Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

DASAR DASAR GENETIKA IKAN




TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN




KELOMPOK II

UMI KALSUM L221 12 251






DASAR-DASAR GENETIKA IKAN
JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena kasih dan
karunia-Nya sehinggamakalah ini dapat kami selesaikan. Makalah ini berjudul Teori
Evolusi Tentang Charles Darwin yang merupakan salah satu tugas kelompok dalam
mengikuti mata kuliah Dasar-dasar Genetika Ikan.
Penulis menghaturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen
matakuliah Dasar-dasar Genetika Ikan, yang telah memberikan asupan ilmunya
kepada kami. Serta kepada pihak yang berperan baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah
ini. Oleh karenanya, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya.
Semoga makalah ini dapat sebagai bahan baca yang bermanfaat bagi setiap
pihak yang membutuhkannya.


Makassar, 31 Agustus 2014


Penulis






BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Secara biologis, Evolusi merupakan perubahan sifat yang terwariskan pada
suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi lainnya. Perubahan populasi ini
disebabkan karena adanya 3 proses utama yang dialami oleh organisme yaitu variasi,
reproduksi dan seleksi alam yang terjadi dalam populasi organisme. Pembawa dasar
terjadinya evolusi di dalam suatu populasi organisme yaitu gen yang membawa sifat-
sifat dasar pada organisme (Wikipedia, 2014).
Perubahan kode genetika pada organisme disebabkan adanya sifat yang baru
yang diturunkan dari induknya ke keturunanya . perubahan kode genetika yang
berdampak pada perubahan sifat-sifat organisme ini disebabkan karena adanya mutasi
gen dan transfer gen antar populasi dan antar spesies. Organisme yang bereproduksi
secara seksual perubahan genetika dihasilkan dari rekombinasi genetika yang mampu
meningkatkan variasi dalam suatu populasi. Evolusi kemudian terjadi ketika perbedaan-
perbedaan terwariskan ini menjadi bersifat lebih umum atau langkah dalam suatu
populasi (Wikipedia, 2014).
Salah satu pencetus evolusi yang paling terkenal akibat penyataannya yang
menuai kontroversi ialah Charles Robert Darwin yang teorinya biasa disebut Teori
Evolusi Charles Darwin. Teori evolusi Charles Darwin disajikan dalam buku yang
ditulis oleh beliau sendiri yaitu On the Origin of Spesies yang dikenal di Indonesia
dengan istilah Asal usul Spesies (Wiliam, 2013).
I.2 Tujuan
1. mengetahui biografi penemu teori evolusi
2. mengetahui penyebab terjadinya evolusi menurut Charles Darwin


















































