Anda di halaman 1dari 121

Hepatitis, Sirosis Hati dan

Pengobatan Swamedikasi
Kelompok 7
Aldi putra madya
Bagus adi p.
Dinda rahma sesha
Sarah fatia fauzia
HEPATITIS
Apa itu Hepatitis?
Hepatitis merupakan semua jenis
peradangan pada hati (liver), baik akibat obat-
obatan maupun infeksi virus

pada pembahasan ini, hepatitis yang dibahas
adalah hepatitis akibat infeksi virus
Macam-macam Virus Hepatitis
HAV
HBV
HCV
HDV
HEV
HFV
HGV
Paling
banyak
ditemui
Tahapan Hepatitis akibat Infeksi Virus
Akut
Berlangsung kurang dari 6 bulan

Kronis
Berlangsung lebih dari 6 bulan (kelanjutan dari hepatitis akut)

Fulminant
Perkembangan dari awal timbulnya hepatitis hingga
kegagalan hati
Patofisiologi
Hepatitis Akut

Virus hepatitis dapat menular melalui makanan, cairan
tubuh, luka, darah, dan hubungan seksual
Virus yang masuk ke dalam tubuh akan terakumulasi di
sinusoid hati dan bagian dalam hepatosit
Dalam tubuh menyebar masuk ke dalam cairan tubuh
dan darah empedu
Virus hepatotropik dapat menyebabkan luka pada hati
Patofisiologi
Hepatitis Kronis

Hepatitis virus kronik menyebabkan sakit hati kronik, sirosis,
gagal hati, atau hepatocellular karsinoma
Hepatitis virus kronik dapat berkembang dalam bentuk tetap
Fibrosis hati dengan nodul yang menyebar disebut sirosis
Patofisiologi
Hepatitis Fulminant

Kerusakan hati yang menjadi nekrosik hepar fulminant
jika terjadi dapat menyebabkan kematian dalam
beberapa hari
Di AS, umumnya disebabkan oleh HBV
Manifestasi klinik: koma, koagulasi edema, cacat tubuh,
gagal ginjan, dan asidosis laktat.
Manifestasi Klinik
Kerusakan sel hati
Tubuh menguning
Mudah lelah
Tidak nafsu maakan
Mual
Muntah
Demam
Sakit di bagian perut
Hepatitis A
Hepatitis A
Peradangan pada hati yang disebabkan oleh
virus hepatitis A dengan cara penularan fecal-
oral. Hepatitis A jarang ditularkan melalui
hubungan seksual
Hepatitis A sangat terkait dengan kebersihan
penderitanya
Hepatitis A tidak separah hepatitis B dan C,
sehingga tidak menyebabkan kanker hati.
Gejala
Kelelahan
Mual dan muntah
Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di
daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk)
Kehilangan nafsu makan
Demam
Urine berwarna gelap
Nyeri otot
Menguningnya kulit dan mata (jaundice).

Perbedaan dengan Jaundice Biasa
Pada hepatitis A, penderita tidak merasakan
gatal-gatal padaa kulit, sedangkan pada
penderita jaundice biasa mengalami gatal-
gatal pada kulit.
Penderita hepatitis A tubuhnya lebih lemah
dibandingkan penderita jaundice biasa.
Penderita jaundice biasa memiliki risiko
perdarahan yang tinggi.
Charles Patrick Davis, MD, PhD pada 23 April
2012
(http://www.medicinenet.com/jaundice/page2.ht
m)
Orang yang berisiko tertular
Orang yang kurang menjaga kebersihan
Orang yang bekerja meneliti monyet
Homoseksual (gay)
Melakukan anal seks
Orang yang bepergian ke daerah rawan H.A.
Memiliki penyakit hati kronis
Orang dengan daya tahan tubuh lemah
Perawatan Untuk Hepatitis A
1. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup
bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.

2. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah
rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus
diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses
penyembuhan.

3. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-
obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang
mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu
serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.

4. Mengurangi konsumsi makanan berlemak atau berminyak
Pencegahan Hepatitis A
Penyebaran HAV dapat dikendalikan dgn baik dgn cara menghindari
pemaparan, yaitu dgn teknik cuci tangan yg baik dan praktek higienis
personal yg baik.
Pencegahan HAV secara tradisional difokuskan pd menghindari
paparan baik profilaksis dgn IG pre-terpapar maupun post-terpapar.
Vaksin HAV yg diberikan sebelum terpapar menunjukkan efikasi
proteksi 94-100% dalam waktu 1 bulan sesudah vaksinasi primer.
Imunisasi diindikasikan pada individu berumur 2 tahun
atau lebih yang infeksi hepatitis A meningkat
Dosis tunggal IG 0,02 ml/kg secara IM
direkomendasikan untuk orang-orang yg bepergian ke
daerah beresiko tinggi selama < 3 bulan. Untuk yg
bepergian lama, 0,06 ml/kg IM harus diberikan setiap
3-5 bulan. Dosis sama untuk anak dan dewasa.
Vaksin memberikan tingkat proteksi antibodi untuk
paling tidak 5-8 tahun
Efek samping vaksin adalah reaksi di tempat suntikan
dan sakit kepala
Hepatitis B
Hepatitis B (HBV) Kadang disebut sebagai
hepatitis serum.
Di beberapa negara endemik dgn angka HBV
tinggi, biasanya penularan terjadi dari ibu ke bayi
sebelum dan sesudah pelahiran atau dari satu
anak ke anak lain pada masa kanak-kanak awal.
Penularan pada saat membuat tato atau
menindik tubuh individu yg belum divaksinasi.
Mereka yang beresiko tinggi mengidap
heteroseksual dan homoseksual,pengguna
suntikan , petugas kesehatan.
HBV memiliki masa tunas yg lama anatra 1 dan 7
bulang dgn awitan arata-rata 1-2 bulan. Stadium
akut dari suatu infeksi aktif dapat berlangsung
sampai 2 bulan.
Individu yg terinfeksi HBV dapat menjadi
pembawa yang menetap sehingga dpt
menularkan penyakitnya tanpa memperlihatkan
gejala sakit.
Individu yang terinfeksi selama bayi dan memiliki
daya tanggap imun yang terinfeksi rendah dan
cenderung menjdai pembawa.
Virus Hepatitis B
Termasuk ke dalam famili Hepadnaviridae.
Genom virus ini terdiri dari DNA untai ganda
parsial, mengandung sekitar 3200 pasang
basa. Lapisan luar terdiri dari antigen HbsAg
yang membungkus partikel inti (core). Pada
inti terdapat DNA polimerase virus. Antigen
inti HbcAg dan antigen e (HBeAg). Antigen
permukaan (HbsAg) terdiri dari lipoprotein.
Siklus hiduP HBV
Virus masuk tubuh hospes melewati sistem imun
virus masuk menuju sel hati setelah mencapai hati, virus
segera menempel pada permukaan membran sel hati
kemudian virus masuk ke dalam sitoplasma sel.
Partikel inti HBV ini kemudian melepaskan DNA Viral dalam
nukleus sel hati. Setelah berada di dalam nukleus dengan
memanfaatkan perangkat genetiksel hospes terjadi
replikasi DNA viral, transkripsi mRNA dan produksi protein
viral yaitu protein Hbs, protein Hbc, DNAp, protein Hbe,
protein Hbx, serta protein dan enzim lainnnya.
Setelah itu terjadi proses morfogenesis dan pembentukkan
virion HBV baru yang infektif yg dapat menyebar dan
menginfeksi sel hati disekitarnya.
Cara penularan
HBV terdapat dalam cairan tubuh termasuk
darah, saliva, feses, urin, air mani dan cairan
vagiba. Virus HBV dapat ditularkan melalui
transfusi darah, hubungan seks dan penggunaan
alat suntik bersama pada pecandu narkoba.
Wanita hamil hepatitis B juga dapat menularkan
virusnya pada bayi yg dikandungnya.
Virus HBV dapat pula menular melalui alat-alat
sepeti sisir, pisau cukur, selimut, alat makan, dan
alat kedokteran yang terkontaminasi virus HBV.
Cond Cara Penularan
Secara epidemilogi, penularan infeksi virus hepatitis B
dibagi dalam 2 cara, pertama penularan vertikal yaitu
penularan infeksi virus hepatitis B dari ibu yg HbsAg
positif kepada anak yg dilahirkannya pada masa
perinatal. Resiko terinfeksi pada bayo sekitar antara 50-
60%.

