Anda di halaman 1dari 5

Pendahuluan

Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di wilayah


perkotaan memberikan dampak yang sangat serius terhadap penurunan daya
dukung lingkungan. Dampak tersebut harus disikapi dengan tepat, khususnya dalam
pengelolaan air limbah, oleh karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan
konsumsi pemakaian air minum/ bersih yang berdampak pada peningkatan jumlah
air limbah.
Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan
terjadinya pencemaran lingkungan, khususnya terjadinya pencemaran pada sumber-
sumber air baku untuk air minum, baik air permukaan maupun air tanah.
Pengelolaan air limbah memerlukan prasarana dan sarana penyaluran dan
pengolahan. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalui sistem
setempat (on-site) ataupun melalui sistem terpusat (off-site).
Pada umumnya kota-kota di Indonesia masih belum memiliki sistem pengelolaan air
limbah secara terpusat. Pada saat ini sistem pengelolaan air limbah terpusat hanya
berada di 11 kota saja dengan cakupan pelayanan yang masih rendah. Tingkat
pelayanan ir !imbah Permukiman di perkotaan melalui "istem perpipaan
(sewerage system) mencapai #,$$% dan melalui jamban &pribadi dan 'asilitas umum(
yang aman &menggunakan tangki septik( baru mencapai )),*1% &"+",-"
.P", #**/(.
"edangkan, tingkat pelayanan ir !imbah Permukiman di perdesaan melalui
pengolahan setempat (on-site system) berupa jamban pribadi dan 'asilitas umum
yang aman &menggunakan tangki septik( baru mencapai #0,/1% &"+",-" .P",
#**/(.
tau dapat dikatakan, tingkat pelayanan air limbah permukiman melalui pengolahan
setempat (on-site system) yang aman &menggunakan tangki septik( secara nasional
di tahun #**/ baru mencapai /#,11% &"+",-" .P", #**/(.
2ondisi tersebut dikarenakan oleh berbagai kendala dalam penyelenggaraan
pengelolaan air limbah permukiman di Indonesia, baik dalam aspek peraturan
perundangan, peran serta masyarakat, pembiayaan, istitusi serta aspek teknis
teknologis.
"ektor Penyehatan !ingkungan Permukiman khususnya .idang ir !imbah
(Municipal Waste Water) merupakan salah satu hal penting yang menjadi perhatian
baik secara global maupun nasional. "ecara global Indonesia terikat upaya
mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sebagaimana rekomendasi pada 2TT
.umi di 3ohannesburg #***, dimana salah satu sasarannya adalah bidang
penyediaan air minum dan sanitasi.
Maksud dan Tujuan
Maksud
4aksud dari 2erangka cuan 2erja ini adalah sebagai pedoman utama bagi
penyedia jasa konsultansi dalam melaksanakan pekerjaan "tudi Pengembangan
Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu
Tujuan
a( "ebagai pedoman utama bagi penyedia jasa konsultansi dalam pelaksanaan
pekerjaan "tudi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu7
b( "ebagai landasan utama bagi penyedia jasa konsultansi dalam pelaksanaan
pekerjaan "tudi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu,sebagai pedoman dan scenario
pemerintah 2abupaten 2apuas 6ulu dalam upaya pengelolaan air limbah dan
pengendalian pencemaran dan menjadi suatu alat untuk mewujudkan
Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan dalam
wilayah administrasi Ibukota 2abupaten 2apuas 6ulu sesuai dengan
kewenangannyasecara serasi dan optimal7
c( "ebagai rujukan/acuan &alat bantu( utama bagi penyedia jasa konsultansi
dalam menyusun Dokumen 8encana Pengelolaan "umber Daya ir Di
2abupaten 2apuas 6ulu yang akan menjadi pedoman dan scenario
pemerintah 2abupaten 2apuas 6ulu dalam pengelolaan yang terpadu
"umber Daya ir dan menjadi suatu alat untuk mewujudkan peman'aatan
dan pendayagunaan sumber daya air di wilayah sungai dan danau dalam
wilayah administrasi 2abupaten 2apuas 6ulu sesuai dengan kewenangannya
secara serasi dan optimal7
Sasaran:
a. Tersusunnya acuan bagi penyedia jasa konsultansi dalam pelaksanaan
pekerjaan "tudi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu7
b. Tersusunnya kerangka dasar bagi penyedia jasa konsultansi dalam pelaksanaan
pekerjaan "tudi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu,sebagai pedoman dan scenario pemerintah
2abupaten 2apuas 6ulu dalam upaya pengelolaan air limbah dan pengendalian
pencemaran dan menjadi suatu alat untuk mewujudkan Pengembangan Instalasi
Pengolahan ir !imbah 5ilayahPerkotaandalamwilayah
administrasiIbukota2abupaten 2apuas 6ulu sesuai dengan
kewenangannyasecara serasi dan optimal7
c. Tersusunnya arahan substansi, data, mekanisme dan metode analisis serta
penyusunan arah pelaksanaan pekerjaan bagi penyedia jasa konsultansi dalam
pelaksanaan pekerjaan "tudi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah
