Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kolon merupakan tempat keganasan tersering dari saluran cerna. Kanker kolon merupakan
penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat baik pada pria maupun wanita.
Diperkirakan bahwa 150.000 kasus baru kanker kolon didiagnosis setiap tahunnya. Menurut laporan
W! pada bulan April "00# terdapat lebih dari $%0.000 kasus baru karsinoma kolon dan hampir 500.000
kematian dilaporkan di seluruh dunia setiap tahunnya. &nsidensnya meningkat sesuai dengan usia'
kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun. Kanker ini (arang ditemukan di bawah usia %0
tahun' kecuali pada orang dengan riwayat kolitis ulserati) atau poliposis )amilial. Di &ndonesia insidens
karsinoma kolon dan rektum (uga cukup tinggi' begitu pula angka kematiannya. &nsidens pria sebanding
dengan wanita. Sekitar *5+ ditemukan di rektosigmoid. Angka kelangsungan hidup di bawah 5 tahun
adalah %0, 50 +' terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang
asimptomatis dalam (angka waktu yang lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila mereka
menemukan perubahan pada kebiasaan de)ekasi atau perdarahan rektal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
KARSINOMA KOLON
ANATOMI
Kolon mempunyai pan(ang - 1'5 meter dan terbentang dari sekum sampai dengan rektum.
Diameter terbesarnya - .'5 cm dalam sekum' berkurang men(adi - "'5 cm dalam kolon sigmoideum dan
men(adi sedikit lebih berdilatasi dalam rektum. /agian asendens dan desendens terutama retroperitoneum'
1
sedangkan kolon sigmoideum dan trans0ersum mempunyai mesenterium' sehingga terletak di
intraperitoneum. 1apisan otot longitudinal kolon membentuk tiga buah pita yang disebut taenia koli.
2an(ang taenia lebih pendek daripada kolon itu sendiri sehingga kolon berlipat3lipat dan berbentuk seperti
kantong yang dinamakan haustra.
Secara embriologik kolon kanan berasal dari usus tengah' sedangkan kolon kiri sampai rektum
berasal dari usus belakang. Kolon dibagi men(adi kolon asendens' trans0ersum dan sigmoid. 4empat di
mana kolon membentuk kelokan ta(am yaitu pada abdomen kanan dan kiri atas berturut3turut dinamakan
)leksura hepatika dan )leksura lienalis. Kolon sigmoid mulai setinggi krista iliaka dan berbentuk suatu
lekukan berbentuk S.
Dinding kolon terdiri dari empat lapisan histologi yang (elas' yaitu tunika serosa' tunika
muskularis' tunika submukosa dan tunika mukosa. 4unika serosa membentuk apendises epiploika'
sedangkan tunika mukosa terdiri dari epitel selapis toraks dan tidak mempunyai 0ili serta banyak kriptus
tubular' dalam sepertiga bawahnya mempunyai sel goblet pensekresi mukus yang ada di keseluruhan
kolon. 2ada tunika muskularis terdapat sel ganglion pleksus mienterikus 5Auerbach6 terutama terletak
sepan(ang permukaan luar stratum sirkulasi.
2
Sekum' kolon asendens dan bagian kanan kolon trans0ersum diperdarahi oleh cabang arteri
mesenterika superior' yaitu a. ileokolika' a. kolika dekstra dan a. kolika media. Kolon trans0ersum
sebelah kiri' kolon desendens' kolon sigmoid dan sebagian besar rektum diperdarahi oleh arteri
mesenterika in)erior melalui a. kolika sinistra' a. sigmoid dan a. hemoroidalis superior. 2embuluh 0ena
kolon ber(alan paralel dengan arterinya.
Aliran darah 0ena disalurkan melalui 0ena mesenterika superior untuk kolon asendens dan kolon
trans0ersum dan melalui 0ena mesenterika in)erior untuk kolon desendens' sigmoid dan rektum.
Keduanya bermuara ke dalam 0ena porta' tetapi 0. mesenterika in)erior melalui 0. lienalis. Aliran 0ena
dari kanalis analis menu(u ke 0. ka0a in)erior. 2ada batas rektum dan anus terdapat banyak kolateral arteri
dan 0ena melalui peredaran hemoroidal antara sistem pembuluh saluran cerna dan sistem arteri dan 0ena
iliaka.
3
Aliran lim)e kolon se(alan dengan aliran darahnya' mengikuti arteria regional ke nodi lim)atisi
preaorta pada pangkal arteri mesenterika superior dan in)erior. al ini penting diketahui sehubungan
dengan penyebaran keganasan dan kepentingannya dalam reseksi keganasan kolon. Sumber aliran lim)e
terdapat pada muskularis mukosa.
Kolon dipersara)i oleh serabut simpatis yang berasal dari ner0us splanknikus dan pleksus presakralis
serta serabut parasimpatis yang berasal dari ner0us 0agus. Karena distribusi persara)an usus tengah dan
usus belakang' nyeri alih pada kedua bagian kolon kiri dan kanan berbeda. 1esi pada kolon bagian kanan
yang berasal dari usus tengah terasa mula3mula pada epigastrium atau di atas pusat. 7yeri dari lesi pada
kolon desendens atau sigmoid yang berasal dari usus belakang terasa mula3mula di hipogastrium atau di
bawah pusat.
FISIOLOGI
8ungsi usus besar ialah menyerap air' 0itamin' dan elektrolit' ekskresi mukus' serta menyimpan
)eses' dan kemudian mendorongnya keluar. Dari *0031000 ml cairan usus halus yang diterima oleh kolon'
1503"00 ml sehari dikeluarkan sebagai )eses setiap harinya. Absorbsi terutama ter(adi di kolon asendens
dan kolon trans0ersum.
