Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

FISIKA EKSPERIMEN
BIDANG: GEOFISIKA

JUDUL EKSPERIMEN
PEMETAAN RESISTIVITAS DENGAN METODE GEOLISTRIK
FLASHRES 64 61-CHANNEL DI KAWASAN FMIPA-UM

Oleh
1. Selviana Arifika 100322405246
2. Didit Dwi F. 100322405248
3. Widyaningsih 100322405251
4. Laili Noor O. 100322405257
5. Lia Putri Trisnawati 100322405266
6. Agus Hari W. 100322405276
7. Rizmeia Nur A. 100322405278
8. Astrini Dewi K. 100322400965
9. Rochmatul A. 100322400948
10. Fitri Kusmawati 100322400959
11. Maria Ulfa 100322400953
12. I Gde Kadek R. 100322405244
13. Muhammad Ribut 309322417559
Kelompok : 1
Hari/Tanggal : Jumat, 15 Maret 2013
Pembimbing : Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom.

PROGRAM STUDI FISIKA
JURUSAN FISIKA FMIPA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2013
PEMETAAN RESISTIVITAS DENGAN METODE GEOLISTRIK
FLASHRES 64 61-CHANNEL DI KAWASAN FMIPA-UM

I. TUJUAN PENELITIAN
A. Mengetahui prinsip dasar metode geolistrik resistivitas
B. Mempelajari pemetaan resistivitas tanah dengan menggunakan metode
geolostrik FlashRES
C. Menentukan nilai resistivitas permukaan
D. Mengetahui faktor yang mempengaruhi perbedaan nilai resistivitas tanah
E. Membandingkan hasil interpretasi data eksperimen dengan referensi

II. DASAR TEORI
Geolistrik merupakan salah satu metode ilmu geofisika yang mempelajari
atau mengamati fenomena kelistrikan bumi. Dalam survey geolistrik, ada tiga
metode yang dapat digunakan yaitu metode resistivitas, metode induksi
polarisasi, dan metode self potential. Ketiga metode ini sama-sama
memanfaatkan fenomena kelistrikan bumi yang berupa arus, potensial, dan
resistansi.
Geolistrik resistivitas adalah salah satu metode dalam geofisika dengan
anggapan dasar bahwa bumi tersusun berlapis horizontal dan bersifat homogeny
isotropic dalam setiap lapisannya. Metode ini memanfaatkan salah satu
fenomena alam yaitu hambatan jenis bumi.
Tujuan utama dari metode ini adalah untuk mengetahui keadaan geologi
bawah permukaan dengan mengukur tahanan jenis batuan. Perbedaan tahanan
jenis berbagai batuan mewakili perbedaan karakteristik tiap lapisan batuan
tersebut. Besarnya tahanan jenis diukur dengan mengalirkan arus listrik dan
memperlakukan lapisan batuan sebagai media penghantar arus. Metode ini juga
dapat digunakan untuk mengetahui adanya air tanah, konstruksi lapisan tanah
daerah tertentu, dan eksplorasi mineral. Metode ini didasarkan pada keadaan
bahwa arus listrik yang diberikan pada lapisan tanah terpenetrasi pada
kedalaman tertentu akan bertambah besar dengan bertambahnya jarak dari
elektroda. Sehingga jika spasi elektroda diperbesar, distribusi potensial pada
permukaan bumi akan makin membesar dengan nilai-nilai resistivitas yang
bervariasi.
Interpretasi dari pengukuran geolistrik resistivitas didasarkan pada
anggapan-anggapan bahwa permukaan tanah terdiri dari beberapa lapisan yang
dibatasi oleh bidang batas horizontal dan adanya kontras resistivitas antara
bidang dengan pelapisan. Tiap pelapisan mempunyai ketebalan tertentu, kecuali
untuk lapisan terbawah, ketebalannya tidak terhinngga. Lapisan dianggap
bersifat homogeny isotropic. Medan listrik ditimbulkan oleh suatu sebaran arus
listrik yang ditempatkan di permukaan dan arus listrik yang dimasukkan adalah
arus DC.
FlashRES64 terdiri dari 61-channel, konfigurasi bebas, multi elektroda,
melakukan pengumpulan data berupa gelombang elektrik penuh dan sistem
inversi. Alat ini dapat digunakan untuk memetakan lubang atau sumur dan
survey permukaan. Sistem ini merombak teknik pengumpulan data traisional,
dimana dalam pengumpulan datanya dengan penggunaan kombinasi ABMN
maksimum dapat diperoleh pola pembacaan yang sangat besar tanpa harus
mengikuti konfigurasi standar tradisional (misalnya Wenner, Schlumberger, dan
dipole-dipole). Data tegangannya diambil secara parallel untuk masing-masing
pasangan arus AB dan banyaknya data yang terkumpul mencapai 60k pada
susunan 64 elektroda. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan dengan alat lain
dalam hal banyaknya data yang diperoleh dan waktu pengumpulan data. Jumlah
data yang besar ini dapat menjamin keabsahan inversi data dan meningkatkan
persentase keakuratan. Metode pengumpulaan data inilah yang disebut Free
Configuration. Software inverse 2.5 dimensi yang dikembangkan oleh ZZ
Resistivity Imaging dapat menginversikan data lapangan menjadi gambaran
resistivitas riil, dimana hal tersebut memudahkan dalam analisis datanya.