5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu7
Lokasi Pekerjaan
2egiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan di Ibukota2abupaten 2apuas 6ulu, yaitu
2ota Putussibau &2ec. Putussibau +tara dan 2ec. Putussibau "elatan(
Lingkup Pekerjaan
"ubtansi ruang lingkup pekerjaan ini adalah melakukan 3asa 2onsultansi "tudi
Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten
2apuas 6ulu dengan metode dan pendekatan yang dapat dipertanggung-
jawabkan, dan sekurang-kurangnya memuat tentang 9
a( Penjabaran kebijakan Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah
5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu &2ota Putussibau(7
b( rahan lokasi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu &2ota Putussibau(7
c( 8incian program Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu &2ota Putussibau(7
d( "kala prioritas dan indikasi pentahapan kegiatan Pengembangan Instalasi
Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu &2ota
Putussibau(7
e( Pengaturan kelembagaan dan mekanisme penyelenggaraan Pengembangan
Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu
&2ota Putussibau(7
'( 8incian pembiayaan dan sumber pendanaan program Pengembangan
Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu
&2ota Putussibau(7
Dalam pelaksanaan pekerjaan lingkup pelaksanaan pekerjaan minimal mengacu
pada hal-hal berikut ini 9
a( Tahap Persiapan
- 4elakukan perumusan masalah dan penyusunan rencana kerja7
- 4empersiapkan anggota tim yang akan melakukan penilaian7
b( "ur:ey dan pengumpulan data
- 4elakukan sur:ey, pendekatan dan kajian/studi7
- 4elakukan :eri'ikasi data terhadap hasil sur:ey, pendekatan dan
kajian/studi7
- 4elakukan koordinasi dengan unit-unit kerja terkait7
c( 4elakukan identi'ikasi dan analisis berbagai aspek rencana Pengembangan
Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu
&2ota Putussibau(7
d( 4emberikan rekomendasi/rumusan hasil "tudi Pengembangan Instalasi
Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu7
e( Presentasi dan konsultasi publik
Presentasi dra't laporan akhir dilaksanakan guna menyempurnakan hasil
Pekerjaan "tudi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu perlu adanya masukan-masukan serta
saran-saran dari stakeholder yang diselenggarakan oleh konsultan dan
di'asilitasi oleh .adan Perencanaan Pembangunan Daerah 2ab. 2apuas
6ulu7
'( Perumusan 6asil "tudy
4emberikan rekomendasi/rumusan hasil pekerjaan "tudi Pengembangan
Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas
6uluberdasarkan hasil konsultasi publik7
Keluaran
2eluaran dari pekerjaan ini adalah Dokumen 8encana Pengelolaan "umber Daya ir
Di 2abupaten 2apuas 6ulu untuk jangka waktu #* &dua puluh( tahun kedepan
sebagaimana diatur dalamPeraturan 4enteri Pekerjaan +mum -omor # Tahun #*1$
tentang Pedoman Penyusunan 8encana Pengelolaan "umber Daya ir7
6asil atau outcome yang didapat dengan terlaksananya pekerjaan ini adalah9
1( Diperolehnya suatu landasan strategi Pengembangan Instalasi Pengolahan ir
!imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu yang sesuai dengan
kebutuhan terkini &prioritas( maupun antisipasi perkembangan wilayah7
#( Diperolehnya suatu arahan kebijakan Pengembangan Instalasi Pengolahan ir
!imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu yang selanjutnya dapat
menjadi acuan dasar bagi penyiapan program-program dan kegiatan terkait
bidang pengelolaan air limbah dan pengendalian pencemaran air, baik yang
berasal dari Pusat, Pro:insi, maupun dari 2abupaten 2apuas 6ulu sendiri7
$( Diperolehnya dukungan stakeholder pengelolaan air limbah dan pengendalian
pencemaran air daerah yang telah dilibatkan dalam proses sosialisasi dan
identi'ikasi permasalahan pengelolaan air limbah dan pengendalian pencemaran
air di 2abupaten 2apuas 6ulu7
/( Diperolehnya gambaran kondisi pengelolaan air limbah dan pengendalian
pencemaran airdi 2abupaten 2apuas 6ulu, khususnya di Ibukota2abupaten
berdasarkan data dan in'ormasi terkini yang lengkap dari hasil kegiatan
in:entarisasi dan penyusunan data7
0( Tersusunnya arahan-arahan kebijakan Pengembangan Instalasi Pengolahan ir
!imbah 5ilayah Perkotaan 2abupaten 2apuasyang telah selaras dengan arahan
pengelolaan air limbah dan pengendalian pencemaran air sebagaimana kondisi
daya dukung lingkungan dan peraturan yang berlaku7
Tersedianya kebijakan Pengembangan Instalasi Pengolahan ir !imbah 5ilayah
Perkotaan 2abupaten 2apuas 6ulu bagi masyarakat yang tinggal di 2ota Putussibau
yang diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan yang ada sekarang maupun
potensi perkembangan kebutuhan di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk
antisipasi permasalahan7