/akteri dalam kolon mensintesis 0itamin K dan beberapa 0itamin /. 2embusukan oleh bakteri
dari sisa3sisa protein men(adi asam amino dan 9at39at yang lebih sederhana seperti peptida' indol' skatol'
)enol dan asam lemak. 2embentukan berbagai gas seperti 7
#
' :!
"
'
"
'
"
S dan :
%
membantu
pembentukan )latus di kolon. /eberapa substansi ini dikeluarkan dalam )eses' sedangkan 9at lainnya
diabsorbsi dan diangkut ke hati di mana 9at39at ini akan diubah men(adi senyawa yang kurang toksik dan
diekskresikan melalui urin.
;dara ditelan sewaktu makan' minum atau menelan ludah. !ksigen dan :!
"
di dalamnya diserap
di usus sedangkan sedangkan nitrogen bersama dengan gas hasil pencernaan dan peragian dikeluarkan
sebagai )latus. <umlah gas di dalam usus mencapai 500 ml sehari. 2ada in)eksi usus produksi gas
meningkat dan bila mendapat obstruksi usus gas tertimbun di (alan cerna yang menimbulkan )latulensi.
Kolon hanya memproduksi mukus dan sekresinya tidak mengandung en9im atau hormon pencernaan.
Kolon mengekskresi 9at sisa dalam bentuk )eses.
8ungsi utama dari rectum dan kanalis analis ialah untuk mengeluarkan massa )eses yang terbentuk
dan melakukan hal tersebut dengan cara yang terkontrol. Apabila )eses masuk ke dalam rektum' ter(adi
peregangan rektum sehingga menimbulkan gelombang peristaltik pada kolon desendens dan kolon
sigmoid mendorong )eses ke arah anus.
DEFINISI
Karsinoma kolon adalah pertumbuhan sel yang bersi)at ganas yang tumbuh pada kolon dan
mengin0asi (aringan sekitarnya.
FAKTOR RISIKO
Adapun beberapa )aktor yang mempengaruhi ke(adian karsinoma kolon' yaitu =
4
a. Umur
Kanker kolon sering ter(adi pada usia tua. 1ebih dari $0+ penyakit ini menimpa penderita di atas
usia %0 tahun' dengan insidensi puncak pada usia >03*0 tahun. Kanker kolon ditemukan di bawah usia %0
tahun yaitu pada orang yang memiliki riwayat kolitis ulserati) atau poliposis )amilial.
. Fakt!r Genet"k
Meskipun sebagian besar kanker kolon kemungkinan disebabkan oleh )aktor lingkungan' namun
)aktor genetik (uga berperan penting. Ada beberapa indikasi bahwa ada kecenderungan )aktor keluarga
pada ter(adinya kanker kolon. ?isiko ter(adinya kanker kolon pada keluarga pasien kanker kolon adalah
sekitar # kali dibandingkan pada populasi umum.
/anyak kelainan genetik yang dikaitkan dengan keganasan kanker kolon diantaranya sindrom
poliposis. 7amun demikian sindrom poliposis hanya terhitung 1+ dari semua kanker kolon. Selain itu
terdapat ereditary 7on32olyposis :olorectal :ancer 572::6 atau Syndroma 1ynch terhitung "3#+
dari kanker kolon.
#. Fakt!r L"ngkungan
Kanker kolom timbul melalui interaksi yang kompleks antara )aktor genetik dan )aktor
lingkungan. Se(umlah bukti menun(ukkan bahwa lingkungan berperan penting pada ke(adian kanker
kolon. ?isiko mendapat kanker kolon meningkat pada masyarakat yang bermigrasi dari wilayah dengan
insiden kanker kolon yang rendah ke wilayah dengan risiko kanker kolon yang tinggi. al ini menambah
bukti bahwa lingkungan sentrum perbedaan pola makanan berpengaruh pada karsinogenesis.
$. Fakt!r Makanan
Makanan mempunyai peranan penting pada ke(adian kanker kolon. Mengkonsumsi serat sebanyak
#0 gr@hari terbukti dapat menurunkan risiko timbulnya kanker kolon sebesar %0+ dibandingkan orang
yang hanya mengkonsumsi serat 1" gr@hari. !rang yang banyak mengkonsumsi daging merah 5daging
sapi' kambing6 atau daging olahan lebih dari 1>0 gr@hari 5" porsi atau lebih6 akan mengalami peningkatan
risiko kanker kolon sebesar #5+ dibandingkan orang yang mengkonsumsi kurang dari 1 porsi per
minggu.
Menurut beberapa penelitian' dikatakan bahwa serat makanan terutama yang terdiri dari selulosa'
hemiselulosa dan lignin sebagian besar tidak dapat dihancurkan oleh en9im3en9im dan bakteri di dalam
traktus digesti0us. Serat makanan ini akan menyerap air di dalam kolon' sehingga 0olume )eses men(adi
lebih besar dan akan merangsang syara) pada rektum' sehingga menimbulkan keinginan untuk de)ekasi.