yaitu penularan infeksi virtus hepatitis B dari seorang
pengidap virus hepatitis B kepada orang lain di
sekitarnya, misal hubungan seksual dan penggunaan
bersamaan peralatan rumah tangga dan alat
kedokteran.
Faktor terjadinya
1. Faktor hospes : semua faktor yg terdapat pada
manusia yg dapat mempengaruhhi perjalanan
penyakit Hepatitis B.
Umur HBV menyerang segala umur. Infeksi
terutama pada bayi dan anak yg berisiko
menjadi kronis. Dengan frekuensi terjadinya bayi
90%, anak usia sekolahh 23-46%, dan dewasa 3-
10%. Bayi lebih sering terinfeksi karna sist.imun
pada bayi belum berkembang sempurna.
Jenis Kelamin: umumnya wanita 3x lebih sering
terinfeksi hepatitis B dibanding pria.
Kebiasaan hidup: penularan sebagian besar
terjadi pd remaja karna aktivitas seksual dan
perilaku yang menyimpang antara lain
homoseks, pecandu narkoba pemakai jarum
suntik, tatto, dsb.
Pekerjaan: beresiko tinggi pada dokter, dokter
bedah, dokter gigi, perawat, bidan, petugas
kamar operasi, dan pekerjaan lain yg berkontak
langsung dgn penderita hepatitis B.

2. Faktor perbedaan antigen virus
Virus hepatitis B terdiri atas 3 jenis antigen
utama yakni HbsAg, HbcAg dan HbeAg.
3. Faktor lingkungan
dipengaruhi oleh perkembangan hepatitis B
antara lain adalah lingkungan dengan sanitasi
buruk, daerah dgn angka prevalensi HBV
tinggi, unit bedah penyakit dalam, dll.
Diagnosis Klinik
Pemeriksaan yg dilakukan adalah dgn
menentukan antigen permukaan HbsAg, antibodi
terhadap HbsAg dan antibodi terhadap antigen
inti (HbcAg), baik IgM atau IgG.
Pada kasus hepatitis B kronis, dilakukan
pemerikasaan tambahan, yaitu:
HbeAg dan anti-Hbe
Viral load HBV
Tes enzim hati
Alfa-fetoprotein (AFP)
Biopsi Hati
Gejala klinis
Masa inkubasi virus hepatitis B memerlukan
waktu yg cukup lama yaitu antara 50-180 hari.
Manifestasi klinis hepatitis B dibagi menjadi:
1. Hepatitis B akut, yaitu manifestasi infeksi virus
hepatitis B terhadap individu yg sistem imunnya baik
sehingga penderita dpt mengatasi infeksi virus HBV.
Hepatitis B akut terdiri atas Hepatitis B khas,
hepatitis fulminan dna hepatitis subklinik.
2. Hepatitis B kronik yaitu manifestasi klinis virus
hepatitis B trhdp individu dengan sist imunulogi
kurang sempurna sehingga mekanisme eliminasi
virus hepatitis B tidak efektif dan terjadi infeksi yg
berkepanjangan.
Pencegahan Hepatitis B
1. Menghindari perilaku seks menyimpang atau
berganti-ganti pasangan dan penggunaan
jarum suntik secara bersama-sama pada
pecandu narkoti suntik.
2. Menghindari penggunaan barang-barang yg
dapat tercemar dgn darah orang lain,
misalnya sikat gigi, alat cukur, jarum tindih
dan sebagainya.

Cond
Terdapat dua produk untuk mencegah infeksi
hepatitis B. Tujuannya adalah untuk melawan virus
hepatitis termasuk pencegahan jangka pendek
viremia yang dapat menyebabkan transmisi infeksi,
penyakit klinnis dan infeksi HBV kronik.
Produk tersebut adalah:
a. Immunoglobulin hepatitis B yang menimbulkan
imunitas pasif.
b. Vaksin Hepatitis B yang menimbulkan imunitas aktif

