Anda di halaman 1dari 15

LEMBAR HASIL KERJA

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

Judul Praktikum : Pengenalan Alat Laboratorium dan Alat Sterilisasi
Nama / NIM Mhsw : Rizki Wahyudi / 08121004020 Kelompok : IV
Asisten : Ira Ertiana Tanggal : 3 Oktober 2013

I. TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan praktikum ini adalah :
1. Mengetahui bagian-bagian pada mikroskop sederhana
2. Mengetahui primsip kerja mikroskop
3. Dapat menggunakan mikroskop dengan benar


II. LANDASAN TEORI

Seperti yang diketahui, sebuah praktikum itu tentunya harus dapat menggunakan alat-
alat laboratorium dengan benar guna mendukung jalannya kegiatan praktikum tersebut.
Tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung meggunakan alat tersebut tanpa
mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk itu. Sebab, alat-alat tersebut
memiliki prosedur-prosedur dalam penggunaannya. Maka dari itu, pengenalan alat-alat
laboratorium dianggap penting agar sebuah praktikum dapat berjalan lancar
(Dewi 2013 : 1).
Berbicara tentang alat dan bahan laboratorium akan selalu menjadi buah bibir yang
hangat bagi mahasiswa terutama jurusan MIPA. Berbicara tentang alat-alat laboratorium
secara ilmiah tidaklah mudah, karena harus membuka bermacam referensi. Bahkan tidak
menutup kemungkinan sangat sulit menemukan referensi yang diperlukan. Laboratorium
adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum. Metode ini dapat menghasilkan
pengalaman yang diharapkan praktikan mampu berinteraksi dengan alat serta bahan lain di
laboratorium tersebut (Fikri 2013 : 1).
Fungsi laboratorium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai metode
pengamatan dan metode percobaan, sebagai sarana pendidikan atau wadah dalam proses
belajar mengajar. Melalui kegiatan laboratorium dapat dipelajari fakta, gejala, merumuskan
prinsip konsep dan sebagainya. Tujuan kegiatan praktikum selain untuk memperoleh
kemampuan dan pengetahuan yang bersifat kognitif juga bertujuan untuk memperoleh
keterampilan atau kinerja, dapat menetapkan pengetahuan yang bersifat kognitif pada
situasi yang baru atau lain serta memperoleh sikap ilmiah tes di laboratorium juga butuh
evaluasi (Dewi 2013 : 1).
Pengamatan dilakukan untuk mengetahui kinerja siswa pada saat melakukan
praktikum, misalnya kemampuan untuk memilih alat yang sesuai, merangkai alat,
menggunakan alat dan sikap pada saat melakukan praktikum. Hal ini menunjukkan bahwa
suatu penilaian tidak hanya dilakukan dengan melihat hasil akhir seperti laporan, tetapi juga
proses (Fikri 2013 : 2).
Salah satu alat yang umum digunakan di laboratorium adalah mikroskop. Mikroskop
berasal dari bahasa Yunani yaitu micros = kecil dan scopein = melihat. Mikroskop adalah
sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata. Mikroskop
memiliki perbesaran beraneka ragaam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
pengamatan (Dewi 2013 : 4).
Selain itu ada juga erlenmeyer yang berfungsi sebagai tempat membuat larutan.
Erlenmeyer terbuat dari kaca dan biasanya tahan terhadap panas. Untuk destilasi larutan
digunakan labu destilasi. Pada bagian atas labu terdapat karet penutup dengan sebuah
lubang sebagai tempat termometer. Kemudian ada gelas beker, corong, buret, gelas ukur,
tabung reaksi dan masih banyak lagi alat-alat di dalam laboratorium (Fikri 2013 : 10).
Mikroskop merupakan instrumen yang paling banyak digunakan dan juga paling
bermanfaat di laboratorium mikroskop. Mikroskop adalah alat yang menggunakan lensa
untuk mendapatkan gambar yang diperbesar. Dengan demikian, dapat memperoleh rincian
yang sekecil-kecilnya dan objek yang terlalu kecil adapt dilihat oleh mata telanjang
(Dewi 2013 : 7).
Mikroskop berasal darti bahasa Yunani micros yang berarti kecil dan spopein
yang berarti melihat. Jadi mikroskop merupakan sebuah alat untuk melihat objek yang
terlalu kecil, untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan
menggunakan alat ini disebut mikroskopi dan kata mikroskopi sangat kecil dan tidak
mudah dilihat dengan mata. Salah satu penemuan sejarah mikrobiologi adalah Antony Van
Leeuwenhock (1632-1723). Pada tahun 1675 Antony membuat mikroskop dengan
menumpuk lebih banyak lensa sehingga ia dapat mengamati mikroorganisme yang terdapat
pada air hujan yang menggenang. Ia menyebut benda-benda yang bergerak tersebut dengan
animalcule (Dewi 2013: 4).
Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu mikroskop
cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya dapat dibedakan lagi menjadi dua jenis,
yaitu mi-kroskop monokuler dan mikroskop binokuler. Mikroskop pada prinsipnya terdiri
dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) sehingga dapat
melihat bagian objek yang amati. Lensa okuler dekat dengan benda yang akan diamati.
Mikroskop merupakan instrumen yang paling banyak digunakan dan juga paling
bermanfaat di laboratorium mikroskop (Campbell 2002: 3).
Bagian pada mikroskop cahaya yaitu lensa okuler, lensa objektif, pengatur fokus
secara kasar, pengatur fokus secara halus, papan letak objektif, sumber cahaya, kondensor
cahaya, penjepit sampel. Mikroskop mempunyai kaki yang berfungsi untuk menyangga
atau menopang mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap. Mikroskop cahaya memiliki
tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan
lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Mikroskop cahaya mempunyai
perbesaran maksimum 1000 kali (Fikri 2013: 3).
Sterilisasi merupakan istilah mutlak yang artinya mematikan semua bentuk
kehidupan pada suatu daerah. Istilah sterilisasi mempunyai arti yang pasti bagi
mikrobiologiwan. Tidak ada benda yang hampir steril. Prosedur sterilisasi cukup
beranekaragam tergantung pada faktor seperti macam bahan yang dibuat dan suasana
peristiwa pemakainnya. Perkembangan baru seperti pemakaian tabung poletilen secara
sterilisasi. Sterilisasi merupakan istilah mutlak yang artinya mematikan semua bentuk
kehidupan pada suatu daerah. Istilah sterilisasi mempunyai arti yang pasti bagi
mikrobiologiwan pada faktor seperti macam bahan yang dibuat dan suasana peristiwa
pemakainnya. Bagian pada mikroskop cahaya yaitu lensa okuler, lensa objektif, pengatur
fokus secara kasar, pengatur fokus secara halus, papan letak objektif, sumber cahaya.
(Dewi 2013: 1).
III. HASIL PENGAMATAN