Dengan demikian tin(a yang mengandung serat akan lebih mudah dieliminir atau dengan kata lain
transit time yaitu kurun waktu antara masuknya makanan dan dikeluarkannya sebagai sisa makanan yang
tidak dibutuhkan tubuh men(adi lebih singkat. Waktu transit yang pendek' menyebabkan kontak antara
5
9at39at iritati) dengan mukosa kolon dan rektum men(adi singkat' sehingga dapat mencegah ter(adinya
penyakit di kolon dan rektum. Di samping menyerap air' serat makanan (uga menyerap asam empedu
sehingga hanya sedikit asam empedu yang dapat merangsang mukosa kolon dan rektu' sehingga
timbulnya karsinoma kolorektum dapat dicegah.
e. P!l%&!'"' Fam"l"al
2oliposis )amilial diwariskan sebagai si)at dominan autosom. &nsiden pada populasi umum adalah
satu per 10.000. <umlah total polip ber0ariasi 100310.000 dalam setiap usus yang terserang. /entuk polip
ini biasanya mirip dengan polip adenomatosun bertangkai atau berupa polip sesil' akan tetapi multipel
tersebar pada mukosa kolon. Sebagian dari poliposis ini asimtomatik dan sebagian disertai keluhan sakit
di abdomen' diare' sekresi lendir yang meningkat dan perdarahan kecil yang mengganggu penderita. 2olip
cenderung muncul pada masa rema(a dan awal dewasa dan risiko karsinoma berkembang di pasien yang
tidak diobati adalah sekitar $0+ pada usia %0 tahun.
(. P!l"& A$en!ma
2olip adenoma sering di(umpai pada usus besar. &nsiden terbanyak pada umur sesudah dekade
ketiga' namun dapat (uga di(umpai pada semua umur dan laki3laki lebih banyak dibanding dengan
perempuan. 2olip adenomatosum lebih banyak pada kolon sigmoid 5>0+6' ukuran ber0ariasi antara 13#
cm' namun terbanyak berukuran 1 cm. 2olip terdiri dari # bagian yaitu puncak' badan dan tangkai. 2olip
dengan ukuran 1'" cm atau lebih dapat dicurigai adanya adenokarsinoma. Semakin besar diameter polip
semakin besar kecurigaan keganasan. 2erubahan dimulai dibagian puncak polip' baik pada epitel pelapis
mukosa maupun pada epitel kelen(ar' meluas ke bagian badan dan tangkai serta basis polip. ?isiko
ter(adinya kanker meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran dan (umlah polip.
g. A$en!ma )"l!'a
Adenoma 0ilosa (arang ter(adi' ber(umlah kurang dari 10+ adenoma colon. 4erbanyak di(umpai di
daerah rektosigmoid dan biasanya berupa massa papiler' soliter' tidak bertangkai dan diameter puncak
tidak (auh berbeda dengan ukuran basis polip. Adenoma 0ilosa mempunyai insiden kanker sebesar #03
*0+. Adenoma dengan diameter lebih dari " cm' risiko men(adi kanker adalah %5+. Semakin besar
diameter semakin tinggi pula insiden kanker.
*. K!l"t"' Ul'er!'a
6
2erkiraan ke(adian kumulati) dari kanker kolon yang berhubungan dengan kolitis ulserosa adalah
"'5+ pada 10 tahun' *'>+ pada #0 tahun dan 10'.+ pada 50 tahun. Kolitis ulserosa dimulai dengan
mikroabses pada kripta mukosa kolon dan beberapa abses bersatu membentuk ulkus. 2ada stadium lan(ut
timbul pseudopolip yaitu penon(olan mukosa kolon yang ada diantara ulkus. 2er(alanan penyakit yang
sudah lama' berulang3ulang dan lesi luas disertai adanya pseudopolip merupakan resiko tinggi terhadap
karsinoma. 2ada kasus demikian harus dipertimbangkan tindakan kolektomi. 4u(uannya adalah mencegah
ter(adinya karsinoma dan menghindari penyakit yang sering berulang3ulang. Karsinoma yang timbul
sebagai komplikasi kolitis ulserosa si)atnya lebih ganas' cepat tumbuh dan metastasis.
KLASIFIKASI
Dera(at keganasan karsinoma kolon berdasarkan gambaran histolik dibagi menurut klasi)ikasi
Dukes' berdasarkan dalamnya in)iltrasi karsinoma di dinding usus' yaitu =
Dukes A = dalamnya in)iltrasi terbatas pada dinding usus atau mukosa
Dukes / = menembus lapisan muskularis mukosa
Dukes : = metastasi kelen(ar lim)e
:1 = beberapa kelen(ar lim)e dekat tumor primer
:" = dalam kelen(ar lim)e (auh
Dukes D = metastasis (auh
Sta$"um kanker k!l!n
4erdapat beberapa macam klasi)ikasi staging Dukes pada kanker kolon =
Stadium 1 = Kanker ter(adi di dalam dinding kolon
Stadium " = Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon
Stadium # = Kanker telah menyebar ke kelen(ar3kelen(ar lim)a
Stadium % = Kanker telah menyebar ke organ3organ lain
7

PATOFISIOLOGI
Ada tiga kelompok utama gen yang terlibat dalam regulasi pertumbuhan sel yaitu proto3onkogen'
gen penekan tumor 5Tumor Suppresor Gene A 4SB6 dan gen gatekeeper. 2roto3onkogen menstimulasi
8
Klasi)ikasi 47M Klasi)ikasi DukeCs
Modi)ikasi
arapan idup 5+6
Stage 0 Karsinoma in situ
Stage & tidak ada penyebaran pada
lim)onodi' tidak ada metastasis'
tumor hanya terbatas pada
submukosa 541' 70' M06D tumor
menembus muscularis propria 54"'
70' M06
A $03100
Stage && tidak ada penyebaran pada
lim)onodi' tidak ada metastasis'
tumor menembus lapisan subserosa
54#' 70' M06D tumor sudah
penetrasi ke luar dinding kolon
tetapi belum metastasis ke kelen(ar
lim)e 54%' 70' M06
/ *53.5
Stage &&& 4umor in0asi ke lim)onodi regional
54E' 71' M06
: #03%0
Stage &F Metastasis (auh D G5
dan meregulasi pertumbuhan dan pembelahan sel. 4SB menghambat pertumbuhan sel atau menginduksi
apoptosis' yaitu kematian sel yang terprogram. Kelompok gen ini dikenal sebagai anti3onkogen' karena
ber)ungsi melakukan kontrol negati) 5penekanan6 pada pertumbuhan sel. Ben p5# merupakan salah satu
dari 4SB yang menyandi protein dengan berat molekul 5# kDa. Ben p5# (uga ber)ungsi mendeteksi
kerusakan D7A dan menginduksi reparasi D7A. Ben gatekeeper ber)ungsi mempertahankan integritas
genomik dengan mendeteksi kesalahan pada genom dan memperbaikinya. Mutasi pada gen3gen ini karena
berbagai )aktor membuka peluang terbentuknya kanker.