a. Immunoglobulin Hepatitis B (HBIG)
Merupakan profilaksis setelah pemaparan HBV
Direkomendasikan untuk :
Pemaparan terhadap bayi perinatal yang ibunya
pembawa HBV
Orang yang terpapar secara seksual terhadap yang
HbsAg-nya positif
Terpapar darah HbsAg positif perkutan
Bayi yang terpapar oleh pengasuhnya yang terkena
hepatitis B akut
Dosis yang dianjurkan 0,06 ml/kg secara intramuskuler
b. Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B mengandung 5-40 g HbsAg
protein per ml yang terserap ke dalam
alumunium per ml vaksin dengan timerosal
ditambahkan sebagai pengawet
Vaksin HBV diberikan sebagai rangkaian dari 3
dosis IM ke deltoid diberikan lebih dari 1
periode dalam sebulan.
Contoh vaksin akan diberikan pada bagian
terapi hepatitis
Untuk semua bayi yang baru lahir dari wanita yang
terkena positif HbsAg sebaiknya divaksin dalam 12 jam
dari kelahiran dengan vaksin HBV dan satu dosis HBIG
Bagi pasien yang tidak memberikan respon dan yang
responnya kurang memadai sebaiknya segera divaksin
ulang dengan satu atau dua injeksi vaksi dan kemudian
setiap tahun atau 2 kali setelah itu
Untuk pasien hemodialisi dibutuhkan dosis vaksin yang
lebih tinggi
Efek samping dari vaksin ini adalah bengkak pada tempat
infeksi, sakit kepala, lelah, dan demam
Hepatitis C
Hepatitis C
Merupakan penyakit hati yang disebabkan virus
hepatitis C
Awalnya hepatitis C berlangsung secara (akut)
beberapa minggu, kemudian dapat menyebabkan
peradangan hati yang cukup berat dan
diperkirakan 80% menjadi
hepatitis kronis (menahun), dan berkembang
menjadi sirosis.
Suatu penelitian mengungkapkan penderita
Hepatitis C :
15%-20% mengalami sirosis
5%-10% terjangkit karsinoma hepatoselular
Hepatitis C akut, uji klinik tidak dapat
membedakan dari tipe viral hepatitis yang lain
HCV menular melalui darah (transfusi darah,
jarum suntik) , hemodialisa dan hubungan
seksual
HCV secara genetik sangat variatif dan memiliki
angka mutasi yang tinggi
Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk
menangani HCV, vaksin konvensional dianggap
tidak ampuh terhadap HCV sehingga perlu
dikembangkan vaksin generasi baru

Pencegahan Hepatitis C
Rekomendasi yang umum untuk mencegah
HCV adalah
Tindakan umum untuk mencegah infeksi blood-
borne
Pemeriksaan anti-HCV pada darah, organ, dan
jaringan donor.
Hepatitis D
Ada 3 bentuk: HDV-HBV koinfeksi, HDV akut
superinfeksi, dan HDV infeksi kronik
Transmisi melalui infeksi darah
Replika viral Delta terjadi dengan cepat
Dalam superinfeksi akut, HBV kronik ditandai
lebih dulu oleh HBV akut dan diikuti anti-
HDVIgG
Hepatitis E
Hepatitis E tidak dapat dibedakan dengan
HAV. HEV tergolong tidak berbahaya, kecuali
untuk ibu hamil karena dapat mengganggu
perkembangan janin (yang terinfeksi selama
trimester pertama)
Terapi Hepatitis
Tujuan Terapi
Mencegah morbiditas dan mortalitas akibat
penyakit liver tahap akhir dengan cara
menghilangkan HCV/HBC
Sasaran meliputi meminimalisasi infeksi
lainnya, normalisasi aminotransferase dan
menghentikan replikasi DNA
Pendekatan Umum
Penanganan infeksi HAV yang utama
Terapi suportif termasuk diet sehat
Mempertahankan keseimbangan cairan
Menghindari obat hepatotoksik dan alkohol
Terapi obat tidak memperlihatkan manfaat
yang jelas
Terapi Hepatitis Kronik
Diutamakan pengendalian virus hepatitik akut berupa
tindakan umum meliputi
Diet
Istirahat
Menjaga keseimbangan cairan
Menghindari obat-obat hepatotoksik dan alkohol
Menghindari kelelahan; istirahat yang cukup sangat
diperlukan
Pengendaliannya meliputi pemantauan perkembangan
penyakit liver kronis dan penceghan penyebaran penyakit
Untuk sementara IFN digunakan untuk pengobatan HBV
dan HCV akut
Terapi Hepatitis Fulminant
Tidak ada pengobatan spesifik untuk kegagalan fulminant
hati
Pengendalian hepatitis fulminant difokuskan pada deteksi,
pencegahan komplikasi, dan pengobatan komplikasi yang
agresif
Tindakan yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup
pasien
Terapi pendukung yang intensif
Pemilihan dini untuk transplantasi hati
Tindakan spesifik meliputi
Terapi H2 bloker untuk mencegah pendarahan gastrointestinal
Terapi antibiotik untuk infeksi
Pengendalian udem otak meliputi pemantauan tekanan intrakranial dan
pemberian manitol
Terapi Hepatitis Virus Kronis
Pasien yang perlu diperhatikan selama
pengobatan adalah yang HbsAg-nya positif
selama lebih dari 6 bulan
Strategi yang dilakukan adalah meliputi
penggunaan antiviral dan immunomodulatory
agent
Terapi Interferon
Merupakan pilihan pengobatan untuk pasien tertentu dengan infeksi HBV/HCV
Sekitar 33% dan 37%, pasien merespon INF dengan hilangnya HbeAg dan HBV
DNA.
Resolusi viremia HBV dan IFN dihubungkan dengan eksaserbasi hepatitis, yang
ditandai dengan kenaikan level ALT serum selama bulan kedua atau ketiga
terapi.
Efek samping INF cukup sering. Karena IFN dapat memperparah gangguan
auto imun, maka penting untuk mengobati penyakit auto imun sebelum
memulai terapi.

Penggunaan INF tidak dianjurkan untuk pasien dengan
sirosis dekompensasi
Laminavudin alternatif INF , bermanfaat pada pasien
dengan beban virus rendah dan kadar ALT tinggi, memiliki
lebih sedikit efek tidak diinginkan dibanding IFN.
Rekomendasi pengobatan infeksi HCV krnis adala kombinasi
IFN dengan ribavirin. Rate respon yang menetap dengan
pengobatan ini adalah 35%-50%.

Transplantasi Hati
Pilihan untuk pasien dengan tahap akhir
kronis penyakit hati yang ada virus sekunder
Interferon A
Indikasi : Hepatitis B kronik, hepatitis C kronik.
Dosis :
1. Hepatitis B kronik
Interferon -2a
SC/IM, 4,5 x 10
9
. Jika terjadi toleransi dan tidak
menimbulkan respon setelah 1 bulan, secara bertahap
naikkan dosis sampai dosis maksimum 18 x 10
6
unit 3
x seminggu. Pertahankan dosis minimum terapi
selama 4-6 bulan kecuali dalam keadaan intoleran.
Interferon -2b
SC, 3 x 10
6
unit 3 x seminggu. Tingkatkan dosis 5-10 x
10
6
unit 3 x seminggu setelah 1 bulan jiak terjadi
toleransi pada dosis lebih rendah dan tidak berefek.
Pertahankan dosis minimum terapi selama 4-6 bulan
kecuali dalam keadaan intoleran.
2. Hepatitis C kronik
Gunakan bersama Ribavirin (kecuali kontraindikasi).
Kombinasi interferon dengan Ribavirin lebih efektif.
Interferon -2a dan -2b
SC, 3 x 10
6
unit 3 x seminggu selama 12 minggu. Lakukan
tes hepatitis C RNA dan jika pasien memberikan respon,
lanjutkan selama 6-12 bulan.
Peginterferon -2a
SC, 180 g 1 x seminggu
Peginterferon -2b
SC, 0,5 g/kg (1g/kg digunakan untuk infeksi genotip (1) 1
x seminggu.