BAB II
PEMBAHASAN
II.I Biografi Charles Darwin
Charles Robert Darwin merupakan ahli di bidang biologi, geologi dan ekologi
Inggris yang menjadi seorang ilmuwan yang berhasil menemukan teori evolusi. Charles
Darwin merupakan kebangsaan dari Inggris yang berhasil menjadikan teori
revolusionernya menjadi landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan
yang sama yang mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori yang
dikemukakan oleh Charles Darwin ini kemudian akrab disebut komponen integral dari
biologi atau yang biasa disebut ilmu hayat (Fathurohman, 2014).
Sejak munculnya buku karangan Charles Darwin paham tentang evolusi
berkembang pesat. Pemikiran Charles Darwin dijadikan landasan bagi ilmu
pengetahuan tentang evolusi. Pemikiran Charles Darwin merajuk pada terbentuknya
berbagai kelompok organisme yang diduga berasal dari perkembangan terus-menerus
dari kelompok organisme yang sederhana/lebih rendah. Namun, teori yang
dikemukakan oleh Charles Darwin masih membutuhkan bukti-bukti dari fakta
penemuan fosil (Stephen J Gould dalam Tay, 2013).
II. II. Teori Evolusi Charles Darwin
Dalam bukunya The Origin of Spesies, beliau menegaskan bahwa semua
makhluk hidup berasal dari keturunan yang sama . keturunan awal ini kemudian
mengalami perubahan yang bertahap dengan tujuan untuk menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya. Perubahan yang berlangsung secara bertahap ini memakan waktu
berjuta-juta tahun (Andepi, 2014).
Dalam teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin menjelaskan bahwa evolusi
berasal dari peristiwa mutasi yang kemudian mengalami seleksi alam. Fakta bahwa
keturunan dari organisme dapat mengalami perubahan genetika yang berdampak pada
berubahnya sifat-sifat yang diturunkan oleh induknya yang mampu menciptakan sifat
baru. Perubahan yang terjadi tersebut biasa disebut dengan mutasi (Suwantono, 2011).
Peristiwa mutasi ini kemudian yang menjadikan adanya perbedaan sifat dalam
suatu populasi organisme. Alam disini bertindak sebagai penyeleksi varietas organisme
yang mampu bertahan dengan perubahan lingkungan atau biasa disebut dengan Natural
Selection. Berdasar pada teori inilah muncul anggapan bahwa manusia berasal dari
spesies yang menyerupai kera (Fendy, 2011).
Gagasan yang dikemukakan oleh Charles Darwin tentang evolusi didasarkan
pada 3 observasi yang dilakukan yang memperoleh dua kesimpulan yaitu (Supeksa,
2012).:
Observasi I: bila tidak ada tekanan dari lingkungan , makhluk hidup cenderung
memperbanyak diri seperti deret ukur.
Observasi II : meskipun adanya varietas sifat dalam populasi organisme tidak
mempengaruhi besarnya populasi.
Observasi III: tidak semua anggota dalam suatu populasi merupakan varietas
yang sama.
Kesimpulan I : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Tidak semua
zigot menjadi dewasa. Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan
mengadakan reproduksi. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan.
Kesimpulan II: Dalam perjuangan untuk hidup, varian yang baik akan
menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. Varian tersebut akan
berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai
keturunan secara proporsional pula.
Keberadaan spesies dipermasalahkan dengan pengertian bahwa yang dinamakan
spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam, dan lingkungan hidup telah diperhitungkan.
Teori yang dikemukakan beliau memiliki kelebihan dibandingkan dengan para
pendahulunya, Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas
dari lingkungannya (Supeksa, 2012).
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge, dan melakukan perjalanan
mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H.M.S. Beagle (1832
1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 1838) ke kepulauan
Galapagos, Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya
berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan
oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup
di kepulauan Galapagos. Kenyataan yang dilihat Darwin, bahwa terdapat variasi paruh
burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. Awalnya,
Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos
adalah satu spesies, tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Ia
menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang
yang sama. Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies
dapat berubah (Supeksa, 2012).
Tahap berikutnya, ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa
spesies berubah. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana
organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Teorinya tidak hanya menjelaskan
mengapa spesies berubah, tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk
berjuang untuk hidup. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence), menghasilkan
adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut
tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis
meningkatkan frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara kenyataan
lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap, tetapi selalu berubah-ubah dari
waktu ke waktu (Supeksa, 2012).
Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa
pendahulunya, antara lain (1) Erasmus, kakek Charles Darwin, (2) Thomas Robert
Malthus, ahli ekonomi, (3) Charles Lyell, yang ahli geologi, (4) Jean Baptista Lamarck.
Erasmus Darwin dalam bukunya Zoonomia, menyatakan bahwa kehidupan itu berasal
dari asal mula yang sama, dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada
keturunannya. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya
memunculkan kata, perjuangan untuk hidup. Thomas Robert Maltus mengemukakan
pada bukunya Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture
Improvement of Man Kind, bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan
penduduk dan makanan. Dari Charles Lyell, Darwin mendapat ilham tentang adanya
variasi karena pengaruh alam. Dalam bukunya Priciple of Geology ia mengemukakan
bahwa perubahan terus menerus pada bumi, masih terus berlangsung hingga kini
(Supeksa, 2012).
Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep
tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. Dalam hal ini Darwin
menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah.
Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari
nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. Selanjutnya
seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut (Supeksa, 2012).
Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan
Darwin dari adanya fosil-fosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. Apa yang
ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak
sepenuhnya meyakinkan, fosil pada lapisan berbeda, berbeda pula dan dari lapisan satu
ke lapisan berikutnya, terlihat adanya perubahan berkesinambungan, meskipun tidak
sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. Dan juga penting untuk kejelasan
kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. Kesinambungan
yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut, bagi para ahli dapat memberikan
gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan
(Supeksa, 2012).
Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data
lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak.
Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di
lingkungan makhluk hidup, dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan
wawasannya tentang seleksi alam, dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu
adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam.
1. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai
prinsip prisip seleksi alam Darwin (Supeksa, 2012) :
a. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi
Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi, amka apabila tidak
hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia
tidak akan mampu menampungnya. Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah
demikian, dan itulah merupakan fakta yang kedua.
b. Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah
Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu
tidak melonjak tanpa terkendali. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan
mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. Faktor-faktor
pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-
individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu
turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. Secara keseluruhan faktor-faktor
pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga.
c. Perjuangan untuk hidup
Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus berjuang baik secara
aktif maupun pasif. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya
Persaingan, baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies; Pemangsaan,
termasuk juga parasitisme; Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup
seperti iklim, dsb.
d. Keanekaragaman dan hereditas
Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam.
Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur, tingkah laku, maupun
aktifitas. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi, antarklas
sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. Tidak sedikit
ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi
keturunannya, artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan
karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas.
Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan perjuangan
untuk hidup tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. Dalam hal ini ada
individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. Itu pula alasannya
sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada
generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang
dihasilkan sebenarnya sangat banyak.
e. Seleksi alam
Kenyataan terdapatnya keberhasilan perjuangan untuk hidup yang tidak sama
antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang
lebih sesuai dari yang lainnya. Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil
dalam perjuangan untuk hidup. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai
peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya
pada generasi turunannya. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan
akan tersisih dari generasi ke generasi.
f. Lingkungan yang terus berubah
Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan, makhluk hidup
harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui perjuangan untuk hidup yang
tiada hentinya.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai
akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang
semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi.
2. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam
Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik
memang terjdi, dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi
alam. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin, terdapat kesan yang
cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G.G.
Simpson, Life: An Introduction to Biology, 1957); disamping itu peristiwa seleksi alam
diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar
spesies (direct combat: C.A. Villec, General Zoology, 1978) Munculnya teori seleksi
alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi.
Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan. Sejak semula teori seleksi
alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa
manusia berasal dari kera. Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang
dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya
buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi;. Dalam hal ini makna
wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang
salah. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam
Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan
ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. Sangat boleh jadi diantara kita tidak
sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin.
Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang
telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang
menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Namun demikian, sebagai suatu teori
keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup, pada
kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan
penyempurnaan. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah
melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo
Darwinisme (Supeksa, 2012).