2ada keadaan normal' pertumbuhan sel akan ter(adi sesuai dengan kebutuhan melalui siklus sel
normal yang dikendalikan secara terpadu oleh )ungsi proto3onkogen' 4SB' dan gen gatekeeper secara
seimbang. <ika ter(adi ketidakseimbangan )ungsi ketiga gen ini atau salah satu tidak ber)ungsi dengan
baik karena mutasi' maka keadaan ini akan menyebabkan penyimpangan siklus sel. 2ertumbuhan sel tidak
normal pada proses terbentuknya kanker dapat ter(adi melalui tiga mekanisme' yaitu perpendekan waktu
siklus sel' sehingga akan menghasilkan lebih banyak sel dalam satuan waktu' penurunan (umlah kematian
sel akibat gangguan proses apoptosis dan masuknya kembali populasi sel yang tidak akti) berproli)erasi
ke dalam siklus proli)erasi. Babungan mutasi dari ketiga kelompok gen ini akan menyebabkan kelainan
siklus sel' yang sering ter(adi adalah mutasi gen yang berperan dalam mekanisme kontrol sehingga tidak
ber)ungsi baik' akibatnya sel akan berkembang tanpa kontrol. Akhirnya akan ter(adi pertumbuhan sel
yang tidak diperlukan' tanpa kendali dan karsinogenesis dimulai.
Karsinoma kolon sebagian besar menghasilkan adenomatus polip. /iasanya tumor ini tumbuh
tidak terdeteksi sampai ge(ala3ge(ala muncul secara berlahan dan tampak membahayakan. 2enyakit ini
menyebar dalam beberapa metode. 4umor mungkin menyebar dalam tempat tertentu pada lapisan dalam
9
di perut' mencapai serosa dan mesenterik )at. Kemudian tumor mulai melekat pada organ yang ada
disekitarnya' kemudian meluas kedalam lumen pada usus besar atau menyebar ke limpa atau pada sistem
sirkulasi. Sistem sirkulasi ini langsung masuk dari tumor utama melewati pembuluh darah pada usus
besar melalui limpa' setelah sel tumor masuk pada sistem sirkulasi' biasanya sel bergerak menu(u hati.
4empat yang kedua adalah tempat yang (auh kemudian metastase ke paru3paru. 4empat metastase yang
lain termasuk kelen(ar adrenal' gin(al' kulit' tulang dan otak.
PATOLOGI
2ada umumnya dalam per(alanan penyakit pertumbuhan adenokarsinoma usus besar sebelah
kanan dan kiri berbeda. Adenokarsinoma usus besar kanan' yaitu sekum' kolon asenden' kolon
trans0ersum sampai batas )leksura hepatika' tumor cenderung tumbuh ekso)itik atau polipoid. 2ada
permulaan' massa tumor berbentuk sesil' sama seperti tumor kolon kiri. Akan tetapi kemudian tumbuh
progresi)' bentuk polipoid yang mudah iritasi dengan simtom habit bowel seperti sakit di abdomen yang
si)atnya lama. Keluhan sakit sering berkaitan dengan makanan' minuman atau gerakan peristaltik dan
kadang3kadang disertai diare ringan. /erat badan semakin menurun dan anemia karena adanya
perdarahan kecil tersembunyi. Konstipasi (arang ter(adi mungkin karena 0olume kolon kanan lebih besar.
Suatu saat dapat dipalpasi massa tumor di rongga abdomen sebelah kanan.
Karsinoma usus besar kiri' yaitu kolon trans0ersum batas )leksura lienalis' kolon desenden'
sigmoid dan rektum tumbuh berbentuk cincin menimbulkan napkin-ring. 2ada permulaan' tumor tampak
seperti massa berbentuk sesil' kemudian tumbuh berbentuk plak melingkar yang menimbulkan obstipasi.
Kemudian bagian tengah mengalami ulserasi yang menimbulkan simtom diare' tin(a campur lendir dan
darah' konstipasi dan tenesmus mirip dengan sindrom disentri.
Secara makroskopik karsinoma kolon dapat dibagi atas % tipe' yaitu=
1. T"&e n!$ular
/entuk nodular berupa suatu massa yang keras dan menon(ol ke dalam lumen' dengan permukaan
noduler. /iasanya tidak bertangkai dan meluas ke dinding kolon. Sering (uga ter(adi ulserasi' dengan
dasar ulkus yang nekrotik dengan tepi yang meninggi' mengalami indurasi dan noduler. Di daerah
sekum' bentuk tumor ini kemungkinan tumbuh men(adi suatu massa yang besar' tumbuh men(adi
)ungoid atau tipe ense)aloid. 2ermukaan ulkus akan mengeluarkan pus dan darah.
2. T"&e K!l!"$
4ipe koloid ini tumbuhnya mengalami degenerasi mukoid.
10
3. Sk"r!u' (Schirrous)
2ada tipe ini reaksi )ibrous sangat banyak sehingga ter(adi pertumbuhan yang keras serta melingkari
dinding kolon sehingga ter(adi konstriksi kolon untuk membentuk napkin ring.
