Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKKUM BIOLOGI

PENGAMATAN PLASMOLISIS SEL


EPIDERMIS DAUN Rhoeo discolor




Disusun Oleh :
MUHAMMAD NUGROHO FIHIFDHILLAH (20)
XI MIA 2





SMAN NEGERI 33
JL.Kamal Raya No.54 Cengkareng Jakarta Barat
Telp. (021) 6191043 Fax.(021) 54396833

i


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah laporan metode ilmiah yang
berjudul Plasmolisis sel epidermis daun Rhoeo discolor
Dalam menulis karya ilmiah ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala
kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada guru sebagai pembimbing, orang tua dan semua orang yang
terlibat yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga karya ilmiah ini dapat
terselesaikan.
Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan karya ilmiah ini terdapat
hal hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima
masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan
karya ilmiah ini. Semoga apa yang di harapkan penulis dapat di capai dengan sempurna. Amin.


Jakarta, 14 September 2014



Penulis


ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................................................................... ii
Bab I Pendahuluan ..................................................................................................................... 1
Latar Belakang Masalah ............................................................................................................ 1
Rumusan Masalah ...................................................................................................................... 1
Tujuan ........................................................................................................................................ 1
Bab II Metodologi Penelitian ..................................................................................................... 2
Bab III Kesimpulan .................................................................................................................... 4

1

Bab I
Pendahuluan

A.Latar Belakang
Yang melatarbelakangi saya untuk melakukan percobaan ini adalah menyelidiki
penyebab pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume
sitoplasma mengecil. Akibatnya, membran plasma terlepas dari dinding sel. Peristiwa
lepasnya membrane plasma dari dinding sel disebut plasmolisis. Di samping itu, praktikum
ini juga dapat diketahui perbandingan presentase garam yang berpengaruh pada lisisnya
membran plasma.


B. Rumusan Masalah

1. Mengapa epidermis bawah daun adam hawa (Rhoeo discolor) berubah warna setelah
ditetesi air garam?
2. Apakah pengaruh air garam terhadap proses pemudaran/penghilangan warna ungu
pada sel daun Rhoeo discolor?
3. Peristiwa apakah yang terjadi pada epidermis bawah daun Rhoeo discolor?

C. Tujuan

1. Untuk mengamati mekanisme plasmolisis pada sel daun Rhoeo discolor.
2. Untuk mengetahui pengaruh air garam pada Rhoeo discolor.
3. Untuk mengetahui bentuk dan bagian- bagian dari sel epidermis Rhoeo discolor.

D. Dasar Teori

Plasmolisis adalah peristiwa terlepasnya membran sel pada sel tumbuhan akibat sel
berada pada lingkungan yang bersifat hipertonis. Plasmolisis juga merupakan peritiwa
lepasnya plasmalemma atau membrane plasma dari dinding sel karena dehidrasi (sel
kehilangan air). Kondisi sel yang hipotonis terhadap lingkungan mengakibatkan terjadinya
peristiwa osmosis dari sel ke lingkungan. Akibatnya kadar air di dalam sel menurun drastis
dan membran sel terlepas dari dinding sel.Plasmolisis biasanya terjadi pada kondisi yang
ekstrim, dan jarang terjadi di alam. Plasmolisis adalah suatu proses yang secara riil bisa
menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar
masuk suatu zat, artinya suatu zat atau materi bisa keluar dari sel, dan bisa masuk melalui
membrannya. Dalam sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam, ternyata dalam
lingkungan berubah menjadi dinamis, jika memerlukan materi dari luar maka ia harus
mengambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan
tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan
yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis (seimbang).
Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel
dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar, jika terjadi demikian maka terjadilah
lisis (plasmolisis) yang membawa sel itu mati. Tapi ketika tanaman tersebut plasmolisis

2

belum parah dan lingkungan sel segera berubah menjadi hipotonik terhadap cairan sel
sehingga terjadi endoosmosis, yang akhirnya sel mengalami deplasmolisis. Dan jika
Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan
menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana
protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan
membran. Akhirnya runtuhnya seluruh dinding sel dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di
dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air
secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik.



3

Bab II
Metodologi Penelitian

A. Alat dan Bahan

1. Mikroskop
2. Kaca penutup
3. Kaca preparat
4. Pipet tetes
5. Gelas kimia
6. Pengaduk
7. Tissue
8. Daun adam hawa (Rhoeo discolor)
9. Air garam 10%
10. Air

B. Cara Kerja

1. Buatlah preparat epidermis daun adam hawa dengan cara menyobek bagian
bawah daun adam hawa tersebut hingga diperoleh bagian berwarna ungu
transparan.
2. Letakkan preparat diatas kaca preparat yang telah ditetesi air, lalu tutup
dengan kaca penutup.
3. Amatilah preparat tersebut menggunakan mikroskop dengan perbesaran
10x10.
4. Fotolah objek.
5. Sambil terus diamati, tetesi salah satu tepi kaca penutup dengan air garam
secara bersamaan.
6. Amatilah apa yang terjadi, dan fotolah objek setelah ditetesi air garam
tersebut.


4

Bab III
Kesimpulan

A. Hasil Pengamatan

No. Gambar + Keterangan No. Gambar + Keterangan
1.

2.

Gambar diatas merupakan daun
Rhoeo discolor sebelum
ditambahkan larutan garam 10%
Gambar diatas merupakan daun
Rhoeo discolor sesudah
ditambahkan larutan garam 10%


B. Pembahasan
Dari hasil percobaan daun Rhoeo discolor yang ditetesi air sebagai
kontrol berwarna ungu. Ketika ditambahkan air kondisi preparat itu seperti gambar
hasil pengamatan no 1 dimana warna terlihat jelas karena tidak ada perubahan
konsentrasi . Dari hasil percobaan daun Rhoeo discolor dengan menambahkan larutan
sukrosa pekat. Disana terjadi perubahan kosentrasi yang menyebabkan warna pada sel
daun Rhoeo discolor memudar karena dinding sel telah mengalami plasmolisis sel
secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke
larutan yang pekat melalui membran semi permeable, Sel tersebut kehilangan air lebih
banyak yang akan menyebabkan terjadinya plasmolisis.









5

C. Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1. Plasmolisis terjadi bila sel daun Rhoeo discolor yang dipakai dalam praktikum ini
ditambahkan suatu zat yang berkonsentrasi berbeda yang dipakai ialah larutan sukrosa
pekat .
2. Larutan sukrosa pekat yang diteteskan pada sel daun Rhoeo discolor memiliki
tujuan untuk memgetahui adanya proses plasmolisis pada tumbuhan.
3. Larutan sukrosa pekat bersifat hipertonis karena larutan ini mampu membuat sel
daun dan pigmen warna ungu pada sel tertarik keluar dan pigmen warna ungu
memudar sebagian atau seluruhnya.