Tabel 1. Resistivitas pendukung dari beberapa referensi
Material Resistivity (m)
Sandstone (batu pasir) 200-800
Sand (pasir) 1-1000
Clay (lempung) 1-100
Ground water (air tanah) 0,5-300
Sea water (air asin) 0,2
Dry gravel (kerikil kering) 600-10000
Alluvium (aluvium) 10-800
Gavel (kerikil) 100-600
Sumber: Halliday, David; Resnick, Robert; Walker, Jearl.1991. Fundamental of Physics (edisi ke-6).
John Wiley & Sons, Inc
Tabel 2. Variasi resistivitas batuan dari material bumi
No. Bahan Resistivitas (cm)
1 Udara (di muka bumi) 2 x 10
6
- 5 x 10
7

2
Air
Destilasi 2 x 10
7

Permukaan 3 x 10
3
- 10
5

Tambang 4 x 10 - 6 x 10
4

Laut 21
3 Tembaga
Murni 1,7 x 10
-6

Bijih 0,1
4 Besi
Murni 10
-5

Meteorit 3 x 10
-4

5 Mineral
Kalsit 5,5 x 10
15

Galena 0,0001 - 0,25
Magnetik 0,008 - 0,5
Pirit 0,002 9
Kwarsa 4 x 10
12

Batu garam 10
4
- 10
7

Belerang 10
14
- 10
17

6
Batuan
Granit 5 x 10
5
- 10
9

Gabro 10
5
- 10
8

Gneis 2 x 10
7
- 10
9

Skis 10
3
- 3 x 10
9

Batu gamping 6 x 10
3
- 3 x 10
5

Batu pasir 10
2
- 10
5

Serpih 2 x 10
3
- 10
5

Lempung dan tanah 1 x 10
2
- 10
6

III. PROSEDUR EKSPERIMEN
A. Alat dan Bahan
1. FlashRES 64

2. Elektroda (65 buah)
3. Laptop
4. Kabel
5. Kawat koneksi elektroda (64 buah)
6. Palu
7. Aki (ACCU)
8. Meteran
B. Prosedur Eksperimen
1. Memasang elektroda dengan spasi 2 meter
2. Menghubungkan semua elektroda dengan 32 kabel
3. Menghubungkan instrumen, kabel, baterai, dan laptop menurut gambar

Gambar 1. Koneksi FlashRES64
Dalam praktikum ini menggunakan baterai 12,4 Volt



4. Menghidupkan power instrumen FlashRES64, diindikasikan oleh LED
merah di atas panel instrumen

Gambar 2. Layar program FlashRES64 untuk memulai pengumpulan data
5. Klik <Initialize Connection> untuk tes hubungan antara komputer
dengan instrumen. Sebelum mengklik tombol, cek nomor portal
sambungan, mengisi waiting folder, dan project name.
Mengecek nomor portal sambungan
Control Panel System Device Manager Ports (COM & LPT)
Standard Serial over Bluetooth link (COM5)
Ketika praktikum menggunakan nomor portal 5
6. Jika tombol <check electrodes>, untuk memulai proses pengecekkan.
Kemudian alat akan mengecek sambungan elektroda, jika terkoneksi
dengan jelek ditandai dengan titik merah di atas, jika terkoneksi dengan
baik ditandai dengan titik hijau.
7. Setelah pengecekan sambungan elektroda selesai, mengklik tombol <Set
Up All Parameters> untuk menunjukkan layar pengaturan parameter-
parameter survey.