4. Pa&"lar% atau &!l"&!"$
4ipe ini merupakan pertumbuhan yang sering berasal dari papiloma simple atau adenoma.
Secara histologis' hampir semua kanker usus besar adalah adenokarsinoma yang berasal dari epitel
kolon. /entuk dan di)erensiasinya sempurna mempunyai struktur glandula dan kelen(ar3kelen(arnya
sendiri membesar' ter(adi pembengkakan sel kolumna dengan nuklei hipokromasi dengan sel yang
mengalami mitosis. 2ada bentuk yang kurang berdi)irensiasi sel3sel epitel terlihat didalam kolumna atau
massa. Desar sel bar0ariasi dan mungkin terdapat in0asi dari pembuluh darah dan pembuluh lim)e. 2ada
pertumbuhan anplastik kadang terlihat signet ring cell 5inti mendesak ke arah sel6.
MANIFESTASI KLINIK
Mula3mula ge(alanya tidak (elas' seperti berat badan menurun sebagai ge(ala umum keganasan dan
kelelahan yang tidak (elas sebabnya. Setelah berlangsung beberapa waktu barulah muncul ge(ala3ge(ala
lain yang berhubungan dengan keberadaan tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. Karsinoma
kolon dan rektum dapat menyebabkan ulserasi dan perdarahan' dapat menimbulkan obstruksi bila
membesar' atau menembus 5in0asi6 keseluruh dinding usus dan kelen(ar3kelen(ar regional. Kadang3
kadang bisa ter(adi per)orasi dan menimbulkan abses di peritonium. Keluhan dan ge(ala tergantung (uga
dari lokasi dan besarnya tumor.
Kar'"n!ma K!l!n Seela* Kanan
2enting untuk diketahui bahwa umumnya pasien dengan karsinoma pada sekum atau pada kolon asenden
biasanya memperlihatkan ge(ala nonspesi)ik seperti kekurangan 9at besi 5anemia6. Ke(adian anemia ini
biasanya meningkatkan kemungkinan ter(adinya karsinoma kolon yang belum terdeteksi' yang lebih
cenderung berada di proksimal daripada di kolon distal. /eberapa tanda ge(ala yang terlihat yaitu berat
badan yang menurun dan sakit perut pada bagian bawah yang relati) sering' tetapi (arang ter(adi
pendarahan di anus. 2ada 503>0+ pasien terdapat massa yang teraba di sisi kanan perut.
Kar'"n!ma K!l!n Seela* K"r"
<ika karsinoma terletak pada bagian distal' maka kemungkinan besar akan ada gangguan pada kebiasaan
buang air besar' serta adanya darah di )eses. /eberapa karsinoma pada kolon tra0ersum dan kolon
11
sigmoid dapat teraba melalui dinding perut. Karsinoma sebelah kiri lebih cepat menimbulkan obstruksi'
sehingga ter(adi obstipasi. 4idak (arang timbul diare paradoksikal' karena tin(a yang masih encer dipaksa
melewati daerah obstruksi partial.
Kar'"n!ma Rektum
Sering ter(adi gangguan de)ekasi' misalnya konstipasi atau diare. Sering ter(adi perdarahan yang segar
dan sering bercampur lendir' berat badan menurun. 2erlu diketahui bahwa rasa nyeri tidak biasa timbul
pada kanker rektum. Kadang3kadang menimbulkan tenesmus dan sering merupakan ge(ala utama.
Be(ala pada karsinoma kolon terbagi tiga' yaitu ge(ala lokal' ge(ala umum dan ge(ala penyebaran
5metastasis6 =
1. Be(ala 1okal
2erubahan kebiasaan /A/
2erubahan )rekuensi /A/ men(adi berkurang 5konstipasi6 atau bertambah 5diare6
Sensasi seperti belum tuntas /A/ dan perubahan diameter serta ukuran kotoran
5)eses6. Keduanya adalah ciri khas dari kanker kolorektal
2erubahan wu(ud )isik kotoran@)eses
8eses bercampur darah atau keluar darah dari lubang pembuangan saat
/A/
8eses bercampur lendir
8eses berwarna kehitaman' biasanya berhubungan dengan ter(adinya
perdarahan di saluran pencernaan bagian atas
4imbul rasa nyeri disertai mual dan muntah saat /A/' ter(adi akibat sumbatan saluran
pembuangan kotoran oleh massa tumor
Adanya ben(olan pada perut yang mungkin dirasakan oleh penderita
4imbul ge(ala3ge(ala lainnya di sekitar lokasi tumor' karena kanker dapat tumbuh mengenai
organ dan (aringan sekitar tumor tersebut' seperti kandung kemih 5timbul darah pada air seni'
timbul gelembung udara6' 0agina 5keputihan yang berbau' muncul lendir berlebihan6. Be(ala3
ge(ala ini ter(adi belakangan' menun(ukkan semakin besar tumor dan semakin luas
penyebarannya.
