 91.734.692 579.502.598.575 579.502.598.575
Piutang Usaha Pihak Ketiga - Bersih - - - -
Piutang Lain-lain kepada Pihak Ketiga 593.267.561.150 593.267.561.150 595.709.967.000 595.709.967.000
Piutang Pihak Berelasi - - 5.211.309.410 5.211.309.410
Dana yang Dibatasi Penggunaannya 579.000.000.000 579.000.000.000 - -
Aset Lain - lain - Uang Jaminan 200.000.000 200.000.000 32.683.247 32.683.247
Jumlah Aset Keuangan 1.172.559.295.842 1.172.559.295.842 1.180.456.558.232 1.180.456.558.232
Liabilitas Keuangan :
Liabilitas Keuangan pada Biaya
Perolehan Diamortisasi
Hutang Usaha kepada Pihak Ketiga - - 266.787.490 266.787.490
Hutang Lain - lain kepada Pihak Ketiga 7.793.005.103 7.793.005.103 36.194.400 36.194.400
Hutang Royalti 451.897.182 451.897.182 - -
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 284.577.767 284.577.767 - -
Beban Masih Harus Dibayar 807.728.088 807.728.088 - -
Hutang Pihak Berelasi 21.210.738.873 21.210.738.873 1.441.956.195 1.441.956.195
Provisi Kewajiban Lingkungan 210.000.000 210.000.000 - -
Jumlah Liabilitas Keuangan 30.757.947.013 30.757.947.013 1.744.938.085 1.744.938.085
2 0 1 2 2 0 1 1

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





45
27. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan)

Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana aset dapat ditukar, atau liabilitas dapat diselesaikan
dengan dasar transaksi yang wajar (arms - length transactions).

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian dan
asumsi sebagai berikut :

- Nilai wajar kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, dana yang dibatasi penggunaannya,
hutang usaha, hutang lain-lain, hutang royalti, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, beban
masih harus dibayar dan provisi kewajiban lingkungan mendekati nilai tercatatnya, karena
jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut atau dampak
diskonto tidak signifikan.

- Nilai wajar piutang pihak berelasi, aset lain-lain dan hutang pihak berelasi tidak disajikan,
karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, dimana instrumen keuangan tersebut
tidak memiliki jangka waktu pengembalian secara kontraktual.


28. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING

Mandatory Exchangeable Bonds

a. Pada tanggal 12 Nopember 2007, Perusahaan dan PT Kurnia Selaras (KS), telah
menandatangani Perjanjian Investasi Pendahuluan yang kemudian diubah dengan
Adendum Perjanjian Investasi Pendahuluan tanggal 13 Nopember 2007. Perjanjian ini
kemudian diaktakan dengan Akta Penyimpanan (Depot) No. 86 yang dibuat di hadapan
Notaris Yulia SH. tanggal 17 Desember 2007.

Berdasarkan perjanjian tersebut, KS telah sepakat untuk menerbitkan Mandatory
Exchangeable Bonds (MEB) senilai Rp 197.000.000.000 yang seluruhnya akan diambil oleh
Perusahaan. MEB tersebut terbagi atas 197 obligasi dengan nilai nominal Rp 1.000.000.000
per obligasi dan setelah 5 (lima) tahun, terhitung sejak tanggal penerbitan yaitu tanggal
28 Januari 2008, wajib ditukarkan dengan 70% saham PT Transpacific Agro Industry (TPAI)
dan 70% saham PT Citra Indoniaga (CIN), pihak ketiga, yang dimiliki oleh KS.

Syarat, ketentuan dan kondisi yang berkaitan dengan MEB tersebut antara lain :

- Untuk MEB yang diterbitkan akan dikeluarkan 1 sertifikat obligasi jumbo dimana MEB
tersebut merupakan obligasi tercatat dalam daftar pemegang obligasi yang akan dikelola
oleh KS.

- Tingkat bunga MEB disepakati 1% per tahun yang akan dibayarkan setiap 6 bulan.

