Anda di halaman 1dari 4

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

Uji laju endap darah (LED) merupakan suatu cara menentukan kecepatan
eritrosit untuk mengendap dalam waktu tertentu. LED dapat ditentukan dengan
melihat jarak antara batas atas plasma darah hingga batas atas kolom eritrosit
dalam tabung vertikal yang digunakan untuk melakukan uji LED. ecepatan
pengendapan darah ditentukan oleh beberapa !aktor" antara lain kemampuan
eritrosit untuk membentuk rouleau# (eritrosit yang saling menempel akibat gaya
kohesi)" kadar !ibrinogen" rasio eritrosit dengan plasma darah" konsentrasi
globulin" kolesterol serum" anemia" luas permukaan eritrosit" kehamilan" serta
viskositas darah ($acher" %&&').
LED dapat meningkat dalam keadaan in!eksi. (ilai LED normal sangat
tergantung pada usia melalui rumus sebagai berikut.
Proses LED dapat dibagi dalam ) tingkatan yaitu* tahap pembentukan
rouleau#" tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Pertama ialah tingkatan
penggumpalan yang menggambarkan periode eritrosit membentuk gulungan
(rouleaux) dan sedikit sedimentasi. edua ialah tingkatan pengendapan cepat"
yaitu eritrosit mengendap secara tetap dan lebih cepat. etiga ialah tingkatan
pemadatan" pengendapan gumpalan eritrosit mulai melambat karena terjadi
pemadatan eritrosit yang mengendap. (ilai rujukan LED pada metode
westergreen untuk laki+laki &,-. mm/jam dan perempuan &,%& mm/ jam. 0leh
karena itu dilihat dari nilai rujukan maka darah sample dapat dikatakan normal
(Davey" %&&.).
1aktor yg mempengaruhi LED *
a. 1aktor $el Darah 2erah *
-) 3glutinasi eritrosit 4 pembentukan rouleau# * $emakin besar masa
eritrosit" maka semakin mudah terbentuk roeleu#" sehingga darah
semakin cepat mengendap.
%) 5entuk Eritrosit * 5entuk s!eris dan bulan sabit mempersulit
pembentukan rouleau# sehingga pengendapan terjadi lebih lambat
dan menurunkan nilai laju endap darah.
)) Ukuran eritrosit * Eritrosit yang berukuran makrosit memiliki nilai
laju endap darah yang lebih tinggi.
') 6umlah eritrosit * 6umlah eritrosit yang rendah mempercepat
pengendapan sel" sehingga nilai laju endap darah meningkat.
b. 1aktor komposisi plasma *
-) Laju endap darah akan meningkat jika terjadi peningkatan
makromolekul plasma" peningkatan perbandingan globulin terhadap
albumin" atau peningkatan kadar !ibrinogen.
%) Laju endap darah akan menurun jika terjadi peningkatan viskositas
plasma.
c. 1aktor teknis *
-) Laju endap darah akan meningkat jika tabung miring atau tabung
terlalu panjang.
%) Laju endap darah akan menurun jika diameter tabung lebih kecil"
tidak segera memeriksa darah" atau pemberiananti koagulan
berlebihan.
Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)
Prinsip:
Darah yang diberi antikoagulan akan mengendap dalam tabung tegak lurus"
sedangkan plasma akan bergerak ke atas.
Alat :
7abung 8estergreen.
9ak 8estergreen.
Reagensia:
Larutan (atrium $itrat )": ;.
Bahan :
Darah ED73.
Cara Kerja :
HASIL dan PEMBAHASAN
Hasil* .& mm/)&menit (tidak bisa diintepretasikan)
Pembahasan: Dari pemeriksaan Laju Endap Darah" didapatkan hasil .& mm/)&menit.
5erdasarkan hasil tersebut" dapat disimpulkan bahwa LED yang dianalisis adalah
tidak bisa diintepretasikan. Laju endap darah atau laju sedimentasi eritrosit adalah
kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku" dengan satuan
mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesi!ik. LED dijumpai meningkat selama
proses in!lamasi akut" in!eksi akut dan kronis" kerusakan jaringan (nekrosis)" penyakit
kolagen" rheumatoid" malignansi" dan kondisi stress !isiologis (misalnya kehamilan).
(ilai rujukan LED tidak spesi!ik karena dipengaruhi oleh !aktor !isiologis yang
menyebabkan hasil tidak akurat. <asil normal bagi pria adalah & + -. mm/jam"
sedangkan wanita adalah & + %& mm/jam.
APLIKASI KLINIS
Multiple mel!ma "MM#
2ultiple myeloma (22) adalah suatu maligna yang merupakan bagian dari
spektrum penyakit monoclonal gammopathy of unknown significance (2=U$) hingga
leukemia sel plasma. 22 ditandai dengan proli!erasi sel plasma yang mengalami
maligna dan kelebihan paraprotein monoklonal. Proli!erasi sel plasma dalam 22
dapat mengganggu hematopoiesis sehingga berujung kepada leukopenia" anemia" dan
trombositopenia. omplikasi cukup serius dari 22 antara lain nyeri tulang"
hiperkalsemi" gagal ginjal" dan kompresi medulla spinalis. Untuk memastikan apakah
terjadi gangguan hematologi" dapat dilakukan uji darah lengkap. <asil yang dapat
ditemukan antara lain pansitopenia" koagulasi abnormal" dan peningkatan laju endap
darah ($eiter" %&-%).
Hem!$ilia A
<emo!ilia 3 merupakan penyakit sulitnya terjadi pembekuan (koagulasi)
darah. <emo!ilia 3 terjadi karena adanya kekurangan pada !aktor pembekuan >??.
<emo!ilia 3 bersi!at herediter dan berhubungan dengan gen resesi! @ yang berasal
dari ibu (5etA" %&&B).
<emo!ilia 3 disebut juga dengan hemo!ilia klasik. Umumnya" hemo!ilia 3
ditemukan pada anak laki+laki yang mendapat gen de!ekti! pada kromosom @ dari
sang ibu. arena adanya kekurangan !aktor pembekuan >?? pada hemo!ilia 3" maka
perdarahan hebat dapat terjadi hanya karena luka kecil atau robekan mikrovaskuler.
Perdarahan tersebut umumnya terjadi pada persendian" menimbulkan nyeri" dan
disabilitas (Corwin" %&&B). Penatalaksanaan hemo!ilia 3 dapat dilakukan dengan
pemberian !aktor pembekuan >?? sebagai pro!ilaktik sebanyak %+) kali selama
seminggu. <al tersebut dilakukan agar kadar !aktor pembekuan darah dapat
dipertahankan (5etA" %&&B).