". Be(ala umum
/erat badan turun tanpa sebab yang (elas 5ge(ala umum pada keganasan6
ilangnya na)su makan
Anemia' pasien tampak pucat
Sering merasa lelah
Kadang3kadang mengalami sensasi seperti melayang
12
#. Be(ala penyebaran
2enyebaran ke hati' menimbulkan ge(ala =
2enderita tampak kuning
7yeri pada perut' lebih sering pada bagian kanan atas' di sekitar lokasi hati
2embesaran hati' biasa tampak pada pemeriksaan )isik
4abel = Bambaran Klinis Karsinoma Kolorektal 1an(ut
Kolon Kanan Kolon Kiri ?ektum
Aspek klinis
7yeri
De)ekasi
!bstruksi
Darah pada )eses
8eses
Dispepsia
Keadaan umum memburuk
Anemia
Kolitis
Karena penyusupan
Diare @ diare
berkala
<arang
Samar
7ormal @ diare
Sering
ampir selalu
ampir selalu
!bstruksi
Karena !bstruksi
Konstipasi
progresi)
ampir selalu
Samar atau
makroskopik
7ormal
<arang
1ambat
1ambat
2roktitis
4enesmi
4enesmi terus menerus
4idak (arang
Makroskopik
2erubahan bentuk
<arang
1ambat
1ambat
DIAGNOSIS + DIAGNOSIS BANDING
Anamne'"'
Dari anamnesis dapat menduga seseorang menderita karsinoma kolorektal' pada mereka yang
berusia lan(ut yang mempunyai keluhan )ungsi /A/ terganggu yaitu bila sulit /A/ disertai darah
berlendir atau /A/ berwarna merah segar.

Dapat (uga untuk menggali riwayat =
2erubahan kebiasaan de)ekasi seperti diare dan konstipasi
2erdarahan rektal atau occult bleeding
Kram atau nyeri perut
Kelelahan dan )atigue
?iwayat kanker kolorektal pada keluarga
?iwayat menderita polip kolorektal
Diet kurang serat
Pemer"k'aan F"'"k
13
Karsinoma kolon disebelah kanan' kadang3kadang teraba suatu massa. 4umor sigmoid sedikit
dapat diraba diperut kiri bawah. /ila tumor sudah metastase ke hati' akan teraba hati yang nodular dengan
bagian yang keras dan yang kenyal. Dapat ditemukan massa di abdomen' apabila ada ge(ala3ge(ala
obstruksi dari inspeksi dapat ditemukan dinding abdomen distensi' dumb countur' dumb stei)ung. Dari
palpasi ditemukan massa abdomen' dan hipertimpani pada perkusi abdomen' auskultasi usus bisa
ditemukan peningkatan peristaltik yang kemudian diikuti dengan burburigmi' metalik sound dan
penurunan serta menghilangnya peristaltik. /isa (uga ditemukan nyeri tekan pada seluruh dinding
abdomen apabila ter(adi per)orasi usus.
2emeriksaan Digital ?ectal HEamination 5D?H6 bisa ditemukan massa maligna 5massa berben(ol3
ben(ol dengan striktura6 di rektum dan rektosigmoid teraba keras kenyal dan lendir darah yang terdapat
pada sarung tangan.
4abel = ?ingkasan Diagnosis Karsinoma Kolorektal
Pemer"k'aan Penun,ang
3 2emeriksaan 1aboratorium
Meliputi pemeriksaan tin(a apakah ada darah secara makroskopis@mikroskopis atau ada darah
samar 5occult blood6 serta pemeriksaan :HA 5carcino embryonic antigen6. Kadar yang dianggap normal
adalah "'535 ngr@ml. Kadar :HA dapat meninggi pada tumor epitelial dan mesenkimal' em)isema paru'
sirhosis hepatis' hepatitis' perlemakan hati' pankreatitis' colitis ulserosa' penyakit crohn' tukak peptik'
serta pada orang sehat yang merokok. 2eranan penting dari :HA adalah bila diagnosis karsinoma
14
Kolon Kanan =
3 Anemia dan kelemahan
3 Darah okul di )eses
3 Dispepsia
3 2erasaan kurang enak di perut kanan bawah
3 Massa di perut kanan bawah
3 8oto rontgen perut khas
3 2enemuan kolonoskopi
Kolon Kiri =
3 2erubahan pola de)ekasi
3 Darah di )eses
3 Be(ala dan tanda obstruksi
3 8oto rontgen khas
3 2enemuan kolonoskopi
?ektum =
3 2erdarahan rektum
3 Darah di )eses
3 2erubahan pola de)ekasi
3 2asca de)ekasi perasaan tidak puas atau rasa penuh
3 2enemuan tumor pada colok dubur
3 2enemuan tumor rektosigmoid
kolorektal sudah ditegakkan dan ternyata :HA meninggi yang kemudian menurun setelah operasi maka
:HA penting untuk tindak lan(ut. Anemia dapat dibuktikan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan
hematokrit. 2emeriksaan bensidin untuk darah samar bukan pemeriksaan yang khas' tetapi memberi
petun(uk adanya perdarahan didalam saluran cerna. 2emeriksaan )ungsi hati sering memberi keterangan
yang cukup berguna. 2erlu disadari bahwa hasil laboratorium tidak memberikan gambaran yang khas
tentang kelainan tertentu di kolon atau rektum.
3 Double Contrast Barium Enema 5D:/H6
8oto kolon dilakukan dengan kontras barium yang dimasukkan melalui rektum. Dengan
memasukkan udara setelah de)ekasi bubur barium ini' akan tampak lapisan tipis bubur barium pada
mukosa kolon lebih mudah dilihat. 2emeriksaan ini disebut )oto kontras ganda' yaitu kontras negati)
udara dan kontras positi) bubur barium. 2ada )oto kolon dapat terlihat suatu )illing de)ect pada suatu
tempat atau suatu striktura. Selain itu dapat ditemukan lokasi tempat kelainan tersebut. Akan tetapi
barium enema hanya bisa mendeteksi lesi yang signi)ikan' yaitu lebih dari 1 cm. 2emeriksaan ini
memiliki spesi)isitas untuk adenoma yang besar $>+ dengan nilai prediksi negati) $.+. Metode ini
kurang e)ekti) untuk mendeteksi polips di rektosigmoid.