- Jika terjadi kondisi yang antara lain KS tidak memenuhi kewajibannya (cedera janji),
target perkebunan kelapa sawit TPAI dan CIN tidak tercapai, ijin lokasi perkebunan
tersebut dibatalkan, dan sebagainya, maka KS wajib melunasi dini secara sekaligus
MEB tersebut kepada Perusahaan yang pembayarannya meliputi pokok MEB, bunga
MEB 1%, dan bunga pelunasan dini sebesar 19% per tahun yang diperhitungkan secara
bunga majemuk sejak tanggal penerbitan MEB sampai dengan tanggal pelunasan lebih
dini tersebut.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





46
28. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)

Mandatory Exchangeable Bonds (Lanjutan)

- Perusahaan berhak menempatkan masing-masing 2 orang wakil untuk duduk sebagai
anggota dewan komisaris dan direksi TPAI dan CIN.

- MEB selain dijamin dengan gadai saham TPAI dan CIN, dijamin juga dengan saham KS
serta jaminan perusahaan dari PT Transpacific Investama (pemegang saham mayoritas
KS).

Ruang lingkup kegiatan usaha TPAI dan CIN meliputi bidang perkebunan dan industri
pengolahan kelapa sawit.

b. Pada tanggal 14 Desember 2007, Perusahaan menandatangani perjanjian penerbitan MEB
dengan KS, yang telah diaktakan dalam Akta Penyimpanan (Depot) No. 86 tanggal
17 Desember 2007 dari Notaris Yulia, SH. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan
bermaksud membeli MEB yang diterbitkan oleh KS sebesar Rp 197.000.000.000 dengan nilai
nominal masing-masing obligasi sebesar Rp 1.000.000.000 per lembar. Tingkat bunga yang
dikenakan sebesar 1 % per tahun yang dibayarkan setiap 6 bulan (semesteran) dan
berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal pembelian yang akan jatuh tempo pada 14 Desember
2012.

Pada saat jatuh temponya, MEB tersebut wajib ditukar seluruhnya dengan 70 % saham
PT Citra Indoniaga dan 70 % saham PT Transpacific Agro Industry yang keduanya dimiliki
oleh KS.

c. Pada tanggal 7 Oktober 2009, Perusahaan dan KS, menandatangani Perjanjian
Penyelesaian. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak sepakat untuk mengakhiri lebih
dini atas perjanjian penerbitan MEB tanggal 14 Desember 2007, dengan opsi penyelesaian
kewajiban sebagai berikut :

1. Pelunasan seluruh kewajiban ke rekening Perusahaan dengan sekali pembayaran, atau

2. Penyerahan aset dengan penilaian dari penilai independen sebagai bentuk pembayaran
seluruh kewajiban sesuai tanggal jatuh tempo sebagai berikut :

a. Jika dilakukan paling lambat tanggal 23 Januari 2010, maka jumlah pembayaran
yang wajib dibayarkan Rp 278.971.700.000
b. Jika dilakukan paling lambat tanggal 23 Januari 2011, maka jumlah pembayaran
yang wajib dibayarkan Rp 331.976.300.000
c. Jika dilakukan paling lambat tanggal 23 Januari 2012, maka jumlah pembayaran
yang wajib dibayarkan Rp 395.051.800.000

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





47
28. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)

Mandatory Exchangeable Bonds (Lanjutan)

Jaminan atas perjanjian penyelesaian MEB tersebut berupa :

- Jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari PT Kreasi Cipta Karya, pemegang
saham KS, yang telah diaktakan dengan Akta No. 24 tanggal 8 Okober 2009 dari Notaris
Yulia, SH.