Gambar 3. Layar cek elektroda
8. Memilih voltase seperti 30V, 90V, dan 250V pada Output Voltage
Selection. Jika nilai kuat arus maksimum di atas 400mA, maka memilih
30V; jika nilai kuat arus maksimum di antara 150mA sampai 400mA,
maka memilih 90V; selain itu memilih 250V.
Ketika praktikum, kuat arus maksimumnya adalah 78mA, sehingga
voltase yang dipilih adalah 250V.
9. Kemudian mengklik <All Parameter are OK> dan program akan
menjalankan semua parameter dan menghasilkan data output. Semua
data disimpan pada folder yang sudah ditetapkan tadi.
10. Pengumpulan data akan lengkap secara otomatis setelah mengklik
tombol <Start Survey>.

Gambar 4. Layar survey
11. Menunggu sampai Current Pairs = Total Current Pairs (1024)

Gambar 5. Proses pengumpulan data
12. Setelah pengumpulan data lengkap, mengklik tombol <Exit> untuk
keluar dari program pengumpulan data.
13. File data sebelum inversi
a. eksperimen5maret-341_elec_check.txt
b. eksperimen5maret-341_IV.txt
c. eksperimen5maret-341_Q.txt
d. eksperimen5maret-341_single.txt
e. eksperimen5maret-341error.dat
C. Prosedur Inversi Data
1. Menjalankan program Flashdatacheck.exe untuk mengecek data dan
prosedur file control inversi.

Gambar 6. Program Flashdatacheck
2. Lalu mengklik tombol <Open Data File>, kemudian memilih data
eksperimen5maret-341_IV.txt Open

Gambar 7. Data pada program Flashdatacheck
3. Pada Flashdatacheck.exe, nilai pasangan kuat arus akan red dot, begitu
juga sebaliknya. Lalu klik <Output INP file> untuk menghasilkan dua
output file, yaitu file control *_IV_inv.inp dan *_IV_cur.txt.
4. Setelah itu menjalankan program ZZ64INV.exe untuk menyelesaikan
proses inversi.

Gambar 8. Program ZZ64INV.exe
5. Menunggu inversi sampai stabil, jika sudah stabil tekan Ctrl+C
6. File data setelah inversi
a. eksperimen5maret-341_elec_check.txt
b. eksperimen5maret-341_IV.txt
c. eksperimen5maret-341_IV_cut.txt
d. eksperimen5maret-341_IV_inv.dat
e. eksperimen5maret-341_IV_inv.grid
f. eksperimen5maret-341_IV_inv.inp
g. eksperimen5maret-341_IV_inv.out
h. eksperimen5maret-341_IV_inv_DAT_DIST.txt
i. eksperimen5maret-341_IV_Q_average.txt
j. eksperimen5maret-341_Q.txt
k. eksperimen5maret-341_single.txt
l. eksperimen5maret-341error.dat
m. rmsd_check.txt



D. Prosedur Mengolah Data Menggunakan Surfer 9.0
1. Menjalankan program Surfer 9.0
2. Mengklik <Open Contours Map>
3. Memilih file eksperimen5maret-341_IV_inv.grid
4. Pada <Object Manager>, mengklik 2x pada <Contours>

Gambar 9. Object Manager
5. Muncul kotak dialog

Gambar 10. Contours Properties
a. Untuk General Filled Contours pilih Fill Contours dan Color
Scale

b. Untuk Level klik Fill klik Foreground Color pada Preset
pilih warna (misal Rainbow)