Bambar = 2emeriksaan kontras barium enema
15
3 Kolonoskopi
2ada kolonoskopi dipakai )iberskop lentur untuk melihat dinding kolon dari dalam lumen sampai
ileum terminalis. Dengan alat ini dapat dilihat seluruh kolon' termasuk yang tidak terlihat pada )oto
kolon. 8iberskop (uga dapat dipakai untuk biopsi setiap (aringan yang mencurigakan' e0aluasi dan
tindakan terapi misalnya polipektomi. Kolonoskopi dapat membantu mencegah kanker colon dengan
pendeteksian polip adenomatosa dan polipektomi. Kolonoskopi memberikan gambaran keseluruhan kolon
yang dapat mengidenti)ikasi dari lesi yang proksimal dan lesi distal. Kolonoskopi mempunyai sensiti)itas
terbaik pada metoda skrining yang ada saat ini. Kerugian kolonoskopi adalah biaya' resiko yang
ditingkatkan seperti pendarahan dan per)orasi' persiapan pasien yang sulit dan membutuhkan pemberian
obat sedasi.
3 Flexible Sigmoidoscopy
Flexible Sigmoidoscopy 58S6 merupakan bagian dari endoskopi yang dapat dilakukan pada rektum
dan bagian bawah dari kolon sampai (arak >0 cm 5sigmoid6 tanpa dilakukan sedasi. 2rosedur ini sekaligus
dapat melakukan biopsi. asilnya terbukti dapat mengurangi mortalitas akibat karsinoma kolorektal
hingga >0+3.0+ dan memiliki sensisti0itas yang hampir sama dengan kolonosopi >0+3*0+ untuk
mendeteksi karsinoma kolorektal. Walaupun (arang' 8S (uga mengandung resiko ter(adinya per)orasi
1@"0.000 pemeriksaan.
&ntepretasi hasil biopsi dapat menentukan apakah (aringan normal' prekarsinoma' atau (aringan
karsinoma. merican Cancer Society 5A:S6 merekomendasikan untuk dilakukan kolonoskopi apabila
ditemukan (aringan adenoma pada pemeriksaan 8S. Sedangkan hasil yang negati) pada pemeriksaan 8S'
dilakukan pemeriksaan ulang setelah 5 tahun.
16
D"agn!'"' Ban$"ng =
Kolitis ulserati0a
2olip adenomatosa
emoroid interna
8isura ani
PENATALAKSANAAN
1. 2embedahan
4indakan yang paling sering dilakukan adalah hemikolektomi kanan' kolektomi trans0ersal'
hemikolektomi kiri atau reseksi anterior dan reseksi abdominoperineal. 2embedahan sangat berhasil bila
dilakukan pada pasien yang tidak mengalami metastasis. 2emeriksaan tindak lan(ut dengan antigen
embrionik adalah penanda yang sensiti) untuk rekurensi tumor yang tidak terdeteksi. Daya tahan hidup 5
tahun adalah sekitar 50+. &ndikasi untuk hemikolektomi adalah tumor di caecum' colon ascenden! colon
trans"ersum! tetapi lesi di #leksura lienalis dan colon descenden di atasi dengan hemikolektomi kiri.
4umor di sigmoid dan rectum proksimal dapat diangkat dengan tindakan 1A? 5$ow nterior %esection6.
". ?adioterapi
?adiasi bertu(uan untuk mengurangi resiko kekambuhan dari karsinoma rektal. ?adiasi
berman)aat (uga sebagai terapi paliati)' yaitu mengurangi pertumbuhan tumor pada lokasi spesi)ik yang
merupakan hasil metastase dari karsinoma kolorektal. 4erapi ini (uga bisa untuk meningkatkan kualitas
hidup dan membantu mengontrol nyeri atau kompresi medula spinalis atau sindrom 0ena ca0a.
4erapi radiasi setelah pengangkatan tumor' bisa membantu mengendalikan pertumbuhan tumor
yang tersisa' memperlambat kekambuhan dan meningkatkan harapan hidup. 2engangkatan tumor dan
terapi radiasi e)ekti) untuk penderita kanker rektum yang disertai 13% kanker kelen(ar getah bening. 4etapi
kurang e)ekti) pada penderita kanker rektum yang memiliki lebih dari % kanker kelen(ar getah bening.
#. Kemoterapi
Kemoterapi diberikan apabila ada metastasis ke kelen(ar regional 5Dukes :6' tumor telah
menembus muskularis propria 5Dukes /6 atau tumor setelah dioperasi kemudian residi) kembali.
Kemoterapi yang biasa diberikan pada penderita kanker kolorektal adalah kemoterapi a(u0an. Sepertiga
pasien yang men(alani operasi kurati) akan mengalami rekurensi. Kemoterapi a(u0an dimaksudkan untuk
menurunkan tingkat rekurensi kanker kolorektal setelah operasi. 2asien Dukes A (arang mengalami
rekurensi sehingga tidak perlu terapi a(u0an. 2asien kanker kolorektal Dukes : yang mendapat le0amisol
dan 5 8; secara signi)ikan meningkatkan harapan hidup dan masa inter0al bebas tumor 5disease #ree
inter"al6. Kemoterapi a(u0an tidak berpengaruh pada kanker kolorektal Dukes /.
17
2enelitian di Hropa dan Amertika Serikat melaporkan bahwa respon terhadap kombinasi dari 53
)luorouracil 5538;6' leuco0orin dan irinotecan 5:24116 lebih baik bila dibandingkan dengan 53
8;@leuco0orin atau :2411 secara tunggal. 4erapi standar untuk karsinoma kolon yang telah bermetastasis
adalah :2411 dengan kombinasi 538;@1F dikenal sebagai Salt9 ?egimen. !bat ini digunakan secara
kombinasi dalam pengobatan karsinoma kolorektal. 4erapi dasar 538; diberikan secara in)use setiap hari
selama 5 hari dalam % minggu 5mayo klinik regimen6 dan diteruskan secara in)us setiap minggu untuk >
minggu dengan " minggu o)) 5 ?oswell 2ark regimen6.