- Jaminan dari PT Jasnita Investindo, berupa deposito sebesar USD 12.469.316,65
(ekuivalen Rp 112.111.626.000) per 31 Desember 2010 yang ditempatkan pada Bank of
Singapore Ltd. atas nama PT Jasnita Investindo.

d. Pada tanggal 8 Oktober 2009 diadakan perjanjian penjaminan Perusahaan No. 24 antara
Perusahaan (penerima jaminan) dan PT Kreasi Cipta Karya (penanggung). Berdasarkan
perjanjian tersebut, PT Kreasi Cipta Karya (KCK) selaku pemegang saham KS diwajibkan
memberi jaminan berupa jaminan Perusahaan kepada Perusahaan. Penanggungan diberikan
dengan syarat-syarat antara lain sebagai berikut :

1. KCK berjanji selama KS memiliki kewajiban kepada Perusahaan tanpa persetujuan
tertulis dari Perusahaan penanggung (KCK) tidak akan menjual, menyewakan seluruh
atau sebagian aset milik KCK dimana penjualan, penyewaan atau pelepasan aset akan
mempengaruhi kemampuan KCK dalam pembayaran hutang.
2. KCK menjamin akan membuat dan melaksanakan jaminan dan penanggungan ini
merupakan kewajiban sah dan mengikat penanggung.
3. Penanggungan oleh KCK akan berlaku terus menerus dan mengikat selama tertanggung
masih mempunyai kewajiban kepada penerima jaminan (Perusahaan).

e. Sesuai surat pernyataan direksi Perusahaan tanggal 23 Oktober 2009 sehubugan dengan
rencana jual saham KS atas saham-saham dalam TPAI dan CIN, yang sebelumnya dijadikan
jaminan MEB, Perusahaan memberikan pernyataan sebagai berikut :

1. Perusahaan dan KS sepakat untuk mengakhiri perjanjian MEB dan sepakat melepaskan
gadai atas saham-saham TPAI dan CIN yang dimiliki KS yang merupakan salah satu
jaminan dalam MEB.
2. Dengan dilepaskannya gadai atas saham-saham TPAI dan CIN, maka Perusahaan
membebaskan tuntutan hukum yang timbul atas pelaksanaan jual/beli saham dan
pengalihan aset dalam TPAI dan CIN kepada pihak pembeli.

f. Surat Perjanjian Penyelesaian tanggal 7 Oktober 2009 tersebut diperkuat dengan pendapat
hukum William Soerjonegoro & Partners Law Office No. 148/WSP/ WED/X/2009 tanggal
27 Oktober 2009. Pendapat hukum tersebut menyatakan antara lain :

1. Pelepasan gadai saham dan seluruh jaminan yang terdapat dalam perjanjian MEB baru
akan berlaku sejak tanggal ditandatangani perjanjian penyelesaian antara Perusahaan
dengan KS.
2. Jaminan yang disepakati dalam perjanjian penyelesaian adalah jaminan perusahaan
(corporate guarantee) yang diberikan oleh pemegang saham KS (KCK). Karenanya
seluruh jaminan yang ada dalam perjanjian MEB berlaku sejak tanggal ditandatangani
perjanjian penyelesaian antara Perusahaan dengan KS.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





48
28. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)

Mandatory Exchangeable Bonds (Lanjutan)

3. Jaminan yang disepakati adalah jaminan perusahaan yang diberikan oleh pemegang
saham KS yakni KCK, karenanya seluruh jaminan yang ada dalam perjanjian MEB
berdasarkan perjanjian penyelesaiian dinyatakan tidak berlaku

g. Berdasarkan perjanjian gadai deposito tanggal 17 Desember 2009 yang telah dilegalisasi
pada tanggal 16 April 2010 oleh Notaris Iswandi di Jakarta, Perusahaan menerima surat
kuasa dari PT Jasnita Investindo untuk menghadap pejabat Bank of Singapore Ltd.,
memberikan keterangan-keterangan, menandatangani surat-surat, slip pencairan rekening
deposito termasuk menerima uang pencairan deposito senilai USD 12.469.316,65 atau
ekuivalen Rp 117.211.576.510 per 31 Desember 2009.