Sediaan beredar : intron A, Schering Plough, interferon alfa
2b, vial 2 ml 3 MIU, 5 MIU, 10 MIU 30 MIU.
Alfanative (Fahrenheit), injeksi inteferon alfa 6 juta UI/ml.


LAMIVUDINE
Indikasi :Hepatitis B kronik.
Dosis : Dewasa, anak > 12 tahun : 100 mg 1 x sehari. Anak usia 2-11 tahun : 3
mg/kg 1 x sehari (maksimum 100 mg/hari).
Efek samping : diare, nyeri perut, ruam, malaise, lelah, demam, anemia,
neutropenoa, trombositopenia, neuropati, jarang pankreatis.
Perhatian : pankrearitis, kerusakan ginjal berat, penderita sirosis berat,
hamil dan laktasi.
Ribavirin dengan Peginterferon -2a atau -2b
Indikasi : untuk Hepatitis C kronik pada pasien > 18
tahun yang mengalami relaps setelah mendapat terapi
dengan interferon .
Kontraindikasi : wanita hamil dan suami dari ibu hamil,
pasangan yuang berencana memiliki anak kandung,
mempunyaireaksi alergi terhadap Ribavirin, penyakit
janutng berat 6 bulan yang lalu, haemoglobinotpati,
hepatitis autoimun, sirosis hati yang tidak
terkompensasi, penyakit tiroid,adanya penyakit atau
riwayat kondisi psikiatrik berat terutama depresi,
keinginan atau ada upaya bunuh diri.
Perhatian : wanita subur dan pria harus
menggunakan kontrasespi efektif selama terapi 6
bulan sesudahnya, tes hamil harus dilakukan tiap
6 bulan selama terapi. Lakukan tes darah lengkap
secara berkala sejak awal terapi. Riwayat penyakit
paru atau diabetes mellitus yang cenderung
ketoasidosis, gangguan pembekuan darah.
Monitor fungsi jantung pada pasien dengan
riwayat penyakit jantung kongesif, miokard infark,
dan gangguan aritmia.
Efek samping : hemolisis, anemia, neutropenia,
mulut kering, hiperasidosis, berat badan
menurun, gangguan GI, batuk, dispnea, faringitis,
depresi.
Interaksi obat : Zivovudine, Stavudine.
Dosis :
1. Ribavirin dengan inteferon -2b
inteferon -2b : 3 x 10
6
unit SC 3 x seminggu dan Ribavirin per hari berdasarkan BB :
< 75 kg, Ribavirin 400 mg pagi dan 600 mg sore hari.
75 kg, Ribavirin 600 mg pagi dan sore hari.
2. Ribavirin dengan Peginterferon -2a
Peginterferon -2a : 180 g SC 1 x seminggu dengan Ribavirin per hari berdasarkan
BB dan genotip HCV
Genotip 1, < 75 kg, 400 mg pagi dan 600 mh malam hari.
>75 kg, 600 mg pagi dan malam hari.
Genotip 2 dan 3, 400 mg pagi dan malam hari.
3. Ribavirin dengan Peginterferon -2b
Peginterferon -2b : 1,5 g/kg SC 1x seminggu dan Ribavirin berdasartkan BB.
< 65 kg, SC Peginterferon -2b 100 g 1 x seminggu, oral Ribavirin 400 mg pagi
dan malam hari.
65-80 kg, SC Peginterferon -2b 120 g 1 x seminggu, oral Ribavirin 400 mg pagi
dan 600 mg malam hari.
> 80-85 kg, SC Peginterferon -2b 150 g 1 x seminggu, oral Ribavirin 400 mg pagi
dan 600 mg malam hari.
85 kg, SC Peginterferon -2b 150 g 1 x seminggu, oral Ribavirin 400 mg pagi dan
600 mg malam hari.
Vaksin Hepatitis A
Efek Samping :
Biasanya ringan, termasuk rasa sakit sementara, eritema dan
indurasi pada tempat suntik. Jarang terjadi : demam, malaise,
lelah, sakit kepala, mual dan hilang selera makan. Efek
samping Harvix : gatal-gatal seluruh tubuh dan reaksi
neurologis yang sangat jarang dan tidak selalu disebabkan oleh
vaksin.
Kontraindikasi :
secara umum, vakin ditunda pada pasien yang menderita
penyakit akut. Infeksi ringan tanpa demam atau tidak
mengganggu secara sistemik bukan konraindikasi. Vaksin hidup
tidak boleh diberikan pada pasien dengan keganasan penyakit
spt leukimia dan tumor sistem retikuloendoletial. Suntikan
intramuskular tidak boleh diberikan pada pasien dengan
kelainan sistem darah spt hemofilia dan trombositopenia.
Sediaan Beredar :
Harvix (Smith Biological Sa Belgium-Bio Farma), cairan
injeksi 360 Elisa units. Suspensi virus yang telah
dilemahkan denga formaldehid (GBM yang
dikembangbiakkan dlama sel diplod manusia) 320 antigen
unit/ml dijerap pada alumunium hidroksida 0,5 ml
prefilled syringe.
Dosis : injeksi muskular 0,5 ml bulan sbg dosis tunggal, dosis
penguat 0,5 ml 6 bulan kemudian; dosis penguat lanjutan
0,5 ml tiap 10 tahun. Anak <16 tahun, tidak dianjurkan
menggunakannya. Daerah deltoid lebih dipilih sebagai
tempat injeksi. Injeksi subkutan dpt digunakan untuk pasien
hemofila.

Mekanisme kerja : Havrix bekerja dengan
meningkatkan daya tahan tubuh akibat
masuknya virus HAV yang telah dimatikan.
Tubuh akan memproduksi antibodi spesifik
Diberikan secara IM dengan 2 kali injeksi
dalam 6 bulan
Sebaiknya diberikan 2 minggu sebelum
bepergian ke daerah rawan hepaitis A

Vaksin hepatitis B
Kontraindikasi : (sama seperti kontraindikasi vaksin hepatitis A).
Sediaan beredar:
Engrerix B (Smith Kline Biological Sa Belgium-Bio Farma) cairan injeksi (K). Suspensi
antigen permukaan hepatitis B (dibuat dari sel ragi dgn tehnik DNA Rekombinan)
20 mikrogram/ ml dijerap pada alumunium hidroksida. 0,5 ml vial; 1 ml vial; 1 ml
prefilled syringe. Otot deltoid adalah tempat injeksi terpilih pada orang dewasa;
anterolateral terpilih pada bayi dan anak; bokong tidak boleh digunakan karena
efikasi dapat berkuran. Jalur cubkutan digunakan pada pasien hemofilia.
Hb-Vax (Merck Sharp& Dome, Pharos Indonesia). Cairan injeksi 10 mcg/ml (K).
Suspensi antigen permukaaan hepatitis B (dibuat dari sel ragi dengan tehnik DNA
Rekombinan) 10 mcg/ml dijerap pada alumunium hidroksida. 1 ml vial; 1 ml
prefilled syringe.
Bimmugen (The Chemo-Sero Therapeutic Research Institute, Bio Farma) cairan
injeksi 20 mcg/ml (K).
Gen Hevac B Pasteur (Institute Pasteur, Bio Farma) cairan injeksi 20 mcg/0,5 ml (K)
Hepa-B (Korea Green Cross Coorporation, Bio Farma) cairan injeksi 10 mcg/ml (K).
Hepaccine-B (Cheil Sugar & CO) Cairan injeksi 3 mcg/ml (K).