KOMPLIKASI
Komplikasi ter(adi sehubungan dengan bertambahnya pertumbuhan pada lokasi tumor atau
melalui penyebaran metastase yang termasuk =
1. 2er)orasi usus besar yang disebabkan peritonitis
". 2embentukan abses
#. 2embentukan )istula pada urinari bladder atau 0agina
/iasanya tumor menyerang pembuluh darah dan sekitarnya yang menyebabkan pendarahan.
4umor tumbuh kedalam usus besar dan secara berangsur3angsur membantu usus besar dan pada akirnya
tidak bisa sama sekali. 2erluasan tumor melebihi perut dan mungkin menekan pada organ yang berada
disekitanya 5uterus' kandung kemih dan ureter6 dan penyebab ge(ala3ge(ala tersebut tertutupi oleh kanker.
PROGNOSIS
1ebih dari $0+ pasien dengan keganasan kolorektal yang dilakukan operasi reseksi secara kurati)
atau paliati) angka kematiannya sekitar #3>+. 2ersentase (angka hidup 5 tahun sesudah reseksi tergantung
dari stadium lesi.
DukeCs A 5terbatas pada dinding usus6 = $03100 +
DukeCs / 5melalui seluruh dinding6 = *53.5 +
DukeCs : 5kelen(ar getah bening positi)6 = #03%0 +
DukeCs D 5metastasis ke tempat yang (auh atau penyebaran lokal tidak dapat direseksi lagi6 = G5
+
&nsiden atau ke(adian kekambuhan lokal dapat dikurangi (ika saat operasi dilakukan tindakan pencegahan
semaksimal mungkin untuk menghindari implantasi dari sel3sel ganas. Sekitar 5 + pasien dengan kanker
kolorektal penyakitnya akan berkembang ke arah keganasan. Diperlukan tindakan lan(ut 5)ollow up6 yang
lama agar dapat mengetahui apakah kanker itu rekuren dan metakromatik. Dilakukan sigmoidoskopi'
pemeriksaan )eses untuk mengetahui adanya darah' barium enema' kolonoskopi )iber optik dan
serangkaian nilai :HA sebagai marker untuk deteksi dari kekambuhan tumor. /ila kadar :HA tetap
normal sesudah dilakukan reseksi kurati)' maka peningkatan dikemudian hari dengan sendirinya
merupakan bukti kemungkinan adanya rekurensi.
18
PEN-EGAHAN
2encegahan 2rimer
2encegahan primer ialah usaha untuk mencegah timbulnya kanker dengan menghilangkan dan
atau melindungi tubuh dari kontak dengan karsinogen dan )aktor3)aktor lain yang dapat
menimbulkan kanker. /eberapa cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan primer kanker
kolorektal yaitu =
a. Menghentikan atau mengubah kebiasaan hidup yang memperbesar risiko ter(adinya kanker
kolorektal seperti menghindari makan makanan yang tinggi lemak' khususnya lemak hewan dan
rendah kalsium' )olat' mengkonsumsi makanan berserat dengan (umlah cukup dan mengurangi
konsumsi daging merah. Kebalikan dengan daging merah@daging olahan' konsumsi ikan dapat
menurunkan risiko. ;ntuk mengurangi konsumsi daging merah' para ahli mengan(urkan
mengkonsumsi daging unggas seperti ayam' bebek serta ikan.
b. Mengubah kebiasaan mengkonsumsi alkohol karena selain merusak hepar' konsumsi minuman
beralkohol (uga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
2encegahan Sekunder
2encegahan sekunder dapat dilakukan dengan skrining. Strategi skrining pada orang yang tidak
memperlihatkan ge(ala dian(urkan yaitu laki3laki dan perempuan berusia lebih dari %0 tahun harus
men(alani pemeriksaan rektal digital 5rectal toucher6 setiap tahun dan orang yang berusia di atas
50 tahun harus men(alani pemeriksaan darah samar )eses setiap tahun dan pemeriksaan
sigmoidoskopi setiap # hingga 5 tahun setelah " kali pemeriksaan awal yang ber(eda setahun.
!rang yang beresiko tinggi karena memiliki riwayat keluarga terkena kanker kolorektal harus
dipantau ketat dengan melakukan skrining teratur.
19
DAFTAR PUSTAKA
?. S(amsuhidayat' Wim de (ong. "00%. Buku &ar 'lmu Bedah' ed ". HB:. <akarta.
Scanlon' Falerie.' "00*. /uku A(ar Anatomi dan 8isiologi Hdisi #. 2enerbit /uku Kedokteran HB:.
<akarta
Sherwood' 1auralee.' "001. 8isiologi Manusia dari Sel ke Sistem Hdisi &&. 2enerbit /uku Kedokteran
HB:. <akarta.
Sudoyo W.Aru dkk."00>.Bukur &ar (enyakit Dalam' <ilid 1.Departemen &lmu 2enyakit Dalam 8K;&.
<akarta
4ambayong'(an.' "001. Anatomi dan 8isiologi untuk Keperawatan. 2enerbit buku kedokteran. <akarta.
2rice' Syl0ia Anderson. "005. (ato#isiologi) *onsep *linis (roses-proses (enyakit +ilid ''. HB: = <akarta.
?obbins' S.1.' M.D. dan Kumar' F.' M.D. 1$$5. 4raktus Bastrointestinal dalam Buku &ar (atologi '''
ed. %. HB:= <akarta.
4(okronegoro' Ar(atmo dan endra ;tama. "00%. Buku &ar 'lmu (enyakit Dalam. Baya /aru= <akarta.
20