Berdasarkan perjanjian tersebut, KS menjamin pembayaran kembali secara lunas kepada
Perusahaan atas pokok, bunga dan denda dengan jaminan pemberi gadai yaitu PT Jasnita
Investindo dimana PT Jasnita Investindo setuju untuk menyerahkan secara gadai kepada
Perusahaan semua hak rekening atas deposito senilai USD 12.469.316,65 yang terdapat
pada Bank of Singapore Ltd.

h. Berdasarkan addendum Perjanjian Penyelesaian tanggal 29 April 2010, perjanjian tersebut
dirubah menjadi sebagai berikut :

1. Mengubah Pasal 2 menjadi KS mengakui telah berhutang kepada Perusahaan sebesar
Rp 197.000.000.000 dan atas hutang tersebut KS tidak diwajibkan untuk membayar
bunga maupun denda dan KS wajib melunasi hutang MEB tersebut kepada Perusahaan
paling lambat tanggal 23 Januari 2012.

2. Menghapus dan meniadakan seluruh ketentuan Pasal 3 Perjanjian Penyelesaian MEB
tentang Opsi Penyelesaian dan ketentuan Pasal 5 tentang Denda.

Pada bulan Desember 2011, KS telah melunasi seluruh hutangnya kepada Perusahaan.

Perjanjian Distribusi dan Marketing

a. Sole and Exclusive Distributorship Agreement tanggal 1 September 2010 ditandatangani
antara Perusahaan dengan ITOCHU Corporation Jepang, mengenai distribusi tepung
cassava ke Jepang.

b. Commodities and Logistics Cooperation Agreement tanggal 13 Maret 2008 ditandatangani
antara Perusahaan dengan GMG International Tendering Co. Ltd, Cina, mengenai kerja
sama Joint Venture antara para pihak sehubungan branding, marketing dan distribusi
berbagai produk tepung dan minyak kelapa sawit ke Cina.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





49
28. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)

Perjanjian Escrow

Berdasarkan Perjanjian Escrow tanggal 2 Januari 2012, Perusahaan bermaksud membeli seluruh
saham Brooksvale Capital Ltd. (Brooksvale), berkedudukan di British Virgin Island, dari Rami
Sadek M. Kuwatly (Rami), pihak ketiga, dengan harga pembelian saham sebesar
Rp 579.000.000.000 yang akan disesuaikan dengan kondisi riil pada saat pengambilalihan saham
Brooksvale oleh Perusahaan. Dalam rangka pelaksanaan transaksi tersebut, Perusahaan telah
mentransferkan dana sebesar Rp 579.000.000.000 ke rekening penampungan atas nama Best
Astute Investment Limited, yang telah ditunjuk sebagai agen escrow. Selama 2012, telah
dilakukan Due Diligence terhadap beberapa lokasi tambang. Sampai dengan tanggal pelaporan,
proses Due Diligence masih terus berlangsung. Berdasarkan Perjanjian Perubahan atas
Perjanjian Escrow tanggal 2 Juli 2012, disepakati Due Diligence akan dilaksanakan dalam jangka
waktu selama-lamanya hingga tanggal 31 Desember 2013 (Catatan 11).

Entitas Anak, PT Persada Indo Tambang

Pada tanggal 2 Januari 2012, PIT menandatangani perjanjian jual beli aset tetap dan pengalihan
persediaan dengan PT Visi Utama Mandiri (VUM). Berdasarkan perjanjian tersebut PIT akan
membeli aset tetap yang dimiliki oleh VUM sebesar Rp 16.824.471.937 dan PIT juga membayar
atas persediaan yang telah dikerjakan oleh VUM (jasa penambangan bijih besi) sebesar
Rp 14.624.992.780. Pembayaran akan dibayar secara bertahap minimal sebesar 25 % per tahun.

Pada tanggal 3 Agustus 2012, PIT menandatangani addendum atas perjanjian jual beli aset tetap
dan pengalihan persediaan dengan VUM. Addendum ini berisikan tentang perubahan harga jual
beli aset tetap, dimana harga awal Rp 16.824.471.937 menjadi Rp 12.192.975.056. Perubahan
harga ini dikarenakan adanya aset yang tidak digunakan dalam proses produksi maupun kegiatan
operasional PIT, sehingga aset tersebut dikembalikan kepada VUM.