SIROSIS HATI
Definisi
Hasil akhir dari rusaknya
hepatosit yang ditandai
dengan rusaknya struktur
normal hati akibat
terbentuknya jaringan ikat
dan nodul.
Penyebab utama karena
alkohol, infeksi virus
hepatitis B dan C
Sirosis Hati
Primer :
Sel-sel kanker mulai tumbuh dari sel hati
itu sendiri yang selanjutnya bisa
menyebar dan merusak organ lain.
Sekunder :
Disebabkan adanya proses penyebaran
kanker dari tempat lain, misalnya dari
kanker saluran pencernaan, kanker paru,
kanker payudara dan sebagainya
Patofisiologi
Struktur hati berubah secara permanen
karena penyakit hati kronis 6 bulan, tandai
dengan terbentuknya jaringan ikat, jaringan
parut serta nodul.
Asites
Hipertensi portal dan varises
Ensepalopati hati
Gangguan pembekuan darah
Asites
Asites adalah penumpukan
cairan limfa di ruang peritoneal,
disebabkan oleh aktivasi sistem
renin-angiotensin retensi air
dan natrium.
Sering disertai peritonitis
bakterial spontan kematian.
Vasodilator yang berperan nitrit
oksida, peptida intestinal
vasoaktif, senyawa P dan
prostaglandin.
Jaringat parut hambat aliran
darah ke hati tekanan
darah vena portal.
Penyebab lain : pembengkakan
hati, sumbatan di vena portal,
hambatan aliran darah dari
vena hepatik ke jantung.
Menyebabkan asites dan
pembesaran limpa dan varises
sal. cerna.
Tek. Portal 12mmHg lebih besar
dari tek. vena kava varises
pecah kematian.
Hipertensi Portal
dan Varises
Ensepalopati Hati
Sindroma neuropsikiatri
kompleks karena
menumpuknya senyawa
nitrogen dari saluran cerna
yang disebabkan oleh
sirosis hati di sirkulasi
sistemik.
Nitrogen masuk ke SSP
perilaku dan kesadaran
terganggu
Sintesa hati terganggu
faktor pembeku darah.
Terjadinya hipertensi portal
platelet.
40% penderita sirosis
mengalami perpanjangan
waktu perdarahan ( >
10menit ) dan jumlah
platelet ( <100.000/ml)
Gangguan
Pembekuan Darah
Manifestasi Klinik
Tanda klinik klasik :
Telapak tangan merah
Pelabaran pembuluh
darah
Ginekomastia
(pembengkakan pada
jaringan payudara pada
laki-laki )
Keluhan pasien :
Pruritis ( gatal atau
sensasi ingin menggaruk )
disebabkan oleh produk
garam empedu disimpan
dibawah kulitgatal
Urin berwarna gelap
Lingkar pinggang
selera makan dan BB
Ikterus ( kuning pada kulit
dan mata)
Hasil pemeriksaan lab:
Kadar AST dan ALT di plasma
Tingkat alkalin fosfatase dan GGT di
plasma (tanda sensitif penyakit
sal. empedu)
bilirubin serum
Albumin dan faktor koagulasi
Trombositopenia ( penurunan
jumlah trombosit dalam sirkulasi )
Biopsi hati
Sistem klasifikasi child-plug
Ensefalo hepatitis dan hepatitis
pulminan akut :
Mengantuk
Delirium ( penurunan kesadaran
atau kekacauan kesadaran )
Kejang
Koma

Terapi
Kerusakan hati
pada sirosis
permanen, tujuan
terapi untuk
mencegah keruskan
lebih lanjut dan
menurunkan
komplikasi.
Hipertensi Portal dan Varises
Mencegah episode perdarahan awal
Beta bloker non selektif : Propanolol HCl, Nadolol
Perdarahan varises akut : Vasopresin
Mencegah perdarahan berulang :
Kombinasi beta bloker dengan nitrat : Nadolol + Isosorbid
nitrat
Endoscopic injection sclerotheraphy (EIS) atau Endoscopic
band ligation (EBL) atau TIPS jika tidak berhasil

Propranolol HCl
Indikasi : Hipertensi,
feokromositoma, angina,
aritmia, kardiomiopati
obstruktif hipertropik.
Dosis : awal 40 mg 2x
sehari, tingkatkan sampai
80 mg 2x sehari, maksimal
160 mg 2x sehari.
KI : asma atau riwayat
penyakit paru obstruktif,
gagal jantung, bradikardi,
sindrom sinus.


ES : bradikardi, gagal
jantung, gangguan
konduksi, bronkospasme,
gang. tidur, ruam kulit,
mata kering.


Nadolol
Indikasi : hipertensi, angina,
aritmia, profilaksis migrain,
tiroksitosis
Efek Samping: kelelahan,
depresi, pusing, kebingungan,
gangguan tidur, gagal jantung.
KI : bradikardia,
bronchopasma, asma, atau
penyakit sumbatan
pernapasan
Dosis : 80 mg sehari bila perlu
ditingkatkan dengan interval
1 minggu, maksima 240 mg
sehari

Vasopresin
Indikasi : diabetes insipidus
kranial, pendarahan varises
esofagus
KI : penyakit vaskular
ES : pucat, mual, cegukan,
angina
Dosis : IS atau IM 5-20 unit
tiap jam, IV untuk
pendarahan esofagus 20 unit
dalam 15 menit
Asites dan Peritonitis Bakteri
Spontan
Asites :
Kombinasi diuretik spironolakton
dan furosemid
Diuretik digunakan untuk
meningkatkan ekskresi air dan garam
dari ginjal. Obat-obat ini diminum pada
pagi hari untuk mencegah sering buang
air kecil pada malam hari.