6. OK

III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil

Gambar 11. Hasil pengolahan data menggunakan Surfer 9.0
B. Pembahasan
Geolistrik merupakan salah satu metode ilmu geofisika yang
mempelajari atau mengamati fenomena kelistrikan bumi. Dalam survey
geolistrik, ada tiga metode yang dapat digunakan yaitu metode resistivitas,
metode induksi polarisasi, dan metode self potential. Ketiga metode ini
sama-sama memanfaatkan fenomena kelistrikan bumi yang berupa arus,
potensial, dan resistansi.
Geolistrik resistivitas adalah salah satu metode dalam geofisika dengan
anggapan dasar bahwa bumi tersusun berlapis horizontal dan bersifat
homogeny isotropic dalam setiap lapisannya. Metode ini memanfaatkan
salah satu fenomena alam yaitu hambatan jenis bumi.
Dari hasil analisis data yang menunjukan besarnya resistivitas tanah
yang berbeda-beda tersebut, kita dapat memprediksi material apa saja yang
terkandung di dalamya. Menurut sumber yang terdapat pada modul
eksperimen nilai resistivitas sebagian material-material yang ada di bumi
disajikan pada yang dapat digunakan sebgai pembanding, telah disajikan
pada tabel 1.
Dari hasil interpretasi data Surfer 9.0 di atas, dengan kedalaman 0-5 m,
memiliki nilai resistivitas berkisar 0-14 m. Dapat diduga bahwa pada area
tersebut banyak mengandung air. Hal ini terjadi karena sebelum
pengambilan data terjadi hujan pada daerah tersebut. Sedangkan pada
kedalaman 5-10 m, memiliki resistivitas berkisar 26-32 m, dapat diduga
bahwa pada area tersebut terdapat batu kerikil dan lempung.
Nilai resistivitas tanah pada eksperimen di atas memilki nilai yang
berbeda-beda, dari perbedaan nilai resistivitas tersebut kita dapat menduga
material apa saja yang terkandung di dalamnya. Perbedaan nilai resitivitas
ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah :
1. Ukuran butir penyusun batuan, semakin kecil butir batuan maka
kelolosan arus akan semakin baik, sehingga mereduksi nilai resitivitas
tanah.
2. Kandungan air, air tanah, atau air permukaan merupakan media yang
mereduksi nilai tahanan jenis.
3. Kepadatan, semakin padat batuan maka nilai resistivitas akan semakin
tinggi pula.
4. Kelarutan garam dalam air di dalam batuan akan mengakibatkan
meningkatnya kandungan ion di dalam air, sehingga berfungsi sebagai
konduktor.
5. Komposisi mineral dari batuan, semakin meningkat kandungan mineral
clay (lempung) akan mengakibatkan menurunnya nilai resistivitas.


IV. KESIMPULAN
1. Dengan menggunakan metode FlashRES kita dapat mengetahui tinggi
rendahnya nilai resistivitas tanah.
2. Perbedaan nilai resistivitas tanah, dapat memberikan informasi pada kita
tentang material apa saja yang terkandung di dalamnya.
3. Nilai resistivitas permukaan tanah dipengaruhi oleh air sehingga data yang
diperoleh memiliki nilai resistivitas berkisar 0-14 m pada kedalaman 0-5
m, sedangkan pada kedalaman 5-10 m, memiliki resistivitas berkisar 26-32
m, dapat diduga bahwa pada area tersebut terdapat batu kerikil dan
lempung.
4. Secara teori nilai resistivitas tanah dipengaruhi oleh beda potensial, kuat
arus, dan jarak elektroda. Sedangkan faktor-faktor luar lainnya yang
mempengaruhi nilai resistivitas antara lain adalah kelarutan garam dalam air
di dalam batuan, komposisi mineral dari batuan, kandungan air, ukuran butir
penyusun batuan dan kandungan air di dalamnya

V. DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2004. Metode Geolistrik Tahanan Jenis. (Online).
(http://www.gecis.indonetwork.co.id), diakses 14 Maret 2013
Haerudin, Nandi. dkk. 2008. Metode Geolistrik Untuk Menentukan Penyebaran
Fluida Geothermal di Daerah Potensi Panas Bumi Gunung
Rajabasa Kalianda Lampung Selatan. Prosiding Seminar Nasional
Sains dan Teknologi II-2008. ISBN: 978-979-1165-74-7.
Lampung: Universitas Lampung
Latifatul, Jannah. 2010. Skripsi. Pendugaan Bidang Tanah Longsor
Berdasarkan Sifat Kelistrikan Bumi Dengan Aplikasi Geolistrik
Metode Tanahan Jenis UIN Maliki Malang Kecamatan Junrejo-
Batu, Malang.
Rahman, Maman. 2011. Skripsi. Identifikasi Deposit Batuan yang Mengandung
Endapan Tembaga Dengan Menggunakan Geolistrik FlashRES64
61-channel di Dusun Tirtosinawang, Desa Panggunguni,
Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Malang.