29. KONDISI DAN RENCANA PERUSAHAAN

Perusahaan

Seiring dengan perubahan kegiatan usaha utama Perusahaan, Perusahaan akan melakukan
langkah-langkah berikut :

- Pergantian bidang usaha dari perdagangan umum menjadi pertambangan (dengan tujuan
memperoleh Ijin Usaha Pertambangan Operasi Khusus (IUP OPK).

- Penyertaan saham pada beberapa perusahaan yang dapat mendukung tersedianya kegiatan
usaha bagi Perusahaan, misalkan pada sektor pertambangan, antara lain pengangkutan dan
perdagangan atas hasil pertambangan merupakan suatu prospek usaha yang menjanjikan.

- Menjajaki peluang penjualan bijih besi dalam negeri.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





50
29. KONDISI DAN RENCANA PERUSAHAAN (Lanjutan)

Entitas Anak PT Persada Indo Tambang

Sejak April 2011 sampai dengan 31 Desember 2011, PIT melakukan aktivitas operasional
penambangan, melalui PT Visi Utama Mandiri (VUM). Kesepakatan antara PIT dengan VUM
adalah fee kontraktor yang dibayarkan dari hasil penambangan yang siap dan dapat dijual diatas
tambang dengan nilai tertentu.

Efektif sejak tanggal 1 Januari 2012, PIT mulai melakukan aktivitas operasional dengan
penambangan sendiri. Namun pada tanggal 6 Februari 2012 berdasarkan Peraturan Menteri dan
Daya Mineral Republik Indonesia No. 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral
Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral yang pada garis besarnya menyatakan
bahwa setiap pemilik IUP Operasi diwajibkan untuk meningkatan nilai atas mineral yang
ditambang dengan mengolah barang hasil tambang tersebut menjadi produk yang memenuhi
batas minimum yang dipersyaratkan untuk dapat dijual ke luar negeri (ekspor). Pada tanggal
16 Mei 2012, peraturan tersebut telah diubah berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral Republik Indonesia No. 11 tahun 2012, dengan menyisipkan persyaratan yang
harus dipenuhi dalam memperoleh rekomendasi dari Menteri untuk melakukan aktivitas penjualan
ekspor.

PIT dalam waktu yang singkat tidak mungkin dapat membangun infrastruktur yang dapat
digunakan untuk meningkatkan nilai barang tambang yang diproduksi, sehingga aktivitas
penjualan ekspor PIT tidak dapat dilakukan sejak 6 Mei 2012, sesuai Peraturan Menteri tersebut di
atas, aktivitas produksi PIT juga telah berhenti sejak Agustus 2012.

Dalam proses pengurusan untuk memperoleh ijin ekspor, salah satunya adalah Clear and Clean
terhadap IUP (540/12/IUP/DESDM/BUP-2010) yang dimiliki oleh PIT, dan pada tanggal
13 Agustus 2012 PIT telah memperoleh Sertifikat Clear and Clean dengan No. 282/Min/33A/2012
yang diterbitkan di Jakarta oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada didalam PIT dan telah diperolehnya Sertifikat Clear and
Clean tersebut, maka PIT berencana bekerjasama dengan VUM yang telah memilik IUP Operasi
Khusus dan ET-Produk Pertambangan dengan No. 3678/30/DJB/2012 yang diterbitkan oleh
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal
Mineral dan Batubara dan memperoleh Persetujuan Ekspor Produk Pertambangan dengan
No. 03.PE-05.12.0136 oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang diterbitkan di Jakarta
melalui Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, dimana VUM memperoleh kuota ekspor
sebesar 87.500 metrik ton dengan batas akhir kuota tersebut adalah 27 Pebruari 2013 dan telah
diperpanjang sampai dengan 27 Maret 2013 dalam Surat Menteri Perdagangan Republik
Indonesia No. 392/M-DAG/SD/2/2013.

Langkah-langkah yang akan dilakukan oleh PIT adalah sebagai berikut :

1. Melakukan efisiensi biaya produksi dengan melakukan kegiatan penambangan sendiri dan
peningkatan hasil produksi bijih besi dengan memperluas area operasi produksi tambang.