Peritonitis bakteri spontan :
Anti bakteri yang dapat mengatasi
E.coli, Klebisella pneumoniae dan
Streptococcus pneumoniae
Sefotaksim atau Sefalosporin gen
III, Ofloksasin
Pemberian Ofloksasin oral lebih efektif
dibanding Sefotaksim oral, tetapi
sefotaksim secara IV lebih dianjurkan
untuk pasien yang parah.
Asites
Sprironolakton
Antagonis aldosteron
Dosis : 100-
600mg/hari
ES : ginekomastia,
mengantuk, ruam,
sakit kepala, ataksia
Furosemid
Diuresis cepat
Dosis : 40-
160mg/hari
ES : Hipotensi
ortostatik, rasa tidak
enak pada
abdominal,
penglihatan kabur,
pusing
Peritonitis Bakteri Spontan
Dosis : dewasa IV : 1-2g setiap 8-12 jam, maksimum
12 g sehari, anak-anak : IV 25-50mg/kg setiap 8 jam
KI : hipersensitivitas tehadap penicillin
ES : Alergi, anafilaksis, diare, mual, muntah
Cefotaksim
Dosis : dewasa : 400 mg setiap 12 jam
KI : hipersensitivitas terhadapfluorokuinolon
ES : mual, insomnia, sakit kepala
Ofloksasin
Ensefalopati Hati
Terapi umum dengan menurunkan konsentrasi amonia darah
dengan diet, laktulosa, antibiotik tunggal atau kombinasi.
Penggantian Zn diberikan untuk pasien yang kekurangan Zn
dosis 600 mg/hari
Diet protein 20g/hari
Pasien yang tidak merespon diet dan laktulosa diberikan
Metronidazol dan Neomisin
Metronidazole
Dosis : 400-800 mg per oral per hari dalam
dosis terbagi
ES : Gngguan GI, mual, anoreksia, muntah,
urtikaria
Neomisin
Dosis : 2-4g per oral per hari dalam dosis
terbagi
ES : nausea, muntah, diare, reaksi alergi,
nefrotoksisitas
SWAMEDIKASI
Definisi
Pengobatan sendiri (swamedikasi) adalah
pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi
masalah kesehatan dengan menggunakan obat-
obatan yg dapat dikonsumsi tanpa pengawasan
dari dokter secara tepat dan rasional.
Obat-obatan yg digunakan untuk pengobatan
sendiri atau swamedikasi biasa disebut dgn obat
tanpa resep/ obat bebas/ obat OTC (Over The
Counter). Biasanya obat2an bebas tsb dapat
diperoleh di toko obat, apotek, supermarket.
Permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, secara sederhana
swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala
sakit atau penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter
terlebih dahulu.
Menurut WHO Swamedikasi adalah pemilihan dan
penggunaan obat-obatan (termasuk produk herbal dan
tradisional) oleh individu untuk mengobati penyakit atau
gejala yang dapat dikenali sendiri.
The International Pharmaceutical Federation (FIP) yang
dimaksud dari swamedikasi atau self medication adalah
penggunaan obat non resep oleh seseorang atas inisiatif
sendiri (FIP,1999).


GOLONGAN OBAT YANG DAPAT
DIGUNAKAN DALAM SWAMEDIKASI
1.Obat bebas (OTC/Over the counter) tanpa
resep dokter :
a. Obat Bebas
b. Obat Bebas Terbatas
2. OWA (Obat Wajib Apotik)
3. Obat Tradisional : jamu, obat herbal
terstandar (OHT), dan Fitofarmaka.

SYARAT OBAT SWAMEDIKASI
Obat harus aman, berkualitas dan efektif
Obat yang digunakan harus punya indikasi,
dosis dan bentuk sediaan yang yepat
Obat yang diserahkan harus disertai informasi
yang jelas dan lengkap

Persyaratan Swamedikasi
Tanggung jawab dalam swamedikasi menurut World Health Organization (WHO)
terdiri dari dua yaitu (WHO,1998) :
1. Pengobatan yang digunakan harus terjamin keamanan, kualitas dan
keefektifannya.
2. Pengobatan yang digunakan diindikasikan untuk kondisi yang dapat dikenali
sendiri dan untuk beberapa macam kondisi kronis dan tahap penyembuhan
(Setelah diagnosis medis awal). Pada seluruh kasus, obat harus didesain
spesifik untuk tujuan pengobatan tertentu dan memerlukan bentuk sediaan
dan dosis yang benar.
Masalah masalah yang umum dihadapi pada swamedikasi antara lain sakit
kepala, batuk, sakit mata, konstipasi, diare, sakit perut, sakit gigi, penyakit pada
kulit seperti panu, sakit pada kaki dan lain sebagainya (Edwards &
stillman,2000).

Indikator Swamedikasi
Untuk mengetahui kebenaran swamedikasi (Menggunakan Obat secara
rasional) dapat digunakan indikator sebagi berikut (Depkes RI, 1996) :
1. Tepat Obat, pelaku swamedikasi dalam melakukan pemilihan obat
hendaknya sesuai dengan keluhan yang dirasakannya dan mengetahui
kegunaan obat yang diminum.
2. Tepat golongan, pelaku swamedikasi hendaknya menggunakan obat
yang termasuk golongan obat bebas dan bebas terbatas.
3. Tepat dosis, pelaku swamedikasi dapat menggunakan obat secara
benar meliputi cara pemakaian, aturan pakai dan jumlah obat yang
digunakan.
4. Tepat waktu (Lama pengobatan terbatas), pelaku swamedikasi
mengetahui kapan harus menggunakan obat dan batas waktu
menghentikannya untuk segera meminta pertolongan tenaga medis jika
keluhannya tidak berkurang.
5. Waspada efek samping, pelaku swamedikasi mengetahui efek
samping yang timbul pada penggunaan obat sehingga dapat mengambil
tindakan pencegahan serta mewaspadainya.
KRITERIA OBAT YANG DAPAT DIBELI
TANPA RESEP
Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan
pada wanita hamil, anak di bawah usia 2
tahun dan orang tua di atas 65 tahun.
Tidak memberikan risiko pada kelanjutan
penyakit.
Penggunaannya tidak memerlukan cara atau
alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga
kesehatan
Penggunaannya diperlukan untuk penyakit
yang prevalensinya tinggi di Indonesia
Memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk pengobatan
sendiri.

Permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993
KEUNTUNGAN SWAMEDIKASI
Biaya murah, karena tidak harus ke rumah sakit
dan diperiksa oleh dokter.
Pengobatan dilakukan segera (cepat)
Lebih mudah, karena pengobatan dilakukan
sendiri menggunakan obat-obatan yang mudah
diperoleh;
Kualitas pengobatan terjamin karena dilakukan
sendiri, secara tidak sadar pasien akan
mengupayakan yang terbaik bagi dirinya sendiri.
Aman, karena obat yang dipakai adalah obat yang
telah melewati serangkaian pengujian dan tertera
aturan (dosis) pemakaian obat.