1. Alat Laboratorium
No. Nama Alat Fungsi
1 Erlenmeyer Sebagai tempat membuat larutan
2 Tabung reaksi Sebagai tempat membiakkan bakteri
3 Gelas Ukur Mengukur volume larutan
4 Cawan petri Tempat meletakkan biakkan bakteri
5 Pipet tetes Meneteskan cairan
6 Gelas beker Mengukur volume larutan
7 Jarum ose Memindahkan biakkan bakteri
8 Jarum Inokulasi Memindahkan biakkan bakteri
9 Kaca Objek Tempat meneteskan biakkan bakteri
10 Kaca Penutup Menutup biakkan cair diatas kaca objek
11 Rak tabung reaksi Tempat meletakkan tabung reaksi
12 Pipet Serologi Meneteskan larutan sesuai volume
13 Sudip Mengambil zat berfase padat
14 Pinset Mengambil objek yang kecil
15 Cawan porselen Tempat meletakkan biakkan
16 Botol aquades Tempat menaruh aquades
17 Kaca objek cekung Tempat meneteskan biakkan bakteri
18 Corong Memisahkan zat cair dan zat padat
19 Kaki tiga Menyangga wadah saat dipanaskan
20 Digalski Meratakan biakkan bakteri
















2. Alat Sterilisasi
No
1 Bunsen Sterilisasi alat yang berukuran kecil
2 Oven Sterilisasi alat yang tahan panas
3 Inkubator Tempat menginkubasi mikroba
4 Autoklaf Sterilisasi dengan uap panas dan tekanan
5 Alkohol Sterilisasi dengan zat kimia

