2. Melakukan penjualan bijih besi secara FOB Vessel untuk meningkatkan nilai penjualan dan
keuntungan.

PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





51
29. KONDISI DAN RENCANA PERUSAHAAN (Lanjutan)

Entitas Anak PT Persada Indo Tambang (Lanjutan)

3. Menerapkan perencanaan keuangan yang baik dan segi pengelolaan penerimaan dan
pengeluaran seiring dengan peningkatan hasil produksi dan berusaha mencari investor untuk
pendanaan modal kerja yang dibutuhkan.

4. Mencari lahan-lahan baru yang potensial untuk ditambang serta untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan.

5. Melakukan kerjasama dengan PT Visi Utama Mandiri sebagai Eksportir Terdaftar Produk
Pertambangan agar produk bijih besi yang dihasilkan Perusahaan dapat diekspor keluar.


30. AKTIVITAS NON KAS

Informasi tambahan atas Laporan Arus Kas terkait aktivitas non kas untuk tahun berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut :

2 0 1 2 2 0 1 1
Penurunan Hutang Lain-lain melalui Penurunan
Piutang Pihak Berelasi 1.802.223.422 -
Penurunan Hutang Lain-lain melalui Penurunan
Piutang Lain-lain 5.471.302.089 -
Reklasifikasi Piutang Pihak Berelasi menjadi
Piutang Lain-lain 3.985.555.328 -
Reklasifikasi Hutang Pihak Berelasi menjadi
Hutang Lain-lain 294.718.115 -
Setoran Modal Entitas Anak oleh Kepentingan Non
Pengendali melalui Penurunan Hutang Pihak Berelasi 1.920.000.000 -
Penurunan Piutang Pihak Berelasi melalui Penurunan
Hutang Pihak Berelasi - 3.103.620.270
Cadangan Penurunan Nilai atas Tanaman Perkebunan - 122.180.530
Peningkatan Piutang Lain-lain melalui
- Pendapatan Bunga MTN - 7.500.000.000
- Divestasi Investasi dalam Saham - 367.500.000.000
- Penjualan Aset Tetap - 93.000.000

31. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI

Sampai dengan tanggal Laporan Keuangan Konsolidasi ini diselesaikan oleh manajemen
Perusahaan, tidak ada peristiwa setelah tanggal Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi
yang signifikan.


PT CITRA KEBUN RAYA AGRI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)





52
32. KEWAJIBAN KONTIJENSI

Perusahaan telah mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak tahun buku 2008 atas kurang
bayar Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp 16.916.444.367 dan Pajak Pertambahan Nilai
sebesar Rp 6.487.771.813 (termasuk Surat Tagihan Pajak) masing-masing dalam surat
No. 096/DIR/CKRA/X/2010 dan No. 095/DIR/CKRA/X/2010 tanggal 25 Oktober 2010.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pajak No. KEP-2637/WPJ.07/2011 dan No. KEP-
2769/WPJ.07/2011 tanggal 7 November 2011, Direktur Jendral Pajak menyatakan menolak atas
keberatan Perusahaan. Pada tanggal 16 Januari 2012, Perusahaan telah mengajukan banding
kepada pengadilan pajak atas penolakan keberatan tersebut. Berdasarkan bukti-bukti yang
disampaikan Perusahaan selama persidangan, manajemen Perusahaan berkeyakinan banding
yang diajukan Perusahaan dapat diterima oleh pengadilan pajak. Sampai dengan tanggal Laporan
Keuangan Konsolidasi, proses banding kepada pengadilan pajak tersebut masih dalam proses
(Catatan 14).

Jika pengadilan pajak menolak banding Perusahaan dan tidak ada upaya penyelesaian
selanjutnya, maka Perusahaan akan mengakui kewajiban beban pajak sebesar
Rp 23.404.216.180 atas Surat Ketetapan Pajak tersebut di atas, sehingga rugi bersih
komprehensif akan meningkat menjadi sebesar Rp 27.362.095.453 untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012 dan jumlah ekuitas akan menurun menjadi sebesar
Rp 1.149.421.513.789 per 31 Desember 2012.