KERUGIAN SWAMEDIKASI
Dapat menutupi gejala yang diperlukan dokter
untuk menetapkan diagnosa dalam
pengobatan lanjutan. Sebaiknya memberitahu
dokter obat apa saja yang sudah digunakan
dalam pengobatan sebelumnya.
Pada kasus tertentu dapat menyebabkan
penyakit bertambah (jika terjadi kesalahan
dalam penggunaan obatnya, menyangkut
tentang dosis dan lama penggunaan)
Dapat menimbulkan efek samping obat (ESO)
yang merugikan.

SWAMEDIKASI KONSTIPASI
1. Stimulan Laksative
BISAKODIL
Indikasi
Untuk mengobati konstipasi akut, mengurangi rasa sakit saat
defekasi, dan pengosongan isi usus besar sebelum operasi
Dosis
Oral : 5 10 mg, bisa ditingkatkan hingga 15 20 mg.
Untuk anak-anak (< 10 thn) 5 mg. Digunakan malam hari
Rektal : 10 mg dalam suppositoria, untuk anak-anak 5
mg. Digunakan pagi hari
Mekanisme Kerja
Jika dikonsumsi secara oral, bisakodil dihidrolisis menjadi
difenol pada usus bagian atas diabsorbsi mengalami
konjugasi di hati dan dinding usus. Metabolit diekskresi
melalui empedu rehidrolisis difenol merangsang
motilitas usus besar
Efek Samping
Dapat menyebabkan iritasi lambung, proktitis setelah
pemakaian beberapa minggu, dan rasa terbakar pada anus
Kontra Indikasi
Perdarahan anus, operasi abdomen akut, obstruksi usus



Segera ke dokter jika:
Terjadi mual dan muntah berlebihan
Penggunaan lebih dari 1 minggu (kecuali atas
saran dokter
Pendarahan anus
Terjadi perubahan kebiasaan BAB secara tiba-
tiba dalam 2 minggu
Contoh Sediaan Beredar
Melaxan (T) Mecosin
Dulcolax (T) Boehringer Ingelheim
Laxamex (T) Konimex
2. Emollient Laksative
Natrium Docusate
Indikasi
Konstipasi, herniam post operasi, dan hemoroid
Dosis
Dewasa : 500 mg/hari dalam dosis terbagi
Anak-anak : 10 40 mg/hari
Efek Samping
Muntah, diare, kolik usus (sesekali)
Kontra Indikasi
Obstruksi ileum, nyeri abdomen yang tidak diketahui sebabnya, pasien yang
mengonsumsi obat bersifat hepatotoksik (AINS, Parasetamol), pasien dengan
kerusakan hati.
Contoh Sediaan

Laxatab (B) YUPHARIN
3. Laksative Pembentuk Massa
MULAX
Komposisi: Psillium hidrofilik musiloid
Indikasi: konstipasi dan melancarkan buang air besar pada
penderita hemorrhoid, senilitas, setelah operasi, pada waktu hamil,
setelah melahirkan, dan menyusui.
KI: jangan diberikan pada penderita obstruksi usus dan gangguan
usus seperti ulserasi kolitis atau illeitis.
Interaksi obat: digoksin, Fe, antikoagulan
Dosis dewasa: 1-3kali ssehari 1 bungkus. (anak 6-12 tahun: dosis
dewasa)
Golongan : OBAT BEBAS
Produsen: Fahrenheit



Cond
Golongan: Bebas
Produsen: Darya Varia
4. Osmotic Laksative
Nama Dagang Golongan Obat Produsen
Duphalac B Kimia Farma
Microlax B Pharos, Labaz
Solac B SOHO
Constipen B Combiphar
Opilax B Otto
Hubungi Dokter Jika:
Terjadi pendarahan rektum
Masih terjadi konstipasi berlanjut
Diare parah
ANTIDIARE
Swamedikasi Antidiare
1. Oralit
Kegunaan Obat :
Oralit tidak menghentikan diare, tetap
mengganti cairan tubuh yang keluar bersama
tinja.
Oralit 200 adalah campuran
gula, garam natrium
dan kalium.
2. Adsorben
Kegunaan Obat
Mengurangi frekuensi buang air besar
Memadatkan tinja
Menyerap racun pada penderita diare
Golongan Adsorben:
Karboadsorben : Becarbon, Norit.
Attapulgit : Biodiar, Enterogit, Kaotate, New Diatabs,
Teradi.
Kombinasi kaolin & pektin : Kaopectate, Neo Diaform, Neo
Enterostop, Neo Kaocitin, Neo Kaominal.
Kombinasi attapulgit & pektin : Akita, Arcapec, Diagit,
Entrogard, Licopec, Neo Koniform

Contoh sediaan
1. Attapulgit
Contoh:




2. Attapulgit dan Kaolin
Contoh: Diaend (B) Mugi
3. Attapulgit dan Pektin
Contoh: Diagit (B) Interbat
Enterogard (B) Mugi
Gratative (B) Graha Farma
Neo-entrostop (B) Kalbe Farma
4. Kaolin dan Pektin
Contoh: Envios FB (B) Nufarindo
Guanistrep (B) Itrasal
Neo Kaocitin (B) Erlimplex

3. Bismuth subsalisilat

Contoh: Diaryn (T) Konimex

Karbo Adsorben
Norit (Eglin) Tablet 125 mg, 250 mg
Norit adalah karbon berasal dari tumbuhan
tumbuhan yang diaktifkan dengan kuat.
Oleh karena itu pengobatan dengan memakai Norit
walaupun dalam jumlah banyak tidak berbahaya
terhadap anak-anak maupun orang dewasa.

Dosis :
Dewasa : 3 4 tablet
(750 1000 mg), 3 kali
sehari (setiap 8 jam)
Harus ke dokter jika
Diare berlanjut lebih dari dua hari, terjadi
dehidrasi, feses berdarah, atau terus-menerus
kejang perut.
Diare pada anak-anak/bayi sebaiknya segera
dibawa ke dokter

SWAMEDIKASI PADA TUKAK
LAMBUNG, ESOFAGUS DAN USUS
Antasida
Antasida merupakan obat-obatan pereda
sakit pencernaan, gastritis (radang dinding
lambung), serta reflux gastro eksofageal
(semburan asam lambung ke eksofagus).
Obat antasid membantu meredakan
tukak di dinding lambung maupun duodenum.
Obat antasid menetralkan asam lambung, dan
membantu mencegah atau meredakan radang
dan nyeri di saluran pencernaan atas.Antasid
juga memberi waktu perbaikan pada dinding
lambung atau duodenum yang rusak oleh tukak
sehingga sensitif terhadap jumlah normal asam
lambung.