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Charles Robert Darwin merupakan ahli di bidang biologi, geologi dan ekologi Inggris
yang menjadi seorang ilmuwan yang berhasil menemukan teori evolusi.
beliau menegaskan bahwa semua makhluk hidup berasal dari keturunan yang sama .
keturunan awal ini kemudian mengalami perubahan yang bertahap dengan tujuan
untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Perubahan yang berlangsung secara
bertahap ini memakan waktu berjuta-juta tahun.
Charles Darwin menjelaskan bahwa evolusi berasal dari peristiwa mutasi yang
kemudian mengalami seleksi alam. Fakta bahwa keturunan dari organisme dapat
mengalami perubahan genetika yang berdampak pada berubahnya sifat-sifat yang
diturunkan oleh induknya yang mampu menciptakan sifat baru












DAFTAR PUSTAKA
Andepi. 2014. Teori Charles Darwin. Online pada http:www.blogspot.com. diakses
pada hari Minggu 31 Agustus 2014 pukul 14:00 Wita. Makasar.

Fathurohman, M. N. 2014. Biorafi Charles Darwin penemu Evolusi. Online pada
http:www.biografiilmuwan.com. diakses pada hari Minggu 31 Agustus 2014
Pukul 13:40 Wita. Makasar.

Fendy, R. 2011. Evolusi Menurut Charles Darwin. Online pada
http://www.filsafatilmu.com. Diakses pada hari Minggu 31 Agustus 2014 pukul
13:30 Wita. Makasar.

Supeksa, K. 2012. Sejarah perkembangan Teori Evolusi Makhluk Hidup. Online
pada http://supeksa.wordpress.com. Diakses pada 01 September 2014 pukul
13:20 Wita. Makasar

Suwantono . 2011. Sejarah Evolusi. Online pada http:www.blospot.com. Diakses pada
31 Agustus 2014 pukul 14:20 Wita. Makasar .
Tay, S. 2013. Tentang Teori Manusia Purba. Online pada http:www.blogspot.com.
diakses pada hari Minggu 31 Agustus 2014 Pukul 13:50 Wita. Makasar.

Wikipedia. 2014. Evolusi. Online pada http:www.wikipedia.com. diakses pada hari
Minggu 31 Agustus 2014 pukul 13:00 Wita. Makasar.

Wiliam, J. 2013. Teori Evolusi Charles Darwin. Online pada
http:www.wikipedia.com. diakses pada hari Minggu 31 Agustus 2014 pukul
13:10 Wita. Makasar .