IV. PEMBAHASAN

Pada praktikum pengenalan alat laboratorium dan pengenalan alat sterilisasi ini,
praktikan mengamati alat-alat labolatorium yang dipakai di labolatorium mikrobiologi.
Fungsi alat laboratorium berbeda-beda. Menurut Fikri (2013: 3) bahwa tabung reaksi untuk
mensterilkan larutan, corong pisah untuk menyaring bahan yang berupa cairan, gelas ukur
berfungsi untuk mengukur banyaknya sampel yang akan digunakan. Jarum tusuk untuk
menusuk agar miring, cawan petri untuk membiakkan mikroba. Driggelsky untuk
menghomogenkan, labu erlenmeyer berfungsi untuk sebagai tempat larutan kimia, pipet
sirologi untuk mengambil larutan dengan volume sedikit.
Di dalam laboratorium terdapat berbagai alat-alat laboratorium yang sering
digunakan untuk praktikum. Menurut Dewi (2013: 2) alat-alat tersebut terdiri atas
mikroskop, tabung reaksi, gelas ukur, kaca objek cekung, corong pisah, cawan petri,
driggelsky, labu erlenmeyer dan lain-lainnya. Sedangkan pada alat sterilisasi berupa api
bunsen, autoclave, hot plate, inkubator , oven dan lain-lain. Pada praktikum mikrobiologi
selalu menggunakan mkroskop untuk mengamati mikroorganisme. Mikroskop merupakan
alat yang digunakan untuk melihat atau mengenal benda-benda renik yang terlihat kecil
menjadi lebih besar dari aslinya. Adapun juga fungsi kaca objek biasa dan kaca objek
cekung ialah untuk tempat meletakkan preparat yang akan diamati dan kaca penutup yang
berfungsi untuk menutup kaca objek biasa dan kaca objek cekung yang berisi preparat.
Pada percobaan kali ini dilakukan sterilisasi alat-alat yang berada di laboratorium
mikrobiologi. Alat-alat yang disterilisasi yaitu tabung reaksi, cawan petri dan pipet sirologi
menggunakan autoclave. Menurut Fikri (2013: 7), autoclave adalah alat untuk mensterilkan
berbagai macam alat dan media yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air
panas bertekanan karena prinsipnya mikroba akan lebih mudah berkoagulasi dalam kondisi
basah. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu
121
o
C (250 Fahrenheit). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15
pon tiap inchi (15 Psi = 15pounds per square inch).
Alat sterilisasi yang lain adalah inkubator. Menurut Dewi (2013 : 5), inkubator
adalah alat yang digunakan untuk tumbuh dan memelihara budaya mikrobiologi atau kultur
sel. Inkubator mempertahankan suhu optimal, kelembaban dan kondisi lain seperti karbon
dioksida (CO
2
) dan kandungan oksigen dari atmosfer di dalam. Inkubator sangat penting
untuk banyak pekerjaan eksperimental dalam biologi sel, mikrobiologi dan biologi
molekuler dan digunakan untuk kultur bakteri baik serta sel eukariotik.
Oven juga digunakan dalam mensterilisasi alat. Menurut (Fikri 2013: 6),
penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari
beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol power adalah tombol yang
digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk
menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan
kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu.
Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan.
Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mengatur
suhu yang diinginkan, dapat pula untuk mengatur waktu.
Inkubator adalah alat yang untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu
yang terkontrol umumnya diatas suhu ambient serta dilengkapi dengan pengatur suhu dan
pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan perubahan suhunya
saat suhu inkubator dibuka. Menurut Dewi (2013: 2) perlu ditimbangkan lagi pula
keseragaman suhu yang ada didalam dengan memperhatikan pula penempatan elemen
pemanasan atau terdapat kipas penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa
modal dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara sekilas bertujuan supaya tidak
terjadinya penurunan suhu. Inkubator adalah alat yang untuk menginkubasi atau memeram
mikroba pada suhu yang terkontrol umumnya diatas suhu ambient serta dilengkapi dengan
pengatur suhu dan pengatur waktu.
Beberapa tehnik sterilisasi yang umum digunakan anatara lain sterilisasi dengan
menggunakan metode fisik yang terdiri atas sterilisasi dengan panas, filtrasi dan
penyinaran. Sterilisasi dengan panas dapat digunakan panas kering maupun basah.
Sterilisasi panas kering biasanya dilakukan untuk sterilisasi alat atau bahan yang tahan
panas. Menurut Fikri (2013: 2). Pada filtrasi digunakan untuk bahanbahan tertentu yang
tidak tahan panas seperti vitamin sedangkan untuk penyinaran sejumlah sinar dengan
gelombang pendek maupun merusak struktur jaringan mikroorganisme dikenai sinar ini
akan mati. Seperti sinar UV, gamma dan katoda.

V. KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan
sebagai berikut:
1. Alat laboratorium perlu disterilisasi agar bebas dari mikroba.
2. Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan elektron.
3. Bagian mikroskop terdiri dari bagian optik dan mekanik.
4. Alat sterilisasi yang ada di laboratorium berupa oven, autoklaf dan inkubator.
5. Alat ukur yang ada di laboratorium berupa gelas ukur dan gelas beker.






















DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2013. Biologi. Erlangga : Jakarta. 486 halaman
Dewi, N. 2013. Alat-alat Laboratorium. Universitas Indonesia : Jakarta
Fikri, H. 2013. Alat-alat Laboratorium. LIPI : Jakarta