1. Kombinasi Al (OH)2 dan Mg (OH)2
Indikasi : Mengurangi gejala yang berhubungan dengan as.lambung, gastritis, tukak lambung
dan duodenum dengan gejala mual, muntah, nyeri lambung dan nyeri ulu.
Contoh :



2. Kombinasi Al Hidroksida dan Mg Trisilikat
Indikasi: hiperasiditas lambung, gastritis, spasme lambung dan duodenum, dispepsia, tukak
lambung dan usus, flatulensi.
Contoh: Sanmag (T) Sanbe Farma
Konimag (T) Konimex
3. Kombinasi Mg (OH)2, Simetichonen dan Hidrotalsit
Indikasi: kelebihan as.lambung, perut kembung, tukak lambung dan duodenum.
Contoh: Promag (B) Kalbe Farma
4. Kombinasi Al Hidroksida, Mg (OH)2 dan Simetichone
Indikasi: antasida dan antiflatulen.
Contoh: Waisan (B) Bintang Toedje
5. Kombinasi Ca carbonate dan Mg trisilikat
Indikasi: hiperasiditas, gastritis, tukak lambung, peptik esofagitis, dan antiflatulen
Contoh: MAAGGEL (B) Erela
Obat Wajib Apotek Tukak Lambung,
esofagus dan usus.
Berdasarkan KepMenKes No.1176 Tahun
1999 tentang OWA No.3
SWAMEDIKASI NAUSEA
Terapi Non-Farmakologi
Pasien dgn keluhan ringan berkaitan
makan/minum, dianjurkan menghindari
masuknya makanan
Muntah psikogenik mungkin diatasi dengan
intervensi psikologik
Tidak meminum cairan terlalu banyak pada
seketika meregangkan lambungmual
memburuk.
Penggunaan minyak angin/ minyak kayu putih

1. Antiemetik Golongan AH1
Prenatal EM
Golongan Obat : Bebas (B)
Kandungan:
Ginger Extract
Vit B6
Vit B1
Indikasi: Suplemen untuk mencegah mual dan muntah
selama hamil
Dosis: Sehari 1-2 x 1 kapsul
Antimo
Golongan Obat : Terbatas (T)
Kandungan : Dimenhidrinat 50 mg
Indikasi : Mabuk perjalanan, penyakit iridiasi,
hiperemesis-gravidarum
Dosis
Dewasa : 1 tablet
8-12 tahun : tablet
5-8 tahun : tablet
Hiperemesis : sehari 3x 1 tablet
2. Golongan Antasida
Antasid dibagi 2:
a. Sistemik, Termasuk: Na-bikarbonat.
contoh: LOSMANs Antacid puder (B) Pulder
b. Non-sistemik, Termasuk: (antasida selain Na-bikarbonat)

contoh:
Polysilane (B) Pharos
Mylanta (B) Pfizer
Sanmag (T) Sanbe Farma
Konimag (T) Konimex



3. Antikolinergik
Skopolamin
bekerja sebagai antikolinergik dengan menjadi inhibitor
kompetitif dari sehingga asetilkolin tidak mampu
berikatan dengan resepton muskarinik dan tidak
menimbulkan efek kolinergik seperti muntah.
Indikasi: - Mencegah motion sickness
- Mengobati gangguan pencernaan serta kejang otot.
Contoh: Merislon (K)

Obat Wajib Apotek Nausea
Nama Obat Jumlah tiap jenis
obat
per pasien
Catatan
Anti Mual
(Metoklopramid
HCl)
Maksimal 20 tablet Bila mual dan muntah berlanjut hubungi
dokter
Famotidin Maksimal 10 tablet
20 mg/40mg
Pemberian obat hanya atas dasar
pengobatan ulangan dari dokter

Ranitidin Maksimal 10 tablet
150 mg
Pemberian obat hanya atas dasar
pengobatan ulangan dari dokter

SWAMEDIKASI PANKREATITIS
Obat Bebas untuk Pankreatitis
Nama Paten Obat Kandungan Zat Aktif Kegunaan Dosis
Berzymplex Pankreatin 112,5
mg, Ox-bile 30 mg,
dimetilpolisiloksan
25 mg, vit B1 20 mg,
vit B2 5 mg, vit B6 5
mg, vit B12 5 mcg,
niasinamida 10 mg,
Ca-pantotenat 5 mg
Mengatasi defisiensi
enzim pankreas dan
cairan empedu,
diikuti dengan
defisiensi vitamin
dan perut kembung
3 kali sehari, 1-2
tablet
Enzymfort Pankreatin triple
strength 150 mg, vit
B2 2 mg, vit B6 250
mcg, nikotinamid 7.5
mg, bile extract 25
mg
Stimulasi sekresi
empedu,
memperbaiki
pencernaan
karbohidrat, protein,
dan lemak
1-2 drag 3 kali per
hari
obat bebas untuk pankreatitis
Nama Paten Obat Kandungan Zat Aktif Kegunaan Dosis
Librozym Diastase 200 mg, pankreatin
100 mg
Pencegahan dan pengobatan
gangguan pencernaan
1-2 kaplet per hari. Diminum
sesudah makan
Tripanzym Pankreatin 170 mg,
dimetilpolisiloksan aktif 80
mg
Perut kembung seperti pada
insufisiensi pankreas
1-2 kaplet sewaktu makan
atau segera setelah makan
Pankreon Compositum Pankreatin 212.5 mg setara
amilase 6500 FIP, lipase 8000
FIP, protease 450 FIP, ekstrak
kering dari cairan empedu
sapi 50 mg
Penyakit saluran empedu
dan pankreas, terlalu banyak
makanan yang tidak tercerna
1-3 tablet sewaktu makan.
Tablet ditelan bukan
dikunyah.
Pankreon for Children Pankreatin 494 mg setara
lipase 17.500 FIP, amilase
1000 FIP, dan proktase 1000
FIP, vit A 2000 SI, vit B12 1
mcg, asam folat 0.4 mg
Kehilangan nafsu makan,
fibrosis kistik pada pankreas
Bayi: kantong
Anak: 1 kantong.
Campur dengan air sampai
terbentuk selai
Obat Bebas Terbatas untuk
Pankreatitis
Nama Paten
Obat
Kandungan Zat
Aktif
Kegunaan Dosis
Elsazym Pankreatin
400 mg,
bromelain 50
mg,
dimetilpolisilo
ksan 40 mg
Dispepsia 1 kaplet,
diminum
setiap waktu
makan atau
segera
sesudah
makan
Obat Pankreatitis (K)
Nama Paten Obat Kandungan Zat
Aktif
Kegunaan Dosis
Chenofalk Asam kenat 250
mg
Batu empedu
tembus sinar X
dengan diameter
maks 2 cm
15 mg/kg BB/hari
dibagi dua dosis.
Diminum sewaktu
makan.
Estazor Asam
ursodeoksikolat
250 mg
Batu empedu Sesuai petunjuk
dokter
Benozym Pankreatin 150
mg, bromelain 50
mg, Ox-bile 30 mg
Gangguan
pencernaan
karbohidrat,
lemak, protein
1 tablet waktu
makan atau
segera setelah
makan